Kenapa Rezim Nushairy Menyerahkan Kota Tadmur kepada ISIS?

JURNALISLAM.COM – Seorang ikhwan memposting dalam twitternya @ALseaase satu bulan sebelum serangan terhadap Aleppo Utara oleh ISIS. Ia menjelaskan beberapa alasan kenapa rezim Nushairiyah menyerahkan kota Tadmur kepada ISIS. Berikut kami hadirkan tulisan selengkapnya.

Rezim ini (Nushairiyah) bersekongkol untuk mendorong langkah mundur revolusi Suriah. Setelah kemenangan yang dicapai oleh Jaysh Al-Fath di Suriah dan kemajuan konstan dalam membebaskan kota-kota dan pangkalan militer, rezim Nushairy menyadari bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan Jaysh Al-Fath.

Kemenangan terakhir Jaysh Al-Fath diraih karena tiga alasan utama:

1. Persatuan antara faksi-faksi dalam operasi bersama
2. ISIS sibuk dengan Irak
3. Rawafid di Irak sibuk dengan diri mereka sendiri

Faktor-faktor ini membuat perjuangan Suriah kembali ke masa sebelumnya dua tahun lalu, yang berarti sebelum ISIS masuk Suriah. Ini berarti tanda-tanda berakhirnya rezim Nusairy. Rezim Nusairy mengetahui bahwa kemenangan yang dicapai para pejuang adalah karena mereka bersedia untuk melawan, dan tidak ada hal-hal yang dapat mengganggu pejuang. Kemenangan ini terjadi karena ISIS sibuk dengan Irak dan pelumpuhan Hazm dan Ma'rouf.

Rezim Nushairy hampir berakhir, tetapi mereka saat ini sedikit mengambil napas setelah ISIS memasuki Deir Zor dan perang meradang di Suriah Timur antara ISIS dan Jabhah Nusrah. Sehingga rezim Nushairy ingin mengambil napas lagi setelah menderita kekalahan beruntun, itu sebabnya mereka tidak menyusun rencana selain menarik diri dari Tadmur sehingga ISIS dapat memasukinya dan mendekati Jaysh Al-Fath.

Masuknya ISIS di Tadmur berarti bahwa mereka akan mendekat ke wilayah di mana Jaysh Al-Fath hadir, dan sumber kekuatannya ada di Utara dan pusat Suriah, yang berarti kembalinya perang internal. Ketika ISIS menetapkan dirinya di Tadmur, mereka akan merayap ke Idlib dan Aleppo, dan akan memulai perang melawan Jaysh Al-Fath di wilayah mereka, yang berarti bahwa revolusi Suriah akan kembali menuju langkah mundur.

Ya Allah.. Engkau lebih mengasihi jamaah-Mu dibandingkan kami, Ya Allah berlaku lembutlah kepada orang-orang Syam dan beri mereka jalan keluar dari setiap kesulitan, Ya Allah lindungi mereka dari kejahatan tangan ISIS setelah jatuhnya Tadmur.

Akankah Jaysh Al-Fath maju ke Ladiqiya dan pantai Suriah setelah punggung mereka terekspos oleh mereka yang bersekongkol untuk mengambil wilayah yang telah dibebaskan? Jawaban atas pertanyaan ini akan membuka kepada semua orang mengapa rezim Nusairy memutuskan menarik diri dari Tadmur. Rezim ingin menahan agar Jaysh Al-Fath tidak bergerak maju ke pantai agar mereka tidak mengalami kekalahan lebih banyak lagi!

http://justpaste.it/tadmur

Sambut Bulan Suci, Umat Islam Bima Adakan Parade Ramadhan

BIMA (Jurnalislam.com) – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1436 H,  umat Islam Bima mengadakan Parade Ramadhan, Selasa (16/6/2015). Parade tersebut diikuti oleh FUI Bima, Jamaah Ansharus Syariah, pondok-pondok pesantren, hingga beberapa Sekolah Dasar Islam Terpadu yang ada di Kota Bima.

Ketua Perayaah Hari Besar Islam (PHBI) Kota Bima, H Ahmad S.Ag mengapresiasi kegiatan tersebut. Beliau mengatakan Parade Ramadhan harus dilestarikan.

“Ini adalah sebuah kegiatan yang harus dilestarikan, walaupun untuk pertama kalinya di Bima ini dilakukan dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan,” kata H Ahmad dalam sambutannya.

Lebih lanjut beliau menyampaikan, kegiatan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam kegiatan-kegiatan PHBI. "Ini akan menjadi bahan pertimbangan kami dalam rangka menyusun kegiatan-kegiatan selanjutnya, karena kita sadari bahwa kegiatan seperti ini adalah kegiatan untuk menyambut tamu agung kita yaitu bulan Ramadhan," sambungnya.

Beliau juga mengajak umat Islam untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai ajang silaturahmi dan memperkuat ukhuwah. "Mari kita gunakan kesempatan ini juga untuk bersilaturrahim dan memperkuat ukhuwah kita.  Dan ke depannya kita akan upayakan agar kegiatan seperti ini bisa kita maksimalkan lagi," ujarnya.

Sementara itu, ketua MUI Kota Bima, Drs. HM Saleh Ismail dalam tausiyahnya menyampaikan Bulan Ramadhan adalah bulan perjuangan. Berjuang untuk melawan segala sesuatu yang akan mengikuti hawa nafsu.

“Mari kita persiapkan diri kita baik jasmani maupun rohani untuk menghadapi bulan Ramadhan ini, terutama kita beramal dengan sebanyak-banyaknya," tuturnya dalam tausyiah Marhaban ya Ramadhan yang sekaligus menutup acara Parade Ramadhan 1436 H. 

"Kita juga harus menyambut Ramadhan ini dengan tekad yang sungguh-sungguh, kemauan yang sungguh-sungguh sehingga nanti pada saat bulan Ramadhan baik siang ataupun malam harinya kita bisa beramal dengan maksimal," imbuhnya.

Acara yang dimulai pada pukul 16.00 Wita itu berakhir pada pukul 17.30 Wita dengan rute Lapangan Merdeka menuju Masjid Raya Kota Bima.

Reporter : Sirath | Editor : Ally | Jurniscom

 

 

Klarifikasi Imarah Islam Afghanistan Tentang Konferensi Internasional di Oslo

AFGHANISTAN ( Jurnalislam.com) – Tiga orang delegasi dari Kantor Politik Imarah Islam Afghanistan yang dipimpin oleh yang dihormati Syeikh Tayyab Agha akan menghadiri konferensi dua hari di Oslo, ibukota Norwegia, pada hari Ahad tanggal 16 Juni 2015.

Konferensi tersebut diadakan setiap tahun di Oslo mendiskusikan masalah yang dihadapi oleh berbagai negara di seluruh dunia dan dihadiri oleh sekitar 150 pejabat tinggi dari berbagai negara dan bahkan oleh menteri luar negeri dari beberapa negara.

Para peserta dalam konferensi tahun ini akan mengekspresikan pandangan mereka mengenai gejolak dan masalah di Yaman, Sudan, Somalia dan Afghanistan.

Norwegia mengundang Kepala Dinas Politik Imarah Islam untuk berpartisipasi dalam konferensi tersebut. Imarah Islam juga menganggap hal itu sebagai kesempatan yang baik untuk menyampaikan suara bangsa yang tertindas dan tuntutan hukum, yaitu akhir pendudukan dan pembentukan sebuah pemerintahan Islam di Afghanistan kepada dunia dan membantu mereka memahami realitas melalui konferensi internasional ini.

Beberapa media telah memberitakan bahwa delegasi Imarah Islam akan mengadakan pembicaraan tatap muka dengan para pejabat pemerintahan Kabul di Oslo. Klaim ini tidak benar dan tidak ada konferensi yang diadakan untuk tujuan semacam itu.

Juru bicara Imarah Islam Afghanistan

Zabihullah Mujahid
28/08/1436 H – 15/06/2015 M

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Turki Ajak Dunia Internasional Ambil Tindakan atas Keputusan Pengadilan Mesir

ANKARA (Jurnalislam.com)  – Pemerintah Turki mengutuk keputusan pengadilan Mesir pada hari Selasa (16/06/2015) yang menjatuhkan hukuman mati kepada Presiden Mesir pertama yang terpilih secara sah, Muhammad Mursi, pemimpin Ikhwanul Muslimin dan puluhan pendukungnya.

"Keputusan ini merupakan pembantaian keadilan, serta hak-hak dasar dan kebebasan," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa dalam sebuah pernyataan.

Erdogan mengatakan bahwa keputusan hukuman seumur hidup terhadap Mursi pada kasus kedua di hari Selasa tersebut juga merupakan salah satu "indikator paling jelas bahwa pemerintahan kudeta menginjak-injak hukum".

Dia ingat bahwa pemerintahan yang sama telah menewaskan ribuan orang tak bersalah dan memenjara puluhan ribu sejak Juli 2013 saat Presiden Mursi digulingkan oleh kudeta militer yang dipimpin Abdel Fattah el-Sisi.

Erdogan mendesak masyarakat internasional untuk "mengambil tindakan" dalam rangka "mengakhiri program yang secara serius dapat membahayakan tatanan sosial di Mesir, dan untuk mencabut hukuman mati yang diberikan atas instruksi pemerintahan kudeta".

Presiden Turki mengatakan bahwa pencabutan hukuman tersebut sangat penting untuk mencapai "rekonsiliasi sosial dan pemulihan stabilitas di Mesir".

Dia mengatakan bahwa Turki akan selalu berdiri bersama rakyat Mesir, dan ingin melihat akal sehat, demokrasi dan aturan hukum berlaku di Mesir.

Ketua Parlemen Turki Cemil Cicek juga mengutuk hukuman mati dan meminta pemerintah Kairo untuk mencabut keputusan itu.

Cicek menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil tindakan dan mengutuk keputusan pengadilan yang diharuskan oleh demokrasi, supremasi hukum dan hak asasi manusia.

Pengadilan Mesir pada hari Selasa menjatuhkan hukuman mati bagi mantan Presiden Muhammad Mursi atas tuduhan pembobolan penjara. Pengadilan juga menjatuhkan hukuman mati terhadap lima pemimpin Ikhwanul Muslimin, termasuk pemimpin tertinggi Mohamed Badie, atas tuduhan mengambil bagian dalam pembobolan penjara massal pada tahun 2011.

Hampir 100 orang lain juga dihukum – in absentia – ke tiang gantungan, termasuk cendekiawan Muslim terkemuka Yusuf al-Qaradawi.

Pengadilan yang sama sebelumnya pada hari Selasa menjatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap Mursi dan 16 terdakwa lain atas tuduhan bersekongkol dengan kelompok perlawanan  Palestina Hamas. Pengadilan juga menjatuhkan hukuman mati kepada 16 terdakwa tersebut atas tuduhan yang sama.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, berbicara kepada Anadolu Agency, juga mengutuk keras putusan hukuman mati. "Mudah-mudahan, akan ada langkah mundur," katanya.

Cavusoglu berbicara di kota Jeddah Arab Selatan, dimana ia berpartisipasi dalam pertemuan luar biasa Organisasi Kerjasama Islam di Yaman.

Menteri luar negeri mengatakan: "Kami belum pernah melihat melihat praktek-praktek yang dilakukan oleh administrasi pemerintah kudeta."

Secara terpisah, Menteri Kebudayaan Turki Omer Celik meminta pemerintah Mesir untuk melihat kembali sejarah Turki dan mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

"Mereka yang membuat keputusan ini, biarkan mereka melihat sejarah Turki. Mereka yang menjatuhkan hukuman mati kepada perdana menteri Turki dan anggota kabinet [di tahun 1960], akan teringat dengan kecaman hari ini."

Wakil ketua Justice and Development Party yang berkuasa di Turki, Yasin Aktay, juga mengutuk hukuman mati terhadap Mursi, menyebutnya sebagai gerakan "panik" yang dibuat oleh pemerintahan kudeta untuk melegitimasi dirinya sendiri.

Beberapa yayasan masyarakat sipil Turki, termasuk Yayasan Bantuan Kemanusiaan IHH, juga mengecam hukuman mati tersebut.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

Membongkar Jamaah Islam Nusantara (JIN)

JURNALISLAM.COM – Sejak terbitnya Fatwa MUI pada tahun 2005 tentang kesesatan SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), maka kalangan Sepilis sibuk mencari nama baru yang manipulatif sehingga mudah menipu, menjebak dan membodohi masyarakat awam.

Akhirnya, mereka gonta-ganti nama, sebentar Islam Moderat, sebentar Islam Inklusif, sebentar lagi Islam Multikulturalisme, namun tetap tidak laku, karena masih ada aroma bahasa asing (Inggris), sehingga tetap dicurigai oleh masyarakat.

Kini, mereka menggunakan nama yang bisa lebih akrab dengan masyarakat Indonesia, dengan aroma Kebangsaan dan Nasionalisme Indonesia, yaitu Islam Nusantara. Namun isinya tetap beraroma SEPILIS, karena jargonnya tetap sama, yaitu : Human Right, Freedom and Local Wisdom (HAM, Kebebasan dan Kearifan Lokal).

Konsep Islam Nusantara

Hanya saja kali ini, JIN lebih mengedepankan Misi Budaya. Atas nama Budaya Nusantara, JIN pelan tapi pasti ingin menggerus ajaran Islam. Saat ini, PROPAGANDA JIN, antara lain :

1. ISLAM PENDATANG

Bagi JIN bahwa Islam di Indonesia adalah “pendatang” dari Arab yang “numpang”, bukan agama “asli” bangsa Indonesia.

TANGGAPAN : Islam adalah agama asli yang turun dari Langit untuk seluruh penduduk Bumi, karena Islam datang dari Allah SWT Sang Pemilik Alam Semesta, sehingga Islam dimana saja di atas Bumi Allah SWT akan selalu menjadi agama “Asli” yang “Pribumi”, dan tidak akan pernah jadi “Pendatang”.

Jadi, Islam bukan dari Arab, tapi dari Langit yang diturunkan pertama kali di tengah orang Arab, kemudian disebarkan ke seluruh Dunia.

2. PRIBUMISASI ISLAM

Islam sebagai pendatang dari Arab harus tunduk dan patuh kepada Indonesia selaku Pribumi, sehingga Islam harus siap “Dipribumisasikan” agar tunduk kepada Budaya setempat

Karenanya, tidak boleh lagi ada istilah “Islamisasi Indonesia”, tapi yang mesti dilaksanakan adalah “Indonesia-isasi Islam”. Jadi, jangan pernah katakan “Indonesia Negara Islam”, tapi katakanlah “Islam ada di Indonesia”.

TANGGAPAN : Jika pola pikir ini benar, maka Islam di China mesti di-Cina-isasi, dan Islam di India mesti
di-India-isasi, serta Islam di Amerika juga mesti di-Amerika-isasi, dan seterusnya, sehingga Islam di Dunia jadi bermacam-macam dan berjenis-jenis sesuai negerinya.

Jika mundur lagi ke belakang, mestinya saat Islam ada di tengah masyarakat Jahiliyyah, maka Islam harus di-Jahiliyyah-isasi.

Jelas, pola pikir di atas ngawur dan tidak ilmiah, bahkan sesat menyesatkan.

3. TOLAK ARABISASI

Islam yang ada di Indonesia selama ini adalah “Islam Arab”, sehingga Budaya Nusantara terancam dan tergerus oleh Arabisasi.

Karenanya, di Indonesia semua Budaya Arab yang menyusup dalam Islam harus diganti dengan Budaya Nusantara, sehingga ke depan terwujud “Islam Nusantara” yang khas bagi Bangsa Indonesia.

Intinya, JIN menolak semua Budaya Islam yang beraroma Arab, karena dalam pandangan mereka semua itu adalah “Arabisasi Islam”, sehingga perlu ada Gerakan “Indonesia-isasi Islam” di Nusantara.

TANGGAPAN : Rasulullah SAW diutus di tengah Bangsa Arab untuk meng-Islam-kan Arab, bukan meng-Arab-kan Islam. Bahkan untuk meng-Islam-kan seluruh Bangsa-Bangsa di Dunia, bukan untuk meng-Arab-kan mereka.

Jadi, tidak ada Arabisasi dalam Islam, yang ada adalah Islamisasi segenap umat manusia.

4. AMBIL ISLAM BUANG ARAB

Islam sebagai pendatang dari Arab tidak boleh mengatur apalagi menjajah Indonesia, tapi Islam harus tunduk dan patuh kepada Indonesia selaku Pribumi.

Karenanya, Bangsa Indonesia boleh ambil Budaya Islam, tapi wajib tolak Budaya Arab, agar supaya Budaya Nusantara tidak terjajah dan tidak pula tergerus oleh Budaya Arab.

TANGGAPAN : Ini adalah Propaganda Busuk JIN yang ingin menolak Budaya Islam dengan “dalih” Budaya Arab. Pada akhirnya nanti, semua ajaran Islam yang ditolak dan tidak disukai JIN, akan dikatakan sebagai “Budaya Arab”.

Dan propaganda ini sangat berbahaya, karena menumbuh-suburkan sikap RASIS dan FASIS, serta melahirkan sikap ANTI ARAB, yang pada akhirnya mengkristal jadi ANTI ISLAM.

5. AMBIL ISLAM BUANG JILBAB

Menurut JIN bahwa Jilbab adalah Budaya Arab karena merupakan pakaian Wanita Arab, sehingga harus diganti dengan pakaian adat Nusantara.

TANGGAPAN : JIN buta sejarah, karena di zaman Jahiliyyah, masyarakat Arab tidak kenal Jilbab, dan Wanita Arab tidak berjilbab. Bahkan Wanita Arab saat itu terkenal dengan pakaian yang umbar aurat dan pamer kecantikan, serta Tradisi Tari Perut yang buka puser dan paha.

Lalu datang Islam mewajibkan Wanita Muslimah untuk berjilbab menutup Aurat, sehingga Wanita Muslimah jadi berbeda dengan Wanita Musyrikah. Dengan demikian, Jilbab adalah Busana Islam bukan Busana Arab, dan Jilbab adalah Kewajiban Agama bukan Tradisi dan Budaya.

6. AMBIL ISLAM BUANG SALAM

Ucapan “Assalaamu ‘Alaikum” adalah Budaya Arab, sehingga harus diganti dengan “Salam Sejahtera” agar bernuansa Nusantara dan lebih menunjukkan jatidiri Bangsa Indonesia.

TANGGAPAN : Lagi-lagi JIN buta sejarah, karena di zaman Jahiliyyah, salam masyarakat Arab adalah “Wa Shobaahaah”, bukan “Assalaamu ‘Alaikum”.

Lalu datang Islam yang mengajarkan umatnya salam syar’i antar kaum muslimin, yaitu “Assalaamu ‘alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh”. Jadi, “Assalaamu ‘Alaikum” adalah “Tahiyyatul Islam” bukan “Tahiyyatul ‘Arab.”

7. AMBIL TILAWAH QUR’AN BUANG LANGGAM ARABNYA

Termasuk Baca Al-Qur’an tidak perlu lagi dengan Langgam Arab, tapi sudah saatnya diganti dengan Langgam Nusantara seperti Langgam Jawa dan Sunda atau lainnya, agar supaya lebih Indonesia.

TANGGAPAN : Membaca Al-Qur’an dengan Langgam Arab bukan kemauan orang Arab, akan tetapi perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Dan karena Al-Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab, tentu membacanya harus dengan Langgam Arab, agar sesuai dengan intonasi makna dan arti. Dan itu pun tidak tiap Langgam Arab boleh untuk Tilawah Al-Qur’an.

Langgam Gambus dan Langgam Qoshidah berasal dari Arab, tapi tidak boleh digunakan untuk Tilawah Al-Qur’an, karena keduanya adalah Langgam Seni dan Budaya serta Musik dan Hiburan.

Apalagi Langgam Tari Perut yang merupakan Langgam Seni dan Budaya Arab untuk pertunjukan ma’siat, lebih tidak boleh digunakan untuk Tilawah Al-Qur’an.

Karenanya, membaca Al-Qur’an dengan Langgam selain Arab tidak diperkenankan, karena memang tidak sesuai dengan pakem Bahasa Arab, sehingga tidak akan sesuai dengan intonasi makna dan arti.

Apalagi dengan Langgam Seni dan Budaya selain Arab yang digunakan untuk hiburan dan pertunjukan, seperti Langgam Dalang Pewayangan, Langgam Sinden Jaipongan, Langgam
Gambang Kromong, dan sebagainya, tentu lebih tidak boleh lagi.

Allah SWT telah menganugerahkan Bangsa Indonesia kefasihan dalam Lisan Arab, sehingga dari Sabang sampai Merauke, orang dewasa maupun anak-anak, sangat fasih dalam mengucapkan lafzhul Jalalah “Allah” dan aneka Dzikir seperti “Subhanallah wal Hamdulillaah wa Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar.” Dan mereka pun sangat fasih juga dalam membaca Al-Qur’an.

Bahkan Bangsa Indonesia sangat Ahli dalam Ilmu Tajwid dan amat piawai dalam Tilawatil Al-Qur’an dengan Langgam Arab, sehingga di hampir setiap Musabaqoh Tilawatil Qur’an Internasional, para Qori Indonesia banyak sukses dan berhasil keluar jadi Juara Dunia Tilawah.

Karenanya, pembacaan Al-Qur’an dengan Langgam Dalang Pewayangan adalah “Kemunduran”, dimana Bangsa Indonesia yang sudah sangat maju dalam Tilawatil Qur’an, hingga mengungguli Bangsa Arab sekali pun, lalu dibawa mundur jauh ke Alam Mitos Pewayangan di zaman Semar dan Petruk.

8. AMBIL AL-QUR’AN BUANG BAHASA ARABNYA

Baca Al-Qur’an tidak mesti dengan Bahasa Arab, tapi cukup dengan terjemah Indonesianya saja, agar umat Islam Indonesia bisa langsung menyimak dan memahami makna dan arti ayat-ayat yang dibaca.

TANGGAPAN : Inilah tujuan sebenarnya dari Propaganda JIN yaitu menjauhkan Al-Qur’an dari umat Islam, karena mereka paham betul bahwa Ruh dan Jiwa Islam adalah Al-Qur’an.

Bagi JIN, siapa ingin hancurkan dan lenyapkan Islam, hancurkan dan lenyapkanlah Al-Qur’annya.

Jadi jelas sudah, bahwa yang diserang JIN sebenarnya bukan Arab, tapi Islam.

Karenanya, selain yang sudah disebutkan di atas, JIN juga melakukan aneka ragam propaganda ANTI ARABISASI untuk merealisasikan tujuan busuknya, antara lain :

a. Menolak istilah-istilah yang diambil dari Bahasa Arab, hingga sebutan Abi dan Ummi pun mereka kritisi, sehingga harus diganti dengan istilah-istilah Indonesia, tapi lucunya mereka alergi dengan istilah Arab namun sangat suka dan amat fasih menggunakan istilah-istilah Barat.

b. Menolak penamaan anak dengan nama-nama Islam yang diambil dari
Bahasa Arab, sehingga anak Indonesia harus diberi nama Indonesia. Tapi lucunya mereka senang dan bangga dengan penamaan anak Indonesia dengan nama-nama Barat dengan dalih lebih modern, walau pun bukan nama Indonesia.

c. Bahkan mulai ada rumor penolakan terhadap pengkafanan mayyit dengan Kain Putih karena beraroma Tradisi Arab, sehingga perlu diganti dengan Kain Batik agar kental aroma Indonesia. Bahkan mereka mulai tertarik dengan pakaian Jas dan Dasi Barat buat mayyit sebagaimana pengurusan Jenazah Non Islam, dengan dalih jauh lebih keren dan rapih ketimbang “pocong”, walau bukan Budaya Indonesia.

FITNAH JIN

Jika ada yang menolak gerakan JIN, maka serta merta dituduh dan difitnah : Tidak Nasionalis dan Tidak Pancasilais, serta Anti Kebangsaan dan Anti Nusantara, juga Intoleransi dan Fundamentalis, bahkan Ekstrimis dan Teroris.

Padahal, Islam tidak mengenal RASIS dan FASIS. Siapa pun manusianya, apa pun suku bangsanya, selama mereka beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW maka mereka bersaudara.

Dan umat Islam sangat menghargai Seni dan Budaya Bangsa-Bangsa di Dunia, selama tidak melanggar Syariat Islam.

Karenanya, umat Islam di Indonesia sangat terbuka menggunakan Langgam aneka daerah dalam Da’wah melalui seni Qashidah dan Sholawat serta Syair Islam, sebagaimana pernah dilakukan para Wali Songo ketika menyebar-luaskan Islam ke seluruh Nusantara. Namun tidak untuk Tilawatil Qur’an.

Lihat saja, aneka Syair Sholawat dan Dzikir serta Doa di berbagai daerah se-Nusantara, antara lain ;

1. Sholawat PADANG BULAN dan LIR ILIR yang masyhur di masyarakat Jawa, dan sering dibawakan oleh Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo. Lihat linknya di You Tube :

PADANG BULAN – https://youtu.be/604Ji65mWB8

LIR ILIR – https://youtu.be/wXaN-SqbHpc

2. Dzikir ADUH GUSTI yang populer di masyarakat Sunda :

Ilaahii Lastu Lil Firdausi Ahlan Wa Laa Aqwaa ‘Alaa Naaril Jahiimi

Fahablii Taubatan Waghfir Dzunuubii Fa Innaka Ghoofirudz Dzanbil ‘Azhiimi …

Aduh Gusti, abdi sanes ahli Surga Namun hante kiat Nahan panas Neraka

Mugi Gusti, kersa maparinan tobat
Ngahampura dosa Abdi anu lepat

KESIMPULAN

JIN (Jemaat Islam Nusantara) merupakan paham yang sesat dan menyesatkan, serta bukan dari ajaran Islam, sehingga wajib ditolak dan dilawan serta diluruskan.

JIN adalah Gerombolan RASIS dan FASIS yang ANTI ARAB, bahkan ANTI ISLAM. Jika mereka bisa mendapatkan jalan untuk menolak KEARABAN bahasa Al-Qur’an atau KEARABAN suku bangsa Nabi Muhammad SAW dan Keluarga serta para Shahabatnya, niscaya akan mereka lakukan, saking bencinya terhadap Arab, dan dengkinya terhadap Islam.

Na’uudzu Billaahi Min Dzaalik ..

Penulis adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)

Inilah Alasan Pengadilan Mesir Menghukum Mati Mursi dan Yusuf Qaradawi

MESIR (Jurnalislam.com) – Pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati bagi presiden terpilih Muhammad Mursi pada hari Selasa (16/06/2015) dalam kasus yang dituduhkan dengan pembobolan penjara massal tahun 2011, World Bulletin melaporkan.

Pengadilan telah meminta hukuman mati bagi Mursi pada bulan Mei dan mengajukannya ke Grand Mufti Shawqi Allam, otoritas keagamaan paling senior di negara itu, langkah hukum yang diperlukan untuk hukuman mati.

Memperingati 4 Tahun Kudeta Berdarah Militer Mesir pada Presiden Mursi

Pembina umum Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie, juga dijatuhi hukuman mati.

Pengadilan Mesir juga menjatuhkan hukuman mati in absentia bagi ulama Islam Syeikh Yusuf al-Qaradawi, Selasa, dalam kasus yang juga dituduhkan dengan pembobolan penjara massal pada tahun 2011.

Saudi Arabia, Bahrain, Qatar, Yordania, Uni Emirat Arab Tetapkan 1 Ramadhan 1436 H pada Hari Kamis

ARAB SAUDI ( Jurnalislam.com) – Mahkamah Agung Arab Saudi telah mengumumkan bahwa hari pertama bulan suci Ramadhan Adalah Kamis, 18 Juni 2015, Al Arabiya News Channel melaporkan. Hilal tidak terlihat pada hari selasa sore.

Mahkamah Agung Arab Saudi telah meminta warga untuk mengawasi keluarnya hilal pada hari  Selasa sore (17/06/2015), yang  jika terlihat maka akan menandai awal bulan Ramadhan hari Rabu.

Jika Hilal tidak terlihat pada selasa sore, puasa akan dimulai hari Kamis.

Di tempat lain di Teluk, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Qatar juga mengumumkan awal Ramadhan adalah hari Kamis.

Dan di Amman, otoritas keagamaan mengatakan Yordania Ramadan akan dimulai di sana pada hari Kamis.

Deddy | Alarabiya | AFP | Jurniscom

Ormas Islam Dilarang Sweeping, FUI Cirebon : Pemerintah Bebaskan Kemaksiatan

CIREBON (Jurnalislam.com) – Menanggapi pernyataan Menang dan Polri terkait larangan sweeping saat Ramadhan oleh ormas Islam, Ketua Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Cirebon, Prof Dr Salim Badjri menilai pemerintah telah memberikan kebebasan kepada kemaksiatan.

"Sebab, Menag mengatakan yang berpuasa harus menghormati yang tidak puasa, termasuk yang berbuat maksiat. Berarti diskotik-diskotik supaya bebas dan dijaga," sindirnya. 

Beliau juga menyayangkan keputusan Polri dan juga Menag yang melarang ormas Islam untuk sweeping selama Ramadhan. Padahal menurutnya, ormas Islam itu telah membantu tugas kepolisian.

"Ormas Islam justru membantu tugas Polri agar bulan Ramadhan ini dihormati dan jangan ada nampak bentuk kemaksiatan, karena umat Islam Indonesia adalah mayoritas," tegasnya kepada Jurniscom, Selasa (16/6/2015).

Seperti diketahui, sejumlah Kepolisian Daerah meminta ormas-ormas Islam untuk tidak melakukan sweeping selama bulan Ramadhan. Bahkan, Kapolda Jawa Timur,  Inspektur Jenderal Anas Yusuf , mengancam akan menindak tegas ormas yang sweeping pada bulan Ramadhan.

“Kami sudah sampaikan itu kepada beberapa ormas karena tentu kami akan tindak tegas,” kata Anas seperti dilansir Tempo, pekan lalu.

Hal senada disampaikan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. "Pas puasa, ormas jangan sweeping, karena kearifan masing-masing pihak," ujar Lukman di Jakarta, Senin, (15/6/2015).

Reporter : Agung | Editor : Ally | Jurniscom

Jama’ah Ansharusy Syari’ah Tetapkan 1 Ramadhan 1436 H Jatuh pada Hari Kamis

JAKARTA (Jurnalislam.com)  – Jamaah Ansharusy Syariah menetapkan 1 Ramadhan 1436 H jatuh pada hari Kamis, 18 Juni 2015. Keputusan tersebut diambil setelah tidak berhasilnya tim Rukyatul Hilal Ansharusyariah melihat hilal di beberapa wilayah di Indonesia. Berikut pernyataan resmi Jamaah Ansharusy Syariah terkait penetapan 1 Ramadhan 1436 H.

Bismillahirahmanirrahim,

Keputusan Majelis Syari’ah Jama’ah Ansharusy Syari’ah

No.: 002/MS-JAS/1436

Tentang :

Penetapan 1 Ramadhan 1436 H

Alhamdulillaah, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Beliau Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, para sahabat dan para pengikutnya hingga yaumil qiyamah.

Berdasarkan hadits-hadits berikut : Dari Shahabat Ibnu ‘Umar

ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ – – ﺫﻛﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﻘﺎﻝ : ‏« ﻻ ﺗﺼﻮﻣﻮﺍ ﺣﺘﻰ ﺗﺮﻭﺍ ﺍﻟﻬﻼﻝ، ﻭﻻ ﺗﻔﻄﺮﻭﺍ ﺣﺘﻰ ﺗﺮﻭﻩ، ﻓﺈﻥ ﻏﻢ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻓﺎﻗﺪﺭﻭﺍ ﻟﻪ ‏»

Bahwa Rasulullah menyebutkan bulan Ramadhan, maka beliau berkata : “Janganlah kalian bershaum hingga kalian melihat al hilâl, dan janganlah kalian ber’idul fitri hingga kalian melihatnya. Jika kalian terhalangi (oleh mendung, debu, atau yang lainnya) maka tentukan/perkirakanlah untuknya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh : Al-Bukhari 1906; Muslim 1080; An-Nasâ’i no. 2121; Demikian juga Mâlik dalam Al-Muwaththa` no. 557; Ahmad (II/63)

‏« ﺍﻟﺸﻬﺮ ﺗﺴﻊ ﻭﻋﺸﺮﻭﻥ، ﻓﻼ ﺗﺼﻮﻣﻮﺍ ﺣﺘﻰ ﺗﺮﻭﺍ ﺍﻟﻬﻼﻝ ﻭﻻ ﺗﻔﻄﺮﻭﺍ ﺣﺘﻰ ﺗﺮﻭﻩ، ﻓﺈﻥ ﻏﻢ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻓﺄﻛﻤﻠﻮﺍ ﺍﻟﻌﺪﺓ ﺛﻼﺛﻴﻦ ‏»

“Satu bulan itu dua puluh sembilan hari. Maka janganlah kalian memulai ibadah shaum sampai kalian melihat Al Hilâl, dan janganlah kalian ber’idul fitri sampai kalian melihatnya. Jika terhalang atas kalian maka sempurnakanlah bilangan bulan menjadi tiga puluh hari.”

Diriwayatkan oleh Al-Imâm Al-Bukhâri 1907; Asy-Syâfi’i dalam Musnad-nya no. 435 (I/446). Dalam riwayat lain dengan lafazh :

‏« ﻓﺼﻮﻣﻮﺍ ﻟﺮﺅﻳﺘﻪ ﻭﺃﻓﻄﺮﻭﺍ ﻟﺮﺅﻳﺘﻪ ﻓﺈﻥ ﺃﻏﻤﻲ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻓﺎﻗﺪﺭﻭﺍ ﻟﻪ ﺛﻼﻟﻴﻦ ‏»

“Bershaumlah kalian berdasarkan ru`yatul hilâl dan ber’idulfitri lah kalian berdasarkan ru`yatul hilâl. Jika Al-Hilâl terhalangi atas kalian, maka tentukanlah untuk bulan tersebut menjadi tiga puluh.”

Diriwayatkan oleh Al-Imâm Muslim 1080. Diriwayatkan pula oleh Abû Dâwûd no. 2320 Dalam riwayat Ad-Daraquthni dengan lafazh :

‏« ﻻَ ﺗَﺼُﻮﻣُﻮﺍ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺮَﻭُﺍ ﺍﻟْﻬِﻼَﻝَ ﻭَﻻَ ﺗُﻔْﻄِﺮُﻭﺍ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺮَﻭُﺍ ﺍﻟْﻬِﻼَﻝَ ﻓَﺈِﻥْ ﻏُﻢَّ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻓَﺼُﻮﻣُﻮﺍ ﺛَﻼَﺛِﻴﻦَ ‏»

“Janganlah kalian memulai ibadah shaum sampai kalian melihat Al Hilâl, dan janganlah kalian ber’idul fitri sampai kalian melihat Al Hilâl. Jika terhalang atas kalian maka bershaumlah kalian selama tiga puluh hari.”

Berdasarkan data dan informasi sebagai berikut :

1. Laporan tim ru’yatul hilal dari 5 wilayah : Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur yang telah melakukan ru’yatul hilal di wilayahnya masing-masing dan hasilnya hilal tidak terlihat.

2. Informasi dari beberapa media terkait hilal di Indonesia hasilnya tidak terlihat hilal di seluruh wilayah di Indonesia.

3. Pengamatan hilal di negara-negara Timur Tengah dan Afrika sampai jam 02.00 WIB dini hari sebagai wujud ketetapan jamaah yang mengambil istimbat hukum wihdatul mathla’ / mathla’ global dan hasilnya hilal tidak terlihat.

Maka dengan ini kami memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1436 H jatuh pada hari Kamis, 18 Juni 2015 dengan menyempurnakan (istikmal) Sya’ban menjadi 30 hari.

Demikian ketetapan ini kami buat agar menjadi pedoman untuk a’dho dan kaum muslimin dalam menentukan 1 Ramadhan 1436 H.

Selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan, semoga kita masuk ke dalam hamba-hamba Allah Subhanaahu wa Ta’ala yang bertaqwa.

 

                                  Jakarta, 30 Sya’ban 1436 H / 17 Juni 2014

                                 Majelis Syari’ah Jama’ah Ansharusy Syari’ah

Ketua Majelis Syari’ah                                                        Sekretaris Majelis Syari’ah

Ustadz. Muzayyin Marzuki                                                     Ustadz. Fuad Al Hazimi

                                                           Amir Jamaah

                                                Ustadz Muhammad Achwan

 

Deddy | Jurniscom

 

AQAP Konfirmasi Gugurnya Syeikh Nasir al Wuhayshi

YAMAN (Jurnalislam.com)Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), cabang resmi al Qaeda, telah merilis sebuah video berisi pidato sanjungan (penghormatan)  untuk Syeikh Nasir al Wuhayshi, pemimpin paling senior kelompok tersebut. Syeikh Nasir al Wuhayshi  gugur dalam serangan pesawat tanpa awak AS awal bulan ini. Pidato tersebut dibacakan oleh Khaled al Batarfi, seorang veteran al Qaeda yang dibebaskan dari penjara setelah AQAP menyerbu kota pesisir Mukallah pada awal April.

Batarfi mengatakan bahwa Syeikh Nasir al Wuhayshi gugur bersama dua orang lain selama serangan Amerika. Qasim al Raymi, yang ikut mendirikan AQAP pada awal 2009, telah dipilih sebagai pengganti Syeikh Nasir al Wuhayshi.

Departemen Luar Negeri AS telah memasukkan al Raymi ke daftar teroris global pada Mei 2010, mengatakan bahwa ia "memainkan peran penting dalam menghidupkan kembali simpul regional" Al Qaeda di Yaman setelah ia melarikan diri dari penjara pada tahun 2006. Syeikh Nasir al Wuhayshi  juga mengambil bagian dalam pembobolan penjara tersebut.

Al Raymi telah menjabat sebagai komandan militer AQAP sebelum menjadi Amir .

Batarfi menyatakan bahwa AQAP dapat dengan cepat merakit pertemuan anggota dewan syura untuk memilih pemimpin baru, bahkan saat bertempur dalam perang kacau yang dilancarkan di seluruh Yaman.

Meskipun sedang sibuk memerangi Houthi dan para pendukung Pemerintah yang digulingkan pada lebih dari 11 pertempuran di seluruh Yaman, Batarfi mengatakan, Allah telah memfasilitasi pengumpulan jumlah terbesar anggota dewan syura yang telah menyepakati penerus Syeikh Wuhayshi yang layak. Atas nama AQAP, Batarfi mengatakan AQAP  telah berjanji setia kepada al Raymi, dengan demikian mengakui otoritasnya.

Batarfi menjatuhkan pujian pada Syeikh Nasir al Wuhayshi , menggambarkan pemimpin AQAP tersebut sebagai teman dekat dan sekretaris  Syeikh Osama bin Laden. Syeikh Nasir al Wuhayshi menjabat sebagai ajudan Syeikh Osama bin Laden sebelum serangan 9/11.

Batarfi menyoroti saat Syeikh Nasir al Wuhayshi berada di Afghanistan, mengatakan Syeikh Nasir al Wuhayshi dipuji karena penderitaan dan kesulitan yang dialaminya di Tora Bora." Ini adalah referensi untuk Pertempuran Tora Bora pada akhir 2001, ketika Syeikh Osama bin Laden dan banyak pemimpin al Qaeda lainnya selamat dari peristiwa tersebut.

Syeikh Nasir al Wuhayshi adalah bagian dari generasi pejuang pertama yang menentang Amerika di berbagai belahan dunia sejak 1990, Batarfi mengatakan, menurut terjemahan yang diperoleh oleh The Long War Journal. Batarfi mengatakan bahwa AS "tidak akan bertahan" dalam perang yang diluncurkan oleh al Qaeda, karena perang "akan datang bagi perekonomian Amerika dan menghancurkannya."

Menurut Batarfi, Syeikh Nasir al Wuhayshi bekerja keras  untuk membangun kepemimpinan yang kuat bagi jihad di Semenanjung Arab. Syeikh Nasir al Wuhayshi membantu meningkatkan generasi mujahidin.

Selain menjadi co-founder AQAP dan membangkitkan AQAP dari kekalahan sebelumnya, Syeikh Nasir al Wuhayshi menjabat sebagai manajer umum global al Qaeda. Dokumen yang diperoleh dari kompleks Syeikh Osama bin Laden mengungkapkan bahwa manajer umum memiliki tanggung jawab di seluruh jaringan global Al-Qaeda.

 

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom