Pengamat : Jika Goal, Revisi UU Terorisme Berpotensi Semakin Membungkam Media Dakwah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat kontra terorisme Harits Abu Ulya menanggapi usulan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk merevisi Undang-undang Terorisme No 15 Tahun 2003 tentang tindak pidana terorisme.

Rencana tersebut, menurut Harits, merupakan bagian penguatan legal frame yang sudah lama mereka rencanakan. "Soal momentum saja kapan RUU revisi tersebut akan dimasukkan dalam program legislasi," kata Direktur The Ideological of Islamic Analyst (CIIA) itu kepada Jurniscom, Kamis (9/4/2015).

Dan jika ini berhasil, lanjut Harits, maka bisa dipastikan tindakan pemerintah akan lebih represif lagi kepada elemen-elemen yang dianggap ada benang merahnya dengan terorisme versi rezim status quo.

Harits menilai, jika revisi UU ini disahkan, BNPT akan mempunyai tameng hukum yang legal untuk bertindak lebih dari itu. Diluar soal masa penahanan, hukuman, keuangan maka konten revisi yang akan di masukkan juga terkait pemidanaan terhadap perbuatan yang mendukung tindak pidana terorisme, perbuatan penyebaran kebencian dan permusuhan, masuknya seseorang ke dalam organisasi terorisme, dan masalah rehabilitasi

"Ini jelas sekali, kedepan pemerintah bisa lebih mudah mengkriminalisasi para ulama dan juru dakwah hanya karena ditafsirkan mereka menyampaikan pemikiran kontra mainstream, atau dianggap menginspirasi orang melakukan tindakan kekerasan. Termasuk, media Islam yang kontennya ditafsirkan secara subyektif oleh pemerintah (BNPT) sebagai pamantik kekerasan," paparnya.

Ia menambahkan jika UU tersebut disahkan maka glorifikasi kekerasan yang dikaitkan dengan terorisme akan dengan mudah disematkan kepada individu atau kelompok-kelompok gerakan Islam.

"Umat Islam, para intelektual dan tokohnya harus ikut mencermati langkah legislasi yang diinisiasi oleh pemerintah (BNPT) dan terkesan akan diaminkan oleh DPR tersebut," ungkapnya.

Bagi yang melek politik, tambah Harits, langkah revisi ini cukup menjadi "early warning" bagi dinamika dakwah dan kekuatan politik Umat Islam ke depan di Indonesia.

Ally | Jurniscom

Milisi Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dan Senior Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Beberapa anggota milisi senior Houthi dan pasukan sekutu mantan Presiden Yaman yang terguling, Ali Abdullah Saleh, tewas dalam serangan udara oleh koalisi yang dipimpin Saudi, Al Arabiya News Channel melaporkan pada Kamis (09/04/2015).

Serangan udara menargetkan pemberontak Houthi dan Saleh yang berkumpul di Gubernuran Amran, di utara Sanaa.

Berita itu muncul setelah laporan sebelumnya bahwa jet koalisi mengebom bandara militer di kota Ataq di provinsi Shabwa.

Serangan udara oleh koalisi yang dipimpin Saudi juga menargetkan kementerian pertahanan Yaman dan bangunan katering militer di ibukota Sanaa yang dikendalikan oleh milisi Houthi dan para pendukungnya, Agence France Press mengutip saksi mengatakan sebelumnya pada hari Kamis.

Tiga ledakan terdengar saat pesawat tempur menghantam bangunan di pusat Sanaa dan asap tebal mengepul di atas wilayah tersebut, menurut AFP.

Serangan itu adalah bagian dari serangan yang melanda posisi Houthi dan Saleh di ibukota, termasuk basis Pengawal Republik elit di Fajj Attan, di selatan Sanaa.

Pasukan Pengawal Republik adalah kekuatan yang tetap setia kepada presiden terguling Ali Abdullah Saleh, yang mengundurkan diri pada tahun 2012 setelah terjadi protes nasional terhadap kekuasaannya yang berlangsung tiga dekade dan kemudian bersekutu dengan pemberontak Houthi melawan pemerintah baru.

Deddy | Al Arabiya | AFP | Jurniscom

Wartawan Al Jazeera Tuntut Kemkominfo Pulihkan Nama Baik Situs Media Islam yang Dituduh Radikal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wartawan Al Jazeera Indonesia Harjito Warno menanggapi normalisasi sejumlah situs media Islam yang diblokir Kemkominfo. Dito, sapaan akrabnya, menegaskan Kemkominfo harus memulihkan nama-nama situs yang dituduh radikal itu.

"Alhamdulillah, meski bredel (blokir-red) sudah dicabut, tapi nama media-media Islam harus dipulihkan namanya dari stigma radikal yang berhasil dibangun oleh Kemkominfo," ujarnya kepada Jurniscom, Kamis (9/4/2015).

Selain itu, Dito mengatakan bahwa Kemkominfo telah melanggar Undang-undang No. 40 tahun 1999 tentang kebebasan pers.

"Menyeret mereka (Kemkominfo-red) ke meja hijau adalah solusi terbaik agar rezim paham bahwa mereka mengangkangi undang-undang yang mereka buat sendiri, yaitu UUD No.40 tahun 1999," tegas Dito.

Dito juga mengungkapkanya harapanya untuk media-media Islam khususnya kepada Jurnalis Islam Bersatu (JITU), wadah bagi jurnalis-jurnalis Muslim di Indonesia.

"Hikmah terbesar adalah media Islam harus lebih eratkan ukhuwah sesama jurnalis muslim. Khusus untuk JITU, saatnya mengajak jurnalis muslim di media media mainstream untuk bergabung," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Dito, "Teruslah belajar agar semangat dan profesionalisme untuk mengabarkan Haq adalah Haq dan Bathil adalah Bathil tetap terjaga," pungkasnya.

Berdasarkan keputusan tim panel Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif (FPSIBN), Kamis (9/4/2015) dari 19 situs yang diblokir haya 12 situs yang dinormalisasi.  Dua belas situs tersebut ialah hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, gemaislam.com, panjimas.com, muslimdaily.net, voa-islam.com, dakwatuna.com, annajah.com, eramuslim.com dan arrahmah.com.

Ally | Jurniscom

Pengelola Situs Media Islam Menanti Permintaan Maaf Kemkominfo

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kemkominfo hari ini, Kamis (9/4/2015) membuka kembali 12 situs media Islam yang diblokir atas tuduhan situs radikal. Namun, pemblokiran selama hampir dua pekan itu bukan tidak meninggalkan apa-apa. Atas tindakan gegabah usulan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu pengelola situs pun merasa dirugikan baik secara moril maupun materil.

Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU) Agus Abdullah menegaskan pembukaan blokir situs Islam oleh Kemkominfo adalah hal yang memang harus dilakukan. Sebab, sejak awal pihak Kemkominfo tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan menunjukkan bukti-bukti kuat. Namun, isu media-media Islam radikal telah menyebar luas.

Dengan kejadian ini, JITU meminta agar Kemkominfo dan BNPT harus melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

“Kita menunggu permintaan maaf dari Kemenkominfo atas kecerobohan ini. Kemenkominfo harus memberikan penjelasan kepada masyarakat. Sebab ini menyangkut nama baik yang telah dilabeli dengan sebutan radikal,” kata Agus yang juga pengelola Kiblat.net itu kepada Islampos.com, Kamis (9/4/2015).

Rasa syukur diungkapkan pemimpin redaksi Arrahmah.com Muhammad Jibriel atas keputusan Kemkominfo itu. Namun, i'tikad baik Kemenkominfo untuk meminta maaf sangat dinantikan Jibriel dan para pengelola situs media Islam lainnya yang telah menjadi korban kesewenang-wenangan pemerintah.

Alhamdulillah, memang sudah sewajibnya pemerintah melalui KOMINFO membuka situs-situs media Islam yang dianggap ‘radikal’ ini dari aneka tuduhan-tuduhan lainya. Selanjutnya, kami beserta teman-temen situs media Islam menantikan itikad baik pemerintah untuk pernyataan maaf atas kesewenang-wenangannya menuduh kami radikal, juga atas pemblokiran sepihak tanpa ada warning dan musyawarah,” tegas Jibriel dalam facebooknya, Kamis (9/4/2015).

Ally | Salam Online | Jurniscom

 

Berita Terkait :

Tetap Diawasi, Kemkominfo Buka Blokir 12 Situs Media Islam 

Tetap Diawasi, Kemkominfo Buka Blokir 12 Situs Media Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Setelah hampir dua pekan sejumlah situs media Islam yang dituduh radikal diblokir BNPT, Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (Kemenkominfo) akhirnya membuka blokir 12 situs tersebut. Pembukaan tersebut dilakukan berdasarkan keputusan rapat panel Terosisme, SARA dan Kebencian dalam forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif (PSIBN).

"10 situs telah hadir dan mengisi data diri, sedangkan dua situs mengajukan pembukaan melalui surat," demikian tertulis dalam lampiran rekomendasi tim panel seperti ditulis Kompas, Kamis (9/4/2015).

Dua belas situs yang telah dibebaskan ini dapat diakses kembali, namun tim panel memberikan catatan seluruhnya diberikan pengawasan. Daftar lengkapnya adalah:
1. hidayatullah.com
2. salam-online.com
3. aqlislamiccenter.com
4. kiblat.net
5. gemaislam.com
6. panjimas.com
7. muslimdaily.net
8. voa-islam.com
9. dakwatuna.com
10. an-najah.net
11. eramuslim.com
12. arrahmah.com

Sebelumnya, terdapat 19 situs "radikal" yang diblokir Kemenkominfo. Dengan dibukanya 12 situs ini, masih ada tujuh situs berikut ini yang masih diblokir.

1. ghu4ba.blogspot.com
2. thoriquna.com
3. kafilahmujahid.com
4. lasdipo.com
5. muqawamah.com
6. daulahislam.com
7. dakwahmedia.com

Kepala Humas Kemenkominfo Ismail Cawidu mengatakan, tujuh situs tersebut masih diblokir karena hingga saat ini Kementerian belum bisa menemui pengelolanya. Namun mereka masih memiliki kesempatan untuk membebaskan diri dengan terlebih dahulu menghubungi kementerian.

"Karena kita tidak bisa komunikasi dengan pemilik situs dan dari mereka juga tidak ada yang menghubungi Kominfo," pungkas Ismail.

Ally | Kompas | Jurnalislam

3 Kendaraan Militer Hancur, 18 Pos Direbut, 33 Pasukan Musuh Tewas dan Terluka dalam Serangan Mujahidin IIA di Saripul dan Helmand

Saripul (Jurnalislam.com) – Pertempuran  berat berlangsung selama dua hari terakhir di Adrang daerah lembah Sultan Ibrahim dekat ibukota provinsi Saripul saat Mujahidin terlibat bentrokan dengan tentara bayaran yang sedang melancarkan operasi, lansir Shahamat Rabu (08/04/2015).

Para pejabat mengatakan bahwa pada hari pertama pertempuran, sebuah kendaraan APC dan 2 truk pickup milik musuh hancur serta 18 orang  bersenjata tewas dan terluka sedangkan Mujahid juga dilaporkan terluka dan lainnya syahid (semoga Allah menerimanya).

Musuh mencoba untuk meluncurkan serangan balik sekali lagi pada Selasa di daerah Dia Tut tetapi terlibat dalam pertempuran jarak dekat, menyebabkan 14 orang bersenjata tewas dan terluka serta memaksa sisanya melarikan diri.

Sedangkan di Helmand, laporan dari distrik Sangin mengatakan bahwa tentara bayaran pengecut telah meninggalkan lebih dari 6 pos pemeriksaan di wilayah Sarwan Kala malam lalu.

Di antara pos yang ditinggalkan adalah basis besar pasukan bentukan AS (Amerika serikat) ANA (Afghan Armed Forces) di area Haji Habibullah Khan Khan Kala di jalan utama Kajaki, pos ANA lainnya di Haji Gul Agha Shela serta lebih dari 3 pos ANA dan sebuah pos polisi di daerah Kajgar dan Ghaljiano.

Musuh pengecut yang berada di bawah serangan selalu melarikan diri, meninggalkan sejumlah besar peralatan yang akhirnya disita oleh Mujahidin.

Laporan ini datang malam setelah musuh meninggalkan 18 pos pemeriksaan lainnya di kawasan yang sama.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Sebanyak 1064 Pemukim Zionis Yahudi Serbu Kompleks Al-Aqsa Pada Bulan Maret

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Sekitar 1.400 pemukim dan 120 tentara Israel memasuki kompleks Al-Aqsa pada bulan Januari dan Februari .

Sedangkan sekitar 1.064 pemukim Yahudi menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem Timur bulan lalu saja, sebuah LSM Palestina mengatakan pada Rabu (08/04/2015).

"Maret adalah penyusupan pemukim Yahudi paling parah sejak awal tahun 2015. 1.064 ekstremis Yahudi dan 73 tentara Israel memaksa jalan mereka ke kompleks Al-Aqsa bulan lalu," Jawad Siyam, kepala Pusat Informasi Wadi Hilweh, mengatakan.

"Sekitar 1.400 pemukim dan 120 tentara Israel memasuki kompleks Al-Aqsa pada gabungan bulan Januari dan Februari," katanya.

Dia menambahkan bahwa penjajah Israel bulan lalu telah melarang 42 warga Palestina, termasuk 27 wanita, memasuki tempat suci dalam rentang waktu mulai dari 15 sampai 90 hari.

Juga di bulan Maret, pemerintah Zionis meluncurkan kampanye sweeping penangkapan terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur.

"Tentara Israel dan polisi menangkap 185 warga Palestina dari beberapa lingkungan di Yerusalem Timur pada bulan Maret," kata Siyam.

"Di antara para tahanan terdapat 42 wanita dan 65 anak di bawah umur, sepuluh di antaranya berusia di bawah 14 tahun," tambahnya.

Penjajah Israel menduduki Yerusalem Timur dan Tepi Barat selama Perang Timur Tengah1967. Mereka kemudian mencaplok kota suci pada tahun 1980, mengklaim sebagai ibukota bagian dari negara Yahudi. Langkah zionis Yahudi ini tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

PEGIDA Jerman Incar Jabatan politik Melalui Pencalonan Walikota

JERMAN (Jurnalislam.com) – Gerakan Anti-Islam Pegida telah memiliki calon untuk pemilihan walikota Dresden pada hari Senin. Tatjana Festerling akan bertarung mewakili PEGIDA di pemilu pada 7 Juni mendatang.

Kelompok anti-Islam PEGIDA Jerman menyerukan pendukungnya pada hari Rabu (08/04/2015) untuk mendukung pembelot dari partai skeptis, AFD, yang berjuang di pemilu untuk walikota Dresden. Ini merupakan langkah pertama PEGIDA di kancah politik.

Setelah mengerahkan hingga sekitar 25.000 demonstran pada pawai mingguan di timur kota Dresden di puncak popularitasnya bulan Januari lalu, PEGIDA jatuh ke dalam kekacauan ketika pemimpin mereka, Lutz Bachmann mengundurkan diri setelah fotonya saat menyamar sebagai Hitler diterbitkan.

Tapi setelah perselisihan internal berakhir, Bachmann kembali dan, pada pawai 7.100 demonstarn di hari Senin, ia memperkenalkan Tatjana Festerling sebagai calon PEGIDA untuk walikota Dresden dalam pemungutan suara bulan Juni.

"Di Dresden kami ini, (das Volk) rakyat, akan menang," kata Festerling kepada penonton yang bersorak-sorai, tanpa menjelaskan rincian kebijakannya.

Dalam pesan Facebook hari Rabu, PEGIDA (Patriotik Eropa Penentang Islamisasi Barat) meminta pendukungnya pergi ke otoritas Dresden untuk menyediakan 240 tanda tangan yang diperlukan agar namanya bisa digunakan pada surat suara.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Ulama Muda Jember Ini Beberkan Kesesatan Syiah

JEMBER (Jurnalislam.com) – Seorang ulama karismatik asal Jember Ustadz Muhammad Ayyub, Lc memaparkan pandangannya tentang aliran sesat Syiah. Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al Ikhlas, Dukuhdempok, Wuluhan, Jember itu menjelaskan tiga asalan mendasar yang menjadikan Syiah keluar dari Islam, diantaranya Imamiyah, mengkafirkan para sahabat dan nikah mut'ah. 

"Yang pertama, Syiah itu dalam prinsip keagamaan dari perkara-perkara mendasar itu sudah berbeda dengan ahlu sunnah. Mereka mempunyai rukun iman yang di sebut rukun imamah, dan pengertian imamah itu sendiri adalah kepemimpinan di mana kepemimpinan tersebut dipimpin oleh 12 Imam," jelasnya kepada Jurniscom, Senin (6/4/2015).

Kedua, mereka mengkafirkan sahabat di antaranya Umar,  Abu Bakar,  Ummu Aisyah. "Bahkan Ummu Aisyah tersebut di katakan “pelacur” sementara ahlu sunnah tidak begitu. Ahlusunnah mendo’akan para sahabat, dan Allah ridho dengan mereka," lanjutnya.

"Dan yang ketiga, mereka mengenal nikah sistem Mut’ah atau nikah kontrak. Dan nikah Mut'ah disesatkan dan di haramkan oleh Allah dan Nabi hingga hari kiamat sebagimana disabdakan dalam perang kaibar yang di riwayatkan oleh Umar, dan ini yang di lakukan Syiah untuk menarik orang-orang masuk Syiah," ujarnya.

Beliau berpesan kepada umat Islam untuk memahami kewajiban untuk menuntut ilmu, khususnya ilmu aqidah. "Ilmu yang paling penting untuk di pelajari adalah mempelajari aqidah yang benar. Dengan mengetahui akidah yang benar maka dia akan mengetahui mana yang menyelisihi akidah tersebut," tuturnya.

Sepesat apapun dan semasif apapun dakwah Syiah, lanjutnya, itu juga tidak berpengaruh jika kaum muslimin mempunyai benteng akidah yang kuat.

Selain itu ustadz Ayyub menjelaskan dalam Islam ada yang disebut dengan amar ma’ruf dan nahi munkar. "Siapapun yang melihat kemunkaran di tengah masyarakatnya, atau melihat ada orang yang mendakwahkan Syiah dan sebagainya, kita yang sudah mengerti masalah-masalah akidah yang benar harus mengingkari perbuatan tersebut," paparnya.

Beliau menegaskan bahwa kelompok-kelompok seperti Syiah lah yang sebenarnya bisa membuat kekacauan di tengah masyarakat.

"Sudah terbukti syiah itu bukan hanya pemahaman semata, tetapi mereka juga mempunyai tujuan lebih dari itu mereka hendak menciptakan sebuah komunitas besar, di antaranya adalah Syiah Puger dan Bondowoso. Sesama muslim harus saling mengingatkan akan masalah ini," tutupnya.

Reporter : Findra | Editor : Ally | Jurniscom

Iran dan Hizbullah Latih Syiah Houthi untuk Agresi Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang juru bicara militer "Operasi Badai Tegas" yang dipimpin Saudi mengatakan pada hari Selasa (07/04/2015) bahwa Iran dan Hizbullah telah melatih milisi Houthi untuk "melukai warga Yaman."

"Kami memiliki bukti bahwa Iran melatih milisi Houthi mengoperasikan jet tempur," kata Brigjen Saudi Ahmed Asiri kepada wartawan.

Asiri mengatakan "tidak ada cara bagi milisi untuk memperoleh jet tempur," merujuk pada dukungan Iran untuk para pemberontak Houthi.

"Houthi menargetkan warga sipil dan rumah sakit di Aden, namun situasi di kota ini "stabil" sekarang," kata juru bicara itu.

Berbicara tentang misi bantuan kemanusiaan di Yaman, Asiri mengatakan koalisi telah memberikan izin sehingga Komite Internasional Palang Merah kapal bisa memasuki Aden, dan menambahkan bahwa koalisi bekerja untuk menjamin keamanan misi kemanusiaan.

Penerbangan awal ICRC yang mengangkut tenaga medis telah mencapai ibukota Yaman, Sanaa, AFP melaporkan hari Selasa.

Asiri juga mengatakan koalisi Arab berkomunikasi dengan negara-negara yang menempuh jalur untuk mengevakuasi warga mereka dari Yaman.

Juru bicara itu menegaskan bahwa koalisi tetap "waspada" dalam rangka menjaga kehidupan sipil dan infrastruktur.

"Tujuan Prinsip kami saat ini adalah untuk menjaga Aden," katanya.

Dan juru bicara meminta para pemimpin tentara Yaman yang mendukung pemimpin terguling Ali Abdullah Saleh untuk tidak berusaha mengembalikan legitimasi.

Deddy | Al Arabiya | Jurniscom