Operasi Azm IIA Masih Terus Berlanjut, 25 Tentara Bayaran Tewas di Baghlan

BAGHLAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam telah melancarkan serangan terhadap tentara bayaran di daerah Qarghan Tepa kabupaten Pul-e-Khumri sejak Selasa pagi. Sebagai hasilnya desa Qara Khan, pangkalan militer Ali Khwaja dan sebuah pos pemeriksaan di atas lembah diserbu, 13 orang bersenjata tewas dan 9 lainnya luka-luka serta 4 APC hancur, sebuah APC dan peralatan militer lainnya disita, El Emarah News melaporkan hari Rabu (12/08/2015).

Dikatakan bahwa 2 Mujahidin juga syahid dalam pertempuran tersebut (semoga Allah menerima mereka) dan 6 lainnya terluka.

Mujahidin juga menyerang konvoi musuh di distrik Markazi Baghlan, merusak 9 kendaraan dan mengakibatkan 12 orang bersenjata tewas.

Sedangkan di provinsi Khost mujahidin menyerang sebuah pos pemeriksaan di distrik Domando, menewaskan 3 orang bersenjata dan melukai 5 lainnya kemudian menyergap wakil gubernur distrik – Gula Khan – di daerah Koti Khel, Serangan tersebut berhasil menewaskan wakil gubernur  tersebut bersama dengan 8 orang pasukan bayaran, melukai 2 lainnya dan menghancurkan sebuah truk pickup.

Seorang tentara bayaran lain terluka parah di Kabupaten Sher Ali ketika kendaraan mereka menabrak sebuah bom pinggir jalan.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Pernyataan Sikap Imarah Islam Afghanistan atas Kebrutalan ISIS di Nangarhar

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sebuah video brutal yang dirilis kemarin (10/8/2015) memperlihatkan para penculik yang tergabung dengan Daesh (ISIS) yang secara sadis membunuh beberapa lansia, tetua suku dan warga sipil dengan cara diledakan di Mamand Dera, distrik Shinwaro.

Perlakuan seperti ini sama sekali bukan bagian dari Islam di mana warga sipil dibunuh setelah dituduh murtad karena mendukung Imarah Islam. Hal ini sama sekali tidak bisa dibenarkan.

Imarah Islam mengutuk keras perbuatan ini. Tidak dibenarkan secara syariat menganiaya para tawanan dengan cara cara seperti itu.

Perbuatan ini dan aksi-aksi sadis lainnya yang telah dilakukan orang-orang dungu atas umat Islam tidak bisa dibiarkan.

Oleh karena itu Imarah Islam memerintahkan kepada komandan jihad di daerah setempat untuk menangkap dan membawa para pelaku ke mahkamah syariat.

Imarah Islam Afghanistan

 

Editor : Abu Muhammad | Jurniscom

Pers Rilis Parade Tauhid Indonesia "Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan ke-70"

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan ke-70

Dalam rangka mensyukuri nikmat 70 tahun kemerdekaan Indonesia, umat Islam akan menggelar halal bi halal akbar dengan tajuk Parade Tauhid Indonesia (PTI) pada Ahad (16/8/2015).

Tak dipungkiri, kemerdekaan bangsa Indonesia tak lepas dari peran serta para alim ulama, tokoh Islam, santri, dan kaum muslimin pada umumnya yang berhasil mengusir penjajah Belanda.

Selama 350 tahun Indonesia dijajah, di situlah umat Islam menjadi garda terdepan dalam perjuangan bangsa Indonesia. Sultan Hasanuddin (Sulawesi Selatan), Pangeran Diponegoro (Jawa), Pangeran Antasari (Kalimantan Selatan), Tuanku Imam Bonjol (Sumatera Barat), Pattimura (Maluku), Tjut Nyak Dien (Aceh), KH. Hasyim Asy’ari (NU), hingga KH. Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), adalah sederet nama pejuang Islam yang turut mengantarkan negara ini meraih Kemerdekaan.

Bahkan pada tanggal 10 November 1945 mengingatkan kita akan pekikan takbir Bung Tomo ketika melawan agresi Belanda demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kegigihan arek-arek Suroboyo dalam melawan Belanda itu tak lepas dari resolusi jihad yang dikeluarkan oleh Nahdlatul Ulama (NU).

Namun segala karunia ini bisa terjadi semata-semata karena izin Allah. Hanya karena kehendak Allah-lah segala nikmat kemerdekaan tersebut bisa kita rasakan. Hal ini sebagaimana tertulis dalam alinea tiga Pembukaan UUD 1945, ‘Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa …‘

Menyambut momen bersejarah ini, Parade Tauhid Indonesia akan dimulai dengan shalat malam berjamaah pada pukul 03.00 WIB dinihari di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dilanjutkan dengan Shalat Subuh Akbar serta ceramah oleh Ketua Panitia Ustadz Haikal Hassan. Setelah itu, peserta akan melakukan pawai dan mendengar orasi tokoh-tokoh umat.

Dengan mengambil tema “Bertauhid dalam Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”, kami berharap tumbuhnya kembali kesadaran tauhid setiap muslim dalam menjalani kehidupan individu, keluarga, bermasyarakat, dan bernegara.

Parade ini kami persembahkan dengan menekankan Islam rahmatan lil ‘alamin sebagai proklamasi kembali, bahwa Islam diturunkan sebagai agama damai dan keselamatan. Untuk menebarkan rahmat bagi alam semesta, bukan hanya bagi sesama manusia.

Tauhid juga berarti amanah dalam memimpin, cinta dan takut kepada Allah, takut siksa neraka, tidak korupsi, membela kepentingan rakyat, saling menolong, rela berkorban, mengikuti jalan yang lurus, meninggalkan ego kelompok, mau bekerjasama untuk Islam, dan lainnya. Inilah bagian dari makna besar Islam rahmatan lil ‘alamin.

Sehubungan dengan adanya Tabligh Akbar oleh Syekh Hassan Al Halabiy, kami sebagai Panitia Parade Tauhid Indonesia tak merasa terpengaruh dengan acara tersebut.
Panitia mengajak umat Islam untuk menjadi bagian dari sejarah persatuan umat ini dengan memutihkan rute perjalanan Parade mulai dari Pukul 07.00 WIB hingga 12.00. Dari mulai Plaza Utara Gelora Bung Karno, Jalan Jenderal Sudirman, Bundaran HI, Bundaran Ratu Plaza, dan kembali lagi ke Senayan.

Kami menargetkan 100.000 massa akan turut serta dalam parade ini yang melibatkan seluruh unsur umat Islam. Baik individu, komunitas, maupun institusi atau organisasi. In syaa Allah.

Sejumlah tokoh nasional telah memberi dukungan untuk menyukseskan acara ini. Mereka antara lain KH. Abdullah Gymnastiar (Pimpinan Daarut Tauhiid), Prof. Dr. Din Syamsuddin (Ketum MUI), Ustadz Arifin Ilham (Pimpinan Majelis Az-Zikra), KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i (Pimpinan Perguruan Asy-Syafi’iyah), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, KH. Cholil Ridwan (Ketua MUI), Habib Rizieq Shihab (Imam Besar FPI), Ustadz Bachtiar Natsir (Sekjen MIUMI) dan masih banyak lagi.

Juru Bicara Panitia Pelaksana Parade Tauhid Indonesia

Mustofa B. Nahrawardaya (0811 8668 323) dan Hany Kristianto (0852 10000066)

Koordinator Liputan
Muhammad Pizaro
(089690197281)

Sekretariat :
Gedung Marba Center
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 38
Jakarta 12810

paradetauhid.id@gmail.com
humas@paradetauhid.id

 

Syukuri Kemerdekaan, AQL Jogja Gelar Tabligh Akbar "Syiar Kemerdekaan"

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Dalam rangka memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah, yang atas Berkat Rahmat-NYA bangsa ini meraih kemerdekaan, Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Yogyakarta bermaksud mengadakan Tabligh Akbar bertajuk Syi’ar Kemerdekaan. Tema yang akan diambil dari Tabligh Akbar nanti adalah “Mengokohkan Keluarga Indonesia dengan Al-Qur’an".

Acara yang akan digelar pada hari Sabtu, 15 Agustus 2015 bertempat di GOR Amongrogo itu akan diisi oleh Ustadz Bachtiar Nasir, Lc., M.M. (Sekjend MIUMI Pusat), Ustadz Ridwan Hamidi, Lc., M.A. M.P.I. (Ketua MIUMI DIY) dan Ustadz Syatori Abdurrouf (Pengurus Ikadan Da’i Indonesia, IKADI).

Menurut Ibadurrahman selaku humas acara, penyelenggaraan Tabligh Akbar ini bertujuan sebagai ikhtiar menuju persatuan Islam.

“Rencananya acara ini akan mengundang semua ormas Islam yang ada di DIY dan besar harapan kita acara ini akan menjadi ajang silaturahim ummat Islam menuju persatuan Islam. Langkah kita senada dengan isi Risalah Jogjakarta yang merupakan hasil Konggres Ummat Islam Indonesia yang diadakan awal tahun ini. Semoga Allaah meridhoi langkah kitam” jelasnya.

70 tahun sudah setiap tahunnya rakyat Indonesia merayakan hari proklamasi kemerdekaannya. Namun hingga hari ini bangsa Indonesia belum sepenuhnya meraih apa yang selama ini dicita-citakan oleh para pendiri bangsa. Kemiskinan masih menjadi hal yang jamak di negeri kaya raya ini, rendahnya tingkat pendidikan serta fasilitas publik yang tidak memadai serta compang-campingnya penegakan hukum cukup membuka mata bahwa bangsa ini belum merdeka dalam arti yang sebenarnya.

Untuk ukuran sebuah peradaban, 70 tahun adalah usia yang sangat muda bila dibandingkan dengan peradaban Islam di Andalusia yang mencapai 800 tahun dan Turki Ustmani 500 tahun. Bangsa ini masih minim pengalaman, masih mudah dipecah belah dan diadu domba.

Semenjak NKRI diproklamasikan bahkan ratusan tahun sebelum merdeka, pengkhianatan dan perpecahan senantiasa menjadi masalah klasik. Bangsa ini benar-benar letih menghadapi pertikaian dan perpecahan. Padahal sejatinya, berpegang erat kepada tali agama Allaah dan tidak berpecah belah merupakan kunci kebangkitan dan kemenangan umat dalam meraih kemerdekaan sebagaimana dinyatakan dalam al Qur’an surah Ali Imron : 103. Sedang dalam surat Al Anfal : Allah memberi sadar kepada kita, “Taatlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berpecah belah, sebab itu akan membuatmu gagal dan hilang kekuatan “
Untuk itu harus ada langkah untuk menuju persatuan, dan langkah itu telah kita mulai bersama.

Bagi peserta yang akan mengikuti Tabligh Akbar ini, dianjurkan memakai atribut merah atau putih. Untuk info lebih lanjut silakan bisa menghubungi contact person kami di 087884416780 (Leo).

AQL | Jurniscom

Hindari Zona Penyangga Turki, Jabhah Nusrah Tarik Pasukannya dari Garis Depan Provinsi Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, telah merilis sebuah pernyataan untuk menarik diri dari posisi garis depan utara di Aleppo.

Langkah ini dilakukan sebagai respon terhadap upaya Turki untuk mendirikan zona penyangga bagi pasukannya yang sedang memerangi pasukan Abu Bakr al Baghdadi.

Sebagaimana yang di lansir oleh The Long War Journal,  pernyataan  dirilis melalui Twitter pada tanggal 9 Agustus 2015, tidak menunjukkan bahwa Jabhah Nusrah berpihak dengan Islamic State (IS).

Sebaliknya, kerjasama Turki dengan koalisi yang dipimpin AS, yang menargetkan pemimpin veteran al Qaeda di Suriah utara, telah memaksa Jabhah Nusrah mengubah taktik.

Jabhah Nusrah mengatakan bahwa mereka melepaskan kendali wilayahnya di bagian utara provinsi Aleppo.  Tapi Faksi Jihad Suriah lainnya akan mengisi kekosongan.

Jabhah Nusrah menyikapi rencana zona penyangga dalam pernyataannya, mengatakan hal ini dimaksudkan untuk melayani kepentingan keamanan nasional Turki dan bukan merupakan bagian dari upaya nyata untuk membantu mujahidin.

Pemerintah Turki mengkhawatirkan negara Kurdi di perbatasan selatan mereka, menurut Jabhah Nusrah, dan itu adalah dorongan sebenarnya di balik keputusan Turki. Kurdi adalah salah satu lawan utama IS dan telah menguasai beberapa wilayah mengalahkan pasukan IS dalam beberapa bulan terakhir.

Cabang Al Qaeda tersebut juga mengatakan tidak dibenarkan dalam segi Syariat bekerja sama dengan pasukan  musuh yaitu pasukan gabungan AS – Turki.

Pentagon mengumumkan awal bulan ini bahwa mereka telah mulai menerbangkan drone dari Pangkalan Udara Incirlik di Turki. Beberapa misi udara dilaporkan mendukung pasukan darat yang dilatih AS. Pasukan tersebut telah memerangi Jabhah Nusrah, dan telah membunuh serta menangkap sejumlah mujahidin.

Pada akhir Juli, Jabhah Nusrah telah menangkap anggota kelompok Divisi 30, sekelompok pasukan khusus yang dibentuk dan dilatih oleh Amerika. Anggota Divisi 30 lainnya tewas dalam pertempuran dengan Jabhah Nusrah setelah menyerbu markas Divisi 30di utara Aleppo.

Departemen Pertahanan Pentagon memberikan dukungan udara untuk pasukan Divisi 30 bentukan militer AS, yang dijuluki Suriah Angkatan Baru. Dan Jabhah Nusrah telah menyatakan sikap untuk memeranginya.

Secara terpisah,aggressor AS juga berulang kali menargetkan pemimpin senior al Qaeda di jajaran Jabhah Nusrah. Berlabel "Khorasan Group," kader veteran al Qaeda ini telah merencanakan serangan-serangan di Barat.

Dari perspektif al Qaeda, kerjasama taktis dengan Turki, atau unsur pemerintah Turki, adalah satu hal. Namun bekerja dengan koalisi yang didukung AS, walaupun didukung Turki dalam beberapa hal, adalah masalah yang lain dan sama sekali tidak dibenarkan.

Mempertimbangkan perkataan Syeikh Nasser bin Ali al Ansi, tokoh al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) yang juga menjabat sebagai wakil manajer umum al Qaeda hingga Syahidnya di bulan April, tentang Turki awal tahun ini.

Dalam sesi tanya jawab yang dirilis secara online, Syeikh al Ansi ditanya bagaimana para jihadis seharusnya bersikap dalam berurusan "dengan negara-negara seperti Qatar dan Turki, yang kebijakannya cenderung menguntungkan para mujahidin." Jawab Al Ansi bahwa "tidak ada salahnya menerima manfaat dari pihak yang berseberangan, selama kita tidak harus mengorbankan iman atau ajaran kita." Namun, Syeikh al Ansi memperingatkan bahwa hal ini "tidak boleh melemahkan untuk berkolaborasi dengan Amerika dalam perang melawan mujahidin." Para jihadis "perlu memperhatikan masalah ini," Syeikh al Ansi menjelaskan.

Dengan kata lain, mujahidin al Qaeda dan mujahidin lain boleh mendapatkan keuntungan dari bekerja sama dengan Turki dan Qatar (sama-sama ingin menggulingkan rezim Bashar al Assad misalnya), asalkan negara-negara tersebut tidak melewati batas batas  syariah apalagi sampai membantu Amerika "perang melawan mujahidin." Mengingat situasi yang dijelaskan di atas, pernyataan sikap ini persis serupa dengan sikap Jabhah Al nusrah saat ini menghadapi zona penyangga Turki.

Deddy | TLWJ | Jurniscom

FAPB: FKUB Biang Masalah Gereja Di Kota Bekasi

BEKASI (Jurnalislam.com) – Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) menilai Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi yang diketuai oleh Abdul Manan dan Sekretarisnya Hasnul Kholid Pasaribu, telah melakukan kesalahan dengan mengeluarkan surat rekomendasi pendirian Gereja Katolik Paroki Santa Clara Bekasi Utara dengan nomor 109/REK.FKUB/1V/2015.

Rekomendasi tersebut dikeluarkan setelah mempelajari surat yang diajukan oleh panitia pembangunan dan laporan hasil verifikasi dukungan warga.

Sementara tokoh ulama dan masyarakat Bekasi Utara seperti KH. Ishomudin Muchtar menolak keras pendirian gereja Katolik Paroki Santa Clara Bekasi Utara. 

"Buktinya pada hari Senin, 10 Agustus 2015, para tokoh  dari berbagai elemen dan masyarakat Bekasi Utara turun melakukan demonstrasi guna memprotes rekomendasi yang dikeluarkan oleh FKUB tersebut," kata Ketua FAPB Ustadz Abu Al-Iz, Lc dalam pernyataannya kepada Jurniscom, Senin (10/8/2015)

Lanjut Abu Al-Izz, demonstrasi kekecewaan masyarakat Kota Bekasi pun pecah dan nyaris bentrok dengan aparat hingga akhirnya para demonstran melumpuhkan jalur utama A. Yani.

Kendati demikian, Walikota Bekasi dan Muspida tidak bergeming dengan kemarahan dan kekecewaan masyarakat Bekasi. 

"Mereka hanya mempersilahkan verifikasi ulang dan menjadikan status quo selama dalam verifikasi. Tentu yang diverifikasi adalah data yang sudah dianggap sah dan meyakinkan oleh mereka! Lain halnya jika keputusannya, pihak gereja diminta mengajukan kembali syarat-syarat pendirian gereja  dari nol?," tegasnya.

Menyikapi putusan tersebut, Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) berpendapat bahwa FKUB telah melakukan kesalahan mengeluarkan rekomendasi pendirian Gereja Santa Clara Bekasi Utara tanpa melibatkan tokoh-tokoh dan masyarakat kota Bekasi pada saat verifikasi hingga akhirnya mereka terpaksa berdemonstrasi di depan kantor Walikota Bekasi.

"FKUB dalam mengeluarkan rekomendasi memaksakan diri dan tidak mengindahkan perasaan masyarakat muslim Bekasi, khususnya masyarakat muslim Bekasi Utara yang terganggu dengan adanya pendirian Gereja Santa Clara Bekasi Utara," ujar Abu Al-Izz.

Sambungnya, sikap FKUB yang berkeras seolah telah berpijak pada aturan normatif dengan tanpa mempertimbangkan kearifan dan nilai budaya masyarakat Bekasi yang relijius dan peka terhadap masalah gereja dapat memicu keresahan dan melukai kenyamanan hidup masyarakat kota Bekasi.  

"Seharusnya Walikota Bekasi dan Muspida mendorong  FKUB untuk mencabut rekomendasi pendirian Gereja Paroki Santa Clara Bekasi Utara nomor 109/REK.FKUB/1V/2015. Bukan dengan verifikasi ulang!" tandasnya.

Reporter: Zarqawi | Editor : Ally | Jurniscom

 

Konvoi AS-NATO Dihantam Bom Mobil Mujahidin IIA di Kabul, 2 APC Penjajah Hancur

KABUL (Jurnalislam.com) – Sebuah konvoi AS-NATO yang memasuki bandara Kabul ditargetkan oleh bom mobil di pintu gerbang  pada siang hari Senin 10 Agustus, El Emarah News melaporkan.

Serangan dilakukan oleh pencari syahid – Abdul Kabir – ditujukan pada konvoi menggunakan kendaraan jenis sedan penuh bahan peledak, sebagai hasilnya 2 APC dilalap api dan benar-benar hancur, menewaskan semua penjajah NATO yang berada dalam kendaraan, serta menjatuhkan korban polisi yang sedang bertugas di dekatnya.

Setiap kali konvoi pasukan asing akan memasuki bandara, aparat keamanan akan menutup rapat daerah tersebut dari masyarakat sehingga semua mujahidin menyadari bahwa tidak ada warga sipil yang hadir di daerah tersebut pada saat serangan.

Namun ledakan kuat mungkin telah menghancurkan jendela di daerah yang jauh hingga mungkin menyebabkan kerugian bagi beberapa warga sipil.

Di Uruzgan 93 polisi dan milisi Arbaki menyadari kesalahan mereka dan menyerah kepada Mujahidin Imarah Islam selama beberapa hari terakhir di distrik Char Chino provinsi Uruzgan selatan.

Sementara sebuah bom pinggir jalan menghancurkan sebuah kendaraan ANA di daerah Shuflogh Manda kabupaten Chinartu, menewaskan 3 orang bersenjata di dalamnya dan melukai 2 lainnya.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Israel Bebaskan Pelaku Pembakaran Keluarga Dawabsheh

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Sumber di badan keamanan umum Israel Shabak mengungkap soal pembebasan dari semua unsur kelompok kanan ekstrim Yahudi yang ditangkap atas keterlibatan mereka dalam kejahatan pembakaran keluarga Dawabsheh di Doma 10 hari lalu, Infopalestina melaporkan  Senin (10/08/2015).

Kantor berita Perancis melansir pernyataan dari sumber di Shabak bahwa pembebasan kelompok kanan ekstrim yahudi itu sudah dilakukan setelah mereka ditahan pagi Ahad kemarin (09/08/2015).

Sebelumnya, polisi Israel menangkap 10 warga Yahudi pada Sabtu sore karena keterlibatan merkea dalam kejahatan pembakaran rumah keluarga Dawabsheh di Doma, selatan Nablus pekan lalu.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Gelombang Panas Menyerang Mesir, 21 Orang Tewas

MESIR (Jurnalislam.com) – Dua puluh satu orang tewas dan 66 orang lainnya dirawat di rumah sakit karena kelelahan akibat suhu yang melonjak dan kelembaban tinggi di Kairo dan bagian lain dari Mesir, kementerian kesehatan mengatakan, Senin.

Para korban, yang semuanya meninggal pada hari Ahad, menyerah karena suhu melonjak setinggi 47 derajat Celsius (117 Fahrenheit), dalam kondisi tidak tahan tingkat kelembaban yang tinggi.

Lima belas orang tewas di Kairo, empat di provinsi Delta Qalibiya dan dua di provinsi Qena di Upper Egypt, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. Mereka yang meninggal, termasuk tujuh wanita, semua berusia di atas 60.

Enam puluh enam orang dirawat di rumah sakit setelah menderita kelelahan, termasuk 37 yang masih di bawah pengawasan, tambahnya.

"Ada kenaikan suhu yang tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tapi masalahnya adalah kelembaban yang mempengaruhi lebih banyak orang," kata juru bicara kementerian Hossam Abdel Ghaffar.

"Berada lama di bawah matahari dapat membunuh."

Pejabat meteorologi mengkonfirmasi bahwa suhu di ibukota dan beberapa bagian negara di Mesir lebih tinggi dari rata-rata.

"Suhu lebih tinggi empat sampai lima derajat dari biasanya, dan kelembaban sangat tinggi bulan ini," Waheed Soudi, kepala analisis di Otoritas Meteorologi Mesir mengatakan kepada AFP.

"Suhu puncak di tempat teduh adalah 38 derajat Celcius di Kairo pada hari Ahad, yang berarti 47 derajat di bawah sinar matahari atau di tempat-tempat dengan ventilasi yang buruk."

Meskipun seluruh Mesir sudah terbiasa mengalami suhu musim panas sekitar 30-an derajat, tingkat kelembaban yang tetap tinggi dalam cuaca yang sangat panas sangat jarang terjadi.

 

Deddy | AFP | Alarabiya | Jurniscom

 

Kantor Polisi di Turki Diserang dengan Bom Mobil dan Senjata Api

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Dua orang yang menyerang sebuah kantor polisi di Istanbul pada Senin (10/08/2015) pagi tewas akibat tembakan balasan, sumber keamanan mengatakan pada hari Senin.

Seorang petugas polisi, yang terluka parah dalam tembak-menembak tersebut akhirnya juga meninggal di rumah sakit, setelah penyerang menembaki pasukan keamanan yang bertugas melindungi kantor polisi, menurut sumber-sumber keamanan.

Tembak-menembak itu terjadi menyusul serangan bom di kantor polisi tersebut pada pukul 1.00 dinihari waktu setempat (22.00GMT pada hari Ahad).

Polisi mencoba untuk menemukan identitas para penyerang yang tewas.

Setidaknya 10 orang, termasuk tiga polisi, luka-luka ketika sebuah kendaraan bermuatan bom melaju ke Kantor Polisi Fatih di distrik Sultanbeyli.

Korban terluka dibawa ke Rumah Sakit Negara Sultanbeyli  (Sultanbeyli State Hospital).

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom