200 Anggota Anti Islam PEGIDA Dihadang 2.000 Orang Pro Islam di Jerman

FRANKFURT (Jurnalislam.com) – Hampir dua ribu orang di kota Jerman Frankfurt pada hari Sabtu (20/06/2015) memprotes pawai yang diadakan oleh gerakan sayap kanan Patriotik Eropa Menentang Islamisasi Barat, yang juga dikenal sebagai PEGIDA.

Sekitar 200 anggota PEGIDA berkumpul di Frankfurt Rossmarkt Street dan meneriakkan penentangan mereka terhadap Islam dan masyarakat migran.

Secara bersamaan, dua ribu pengunjuk rasa mengadakan demonstrasi di berbagai kota melawan kelompok PEGIDA.

Polisi Jerman mengambil langkah-langkah untuk mencegah dua kelompok terlibat bentrok selama pawai.

Lawan PEGIDA meneriakkan, “Migran akan disambut di Frankfurt” dan “Nazi keluar dari Frankfurt”.

Beberapa partai politik dan kelompok kiri juga mendukung protes tersebut.

CAIR: Kejahatan dan Kebencian Anti Islam AS Meningkat 91 Persen

Meskipun dijaga keamanan ketat, dengan hampir seribu polisi yang bertugas, kelompok oposisi melemparkan telur dan tomat ke arah polisi yang memasang barikade di antara mereka dan demonstran sayap kanan.

Beberapa pengunjuk rasa dan polisi menderita luka-luka selama protes, dan polisi menahan beberapa orang.

Jerman, rumah bagi jutaan imigran Muslim, mengalami perdebatan tentang multikulturalisme. Meskipun para pemimpin negara menyerukan peningkatan tingkat integrasi untuk keluarga migran, gerakan lawan sedang berlangsung.

PEGIDA didirikan di Jerman pada tahun 2014, dan sejak itu mengadakan banyak protes di Jerman dan negara-negara Uni Eropa lainnya.

Setelah mengorganisir pawai kuat yang diikuti ribuan orang, daya tariknya menurun tajam.

Karnaval Ramadhan Palestina Ramaikan Jantung Kota Al Quds

AL QUDS (Jurnalislam.com) –  Kegiatan Karnaval Ramadhan Palestina  2015 di  jalan Shalahuddin di jantung al Quds dimulai dengan pawai bendera dan rabana,  serta nayid-nasyid Ramadhan oleh group  al Quds bersama dengan kelompok anak-anak, Infopalestina melaporkan.

Karnaval dan kegiatan Ramadhan, olah raga, budaya dan hiburan ini diadakan sebagai penegasan akan persatuan rakyat Palestina di semua tempat, sekaligus menegaskan komitmen mereka pada kota al Quds sebagai ibukota negara Palestina yang akan datang.

Diharapkan kegiatan seperti ini juga dilakukan oleh warga Palestina di kota-kota Tepi Barat dan Jalur Gaza, agar kota-kota mereka nampak hidup dan vital dan kembali semangat.

Ketua Dewan Tinggi Islam Syaikh Ikrimah Shabri memuji karnacal dan kekitan yang disebutnya sebagai inti al Quds dan kedudukan agama dan spiritualnya ini. Terutama di bulan Ramadhan yang mulia ini. Sehingga menjadi faktor yang menarik semangat semua anak anak Palestina yang mengupayakan pergi ke Masjidil Aqsha.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Organisasi Amal Islam Afrika Selatan Distribusikan Tiga Juta Paket Ramadhan Ke Mozambik dan Malawi

JOHANNESBURG (Jurnalislam.com) – Organisasi amal Islam di Afrika Selatan telah mulai mendistribusikan paket makanan bagi Muslim yang miskin di seluruh Afrika memastikan mereka tidak kekurangan makanan untuk berbuka puasa Ramadhan.

"Kami telah mendistribusikan paket makanan mentah di Afrika Selatan, Mozambik dan Malawi," Hassan Choonara, direktur regional Badan Muslim Afrika (AMA)yang berbasis di Afrika Selatan, mengatakan kepada Anadolu Agency. "Kami juga menyediakan makanan Iftar dan sahur  di 29 negara-negara bagian Afrika lainnya."

Dia mengatakan organisasinya berharap untuk memberi makan lebih dari tiga juta Muslim di Afrika selama bulan puasa Ramadhan tahun ini, yang dimulai pada hari Kamis.

"Tahun lalu, kita menyiapkan makan bagi lebih dari satu juta Muslim selama Ramadhan. Tahun ini, kami berharap dapat menyiapkan tiga kali lipat yaitu untuk tiga juta Muslim, In sya Allah," tambah Choonara.

Selama Ramadhan, Muslim dewasa – kecuali orang sakit dan orang-orang yang berada dalam perjalanan – menjauhkan diri dari makan, minum, merokok dan seks dari fajar hingga matahari terbenam.

Choonara mengatakan AMA telah membangun puluhan masjid di seluruh benua, di mana anggota stafnya memberikan makanan panas untuk berbuka dan sahur bagi Muslim yang berkekurangan.

"Untuk memberi makan sebuah desa di setiap masjid setiap hari selama bulan Ramadhan membutuhkan biaya sekitar 2.500 rand [$ 230]," katanya.

Dia menambahkan bahwa organisasinya juga menyediakan paket makanan mentah untuk keluarga miskin yang lebih suka menyiapkan makanan mereka sendiri.

Ketika ditanya di mana AMA memperoleh pendanaan, Choonara menjelaskan: "Kami biasanya mengumpulkan dana dari masyarakat Muslim Afrika Selatan, yang memberikan kontribusi kepada kita melalui zakat [sedekah Islam] dan bentuk sumbangan lain."

Muslim berjumlah sekitar dua persen dari populasi Afrika Selatan yang berjumlah lebih dari 50 juta. Banyak Muslim Afrika Selatan yang kaya, yang dengan murah hati sering berkontribusi untuk amal Muslim lokal.

AMA, yang didirikan lebih dari dua dekade lalu, juga mendistribusikan selimut dan pakaian musim dingin untuk Muslim yang kurang beruntung di Afrika Selatan, yang sekarang mengalami pertengahan musim dingin.

"Ramadhan tahun ini berada di musim dingin [tahun ini di Afrika Selatan]. Muslim tidak hanya akan merasa lapar, tetapi juga dingin – jadi kami memberi mereka selimut, jaket dan barang-barang musim dingin lainnya," kata Choonara.

Sejumlah badan amal Islam Afrika Selatan lainnya – termasuk Islamic Relief South Africa– telah bergabung dengan kampanye untuk memberi makan ribuan Muslim Afrika miskin Ramadhan ini.

"Kami telah mendistribusikan lebih dari 1.100 paket makanan bagi keluarga Muslim di Afrika Selatan dan Zimbabwe," Abdullah Vawda, manager penggalangan dana untuk Islamic Relief Afrika Selatan, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Dia menjelaskan bahwa paket makanan tersebut berisi beras, jagung, minyak, gula, dan bahan makanan lainnya yang cukup untuk memberi makan keluarga dengan lima anggota untuk seluruh bulan puasa.

Vawda mengatakan sebagian besar penerima paket makanan tersebut adalah Muslim miskin yang diidentifikasi oleh organisasi melalui tokoh masyarakat setempat dan imam masjid.

"Kami berharap untuk memberi makan lebih dari 5.000 orang di Afrika Selatan dan Zimbabwe Ramadhan ini dan akan terus mendistribusikan paket makanan sepanjang bulan puasa," katanya.

"Saya berterima kasih kepada organisasi-organisasi Muslim yang telah memberikan kami makanan yang dapat digunakan untuk kami berbuka puasa. Kami sangat menghargainya," Mohamed Yasin, seorang pria tua dari daerah pinggiran Enadel di Johannesburg, mengatakan kepada Anadolu Agency.

"Alhamdulillah, saya lega sekarang," katanya sambil tersenyum, menambahkan bahwa ia sekarang bisa fokus pada doa dan puasa tanpa khawatir di mana ia akan menemukan makan berikutnya.

Aisha Ali, warga daerah pinggiran Mayfair, Johannesburg yang juga penerima bantuan, juga sangat apresiatif.

"Saya berterima kasih kepada Allah yang membantu kami melalui organisasi amal Islam," katanya kepada Anadolu Agency.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

Astaghfirullah, Dedengkot Anti Islam Belanda Geert Wilders Terbitkan Video Kartun Nabi di You Tube

THE HAGUE (Jurnalislam.com) – Geert Wilders, politisi sayap kanan Belanda yang dikenal karena sikap anti-Islamnya, menerbitkan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad di YouTube, lansir Anadolu Agency, Sabtu (20/06/2015).

Video berdurasi dua menit 44 detik itu dimulai dengan penjelasan dari politisi kontroversial tersebut yang mengatakan bahwa ia menunjukkan kartun itu agar "para teroris tidak mengalahkan kebebasan berbicara," mengacu pada serangan bersenjata pada sebuah konferensi di Texas pada bulan Mei.

Video kemudian berlanjut menunjukkan beberapa kartun pilihan yang ditampilkan di konferensi Texas.

Penggambaran Nabi Muhammad sangat menyakiti hampir 1,6 miliar Muslim di seluruh dunia, yang saat ini berada dalam musim yang paling spiritual dalam setahun, yaitu bulan suci Ramadan.

"Kami akan tetap melakukan apa yang tidak diperbolehkan dalam Islam dan para aktivis  yang keras," katanya. "Dan kita menyebutnya: Kebebasan berbicara," tambahnya.

Penjelasan untuk video mengatakan bahwa kartun tersebut juga ditampilkan di televisi publik Belanda pada slot yang dialokasikan untuk partai Wilders, Dutch Party for Freedom, dan siarannya akan diulang pada tanggal 24 Juni dan 3 Juli.

Kementerian Luar Negeri Belanda sebelumnya telah memperingatkan warga mereka yang sedang bekerja di negara-negara Muslim terhadap reaksi yang mungkin timbul setelah siaran TV tersebut.

Pada bulan Mei, politisi Belanda yang terkenal dengan pernyataan anti-Islam-nya tersebut, mengirim surat kepada parlemen Belanda meminta agar pameran kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad ditampilkan di parlemen Belanda.

Wilders juga memberikan pidato di pameran kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad pada di negara bagian Texas AS, Curtis Culwell Center. Ini adalah pameran yang diusulkan Wilders untuk dibawa ke parlemen Belanda.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

Lagi, Al Shabaab Serang Kantor Polisi Somalia

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sejumlah mujahidin Somalia al-Shabaab menewaskan sedikitnya delapan petugas dalam serangan di sebuah pos polisi dekat ibukota, polisi dan jihadis melaporkan pada hari Sabtu (20/06/2015).

"Al Shabaab menewaskan delapan rekan saya dan mengambil tiga mobil kami," Mayor Abdikadir Hussein, seorang polisi, mengatakan kepada Reuters dari Afgoi.

Al Shabaab melakukan perlawanan terhadap  pemerintah yang didukung Barat di Mogadishu, di masa lalu melakukan sejumlah serangan selama bulan puasa Ramadhan. Ramadhan tahun ini dimulai sejak hari Rabu.

Juru bicara operasi militer al-Shabaab, Syeikh Abdiasis Abu Musab, mengatakan kepada Reuters bahwa pejuangnya telah membunuh 12 petugas dalam serangan pada kantor polisi Afgoi dan kehilangan seorang pejuangnya dalam pertempuran kedua.

"Pagi ini polisi menyerang kami dan setelah pertempuran kami membakar mobil polisi. Kami meninggalkan mobil pick-up yang telah kami ambil. Salah satu pejuang kami syahid," katanya.

Serangan terbaru menyoroti kemampuan al Shabaab untuk terus melancarkan serangan berikutnya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Dengan Saling Berbagi Muslim Zimbabwe Sambut Ramadhan

HARARE (Jurnalislam.com) – Meskipun uang sulit didapat, Fatima Mohamed berjalan-jalan ke pasar sayur di kota Mbare Zimbabwe untuk membeli makanan yang cukup untuk beberapa hari ke depan.

Wanita berusia 53 tahun ini adalah ibu dari tiga putra dan dua putri. Dalam benaknya, ia memikirkan pengorbanan untuk masa depan.

Dia tidak hanya akan menyiapkan makan untuk keluarganya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat yang lebih besar.

Sebagai janda, Fatima mengenakan jubah hitam. Di tangan kirinya adalah keranjang yang ia isi dengan bermacam-macam barang, termasuk beras India, selai kacang, rempah-rempah, kentang manis segar, ubi kayu dan ubi jalar.

Fatima tidak sedang mempersiapkan perjamuan tradisional, melainkan mempersiapkan waktu yang sangat penting dalam agamanya, yaitu bulan suci Ramadhan.

"Saya bangga membuat persiapan seperti ini, karena saya tahu ini adalah waktu bagi saya saya untuk puasa, beribadah penuh dan berbagi," kata Fatima kepada Anadolu Agency.

Makanan senilai $ 20 yang baru saja dibeli Fatima adalah makanan khas dari jenis khusus yang disiapkan Muslim ketika mereka berbuka puasa.

"Ramadhan adalah salah satu dari lima rukun Islam," kata Sultan Adam Salamu dari Dewan Tertinggi Urusan Islam di Zimbabwe kepada Anadolu Agency. "Ramadhan datang satu kali dalam setahun pada bulan kesembilan dalam kalender Islam."

Ramadhan dimulai pada hari Kamis dan berlangsung selama 29 sampai 30 hari, tergantung pada penampakan bulan berikutnya. Hampir lima juta Muslim Zimbabwe berniat memenuhi kewajiban puasa.

Para wanita yang sakit, tua dan hamil dibebaskan dari puasa jika bisa membahayakan kesehatan mereka. Anak-anak di bawah usia pubertas juga tidak diwajibkan untuk berpuasa, meskipun beberapa memilih untuk melakukannya sebagai latihan.

Bagi umat Islam, Ramadhan adalah periode meningkatkan doa, puasa, zakat dan rasa tanggung jawab.

Selama Ramadan, masjid menjalankan berbagai kegiatan untuk anak yatim, janda dan orang miskin yang berharap untuk mendapatkan manfaat dari semangat berbagi di bulan ini.

Di kota Mbare, Yayasan Amal Untuk Pembangunan sudah mulai mendistribusikan paket makanan.

Beberapa hari yang lalu, di Mbare saja sudah 1.500 paket makanan yang disumbangkan untuk 9.000 keluarga, kata Hassan Chipanga, manajer yayasan.

"Semangat memberi berhubungan dengan Ramadhan, sehingga sebagai organisasi amal ini adalah waktu dimana kita semua pergi keluar untuk memberi kepada yang membutuhkan, anak yatim, janda dan bahkan non-Muslim," kata Chipanga kepada Anadolu Agency.

Menurut Yayasan Amal Untuk Pembangunan, hampir 5.000 paket makanan akan didistribusikan di Mbare melalui dana dari Islamic Relief di Afrika Selatan dan WEFA yang berbasis di Jerman.

"Sebagian besar sumbangan diberikan pada hari Raya Idul Fitri, festival untuk merayakan selesainya puasa selama sebulan," kata Chipanga.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

Al Shabaab Sergap Pasukan AMISOM di Somalia Selatan, 60 Pasukan Tewas

SOMALIA (Jurnalislam.com)Al Shabaab, cabang resmi al Qaeda di Somalia, mengatakan telah menyergap dan membunuh  lebih dari 60 tentara Ethiopia Misi Afrika di Somalia (AMISOM), di Somalia selatan pekan lalu.

Pernyataan dari kantor media Shabaab, yang telah diterjemahkan oleh SITE Intelligence Group, mengatakan bahwa "serangan yang sangat sukses telah dilakukan oleh pejuang Mujahidin dari 'Sheikh Abu Zubair Batalyon' sejak Kamis (11/06/2015) sore." Batalyon yang diidentifikasi dalam pernyataan tersebut diberi nama mantan amir Al Shabaab, yang Syahid dalam serangan pesawat tanpa awak AS tahun lalu.

Al Shabaab meneruskan dengan mengatakan bahwa unit tersebut menghancurkan 13 kendaraan dan menewaskan puluhan tentara dalam konvoi Ethiopia setelah "mengalahkan mereka dengan senapan mesin." Shabaab mengklaim bahwa serangan ini menyebabkan banyak pasukan Ethiopia mundur, meninggalkan perangkat keras militer dan "banyak rekan-rekan mereka."

Ketika kontingen Ethiopia mengirim bala bantuan ke daerah tersebut keesokan harinya, Shabaab mengatakan bahwa mereka menargetkan konvoi tersebut "dengan operasi syahid," atau bom istisyhad.Mujahidin  mengaku telah menghancurkan lebih banyak kendaraan dan menewaskan beberapa tentara Ethiopia lainnya dalam serangan ini. Juru bicara tersebut mengakhiri pernyataannya dengan mengatakan, "prestasi militer melawan prajurit dari tentara salib Barat ini berfungsi sebagai peringatan pedih untuk tentara kafir lainnya bahwa harga yang harus dibayar saat menyerang tanah Muslim memang penuh darah."

Foto yang dirilis oleh kelompok jihad tersebut menunjukkan beberapa kendaraan terbakar, puluhan senjata disita, dan mayat-mayat pasukan Ethiopia. Banyak foto yang terlalu grafis untuk diterbitkan oleh The Long War Journal.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa al Shabaab menutup jalan utama antara Mogadishu, ibukota Somalia, dan Baidoa, di mana serangan ini berlangsung. Seorang senior al Shabaab dilaporkan mengatakan kepada Reuters bahwa pasukannya "mengatur agar jalan tidak dapat dilalui." Dengan demikian, para jihadis memblokir setiap bantuan atau bala bantuan tambahan tidak bisa mencapai daerah.

Serangan terhadap pasukan Ethiopia tersebut berlangsung beberapa hari sebelum cabang al Qaeda menyerang sebuah pangkalan militer Kenya dekat perbatasan Somalia. Salah satu mujahidin yang gugur diidentifikasi sebagai warga negara Inggris, Thomas Evans. Evans, yang pergi dengan Abdul Hakim, awalnya mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan faksi jihad tersebut  tahun 2012, menurut ibunya.

Menurut BBC, "setidaknya 50 warga Inggris diyakini telah bergabung dengan Al Shabaab." Pihak berwenang Kenya juga telah mengeluarkan hadiah $ 100.000 untuk penangkapan seorang warga Negara Jerman, Andreas Martin Muller, yang juga dikatakan telah mengambil bagian dalam serangan di pangkalan militer Kenya.

Pejuang Kaukasia dalam kelompok jihad semakin ditampilkan dalam publikasi media Shabaab yang baru dari Kenya. Dalam video yang dirilis pada bulan Maret menunjukkan serangan Mpeketoni tahun 2014 di Kenya, beberapa pajuang Kaukasia dapat dilihat di seluruh rekaman. Dalam video yang dirilis awal bulan ini, para jihadis yang sama dapat dilihat lagi dalam satu adegan dari video. Thomas Evans diperkirakan telah ditampilkan dalam salah satu atau kedua video tersebut.

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom

Warga Afrika Selatan Pawai Menentang Rezim Mesir As Sisi

AFRIKA SELATAN (Jurnalislam.com) – Pengunjuk rasa berkumpul pada hari Jumat (19/06/2015) di Masjid Al-Sunny di Bellville, Cape Town, untuk berdoa dan memprotes kebrutalan rezim Sisi di Mesir dan hukuman mati massal yang ia jatuhkan.

Setelah shalat Jumat, ratusan umat Islam, laki-laki dan perempuan, dari berbagai kebangsaan – Somalia, Mesir, Yordania, Irak, Palestina, dan Afrika Selatan – berkumpul di luar masjid dan berbaris menentang hukuman mati yang dijatuhkan kepada mantan Presiden Muhammad Mursi dan Para pemimpin Ikhwanul Muslimin lainnya.

Para demonstran berbaris melalui pusat bisnis Bellville, memegang bendera Mesir dan Afrika Selatan dan membawa poster Mursi dan Mandela.

Selama protes, para demonstran bergabung dengan banyak pendukung lainnya.

Ahmed Meshtawy, salah satu penyelenggara, mengatakan bahwa "pawai hari ini adalah kelanjutan dari protes kami pada KTT Uni Afrika di Johannesburg."

"Protes hari ini adalah bagian dari kegiatan bulan Ramadhan kita terhadap al-Sisi dan pemerintah militer," katanya.

Meshtawy juga menjelaskan bahwa mereka berniat untuk mengatur protes dan dakwah setiap hari Ramadhan di berbagai wilayah Cape Town.

Banyak Muslim Arab dan Afrika lainnya bergabung dalam pawai.

Omer Sadie, warga Negara Irak yang tinggal di Cape Town dan merupakan salah satu penyelenggara protes, mengatakan: "Saya mendukung protes ini untuk Allah dan Islam, dan bukan untuk partai politik."

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Al Qaeda di Maghreb Islam: Syeikh Mokhtar Belmokhtar Masih “Hidup dan Sehat”

LIBYA (Jurnalislam.com)Al Qaeda Maghreb Islam (AQIM), cabang resmi al Qaeda, dalam sebuah pernyataannya di Twitter yang mengatakan bahwa Syiekh Mokhtar Belmokhtar, seorang mujahid veteran, masih “hidup dan sehat.” Dalam pesannya AQIM menyebut Syeikh Belmokhtar sebagai Khaled Abou El Abbas, sebuah nama yang telah lama dia gunakan.

AQIM mengatakan media telah berbohong tentang kematian Syeikh Belmokhtar dalam rangka membenarkan serangan udara Amerika terhadap rakyat suku (warga sipil) Libya yang “tidak bersalah”. Oleh karena itu pernyataan AQIM ini juga sebagai upaya untuk menggambarkan pemboman Amerika bukan hanya para menargetkan jihadis namun juga mengarah ke rakyat Libya.

Pada tanggal 16 Juni, AQIM mengeluarkan pernyataan pertama mengenai serangan udara. Menurut terjemahan oleh SITE Intelligence Group, AQIM mengatakan bahwa “kelompok elit dari kalangan anak-anak yang tulus dari Libya dan ksatria gemilang” telah Syahid. Namun, tidak ada yang menyebutkan Syeikh Belmokhtar.

Para pejabat AS mengatakan bahwa Belmokhtar ditargetkan dalam serangan bom akhir pekan lalu (13-14 Juni), tetapi mereka tidak yakin apakah ia telah binasa. Sejak itu terdapat ketidakpastian tentang keadaam Syeikh Belmokhtar.

Syeikh Belmokhtar memerintahkan serangan di fasilitas gas alam In Amenas di Aljazair. Belmokhtar mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut atas nama al Qaeda.

Pada bulan Agustus tahun 2013, Syeikh Belmokhtar membawa kelompoknya, al Mulathamun Battalion, bergabung dengan Gerakan untuk Persatuan dan Jihad di Afrika Barat (MUJAO). Bersama-sama, mereka membentuk al Murabitoon Brigade.

Seorang senior MUJAO bernama Adnan Abu Walid al Sahrawi baru-baru ini berpisah dengan Syeikh Belmokhtar dan berjanji setia kepada Abu Bakar al Baghdadi, yang memimpin Islamic State (IS). Meskipun al Sahrawi mengaku berbicara atas nama seluruh organisasi Al Murabitoon, ternyata ia hanya mewakili faksi sempalan saja.

Al Murabitoon merilis pernyataan sendiri yang menyangkal kematian Syeikh Belmokhtar sebelumnya hari ini. “Kami mengumumkan kepada saudara-saudara mujahidin kami di seluruh dunia bahwa berita kematian komandan Khaled Abou El Abbas dalam serangan udara Amerika adalah palsu,” pernyataan kelompok itu berbunyi, menurut Reuters.

Pernyataan ini pertama kali diterbitkan oleh Al Akhbar, sebuah kantor berita Mauritania yang secara teratur menerima pesan yang sama dari Al Murabitoon.

Reuters mencatat bahwa pernyataan itu tidak bisa secara independen memverifikasi keaslian pernyataan Al Murabitoon, tapi Al Akhbar telah menjadi saluran yang dapat diandalkan di masa lalu.

Awal pekan ini, Anshar al Syariah Libya memposting pesan yang menyiratkan bahwa Syeikh Belmokhtar masih hidup. SITE Intelligence Group menerjemahkan pernyataan Anshar al Syariah ini.

Beberapa anggota Anshar al Syariah gugur dalam pemboman yang menargetkan Syeikh Belmokhtar di Ajdabiya, Libya. Dan Anshar al Syariah mendaftar tujuh “syuhada,” tidak termasuk Syeikh Belmokhtar.

Menurut terjemahan SITE ini, sayap media Anshar al Sharia membantah “pembunuhan karakter [tokoh] selain yang yang kami sebutkan di antara anak-anak negeri ini pada awal pernyataan.” Serupa dengan pernyataan AQIM ini, Anshar al Syariah menuduh AS dan sekutunya berusaha mengalihkan perhatian dari “kejahatan keji mereka terhadap orang-orang Muslim … kami, dan untuk mencari pembenaran bagi pemboman berbahaya ini.”

Kelompok jihad lain, Dewan Syura Ajdabiya (ASC), juga telah merilis sebuah pernyataan mengenai pemboman tersebut. ASC juga mencantumkan para “syuhada,” tetapi tidak mengatakan apa-apa tentang Syeikh Belmokhtar.

Oleh karena itu, para jihadis kini merilis lima laporan mengenai serangan udara. Dua dari mereka menolak secara eksplisit kematian Belmokhtar, sedangkan tiga lainnya menyiratkan bahwa ia masih hidup.

Beberapa laporan pers dari Libya menyatakan bahwa Syeikh Belmokhtar menghadiri pertemuan yang diadakan di sebuah peternakan milik Al Sadi al Nawfali al Maghrebi, yang merupakan juru bicara ASC.

ASC merupakan aliansi kelompok jihad yang mencakup Anshar al Syariah. Memang, para anggota Anshar al Syariah yang gugur dalam pemboman kemungkinan beroperasi di bawah bendera ASC.

Koalisi ASC mirip dengan Mujahidin Shura Council (MSC) di Derna dan Dewan Syura Revolusioner Benghazi (BRSC). Yang terakhir ini dipimpin oleh cabang Anshar al Syariah di Benghazi.

Terlepas dari apakah Syeikh Belmokhtar menghadiri pertemuan tersebut, dan lolos dari serangan Drone AS, atau sama tidak hadir dalam pertemuan itu, terdapat alasan-alasan yang baik bagi pejabat intelijen untuk menduga bahwa ia bekerja dengan Anshar al Syariah.

Pada bulan November 2014, PBB menunjuk Anshar al Syariah Benghazi sebagai organisasi jihadis, mengakui hubungannya dengan AQIM dan al Murabitoon Brigade dalam proses.

PBB menemukan bahwa “setidaknya 12 dari 28 orang yang terlibat dalam serangan In Amenas,” yang diatur oleh Syeikh Belmokhtar, “dilatih selama musim panas 2012 dikamp yang dijalankan oleh” Anshar al Syariah di Benghazi.

AQIM telah mendukung serangan istisyhad Anshar al Syariah, sementara Ansar al Syariah mendukungnya dengan memberikan “pelatihan dan dukungan logistik untuk AQIM.”

Anshar al Syariah pertama kali mendapat perhatian dari internasional menyusul serangan 11 ​​September 2012 terhadap Misi AS dan Annex di Benghazi. Hubungan antara faksi jihad tersebut dengan Syeikh Belmokhtar ditemukan dalam penyelidikan terhadap penyerbuan yang mengakibatkan empat orang Amerika tewas tersebut.

Anggota Anshar al Syariah setelah itu menyebut Syeikh Belmokhtar memberikan ucapan selamat pada keberhasilan operasi.

Tidak Ada Gencatan Senjata yang Disepakati dalam Pembicaraan Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Menteri luar negeri pemerintah Yaman di pengasingan mengatakan pada hari Jumat (19/06/2015) bahwa pembicaraan damai dengan Houthi yang disponsori PBB di Jenewa belum mencapai kesepakatan tentang gencatan senjata untuk mengakhiri hampir tiga bulan pertempuran, World Bulletin melaporkan.

"Kami datang ke sini dengan harapan besar dan kami masih optimis bahwa kami akan mencapai sebuah solusi damai untuk Yaman di bawah payung PBB. Namun sayangnya delegasi Houthi tidak memungkinkan kita benar-benar mencapai semua kemajuan seperti yang kita harapkan. Hasil yang didapat tidak seperti  yang kita harapkan tapi tidak berarti bahwa kita telah gagal," kata Reyad Yassin Abdulla kepada wartawan.

Dia kemudian mengatakan "tidak ada rencana" untuk pembicaraan perdamaian putaran kedua setelah diplomasi lima hari yang dipimpin oleh utusan khusus PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed.

Ezzaldin al-Asbahi, Menteri HAM Yaman, mengatakan bahwa pembicaraan berakhir. Ould Cheikh Ahmad telah mengadakan konferensi pers pada pukul 15.00 GMT.