Tak Ada Tempat, Gubernur Riau Tolak Tampung Pengungsi Muslim Rohingya

RIAU (Jurnalislam.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachmad menolak untuk menampung pengungsi Rohingya. Ia beralasan, Riau tak memiliki tempat yang memadai.

Pulau Jemur yang ada di Kabupaten Rohil semula diusulkan untuk menampung para pengungsi tersebut, batal. Pasalnya, pulau terluar yang terletak di Selat Melaka tersebut dianggap tidak memungkinkan.

''Perkembangan tak ada tempat. Badan Perbatasan sudah survey. Di sana (Pulau Jemur-red) daerahnya bebatuan, kemudian luasnya terbatas serta terpisah-pisah,'' kata Andi, sapaan akrabnya, usai menghadiri acara Rakor antara KPK bersama Dispenda dan SKPD se-Riau, Rabu (3/6/2015).

Menurutnya, tidak ada alternatif pulau lainnya yang kemungkinan akan menampung para imigran tersebut. Sementara Pulau Rupat yang sebelumnya sempat diusulkan beberapa kalangan DPRD Riau menurut Andi sama sekali tidak memungkinkan. Pasalnya, pulau ini sudah penduduknya sudah banyak dan dikhawatirkan akan berdampak negatif jika ditempatkan di sana.

''Kita bukan tak menerima, tapi dikarenakan tak ada tempat, inikan setelah disurvey. Kemudian pulau-pulau kosong juga tak ada di Riau yang tak ada penduduknya. Rupat saya rasa penduduk sudah banyak,'' ungkap Andi, sebagaimana dilansir riauterkini.com. 

Sumber : riauterkini | Editor : Ally | Jurniscom

UNHCR : 374 Pengungsi Muslim Rohingya adalah Anak-anak Yatim

LANGSA (Jurnalislam.com) – Hasil pendataan yang dilakukan Badan PBB Untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) mengungkapkan, dari total 1.001 pengungsi etnis Rohingya asal Myanmar yang tersebar di beberapa kamp penampungan di Aceh, 374 di antaranya adalah anak-anak tanpa orang tua (yatim).

"Fakta yang kita temukan ini cukup memprihatinkan karena anak-anak tersebut tidak didampingi oleh orang tua mereka. Mereka yang menjadi prioritas perhatian kami untuk segera ditangani," kata Jeffrey Savage, petugas senior Urusan Perlindungan UNHCR yang ditemui di kamp penampungan pengungsi di Kuala Langsa, Aceh, Rabu (3/6/2015).

Selain pengungsi Rohingya yang mencari suaka politik karena konflik yang terjadi di negara mereka, juga terdapat sekitar 700 pengungsi Bangladesh. Tapi, keberadaan pengungsi Bangladesh yang semuanya laki-laki, bukan dikategorikan sebagai pencari suaka, melainkan pencari kerja, sehingga mereka akan segera dipulangkan karena pada dasarnya tidak ada masalah di negara mereka. 

Savage yang berasal dari AS tersebut juga mengungkapkan bahwa dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh UNHCR, sebagian dari anak-anak tersebut adalah korban penculikan kelompok pedagang manusia (human trafficking). 

"Bahkan satu di antara mereka terdapat anak seorang dokter yang diculik dan penculik kemudian meminta tebusan dalam jumlah besar," kata Savage tanpa mengungkapkan lebih rinci identitas anak tersebut. 

Savage mengakui bahwa masalah pengungsi anak-anak yang tanpa orang tua tersebut cukup rumit dan diperlukan waktu yang cukup lama untuk menangani mereka. Dari pengakuan beberapa anak yang ditemui di lokasi pengungsi, baik di Kuala Langsa maupun di Birem Bayeum, Kabupaten Aceh Timur, orang tua mereka menjadi korban kerusuhan antaretnis di Myanmar.

Seperti yang diakui oleh Shabina (10), ia ikut mengungsi bersama kakaknya setelah ayahnya terbunuh dalam kerusuhan tersebut, sementara ibunya tetap berada di Rakhine, negara bagian yang berada di barat Myanmar. 

Shabina hanya memberikan tanda isyarat dengan gerakan tangan menggorok leher ketika ditanya di mana ayahnya.

Warga Aceh Ingin Adopsi

Savage yang ditanya tanggapannya mengenai banyaknya keluarga di Aceh dan dari daerah lainnya yang berminat untuk mengadopsi anak-anak tersebut, secara tegas mengatakan bahwa hal itu adalah suatu hal yang sangat tidak mungkin dilakukan.

"Tidak semudah itu karena masalahnya sangat kompleks. Anak-anak tersebut tanpa dilengkapi dokumen, bagaimana mungkin untuk mengadopsi mereka. Tujuannya memang baik, tapi diperlukan proses yang rumit," katanya menegaskan.

Siti Nurbaya (45), seorang ibu rumah tangga warga Kuala Langsa yang ditemui di lokasi pengungsi mengakui bahwa ia memang punya keinginan untuk mengadopsi anak perempuan Rohingya.

"Anak saya dua orang dan laki-laki semua. Saya ingin mengadopsi anak perempuan Rohingya, boleh apa tidak ya?" kata Siti yang didampingi suaminya, Syahrul.

Keinginan yang sama juga disampaikan oleh Rahmida (50), seorang pengusaha asal Bogor yang bahkan dalam waktu dekat siap ke lokasi pengungsi di Aceh untuk memberikan bantuan dan sekaligus mencari informasi bagaimana mendapatkan anak Rohingya yang bisa diadopsi.

"Anak saya cuma satu dan sudah besar. Saya ingin mengadopsi dan mendidik salah satu anak-anak Rohingya itu sebagaimana anak sendiri agar punya masa depan lebih baik," kata Rahmida.

Sumber : Antara | Editor : Ally | Jurniscom

Tangkal Kristenisasi, LPKT Afi Nusantara Gelar Bekam Gratis

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Lembaga Pendidikan Kesehatan Thibbunnabawi (LPKT) Afi Nusantara menggelar bakti sosial (baksos) bekam di Jalan Sepat Lidah Kulon, Gg 1, Rt 5 Rw 3, Lakar Santri, Surabaya, Rabu (3/6/2015).

Baksos ini yang diadakan gratis ini bertujuan untuk menangkal kristenisasi. Seperti diceritakan penanggung jawab acara kegiatan tersebut, Ibu Monik, misionaris Kristen di daerah tersebut cukup gencar. 

"Dengan memberi sembako, uang, mengadakan jalan sehat, membiayai orang sakit, bahkan sampai antar jemput naik mobil ketika pergi ke gereja. Ujung-ujungnya diajak pergi ke gereja. Mayoritas yang didekati oleh mereka adalah kalangan "lemah". Dan ketika warga yang beragama Islam dengan menggunakan kerudungnya ditanya, mengapa kok mau diajak ke gereja? warga itu menjawab, lya nanti siapa yang memberi makan saya, rezeki saya ya dari sini," ungkap Ibu Monik sambil menirukan gaya bicara ibu berkerudung tersebut, dan sesekali air matanya keluar saat menceritakannya.

Selain itu, warga lain juga mengungkapkan di daerahnya pernah akan dibangun gereja, "namun masyarakat menolak. Awalnya mereka izinnya ada acara seperti ulang tahun dan nyanyi-nyayi," tutur Rahim.

Kegiatan itu disambut meriah oleh warga sekitar. Tak kurang dari 98 orang mengantri untuk dibekam. Pengunjung yang baru datang diarahkan oleh panitia untuk mengambil nomer antrian. Selain nomer antrian panitia juga menyediakan bingkisan bagi yang hadir.

"Mari diterapi awak rasane enteng (Setelah diterapi badan terasa ringan)," kata Pak Abdul, salah seorang pasien bekam.

Panitia pada mulanya menyediakan kuota sebanyak 200 peserta. Namun, karena baksos diadakan diadakan pada hari aktif, maka tingkat kehadiran pengunjung belum sampai memenuhi target.

"Karena baksos diadakan pada hari aktif, jadi banyak dari pekerja yang belum bisa hadir, terutama bagi kalangan bapak-bapak," ujar ketua Afi Nusantara, Bapak Yani.

Reporter : Miftah | Editor : Ally | Jurniscom

Pertempuran Sengit Meletus di Provinsi Baghlan, 20 Pasukan Musuh Tewas

Baghlan (Jurnalislam.com) –  Sebanyak 15 tentara boneka tewas dalam pertempuran sengit di provinsi Baghlan utara Afghanistan, AlEmarah News melaporkan Rabu (03/05/2015).

Pertempuran yang dimulai oleh serangan Mujahidin yang ditujukan pada instalasi musuh terjadi hari Selasa (02/06/2015) di distrik Khomri Poli provinsi Baghlan dan diperpanjang sampai Rabu.

Pertempuran itu dikatakan masih berlangsung. Seorang Mujahid dilaporkan terluka dalam baku tembak.

Secara terpisah, seorang agen NDS ditembak dan dibunuh oleh Mujahidin kemarin terakhir. Sesaat kemudian bom yang diletakkan di bawah tank lapis baja milik polisi meledak.

Tank tersebut datang ke daerah itu untuk memindahkan mayat agen yang tewas dalam serangan penembak jitu. Empat polisi tewas dalam serangan bom.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Seorang Jenderal Thailand Terlibat dalam Perdagangan Muslim Rohingya

BANGKOK (Jurnalislam.com) – Seorang jenderal militer Thailand yang dituntut dengan tuduhan perdagangan Muslim Rohingya dari Myanmar menyerahkan diri ke polisi.

Letnan Jenderal Manas Kongpan tiba di Mabes Polri di Bangkok pada Rabu (03/06/2015) pagi untuk bertemu dengan National Police Chief Somyot Poompanmuang dan mendengarkan tuduhan yang dijatuhkan terhadap dirinya.

Polisi dengan cepat mengawal Jenderal tersebut menuju ke kendaraan yang menunggu, yang akan mentransfernya ke provinsi Songkhla di selatan Thailand dimana tuduhan terhadap dirinya diajukan.

Kongpan – penasihat senior Royal Thai Army – menghadapi tuduhan perdagangan manusia, menangkap dan menahan korban perdagangan manusia untuk tebusan dalam kaitannya dengan rute yang melalui para korban yang diduga diselundupkan dari Bangladesh dan Myanmar melalui Thailand ke Malaysia dari November 2012 sampai Mei.

Pada hari Selasa, ia tetap bertahan bahwa dia tidak bersalah.

"Saya meminta masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa saya bersalah," dia mengatakan seperti dikutip Bangkok Post.

"Saya ingin melihat informasi dari kedua belah pihak dan membiarkan pengadilan memutuskan … saya meminta keadilan … karena saya bisa menjelaskan hal ini dan saya siap membela diri."

Menurut Post, penyidik menyatakan ia sebagai tersangka setelah polisi menggeledah rumahnya di provinsi Ranong dan menemukan buku bank dan catatan keuangan yang menunjukkan sejumlah besar transfer masuk ke rekeningnya.

Diantara lebih dari 50 tersangka yang ditahan sejak tindakan keras bulan lalu adalah politisi dan polisi lokal tingkat tinggi.

Setelah lebih dari 30 mayat ditemukan di Thailand, pasukan keamanan Malaysia meluncurkan sebuah investigasi yang menghasilkan penemuan 139 kuburan di 28 kamp di perbatasan sisi  mereka (Malaysia) di kota Padang Besar.

Malaysia telah menahan sekitar sepuluh polisi atas dugaan keterlibatan dalam skandal perdagangan manusia yang telah menyebabkan ribuan pendatang Muslim terjebak dalam kapal di laut-laut Asia Tenggara

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Serangan Udara Koalisi Arab Hantam Kamp Milisi First Armoured Brigade, Sanaa

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pesawat tempur koalisi pimpinan Saudi mengebom sebuah kompleks dan kamp militer yang dikuasai milisi di ibukota Yaman pada hari Rabu (02/06/2015), mengguncang bangunan-bangunan di dekatnya dan mengakibatkan letupan-letupan api bertebangan ke udara.

Serangan udara subuh dini hari tersebut menghantam kamp milisi First Armoured Brigade di distrik utara Sanaa serta bangunan dekatnya.

Saksi mengatakan kedua bangunan digunakan sebagai depot senjata oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran dan sekutu mereka, yang menyerbu Sanaa akhir tahun lalu.

Puluhan ledakan mengguncang ibukota Rabu pagi, kata warga.

Sebuah sumber medis mengatakan kepada Agence France-Presse perkiraan awal tiga orang tewas dan 11 terluka dalam serangan dan ledakan berikutnya.

Serangan lainnya memukul depot senjata dan posisi pemberontak di Hamdan, juga di utara Sanaa, serta kamp polisi militer pro-Houthi dan kamp militer lain di pusat ibukota, kata warga.

Koalisi yang dipimpin Riyadh, yang memulai perang udara terhadap pemberontak Houthi pada akhir Maret, juga menyerang posisi Houthi di provinsi Jawf, Saada, dan Hajja dekat perbatasan dengan Arab Saudi, serta di kota ketiga Taez, dan provinsi selatan Daleh.

Milisi Houthi telah bersekutu dengan pasukan pemberontak yang masih setia kepada presiden terguling Ali Abdullah Saleh yang memerintah Yaman selama tiga dekade sebelum mengundurkan diri pada Februari 2012 setelah pemberontakan selama setahun.
 

Deddy | AFP | Jurniscom

Operasi Azm : 5 Pos dan Semua Persenjataan Musuh Direbut Mujahidin IIA di Ghorak

KANDAHAR (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam melancarkan serangan terkoordinasi di tengah berlangsungnya  operasi musim semi 'Azm'di Gar Kashm, Kala Masha dan daerah Wano Kabupaten Ghorak pukul 19:00 kemarin malam, El Emarah News melaporkan Selasa (02/05/2015).

Dalam operasi tersebut Mujahidin menduduki 5 pos pemeriksaan, menewaskan dan melukai sejumlah orang bersenjata (6 mayat musuh ditinggalkan) serta menyita senjata mesin berat DShK, peluncur RPG, 6 senapan, senapan US, 4 sepeda motor, sebuah depot amunisi dan peralatan lainnya.

Serangan ini dilakukan setelah para pendusta rezim antek yang tak tahu malu mengklaim bahwa mereka telah membunuh 60 Mujahidin di distrik selama operasi pembersihan padahal mereka belum meluncurkan serangan seperti itu baru-baru ini ditambah lagi pusat kabupaten berada di bawah pengepungan dengan semua jalan logistik diputus oleh Mujahidin selama beberapa tahun terakhir.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Astaghfirullah, Wanita Rohingya Dijadikan Budak Seks Oleh Komplotan Pedagang Manusia

KUALA LUMPUR  (Jurnalislam.com) – Seorang wanita yang ditahan di sebuah kamp perdagangan manusia di Thailand mengatakan bahwa beberapa rekan perempuan Rohingya secara teratur diambil dari penampungan mereka oleh penjaga, kadang diperkosa untuk beberapa hari, kantor berita Anadolu Agency melaporkan Selasa (02/05/2015).

"Kami tahu dari ekspresi mereka [apa yang terjadi pada mereka]," kata Nur Khaidha Abdul Shukur kepada kantor berita nasional Malaysia.

Wanita berusia 24 tahun – yang mengatakan bahwa ia ditahan di kamp Padang Besar selama delapan hari dengan bayinya tahun lalu – mengatakan kepada Bernama bahwa setiap malam "dua atau tiga wanita Rohingya muda dan cantik" dibawa dari kamp di perbatasan Thailand.

"Dua wanita tersebut kemudian hamil setelah diperkosa oleh komplotan," katanya, menambahkan bahwa dia tahu bahwa mereka dipaksa untuk tinggal di kamp selama enam bulan.

Kadang-kadang beberapa wanita akan hilang "selama dua sampai tiga hari setelah dibawa oleh para penjaga," tambahnya.

"Saya tidak bertanya kepada mereka ketika mereka kembali ke kamp, tapi aku tahu apa yang telah terjadi."

Abdul Shukur mengatakan bahwa meskipun ada 15 wanita Rohingya di kamp, ​​para penjaga tidak mengambil wanita yang ditahan bersama dengan anaknya.

"Mungkin para penjaga tidak memperkosa kami karena kami memiliki anak-anak kecil. Tapi, terlepas dari itu, saya berdoa setiap hari agar tidak menjadi korban perkosaan mereka," katanya.

Pada awal 2014, suami Abdul Shukur, Nurul Amin Nobi Hussein, naik perahu dari Maungdaw di negara bagian Rakhine di bagian barat Myanmar menyeberangi Laut Andaman menuju kota Ranong di pantai barat daya Thailand.

Lelaki berusia 25 tahun ini mengatakan kepada Bernama bahwa – seperti banyak rekan migran lainnya di kapal – ia bertekad memulai kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya dengan mencari pekerjaan di Malaysia.

Tapi sementara istrinya menunggu dia kembali ke rumah, Nobi Hussein ditahan oleh sindikat perdagangan manusia di sebuah kamp transit dekat perbatasan Malaysia-Thailand.

Kamp itu adalah Wang Kelian. Polisi Malaysia mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin bahwa mereka akhirnya menerima izin tertulis dari pemerintah Thailand untuk masuk, setelah mengidentifikasi sebanyak 91 kuburan.

Selain berhasil melarikan diri dari kamp setelah 22 hari, Nobi Hussein mengatakan kepada Bernama bahwa ia juga menyaksikan perkosaan.

"Di malam hari, beberapa penjaga akan pergi ke penampungan perumahan perempuan dan membawa mereka ke tempat terdekat," katanya.

"Kami mendengar jeritan dan teriakan para wanita karena tempat mereka diperkosa sangat dekat dengan penampungan kita, tetapi karena insiden berlangsung pada malam hari, kita tidak bisa melihat apa yang terjadi."

Nobi Hussein kini bekerja di sebuah bengkel di kota Alor Setar, Malaysia, sedangkan istri dan anaknya kini telah bergabung dengannya, mereka juga selamat dari perjalanan dengan perahu dan melalui kamp-kamp perdagangan.

Namun kenangan buruk itu tetap ada.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Pemuda Gaza Tiru Kekejaman Pos Pemeriksaan Israel sebagai Bentuk Protes

PALESTINA (Jurnalislam.com) –  Pemuda Palestina di Jalur Gaza mendirikan sejumlah pos pemeriksaan di jalan-jalan utama pada hari Senin (01/06/2015), mengatakan bahwa mereka "meniru pos pemeriksaan Israel, yang melanggar kebebasan Palestina untuk bergerak di jalan-jalan dan kota-kota di Tepi Barat."

Pos-pos pemeriksaan tersebut didirikan oleh kampanye pemuda Palestina "Movers for Palestine" di dekat al-Azhar dan di tengah-tengah Kota Gaza.

Sejumlah orang, sambil memegang senjata dan pistol, serta mengenakan seragam yang sama dengan yang dipakai oleh tentara Israel, berdiri di samping pos-pos pemeriksaan.

Banyak warga Palestina di Tepi Barat menyaksikan penyebaran besar tentara Israel yang mendirikan pos-pos pemeriksaan tentara, dimana mereka menghentikan kendaraan, mencari dan memeriksa kartu identitas pribadi pengemudi, lalu menangkap beberapa di antaranya.

"Pos pemeriksaan ini menunjukkan penderitaan keras yang dialami warga Palestina di Tepi Barat oleh tentara Israel, juga mengekspos pelanggaran terhadap kebebasan bergerak dan transportasi," Mohammed Abu Samra, juru bicara kampanye, mengatakan kepada Anadolu Agency. "Kami ingin menyampaikan dan menjelaskan kenyataan pahit dimana warga Palestina di Tepi Barat hidup dan mengalami pelanggaran kebebasan bergerak yang mereka dapat dari pos pemeriksaan Israel."

Dia menunjukkan bahwa banyak pemuda Palestina di Gaza tidak hidup melalui penderitaan inspeksi Israel di pos pemeriksaan.

Tentara Israel dan pemukim sepenuhnya menarik diri dari Gaza pada tahun 2005, dalam sebuah  "Unilateral Disengagement Plan." (Rencana Pelepasan Unilateral)

Kampanye "Movers for Palestine" didirikan pada tahun 2013 di Jalur Gaza, Tepi Barat dan Israel.

Gerakan ini terdiri dari pemuda Palestina yang melaksanakan berbagai acara yang bersangkutan dengan Palestina.

"Kami memiliki satu identitas dan penderitaan kami adalah satu," kata Abu Samra. "Kami juga ingin membawa penderitaan ini menjadi perhatian dunia."

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom  
 

Rusia Pasok Rudal S 300 ke Iran

RUSIA (Jurnalislam.com) – Produsen senjata negara Rusia Almaz-Antey pada hari Selasa (02/06/2015) akan memasok Iran dengan sistem rudal canggih S-300 saat perjanjian komersial tercapai.

Kepala eksekutif perusahaan, Yan Novikov, menegaskan bahwa Moskow telah menghapus pembatasan pengiriman ke Tehran yang diberlakukan di bawah tekanan Barat pada tahun 2010.

Dia tidak mengatakan kapan pengiriman akan dilakukan atau seberapa dekat kesepakatan itu.

"Semua pembatasan telah diangkat oleh otoritas politik. Ketika ada kontrak, kami akan menyediakan sistem, termasuk ke Iran," katanya dalam konferensi pers ketika ditanya apakah Almaz-Antey akan memasok sistem rudal ke Iran.

Presiden Vladimir Putin menandatangani sebuah dekrit pada bulan April yang mengakhiri pelarangan penjualan sistem S-300 ke Iran.

Keputusan Putin dilakukan setelah kekuatan dunia, termasuk Rusia, mencapai kesepakatan sementara dengan Iran dalam hal pembatasan program nuklirnya.

Rusia berharap dapat menuai manfaat ekonomi dan perdagangan jika kesepakatan akhir berhasil disimpulkan untuk membangun kerangka perjanjian.  

Pembicaraan akan berlangsung di kota Lausanne, Swiss, antara Iran dan enam kekuatan dunia – Rusia, Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Jerman dan China.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom