AQAP Umumkan Gugurnya Syeikh Nasser bin Ali al Ansi oleh Serangan Drone AS

YAMAN (Jurnalislam.com) – Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), cabang regional jaringan jihad global Al-Qaeda, telah mengkonfirmasi bahwa Syiekh  Nasser bin Ali al Ansi gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS pada bulan April.

Petinggi AQAP lain, Syeikh Khalid Saeed Batarfi, menghormati  Syeikh al Ansi sebagai "syuhada" dalam sebuah video berdurasi 11 menit, 40 detik yang dipublikasikan oleh sayap media AQAP dan dirilis melalui Twitter. Syeikh Batarfi dibebaskan dari penjara Yaman ketika AQAP menyerbu kota selatan Al Mukalla pada awal April.

The Long War Journal sebelumnya melaporkan bahwa Syeikh al Ansi tidak hanya sebagai pejabat senior AQAP, tetapi juga menjabat sebagai salah satu wakil manajer umum jihad global al Qaeda, yang memberinya tanggung jawab jauh di luar Yaman. Identifikasi ini sebagian besar didasarkan pada dokumen Declassified yang ditemukan dari rumah Syeikh Osama bin Laden.

Pidato Syeikh  Batarfi untuk Syeikh  Al Ansi menegaskan bahwa ia menjabat langsung di bawah jajaran tinggi al Qaeda sepanjang karirnya yang panjang. Menurut terjemahan oleh SITE Intelligence Group, Syeikh Batarfi mengatakan bahwa Syeikh  Al Ansi adalah salah satu dari “orang istimewa” Syeikh Osama bin Laden.  

Syeikh Al Ansi "memiliki keberanian dan kebijaksanaan " Syeikh Osama bin Laden, "serta yurisprudensi jihad, pergerakan, dan panggilan”.

Syeikh Al Ansi memperoleh pengetahuan dari para pemimpin atas seperti  Amir Al Qaeda Syeikh Ayman al Zawahiri, dan almarhum pemimpin seperti Syeikh Abu Hafs al Masri (komandan militer AQAP yang gugur pada tahun 2001) dan Syeikh Mustafa Abu al Yazid ( yang menjabat sebagai general manager al Qaeda sampai mencapai syahidnya pada tahun 2010). Syeikh Al Ansi juga belajar dari pemimpin Al Qaeda seperti Saif al Adl, Syeikh Abu Muhammad al Masri, dan Syeikh Abu al Kheir, serta  generasi pertama dan pendiri jihad kontemporer awal," Syeikh Batari menjelaskan, menurut terjemahan SITE ini.

Syeikh Al Ansi telah mengambil peran yang lebih menonjol untuk al-Qaeda selama beberapa tahun terakhir. Tandzim Jihad Global ini menganggapnya sebagai ideolog utama yang telah dilatih oleh hukum Syariah . Karir militer Al Ansi sebagai jihadis juga membentang di dunia, dari Asia Tengah dan Selatan sampai ke Filipina, di mana ia bertugas dalam misi yang diperintahkan langsung oleh Syeikh Osama bin Laden.

Pada beberapa kesempatan, Syeikh  al Ansi membahas aspek inner al Qaeda. Dalam salah satu wawancara yang dirilis oleh AQAP pada bulan Januari, misalnya, al Ansi ditanya tentang dokumen yang diperoleh AS selama serangan di rumah Syeikh Osama  bin Laden pada tahun 2011. Syeikh Al Ansi mengatakan dokumen tersebut memang "benar" asli, tetapi "tidak semua dokumen berhasil ditemukan" pemerintah AS.

"Kita harus mempertimbangkan bahwa beberapa dokumen ini hanyalah berisi diskusi tentang sejumlah isu. Amerika tidak berhasil mengungkapkan seluruh dokumen," kata Syeikh  al Ansi.

Syeikh Al Ansi kemudian menambahkan bahwa seluruh umat Muslim harus mempelajari file Syeikh Osama bin Laden karena "menggabungkan pedoman politik, syariah, metodis, dan aspek media"  sangat penting dalam mengobarkan jihad.

Syeikh Al Ansi paling dikenal untuk beberapa pengumuman profil tinggi. Pada bulan Januari, misalnya, ia mengaku bertanggung jawab atas serangan Charlie Hebdo di Paris atas nama AQAP.

Syeikh Al Ansi mengatakan operasi itu dilakukan atas "kepatuhan" terhadap " petunjuk " Allah untuk mendukung utusan-Nya, serta merupakan "perintah amir kami, Syeikh Ayman bin Muhammad al Zawahiri yang murah hati, dan wasiat dari Syeikh Osama bin Laden.

Sementara memperluas jejaknya di Yaman, AQAP di sisi lain telah kehilangan kepemimpinan yang signifikan tahun ini. Selain Syeikh al Ansi, AQAP kehilangan Syeikh  Harits bin Ghazi al Nadhari akibat serangan pesawat tak berawak di bulan Januari dan Ibrahim Rubaish, seorang tahanan mantan Guantanamo, dalam sebuah serangan udara Amerika pada bulan April.

Syeikh al Ansi, Syeikh al Nadhari, dan Rubaish – telah  membentuk tulang punggung ideologi operasi AQAP. The Long War Journal menilai bahwa Syeikh  al Nadhari, sama seperti  Syeikh al Ansi, juga menjabat wakil general manager jaringan jihad global Al-Qaeda.

Syeikh al Ansi dan Syeikh  al Nadhari bekerja di bawah Nasir al Wuhayshi, anak didik Syeikh Osama bin Laden yang berfungsi sebagai amir dan general manager al Qaeda.

Walaupun  gugurnya  beberapa senior AQAP namun  tidak menghentikan faksi jihad ini untuk terus merebut dan menguasai bagian-bagian penting Yaman tahun ini. Penargetan pejabat tinggi AQAP oleh Drone AS belum mampu untuk menghentikan pertumbuhan pergerakan AQAP.

 

Deddy | The Long war Journal | Jurniscom

Kejahatan Israel Lebih Buruk dari Rezim Apartheid

PALESTINA (Jurnalislam.com) –  Mantan pelapor khusus HAM PBB yang bertugas di wilayah Palestina terjajah, John Dungard menegaskan, kejahatan penjajah Israel jauh lebih busuk dan buruk dibanding apa yang dilakukan oleh rezim rasisme Afrika Selatan.

Dalam wawancaranya di televisi Democrasi Now, Dungard menyatakan, strategi Israel dan Amerika sederhananya adalah menjadikan perundingan damai tanpa akhir tanpa schedul jelas sementara di sisi lain Israel terus mencaplok wilayah Palestina.

Dungard menilai, tujuan dari Pengadilan Kriminal Internasional didirikan adalah mengepung dan mengurung strategi yang ditempuh Israel dan Amerika.

Ia mengisyaratkan, “Setiap saat berkunjung ke Palestina saya merasa sudah melihat semua usaha ini sebelumnya. Maksud saya, Israel mirip Afrika Selatan di era apartheid rasis bahkan jauh lebih buruk. Apa yang terjadi di Tepi Barat adalah penciptaan proyek pemukiman yang mirip persi dengan situasi rasisme diskriminatif di Afrika Selatan.”

Ia menegaskan, warga pemukim Yahudi seperti warga kulit putih di Afrika selatan yang memiliki hak-hak istimewa di atas warga Palestina bahkan Yahudi melakukan tindakan represif terhadap Palestina.

Dungard menegaskan, lingkungan internasional seluruhnya berubah sejak berakhirnya rasisme diskriminatif di Afrika Selatan namun Israel hari ini dengan kejahatan-kejahatannya tidak membutuhkan pengadilan sebab kejahatan itu intinya sema persis dengan Afrika selatan.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Mujahidin IIA Tembak Jatuh Helikopter Musuh dengan Dshk Buatan Soviet

GHAZNI (Jurnalislam.com) – Al-Emarah News mengatakan bahwa Mujahidin Imarah Islam menembak jatuh satu helikopter musuh Rabu (06/05/2015) di Afghanistan selatan yang berupaya mematahkan pengepungan Mujahidin di pos musuh di distrik Dayak.

Mujahidin menggunakan DShK, senapan mesin berat anti-pesawat buatan Soviet, menjatuhkan helikopter yang berusaha mengebom Mujahidin yang mengelilingi instalasi militer musuh.

Seorang komandan lokal musuh – Noor Ali – tewas bersama 4 orang di daerah Ziyarat kabupaten Shorabak ketika sebuah bom pinggir jalan menghancurkan kendaraan mereka pada pukul 09:00 Rabu pagi di Kandahar.

Pada sekitar pukul 09:00 pagi hari Kamis (07/05/2015), sebuah APC juga dihancurkan oleh IED di daerah Gharhagi wilayah Sarwan Kala, membunuh dan melukai semua 5 pasukan musuh yang berada di dalam.

Secara terpisah pada hari yang sama, Mujahidin IIA menyergap polisi bayaran di Kandahar Hada daerah kabupaten bazaar , membunuh seorang pria bersenjata, melukai lainnya dan memaksa sisanya untuk  melarikan diri.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Pasukan Uni Afrika Gempur Al Shabab Setelah Pejabat Tinggi Moghadishu Terbunuh

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan militer mengempur mujahidin Somalia al-Shabaab hingga keluar dari benteng utamanya, tetapi mundurnya al-Shabaab ke sebuah lembah di selatan dan perbukitan utara masih menimbulkan ancaman, utusan PBB untuk Somalia mengatakan, sebagaimana yang dilansir World Bulletin, Kamis (07/05/2015).

Pasukan  Uni Afrika AMISOM dan tentara Somalia mengklaim telah mendorong al-Shabaab, yang ingin menggulingkan pemerintah yang didukung Barat, ke dalam wilayah kantong-kantong kecil sejak meluncurkan serangan tahun lalu.

Tetapi al-Shabaab terus menyerang Mogadishu dan daerah kekuasaan pemerintah lainnya dengan bom dan serangan senjata api dari pangkalan di selatan Juba Valley dan di utara Puntland yaitu bukit Galgala, wilayah di luar wilayah operasi Uni Afrika.

Pada hari Rabu (06/05/2015) mujahidin Al-Shabaab menembak mati wakil komisaris Wadajir, sebuah distrik di ibukota Mogadishu, dan sopirnya.

"AU-PBB baru saja melakukan review benchmarking AMISOM dan tentara nasional Somalia, dan tentu saja mereka mengakui bahwa mereka memperhatikan Puntland," utusan PBB untuk Somalia, Nick Kay, mengatakan kepada Reuters, Rabu .

Dia mengatakan "sedang dipertimbangkan secara aktif" untuk memperluas operasi wilayah AMISOM ke wilayah semi-otonomi Puntland, tanpa mengatakan kapan waktu kesepakatan itu.

Pemerintah Somalia mengatakan bahwa Juba Valley, yang terletak di ujung selatan dekat pelabuhan strategis Kismayo, adalah target berikutnya untuk serangan militer, namun belum mengatakan kapan.

Puntland, yang perlahan-lahan semakin dekat kepada pemerintah federal di Mogadishu, telah setuju untuk mengintegrasikan 3.000 pasukannya ke dalam tentara nasional Somalia, kata Kay.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

Jubir Koalisi : Houthi Harus Membayar dengan Harga Keras dan Mahal

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Juru bicara untuk pasukan Arab bersumpah bahwa koalisi akan memberikan "tanggapan yang keras" untuk pemberontak Syiah Houthi setelah menyerang warga Saudi, dan tidak akan terikat oleh batasan, Aljazeera melaporkan Kamis (07/05).

"Ini persamaan yang berbeda, konfrontasi yang berbeda, dan mereka harus membayar harga yang keras dan mahal," kata juru bicara koalisi Brigadir Jenderal Ahmed al-Asseri kepada wartawan.

"Keamanan Arab Saudi adalah prioritas utama bagi koalisi dan angkatan bersenjata Saudi. Mereka telah melanggar garis merah."

Komentar Asseri terjadi beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengusulkan gencatan senjata selama lima hari dalam perang Yaman untuk memfasilitasi bantuan kemanusiaan bagi warga sipil, tetapi hanya dengan syarat bahwa para pemberontak Houthi juga menghentikan pertempuran.

Itu berarti koalisi negara-negara Arab akan menghentikan serangan udara "di seluruh Yaman."

Tanggal pasti gencatan senjata akan diumumkan "segera," kata Jubeir, menambahkan bahwa hal itu hanya akan berlaku segera setelah pemberontak Houthi setuju dan juga menghentikan serangan.

"Akan ada gencatan senjata di mana-mana, atau tidak akan ada gencatan senjata di manapun," kata Jubeir.

Pengumuman ini datang sehari setelah pertempuran mematikan di kota pelabuhan selatan Yaman, Aden, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 120 orang.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera dari ibukota Yaman, Sanaa, aktivis Houthi dan pendukung Hussain al-Bukhaiti, mengatakan bahwa ada kemungkinan bahwa mereka akan menerima proposal gencatan senjata.

Tapi gencatan senjata tidak berarti bahwa suku Yaman akan menarik diri dari wilayah yang mereka kuasai di dekat perbatasan dengan Arab.

Bukhaiti juga mengatakan bahwa Houthi terbuka untuk mediasi yang ditengahi oleh Oman.

Sementara itu, Human Rights Watch yang berbasis di New York melaporkan pada Kamis bahwa pasukan pro-Houthi menembak dan menewaskan dua wanita dan menyandera para pekerja bantuan di Aden, mengisyaratkan kemungkinan terjadinya kejahatan perang

Kelompok hak asasi mengatakan insiden yang terjadi bulan lalu, adalah contoh ancaman besar bagi warga sipil di kota pelabuhan tersebut dimana pemberontak Houthi dan sekutu mereka bertempur melawan pasukan yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Human Rights Watch  mengatakan kedua wanita itu diserang oleh tembakan dalam insiden terpisah pada 17 dan 18April, dan meninggal sebelum kerabat bisa menemukan fasilitas medis untuk mengobati mereka.

Pasukan Pro-Houthi juga secara tidak sah menahan 10 pekerja bantuan lokal selama 14 hari, membebaskan dua orang setelah pembayaran dilakukan. Serangan yang disengaja terhadap warga sipil dan menyandera adalah kejahatan perang, kata kelompok itu.

Human Rights Watch  mengidentifikasi korban sebagai Sabreen al-Aboos, 20, dan Neveen al-Taib, 42.

Meskipun pemboman udara terhadap posisi Houthi telah berlangsung berminggu-minggu, konflik tidak menunjukkan tanda berakhir.

Pemberontak  Houthi – secara luas diyakini didukung oleh Iran – menyapu Sanaa pada bulan September dan telah mencoba untuk memperluas kendali mereka di Yaman, namun mendapat perlawanan sengit oleh cabang lokal al-Qaeda Yaman, Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP).

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Al Shabaab Eksekusi Pejabat Senior Somalia

MOGADISHU (Jurnalislam.com) – Mujahidin Al-Shabaab pada hari Rabu (06/05/2015) menembak mati wakil komisaris Wadajir, sebuah distrik di ibukota Mogadishu, dan sopirnya.

"Dia telah dilacak oleh orang-orang bersenjata. Dia ditembak beberapa kali dan meninggal beberapa menit kemudian," Mohamed Shire, seorang pejabat distrik Wadajir, mengatakan kepada The Anadolu Agency dalam sebuah wawancara telepon.

Wakil Komisaris Abdifatah Baare dan sopirnya tewas dalam sebuah penembakan.

Menurut pejabat itu, polisi Somalia telah memburu penyerang.

Al-Shabaab segera mengaku bertanggung jawab atas serangan melalui Radio Andalus dan website afiliasi.

Afiliasi Al-Qaeda, telah melancarkan perang melawan pemerintah Somalia, selama bertahun-tahun telah menguasai sebagian besar wilayah Somalia tengah dan selatan.

Al Shaabab  terus melancarkan serangan rutin terhadap pejabat pemerintah dan aparat keamanan.

Negara di Tanduk Afrika ini tetap berada dalam peperangan sejak penggulingan Siad Barre tahun 1991, seorang diktator militer yang telah memerintah negara itu sejak 1969.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Syiah Houthi Bunuh 40 Warga Sipil, Yaman Desak PBB untuk Intervensi dengan Pasukan Darat

YAMAN (Jurnalislam.com) – Yaman telah memohon bantuan untuk menyelamatkan negara, meminta PBB untuk mendukung pengiriman pasukan darat.

"Kami mendesak masyarakat internasional agar cepat campur tangan mengirim pasukan darat untuk menyelamatkan Yaman, terutama Aden dan Taiz," Khaled Alyemany, Duta Besar Yaman untuk PBB, mengatakan dalam sebuah surat kepada Dewan Keamanan pada hari Rabu (06/05/2015).

Surat yang diperoleh Al Jazeera juga menyerukan kepada organisasi hak asasi manusia internasional untuk mendokumentasikan "pelanggaran biadab terhadap penduduk yang tak berdaya."

Surat itu ditujukan kepada duta Lithuania, yang memimpin Dewan Keamanan, tapi belum diumumkan.

"Jelas surat ini bergema melalui lorong-lorong PBB," reporter Al Jazeera Gabriel Elizondo, yang melaporkan dari New York, mengatakan.

"Surat ini meninggalkan keraguan tentang apa yang perlu pemerintah Yaman lakukan."

Sebelumnya pada hari Rabu, setidaknya 120 orang tewas di kota pelabuhan Aden, Yaman saat terjadi pertempuran antara pejuang Houthi dan pendukung lokal Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, petugas penyelamat dan warga mengatakan.

Korban tewas termasuk sedikitnya 40 warga sipil Yaman yang mencoba melarikan diri dari pertempuran sengit di Aden pada hari  Rabu ketika para pemberontak Syiah  Houthi menembakkan peluru ke arah perahu mereka, petugas penyelamat mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Mereka termasuk di antara sekitar 50 orang yang berada di perahu saat meninggalkan distrik al-Tawahi di Aden menuju ke daerah yang lebih aman di al-Buraiqa di barat.

Sementara di bagian lain dari Aden warga dan para pejuang lokal mengatakan 40 orang lainnya juga  tewas, termasuk seorang perwira militer senior, tewas dalam pertempuran semalam, termasuk sekitar 30 pemberontak  Houthi dan 10 pejuang lokal.

Mereka mengatakan serangan udara koalisi Arab telah membantu para pejuang lokal memukul mundur serangan Houthi di al-Tawahi, serta menghancurkan tiga tank.

Tapi reporter Al Jazeera Mohamed Vall, yang melaporkan dari Arab Saudi, mengatakan bahwa pada Rabu malam, al-Tawahi telah jatuh dalam kendali  Syiah Houthi.

Di antara mereka yang tewas semalam adalah Brigadir Jenderal Ali Nasser Hadi, kata warga. Presiden Hadi kemudian menunjuk Brigadir Jenderal Saif al-Baqri untuk menggantikannya.

Sebelumnya, pada hari itu, koalisi melakukan lebih dari 30 serangan udara di Yaman utara, sehari setelah roket ditembakkan ke kota perbatasan Saudi dari Najran.

Menteri Luar Negeri Yaman Riyadh Yasin menuduh Syiah Houthi melakukan "genosida" dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengajukan tuntutan terhadap kelompok bersenjata tersebut.

Koalisi Arab memulai serangan udara di Yaman pada 26 Maret melawan pemberontak Syiah Houthi yang merupakan sekutu Iran, yang didukung oleh pasukan yang setia kepada mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, yang menguasai sebagian negara, termasuk ibu kota Sanaa.

Deddy | Al Jazeera | Jurniscom

AS Gunakan Arab Spring untuk Legalkan "Perang Melawan Teror"

WASHINGTON (Jurnalsilam.com) – Mantan agen FBI dan whistleblower Coleen Rowley pada hari Selasa (05/05/2015), mengomentari sebuah buku yang akan segera diterbitkan oleh mantan Wakil Direktur CIA Mike Morell.

Dalam sebuah artikel untuk Sputnik Internasional, mantan agen FBI, dan whistleblower Coleen Rowley mengatakan bahwa AS gagal mengantisipasi bahwa al-Qaeda akan mengambil keuntungan dari gejolak di Timur Tengah selama Arab Spring, yang akhirnya memungkinkan al-Qaeda untuk kembali mendapatkan kekuatan meskipun pemimpin mereka, Syeikh Osama bin Laden telah terbunuh pada tahun 2011. Rowly menyebutkan bahwa kekacauan Arab Spring digunakan sebagai alasan untuk  melakukan Perang Melawan Teror.

Rowly mengatakan Arab Spring hanya bertanggung jawab sebagian atas kekerasan yang terjadi di Timur Tengah dan menunjukkan bahwa krisis di wilayah tersebut sebenarnya adalah hasil dari "penipuan yang berlanjut menjadi perang ilegal AS." Belum lagi pendudukan Irak, Afghanistan dan Libya dan kehancuran infrastruktur mereka.  AS juga mempersenjatai Arab Saudi dan negara-negara lain, namun menutup mata dan tidak memberi dukungan bagi kelompok Al-Qaeda. AS juga berkontribusi pada kerusuhan yang mengikuti.

Selain mempersenjatai kepentingannya, sifat alami AS yang merusak melakukan kegiatan rahasia untuk mencapai perubahan rezim di sebuah negara melalui destabilisasi, penyiksaan, penculikan, penahanan tanpa batas waktu dan pembunuhan drone yang mereka lakukan dalam istilah Perang Melawan Teror.

Baca berita terkait  : Inilah Amerika Dari Penyiksaan Hingga Drone Pembunuh

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Hadirilah! Bedah Buku "Syiah Ancaman Nyata NKRI" Pekan Depan di Bandung

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) bekerja sama dengan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik serta Muhammadiyah Jabar, akan menggelar acara bedah buku "Syiah Ancaman Nyata NKRI", karya Dr H Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM. 

Waktu : Sabtu, 16 Mei 2015, Pukull 09.00 – 12.00 WIB

Tempat : Masjid Raya Mujahidin, Jl. Sancang No. 6 Bandung

Narasumber :

Dr H Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM (Penulis buku, Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat, Dewan Pakar ANNAS

Pembanding :

KH Athian Ali M Dai, Lc, MA (Ketua ANNAS Pusat)
HM Rizal Fadhilah, SH (Dewan Pakar ANNAS)

Ally | Jurniscom

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Text-to-speech function is limited to 100 characters
 

Arab Saudi Balas Syiah Houthi dengan Serangan Udara Setelah Kotanya Dibombardir

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pesawat tempur melakukan lebih dari 30 serangan di provinsi barat laut Yaman, Saada dan Hajja, dekat dengan perbatasan Arab Saudi, para pejabat lokal dan warga mengatakan.

Serangan udara terjadi setelah pemberontak Yaman menembakkan roket dan mortir ke Arab Saudi pada hari Selasa, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya tiga orang di kota perbatasan Najran.

Sumber Houthi mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa 43 Houthi tewas dan sedikitnya 100 terluka akibat serangan udara, yang berlangsung hingga subuh hari Rabu. Angka tersebut tidak bisa diverifikasi secara independen.

Sumber-sumber lokal juga mengatakan ada penembakan artileri berat datang dari perbatasan Saudi.

Pemerintah Saudi mengatakan bahwa para pemberontak Syiah Houthi melakukan serangan pada hari Selasa di kota Najran, memaksa pihak berwenang untuk menangguhkan semua penerbangan di bandara setempat, dan menutup semua sekolah.

Kantor berita AFP melaporkan bahwa tiga orang tewas dalam bom mortir lintas batas dan serangan roket, mengutip kementerian dalam negeri Riyadh.

Laporan tidak menentukan apakah mereka yang tewas adalah warga sipil atau tentara.

Dalam sebuah pernyataan, Brigadir Jenderal Ahmed Asiri mengatakan bahwa pasukan koalisi Arab akan menanggapi serangan Houthi.

"Apa yang terjadi hari ini adalah bagian dari kekacauan yang dilakukan milisi Houthi," katanya, menambahkan bahwa "semua pilihan terbuka" bagi kerajaan untuk memastikan keamanan negaranya.

Daerah perbatasan telah menjadi flashpoint bentrokan Arab-Houthi di tengah serangan udara koalisi yang dipimpin Saudi yang menargetkan pemberontak di Yaman.

"Ini adalah perkembangan utama dalam perang," kata reporter Al Jazeera Mohamed Vall, yang melaporkan dari ibukota Saudi, Riyadh.

"Sebelumnya kita melihat serangan terhadap tentara di dekat perbatasan, tetapi baru kali ini serangan dilakukan dari kota Najran."

Dia mengatakan serangan terbaru mempersulit pekerjaan militer Saudi, yang kini menghadapi tantangan mengamankan perbatasan sambil melakukan serangan udara di Yaman.

Kamis lalu, bentrokan di perbatasan menyebabkan tiga tentara Saudi dan puluhan pemberontak Houthi tewas.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom