Anggota Polri Gabung ISIS Lebih Baik Daripada Pejabat Oportunis

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat kontra-terorisme Harits Abu Ulya menanggapi bergabungnya seorang anggota Polri dengan ISIS adalah hal yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, keputusan anggota Polri bernama Brigadir Syahputra bergabung dengan ISIS berdasarkan keyakinan, lebih baik daripada perilaku oknum aparat yang kontra patriotisme serta pejabat politik oportunis yang menjual Indonesia kepada asing.

"Seorang anggota Polri seiring dengan perjalanan waktu kemudian ia keluar resmi atau disersi karena sebuah sebab itu wajar. Ada kalanya seorang memilih mundur dari korp Bhayangkara karena soal keyakinan atau nilai-nilai normatif lainnya yang ia yakini. Dan tidak semata karena soal ekonomi ataupun moralitas," kata Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) kepada Jurniscom, Sabtu (4/7/2018).

Menurutnya, sosok Syahputra adalah contoh realitas pergulatan seorang manusia yang mencari nilai yang lebih yang dianggap bisa memuaskan akal, menenteramkan batin. "Dan kadangkala nilai baru yang ia temukan tidak kongkruen dengan doktrin-doktrin yang ia peroleh selama pendidikan dan bertugas di korp bhayangkara," lanjutnya.

Harits mengatakan, kasus Syahputra tidak perlu dibesar-besarkan dan harus disikapi proporsional. Karena faktanya, diluar kasus ISIS banyak aparat pemerintah yang perilakunya kontra dengan patriotisme dan doktrin nasionalisme.

"Bahkan para pejabat politik di negeri ini sudah berperilaku oportunis menjual Indonesia untuk kepentingan asing. Dan dampaknya jauh lebih nyata dan lebih besar dibanding pilihan pribadi seorang Syahputra," cetusnya.

Mengenai bagaimana seorang anggota polisi bisa "terkontaminasi" dengan pemikiran-pemikiran yang dianggap "radikal', menurut Harist bukan hal yang mustahil.

"Dengan dunia yang "datar" saat ini, dengan tingginya teknologi yang bisa menghubungkan kepada semua orang, diluar interaksi langsung interpersonal dalam beragam momentum," pungkasnya.

Menurut situs azzammedia.net, Brigadir Syahputra alias Abu Azzayn al Indunisiy tiba di Suriah pada bulan Maret 2015 dan dikabarkan telah gugur di Tal Tamr, wilayah al Barakah beberapa waktu lalu.*

CIIA | Editor : Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.