Serangan Udara Rusia Hancurkan Gudang Senjata Milik Pasukan Bentukan AS

SURIAH  (Jurnalislam.com) – Serangan udara Rusia di Suriah utara menghancurkan gudang senjata milik pasukan yang dibentuk AS dan melukai beberapa tentaranya, kelompok itu mengatakan pada hari Rabu, (07/10/2015), lansir World Bulletin.

"Pada pukul 05:30 (1430 GMT) hari Selasa, basis kami di bagian barat Provinsi Aleppo menjadi sasaran pesawat Rusia… yang menghancurkan gudang kami," kata Mustafa Halabi, seorang juru bicara kelompok al-Jabal Suqur.

"Gudang tersebut berisi senjata, amunisi dan peralatan lainnya," katanya.

"Ada beberapa kerusakan yang berkisar dari ringan sampai sedang," kata Halabi kepada AFP melalui internet dari Suriah.

Dia mengatakan bahwa tiga serangan udara yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia menghancurkan "gudang utama yang digunakan oleh brigade al-Jabal Suqur".

Rusia mulai melakukan serangan udara di Suriah seminggu yang lalu dan telah mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan IS dan faksi faksi mujahidin Suriah.

Tapi kelompok oposisi moderat dan pendukung internasional mereka menuduh Moskow menargetkan berbagai kelompok bersenjata yang melawan rezim Assad, bukan hanya IS.

Pasukan Suqur al-Jabal (Elang Gunung) telah menerima pelatihan dan peralatan sebagai bagian dari program AS bernilai $ 500 juta.

Pada tanggal 1 Oktober, kelompok tersebut menuduh Rusia menargetkan pangkalan di provinsi Idlib dengan "lebih dari 10 rudal".

Senator AS John McCain juga mengatakan pekan lalu bahwa Rusia telah menyerang kelompok terpisah yang dilatih oleh Central Intelligence Agency.

                                              

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Gagal Hadapi Taliban, Jenderal Tertinggi AS: Butuh Perubahan Rencana Baru di Afghanistan

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Komandan tertinggi AS di Afghanistan mengatakan pada hari Selasa (06/10/2015) bahwa ia telah mengajukan rekomendasi untuk perubahan rencana di Afghanistan, lansir Anadolu Agency.

Jenderal John Campbell mengatakan kepada Komite Senat Angkatan Bersenjata (the Senate Armed Services Committee) bahwa ia telah menawarkan "beberapa pilihan" untuk dua tahun ke depan namun menolak memberikan rincian.

"Kami telah melihat munculnya IS, lalu kehadiran Al Qaeda yang terus meningkat di Afghanistan karena operasi militer Pakistan dan sekarang kami telah memiliki mitra yang kuat yaitu Presiden (Ashraf) Ghani dan Chief Executive Abdullah," kata Campbell, mengacu kepada pejabat tinggi Afghanistan.

"Berdasarkan kondisi di lapangan, saya percaya kita harus memberikan pilihan rencana yang berbeda kepada kepemimpinan senior kami."

Barack Obama mengumumkan pada tahun 2014 bahwa militer AS akan mengurangi jumlah tentara di sana hanya dalam bentuk kehadiran kedutaan normal dengan komponen bantuan keamanan di ibukota Afghanistan Kabul pada Januari 2017.

Campbell mengatakan bahwa mereka perlu mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

"Saya sudah mengajukan rekomendasi untuk menyesuaikan dengan lingkungan baru ini sambil menangani misi inti kami: pelatihan, pemberian nasihat dan membantu pasukan keamanan Afghanistan serta melakukan operasi kontraterorisme untuk melindungi tanah air," katanya.

Sejak mengakhiri peran tempur resmi mereka di Afghanistan pada akhir 2014, namun pasukan asing pimpinan AS telah meningkatkan jumlah serangan pesawat tak berawak terhadap mujahidin Afghanistan, terutama di sekitar dan di seberang perbatasan Pakistan.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Taliban Kembali Bebaskan 35 Desa dan Rebut 4 Pangkalan Militer di Provinsi Baghlan

BAGHLAN (Jurnalislam.com)El Emarah News melaporkan, Rabu (07/10/2015), Mujahidin Imarah Islam telah mengamankan 35 desa, mengusir musuh dari dua lembah di bagian utara provinsi Baghlan di distrik Dahana-e-Ghouri.

Mujahidin menguasai dua lembah dengan 35 desa selama operasi pembersihan yang berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Sementara itu, Mujahidin merebut empat pangkalan militer utama dari musuh di distrik Dahana-e-Ghouri dan mengusir musuh.

Sementara di distrik Ahmad Khel provinsi Paktia sebuah ledakan ranjau menyebabkan satu Arbaki tewas dan dua lainnya terluka di hari Selasa.

Dalam serangan serupa, dua polisi tewas dan seorang lainnya terluka di distrik Syed Karam pada hari yang sama.

Dalam serangan lain, seorang Arbaki terbunuh dengan dua polisi cedera ketika ledakan ranjau meledak di dekat patroli gabungan di distrik Ahmad Abad juga di provinsi Paktia.

Secara terpisah, Mujahidin menewaskan dua tentara boneka dan melukai tiga lainnya setelah menyerang konvoi musuh di distrik Urgun pada hari Selasa (06/10/2015).

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

 

Sudah 500 Warga Palestina Terluka oleh Tembakan Pasukan Zionis di Tepi Barat

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Ratusan warga Palestina telah terluka oleh tembakan Israel – dan dua pemuda Palestina tewas – selama tiga hari terakhir di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam bentrokan yang sedang berlangsung dengan pasukan keamanan Israel, Anadolu Agency melaporkan, Selasa (06/10/2015).

Menurut organisasi Medis Palestina, setidaknya 500 warga Palestina telah terluka dalam bentrokan yang awalnya dipicu oleh kekerasan Israel baru-baru ini di Yerusalem Timur di kompleks Masjid Al-Aqsha, saat pemerintah Israel terus membatasi akses bagi jamaah Muslim Palestina.

"Sejak 3 Oktober, setidaknya 500 warga Palestina telah terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Jerusalem Timur," kata Bulan Sabit Merah Palestina dalam sebuah pernyataan. "Empat puluh satu warga Palestina telah terluka oleh peluru tajam, 134 dengan peluru karet dan 307 oleh gas air mata yang berlebihan, sementara 18 orang lainnya dipukuli."

Organisasi tersebut melanjutkan dengan mengatakan bahwa mereka mendokumentasikan setidaknya 42 luka akibat tembakan Israel pada hari Senin saja.

"Lima warga Palestina terluka oleh peluru tajam dan delapan terluka akibat peluru karet pada hari Senin, sementara 26 menderita akibat inhalasi gas air mata yang berlebihan," kata laporan medis.

Pada hari Ahad, Abd al-Rahman Obaid Allah, seorang anak Palestina berusia 13 tahun, meninggal dunia  oleh tembakan pasukan zionis di kota Betlehem di Tepi Barat.

Menurut Departemen Kesehatan Palestina, anak itu ditembak di dada oleh sniper Israel.

Seorang pemuda Palestina kedua, 18 tahun, juga dilaporkan meninggal dunia akibat tembakan zionis pada hari yang sama.

Ketegangan di Tepi Barat yang diduduki  Israel dan Yerusalem Timur diperburuk oleh terbunuhnya dua pemukim Yahudi di Itamar Settlement yang merupakan pemukiman khusus Yahudi di dekat kota Nablus di Tepi Barat, minggu lalu.

Selama tiga hari terakhir, beberapa bentrokan meletus antara aksi perlawanan pemuda Palestina dan pasukan penjajah lsrael di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

NATO Tolak Penjelasan Rusia Mengenai Pelanggaran Udara di Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – NATO menolak penjelasan Rusia bahwa pesawat-pesawat tempur mereka melanggar ruang udara anggota aliansi Turki pada akhir pekan karena kesalahan dan mengatakan Rusia telah mengirimkan banyak pasukan darat ke Suriah, lansir Aljazeera, Selasa  (06/10/2015).

Pernyataan aliansi pada hari Selasa tersebut muncul saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ia kehilangan kesabaran dengan pelanggaran Rusia terhadap ruang udara negaranya, dan pejabat Rusia mengatakan mereka akan menyambut pembicaraan dengan rekan-rekan Turki untuk menghindari "kesalahpahaman".

"Serangan terhadap Turki berarti serangan terhadap NATO," Erdogan memperingatkan pada konferensi pers di Brussels.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan aliansi memiliki laporan bahwa militer Rusia membangun kekuatan besar di Suriah, termasuk pasukan darat dan kapal di Mediterania timur.

"Saya tidak akan berspekulasi tentang motif … tapi pelanggaran ini tidak terlihat seperti kecelakaan dan kita telah melihat dua pelanggaran," kata Stoltenberg mengenai serangan udara di atas perbatasan Turki dengan Suriah. Dia mencatat bahwa pelanggaran itu "berlangsung untuk waktu yang lama".

Insiden-insiden, yang digambarkan NATO "sangat berbahaya" dan "tidak dapat diterima", menggarisbawahi risiko eskalasi berlanjutnya perang di Suriah, saat pesawat tempur Rusia dan AS terbang dalam misi tempur di negara yang sama untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pesawat perang SU-30 memasuki ruang udara Turki di sepanjang perbatasan dengan Suriah "selama beberapa detik" pada hari Sabtu, akibat kesalahan yang disebabkan oleh cuaca buruk. NATO mengatakan pesawat juga masuk ruang udara Turki pada hari Ahad, sebuah insiden yang akan diperiksa Rusia.

Stoltenberg menolak untuk mengomentari apakah pesawat Rusia telah mengunci radar mereka pada jet F-16 Turki yang pada hari Sabtu bergegas untuk mengusir pesawat Rusia dari ruang udara, yang biasanya merupakan awal tembakan.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov mengatakan Moskow akan menyambut delegasi Kementerian Pertahanan Turki untuk membahas masalah ini menghindari "kesalahpahaman" di Suriah.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

 

Serangan Mematikan Taliban di Provinsi Kabul, Puluhan Tentara Musuh Tewas

KABUL (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban Afghanistan) menyerang konvoi penuh persediaan yang dijaga militer di sepanjang jalan Kabul dan Jalalabad dua kali pada hari Selasa, 6 Oktober 2015, menewaskan sedikitnya 9 tentara boneka dan 8 lainnya terluka, Al-Emarah News melaporkan.

Tiga truk pasokan, enam kendaraan militer dan sebuah Land cruiser hancur dalam operasi hari Selasa itu, tambahnya.

Dalam serangan serupa, Mujahidin Imarah Islam menewaskan 8 tentara boneka dan melukai 4 lainnnya dengan menghancurkan tiga kendaraan militer dan kendaraan Surf menyusul serangan terhadap konvoi militer di jalan utama Kabul-Jalalabad pada hari Senin.

Secara terpisah, seorang perwira dan tentaranya terbunuh dalam serangan bom di distrik Qarabagh provinsi Kabul pada hari Selasa.

Di hari yang sama sebuah serangan istisyhad dilakukan pada pembangunan sebuah bangunan rezim Kabul yang terkenal, NDS, yang terletak di persimpangan Aalauddin di PD3 kota Kabul, menurut laporan.

Serangan dimulai pukul 08.00 WIB tadi malam (malam Selasa) dilakukan oleh 3 pencari syahid – Muhammad Ibrahim dari Helmand, Fareedullah dan Ihsanullah dari Herat – dipersenjatai dengan senjata berat dan ringan, rompi bahan peledak dan bom mobil memasuki sebuah gedung di dekat mantan Gubernur (Naeem Balouch) dan mulai langsung menyerang bangunan NDS di dekatnya dan sekitar pos pemeriksaan Helmand.

Para pejabat mengatakan bahwa dalam 11 jam pertempuran dan pemboman puluhan agen NDS, polisi dan tentara bayaran tewas dan luka-luka serta musuh menderita kerugian material berat. Pertempuran akhirnya berakhir pukul 07:30 pagi ini (Selasa) dengan serangan Istisyhad.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Afiliasi Islamic State Bom Pangkalan Koalisi Arab yang Perangi Houthi di Yaman

YAMAN (Jurnalsilam.com) – Kelompok afiliasi Islamic State (IS) di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap sebuah pangkalan koalisi Arab yang menewaskan sedikitnya 15 tentara, termasuk empat tentara Emirat, lansir Aljazeera, Selasa (06/10/2015).

Kelompok bersenjata itu membuat klaim melalui akun afiliasinya di Twitter pada Selasa, memposting serangkaian foto yang menggambarkan pemboman dan gambar penyerang bom yang terlibat.

"Empat operasi bom menargetkan basis Saudi, Emirat, dan kantor Yaman," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompok.

Nama-nama para penyerang dalam gambar tampaknya memperlihatkan bahwa mereka yang terlibat semuanya berasal dari Yaman.

Reporter Al Jazeera, Hashem Ahelbarra, mengatakan bahwa klaim tanggung jawab oleh IS menandai dimulainya "skenario aneh" di Yaman.

"Di satu sisi kita memiliki pasukan pemerintah dan koalisi yang dipimpin Arab memerangi Syiah Houthi, dan sekarang IS memerangi pemerintah dan pasukan Houthi," kata Ahelbarra.

"Wilayah (selatan) akan memisahkan diri memerangi al-Qaeda, dan IS memerangi al-Qaeda pada saat yang sama … Ini akan menjadi skenario mimpi buruk lengkap dalam waktu dekat."

"Tahun 2014 IS muncul mengatakan bahwa mereka ada di sana untuk membela Sunni yang telah dirusak oleh Syiah … mereka hadir di ibukota Sanaa tapi sekarang mereka berusaha membangun sebuah platform di selatan."

Ledakan menghantam sebuah hotel yang menjadi tempat tinggal bagi pejabat Yaman dan sebuah pangkalan militer Teluk di Aden, seorang juru bicara pemerintah dan warga mengatakan, dalam serangan terbesar ke arah pemerintah karena merebut kembali kota dari Houthi pada bulan Juli.

Kantor berita resmi mengatakan empat korban tewas berasal dari Emirat dan satu dari Saudi.

Anggota koalisi Teluk telah menyediakan keamanan mewah di Hotel al-Qasr, dan kehadiran pejabat pemerintah Yaman membuatnya menjadi target yang sangat simbolis bagi para pemberontak.

Saksi mengatakan hotel itu terbakar dan ada ambulans di lokasi kejadian.

IS sebelumnya menyerang masjid yang terkait dengan Muslim Zaidi, cabang Syiah Houthi, tetapi pendukungnya juga telah melakukan serangan di Arab Saudi dan Kuwait.

Pada bulan Agustus, setidaknya 15 orang termasuk tentara Saudi tewas ketika IS menyerang sebuah masjid yang digunakan oleh pasukan khusus Saudi, di wilayah yang berbatasan dengan Yaman.

Yaman telah terlibat dalam pertempuran antara pemberontak Syiah yang dikenal sebagai Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden terhadap pemerintah yang didukung Saudi dan diakui secara internasional.

Koalisi yang dipimpin Saudi telah melakukan serangan udara terhadap pemberontak dan sekutu mereka sejak Maret.

Emirates dan anggota lain dari koalisi menganggap kota terbesar kedua Yaman, Aden, sebagai pijakan utama dalam memulihkan pemerintah Yaman untuk kekuasaan mereka dan sekutu Yaman mencoba untuk mendorong para pemberontak Syiah Houthi dari ibukota, Sanaa.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Biadab, Rusia Gunakan Bom Kluster pada Warga Sipil Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sumber di Suriah mengatakan bahwa pesawat tempur Rusia tampaknya menjatuhkan bom kluster yang dilarang ke arah sasaran sipil di Homs dan daerah lain di mana serangan udara telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir menurut laporan di commdignews, lansir World Bulletin, Selasa (06/10/2015).

Video menunjukkan musuh menjatuhkan bom sebagian besar tidak akurat dan tidak pandang bulu, dengan menggunakan bom gravitasi "bodoh" tidak terarah, teknologi penargetan yang berusia minimal 30 tahun.

Hal ini menunjukkan ketidakmampuan angkatan udara Rusia dalam akurasi pemboman sehingga berdampak pada  taktik militer Rusia di tempat lain.

Rusia mengandalkan senjata yang tak terarah untuk melakukan serangan udara-ke-darat.

Pusat Analisis Strategi dan Taktik, sebuah think tank Moskow, telah secara terbuka mengkritik Kremlin untuk kegagalan yang "aneh" dan "tidak dapat diterima" dalam mengembangkan bom yang dipandu satelit dan sistem rudal sasaran jauh yang baru, serta sistem penargetan untuk mengarahkan mereka.

"Pembom angkatan udara dan pejuang taktis Rusia mengandalkan teknologi yang telah berusia 30 tahun," Alexander Mladenov, seorang ahli penerbangan Rusia, menunjukkan di majalah Combat Aircraft.

Penggunaan bom kluster, telah dilarang oleh lebih dari 100 negara, dianggap sebagai kejahatan perang untuk alam dan berdampak pada warga sipil tanpa pandang bulu.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Presiden Turki Serukan Ganti Penguasa Suriah

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin (05/10/2015) bahwa krisis kemanusiaan di Suriah hanya bisa diselesaikan dengan perubahan rezim.

Berbicara pada Eropa Egmont Institute, selama kunjungannya ke Brussels pada hari Senin, Erdogan mengatakan: "Membawa perdamaian dan mendirikan stabilitas di negara ini hanya mungkin dengan transisi yang dikontrol mengarah ke perubahan rezim."

"Berkat perlindungan, bantuan dan layanan yang disediakan oleh Turki, 2,2 juta warga Suriah dapat melanjutkan hidup dengan aman," katanya. "Dengan melakukan hal tersebut, kita memiliki nilai-nilai Uni Eropa lebih baik dari daripada [beberapa] negara anggota."

Erdogan berkunjung ke Brussels beberapa minggu setelah Uni Eropa menjanjikan minimal 1 miliar euro ($ 1,1 milyar) untuk pengungsi Suriah di Turki, Yordania, Lebanon dan negara-negara lain bulan lalu.

Turki telah mengeluarkan $ 7.500.000.000 untuk mendirikan perlindungan bagi pengungsi sejak awal konflik di Suriah, dan Erdogan mengatakan negaranya hanya menerima bantuan asing sebesar $ 417.000.000.

Menghadapi krisis migran terburuk sejak Perang Dunia II, Uni Eropa telah menyatakan kesediaannya untuk membantu Turki mengintegrasikan lebih banyak lagi migran di wilayahnya untuk mencegah arus masuk massa pengungsi di negara tetangga Yunani.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Musuh musuh Taliban Bergelimpangan di Medan Tempur Kunduz dan Badakhshan

KUNDUZ (Jurnalisalm.com) El Emarah News melaporkan Pada sore hari Senin (05/10/2015), musuh yang didukung oleh penjajah AS, meluncurkan serangkaian serangan untuk mendorong Mujahidin keluar kota Kunduz.

Pertempuran sengit terjadi yang berakhir dengan kekalahan di pihak musuh.

Sebanyak 20 pasukan musuh gabungan tewas dalam operasi. Sebuah kendaraan lapis baja pembawa personel dan dua kendaraan tempur lapis baja juga hancur dalam bentrokan kemarin.

Pasukan musuh gabungan, yang memiliki moral rendah, melarikan diri dari kota Kunduz dengan kerugian besar untuk menyelamatkan diri.

Sementara di distrik Baharak provinsi Badakhshan, dihari yang sama (Senin, 05/10/2015) sedikitnya 12 tentara musuh tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam bentrokan berkelanjutan dengan Mujahidin Imarah Islam di distrik Baharak provinsi Badakhshan,.

Sementara, Mujahidin mengejar musuh jauh dari daerah di mana pertempuran terjadi.

Pada hari Ahad, juga terjadi bentrokan antara Mujahidin dan pasukan musuh di distrik Jaram provinsi Badakhshan. Korban tewas dan cedera di pihak musuh tidak diketahui.

Secara terpisah, empat Arbakis termasuk seorang komandannya luka berat dan satu Arbaki kehilangan nyawanya dalam baku tembak dengan Mujahidin di distrik Shuhada provinsi Badakhshan, juga di hari Ahad.

Deddy | Shahamat | Jurniscom