Hadapi Rusia, Tiga Faksi Jihad Suriah Bentuk Koalisi “Jund al Malahim”

SURIAH (Jurnalislam.com) – Tiga Faksi jihad Suriah telah membentuk operasi bersama di pedesaan Damaskus untuk memerangi rezim Suriah dan pasukan Rusia. Tiga faksi tersebut adalah Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham dan Ajnad al Sham. Aliansi yang bernama Jund al Malahim (Tentara Epos / Soldiers of the Epics) tersebut adalah yang terbaru dalam serangkaian koalisi jihadis yang dibentuk Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda, dan Ahrar al Sham, juga terkait dengan al-Qaeda, dua faksi jihad paling berpengaruh dari usaha gabungan Jaysh al Fateh (Tentara Penakluk / Army of Conquest), yang menguasai sebagian besar provinsi Idlib sejak awal Maret.

Pernyataan pendirian ruang operasi Jund al Malahim telah diposting di Twitter resmi ketiga faksi tersebut pada 21 Oktober (lihat gambar dibawah). Ketiga faksi mengatakan bahwa "serangan sengit" telah melepaskan umat Muslim (komunitas Muslim di seluruh dunia) di Syam dan di wilayah lain. Dan Rusia telah bergabung dengan penyerangan ini dengan "mengikuti jejak para rejectionists (Syiah dan Iran), tentara salib dan sekutu mereka."

Akibat pengepungan oleh rezim kriminal Bashar al Assad di pedesaan Damaskus "wilayah timur Al Ghouta yang diberkati", menjadi sebuah inisiatif baru bagi kaum muslimin ​​untuk berkumpul bersama-sama memukul mundur serangan bashar Assad dan sekutunya.

Rezim Assad telah melakukan banyak kejahatan, termasuk terusirnya penduduk Al Ghouta dalam rangka menciptakan wilayah rejectionist (Syiah) yang akan mengubah identitas Damaskus. Tujuannya adalah untuk "mengisolasi umat Muslim yang melancarkan jihad."

"Kami meminta kepada Allah Yang Mahakuasa agar operasi ini menjadi awal koalisi yang lebih besar yang akan mengumpulkan faksi di bawah satu bendera dan satu tentara yang membela umat Islam, menyerang musuh iman kita dan membebaskan ibukota Umayyah," dalam sebuah pernyataan Jund al Malahim. (Bagian terakhir mengacu pada dinasti Umayyah, yang memerintah pada salah satu kekhalifahan Islam besar).

Seperti koalisi lainnya yang didirikan oleh Jabhah Nusrah dan Ahrar al Sham tahun ini, Jund al Malahim memiliki logo sendiri, yang dapat dilihat di bagian atas pernyataan pendiriannya.

 

Deddy | Jurniscom

 

Jamaah Ansharusy Syariah Jakarta Gelar Aksi Theatrical Injak Bendera Zionis dan Rusia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aksi solidaritas untuk Syam dari Jamaah Ansharusy Syariah Jakarta dengan mengambil tema StandWithIntifada dan theatrical Injak Bendera Zionis Israel dan Rusia berlangsung di Gedung pertemuan Wiladatika Cibubur, Bogor, Ahad  (25/10/2015).

 "Injak bendera Rusia dan Israel yang kita lakukan agar kaum muslimin Suriah dan Palestina mengetahui bahwa mereka tidak sendiri, ada saudara saudara mereka yang tidak terima mereka diperlakukan seperti itu,“  terang Ustadz Wildan kepada tim liputan Jurniscom, Senin sore (26/10/2015).

Ustadz yang aktif berdakwah di wilayah Jakarta ini mengatakan,"Kami Jamaah Ansharusy Syariah adalah saudara mereka, anak-anak mereka adalah anak-anak kami, darah mereka adalah darah kami maka musuh mereka juga itu adalah musuh kami, dan kami ingin menunjukan kepada orang orang kafir Israel dan Rusia bahwa kami benci kalian, kami juga akan memusuhi kalian sebagaimana kalian memusuhi saudara saudara kami di Suriah dan Palestina”.

"Maka kami ingatkan kepada kalian Tidak ada yang gratis nyawa bayar nyawa, darah bayar darah," tegas ustadz Wildan dengan semangat.

Terkait dengan penggalangan dana yang di lakukan Jamaah Ansharusy Syariah, ustadz yang membidangi syariah tarbiah Jamaah Ansharusy Syariah mengungkapkan bahwa aksi kami adalah wujud cinta kami.

"Penggalangan dana yang kami lakukan sebagai wujud cinta kasih kami kepada mereka. karena kami dengan mereka adalah satu tubuh. kita ikut merasakan apa yang mereka rasakan dan penggalangan dana ini sebagai infak fi sabilillah demi mendapatkan akhirat, kami berharap dan berdoa kepada Allah agar menerima seluruh amalan kami, memberikan kami kekuatan sehingga kami bisa berbuat lebih dari ini,” pungkasnya.

Reporter: Irfan | Editor: Deddy | Jurniscom

 

Operasi Al Qaeda di Provinsi Helmand, Selatan Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) –  Para mujahidin asing, termasuk Al Qaeda di benua India (AQIS), berlatih di fasilitas pelatihan provinsi selatan Afghanistan, Helmand. Kamp-kamp di sana digunakan untuk mempersiapkan mujahidin melakukan perlawanan di seluruh Asia Tenggara, menurut laporan yang ditinjau oleh The Long War Journal, Ahad (25/10/2015). Pusat pelatihan di Baramcha, sebuah kota di provinsi Helmand, untuk melatih faksi faksi jihad  yang berafiliasi dengan al Qaeda di beberapa wilayah Afghanistan.

Awal bulan ini, militer AS menyerbu dua kamp al Qaeda di provinsi tetangga Kandahar. Salah satu fasilitas berukuran sekitar 30 mil persegi, menurut juru bicara militer AS.

Tapi laporan oleh pers India dan Pakistan menunjukkan bahwa kamp-kamp di Kandahar bukan satu-satunya fasilitas pelatihan al Qaeda di Afghanistan. Laporan-laporan yang sama menunjukkan bahwa Al Qaeda, seperti Muhajideen India dan Laskhar-e-Jhangvi, juga berlatih di Kabupaten Dishu di Baramcha.

Fasilitas pelatihan di Baramcha merupakan pemekaran wilayah  al Qaeda dari Pakistan utara ke Afghanistan.

AQIS, yang didirikan pada bulan September 2014, adalah cabang regional terbaru al Qaeda. AQIS dipimpin oleh Syeikh  Asim Umar, beranggotakan mujahidin dari beberapa kelompok yang didirikan di wilayah tersebut. Plot awal AQIS difokuskan pada militer Pakistan dan pasukan pasukan Asing lainnya, serta kepentingan Amerika dan India.

Sejak awal tahun, pemerintah Pakistan telah melakukan beberapa serangan terhadap AQIS. Namun, menurut pejabat Pakistan, AQIS telah merelokasi sebagian besar operasinya ke Helmand. Langkah AQIS tersebut dibuat untuk mengantisipasi serangan Operasi militer Pakistan Zarb-e-Azb, yang dimulai pada bulan Juni 2014. Serangan itu menargetkan al Qaeda dan faksi-faksi  jihad yang berafiliasi, termasuk beberapa dari Asia Tengah. Beberapa dari faksi yang sama telah membantu kemajuan Taliban di Afghanistan tahun ini.

Seorang pejabat kontraterorisme senior Pakistan, Mohammed Arif Hanif, mengatakan bahwa kelompok jihad tersebut menggunakan Helmand sebagai pusat untuk operasinya. "AQIS memberikan bantuan di Helmand. Kemudian dari Helmand mereka melakukan perjalanan ke Chaman, Quetta, Shikarpur dan Karachi," kata Hanif, menurut Dawn.  Mereka menambahkan bahwa AQIS telah "pindah dari Waziristan ke provinsi Helmand."

Pada bulan Agustus, Dawn melaporkan lagi bahwa Taliban melindungi al Qaeda di Helmand.

"Ikatan antara kami dan saudara-saudara Taliban kami adalah ikatan ideologis (keimanan, red) yang solid. Mereka memilih untuk kehilangan anggota keluarga mereka hanya untuk melindungi kami," kata Qari Abu Bakar, yang bekerja untuk As Sahab, lengan media Al Qaeda, seperti dikutip. "Tidak ada pertanyaan tentang kita bergerak terpisah sekarang setelah melalui perang ini bersama-sama. Musuh bersama kami tidak tahu apa yang akanterjadi, "tambahnya.

Al Qaeda telah mengumumkan perpindahan lokasi mereka keluar dari Pakistan utara. Awal bulan ini, pesan audio yang menampilkan Hossam Abdul Raouf, pemimpin al Qaeda veteran yang dekat dengan Syeikh Ayman al Zawahiri, dirilis secara online.

 “Al Qaeda telah hampir sepenuhnya dipindahkan dari  Waziristan dan Pakistan," kata Raouf dalam rekaman. Dia menjelaskan bahwa sejumlah mujahidin al Qaeda telah bergeser ke Suriah dan Yaman, karena di situlah peran Al Qaeda yang paling dibutuhkan.

Oleh karena itu, fasilitas pelatihan di Baramcha, hampir pasti merupakan bagian dari upaya al Qaeda yang lebih luas selama beberapa tahun terakhir untuk memusatkan operasinya di Afghanistan sekali lagi.

Kondisi yang ada mendukung Al Qaeda dan faksi faksi jihad yang berafiliasi untuk berlatih di kamp-kamp di Baramcha. Pemerintah Afghanistan mengakui bahwa sejumlah besar distrik Dishu berada di bawah kendali Taliban, The New York Times melaporkan pada bulan Juni.

“Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengontrol Dishu, dan berhasil mendirikan kamp-kamp pelatihan di Baramcha, distrik Dishu,” the Afghan news agency melaporkan pada bulan Februari.

Deddy | TLWJ | Jurniscom

 

 

FSA: Kami Tidak Menolak Dukungan Rusia, Jika…

LONDON (Jurnalislam.com) – Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army/FSA) yang didukung Barat (AS) mengatakan pada hari Senin (26/10/2015) bahwa mereka tidak menolak tawaran dukungan militerdari Rusia, tapi Moskow juga harus berhenti menargetkan pangkalan FSA di Suriah, lansir Reuters pada hari Senin.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Sabtu (24/10/2015) bahwa Angkatan Udara Rusia, yang telah membom kelompok koalisi pejuang Islam di Suriah sejak 30 September, akan siap untuk membantu kelompok pejuang moderat dukungan Barat (AS), jika tahu di mana mereka berada.

"Kami tidak menolak tawaran itu. Kami hanya mengatakan jika Rusia serius mengenai tawaran mereka maka mereka harus segera berhenti menargetkan pangkalan kami dan menargetkan daerah sipil," Mayor Issam Al Reis, juru bicara FSA, kepada BBC.

"Kami tidak butuh bantuan sekarang, mereka harus berhenti menyerang basis kami dan kemudian kita bisa bicara tentang kerjasama di masa depan."

Namun, juru bicara FSA itu juga mengatakan bahwa mereka menghadapi empat kelompok lain tanpa senjata yang cukup dan tidak ada niat dari dunia internasional untuk mempersenjatai mereka.

Juga pada hari Senin, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bodganov mengatakan bahwa delegasi dari FSA telah mengunjungi Moskow beberapa kali, kantor berita Rusia melaporkan.

"Ya, mereka ada di sini, termasuk (pekan) ini juga," katanya, menjawab pertanyaan apakah kelompok itu mengunjungi Moskow pekan lalu, menurut kantor berita Interfax.

Serangan udara Rusia telah membom beberapa kelompok pejuang yang berafiliasi dengan FSA di wilayah Suriah barat yang penting bagi kelangsungan hidup rezim Bashar al-Assad.

Area dimana Front Southern beroperasi dekat perbatasan dengan Yordania dan Israel belum ditargetkan dalam serangan udara Rusia, yang telah menyerang daerah lebih ke utara.

Kelompok yang berafiliasi FSA telah dikalahkan di banyak wilayah Suriah oleh pejuang jihadis (mujahidin) Jabhah Nusrah cabang resmi al Qaeda di Suriah dan Koalisinya.

Tapi ada juga sejumlah kelompok anti rezim Assad, sebagian besar dipimpin oleh mantan perwira militer Suriah yang membelot dari tentara Assad. Beberapa telah menerima dukungan militer asing, termasuk pelatihan dari Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA), dan bantuan senjata.

Mereka dilengkapi dengan senjata dari negara-negara yang menentang Assad melalui Turki dan Yordania.

 

Deddy | Reuters | Alarabiya | Jurniscom

 

 

Israel Kehabisan Jurus Hadapi Aksi Perlawanan Rakyat Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Berbagai jurus pihak keamanan dan militer Israel hampir habis dikeluarkan dalam menghadapi Intifadhah. Aksi perlawanan Palestina  kali ini sangat rumit dan membuat Israel kelabakan. Militer zionis tidak bisa mengatasi masalah ini dan mereka juga bukan milisi yang biasa memburu, Infopalestina melaporkan, Senin (26/10/2015)

Barangkali hanya orang yang masuk dalam jajaran para pemuda Palestina di Tepi Barat dan wilayah jajahan 1948 saja yang tahu garis serangan mendatang ke arah pasukan Israel atau ke warga pemukim Yahudi.

Serangan dengan senjata tajam seperti pisau dari para pemuda Palestina yang murka selalu di luar dugaan dan prediksi Israel. Ancaman demografi dan keterlibatan 20% dari warga Palestina dalam 48 aksi Intifadhah kali ini sangat membuat Israel resah dan ketakutan. Mereka khawatir dampak negatif aksi tersebut terhadap kinerja keamanan dan merugikan ekonomi mereka.

Pengamat militer Wasif Uraiqat menegaskan kepada Pusat Informasi Palestina bahwa sejak menjajah Palestina tahun 1948 hingga kini aksi perlawanan Palestina yang paling berbahaya bagi Israel adalah serangan  yang tidak diketahui (tiba-tiba). Pihak intelijen Israel dan keamanannya tidak bisa memprediksi kondisi tersebut. Sehingga Israel cenderung ngawur dalam menghadapinya dengan membunuh siapapun yang diduga hendak menyerang.

Pengamat lain Yusuf Sharqowi menegaskan, pasukan Israel sudah menggunakan seluruh pilihannya di lapangan secara militer; represif, pembunuhan, eksekusi jalanan, memblokade jalan, menangkapi dan menghancurkan rumah dan kekerasan lain namun tidak membuat surut aksi perlawanan.

Pemerintah Israel mengeluarkan keputusan untuk mempersenjatai warga sipilnya lalu mengumumkan darurat sipil karena paranoid telah menjangkit mereka. Koran Amerika New York Times menyerukan agar Israel memberikan saja hak Palestina daripada melakukan pendekatan militer yang tidak bermanfaat.

Israel akan menghadapi ancaman demografi pada warganya, sebab kini warga pemukim Yahudi hidup tanpa stabilitas keamanan yang jelas dan bisa mendorong mereka spontan kabur dari bumi  Palestina.

Deddy | Jurniscom

 

Ribuan Umat Islam Hadiri Tablig Akbar Waspada Komunis dan Syiah di Kedu Raya

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Keduraya Magelang mengadakan Tabli Akbar bertajuk "Umat Islam Bersatu Waspada Komunis dan Syiah" di halaman kantor kecamatan Grabag, Magelang, Jawa Tengah, Ahad (25/10/2015). Menghadirkan Habib Ahmad bin Zein al Kaff sebagai pembicara.

Ketua FUI DIY, Ustadz Umar Said dalam sambutannya mengatakan bahwa Syiah Rafidoh adalah kafir. "Siapa yang ragu-ragu dengan kekafiran syiah rofidhoh maka dia kafir seperti mereka," tegasnya mengutip perkataan Imam Malik.

Sementara Habib Zein al Kaff memaparkan kesesatan dan penyimpangan-penyimpangan Syiah yang membuatnya keluar dari Islam. 

"Syiah adalah agama tersendiri dan tidak ada hubungan dengan Islam," jelasnya

"Terlalu banyak perbedaan antara ahlul sunah wal jamaah dengan Syiah. Maka Syiah itu bukan Islam, Syiah agama tersendiri," sambungnya.

Beliau juga mengajak para ulama untuk menyelamatkan umat dari bahaya Syiah. "Karena Syiah itu lebih berbahaya dari Yahudi dan Nashrani," cetusnya.

Tabligh akbar yang diikuti oleh ribuan warga Magelang itu dihadiri juga oleh tamu undangan dari unsur Muspida Magelang. Acara tersebut juga mendapat dukungan penuh dari pemkab Magelang dan ormas Islam se-Magelang.

Reporter : Sedyo, Sardiyanto | Editor : Ally | Jurniscom

ANNAS Apresiasi Ketegasan Bima Arya Larang Peringatan Hari Asyura Syiah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menyatakan dukungannya atas ketegasan walikota Bogor, Bima Arya melarang perayaan hari Asyura Syiah. Pelarangan tersebut dituangkan dalam surat edaran bernomor 300/1321-Kesbangpol tanggal 22 Oktober 2015.

"Dengan ini ANNAS pusat menyatakan dukungan dan memberi penghargaan yang setinggi-tingginya atas ketegasan sikap pemerintah kota Bogor di bawah kepemimpinan Walikota Bapak Bima Arya," tegas KH Athian Ali dalam pernyataanya kepada Jurniscom, Ahad (25/10/2015).

Sikap tegas tersebut didasari oleh keyakinan bersama bahwa ajaran Syiah benar-benar merupakan ajaran sesat, mengganggu ketentraman dan kedamaian masyarakat sebagaimana yang sudah terbangun selama ini.

"Serta mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI," tegasnya.

Tidak hanya mengeluarkan surat larangan, Bima Arya juga meninjau langsung lokasi digelarnya acara peringatan hari Asyura di Pasir kuda, Bogor pada Kamis (22/10/2015) malam didampingi Kapolres Bogor AKBP Andi Herindra Rahmawan. 

Surat larangan tersebut sebagai respon Bima atas permintaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam kota Bogor yang menolak kegiatan Syiah.

Reporter : Muhammad Nasir | Editor : Ally | Jurniscom

Mantan PM Inggris Minta Maaf atas ‘Kesalahan’ Perang Irak

LONDON (Jurnalislam.com) – Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair meminta maaf atas "kesalahan" melakukan invasi Irak 2003 dalam sebuah wawancara yang akan disiarkan Senin, lansir Anadolu Agency, Ahad (25/10/2015).

Blair juga mengakui untuk pertama kalinya hubungan antara perang dan munculnya Daesh (ISIS) di Timur Tengah.

Komentar mantan perdana menteri Buruh dalam sebuah wawancara dengan penyiar CNN AS secara luas ditafsirkan sebagai upaya untuk mencegah kritik yang akan dikeluarkan dari laporan perang oleh Sir John Chilcot.

Blair mengatakan ada "unsur kebenaran" dalam argumen bahwa invasi adalah penyebab utama munculnya Daesh. Kelompok ini sebelumnya lahir dari al-Qaeda di Irak (Islamic State Iraq/ISI), yang berkembang pada masa setelah invasi pimpinan AS.

Mengacu pada perang yang menggulingkan Presiden Irak Saddam Hussein, ia berkata: "Tentu saja Anda tidak bisa mengatakan bahwa mereka yang menghapus Saddam pada 2003 tidak memikul tanggung jawab untuk situasi di tahun 2015."

Blair meminta maaf atas kesalahan dalam operasi intel dan perencanaan untuk menyampaikan permintaan maaf sepenuh hati.

Mengacu pada pernyataan pra-perang bahwa Hussein menimbun senjata pemusnah massal – senjata yang tidak pernah ditemukan selama atau setelah perang – Blair mengatakan, "Saya bisa mengatakan bahwa saya meminta maaf untuk fakta bahwa data intel yang kita terima adalah salah, bahkan meskipun ia pernah menggunakan senjata kimia secara luas, program dalam bentuk yang kita pikir itu tidak ada seperti yang selama ini kita pikir."

Perang mengakibatkan kematian sekitar 461.000 orang antara 2003 hingga pertengahan 2011, menurut peneliti AS, Kanada dan Irak, saat negara tersebut jatuh ke dalam kekacauan dan peperangan.

Ketika ditanya apakah ia percaya invasi adalah sebuah kesalahan, Blair menambahkan ia menyesal "untuk beberapa kesalahan dalam perencanaan dan, tentu, menyesal atas kesalahan kami dalam memahami apa yang akan terjadi setelah Anda menghapus rezim."

Koran The Mail pada hari Ahad menjelaskan komentar Blair sebagai "momen bersejarah Tony Blair akhirnya meminta maaf".

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

 

Al Emarah Studio Mempersembahkan ‘Conquest of Bala Baluk’

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Al Emarah Studio, bagian dari Cabang Multimedia Komisi Budaya Imarah Islam Afghanistan merilis video baru berjudul 'Conquest of Bala Baluk' (Penaklukan Bala Baluk), Ahad (25/10/2015).

Video yang berdurasi 8 menit ini berisi cuplikan Mujahidin berjalan di dalam pusat distrik Bala Baluk setelah penaklukan serta potongan-potongan gambar mayat musuh yang ditinggalkan oleh rekan-rekannya yang melarikan diri. Video ini juga menunjukkan rekaman rampasan perang yang disita oleh Mujahidin selama pengambilalihan distrik Bala Baluk di provinsi barat, Farah.

Video bisa didownload dari link yang disediakan di bawah ini:

Link Download HD
https://archive.org/download/DABalaBolookFatHD/DA%20bala%20bolook%20Fat-HD.mp4

Link MP4 Ponsel

https://archive.org/download/DABalaBolookFatMobileMP4/DA%20bala%20bolook%20Fat-Mobile%20MP4.mp4

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

Intifadhah III: Syuhada ke 58 Palestina, Siswi SMP dengan 7 Peluru di Tubuhnya

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kebiadaban Israel penjajah kembali terjadi. Serdadu zionis mengeksekusi mati seorang remaja putri Palestina pada hari Ahad (25/10/2015) dengan darah dingin di dekat Masjid Ibrahimi di Hebron. Remaja putri Palestina itu langsung gugur syahid setelah dibiarkan tanpa ada pertolongan dari mobil ambulan karena Israel menghalanginya ke TKP, Infopalestina melaporkan, Ahad.

Sejumlah saksi mata menegaskan kepada Pusat Informasi Palestina, remaja Palestina itu ditembak oleh serdadu Israel di salah satu gerbang masuk Masjid Ibrahimi dan langsung mendapatkan berondongan 7 peluru mamatikan, salah satunya bersarang di kepalanya.

Abdillah Onim mengatakan, serdadu zionis mencegat remaja putri Palestina yang merupakan pelajar sekolah dengan membawa tas di punggungnya. Tiba tiba serdadu Israel langsung menembak kakinya kemudian menembak tubuhnya. Pasukan penjajah menghalangi kendaraan ambulan mendekat ke tempat korban sehingga remaja putri itu gugur.

“Siswi tersebut masih duduk dibangku sekolah SMP Umum (SMP Jihad Arsid Khalil), ia di tembak oleh militer Yahudi sepulang dari sekolah, tanpa sebab akibat”.

“Mobil Ambulance Bulan Sabit Merah Palestina menuju tempat kejadian untuk mengevakuasi sang siswi yang sebelumnya masih bernafas tetapi pihak militer Yahudi tidak mengijinkan mobil ambulance mendekati korban, hingga korban tak bernyawa, melepaskan nafas terakhir, setelah itu mobil ambulance di ijin kan untuk mengevakuasi sang jenazah”, kata Abdillah Onim, wartawan Indonesia yang berada di Palestina.

Sejak pecah Intifadha III  hingga kini sudah memasuki hari ke 25, korban semakin bertambah, tercatat sudah 58 orang warga Palestina Syahid dan lebih dari 5.750 orang mengalami luka-luka akibat penembakan militer zionis Yahudi Israel.

Deddy | Jurniscom