Ratusan Laskar Dari Berbagai Ormas Islam Tasikmalaya Bubarkan Pentas Musik Reggae & Ska Tak Berizin

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Gabungan laskar umat Islam dari berbagai ormas Islam di Tasikmalaya membubarkan acara pentas musik Reggae dan Ska yang digelar di Kawasan Wisata Situgede, Kota Tasikmalaya, Sabtu (14/6/2014) malam.

Laskar berkumpul di Pondok Pesantren Al Hikmah, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya yang kebetulan sedang mengadakan pemutaran film kesesatan Syi’ah. Sekitar pukul 21.00 WIB laskar mendatangi lokasi pentas musik itu dari gerbang belakang tempat wisata Situ Gede. Melihat kedatangan ratusan laskar, ribuan penonton berhamburan membubarkan diri.

Laskar langsung mendekati panggung dan mendapati sekelompok pemuda-pemudi sedang nongkrong di depan mushola yang letaknya tidak jauh panggung. Parahnya, rumah Allah itu dijadikan tempat penyimpanan perlengkapan musik peserta pentas.

“Ini pelecehan, mereka mabuk di teras mushola, lalu peralatan band mereka disimpan di dalam mushola,” kata seorang laskar.

Pentas musik yang disponsori oleh Nagoya Management itu ternyata tidak mengantongi izin. Pentas musik Reggae dan Ska bertajuk “One Love One Soul : Reggae Jam Session” yang menampilkan band reggae dari Bandung Mushroom Squad itu dimulai pukul 20.00 WIB, dihadiri ribuan anak-anak muda dari kota yang dikenal dengan ‘kota santri’ tersebut.

Sempat ada ketegangan ketika seorang oknum aparat kepolisian yang berada di depan mushola itu menolak untuk meninggalkan lokasi. Panitia penyelenggara akhirnya mematikan lampu panggung dan mengakhiri acara yang baru berjalan sekitar satu jam.

Atas kejadian itu, Front Pembela Islam (FPI) dan ormas lainnya akan mengajukan tuntutan kepada pemerintah kota Tasikmalaya untuk memberhentikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Tasikmalaya yang telah membiarkan pentas musik yang didalamnya terjadi pelecehan terhadap tempat Ibadah.

Reporter : Abu Aqwam

Editor : Amaif

 

Taliban Lolos Dari Serangan Udara Pakistan

PAKISTAN (jurnalislam.com) – Para pejabat intelijen Pakistan mengatakan bahwa serangan udara militer semalam di daerah suku barat laut yang berbatasan dengan Afghanistan telah menewaskan puluhan mujahidin.

Tetapi para pejabat lokal mengatakan bahwa serangan udara pada hari Minggu (15-06-2014) yang ditargetkan pada tempat persembunyian kelompok mujahidin di daerah suku Waziristan Utara tidak ada korban yang tewas dari serangan udara tersebut, walaupun sebelumnya seorang pejabat keamanan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa "puluhan mujahidin telah tewas dan delapan dari tempat persembunyian mereka telah hancur .

Al Jazeera Kamal Hyder, melaporkan dari kota utara Peshawar, mengatakan bahwa "beberapa kelompok mujahidin diserang, termasuk mujahidin Uzbek yang bertanggung jawab terhadap serangan bandara Karachi".

Serangan udara itu terjadi seminggu setelah sekelompok mujahidin menyerang bandara di kota pelabuhan Karachi dan melakukan pengepungan, hingga dalam pengepungan lima jam telah menewaskan 36 orang .

Mujahidin Uzbek dan Taliban Pakistan mengaku bertanggung jawab atas kedua serangan bandara udara, dan Taliban Pakistan mengatakan keduanya telah bekerja sama untuk melaksanakan serangan tersebut .

Tekanan pada pemerintah Pakistan telah meningkat dari kelompok mujahidin, sehingga pemerintah ingin melancarkan serangan darat di kubu Taliban di Waziristan Utara.

Serangan udara yang kedua kalinya minggu ini,  bertujuan untuk memukul mujahidin di daerah kesukuan.

Setelah serangan udara pertama dilakukan oleh militer AS di tembaga Karachi, AS melakukan dua serangan pesawat tak berawak di wilayah tersebut pada hari Rabu, inilah pertama kali program drone kontroversial telah digunakan kembali pada tahun ini. [ded412/aljazeera/afp]

 

Munas Pertama MIUMI Digelar Di Jakarta

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mengadakan Musyawarah Nasional pertamanya di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Rabu (11/6/2014) kemarin. Acara itu dihadiri oleh perwakilan MIUMI dari seluruh Indonesia.

Dalam konferensi pers, Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nashir, Lc menjelaskan secara garis besar tiga agenda yang menjadi fokus mereka liberalisme, aliran sesat dan kristenisasi baik dalam skala nasional atau internasional.

“Secara garis besar, MIUMI akan konsen pada tiga pemikiran besar. Bagaimana menghadapi liberalisme, aliran sesat dan kristinesasi. Mudah-mudahan bukan cuma di Indonesia, tetapi di dunia Internasional,” papar Ustadz Bachtiar.

Selanjutnya beliau menjelaskan secara umum agenda strategis MIUMI adalah di bidang kepemimpinan ulama dari struktur sosial Islam dan kaderisasi Ulama. Organisasi yang berdiri pada 28 Februari 2012 itu juga akan mencoba hadir memberikan solusi bagi permasalahan umat termasuk penguatan bagi Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Sedangkan proyek strategis MIUMI adalah mendirikan institusi pengkaderan Ulama, menyelenggarakan pelatihan workshop untuk kepemimpinan ulama, mendirikan pusat penelitian dan kajian strategis, konsolidasi opini publikasi dan penerbitan, agenda penyatuan Ummat Ahlus Sunnah dan membangun jaringan internasional.

“Mudah-mudahan diizinkan Allah bisa mendirikan institusi pendidikan tinggi untuk pengkaderan ulama,” harap Ustadz yang akrab disapa UBN itu.

Reporter : Abdillah

Editor : Amaif

PN Surakarta Gelar Sidang Perdana Aktifis Amar Ma’ruf Nahi Munkar Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Pengadilan Negeri Surakarta menggelar sidang perdana kasus pengrusakan tempat maksiat berkedok karaoke keluarga Zensho dan toko jamu Dinda dengan tersangka dua aktifis amar ma'ruf nahi munkar Solo, Susilo dan Haedar, Rabu (11/6/2014). Persidangan yang dijaga ketat aparat kepolisian itu mengagendakan pembacaan dakwaan berkas terdakwa penganiayaan dan pengrusakan tempat karaoke Zenso dan toko jamu Dinda

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaaan Negeri Surakarta Sutarno, menyebutkan bahwa kedua tersangka yakni Susilo (36) warga serengan dan Haedar (32) warga pasar kliwon didakwa dengan pasal yang sama yakni pasal 170 KUHP tentang tindak pidana tindakan secara bersama-sama melakukan kekerasan, dan pasal 169 KUHP tentang turut serta bersama-sama melakukan pelanggaran serta pasal 406 KUHP tentang bersama-sama melakukan pengrusakan.

Ratusan aktifis Islam yang turut mengikuti jalannya persidangan kerap memekik Takbir sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap kedua terdakwa. Sidang ditutup pukul 12.30 dan akan dilanjutkan pada hari Senin (16/6/2014) pekan depan.

Zensho Family Karaoke yang berada di Jl. Kebangkitan Nasional No. 59, Sriwedari, Laweyan, Solo April lalu dirusak karena aktifis amar ma’ruf nahi munkar Solo mendapati tempat karaoke tersebut beralih fungsi menjadi tempat mesum.

Reporter : Iwan

Editor : amaif

Serangan Udara Israel Hantam Gaza Utara

PALESTINA (jurnalislam.com) – Serangan udara Israel mencapai Jalur Gaza utara dan menewaskan satu warga Palestina serta melukai dua lainnya, layanan darurat mengatakan.

Serangan tersebut terjadi pada Rabu (11/06/2014), setelah pada hari sebelumnya sebuah roket juga ditembakkan dari wilayah itu dan mendarat di Israel selatan, tidak menimbulkan korban.

Peningkatan serangan tersebut terjadi lebih dari seminggu setelah pemerintah persatuan Palestina dilantik untuk menggantikan pemerintahan sebelumnya yang terpisah, yaitu yang dijalankan oleh Hamas di Gaza, dan yang dijalankan oleh loyalis Presiden Mahmoud Abbas di Tepi Barat.

Kantor Abbas mengutuk serangan roket tersebut dan mendesak kelompok-kelompok bersenjata Gaza untuk mematuhi gencatan senjata yang pernah disepakati sebelumnya bersama Israel.

Juru bicara pemerintah Israel Mark Regev menolak kecaman itu sebagai "retorika kosong," dan mengatakan Abbas seharusnya menepati janji untuk melucuti pejuang Gaza.

AS, bagaimanapun, menyambut kata-kata Abbas dan mengatakan bahwa pemerintah persatuan yang baru tidak siap untuk memegang tanggung jawab atas serangan itu.

"Kami berharap Otoritas Palestina akan melakukan segala daya untuk mencegah serangan dari Gaza ke Israel, tapi kami mengakui kenyataan bahwa Hamas saat ini menguasai Gaza," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki.

Sementara itu, pengunjuk rasa Palestina di Tepi Barat menemukan waktu yang tepat untuk menunjukkan dukungan mereka bagi puluhan pemogok makan Palestina di penjara-penjara Israel. Sehari sebelum dimulainya Piala Dunia di Brasil, mereka mengenakan kaus tim sepak bola Palestina dan menendang bola di luar Ofer, sebuah penjara Israel di Tepi Barat.

Sekelompok tentara berhelm mencegah mereka untuk maju. Tentara menembakkan granat setrum dan mendorong beberapa pengunjuk rasa yang menggiring dan menendang bola melewati kepala tentara.

Beberapa tahanan Palestina mulai mogok makan pada tanggal 24 April, beberapa orang lainnya kemudian bergabung, dan sudah lebih dari 70 tahanan telah dirawat di rumah sakit.

Mogok makan tersebut menuntut Israel mengakhiri praktek penahanan administratif di mana hampir 200 warga Palestina saat ini ditahan tanpa dakwaan yang jelas . [ded412/Aljazeera]

 

Dituduh Terkait Pembunuhan Polisi, Ponpes Al Madinah di Bima Coba Dibakar Massa Tak Dikenal

BIMA (Jurnalislam.com) – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Madinah di desa Kanangan, Kecamatan Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat dan rumah Ustadz Jakaria, salah satu pengajar di ponpes tersebut dilempari bom molotov oleh puluhan orang tak dikenal, Jumat (6/6/2014).

Pembakaran yang menyebabkan beberapa barang dan peralatan rumah tangga di rumah Ustadz Zakaria rusak itu berawal dari beredarnya isu bahwa salah satu pengajar Ponpes Al Madinah itu ada kaitannya dengan penembakan yang menewaskan Kanit Intel Reskrim Polres Bima Bripka M Yamin pada Senin (2/6/2014) malam. Sayang, peristiwa ini luput dari pemberitaan media-media nasional.

Berikut kronologis kejadian percobaan pembakaran Ponpes Al Madinah yang berhasil dihimpun reporter Jurnalislam.com dari penuturan Ustadz Jakaria, Selasa (10/6/2014) :

  1. Jum’at, 6 Juni 2014 pukul 13.20 wita, ustadz & ustadzah  pengajar/pembina ponpes Al Madinah beserta santriwan/wati bersiap siap ke Kecamatan Donggo untuk menghadiri pernikahan Ustadz Khaerudin (Pengajar Ponpes Al Madinah), rombongan direncanakan 3 pick up. Hingga kemudian kabar yang beredar di masyarakat sekitar pada saat itu bahwa ustadz/ustadzah & para santriwan/wati hendak mengungsi/melarikan diri karena adanya dugaan keterkaitan mereka dengan penembakan Bripka M Yamin Senin (2/6/2014) lalu. Masyarakat sekitar (belum diketahui jelas warga dari desa mana) menuju pondok. Kemudian beberapa ikhwan disekitar pondok menghubungi Ustadz Jabir, salah pembina pondok, untuk memberitahukan kabar yang beredar di masyarakat. Lalu diputuskanlah bahwa hanya sebagian dari Pembina pondok & santri yang akan menuju Donggo untuk menghadiri acara pernikahan kemudian sisanya berada di pondok.
  2. Jum’at, 6 Juni 2014 pukul 16.00 Wita. Di dalam ponpes Al Madinah Ustadzah Hadijah (pengajar ponpes Al Madinah) di datangi oleh 2 orang tak dikenal. Mereka bertanya dan mengancam, “kemana penghuni pondok? Nanti malam kami akan datang lagi….!”
  3. Jum’at, 6 Juni 2014 Pukul 23.30 Wita, sebuah botol berisi bensin dan sumbu api (molotov) dilempar OTK di tembok luar ruang kelas ponpes Al Madinah. Tidak ada yang terbakar, hanya menimbulkan noda hitam di tembok & kaca ruang  kelas.
  4. Sabtu, 7 Juni 2014 Pukul 03.00 dini hari, rumah salah satu Pembina ponpes Al Madinah Ustadz Jakaria dilempari ± 10 botol berisi bensin dan sumbu api (molotov), ± 5 diantaranya tidak terbakar. Diperkirakan ± 20 orang pelaku menuju ponpes melalui sawah & halaman SMAN 1 Bolo yang berada di samping ponpes Al Madinah. Bagian rumah yang dilempari adalah kamar tidur anak, dapur, atap rumah (atap rumah/seng sebelum dilempar di sirami bensin).
  5. Belum diketahui pasti dari mana para pelaku berasal karena baik warga sekitar maupun penghuni ponpes Al Madinah tidak mengetahui/melihat arah datangnya para pelaku. Tetapi beberapa jam sebelum kejadian masyarakat sekitar melihat dan mencurigai sekelompok pemuda mabuk-mabukan di Paruga Na’e Bolo yang berada di areal sekitar ponpes Al Madinah. Menurut kesaksian santri dan pembina ponpes Al Madinah bahwa botol yang dipergunakan untuk mengisi bensin dan sumbu api sebagian besar adalah botol minuman keras.
  6. Yang melakukan pemblokiran jalan adalah preman (dapat dipastikan bayaran) warga Desa Tambe, Desa Rasabou dan Desa Leu Kecamatan Bolo

KERUGIAN :

  1. Beberapa Pakaian
  2. Buku-buku
  3. 1 Tempat tidur (kasur)
  4. Karpet
  5. Peralatan dapur

Beberapa hari pasca percobaan pembakaran, Ponpes Al Madinah dijaga oleh puluhan mujahidin. Kampung Media, sebuah media lokal dari Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat melaporkan, pada hari Ahad, 8 Juni 2014, ponpes Al Madinah dijaga oleh puluhan mujahidin dari kota Bima (Ponpes Al-Madinah Mulai Dijaga Pasukan Mujahidin).

Reporter : Abu Nusaibah

Editor : Amaif

 

 

Kronologis Percobaan Pembakaran Ponpes Al Hidayah Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Madinah di desa Kanangan, Kecamatan Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat dan rumah Ustadz Jakaria, salah satu pengajar di ponpes tersebut dilempari bom molotov oleh puluhan orang tak dikenal, Jumat (6/6/2014).

Pembakaran yang menyebabkan beberapa barang dan peralatan rumah tangga di rumah Ustadz Zakaria rusak itu berawal dari beredarnya isu bahwa salah satu pengajar Ponpes Al Madinah itu ada kaitannya dengan penembakan yang menewaskan Kanit Intel Reskrim Polres Bima Bripka M Yamin pada Senin (2/6/2014) malam. Sayang, peristiwa ini luput dari pemberitaan media-media nasional.

Berikut kronologis kejadian percobaan pembakaran Ponpes Al Madinah yang berhasil dihimpun reporter Jurnalislam.com dari penuturan Ustadz Jakaria, Selasa (10/6/2014) :

  1. Jum’at, 6 Juni 2014 pukul 13.20 wita, ustadz & ustadzah  pengajar/pembina ponpes Al Madinah beserta santriwan/wati bersiap siap ke Kecamatan Donggo untuk menghadiri pernikahan Ustadz Khaerudin (Pengajar Ponpes Al Madinah), rombongan direncanakan 3 pick up. Hingga kemudian kabar yang beredar di masyarakat sekitar pada saat itu bahwa ustadz/ustadzah & para santriwan/wati hendak mengungsi/melarikan diri karena adanya dugaan keterkaitan mereka dengan penembakan Bripka M Yamin Senin (2/6/2014) lalu. Masyarakat sekitar (belum diketahui jelas warga dari desa mana) menuju pondok. Kemudian beberapa ikhwan disekitar pondok menghubungi Ustadz Jabir, salah pembina pondok, untuk memberitahukan kabar yang beredar di masyarakat. Lalu diputuskanlah bahwa hanya sebagian dari Pembina pondok & santri yang akan menuju Donggo untuk menghadiri acara pernikahan kemudian sisanya berada di pondok.
  2. Jum’at, 6 Juni 2014 pukul 16.00 Wita. Di dalam ponpes Al Madinah Ustadzah Hadijah (pengajar ponpes Al Madinah) di datangi oleh 2 orang tak dikenal. Mereka bertanya dan mengancam, “kemana penghuni pondok? Nanti malam kami akan datang lagi….!”
  3. Jum’at, 6 Juni 2014 Pukul 23.30 Wita, sebuah botol berisi bensin dan sumbu api (molotov) dilempar OTK di tembok luar ruang kelas ponpes Al Madinah. Tidak ada yang terbakar, hanya menimbulkan noda hitam di tembok & kaca ruang  kelas.
  4. Sabtu, 7 Juni 2014 Pukul 03.00 dini hari, rumah salah satu Pembina ponpes Al Madinah Ustadz Jakaria dilempari ± 10 botol berisi bensin dan sumbu api (molotov), ± 5 diantaranya tidak terbakar. Diperkirakan ± 20 orang pelaku menuju ponpes melalui sawah & halaman SMAN 1 Bolo yang berada di samping ponpes Al Madinah. Bagian rumah yang dilempari adalah kamar tidur anak, dapur, atap rumah (atap rumah/seng sebelum dilempar di sirami bensin).
  5. Belum diketahui pasti dari mana para pelaku berasal karena baik warga sekitar maupun penghuni ponpes Al Madinah tidak mengetahui/melihat arah datangnya para pelaku. Tetapi beberapa jam sebelum kejadian masyarakat sekitar melihat dan mencurigai sekelompok pemuda mabuk-mabukan di Paruga Na’e Bolo yang berada di areal sekitar ponpes Al Madinah. Menurut kesaksian santri dan pembina ponpes Al Madinah bahwa botol yang dipergunakan untuk mengisi bensin dan sumbu api sebagian besar adalah botol minuman keras.
  6. Yang melakukan pemblokiran jalan adalah preman (dapat dipastikan bayaran) warga Desa Tambe, Desa Rasabou dan Desa Leu Kecamatan Bolo

KERUGIAN :

  1. Beberapa Pakaian
  2. Buku-buku
  3. 1 Tempat tidur (kasur)
  4. Karpet
  5. Peralatan dapur

Beberapa hari pasca percobaan pembakaran, Ponpes Al Madinah dijaga oleh puluhan mujahidin. Kampung Media, sebuah media lokal dari Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat melaporkan, pada hari Ahad, 8 Juni 2014, ponpes Al Madinah dijaga oleh puluhan mujahidin dari kota Bima (Ponpes Al-Madinah Mulai Dijaga Pasukan Mujahidin).

Reporter : Abu Nusaibah

Editor : Amaif

 

 

Cari Aman, Partai ‘Salafi’ Mesir Dukung Penuh Al Sisi dan Hadang Ikhwanul Muslimin

MESIR (Jurnalislam.com) – Partai Salafi Mesir Al Nour menyuarakan keinginannya untuk bergabung dengan pemerintahan baru Presiden Abdel Fattah al-Sisi sebagai bagian dari strategi mereka menggantikan Ikhwanul Muslimin yang telah menjadi gerakan yang paling berpengaruh di negara itu.

Pemimpin Al Nour, Younes Makhyoun mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters mengenai strategi partainya, yaitu akan "membantu Sisi dalam kekuasaannya". Dia mendukung Diktator baru Mesir itu ketika tentara menggulingkan Ikhwanul tahun lalu.

Ketika ditanya apakah pihaknya bersedia mengambil pos di pemerintahan baru Sisi, Makhyoun, mengatakan: "Sangat mungkin dan saya mengharapkan hal tersebut jika Allah bersedia."

"Kami siap dan kami tidak keberatan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat sesuatu untuk Mesir. Bergabung dengan presiden adalah tugas nasional. Aku tidak keberatan bergabung sebagai konsultan di tim nya atau dalam kabinet mendatang jika Presiden menawarkan kepada kita," tegasnya.

Pejabat politik dan keamanan mengatakan bahwa Makhyoun mungkin melihat keuntungan untuk terlibat dalam bentuk apapun akan memberikan pandangan yang jelas bagi partai mereka mengenai lanskap politik negara.

Sisi akan membutuhkan dukungan yang lebih luas untuk menghancurkan gerilyawan yang telah meningkatkan serangan terhadap tentara dan polisi sejak Sisi menggulingkan Presiden Mohamed Mursi tahun lalu.

Saat ini Sisi membutuhkan teknokrat untuk memperbaiki defisit anggaran yang melonjak dan juga masalah pendidikan dan kesehatan.

Salafi telah menegaskan pengaruh mereka. Sebagai buntut dari pemecatan Mursi, mereka menjadi kingmakers, contohnya, mereka memblokir dalam pencalonan perdana menteri. Setiap gerakan politik yang menentang Sisi akan menemui resiko. Pasukan keamanan telah menewaskan ratusan anggota Ikhwanul Muslimin, menangkap ribuan orang lainnya dan menempatkan para pemimpinnya di penjara untuk diadili.

Al Nour tampaknya bertaruh bahwa memberi dukungan untuk Sisi akan membantu mereka tetap aman, di negara yang melakukan penindasan terhadap umat Islam pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Al Nour menduduki posisi kedua setelah Ikhwanul di parlemen pada pemilu 2012 dengan 20 persen suara.

"Tidak ada keraguan bahwa Ikhwanul Muslimin membuat kesalahan besar ketika mereka berkuasa dan mereka telah mempengaruhi kami," kata Makhyoun, berbicara di vilanya di desa miskin Abu Homos, utara Kairo.

"Mereka mempengaruhi kami secara negatif. Kekuatan kami sekarang berada di jalan yang berbeda setelah revolusi 25 Januari," tambahnya.

Tapi kematian Ikhwanul Muslimin juga telah memberikan Nour kesempatan untuk menjadi kelompok dominan.

Partai Nour terbentuk sebagian besar dari pengkhotbah agama dan ulama Salafi populer. Tidak jelas di mana ia mendapat uang untuk membiayai masjid, beramal dan memelihara cabang mereka di seluruh Mesir.

Tetapi beberapa analis mengatakan mereka bisa saja mendapatkan bantuan keuangan dari kelompok yang sama dari negara Teluk Arab yang kaya.

Fleksibilitas partai telah memberikan kontribusi untuk kelangsungan hidup mereka. Awalnya mereka menghindari politik, kemudian mereka merangkul untuk melakukan manuver dalam iklim politik stabil dan terpolarisasi Mesir.

Sisi memberikan pujian yang langka bagi kelompok Islam saat ia memuji nasionalisme Al Nour.

Tapi komentar Sisi dalam wawancara televisi selama kampanye pemilu memberikan petunjuk yang kuat bahwa ia tidak akan memberi toleransi bagi Islam yang terlalu ambisius dan menantang konsep Salafi pusat bahwa tidak akan ada hal seperti negara agama.

Makhyoun, seorang dokter gigi bersuara lembut dengan jenggot panjang, tampaknya tidak terganggu oleh pernyataan Sisi itu.

"Dia berbicara tentang praktik dari kelompok tertentu yang menggunakan agama untuk mencapai kekuasaan," katanya, secara jelas mengacu kepada Ikhwanul Muslimin.

Untuk bertahan hidup dalam pergolakan Mesir, Al Nour bersikap gesit. Sebagai partai pertama yang menyambut Mursi ia beralih sisi saat protes massal terhadap pemerintahan Mursi meletus.

Saat ini Makhyoun mendukung kampanye negara terhadap Ikhwanul. Kelompok hak asasi manusia mengatakan ada lebih dari 16.000 tahanan politik di Mesir.

"Pertama-tama kita perlu membangun lembaga negara dan mencapai stabilitas kemudian baru memperbaiki pelanggaran tersebut," kata Makhyoun, yang bekerja sebagai seorang pengkhotbah agama selama 40 tahun.

"Kita tahu bahwa warga Mesir itu relijius, mencintai Islam dan hukum-hukumnya. Situasi dan citra kami akan meningkat seiring waktu dan dengan upaya kami mendekat dengan orang-orang di jalanan. Saya pikir situasi ini bergerak ke arah yang benar," pungkasnya. [ded412/world bulletin]

Dalam 48 Jam Mujahidin Irak Berhasil Rebut Kota Mosul dan Kirkuk

IRAK (Jurnalislam.com) – Hanya dalam 48 jam Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Sham (ISIS) bersama dengan suku-suku bersenjata ahlu sunnah berhasil menguasai beberapa provinsi penting di Iraq. Setelah Mosul yang jatuh ke tangan mujahidin pada hari Selasa (10/6/2014), kini mujahidin ISIS juga berhasil merebut enam daerah yang berbeda dari provinsi, kata Kolonel polisi Ahmad Taha.

Laporan itu menyusul penguasaan ISIS terhadap Mosul, ibukota provinsi Nineveh.

“Semua provinsi Nineveh jatuh ke tangan militan,” kata Ketua Parlemen Usamah al-Nujaifi pada konferensi pers di ibukota Baghdad.

Mujahidin ISIS mengambil alih markas pemerintah, pangkalan keamanan dan bangunan penting yang ada di kota.

Menurut Kementerian Pertahanan negara, pasukan khusus sedang dikerahkan ke Mosul untuk menghadapi serta mengusir mujahidin ISIS.

Menanggapi serangan ISIS, Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki telah meminta parlemen untuk menyatakan Irak dalam keadaan darurat.

Perdana menteri Irak juga meminta Amerika, PBB, Uni Eropa, dan Liga Arab untuk membantu negaranya melawan mujahidin. Amerika Serikat marah besar dan ‘mengutuk’ atas direbutnya Mosul, sebagai kota terbesar kedua di Iraq.

Bentrokan sengit laporkan terjadi antara pasukan Irak dan pejuang ISIS di kota Rashad dekat Kirkuk, yang terletak di sebelah tenggara Mosul.

Selain itu mujahidin juga berhasil merebut Bandara Mosul dan sejumlah helikopter, mujahidin tengah bersiap untuk membebaskan 1.440 tahanan dari penjara Badush. Saat ini mereka diyakini sedang menuju kota Salahuddin.

Editor : Amaif

Sumber : reuters,worldbulletin,islampos

 

Obama Hubungi Al Sisi Untuk Ucapkan Selamat dan Jalin Kerjasama Bilateral

WASHINGTON (jurnalislam.com) – Presiden Barack Obama menelpon Presiden baru Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada hari Selasa (10/06/2014) serta menegaskan komitmen mereka untuk kemitraan strategis AS-Mesir, kata Gedung Putih.

Sisi dilantik pada hari Minggu, hampir setahun setelah penggulingan Presiden terpilih Mohamed Mursi. Obama menolak menyebut penggulingan Mursi itu sebagai sebuah kudeta karena hal itu akan menjadi alasan bagi Washington untuk memotong bantuan kepada Mesir.

Gedung Putih mengatakan Obama menghubungi Sisi untuk mengucapkan selamat atas pelantikannya dan "menyampaikan komitmennya untuk bekerja sama memajukan kepentingan bersama kedua negara."

"Presiden menegaskan kembali Amerika Serikat akan melanjutkan dukungan bagi aspirasi politik, ekonomi, dan sosial warga Mesir, dan menghormati hak-hak universal mereka," kata Gedung Putih kembali. [ded412/news desk]