200.000 Umat Islam Hadiri Shalat Jumat Ramadhan Pertama di Al-Aqsa

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Sekitar 200.000 Muslim melaksanakan shalat Jumat pertama bulan suci Ramadhan di Masjid al-Aqsa, World Bulletin melaporkan Jumat (29/06/2015).

Jamaah dari Yerusalem dan Tepi Barat mulai berbondong-bondong ke Masjid al-Aqsa sejak fajar.

Mereka bergabung dengan ratusan orang Palestina dari Jalur Gaza. Tentara Israel mengizinkan sekitar 500 jamaah dari Gaza untuk melakukan perjalanan ke Masjid al-Aqsa.

Ratusan petugas polisi Israel tersebar di seluruh pintu masuk dan keluar.

Setelah Shalat  berakhir, jamaah tersebar di al-Aqsa untuk membaca Quran dan mendengarkan ceramah.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan masjid tersuci ketiga di dunia.


Pemuda Palestina memanjat dinding untuk bergabung Shalat Jumat di Al-Aqsa


Polisi Israel membuat kesulitan bagi warga Palestina untuk memasuki al-Aqsa

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Digruduk Ansharusyariah Semarang, Lokalisasi Sunan Kuning Tutup Total Selama Ramadhan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Guna menjaga kekhusyukan ibadah di bulan Ramadhan, Jamaah Ansharusy Syariah Mudiriyah Semarang mengadakan Amar Maruf Nahi Munkar (amanar) di beberapa lokasi yang kerap dijadikan ajang maksiat di kota Semarang. Kegiatan yang berlangsung pada hari Senin (15/6/2015) ini menargetkan beberapa tempat penjual minuman keras, karaoke hingga lokalisasi.
 
Diawali dari daerah Semarang Utara, sejumlah anggota Ansharusy Syariah bergerak menyisir jalan Imam Bonjol, depan stasiun Poncol. Disana banyak ditemukan PSK yang mangkal. Beberapa PSK di dakwahi lalu diminta untuk pulang ke rumah masing-masing. 

PSK jalanan ini sangat meresahkan warga kota semarang. Pasalnya, dahulu jalan Imam Bonjol banyak “Jalan Berlubang”. Namun sekarang, jalan Imam Bonjol banyak “Lubang Berjalan”. Mereka (para PSK) secara terang terangan menjajakan dirinya di pinggir jalan. 
 
Setelah itu, massa bergerak menuju daerah sekitar Kali Berok. Disana tempat karaoke liar terlihat tutup. Diduga informasi aksi Amanar ini sudah bocor. Perjalanan dilanjutkan menuju Kaligawe. Di daerah ini ditemukan toko penjual minuman keras. 

Ketika didatangi anggota Ansharusy Syariah, pemilik toko, Ibu Agung sempat protes. Dia meminta massa untuk merazia pabrik mirasnya, bukan hanya penjual eceran

“Mbok kalau merazia minuman keras itu jangan hanya penjual ecerannya tho mas. Pabriknya mbok juga dirazia. Minuman keras yang kita jual khan dari hasil membeli, bukan hasil mencuri” ungkapnya. 

Mendengar pendapat seperti itu Anggota Ansharusy Syariah langsung menasehati pemilik toko. Bahwasanya meski minuman keras itu dari hasil membeli bukan dari hasil mencuri, minuman keras itu tetap haram Hukumnya. Mendengar nasehat tersebut, ibu agung hanya diam saja.
 
Terakhir, aktifis Amanar menuju lokalisasi terbesar di Jawa Tengah, yakni lokalisasi Sunan Kuning (SK). Setibanya disana, beberapa aparat dari pihak Polisi dan TNI terlihat sudah berjaga-jaga . Di lokalisasi tersebut, anggota Ansharusy Syariah mendakwahi beberapa pengurus kompleks lokalisasi. Tujuannya agar selama ramadhan lokalisasi Sunan Kuning berhenti beroperasi. Pengurus pun meresponnya dengan memasang spanduk bertuliskan "Bulan Ramadhan (Lokalisasi) Tutup Total".
 
Menurut koordinator lapangan yakni Marzuki, pihaknya ingin penjual miras dan pelaku kemaksiatan menghormati bulan Ramadhan. “ Kita menghimbau kepada pemilik tempat hiburan malam, wanita tuna susila dan penjual miras agar tidak beroperasi, guna menjaga kekhusyukan bulan Ramadhan” tuturnya.
 
Kontributor : Abu Jundullah | Editor : Ally | Jurniscom

Auction4Humanity Siapkan Program Baju Baru dan THR untuk Rohingya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Setelah beberapa minggu lalu menyalurkan bantuan titipan masyarakat ke tempat pengungsian Rohingya di Aceh, gerakan kemanusian Auction4Humanity menyiapkan program lanjutan untuk muslim Rohingya.

Menurut Takua Nara, relawan Auction4Humanity yang bertugas membawa bantuan untuk pengungsi Rohingya, keadaan mereka cukup memprihatinkan. Para pengungsi itu juga tersebar di beberapa wliayah berbeda.

“Sebagian besar pengungsi adalah wanita dan anak-anak,” ujar mahasiswa tingkat akhir itu bercerita dalam kegiatan silaturahim dan buka bersama relawan Auction4Humanity, Kamis (18/06), di Tebet, Jakarta.

Program yang sedang disiapkan dan segera digulirkan adalah memberikan baju baru dan THR untuk para pengungsi muslim Rohingnya. Hal itu seperti disampaikan Sarah, salah seorang relawan. Sarah memandang, Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk berbagi yang terbaik untuk sesama, apalagi mereka yang kesusahan.

“Ini adalah momen yang tepat untuk berbagi dan memberikan yang terbaik untuk saudara kita. Apalagi kalau kita saksikan dalam pemberitaan, muslim Rohingya yang mengungsi hingga sampai ke Indonesia mereka dalam keadaan sulit,” ungkapnya.

Adapun dalam penyaluran bantuan berikutnya, Auction4Humanity berusaha untuk menggapai sasaran terdekat terlebihb dahulu.

Sehingga lanjutnya lagi, Auction4Humanity menyambut hangat siapa saja yang ingin berpartisipasi dan berkontribusi untuk mengembalikan senyum para pengungsi Rohingya dengan baju baru dan THR.

Untuk anda yang ingin menyalurkan barang atau pun uang tunai dapat menghubungi 087886167100 dan rekening BSM 7171757578 a.n Auction4umanity.

Auction4humanity | Editor : Ally | Jurniscom

Mujahidin IIA Cegat Konvoi Militer ANA, 20 Pasukan Musuh Tewas

Laghman (Jurnalislam.com) –  Lebih dari 20 tentara gabungan Tentara Nasional Afghanistan polisi boneka tewas dalam pertempuran sengit antara Mujahidin Imarah Islam dan musuh bersama di provinsi Laghman timur Afghanistan, menurut Al-Emarah News, Kamis 18 Juni 2015.

Menurut rincian, Rabu akhir (17/06/2015) pejuang Mujahidin mencegat konvoi pasokan dan militer musuh di sepanjang jalan raya Laghman dan Jalalabad dekat distrik Qarghayi, memicu bentrokan yang berlangsung berhari-hari, menewaskan sedikitnya 16 tentara ANA dan 6 polisi serta melukai banyak lainnya.

Selain itu, 3 tank lapis baja, 2 kendaraan tempur lapis baja, 4 truk pasokan dan 2 truk bahan bakar juga hancur selama pertempuran.

Sebuah laporan dari tetangga provinsi Nangarhar menunjukkan seorang tentara boneka tewas dan dua lainnya luka-luka setelah serangan Mujahidin di pos musuh di distrik Khiwa provinsi Nangarhar, Rabu.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Laporan Terbaru Teesside University : “Serangan Anti Muslim di Inggris”

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Menurut laporan bersama yang dikeluarkan oleh Tell MAMA dan Teesside University yang diterbitkan pada hari Kamis (18/06/2015), insiden anti-Muslim yang dilaporkan selama periode 2014-15 turun 186 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, kejahatan kebencian terhadap Muslim terasa meningkat setelah serangan di Paris, Sydney, dan Copenhagen pada tahun lalu, yang memberikan bukti bahwa ekstrimis di Inggris melakukan "kekerasan balas dendam" yang mentargetkan Muslim Inggris, laporan itu menyatakan.

"Narasi laporan tersebut menunjukkan bahwa tampaknya sebagian dari masyarakat keliru membuat hubungan antara Muslim dan terorisme, baik itu di dalam maupun di luar negeri," partner pimpinan Tell MAMA, mantan menteri pemerintah Shahid Malik mengatakan.

"Sebelum kita kembali melipatgandakan upaya untuk meningkatkan kohesi masyarakat dan memutuskan hubungan ini, akan banyak umat Islam yang tidak bersalah yang terus menderita," kata Malik.

"Selain itu, dengan memastikan bahwa kita bisa mengatasi kebencian anti-Muslim, kita juga bisa mengurangi keterasingan yang dirasakan oleh beberapa pemuda Muslim dan mengurangi kemungkinan mereka dimangsa oleh ekstrimis," tambahnya.

Sebanyak 548 insiden anti-Muslim dilaporkan Tell MAMA antara Maret 2014 dan Februari 2015, mulai dari pelecehan dan ancaman secara online, hingga serangan di jalanan dan kekerasan ekstrem.

Insiden meningkat secara signifikan mengikuti serangan jihadis profil tinggi di seluruh dunia, dan khususnya pasca penembakan Charlie Hebdo di Paris, laporan mencatat, menambahkan bahwa insiden tersebut terjadi hampir empat kali lipat setelah serangan 7 Januari terhadap majalah satir Prancis yang menewaskan 12 orang.

Partner penulis penelitian, Profesor Matthew Feldman, mengatakan bahwa analisis menawarkan dukungan luas untuk teori ekstremisme kumulatif, di mana suatu tindakan kekerasan memicu respon yang memicu serangan lebih lanjut.

Dr Mark Littler, penulis lainnya, menambahkan: "Temuan juga menunjukkan bahwa ketika media menekankan latar belakang Muslim dari penyerang, dan menyajikan cakupan yang signifikan terkait Islam, respon kekerasan cenderung lebih besar dibandingkan kasus di mana motivasi penyerang tidak dijelaskan. Contohnya kasus pelaku Sydney, yang secara cepat dan berulang kali diidentifikasi sebagai sakit mental ".

Penelitian terbaru juga menemukan bahwa anak-anak berusia 10 tahun juga melakukan insiden kejahatan kebencian, meskipun pelaku utama diidentifikasi sebagai orang berusialebih dari 40 tahun.

Sebanyak 402 kasus tercatat secara online, dengan kurang dari setengah dari semua insiden yang tercatat dilaporkan ke polisi.

Dalam insiden offline, mayoritas kejahatan dilakukan terhadap perempuan dan, dalam banyak kasus, korban mengenakan pakaian khas agama.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Sambut Ramadhan Organisasi Muslim Turki Eropa Berikan Bantuan kepada Ribuan Muslim Filipina

ZAMBOANGA CITY (Jurnalislam.com) – Sebuah organisasi Turki-Eropa mendistribusikan hampir Php 1,5 juta ($ 33.400) berupa paket makanan Ramadan untuk lebih dari seribu Muslim yang membutuhkan di pulau provinsi selatan Filipina, Basilan.

Donasi yang disalurkan pada hari Kamis (18/06/2015) merupakan bagian dari bantuan kemanusiaan khusus organisasi Muslim Hasene IGMG selama bulan puasa Islam, kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Hasene IGMG adalah organisasi nirlaba yang didirikan oleh orang-orang Turki yang bekerja di Jerman.

Dalam acara tersebut pemimpin tim Orhan Atakan, Kemal Sagdic dan Bilal Kilic secara pribadi menyerahkan Php 1,433,487.40 berupa makanan untuk lebih dari 1.000 keluarga Muslim miskin di dua lokasi di kota Isabela dan Lamitan.

Dokumenter proyek "Hasene Ramadhan Package Food Campaign 2015" Ahmad Al-Amin mengatakan kepada Anadolu Agency dalam sebuah pernyataan bahwa penerima bantuan termasuk janda, yatim piatu, penyandang cacat dan keluarga miskin dengan lima atau lebih tanggungan.

Setiap paket berisi 10 kilogram beras, enam bungkus sarden, satu bungkus mie, 10 paket kopi, 5 kilogram gula, 3 kilogram tepung, 1 kilogram garam, 1 bungkus minuman jus, 1 botol kecap, 1 pak baking powder, dan sebungkus minyak goreng.

Sumbangan tersebut merupakan yang kedua setelah distribusi paket makanan tahun lalu untuk ribuan pengungsi di Maluso, Basilan setelah pertempuran dengan kelompok pemberontak.

Pada hari Kamis kemarin, lebih dari 7 juta Muslim di Filipina mulai puasa yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam.

Sejak hari Kamis, pemerintah Daerah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM) telah menyesuaikan jam kerja karyawan Muslim, dari pukul 7 pagi (0000GMT) sampai pukul 3 sore. Jadwal ini akan berlangsung hingga Idul Fitri, 17 atau 18 Juli.

Dalam pesan Ramadhannya, Gubernur Maguindanao Esmael Mangudadatu mengatakan: "Mari kita terus berdoa bagi perdamaian dan bagi keberhasilan upaya perdamaian dari pemerintah dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) selama bulan suci ini."

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Warga Palestina Sambut Ramadhan

PALESTINA (Jurnalislam.com)  –  Warga Palestina menyambut ramadhan penuh dengan suka cita walaupun dengan segala keterbatasan, tapi keterbatasan itu tidak menjadi beban dalam melaksanakan ibadah ramadhan, seperti melakukan sholat Taraweh di tenda-tenda yang didirikan di reruntuhan masjid yang hancur oleh pendudukan Israel selama serangan 51 hari di Gaza.

Warga Palestina menghangatkan Ramadhan dan berdoa tahun ini akan damai. Walaupun semua warga Gaza melihat kehidupan dengan penuh harap.

Kota Ramallah, Tepi Barat menyalakan lentera terbesar di Palestina untuk merayakan bulan suci Ramadhan.

Lentera disiapkan di Yasser Arafat Square di pusat kota bersamaan dengan drum dan lagu-lagu yang memuji Nabi Muhammad, serta puluhan anak-anak membawa lentera tradisional Ramadhan.

Kota Tepi Barat dihias untuk merayakan bulan suci.

Sami Aweida, seorang insinyur di Ramallah, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa panjang lentera adalah 14 meter dan lebarnya adalah 4 meter.

"Lentera ini akan berada di Yasser Arafat Square sepanjang bulan suci dan akan menjadi tradisi tahunan," tambahnya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

AQAP Eksekusi Mata mata Pelayan Amerika Serikat

YAMAN (Jurnalislam.com) – Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), cabang resmi organisasi internasional Al Qaeda, secara terbuka mengeksekusi sedikitnya dua orang  sebagai mata-mata yang melayani Arab Saudi dan Amerika Serikat. Beberapa catatan mengatakan sebanyak empat orang telah dieksekusi.

Pendukung jihad online AQAP mengatakan bahwa orang-orang tersebut memainkan peran kunci membantu para pejabat militer AS dalam mencari dan kemudian membunuh para pemimpin senior AQAP  lewat serangan pesawat tak berawak.

AQAP telah kehilangan beberapa pemimpin tingginya sejak awal tahun, termasuk Syeikh Nasir al Wuhayshi, rekan pendiri dan amir organisasi, yang gugur dalam serangan pesawat tak berawak hanya beberapa hari yang lalu. Syeikh Wuhayshi juga menjabat sebagai manajer umum global al Qaeda.

Gambar yang diposting  di media sosial menunjukkan dua “mata-mata” berlutut di sebuah pantai di kota pelabuhan Al Mukallah, dengan anggota AQAP mengelilingi mereka. Para pria tersebut kemudian ditembak dan tubuh mereka digantung di sebuah jembatan di dekatnya.

Tahun lalu AQAP mengeksekusi empat orang yang menanamkan perangkat pelacak elektronik di kendaraan yang ditargetkan oleh pesawat drone Amerika.

 

http://justpaste.it/lu8d

 

Alasan Imarah Islam Afghanistan Peringati Abu Bakr al Baghdadi, Ini Ulasannya

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan yang dikenal juga sebagai Taliban Afghanistan pada hari Selasa (16/06/2015) mengeluarkan pernyataan Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour, yang merupakan "wakil pemimpin Imarah Islam Afghanistan dan bertindak sebagai kepala Dewan Pimpinan,"  memperingati  Abu Bakr al Baghdadi, Amir Islamic State (IS), dan menuntut IS agar berjuang di bawah bendera Taliban di Afghanistan dan mengakhiri  tindakan memecah belah antara faksi jihad di seluruh dunia.

Dalam proses ini, Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour memuji al Qaeda sebagai bagian integral dari jihad global.

Pernyataan yang berjudul "Surat Dewan Pimpinan Imarah Islam untuk Abu Bakr al Baghdadi," dirilis hari ini di Pashtu pada Voice of Jihad, situs resmi Imarah Islam Afghanistan,Taliban.

Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour, adalah mantan Menteri Penerbangan Sipil dan Transportasi selama pemerintahan Taliban tahun 1996-2001 dan mantan gubernur bayangan provinsi Kandahar.  Wilayah Khorasan meliputi Afghanistan, Pakistan dan sebagian dari daerah di sekitar kedua negara tersebut.

Taliban kemungkinan merilis pernyataan Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour untuk menanggapi ancaman IS baru-baru ini melawan Taliban, serta serangan IS pada Taliban di provinsi Nangarhar dan di tempat lain. Pada bulan Januari 2015, ketika Abu Muhammad al Adnani, juru bicara IS, mengumumkan ekspansi kelompok ke Khorasan, ia mengeluarkan ancaman terhadap Imarah Islam Afghanistan. Dalam video yang dirilis oleh IS awal bulan ini, seorang pejuang IS mengancam Taliban setelah konflik meningkat antara Taliban dan IS di provinsi Nangarhar tahun ini.

Pernyataan Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour tersebut mengikuti Gerakan Taliban di Pakistan yang menolak  "pengakuan IS secara sepihak sebagai khalifah"  dan hanya mengakui pemimpin Taliban Syeikh  Mullah Muhammad Umar sebagai pemimpin mereka.

Sambil berargumen bahwa Imarah Islam Afghanistan adalah satu-satunya faksi  jihad yang sah di Afghanistan, Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour mencatat bahwa pemimpin tertinggi Al Qaeda dan jihad selama beberapa dekade terakhir telah mendasarkan kegiatan mereka di Afghanistan.

"Para pahlawan jihad masa kini – pemimpin doa mujahidin, Syeikh  Dr. Abdullah Azzam; pemimpin mujahidin, Syeikh Usamah bin Ladin; pembasmi tentara salib, Syeikh Abu Musab al Zarqawi; dan pembasmi para ateis, Khattab – memiliki hak istimewa untuk menjadi mahasiswa seminari jihad di Afghanistan".

Syeikh  Dr. Abdullah Azzam, seorang ideolog jihad berpengaruh yang dianggap sebagai ayah dari jihad global, mendirikan Al Qaeda bersama Syeikh Usamah bin Laden, dan juga mendirikan Lashkar-e-Taiba; Syeikh  Dr. Abdullah Azzam adalah mentor dari Syeikh Usamah bin Laden, sampai ia gugur pada tahun 1989.

Adapun Abu Mush'ab az Zarqawi mengikuti  sebuah kamp pelatihan untuk jihad di Afghanistan dan merupakan pendiri serta pemimpin Al Qaeda di Irak, pendahulu dari IS, sampai ia gugur pada tahun 2006. "Khattab" adalah Ibn Khattab, pemimpin Al Qaeda dari Batalyon Islam Internasional di Chechnya sebelum ia Syahid pada tahun 2002.

Selain itu, Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour mengutip seorang ulama Saudi yang mendukung al Qaeda dan mendukung Syeikh Usamah bin Laden Islam Afghanistan ketika menyatakan bahwa ulama Afghanistan berjanji setia kepada Syeikh Mullah Umar dan dewan kepemimpinannya. Bahkan, Syeikh Usamah bin Laden dan penggantinya, Syeikh Ayman al Zawahiri, telah bersumpah setia kepada Syeikh Mullah Umar.

"1.500 Ulama Negara itu dewan ulama di Afghanistan telah memilih, dan berjanji setia kepada, kepemimpinan Imarah Islam Afghanistan sesuai dengan syariah, dan ulama terkenal dunia seperti Sheikh Hamud bin Uqla al Shuaybi  seorang ulama Saudi yang mendukung al-Qaeda dan Taliban, bin Laden, serta serangan 9/11, semoga Allah merahmatinya, dan pemimpin jihad terkenal seperti Syeikh Osama bin Laden, semoga Allah merahmatinya, telah mengumumkan dukungan mereka dan setia kepada hukum Imarah," kata Syeikh Mansour.

Argumen Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour mengenai persatuan jihad di Afghanistan adalah sederhana: ia menyatakan bahwa "perpecahan dan perbedaan di antara jajaran jihad" setelah penarikan pasukan Soviet pada tahun 1989 menyebabkan masalah besar yang hanya bisa diselesaikan jika "Imarah Islam Afghanistan" mampu menyatukan kembali Afghanistan dan mendirikan negara Islam.

Dia berpendapat bahwa Al-Quran menyerukan persatuan di antara umat Islam dan bahwa Imarah Islam disahkan oleh para pemimpin Muslim Afghanistan serta pendiri Al Qaeda, Syeikh Usamah bin Laden.

"Imarah Islam menekankan kesatuan jajaran jihad di Afghanistan, karena mempertahankan kekuatan jajaran jihad merupakan kewajiban,"  Syeikh Mansour menjelaskan. "

Pada titik lain, Al-Qur'an jelas memerintahkan umat Islam untuk menghindari konflik, perpecahan, dan perbedaan," ia mencatat, mengutip ayat-ayat Alquran untuk mendukung kedua poin tersebut.

"Imarah Islam Afghanistan berfokus pada kesatuan dan kekuatan jajaran jihad melawan konspirasi internasional," mengatakan bahwa AS dan Barat berusaha untuk mencegah pembentukan pemerintahan Islam.

Selain itu, Syeikh Mansour menyatakan bahwa  Syeikh Mullah Umar masih hidup, meskipun terdapat rumor terus-menerus mengenai kematiannya, dan telah memimpin perang melawan Barat sejak AS menggulingkan Imarah Islam Afghanistan pada musim gugur tahun 2001 setelah serangan 9/11.

"Muslim Afghanistan, yang dipimpin oleh Imarah Islam, Amirul Mukminin yang merupakan pemimpin umat beriman, Syeikh Mullah Muhammad Umar (Semoga Allah memperpanjang umurnya), dengan sangat berani melaksanakan jihad melawan agresor barat, melakukan pengorbanan yang belum pernah terjadi sebelumnya selama 13 tahun untuk membebaskan Afghanistan dari agresi penjajah dan untuk menegakkan kekuasaan Islam di negara ini, "katanya.

Syeikh Mansour mengatakan kepada Abu Bakar al  Baghdadi bahwa IS beresiko memecah belah jihad di Afghanistan dengan menciptakan kelompok paralel yang tidak dapat menangani kompleksitas budaya dan dinamika suku di Afghanistan.

"Sesuai dengan ajaran Al-Quran, dan karena pengalaman jihad sebelumnya serta pemahaman yang baik tentang masyarakat dan lingkungan Afghanistan, Imarah Islam berpikir bahwa keragaman di jajaran jihad Afghanistan tidak bermanfaat bagi jihad atau umat Islam di sini," Syeikh  Mansour menyatakan.

"Hal ini karena selalu ada perbedaan internal dan konflik dalam masyarakat Afghanistan, dan kemungkinan perbedaan internal akan dihilangkan jika ada satu kepemimpinan dan peringkat”, tegasnya.

Syeikh Mansour kemudian berpendapat bahwa perintah jihad yang terpadu akan mencegah perpecahan, dan mengatakan Imarah Islam Afghanistan adalah wakil sah dari jihad di Afghanistan.

"Dengan mempertahankan kesatuan dalam jajarannya, Imarah Islam hingga saat ini telah berhasil menggagalkan semua rencana jahat yang bertujuan untuk menciptakan perbedaan dan perpecahan. Sekarang jika ada upaya untuk membuat kelompok jihad lain atau pimpinan lain, jelas akan membuka jalan bagi perbedaan dan perpecahan. Itulah sebabnya Imarah Islam mengatakan bahwa kegiatan jihad di Afghanistan hanya harus berada di bawah kepemimpinan Imarah."

"Jadi, untuk mencegah bencana perpecahan di Afghanistan, Imarah Islam Afghanistan memutuskan, secara logis dari sudut pandang relijius dan jihad, hanya mengizinkan aktivitas jihad di sini berasal dari jajaran Imarah Islam Afghanistan.

Taliban menganggap pembentukan kelompok lain yang berseberangan dengannya  adalah bertentangan dengan kepentingan jihad, mujahidin dan Islam, " Syeikh Mansour meneruskan.

Syeikh Mansour kemudian memperingatkan IS  untuk tidak memecah belah  faksi jihad di negara-negara Muslim lainnya menjadi dua kubu. Meskipun tidak disebutkan secara spesifik, Syeikh Mansour kemungkinan mengacu antara IS  dengan cabang Al Qaeda di Suriah, Yaman, Libya, Mesir, Mali, dan Aljazair.

"Kelompok dan kepribadian Islam telah memberikan pengorbanan yang berat dalam kondisi yang sangat sulit di berbagai belahan dunia," Syeikh kata Mansour.

"Mereka telah membuat prestasi ini setelah menderita kesulitan besar dan melakukan pengorbanan; Oleh karena itu, kami peringati  anda (Abu Bakr al Baghdadi) untuk tidak menciptakan kondisi yang sulit bagi gerakan-gerakan Islam di setiap bagian dunia, Allah melarang, mempengaruhi operasi dan disiplin yang dapat menyebabkan perbedaan di antara mereka.

Pada akhirnya, karena perbedaan modalitas operasi atau perbedaan pendapat yang anda ciptakan, membuat saling membunuh. "

Walaupun Syeikh Mansour berbicara dengan nada hormat, di beberapa titik dia mengeluarkan peringatan yang dapat ditafsirkan sebagai ancaman terhadap Abu Bakr al Baghdadi (IS)  jika memecah belah jihad di Afghanistan dan faksi jihad di seluruh dunia.

"Allah melarang, jika ada orang yang mengaku berafiliasi dengan Anda kemudian membuat masalah serius bagi Imarah Islam; karena hal itu akan menyebabkan kemarahan di kalangan umat Islam terhadap Anda," kata Syeikh Mansour.

 "Allah melarang hal seperti itu, [IS] jangan  membuat keputusan  untuk mengacaukan pemimpin mujahidin, ulama, dan ribuan mujahidin sholeh di sini. Akibatnya, Anda akan kehilangan cinta dari rakyat dan mereka tidak akan tulus dengan Anda. "

Ketika membahas perpecahan yang diciptakan oleh IS di luar Afghanistan, Syeikh Mansour tegaskan  bahwa kegiatan itu akan merugikan Islam.

"Percayalah bahwa semua jenis tindakan menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki dengan kegiatan dan reputasi Anda," Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour memperingatkan.

 "Tindakan ini mengakibatkan syahidnya kaum Muslim, khususnya mujahidin dan orang-orang sholeh. Tindakan ini mengecewakan ahli waris syuhada dan memberi kesempatan kepada musuh untuk menggunakan berbagai taktik [terhadap berbagai faksi jihad di seluruh dunia], " tegas Syeikh Mullah Akhtar Mohammad Mansour.

Deddy | Voice Of Jihad | The Long War Journal| Jurniscom

Lagi, Pemukim dan Pasukan Zionis Yahudi Serbu Al Aqsa

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Puluhan pemukim Yahudi dan tentara Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, pada hari Rabu (17/06/2015), kata seorang pejabat Palestina.

"Setidaknya 20 pemukim dalam kelompok-kelompok memaksa masuk ke kompleks suci melalui Gerbang al-Mugharbeh di bawah perlindungan polisi Israel," Syeikh Omar Al-Qiswani, Direktur Al-Aqsa, mengatakan kepada Anadolu Agency. "Para pemukim berkeliling dalam kompleks, melewati masjid al-Qibali dan Kubah Batu sebelum meninggalkan lokasi."

Dia menambahkan bahwa jamaah Muslim berdiri melawan pemukim dan berteriak "Allah Maha Besar."

Sebanyak 30 tentara Israel menyerbu kompleks dari beberapa gerbang untuk memprovokasi jamaah Muslim, penjaga Al-Aqsa mengatakan kepada Anadolu Agency pada kondisi anonimitas.

"Ketegangan meningkat di Al-Aqsa sejak pagi. Polisi Israel memberlakukan langkah-langkah yang ketat di luar gerbang Al-Aqsha, di mana mereka memeriksa kartu identitas jamaah 'sebelum mengizinkan mereka masuk," katanya.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga di dunia. Sedangkan Yahudi mengklaim daerah tersebut sebagai "Temple Mount," mengklaim bahwa itu adalah lokasi dua candi Yahudi di zaman kuno.

Israel menjajah Yerusalem Timur selama perang Timur Tengah tahun 1967. Yahudi kemudian mencaplok kota suci tersebut pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi yang memproklamirkan diri mereka sendiri – sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pada September 2000, kunjungan ke lokasi tersebut oleh politisi Israel yang kontroversial, Ariel Sharon, memicu "Intifada Kedua," perlawanan rakyat terhadap penjajahan Israel di mana ribuan warga Palestina tewas.

Pada Selasa malam, pasukan tentara zionis menahan 17 warga Palestina dalam serangan yang dilakukan di beberapa provinsi Tepi Barat yang diduduki, kata saksi mata.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan menahan 14 warga Palestina yang dicurigai terlibat dalam "serangan teror yang menargetkan personel keamanan (Israel) dan warga sipil."

Tiga orang lainnya ditahan atas tuduhan menjadi anggota perlawanan Hamas Palestina. Seorang Palestina lainnya ditahan di Kota Tua al-Khalil (Hebron).

Saksi mata mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sejumlah pasukan zionis menyerbu beberapa tempat di kota-kota Tepi Barat selatan al-Khalil dan Betlehem dan menangkap delapan orang Palestina setelah merampok rumah mereka.

"Pasukan Israel menahan enam warga Palestina lainnya dari kota-kota Tepi Barat Ramallah dan Jericho setelah merampok rumah mereka," kata mereka. "Tiga orang lainnya ditangkap dari kota Tepi Barat utara Qalqiliya dan Jenin."

Penangkapan Israel terjadi sehari sebelum awal Ramadan di tengah kondisi hidup yang sulit di Tepi Barat.

Hasan Amor, salah satu ayah tahanan, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa tentara Israel menahan anaknya Mohammad setelah mencari dan merampok rumah mereka.

"Dia membantu untuk persiapan bulan suci Ramadhan sepanjang malam," katanya. "Kami berencana untuk pergi sholat tarawih bersama-sama tahun ini."

"Saya berharap dia akan bebas sebelum akhir Ramadhan," tambahnya.

 Pasukan Israel secara sporadis menyerang rumah warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan menahan warga Palestina lokal, mengklaim bahwa penahanan tersebut diinginkan oleh badan-badan keamanan Israel.

Lebih dari 6.500 warga Palestina saat ini mendekam di penjara di seluruh Israel, menurut Kementerian Palestina Urusan Tahanan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom