Mesir Batalkan Hamas Sebagai Kelompok Teroris

MESIR (Jurnalislam.com) – Sebuah pengadilan banding Mesir pada hari Sabtu (06/06/2015) membatalkan putusan yang memasukkan kelompok Hamas Palestina dalam daftar organisasi teroris, kata sumber pengadilan.

Hamas adalah sebuah cabang dari Ikhwanul Muslimin Mesir yang oleh pihak berwenang juga telah diyatakan sebagai kelompok teroris dan telah ditekan sejak militer menggulingkan salah satu pemimpinnya, Muhammad Mursi, dari kursi kepresidenan pada tahun 2013.

Kairo selama bertahun-tahun telah memainkan peran sentral dalam gencatan senjata rekayasa antara tetangga Israel dan Hamas, yang mendominasi Jalur Gaza, termasuk gencatan senjata yang dicapai antara kedua pihak pada bulan Agustus yang mengakhiri 50-hari perang Gaza.

Pengacara yang pertama kali mengangkat kasus tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa ia akan meminta Kementerian Luar Negeri Mesir untuk menempatkan Hamas dalam daftar organisasi teroris, berdasarkan keputusan pengadilan sebelumnya.

"Putusan ini tidak mengembalikan kita ke nol. Saya punya dua keputusan yang menempatkan Ikhwan dan Izz ad-Din al-Qassam dalam daftar organisasi teroris," kata Ashraf Farahat.

Brigade al Qassam, sayap militer Hamas, diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh Mesir pada bulan Januari.

Hamas telah menolak keputusan pengadilan, sementara Ikhwanul muslimin bertahan dengan berkomitmen melakukan aktivitas damai.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Tentara Saudi Gagalkan Serangan Pasukan Garda Republik di Perbatasan Yaman

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) -Tentara Arab Saudi mematahkan serangan pasukan sekutu Houthi dan mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh di provinsi Jizan yang berbatasan dengan Yaman, media pemerintah mengatakan, lansir Aljazeera Sabtu (06/06/2015).

Puluhan orang bersenjata, diyakini dari unit pasukan Garda Republik yang setia kepada Saleh, tewas pada serangan Houthi yang gagal tersebut, hari Jumat (05/06/2015). Menurut sumber keamanan Saudi serangan itu merupakan yang terbesar sejak konflik di negara tetangga Yaman dimulai.

Angkatan bersenjata Saudi mengatakan seorang tentara mereka juga tewas karena luka yang diderita dalam serangan itu.

Seorang juru bicara Saudi National Guards mengatakan bahwa Kapten Nasser bin Khaled al-Atawi meninggal di Najran, tanpa menyebutkan penyebabnya.

Insiden ini diyakini dimulai ketika pasukan dan unit tentara yang setia kepada Saleh dan Houthi berusaha menyusup perbatasan di Al Khouba.

Mereka meluncurkan sejumlah roket ke posisi militer Saudi, kemudian tentara Saudi membalas dengan tembakan meriam dan dukungan udara dari helikopter tempur Apache.

Bala bantuan Houthi di sisi perbatasan Yaman juga menjadi sasaran pembalasan Saudi.

Koalisi melakukan serangan udara di ibukota Sanaa, dan kota Ibb, menargetkan posisi Houthi dan sekutunya. Posisi militer pemberontak di distrik Dhi Naem di provinsi Al-Bayda dan kota Ataq di provinsi Shabwa juga diserang.

Al Masirah TV yang beraliansi dengan pemberontak menayangkan video yang menunjukkan pasukan mereka bergerak menuju menara pengawas Arab dan menembakkan roket.

Pertempuran Jumat tersebut terjadi sehari setelah Houthi yang merupakan sekutu Iran setuju untuk bergabung dengan pembicaraan damai yang didukung PBB di Jenewa pada 14 Juni.

Koalisi negara-negara Arab telah membom pasukan Houthi selama lebih dari dua bulan untuk mengembalikan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang telah melarikan diri ke Arab Saudi.

Sekitar 2.000 orang tewas dan setengah juta penduduk mengungsi akibat pertempuran.

Sebelumnya, terjadi bentrokan kekerasan di kota pelabuhan selatan Aden antara pemberontak Houthi dan tentara yang setia kepada Presiden Hadi.

Pertempuran juga pecah di kota Taiz, antara pasukan komite perlawanan rakyat melawan milisi Houthi. Pejuang dilaporkan meledakkan sebuah rumah di kota saat pemberontak Houthi sedang berkumpul.

Pemboman koalisi menewaskan sekitar 58 orang di seluruh Yaman, pada hari Rabu dan Kamis, menurut kantor berita negara yang dikuasai Houthi, Saba.

Laporan tidak bisa diverifikasi secara independen.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Al Bahjah dan FPI Riau Galang Dana untuk Pengunsi Muslim Rohingya

RIAU (Jurnalislam.com)  Puluhan orang dari Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah dan Front Pembela Islam (FPI) Riau membuka posko penggalangan dana untuk pengungsi Muslim Rohingya di Aceh, pada Rabu (3/6/2015). Posko yang rencananya akan dibuka hingga tanggal 15 Juni 2015 itu berada di Simpang Empat Jl. Sukarno Hatta dan Pasar Pagi Arengka Trrafic Light Jl. Riau, Riau.

“Bantuan ini untuk umat Muslim Rohingya, atau kaum muslimin Rohingya yang mengungsi di Aceh yang makin hari makin bertambah. Mereka sangat mengharapkan kepedulian kita, karena sesama umat Muslim adalah bersaudara,” ungkap koordinator aksi, Eri kepada Jurniscom melalui sambungan telepon, Kamis (4/6/2015).

Eri mengatakan, Al Barjah dan FPI Riau akan menyalurkan langsung bantuan kepada pengungsi Rohingya di Aceh.

“Kita dari Al-bahjah dan FPI Inya Allah akan mengirimkan dana yang kami dapat dari posko peduli Muslim Rohingya ini langsung di kamp pengungsian di Nanggroe Aceh Darusalam yang di kelola langsung oleh tim dakwah Al Bahjah Aceh. FPI Riau yang diwakili oleh Ustadz Ade dan Al-Bahjah Riau yang diwakili 5 orang, salah satunya adalah saya,” jelas Eri.

Lembaga Pengembangan Dakwah Al Bahjah adalah pesantren asuhan KH Buya Yahya. Di Riau, lembaga ini dipimpin oleh AKBP Imam Saputra, yang juga Kapolda Riau. 

Reporter : Findra | Editor : Ally | Jurniscom

 

Lagi, Al Mumtaz Peringatkan Penyelenggara Hiburan Seronok di Tasikmalaya

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Setelah sebelumnya mengunjungi Asia Plaza dan Panitia Jabar Fair 2015, pada hari Rabu (3/6/2015) Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) mendatangi Living Plaza dan Panitia Siliwangi Modification Challenge (SMC). 

Pasalnya, berdasarkan informasi yang didapatkan dari iklan spanduk, bahwa pada tanggal 5-6 Juni 2015 akan digelar kontes modifikasi motor di Tasikmalaya yang di dalam rangkaian acaranya akan mengadakan Live DJ, Live Band, dan Dancer. Acara tersebut digelar atas kerjasama Living Plaza dan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himatansi) Universitas Negeri Siliwangi.

"Kami datang kesini untuk menanyakan tentang acara SMC. Secara umum kami tidak mempermasalahkan kontes modifikasinya, tapi di situ ada acara tambahan Live DJ, Live Band dan Live Dancer. Kami khawatir dengan Live Dancer karena yang sudah-sudah pentas tersebut identik dengan pakaian seronok dan goyangan erotis," ujar juru bicara Al Mumtaz, Abu Hazmi kepada Manager Operasional Living Plaza di Jalan KH. Z. Musthofa, Kota Tasikmalaya, Rabu (3/6/2015).

Pihak Living Plaza mengaku belum mengetahui konsep detail acara tersebut. Namun, menurutnya, panitia sudah mengantongi izin kepolisian.

"Kami belum diberitahukan bagaimana konsep Hiburan Live Dancer itu, detailnya masih belum turun. Kami hanya diberitahu akan ada event kontes motor aja, dan pihak kami sudah menyetujui karena mereka sudah dapat izin dari Kepolisian. Panitianya dari Mahasiswa Unsil," jawab seorang perwakilan managemen Living Plaza.

Selang beberapa saat, pihak panitia SMC dihadirkan. Setelah dikonfirmasi tentang akan adanya acara hiburan di event SMC, pihak panitia membenarkan akan di tampilkan acara Live Dance dalam event tersebut.

Aji Fauzi, salah seorang aktivis FPI yang juga mewakili Al Mumtaz memberikan arahan kepada panitia dan pihak Living Plaza agar acara live dance dan DJ dibatalkan karena melanggar norma kesusilaan dan tata nilai. 

"Berkaitan dengan Dance, DJ dan hiburan lain, kami khawatir pentas itu menampilkan hal-hal yang melanggar norma kesusilan dan tata nilai. Maka kami konfirmasi, sekaligus memperingatkan jika acara tersebut melanggar norma, maka kami minta untuk dibatalkan saja acara dancenya, karena berpeluang maksiyat dan merusak. Sengaja kami sampaikan hal ini sebelumnya, supaya tidak ada alasan kecolongan," tegasnya.

Ketua panitia SMC, Prama, merespon ajakan pihak Al Mumtaz dan mengaku telah mendapat arahan tersebut dari pihak kepolisian.

"Sebelumnya kami sudah minta izin pihak kepolisian dan mereka juga memberitahu kami agar dalam acara tersebut menghormati nilai-nilai akhlak, jangan menampilkan pakaian seronok dan perilaku yang melanggar norma," jawabnya.

Panitia menegaskan pihaknya siap membatalkan acara jika pada pelaksanaannya terdapat hal-hal yang melanggar.

"Kami akan memperhatikan dan mematuhi ajakan bapak-bapak, kami akan atur semaksimal mungkin agar tidak ada penampilan-penampilan yang melanggar, dan nanti silakan dimonitor pada pelaksanaannya. Jika ada yang melanggar akan kami cancel," tegasnya.

Jubir Al Mumtaz kemudian memperingatkan pihak panitia untuk menjaga acaranya agar berlangsung sesuai kesepatakan. "Jika ada pelanggaran, laskar akan turun dan menghentikan acara," tegas Abu Hazmi. 

Kontes Model di Samudera Toserba

Selain mendatangi managemen Living Plaza, pada hari yang sama, Rabu (3/6/2015) Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) juga mendatangi management Samudera Toserba di Jl. KH.Z Musthofa, Kota Tasikmalaya. Berdasarkan laporan dari warga, Samudera Toserba akan menggelar kontes Model, dimana dalam gambar iklan acara tersebut menampilkan peserta berpakaian seronok.

"Kami datang untuk mengajak pihak managemen ikut proaktif dalam menjaga kota Tasik ini dari pelanggaran norma dan akhlak," tutur jubir Al Mumtaz Abu Hazmi membuka pembicaraan.

Berkaitan dengan acara tersebut, Abu Hazmi mengingatkan pihak Samudera Toserba agar para peserta kontes tersebut untuk tidak memperagakan pakaian yang mengumbar aurat dan menampilkan budaya asing.

"Tasik ini kota santri, mohon jaga bersama-sama. Jika ada penampilan yang melanggar, mohon bapak menolak saja kerjasama dengan pihak EO," lanjutnya.

Sementara itu, perwakilan management Samudera Toserba, Agus, membenarkan acara tersebut. Namun pihaknya belum mengetahui detail acaranya.

"Ya acara itu akan digelar, namun EO nya dari luar, kami hanya menyediakan tempat. Adapun detail acara harus ditanyakan kepada EO. EO yang Rio masih dari Tasik," kata Agus.

Agus juga berterimakasih kepada Al Mumtaz telah mengingatkannya. Ia mengaku prihatin dengan keadaan kota Tasikmalaya yang marak dengan kemaksiyatan.

"Ya terima kasih Pak,  saya bukan asli Tasik tapi saya ngeri melihat Tasik sekarang, banyak kemaksiyatan. Saya akan sampaikan ajakan bapak kepada pimpinan saya dan juga kepada EO. Saya juga mempersilahkan pihak Al Mumtaz untuk mengontrol acara nanti supaya bisa menegur jika ada pelanggaran norma-norma," pinta Agus.

Sejak didirikannya pada tahun 2014, Al Mumtaz yang terdiri dari ormas Islam, pesantren, majelis ta'lim dan ulama se-Tasikmalaya aktif dalam menjaga kondusivitas Tasikmalaya, khususnya dari berbagai penyakit masyarakat. []

Reporter : Aryo Jipang | Editor : Ally | Jurniscom

Hikmah Mengislamkan Nusantara

PEMERINTAHAN Jokowi banyak bikin gebrakan yang memancing kontroversi. Salah satunya melalui menteri agama yang menggagas pelaksanaan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw di Istana Negara. Acara itu ditayangkan live TVRI dengan menampilkan pembacaan tilawatul Qur'an dengan langgam jawa. Saat pembawa acara sebelum mempersilahkan qori' tampil di depan menyampaikan bahwasannya pembacaan ayat suci Al-Qur'an menggunakan langgam jawa bermaksud untuk mengangkat Islam nusantara, yang memadukan kekayaan budaya nusantara dengan Islam. Walaupun inisiator semua ini adalah menteri agama, namun Jokowi selaku presiden juga patut bertanggungjawab. Pasalnya, semua kegiatan kenegaraan pasti dikonsultasikan terlebih dahulu dengan presiden.

Sontak kejadian tersebut menuai protes dari para ulama, karena tindakan tersebut merupakan hal yang konyol. Selain bertententangan secara syariat, hal itu juga menodai kesucian firman Allah Swt. Sementara itu, bagi kelompok pengusung Islam liberal (JIL) dengan berbagai argumentasi khas liberalnya mendukung tindakan menteri agama. Tokoh-tokoh liberal merasa mendapat angin segar terhadap sikap menteri agama yang bermaksud untuk menusantarakan Islam. Artinya, menampilkan wajah Islam yang khas nusantara dengan mengolaborasikan antara Islam dengan budaya lokal yang kaya budaya.

Hal itu klop dengan wacana Islam yang selama ini diusung oleh tokoh liberal. Sebenarnya gagasan nyeleneh ini bukti kekalahan intelektual umat Islam terhadap serbuan pemikiran barat yang sengaja menciptakan desain Islam dalam rupa yang seram dan menakutkan. Sebagaimana ungkapan akrab kita dengar bahwa Islam Indonesia beda dengan Islam Arab Saudi atau Islam Timur Tengah yang dicitrakan negatif serta memiliki akar rumput budaya yang berbeda. Masih menurut mereka, Islam Indonesia itu moderat, Islam rahmatan lil alamin.

Akibat masifnya opini penegakan Syariah sebagai solusi atas segala persoalan kehidupan, membuat gerah kelompok JIL. Sebelumnya, di awal tahun 2000-an pemikiran liberal cukup menjamur setelah beberapa tahun terakhir semakin surut dan kandas akibat dihentikannya kucuran dana asing dan ditinggal pentolannya ke Partai Demokrat (Sumber: makalah Fadh ahmad Arifan, “Jaringan Islam Liberal, Riwayatmu Kini”, hal 7). Bak jamur, embrio-embrio kelompok liberal masih banyak bertebaran di IAIN/UIN dan merasuk ke pesantren, namun belum menemukan kondisi yang optimal untuk tumbuh lagi.

Di era pemerintahan Jokowi yang makin tak jelas arahnya, mengibaskan angin segar bagi tumbuhnya pemikiran liberal. Buktikan saja publik akan disuguhi ide-ide nyeleneh yang mengawinkan Islam dengan tradisi lokal atas nama Islam nusantara agar terkesan lebih soft dan dapat diterima oleh masyarakat. Demi menjustifikasi hal tersebut mereka rela menyeret nama-nama tokoh liberal yang memiliki posisi dan nama beken. Dari karakternya, mereka serta merta tanpa ragu menggugat keontetikan sumber Islam dan mengobok-obok penafsiran Al-Qur'an sesuai dengan nafsunya.

Mengislamkan Nusantara
Apa yang dilakukan oleh pengusung jargon “Islam nusantara” justru bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh para wali songo. Para wali berdakwah di tanah Jawa khususnya untuk mengislamkan tata nilai budaya nusantara yang kental dengan kesyirikan pengaruh budaya Hindu (Lihat buku Prof Hasanu simon, “Misteri Syekh Siti Jenar: Peran Wali Songo dalam Mengislamkan Tanah Jawa”, 2004). Mereka para wali songo yang notabene utusan khalifah memang diutus untuk merubah tata kehidupan nusantara dengan Islam. Perubahan yang dilakukan dengan perubahan mendasar. Pertama, para wali mengenalkan tauhid kepada masyarakat. Selanjutnya bertahap pada penghapusan tradisi kufur yang bertentangan dengan Islam. Hal itu mereka lakukan sejalan dengan posisi yang mereka duduki sebagai sultan. Kepemimpinan politik di tangan mereka memuluskan upaya mengislamkan nusantara. Hasilnya kita bisa rasakan sekarang ini, nusantara dihuni oleh mayoritas Islam.

Sehingga aneh, dengan apa yang diusung oleh para Gusdurian dan JIL. Ingin menjinakkan Islam dengan budaya lokal. Islam nusantara adalah kedok semata sebagai upaya memisahkan kultur Islam yang kuat di nusantara atas nama Islam moderat ataupun Islam yang ramah. Kita perlu waspada motif dan siapa dalang di balik mereka itu. Dalang di belakang layar pengusung ide nyeleneh ini adalah kelompok liberal yang disokong oleh negara pendonor dari Asing. Proyek-proyek liberalisasi di Indonesia tak bisa lepas dari motivasi sekulerisasi dan dibiayai oleh pihak Asing pula. Ini strategi lama dengan baju baru.

Penutup
Nusantara sedang menangis akibat kepemimpinan yang lemah dan tanpa arah yang jelas. Kepedihannya menjalar ke seluruh tubuh nusantara yang indah ini. Jangan sakiti nusantara dengan liberalisme. Pada akhirnya apa yang dilakukan oleh kelompok liberal kembali menuai kegagalan. Umat Islam semakin cerdas, seiring dengan masifnya kampanye penyadaran terhadap syariah oleh beberapa gerakan Islam. Sebenarnya dengan mengislamkan nusantara, masyarakat akan dapat memetik kerahmatan dan kemuliaan. Inilah visi utama Islam diturunkan kepada seluruh umat manusia tidak mengenal potongan geografis negara. Islam diturunkan untuk mencelup manusia dengan celupan Islam setelah sebelumnya tercelup oleh kekufuran. Islam lebih dari budaya, tetapi budayalah yang harus diislamkan. []

Penulis adalah alumnus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur

 

United Airlines Minta Maaf Setelah Pramugarinya Hina Seorang Muslimah di Pesawat

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Seorang pramugari yang terlibat dalam keributan atas sekaleng Diet Coke yang diminta oleh seorang wanita Muslim, telah diskors, United Airlines mengatakan dalam pernyataan permintaan maaf kepada penumpang pada hari Rabu (03/06/2015).

Cerita tentang tokoh Muslim, Tahera Ahmad, saat meminta kaleng soda yang belum dibuka namun ditolak pramugari di tengah-tengah penerbangan, mendapat perhatian setelah ia menulis tentang hal itu hari Jumat di Facebook melalui postingan berjudul "air mata penghinaan dari diskriminasi."

"Pramugari bertanya apa yang ingin saya minum dan saya meminta sekaleng diet coke. Dia membawa saya sekaleng yang sudah terbuka jadi saya meminta kaleng yang belum dibuka karena alasan kesehatan," tulis Tahera Ahmad.

Tahera  Ahmad mengatakan bahwa pramugari tersebut menolak dan mengatakan bahwa kaleng yang belum dibuka dapat digunakan sebagai senjata dan itu melawan kebijakan yang ada. Ketika Tahera Ahmad memprotes pada saat pramugari tersebut memberikan pria di sampingnya kaleng bir yang belum dibuka, pramugari itu mengulang perkataannya, "Saya lakukan supaya Anda tidak menggunakannya sebagai senjata."

Alih-alih mendapatkan dukungan dari penumpang lain, seorang pria yang berada di lorong pesawat jauh dari Tahera Ahmad menyebutkan agamanya dan berteriak, "Ya, Anda tahu Anda akan menggunakannya sebagai SENJATA jadi tutup mulutmu! (shut the f ** k up)" tulisnya.

Insiden dalam penerbangan dari Chicago ke Washington, DC – yang dioperasikan oleh Shuttle America – dianggap "kesalahpahaman" dalam sebuah pernyataan oleh United Airlines pada hari Ahad. Rabu kemarin adalah pertama kalinya United menyatakan permintaan maaf kepada Tahera  Ahmad.

"Saat itu United tidak mengoperasikan penerbangan, Ms. Ahmad adalah pelanggan kami dan kami meminta maaf padanya atas apa yang terjadi selama penerbangan," katanya dalam sebuah pernyataan. "Setelah menyelidiki masalah ini, United telah memastikan bahwa pramugari tersebut, seorang karyawan Shuttle America, tidak akan lagi melayani pelanggan United."

Pernyataan itu berlanjut dengan mengatakan bahwa United tidak mentolerir "perilaku yang diskriminatif – atau yang tampak diskriminatif" dan mengatakan bahwa karyawan yang berinteraksi dengan pelanggan telah dilatih mengenai layanan pelanggan dan pelatihan kepekaan budaya.

Shuttle America dimiliki oleh Republik Airways, yang terikat kontrak dengan United. Dari pernyataan United tidak jelas jika pramugari tersebut telah dipecat atau hanya dilarang dari pesawat United, atau hanya tidak "melayani pelanggan" di pesawat.

Ahmad, yang merupakan direktur keterlibatan antar agama dan rekan pembimbing di Northwestern University, tidak segera meminta untuk mengeluarkan komentar balasan kepada NBC News.

 

Deddy | NBC | Jurniscom

Gedung Polisi di Kandahar Dihantam Serangan Bom

KANDAHAR (Jurnalislam.com) – Laporan yang datang dari kota Kandahar Kamis (04/06/2015) mengatakan bahwa beberapa pencari syahid dari Imarah Islam dipersenjatai dengan senjata berat dan ringan serta roket telah memasuki gedung polisi yang terletak di PD 15 daerah Haji Arab dekat dengan Shkarpur Gate.

Serangan dimulai sekitar pukul 20:00 kemarin malam ketika tim Mujahid awalnya membunuh penjaga yang berada di luar lalu masuk ke dalam gedung dan terlibat bentrokan dengan pasukan bayaran.

Para pejabat mengatakan bahwa mujahidin kini terlibat pertempuran dengan pasukan bayaran di luar gedung saat mereka datang untuk membantu. Rincian lebih lanjut akan diperbarui saat informasi tiba.

Perlu disebutkan bahwa serangan dilakukan saat musuh sebelumnya pada hari ini mengadakan pertemuan di dalam gedung polisi dan orang-orang bersenjata dari daerah lain juga telah tiba.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Jet Israel Serang Posisi Hamas Setelah 2 Rudal Hantam Israel Selatan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan udara Israel meluncurkan serangan Kamis (04/06/2015) pagi di dua lokasi Hamas di Gaza sebagai pembalasan terhadap serangan Palestina yang menargetkan Israel selatan, kata saksi mata.

Penembakan terjadi  beberapa jam setelah pengumuman militer Israel yang menyatakan bahwa dua rudal diluncurkan pada hari Rabu dari Gaza ke Israel selatan.

Saksi mata menegaskan kepada Anadolu Agency bahwa jet Israel meluncurkan dua rudal di dua lokasi Izzuddin al-Qassam – sayap militer Hamas – di Gaza barat dan barat laut Khan Yunis di bagian selatan Gaza.

Sebuah kelompok tak dikenal yang menamakan dirinya "Martyr Omar Hadid Brigade – Beit al-Maqdis" mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Akhirnya Houthi Ajukan Perundingan Damai

YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang pejabat senior dari kelompok Houthi mengatakan bahwa kelompok mereka akan menghadiri pembicaraan damai yang didukung PBB di Jenewa yang direncanakan berlangsung tanggal 14 Juni mendatang tanpa syarat.

"Kelompok kami akan berpartisipasi dalam pembicaraan Jenewa dan mendukung tanpa prasyarat upaya PBB untuk mengatur dialog Yaman-Yaman," Daifallah al-Shami, seorang pejabat senior Houthi, mengatakan kepada Reuters, Kamis (04/06/2015).

Koalisi negara-negara Arab telah membombardir pasukan Syiah Houthi, faksi terkuat dalam perang Yaman, selama lebih dari dua bulan untuk mendukung pasukan bersenjata yang loyal kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi untuk membwa pemimpin yang diasingkan, yang saat ini berbasis di Arab Saudi, kembali berkuasa.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

Astaghfirullah, Politisi Anti-Islam Asal Belanda ini Akan Pasang Kartun Nabi Muhammad Saw di Televisi

BELANDA (Jurnalislam.com) – Politisi Belanda yang terkenal anti-Islam, Geert Wilders kembali menggagas ide gilanya untuk menghina Islam. Kali ini dia menyebut akan memasang gambar kartun Nabi Muhammad di slot televisi yang dialokasikan untuk partainya. 

Kartun tersebut sebelumnya ditampilkan dalam sebuah acara di Texas bulan lalu di mana Wilders menjadi pembicara utama di acara tersebut. 

Wilders yang juga merupakan anggota parlemen Belanda itu menyebut bahwa ia akan menampilkan kartun itu karena parlemen telah menolak untuk memamerkannya di gedung.

"Teroris harus menyadari bahwa mereka tidak akan pernah menang dan betapa pentingnya kebebasan berbicara bagi kita di Belanda," kata Wilders dalam sebuah pernyataan seperti dimuat BBC (Kamis, 4/6/2015). 

Wilders yang memimpin Partai untuk Kebebasan (PVV) Belanda kerap menunjukkan sikap anti-Islam dan migrasi massal. Pada Desember 2014 lalu, ia juga mengumumkan bahwa ia akan dituntut atas tuduhan menghasut kebencian rasial terhadap masyarakat Maroko di Belanda. 

Sumber : RMOL | Editor : Ally | Jurniscom