YAMAN (Jurnalislam.com) – Presiden Yaman yang berada di pengasingan mengatakan bahwa pemerintahnya tidak akan berunding dengan Iran yang mendukung pemberontak Syiah Houthi dalam pembicaraan damai yang disponsori PBB yang akan dibuka di Swiss akhir pekan ini.
Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi mengatakan pada hari Senin (08/06/2015) bahwa satu-satunya masalah yang akan didiskusikan adalah pelaksanaan resolusi yang diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB pada bulan April, yang menuntut agar para pemberontak menarik diri dari berbagai wilayah negara yang telah mereka rebut.
"Tidak akan ada negosiasi," kata Hadi kepada televisi Arab Saudi Al-Arabiya. "Pertemuan ini hanya akan menjadi sebuah diskusi tentang bagaimana menerapkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216. Kami akan melakukan konsultasi."
Ketika ditanya apakah delegasi pemerintahannya akan membahas rekonsiliasi dengan tim negosiasi pemberontak, Hadi mengatakan: "Tidak sama sekali."
Sementara itu, Mohammed al-Houthi, presiden Dewan Revolusi Houthi, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Houthi telah mengkonfirmasi kehadiran mereka dalam pembicaraan Jenewa "demi orang-orang (Syiah) Yaman".
"Jutaan rakyat Yaman hidup dalam krisis kemanusiaan yang tragis dan kami menolak untuk hanya duduk dan menonton saat orang-orang yang tak bersalah menderita," kata al-Houthi, yang merupakan garis komando kedua dalam kelompok Syiah Houthi.
"Kami menerima undangan perundingan meskipun serangan terhadap wilayah kami belum dihentikan."
Dia mengatakan bahwa Houthi "tidak pernah mengatakan tidak untuk sebuah dialog politik apakah dilakukan di Yaman atau di luar, tapi bersikeras bahwa tidak ada pihak asing yang mempengaruhi keputusan untuk membangun Yaman baru ".
"Kami ingin orang-orang Yaman memutuskan sendiri apa yang mereka inginkan," kata al-Houthi.
Dia mengatakan kelompok mereka tidak "sepenuhnya puas" dengan sejumlah sikap PBB, tapi mereka masih berharap bahwa "mereka berdiri bersama kebenaran".
"Semua pihak, termasuk kami, harus bekerja untuk memastikan upaya PBB tidak berhenti dan gagal," kata al-Houthi.

Mengumumkan pembicaraan pada Sabtu, Sekjen PBB Ban Ki-moon meminta semua pihak untuk memasuki perundingan tanpa prasyarat.
Ban Ki-moon menegaskan kembali seruannya dan mendesak semua pihak Yaman untuk terlibat dalam konsultasi tersebut dengan itikad baik dan tanpa prasyarat demi kepentingan seluruh rakyat Yaman," kata juru bicaranya.
Dia mengatakan bahwa pembicaraan tersebut bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata, menyetujui rencana penarikan pemberontak Houthi dan meningkatkan pengiriman bantuan kemanusiaan.
Setelah menyerang dan menduduki ibukota Sanaa September lalu, Houthi telah menguasai banyak wilayah Yaman, mendorong koalisi Arab untuk meluncurkan serangan pengeboman terhadap mereka pada 26 Maret 2015.
Dalam wawancara itu, Hadi sekali lagi mengecam Iran, menuduh bahwa campur tangan Iran dalam urusan negaranya .
Deddy | Al Jazeera | Jurniscom
