Jabhah Nusrah : “Kami Tidak Membunuh, Kami Dakwah kepada Warga Sipil Druze”

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, telah mengeluarkan pernyataan membantah pembantaian 20 warga sipil Druze di provinsi Idlib pekan lalu melalui pernyataan yang dirilis pada salah satu account Twitter Jabhah Nusrah. Kejadian tersebut dikecam oleh mujahidin lainnya, sehingga berpeluang untuk merusak citra baik Jabhah Nusrah yang telah dibangun selama perjuangan di Suriah.

Kejadian itu jelas bertentangan dengan petunjuk khusus yang dikeluarkan oleh Syeikh Abu Muhammad al Jaulani, Amir  Jabhah Nusrah.

Jabhah Nusrah mengatakan bahwa Druze, kelompok agama minoritas, saat ini berada di bawah perlindungannya. Dan para pejuang yang diduga membunuh warga sipil akan diadili di depan pengadilan syariah untuk "kesalahan” mereka.

AQAP, Jabhah Nusrah dan cabang Al Qaeda lainnya beroperasi di bawah pedoman yang dikeluarkan oleh Syeikh Ayman al Zawahiri, yang memerintahkan untuk sebisa mungkin menghindari sasaran sipil. Sebagian besar cabang Al-Qaeda mematuhi pedoman ini.

Ada juga alasan praktis kenapa Jabhah Nusrah menjauhkan diri dari pembantaian di Idlib. Sebuah kelompok penting dari minoritas Druze dilaporkan tetap dalam posisi netral dalam perang antara rezim Bashar al Assad dan mujahidin. Pembunuhan tersebut akan membantu mendorong masyarakat Druze ke pelukan rezim Syiah Assad.

Syeikh Abu Muhammad al Jaulani, Amir Jabhah Nusrah, membahas Druze selama wawancara yang disiarkan di Al Jazeera bulan lalu.

"Pada saat ini, kita tidak memerangi  mereka yang tidak melawan kita," kata Syeikh al Jaulani.

 "Ada desa Druze yang terletak di daerah yang kita bebaskan, mereka tidak mendukung  rezim Syiah Bashar al Assad dan juga tidak berperang kepada kami, dan mereka tidak kami sakiti."

Daripada menyerang desa-desa Druze, Syeikh al  Jaulani mengatakan bahwa Jabhah Nusrah lebih baik berusaha  untuk mengubah penduduk Druze. "Adapun Druze, mereka adalah bagian dari dakwah kami  kepada panggilan Islam.

Ada banyak pendakwah yang dikirimkan kepada mereka untuk memberitahu tentang kesalahan agama mereka," kata Syeikh al Julani.

"Para pendakwah Jabhah Nusrah menunjukkan kesalahan-kesalahan tersebut."

 

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom

Pembicaraan Damai Yaman Dibuka di Jenewa Tanpa Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Negosiasi yang disponsori PBB tentang krisis Yaman sudah dimulai di Jenewa, dengan tujuan mengakhiri konflik di negara itu.

Perwakilan dari pemerintah Yaman di pengasingan, pemberontak Houthi, General Peoples' Congress milik mantan presiden Ali Abdullah Saleh dan kelompok-kelompok oposisi lainnya diperkirakan akan menghadiri pembicaraan di Swiss, yang dimulai pada Senin pagi (15/06/2015).

Stephane Dujarric, seorang juru bicara PBB, mengatakan bahwa delegasi Houthi akan tiba pada Selasa pagi dengan sebuah pesawat yang disewa PBB.

Pesawat memulai perjalanan ke Swiss pada hari Senin tetapi harus kembali ke Yaman.

Zif al-Shami, pemimpin delegasi, mengatakan bahwa Mesir, yang merupakan bagian dari koalisi Arab anti-Houthi, menolak member izin untuk mendarat di bandara Kairo. Tuduhan tersebut dibantah Mesir.

Ban Ki-moon, Sekjen PBB, menghadiri sesi pembukaan pembicaraan, berfoto dengan sejumlah perwakilan dari Gulf Cooperation Council (Dewan Kerjasama Teluk).

Dia meminta semua pihak untuk menerapkan "gencatan senjata kemanusiaan" yang baru pada awal Ramadan akhir pekan ini.

"Kita tidak bisa mempertahankan luka terbuka lainnya seperti Suriah dan Libya," katanya.

Ismail Ould Cheikh Ahmed, utusan perdamaian PBB untuk Yaman, mengeluarkan pernyataan sebelum pembicaraan, menyerukan agar "para aktor politik Yaman untuk berpartisipasi dalam konsultasi ini dengan itikad baik dan tanpa prasyarat, serta dalam iklim kepercayaan dan saling menghormati".

Namun, meskipun telah ada seruan langsung dari juru bicara PBB Ahmed Fawzy kepada semua pihak untuk "mempertimbangkan jeda kemanusiaan dalam menciptakan iklim yang kondusif agar konsultasi ini bergerak maju ", serangan udara dilaporkan terjadi lagi di Yaman.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa koalisi Arab melancarkan serangan udara kea rah gudang  senjata di ibukota Sanaa pada Ahad malam.

Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari Jenewa, mengatakan pihak-pihak yang berlawanan masih jauh terpisah untuk membawa perdamaian ke Yaman.

Dia mengatakan bahwa Houthi menginginkan agar kesepakatan pengakuan resmi yang mereka tandatangani bersama dengan Presiden di pengasingan, Abd-Rabbu Mansour Hadi ketika mereka mengambil alih Sanaa September lalu, sedangkan pemerintah yang diasingkan ingin membatalkan kesepakatan itu dan memulai dari awal lagi.

"Ini adalah situasi yang sangat sulit bagi masyarakat internasional dan PBB," kata wartawan kami, menambahkan bahwa kedua belah pihak awalnya akan memulai pembicaraan di ruangan terpisah.

Pembicaraan damai telah memicu harapan di kalangan warga sipil Yaman untuk resolusi awal konflik.

"Kami berharap bahwa sesuatu yang positif akan keluar dari pertemuan tersebut karena kita ingin perang berakhir," Saber Nouman, seorang warga Yaman mengatakan kepada Al Jazeera.

"Kami menginginkan stabilitas dan kami berharap bahwa pengepungan akan dicabut segera karena kami menderita. Seperti yang Anda lihat, kami sangat kekurangan.. Bahan bakar, roti, air, obat-obatan. Kami menderita setiap hari karena pengepungan dan karena perang agresif ini."

Koalisi Arab telah membombardir  pasukan pemberontak Houthi dan unit tentara Ali Abdullah Saleh sejak 26 Maret dalam serangan yang bertujuan memulihkan kekuasaan Hadi.

Konflik itu telah menewaskan lebih dari 2.000 orang sejauh ini, sekitar setengah dari mereka adalah warga sipil.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Tentara Israel Terus Membunuhi Warga Palestina dengan Berbagai Alasan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sebuah jip militer Israel menyerang dan membunuh seorang warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki pada hari Ahad, militer zionis memberikan keterangan yang bertentangan dengan keadaan, lansir World Bulletin, Senin (15/06/2015).

Seorang juru bicara militer zionis mengatakan, jeep, yang berada di desa Qafr Malik sebagai bagian dari operasi untuk menangkap warga Palestina, sengaja memukul seorang warga Palestina setelah ia melemparkan bom bensin.

"Sopir terkejut dan membanting setir, kemudian memukul orang itu," katanya, menambahkan bahwa penyelidikan militer akan diluncurkan.

Namun penduduk lokal Nail Abdul Latah el Haji membantah bahwa seorang warga Palestina menyerang jip. Ia mengatakan bahwa pria itu sedang berjalan untuk bekerja di sebuah peternakan ayam kemudian lari ke jalan utama dan kemudian ditabrak lalu kendaraan militer tersebut menabrak dinding dan terbalik.

Berbicara kepada Reuters, el Haji mengatakan kematian pria itu memicu bentrokan antara pemuda Palestina yang melemparkan batu ke tentara Israel. Juru bicara militer mengatakan lemparan batu sudah berlangsung sejak tabrakan terjadi.

Video yang diposting di media sosial beberapa hari lalu menunjukkan keberadaan warga Palestina yang dipukul dengan popor senapan dan bergumul ke tanah, kemudian dipukuli berkali-kali dengan lutut seorang prajurit yang menekan kepalanya ke tanah. Ia kemudian diborgol dan dibawa pergi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnisicom

Militer AS Tidak Bisa Mengkonfirmasi Gugurnya Senior Al Qaeda di Maghrib Islam

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Departemen Pertahanan mengatakan pada hari Senin (15/06/2015) bahwa mereka masih menyelidiki serangan udara di Libya yang diperkirakan membunuh pemimpin kelompok yang terkait dengan al-Qaeda.

"Penilaian awal adalah bahwa (serangan udara) itu berhasil," kata juru bicara Pentagon Kolonel Steve Warren kepada wartawan. "Tapi kami tidak siap untuk mengkonfirmasi, karena penyelidikan kami belum selesai."

Menurut Warren, dua F-15 menjatuhkan beberapa bom 500-pon di sebuah bangunan di Ajdabiya, Libya, pada hari Sabtu yang mentargetkan Syeikh Mokhtar Belmokhtar dari Aljazair, 43 tahun, pemimpin organisasi al-Murabitoun di Afrika.

Syeikh Mokhtar Belmokhtar adalah seorang pemimpin senior Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) hingga tahun 2013, namun  ia tetap mempertahankan kesetiaan pribadinya untuk al-Qaeda walaupun telah memimpin organisasi al-Murabitoun di Afrika.

Warren menambahkan bahwa serangan terhadap Syeikh Mokhtar Belmokhtar berada dalam target operasi militer AS, karena al-Murabitoun juga mempertahankan kesetiaannya dengan Al Qaeda.

Undang-undang The Authorization For Military Force pada tahun 2001 diberlakukan setelah serangan 9/11 dan memberikan presiden kewenangan untuk melakukan operasi militer terhadap al-Qaeda dan kelompok afiliasinya di seluruh dunia.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

BMH Adakan Nikah Massal 100 Pasangan Mualaf Suku Tengger Senduro

LUMAJANG (Jurnalislam.com) – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menggelar Isbat Nikah Berkah 100 pasang Muallaf Suku Tengger di Lapangan Pasar Agropolitan Kecamatan Senduro Lumajang, Ahad (14/05/15). 

Dalam sambutannya, ketua pelaksana, Ustadz Mujtahid Ja'far mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh permintaan warga Muslim Suku Tengger yang menginginkan status nikah yang sah secara administrasi.

“Didasari oleh permintaan mereka (warga Muslim tengger, red) kepada kami, sebagaimana pernah dilaksanakan 2009 silam. Dan Alhamdulillah berkat support penuh dari BMH, acara ini bisa kembali terselenggara” ujarnya.

Sementara itu, Direktur BMH Banyuwangi, Agus kepada Jurniscom mengatakan BMH telah membimbing ratusan warga Suku tengger untuk menjalankan Syariat Islam, salah satunya dengan menikah.

"Mereka adalah saudara kita, jadi kita wajib untuk menolongnya. Kami bimbing mereka untuk menjalankan syariat Islam yaitu salah satunnya adalah nikah,“ kata Agus kepada Jurniscom, Senin (15/6/2015)

Acara diawali dengan kirab pengantin yang diiringi oleh Jaran Kecak yang merupakan kesenian daerah Lumajang. Dilanjutkan dengan akad nikah di Masjid Ulla Senduro. 

”Sebagian besar pasangan pasutri ini sudah nikah sebelumnya dengan ritual Agama hindu. Ada satu pasangan yang baru masuk Islam dan langsung di nikahkan. Peserta bertambah satu jadi ada 101 pasang mualaf,” lanjut Agus.

Salah satu peserta mengungkapkan kebahagiannya telah masuk Iskam yang dinilainya tidak sulit. ”Kami senang, ternyata di Islam tidak ribet dan masuk Islam tidak sulit, di permudah," ungkap peserta

Acara yang didukung oleh Pemkab Lumajang, Kemenag Kabupaten Lumajang, Ormas Hidayatullah juga Musfika Kabupaten Lumajang ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Pemprov Jatim, Bupati Kabupaten Lumajang, Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Lumajang, Kapolres Lumajang dan tamu undangan lainnya.

Reporter : Findra | Editor : Ally | Jurniscom

Sambut Ramadhan, Me-Dan Latihan Fisik Daki Gunung Ijen

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, sejumlah relawan Me-Dan (Medis dan Aksi Kemanusiaan) menggelar longmach dan mendaki Gunung Ijen, Banyuwangi pada hari Sabtu dan Ahad, (13-14/6/2015). Acara tersebut bertujuan untuk latihan ketahanan fisik relawan Me-Dan agar senantiasa siap di lapangan.

“Acara longmach ini bertujuan dalam rangka pembinaan fisik para relawan Me-Dan agar fit dan siap dalam tanggap bencana,”jelas Ketua Me-Dan Cabang Jember, Lumajang dan Banyuwangi, Ustadz Widia laksono.

”Insya Allah ke depan kemampuan relawan ini akan lebih ditinggkatkan lagi,” lanjutnya.

Longmach di mulai pada Sabtu (13/6/2015) pukul 10.00 dari terminal Jambu Kecamatan Licin, Banyuwangi sampai Paltuding -pos pendakian Gunung Ijen- pada pukul 05.00 WIB, dilanjutkan mendaki gunung Ijen.

“Acara ini semata-mata hanya menggharap ridha Allah SWT. Mari kita selalu tata niat kita pada saat kita turun dari gunung ini, kita di sini tidak main-main dan yang paling penting kita harus menjaga ahklaq kita kepada siapapun,” kata Ustadz Widia menutup.

Reporter : Findra | Editor : Ally | Jurniscom

Sambut Ramadhan, Sejumlah Pelajar SMA Ikuti Pesantren Jurnalistik di Singaparna

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ikatan Remaja Muslim Al Fathonah (IREMA) bekerja sama dengan Jurnalislam.com dan Jurnalis Islam Bersatu (Jitu) pada Sabtu (13/6/2015) lalu menggelar kegiatan pesantren jurnalistik untuk pelajar di Masjid Al Imaroh, Kompleks Yayasan Al Fathonah, Jl. Arjasari No. 40, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 20 pelajar dari berbagai sekolah menengah di Kabupaten Tasikmalaya itu menghadirkan dua narasumber dari Jitu, Ibnu Syafaat dan Rizki Lesus.

Dalam pemaparannya, Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan Jitu, Ibnu Syafaat, menjelaskan pentingnya peran media Islam untuk menghadapi serangan media-media sekuler yang kerap merendahkan Islam dan umat Islam.

"Dalam pemberitaaanya, media sekuler seringkali memanipulasi data dan memfitnah umat Islam," kata redaktur Majalah Hidayatullah itu.

Untuk itu, lanjutnya, umat Islam harus mampu membangun dan mengembangkan medianya sendiri agar mampu berperan dalam melawan serangan-serangan tersebut.

"Peluru dengan peluru, pemikiran dengan pemikiran. Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala," tukasnya mengutip perkataan ulama Islam, Sayid Qutb, rahimahullah.

Sementara itu, Ketua Divisi Organisasi Jitu, Rizki Lesus, menjelaskan tentang dasar-dasar jurnalistik dan tips menjadi seorang jurnalis muslim yang profesional.

"Dalam menulis, terlebih dahulu kita harus menjelaskan alasan untuk apa kita menulis," kata Redaktur Tabloid Al Hikmah itu sembari menunjukkan slide "Apa manfaat menulis bagiku?"

Setelah dijelaskan tentang dasar-dasar jurnslistik dan teknik menulis berita, peserta diharuskan menulis berita tentang kegiatan yang sedang mereka ikuti, kemudian dibacakan satu persatu dihadapan peserta lainnya.

"Lumayan, cara menulisnya udah lumayan bagus. Semoga semuanya bisa jadi jurnalis Islam yaa," cetus Rizki menanggapi.

Kegiatan yang berlangsung komunikatif itu dimulai setelah dzuhur hingga menjelang azan magrib.

Reporter, Editor : Ally | Jurniscom

 

5 Anak Kristen Ikuti Khitanan Massal Me-Dan di Samarinda

SAMARINDA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 23 anak mengikuti khitanan massal di masjid At taqwa Jalan Magelang Lempake, Samarinda, Kalimantan Timur pada Ahad (14/6/2015). Acara Baksos yang diselenggarakan oleh Medis dan Aksi Kemanusian (Me-Dan) wilayah Samarinda bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dan Takmir Masjid At Taqwa Lempake Samarinda tersebut di mulai sejak pukul 09.00 – 12.00 waktu setempat.

Menariknya, kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan Me-Dan Wilayah Samarinda itu tidak hanya diikuti oleh anak-anak muslim saja, tetapi ada 5 anak dari umat Kristen.

"Acara ini merupakan acara untuk dakwah kepada masyarakat," kata ketua panitia, Abu Zahra kepada Jurniscom.

Abu Zahra juga mengatakan ada dua anak yang menderita kelainan pada alat vitalnya sehingga harus mendapatkan perawatan terlebih dahulu.

"Sebenarnya ada 25 anak yang mendaftar akan tetapi hanya 23 anak yang bisa di khitan pagi ini. Sebab satu anak ada kelaianan di alat vitalnya dan yang satu masih takut," ujar Abu Rezza.

Disambut baik oleh lurah setempat, Drs. Nurharyanto berharap kegiatan tersebut bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya.

"Usahakan melibatkan masjid-masjid dan irema-irema (ikatan remaja masjid-red) yang ada sehingga bisa mnjadi contoh yang lain dan adakan secara rutin," tuturnya.

Setelah dikhitan, peserta juga mendapat santunan berupa baju muslim, sarung dan peci. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi acara peresmian Me-DAN wilayah Samarinda.

Reporter : Sunaryo | Editor : Ally | Jurniscom

 

Pencitraan Syiah Safawi dalam Film “Abad Kejayaan”

BAGI Anda yang gemar menonton film King Suleiman atau Abad Kejayaan mungkin tak menghiraukan scene saat Sultan Suleiman al-Qanuni mengutus Ibrahim Pasha untuk bernegosiasi dengan Syiah Safawi.

Bila anda buta akan sejarah, satu hal yang timbul dalam pikiran adalah Turki Usmani di era Sultan Suleiman adalah sangat kejam saat menumpas pemberontak Syiah Safawi. Selalu saya bilang di setiap tulisan, Anda perlu mempelajari sejarah, mengenal sejarah itu penting agar paham siapa kawan dan siapa lawan.

Sebelum Syiah Safawi dilawan dengan pedang ada masa di mana Ibrahim Pasha berdialog dalam bahasa politik seperti saya sebut di atas dengan kata negosiasi. Anda yang menonton harus waspada karena pemikiran/mindset anda digiring seakan-akan Turki Usmani adalah kekhalifahan yang zalim. Mereka memerangi orang-orang sufi yang zuhud. Orang-orang Syiah Safawi nampak dalam film dicitrakan bersahaja, bertasbih, dan dikelilingi orang-orang yang tunduk pada pemimpin. Anda perlu tahu siapa sejatinya Syiah Safawi. Mengapa mereka melakukan pemberontakan? Mengapa kekhalifahan Turki Usmani memerangi mereka setelah negosiasi gagal?

Seperti apa Syiah Safawi
Situs Wikipedia menjabarkan secara singkat tentang asal usul Syiah Safawi: "Dinasti Safawiyah bermula dari gerakan Sufi di kawasan Azerbaijan yang disebut Safawiyeh. Pendiri gerakan Sufi ini ialah Sheikh Safi Al-Din (1252–1334).

Sheikh Safī al-Dīn Abdul Fath Is'haq Ardabilī berasal dari Ardabil, sebuah kota di wilayah Azerbaijan Iran. Ia merupakan anak murid seorang imam Sufi iaitu Sheikh Zahed Gilani (1216–1301, dari Lahijan). Safi Al-Din kemudian mengganti ajaran Sufi ini menjadi ajaran Syiah sebagai tanggapan terhadap serangan tentara Mongol di wilayah Azerbaijan. Pada abad ke-15, Safawiyah mula meluaskan pengaruh dan kekuasaannya dalam bidang politik dan militer ke seluruh Iran dan berhasil merebut seluruh Iran dari pemerintahan Timuriyah.

Sengaja saya garis miring kalimat “mengganti dari ajaran Sufi ke ajaran Syiah”. Orang-orang yang tidak paham, akan memberikan penilaian yang salah kaprah. Syiah Safawi memberontak karena mereka jelas berbeda pandangan ideologi dengan Kekhalifahan Turki Usmani yang penganut Sunni. Pemberontakan ini adalah pemberontakan ideologi (keyakinan) dan politik."

Bahkan dalam blog kerajaan Safawi tulisan tentang sejarah dan ajarannya cukup jelas. Berikut saya kutipkan beberapa kalimat yang lebih rinci.

"Kerajaan Safawi mempunyai perbedaan dari dua kerjaan besar Islam lainnya seperti kerajan Turki Usmani dan Mughal. Kerajaan ini menyatakan sebagai penganut Syi’ah dan dijadikan madzhab Negara. Oleh karena itu, kerajaan Safawi dianggap sebagai peletak dasar pertama terbentuknya Negara Iran dewasa ini.

Dalam perkembangannya Bangsa Safawi (tarekat Safawiyah) sangat fanatik terhadap ajaran-ajarannya. Hal ini ditandai dengan kuatnya keinginan mereka untuk berkuasa karena dengan berkuasa mereka dapat menjalankan ajaran agama yang telah mereka yakini (ajaran Syi’ah). Karena itu, lama kelamaan murid-murid tarekat Safawiyah menjadi tentara yang teratur, fanatik dalam kepercayaan dan menentang setiap orang yang bermazhab selain Syiah.

Bermula dari prajurit akhirnya mereka memasuki dunia perpolitikan pada masa kepemimpinan al junaid. Dinasti safawi memperluas geraknya dengan menumbuhkan kegiatan politik di dalam kegiatan kegiatan keagamaan. Perluasan kegiatan ini menimbulkan konflik dengan penguasaan kara koyunlu (domba hitam), salah satu suku bangsa turki yang akhirnya menyebabkan kelompok Junaid kalah dan diasingkan ke suatu tempat. Di tempat baru ini ia mendapatkan perlindungan dari penguasa Diyar Bakr, AK –Koyunlu juga suku bangsa turki. Ia tinggal di istana Uzun hasan, yang ketika itu menguasai sebagian besar Persia.

Tahun 1459 M, Junaid mencoba merebut Ardabil tapi gagal. Pada tahun 1460 M. Ia mencoba merebut Sircasia tetapi pasukan yang dipimpinnya dihadang oleh tentara Sirwan dan ia terbunuh dalam pertempuran tersebut. Penggantinya diserahkan kepada anaknya Haidar pada tahun 1470 M, lalu Haidar menikah dengan seorang cucu Uzun Hasan dan lahirlah Ismail dan kemudian hari menjadi pendiri kerajaan Safawi dan mengatakan bahwa Syi’ah-lah yang resmi dijadikan mazhab kerajaan ini. Kerajaan inilah yang dianggap sebagai peletak batu pertama negara Iran."

Sebelum mengakhiri artikel ini, sekarang saya bertanya, pahamkah Anda dengan tulisan saya di awal yang langsung memberi judul distorsi ketika film ini pertama kali ditayangkan? Saya ingatkan lagi, Belajarlah sejarah karena sejarah menuntun kepada kebenaran. Tanpa pengetahuan sejarah kita akan selalu mudah digiring kepada kerancuan.

Penulis adalah alumnus Universitas Pasundan, Bandung

Anak anak Palestina Sambut Serbuan Militer Zionis di Masjidil Aqsha dengan Takbir

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Berbagai elemen penjajah Zionis pada hari Ahad (14/06/2015) menyerbu Masjidil Aqsha. Jumlah mereka sekitar 100 orang lebih yang terdiri dari serdaru berpakaian militer dan pemukim Yahudi.

Disebutkan bahwa 50 anggota militer Zionis menyerbu Masjidil Aqsha usai dzuhur dari arah pintu barat masjid (al Maghariba) dan di tengah-tengah penjagaan ketar dari pasukan penjajah Zionis. Mereka melakukan tour di berbagai penjuru Masjidil Aqsha, termasuk piring Kubah Shakhrah.

Penyerbuan para anggota militer Zionis ini disambut dengan teriakan takbir dan yel-yel dari anak-anak yang melakukan kegiatan musim panas di masjid. Mereka menolak aksi para anggota militer Zionis tersebut. Mereka mengadakan serangkaian kegiatan pendidikan dan himbuan untuk membela Masjidil Aqsha.

Selain anggota militer Zionis, ada 59 pemukim pendatang Yahudi menyerbu Masjidil Aqsha antara pagi dan usai dzuhur. Mereka juga melakukan tour di berbagai penjutu masjid, menengarkan penyelasan seputar senjata dan petunjuk sinagog yang mereka klaim dari para rabi Yahudi.

Di sisi lain, pasukan penjajah Zionis pada Ahad siang menangkap dua remaja dari daerah Kabul dan Hebron saat keduanya keluar dari Masjidil Aqsha. Keduanya dibawa ke pusat penahanan Zionis di Fasyla untuk menjalani pemeriksaan.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom