Pemukim Yahudi Serang Rumah Warga Palestina di Hebron

HEBRON (Jurnalislam) –  Para pemukim Yahudi dari kampung Tel Ramid, Hebron Tengah, menyerang rumah-rumah warga Palestina dan mengintimidasi keluarga-keluarga Palestina serta melempari rumah-rumah mereka dengan batu.

Penduduk kampung mengatakan bahwa para pemukim Yahudi pada Sabtu (09/05/2015) menyerang rumah-rumah warga Palestina dengan mendapatkan perlindungan militer Zionis yang tidak mencegah mereka untuk lakukan serangan, lansir Infopalestina.

Sumber-sumber militer Zionis mengklaim bahwa serangan terhadap warga Palestina ini terjadi setelah salah seorang dari mereka menabrak seorang pemukim Yahudi di tenggara kota Hebron, wilayah selatan Tepi Barat, kemudian melarikan diri.

Otoritas penjajah Zionis mengumumkan bahwa kawasan Fahsh dan kawasan industri adalah kawasan tertutup dengan dalih untuk mencari pelaku aksi penabrakan dan melakukan penyisiran di kawasan.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Serangan Udara Koalisi Arab Membom Kediaman Mantan Presiden Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi membom kediaman Ali Abdullah Saleh di ibukota, Sanaa, tapi mantan presiden Yaman itu diyakini berada dalam situasi aman, saksi mengatakan. Tiga serangan udara menghantam kediaman Saleh awal hari Ahad pagi (10/05/2015), tapi presiden dan keluarganya "baik-baik saja", kantor berita Yaman Khabar mengatakan, menurut kantor berita Reuters.

Gumpalan asap terlihat membubung dari daerah yang mendapat serangan terbaru di Sanaa setelah serangan udara malam secara intensif dilakukan terhadap posisi pemberontak. Serangan-serangan tersebut dilakukan setelah pemberontak menembaki kota perbatasan Saudi pada hari Kamis.

Saleh, yang mengundurkan diri pada 2012 setelah protes  sekala nasional menumbangkan  kepemimpinannya yang berlangsung selama tiga dekade, dituduh berpihak dengan pemberontak Syiah Houthi dalam menggulingkan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi pada bulan Februari.

Serangan udara terhadap pemberontak Houthi  yang bersekutu dengan Saleh dilakukan oleh koalisi negara-negara Arab sejak 26 Maret.

Tempat tinggal Saleh ditargetkan pada hari Ahad setelah pemberontak Houthi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan menangani "secara positif" dengan berbagai upaya untuk mengangkat penderitaan rakyat Yaman.

Hal itu merupakan tanda bahwa mereka akan menerima gencatan senjata kemanusiaan lima hari yang diusulkan oleh Arab Saudi. Namun tidak diketahui apakah serangan terbaru tersebut akan mempengaruhi sikap mereka.

Reporter Al Jazeera Mohamed Vall, melaporkan dari ibukota Saudi, Riyadh, mengatakan bahwa juru bicara urusan luar negeri Houthi telah menunjukkan di media sosial bahwa mereka dapat menerima gencatan senjata, jika memang "nyata dan serius".

"Kami masih menunggu konfirmasi lebih dari sisi Houthi – konfirmasi resmi lagi," kata wartawan kami.

"Untuk pertama kalinya sejak Saudi menawarkan gencatan senjata, pernyataan Houthi itu adalah tanda-tanda bahwa Houthi mungkin berpikir untuk menerima gencatan senjata."

Serangan terbaru di ibukota juga dilakukan setelah Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Yaman mengatakan bahwa serangan udara baru koalisi di kota Saada Yaman melanggar hukum internasional.

"Pengeboman sembarangan di daerah penduduk, dengan atau tanpa peringatan sebelumnya, adalah bertentangan dengan hukum kemanusiaan internasional," kata Johannes van der Klaauw dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

"Banyak warga sipil secara efektif terjebak di Saada karena mereka tidak dapat mengakses transportasi karena kekurangan bahan bakar. Menargetkan seluruh propinsi akan menempatkan warga sipil pada risiko," kata van der Klaauw.

Koalisi mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah memukul  Houthi dengan 130 serangan udara 24 jam sebelumnya.

Mereka telah meminta warga sipil sebelum pengeboman untuk meninggalkan Saada, kota di Yaman utara yang memberikan dukungan terkuat bagi  pemberontak Houthi, tapi tidak jelas bagaimana mereka bisa pergi.

Serangan udara menargetkan markas para pemimpin Houthi di provinsi Saada dan Hajja, kata Brigadir Jenderal Ahmed Asseri,  serta manghantam tank dan kendaraan militer lainnya.

Rudal juga membombardir kampung halaman pemimpin pemberontak Abdul-Malik al-Houthi di Marran, dan wilayah di dekatnya yaitu Baqim, televisi Al-Masirah melaporkan.

Serangan lainnya menargetkan landasan pacu bandara Sanaa, seorang pejabat Yaman mengatakan, dan target Houthi di distrik al-Sadda di Ibb di pusat Yaman, warga di sana mengatakan.

Di kota pelabuhan selatan Aden, pertempuran terus berlangsung pada hari Jumat dan Sabtu di pusat Crater, kabupaten Khor Maksar dan Mualla saat Houthi dan pasukan yang setia kepada Saleh menyerang pejuang lokal yang berusaha mengusir mereka dari kota.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Sekolah Kuliner di Denmark Bayar Ganti Rugi $ 6000 Setelah Paksa Seorang Muslimah Cicipi Daging Babi

KOPENHAGEN (Jurnalislam.com) – Sebuah pengadilan Denmark telah memerintahkan sekolah kuliner di kota Holstebro Denmark untuk membayar seorang wanita Muslim sebesar 40.000 krone Denmark, atau sekitar $ 6.000 karena memaksa dia untuk mencicipi daging babi sebagai bagian dari tugas kelas, sebuah harian Denmark melaporkan Jumat (08/05/2015).

Menurut harian Politiken, mahasiswa berusia 24 tahun itu sedang belajar di Holstebro Culinary School dan diberitahu bahwa ia juga seperti siswa lainnya harus mencicipi makanannya sendiri yang dia masak sebagai bagian dari pembelajarannya.

Mahasiswa, yang tidak disebutkan namanya oleh harian itu, mengajukan keluhan terhadap sekolahnya ke Equal Treatment Board dan mengatakan dia didiskriminasi atas dasar agama. Dia juga dilaporkan berhenti pergi ke sekolah karena diharuskan untuk makan daging babi, yang Muslim percaya dilarang untuk dimakan sesuai aturan hukum Islam.

Harian itu mengatakan bahwa siswa tersebut menyadari bahwa sekolah meminta siswa untuk menyiapkan makanan sendiri yang diantaranya terdiri dari daging babi dan anggur.  Namun, persyaratan untuk memakan makanan itu merupakan persyaratan baru, menurut surat kabar itu.

Dewan telah setuju dengan klaim diskriminasi siswa dan meminta sekolah untuk membayar $ 75.000 kepada mahasiswa tersebut.

Sekolah menantang putusan dewan di sebuah pengadilan tinggi Denmark dan mengatakan bahwa siswa tersebut sebenarnya sudah mengambil banyak cuti sehingga ia tidak diizinkan untuk lulus.

Politiken mengatakan bahwa siswa menolak tuduhan terhadap dirinya dan berhasil membuat sebuah rekaman audio berisi percakapan dia dengan manajemen sekolah tentang masalah tersebut, di mana dia rupanya diminta untuk hanya mencicipi dan tidak menelan hidangan daging babi.

Setelah mendengar keterangan dari kedua belah pihak, pengadilan memutuskan bahwa sekolah harus membayar kompensasi kepada siswa sebesar $ 6.000, jauh lebih kurang dari $ 70.000 yang diminta di awal.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

 

Ketua NU Solo Bantah Pihaknya Amankan Kirab Salib

SOLO (Jurnalislam.com) – Nadhatul Ulama (NU) Solo membantah pihaknya berpartisipasi dalam pengamanan Kirab Salib yang diikuti oleh ribuan umat Kristen Solo pada hari Rabu, 29 April lalu.

Pernyataan itu disampaikan Ketua NU Solo H. Helmy Akhmad Sakdilah, SE di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0735 Solo dalam forum silaturahmi yang di prakarsai oleh Dandim Solo Letkol Inf Chrisbianto Arimurti, Sabtu (9/5/2015). 

“Saat itu saya masih berada di luar kota, dan saya sudah cek ke Komandan Banser bahwa tidak ada anggota Banser yang ikut mengamankan Kirab Salib,” jelas Helmy.

Beliau mengaku menjadi jujugan (bahan pertanyaan) sejumlah ormas Islam maupun dari para Kyai NU atas berita dan foto di media cetak tentang seragam pemikul salib yang mirip dengan seragam Banser.

Hadir dalam Forum ini Dandim Solo Letkol inf Chrisbianto Arimurti , Ketua Nahdhatul Ulama (NU) Solo H. Helmy Akhmad Sakdilah, SE,  Ahmad Sukidi (Muhammadiyah), Drs. Yusuf Suparno (Tim Advokasi Dewan Syariah Kota Surakarta/DSKS), Edi Lukito, SH ( Ketua Laskar Umat Islam Surakarta/LUIS), Umar (Perwakilan Pondok Pesantren), Kompol Sugiyo (Kasat Intelkam Polresta Surakarta) dan perwakilan dari Yonif 413 Kostrad.

Untuk diketahui, umat Islam Solo juga akan menggelar acara Parade Tauhid menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H pada hari Sabtu 16 Mei 2015. Terkait kegiatan tersebut, Dandim berharap agar warga Solo membantu pihak aparat keamaan dalam menjaga kondisivitas kota Solo.

Endro | Ally | Jurniscom

Setelah Pelarangan Jenggot, Jilbab, Sekarang Nama Arab Dilarang di Tajikistan

TAJIKISTAN (Jurnalislam.com) – Dalam kampanye mereka terhadap Islam, pemerintah Tajikistan kini mengalihkan perhatian mereka ke nama Arab, berunding pada undang-undang untuk melarang setiap nama yang "terlalu Arab".

Sebuah konflik  yang dilangsungkan oleh pemerintah Negara Tajikistan terhadap Islam membuat pria Muslim dipaksa mencukur jenggot mereka, anak-anak dilarang menghadiri masjid, perempuan yang mengenakan jilbab dicap sebagai "pelacur", masjid-masjid independen dimatikan, dan ribuan siswa luar negeri dipaksa untuk kembali pulang dan keluar dari sekolah-sekolah Islam di luar negeri. Dan yang terbaru adalah para Legislator sekarang mengalihkan perhatian mereka melakukan pelarangan penggunaan nama Muslim yang terdengar Arab.

Menurut laporan The Guardian, Presiden Emomali Rahmon telah memerintahkan parlemen untuk mempertimbangkan RUU yang akan melarang pendaftaran nama yang dianggap terlalu Arab, seorang pejabat di departemen catatan sipil Kementerian Kehakiman mengatakan kepada Interfax.

"Setelah mengadopsi peraturan ini, kantor registri tidak akan mendaftarkan nama yang salah atau asing bagi budaya lokal, termasuk nama-nama yang menunjukkan benda, flora dan fauna, serta nama-nama asal Arab," kata Jaloliddin Rahimov seperti dikutip.

Peraturan itu berlaku tidak hanya untuk bayi yang baru lahir setelah peraturan disahkan, namun anggota parlemen juga menuntut bahwa orang yang memiliki nama yang terlalu mirip dengan bahasa Arab harus mengubah ke nama yang berasal dari Tajik.

Departemen Kehakiman juga menyiapkan daftar nama-nama yang direkomendasikan Tajik jika orang tua kesulitan dan tidak bisa memikirkan nama sendiri.

Islam adalah agama utama bagi 98% populasi di Tajikistan. Ketaatan agama telah meningkat baru-baru ini, banyak yang dicemaskan oleh parlemen – restoran-restoran publik sekarang dipaksa untuk menjual alkohol dan rokok. Mereka diberitahu bahwa anggaran negara sedang rusak karena ada peningkatan jumlah orang yang beribadah, dan penurunan jumlah orang yang mengkonsumsi alkohol.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Iran Akui Intervensinya di Yaman dan Suriah untuk Memperkuat Ajaran Syiah

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Salah satu pimpinan Garda Revolusi Iran, Mayjen Muhammad Ali Ja’fari mengakui bahwa negaranya memang sengaja masuk ke Suriah dan Yaman untuk memperkuat dan melebarkan pemahaman Syiah di dua negara tersebut.

“Iran telah menyiapkan 100 ribu pasukan bersenjata untuk memberikan dukungan kepada pemerintah Suriah dan Revolusi Islam Iran, guna memerangi para pemberontak dan melebarkan sayap perjuangan,” kata Ja’fari dalam sebuah acara yang disiarkan televisi Iran,  Press TV.

Ja’fari menegaskan bahwa Barat begitu ketakutan dengan paham Syiah dan penyebarannya. Menurutnya, Iran akan menjadi kekuatan yang lebih menakutkan lagi jika berhasil menggabungkan negara-negara teluk seperti Suriah, Irak, Yaman dan Libanon.

“Kaum muslimin akan bergabung dengan Iran, Suriah, Irak, Yaman dan Libanon,” tegasnya lagi.

Adapun Yaman, Ja’fari menegaskan bahwa intervensi negaranya bukanlah intervensi yang dilakukan secara langsung. Namun, Iran masuk ke Yaman melalui pergerakan kelompok pemberontak Hutsiyin, demikian seperti dikutip dari Alarabiya, Jumat (8/5/2015)

Pengakuan Ja’fari ini seolah menegaskan bahwa kasus-kasus yang kini terjadi di negara-negara Timur Tengah tak lepas dari campur tangan Iran. Bahwa semua negara yang disusupi oleh Iran mengalami kekacauan luar biasa, dan mengorbankan puluhan ribu warga negara yang dimaksud.

Ally | Jurniscom

Oposisi Israel Prediksi Pemerintahan Netanyahu akan Runtuh

AL QUDS (Jurnalislam.com) –  Mantan pemimpin partai oposisi Israel, Sheli Yahomuvets memperdiksikan kemungkinan besar pemerintahan Benyamin Netanyahu runtuh di perjalanan karena hanya didukung 61 aleg saja di parlemen Knesset, lansir infopalestina Jumat (08/05/2105).

Yahomuvet dalam keteranganya mengatakan, "saya yakin dengan ditugaskanya Yetzaq Herzog dalam menyusun pemerintah yang baru ditengah kemungkinan tak akan terjadi lagi pertempuran".

Dalam kaitan ini, Yahomovets menyatakan koalisinya dengan partai Buruh pimpinan Tizpi Livni. Pihaknya akan melakukan apapun demi melindungi platform partai.

Partai oposisisi juga sebelumnya pernah mengkritik tajam susunan pemerintah baru Israel ini. Ia menilai pemerintah sekarang sangat lemah dan tidak akan kuat berdiri lama. Herzog mengatakan, "pemerintah sekarang tidak bertanggung jawab atau tidak stabil dan tidk akan mungkin bertahan".

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Koalisi Arab Serang Benteng Houthi, Peringatkan Warga untuk Tinggalkan Provinsi Saada

SAADA (Jurnalislam.com) – Koalisi Arab melakukan serangan udara di Saada, benteng pemberontak Houthi, dan memperingatkan semua warga sipil untuk meninggalkan provinsi tersebut setelah menyatakan seluruh wilayah di sana sebagai “sasaran militer”.

Saluran televisi negara Saudi Al Ekhbariya mengatakan pada hari Jumat (08/05/2015) bahwa kawasan itu akan menjadi target, saat General Ahmed al-Asiri, juru bicara militer koalisi, mengatakan selebaran telah dijatuhkan di distrik Old Saada yang isinya mendesak warga untuk meninggalkan wilayah tersebut sebelum pukul 19:00 Waktu setempat (1600 GMT) hari Jumat.

Eskalasi dilakukan dalam menanggapi serangan lintas perbatasan baru-baru ini oleh Syiah Houthi, yang menargetkan kota-kota Arab di dekat perbatasan Saudi-Yaman.

“Pekerjaan kami sekarang adalah mencapai mereka (Houthi) yang merencanakan serangan ini dan yang bersembunyi di Saada, dan tempat-tempat lokasi milisi,” kata Asiri.

“Operasi militer kami akan lebih panjang dan lebih keras, dan akan mencari semua komandan Houthi,” tambahnya.

Reporter Al Jazeera Mohamed Vall, melaporkan dari Riyadh, mengatakan pengumuman yang menyatakan akan mengejar seluruh pimpinan Houthi merupakan yang pertama dilakukan koalisi.

Doctors Without Borders mengkritik pengumuman tersebut, mengatakan bahwa pemboman Saada dapat menyebabkan “kerugian besar kehidupan”, karena banyak orang yang mungkin tidak dapat meninggalkan rumahnya.

“Pemboman sasaran sipil, dengan atau tanpa peringatan, adalah pelanggaran serius terhadap Hukum Humaniter Internasional. Pemboman ini bahkan lebih serius karena menargetkan provinsi secara keseluruhan,” Llanos Ortiz, koordinator darurat Doctors Without Borders di provinsi Hajjah mengatakan.

“Tidak mungkin bagi seluruh penduduk provinsi Saada untuk meninggalkan tempat tinggalnya dalam beberapa jam. Banyak orang tidak memiliki transportasi atau bahan bakar akibat blokade koalisi. Banyak orang lain tidak memiliki akses informasi karena jaringan telepon provinsi hampir tidak beroperasi.”

Mortir dan roket yang ditembakkan dari Saada menewaskan delapan orang di kota Najran Saudi pada hari Selasa dan Rabu, dan pasukan pemberontak Houthi menembaki sebuah situs pertahanan udara Saudi dekat Najran, Kamis.

Sebagai tanggapan, koalisi meluncurkan lebih dari 50 serangan udara di Saada semalam, menghancurkan sebuah pabrik yang diduga lahan tambang, kompleks telekomunikasi dan pusat komando.

Riyadh pada hari Kamis mengusulkan gencatan senjata kemanusiaan selama lima hari untuk membantu warga sipil yang menderita kekurangan makanan, obat-obatan dan bahan bakar, dengan syarat pemberontak Houthi menghentikan pertempuran.

Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir mengatakan pada pertemuan para menteri Negara Teluk di Paris pada hari Jumat bahwa gencatan senjata akan dimulai pada 12 Mei, tetapi hanya akan berlaku jika Houthi mematuhi aturan.

Jubeir mengatakan serangan udara pada Saada tidak terikat dengan kesepakatan gencatan senjata, mengatakan dia berharap Houthi akan “sadar” dan menyetujui gencatan senjata.

“Ini adalah kesempatan bagi Houthi untuk melihat keluar demi kesejahteraan rakyat Yaman,” kata Jubeir. “Keputusan ini sepenuhnya di tangan mereka.”

Badan-badan bantuan mengatakan mereka sangat membutuhkan pasokan, termasuk bahan bakar untuk menjalankan infrastruktur seperti rumah sakit.

John Kerry, yang juga berada di Paris saat konferensi-pers mengatakan gencatan senjata itu bukan perjanjian damai tapi mengharapkan Houthi untuk tidak melakukan pemboman, penembakan atau melakukan serangan-serangan di seluruh negeri Yaman.

“Gencatan senjata ini bukan perjanjian damai, pada akhirnya seluruh pihak harus kembali ke meja perundingan,” tambah Kerry.

Serangan koalisi udara telah memukul Saada selama lebih dari sebulan sejak awal serangan melawan pemberontak, yang bersekutu dengan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Kronologi Jatuhnya Helikopter Pembawa Dubes RI di Pakistan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pada 8 Mei 2015, Duta Besar RI untuk Islamabad, Burhan Muhammad, beserta istri Heri Listyawati memenuhi undangan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Pakistan. Dubes RI hadir dalam program Visit of Resident Ambassadors/ High Commissioners to Gilgit-Baltistan yang diagendakan berlangsung dari 8-11 Mei 2015.

Megutip Okezone, total peserta yang ikut dalam program tersebut berjumlah 57 orang (32 laki-laki, 20 perempuan dan 5 anak) dengan rincian: 30 Kepala Perwakilan/Duta Besar dan sejumlah isteri Duta Besar beserta anak serta pejabat Pakistan.

Peserta program berangkat dari Nur Khan Airbase di Islamabad via pesawat pada hari Jumat 8 Mei 2015 pukul 08:30 waktu setempat menuju ke wilayah Gilgit-Baltistan (utara Pakistan) tiba pukul 09:30 dan diterima oleh pihak pemerintahan Gilgit-Baltistan.

Jarak antara Islamabad-Gilgit sekitar 480 KM (1 jam via pesawat). Pada pukul 10:30 dengan menggunakan 4 (empat) helikopter rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Naltar Valley, wilayah Gilgit-Baltistan.

Dalam perjalanan menuju Naltar Valley, sekitar pukul 12 siang waktu setempat diberitakan bahwa 1 (satu) helikopter MI-17 dengan penumpang 17 orang mengalami crash landing.

KBRI Islamabad segera menghubungi pihak-pihak terkait termasuk secara langsung memberikan note verbal ke Kemlu Pakistan untuk mengkonfirmasi berita jatuhnya helikopter tersebut dan mengetahui keselamatan Bapak Duta Besar beserta Ibu.

Atas dasar note verbal KBRI, secara informal Kemlu Pakistan membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan Dubes RI Islamabad mengalami luka-luka dan isteri Ibu Heri Listyawati meninggal dunia.

Saat ini diberitakan bahwa Duta Besar RI, Burhan Muhammad, dirawat di The Combined Military Hospital, Jutial,wilayah Gilgit-Baltistan (berjarak 30 KM dari tempat kejadian). Mengenai jumlah keseluruhan korban dari peristiwa tersebut belum disampaikan secara resmi oleh Kemlu Pakistan.

Sementara itu, penyebab jatuhnya helikopter tersebut belum dapat dipastikan oleh pihak Kemlu Pakistan maupun pihak keamanan setempat.

Ally | Jurniscom

Helikopter Pakistan Jatuh Tewaskan Dubes Norwegia dan Filipina serta Isteri Dubes Malaysia dan Indonesia

ISLAMABAD  (Jurnalislam.com) – Sebuah helikopter militer Pakistan yang membawa diplomat asing untuk memeriksa proyek-proyek pembangunan jatuh pada hari Jumat (08/05/2015) menewaskan tujuh orang, termasuk para duta besar dari Norwegia dan Filipina dan istri-istri para duta besar Malaysia dan Indonesia,  kantor berita Reuters melaporkan.

Perdana Menteri Nawaz Sharif melakukan penerbangan ke daerah pegunungan utara Gilgit pada pesawat yang terpisah untuk meluncurkan dua proyek ketika kecelakaan itu terjadi. Ia kembali ke Islamabad, kata kantornya.

Duta Besar Norwegia Leif Larsen, Duta Filipina Domingo Lucenario dan istri-istri para duta besar dari Malaysia dan Indonesia, dua pilot dan seorang anggota awak meninggal dunia, kata juru bicara militer Asim Bajwa mengatakan dalam posting Twitter.

Dia mengatakan informasi awal mengindikasikan penyebabnya adalah kesalahan teknis.

Taliban Pakistan mengklaim mereka menembak jatuh pesawat tapi para saksi yang berada di lapangan, dan di dalam tiga helikopter lain melaporkan tidak ada tanda-tanda penembakan apapun.

Media pemerintah Malaysia mengidentifikasi istri duta besar mereka sebagai Habibah Mahmud, sementara Indonesia mengatakan istri duta besarnya adalah Hery Listyawati.

Bajwa mengatakan duta dari Polandia dan Belanda berada di antara yang terluka. Duta besar Afrika Selatan, Lebanon dan Rumania juga berada dalam heli, menurut sebuah daftar penerbangan yang diperoleh Reuters. Kementerian Luar Negeri Romania mengatakan duta besarnya masih hidup namun terluka.

Seorang pejabat di Gilgit mengatakan sembilan orang meninggal dunia.

"Mayat dalam keadaan terbakar parah sehingga mereka tidak dapat diidentifikasi," kata Sibtain Ahmed, rumah sekretaris Gilgit-Baltistan.

Kementerian Luar Negeri mengatakan 17 orang berada di dalam Mi-17, ketika jatuh dan terbakar. Media mengatakan ada 11 orang asing dan enam warga Pakistan.

Taliban Pakistan mengatakan mereka telah menembak jatuh helikopter dengan rudal dan menambahkan mereka berharap menembak jatuh pesawat Sharif.

"Nawaz Sharif dan sekutu-sekutunya adalah target utama kami," kata juru bicara Taliban Muhammad Khurasani dalam sebuah pernyataan email.

Gilgit, sekitar 250 km (150 mil) utara dari Islamabad.

 

Deddy | Reuters | Jurniscom