Bentrokan Mematikan di Kashmir Berkobar Setelah Seorang Muslim Ditembak Mati Tentara India

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Di tengah aturan jam malam yang diberlakukan oleh militer India di Jammu Kashmir, Perdana Menteri Narendra Modi mengunjungi wilayah tersebut pada hari Ahad (08/11/2015) untuk mengatasi unjuk rasa di kota Srinagar yang dijaga ketat, World Bulletin melaporkan.

Pada Sabtu malam (07/11/2015), seorang pria muslim Kashmir 22 tahun ditembak mati oleh tentara India di Srinagar.

Saksi mata mengatakan bahwa Gowhar Dar, seorang mahasiswa teknik, ditembak di kepala di lingkungan kota Zainakote selama bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan India.

Para pengunjuk rasa sedang menggelar panggung bertajuk "Million Man March" menentang kekuasaan India lalu militer menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan.

"Wajahnya penuh luka tergores peluru dan ada lobang peluru di kepalanya, yang akhirnya membunuhnya," warga lingkungan Mustafa Abad Dar mengatakan.

Polisi melepaskan tembakan dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa, tetapi berita kematian tersebut menyebabkan lebih banyak para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di kota Srinagar.

Kawasan itu dijaga ketat oleh militer India selama kunjungan Modi.

Pidato Modi terbatas hanya membicarakan tentang ekonomi dan mengabaikan konflik politik yang panjang, Modi mengumumkan paket keuangan setara $ 12.100.000.000,00.

Kunjungan Modi berlangsung di tengah konflik  pada para penentang diktaktor India di wilayah mayoritas Muslim serta penduduk sipil.

Ratusan pos pemeriksaan didirikan di beberapa tempat di Srinagar selama tiga hari menjelang kunjungan dan Internet dilaporkan diputus.

Menurut sumber kepolisian India, lebih dari 300 aktivis dan pemimpin oposisi ditangkap sebelum kedatangan Modi.

Kashmir terbagi antara India dan Pakistan. Kedua Negara tersebut memperebutkan klaim atas seluruh wilayah Kashmir. Kedua negara telah terlibat dua kali perang memperebutkan Kashmir sejak mereka dibagi pada tahun 1947.

Di Jammu Kashmir, kelompok-kelompok perlawanan muslim telah berjuang untuk membebaskan diri dari India atau mengupayakan penyatuan dengan negara tetangga Pakistan sejak tahun 1989.

Lebih dari 70.000 warga muslim Kashmir telah tewas dalam kekerasan itu, sebagian besar dari mereka dibunuh oleh pasukan India.

 

Deddy | Jurniscom

Faksi Jihad Muslim Uighur Tunjukan Senjata Mesin Buatan AS dan Jatuhkan Drone Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) –  Harakah Islam Turkistan (TIP), sebuah kelompok jihad Uighur yang berafiliasi dengan al Qaeda, telah merilis foto pertempuran di dataran Al Ghab di laut Suriah, The Long War Journal melaporkan, Sabtu (07/11/2015).

Dalam salah satu foto, sebuah senapan mesin Browning M2 Amerika terlihat didirikan di dekat garis depan pertempuran. Senapan itu didapat ketika pasukan khusus yang dibentuk AS menyerahkan kepada  Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda. (Baca: Setibanya di Suriah, Pasukan Bentukan AS Serahkan Persenjataannya pada Jabhah Nusrah)

Pasukan khusus yang didukung AS membelot lalu berjuang bersama mujahidin di beberapa daerah.

Faksi jihad muslim Uighur al Qaeda tersebut juga telah menjatuhkan drone pengintai Suriah, yang dapat dilihat di bawah ini.

Deddy | Jurniscom

 

Dukung Blokade Israel, Tentara Rezim Mesir Hancurkan 2 Lusin Terowongan Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Tentara rezim Mesir mengatakan pada hari Ahad (08/11/2015) bahwa mereka telah menghancurkan dua lusin pintu masuk terowongan lintas perbatasan dalam operasi penghancuran perlintasan bawah tanah yang menghubungkan Semenanjung Sinai Mesir dengan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, yang berlangsung sejak bulan lalu, Aljazeera melaporkan Ahad.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara militer Brigadir Jenderal Mohamed Samir mengatakan 31 pintu masuk terowongan lintas perbatasan telah dihancurkan di kota Rafah, Sinai Utara, selama bulan Oktober.

Samir juga memposting foto terowongan yang terbuka yang katanya telah dihancurkan oleh otoritas perbatasan Mesir.

Sejak diblokade oleh Israel dan Mesir sejak 2007, Jalur Gaza Palestina mengandalkan jaringan terowongan selama bertahun-tahun untuk mengimpor pasokan yang sangat dibutuhkan, termasuk makanan, bahan bakar dan obat-obatan.

Namun sejak penggulingan Presiden terpilih Muhamad Mursi oleh kudeta militer berdarah  tahun 2013, tentara rezim Mesir as Sisi mengerahkan segala upaya untuk menemukan dan menghancurkan terowongan lintas perbatasan, untuk menghentikan supply kebutuhan rakyat Palestina melalui jalur bawah tanah.

Pada bulan September, tentara Mesir mulai membanjiri jaringan terowongan dengan air dari Laut Mediterania.

Tahun lalu, pemerintah Mesir mulai mendirikan "zona penyangga" di sepanjang perbatasan.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Intifadhah Palestina Paksa Warga Israel Merubah Cara Jalani Hidup

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sebuah jajak pendapat yang dilakukan Israel sendiri menegaskan, sebanyak 38% warga mereka dipaksa oleh aksi Intifadhah Al-Quds untuk mengubah cara dalam menjalani hidup mereka, lansir Infopalestina, Ahad (08/11/2015).

Hasil jajak pendapat yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Israel “Indikator Perdamaian” untuk Demokrasi dan Universtitas Tel Aviv menunjukan, sebanyak 53% warga Israel sepakat bahwa warga Palestina yang berniat melakukan serangan pembunuhan terhadap Israel atau dianggap mengancam membunuh harus dibunuh sementara 44% lainnya tidak setuju.

Selain itu, sebanyak 38% peserta jajak pendapat merasakan perilaku setiap hari mereka berubah dan 79,5% dari publik Israel meyakini bahwa tindakan penggusuran rumah-rumah warga pelaku penyerangan menjadi penggertak dan menakutkan mereka, sementara 11% meyakini bahwa pemerintah Israel tidak harus menggusur rumah mereka.

Di sisi lain, sebanyak 74% warga Palestina di wilayah jajahan tahun 1948 menilai, memburuknya keamanan di Tepi Barat diakibatkan langsung oleh keputus-asaan Palestina karena tidak ada kemajuan dalam arena politik sementara opini warga Arab di Israel terbagi soal dimana sebanyak 50% menyatakan penyebabnya adalah stagnasi politik.

Terkait kinerja pemerintah Israel menangangi keamanan, sebanyak 56% warga zionis menyatakan sangat buruk.

Sejak awal Oktober lalu, kondisi Tepi Barat dan Al-Quds diwarnai oleh konfrontasi para pemuda Palestina dengan pasukan Israel berikut warga pemukimnya menenteng pelanggaran Israel dan penggerebekan ke masjid Al-Aqsha.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Razia Miras, Seorang Aktivis Amar Ma’ruf Nahi Munkar Dipolisikan

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Seorang aktifis amar ma'ruf nahi munkar, UK, diserang warga saat merazia sebuah kios jamu yang menjual miras di Jl. BKR, Tawang, Kota Tasikmalaya, Ahad (8/11/2015) dini hari. UK diserang setelah dirinya diteriaki maling oleh pemilik kios yang tak terima dirazia. 

Wawan Aples, ketua salah satu ormas, menceritakan, Ahad malam beberapa rekannya menggelar operasi razia minuman keras (miras) di kios tersebut. Setelah mendapat barang bukti miras, UK diteriaki maling. 

"Dibangsatkeun. Sontak warga setempat menangkap dan memukulinya," ujar Wawan. 

Untuk meredam situasi, UK langsung dibawa ke kantor Polres Kota Tasikmalaya. Hingga tadi siang dia masih di sana. Rekan-rekannya pun mendatangi Polresta Tasikmalaya untuk melihat keadaan UK. 

Wawan menjelaskan, masih adanya ormas yang turun ke jalan untuk operasi miras, lantaran tidak puas dengan kinerja aparat. “Kami punya kewajiban untuk amar maruf nahyi munkar. Itu hukumnya wajib. Kalau polisi bisa memberekan tempat penjualan minuman keras, tempat esek-esek, cafe remang-remang, pasti kami tidak akan turun ke jalan,” tuturnya.

Terkait pembakaran kios jamu yang sering menjual miras, Wawan mengaku tidak tahu siapa pelakunya. “Katanya itu masyarakat," tandasnya kepada Jurnalislam. (Baca juga : Kios Jamu Penjual Miras di Tasikmalaya Dibakar OTK)

Dikutip dari initasik.com, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Asep Saepudin, memastikan, kios jamu itu memang sengaja dibakar. Untuk itu, pihaknya akan segera menangkap pelaku pembakaran. Ia mengimbau agar masyarakat, terutama yang tinggal di tempat kejadian perkara, jangan terprovokasi.

“Serahkan masalah ini kepada kepolisian,” tegasnya.

Reporter : Lutfi | Editor : Ally

Kios Jamu Penjual Miras di Tasikmalaya Dibakar OTK

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Sebuah kios jamu di Jl. BKR, Tawang, Kota Tasikmalaya, dibakar massa tak dikenal, Ahad (8/11/2015) siang. Kebakaran berlangsung yang cepat membuat satu kios penjual nasi tutug oncom ikut terbakar.

Api pertama kali terlihat sekitar pukul 11.00 WIB. Lima belas menit kemudian satu unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi. Namun, api terlebih dahulu menghanguskan dua kios tersebut. Dua motor matic yang ada di dalam kios jamu pun ikut terbakar. Beberapa botol minuman keras yang disembunyikan di bawah papan juga hangus.

Seperti dilansir initasik.com, Isah, pemilik warung tutug oncom, menceritakan, awalnya ia mendengar seperti ada orang yang sedang bertengkar. Ia pun keluar untuk melihat apa yang terjadi. Rupanya, sekelompok orang sedang merusak kios jamu. Tak lama kemudian terlihat kepulan asap di dalam. Api itu sempat dipadamkan oleh beberapa orang dari kelompok itu, tapi keburu membesar.

Dadang Suhendar, saksi mata, memastikan bahwa peristiwa tersebut disengaja. “Wani jadi saksi, diduruk ieu mah,” tandasnya seraya memperlihatkan kaki kanannya yang terluka saat mengeluarkan barang-barang dari warung nasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jurnalislam, kios tersebut diketahui menjual berbagai macam minuman keras. Pemilik kios berkali-kali mendapat teguran dari ormas Islam dan kepolisian, namun tak digubris. Dihubungi Jurnalislam, beberapa ormas Islam Tasikmalaya yang kerap terjun ke lapangan melakukan amar ma'ruf nahi munkar, mengaku tidak tahu menahu perihal kasus pembakaran kios jamu tersebut. Namun, diketahui sebelumnya ada penangkapan seorang aktivis amar ma'ruf nahi munkar setelah menegur pemilik kios jamu tersebut.

Reporter : Lutfi | Editor : Ally 

Aksi Teatrikal Ansharusyariah Semarang Sindir Sikap Diskriminatif Aparat

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Jama'ah Ansyarusy Syari'ah Semarang menggelar aksi teatrikal sindirian atas sikap aparat kepolisian terhadap pelaku bom Mall Alam Sutera, Leopard Beni Kumala di Car Free Day Simpang Lima, Semarang, Ahad (8/11/2015).

Sekitar pukul 06.30 WIB, puluhan anggota Ansyarusyariah berkumpul di depan Masjid Baiturrahman, kemudian berjalan mengelilingi CFD Simpang Lima. Salah seorang orator mengungkapkan kecamannya atas sikap diskriminatif aparat kepolisian dalam kasus terorisme di Indonesia.

"Kita lihat kejadian bom Alam Sutra, aparat tidak menyebut teroris hanya karena pelaku bukan orang Islam," tegas Triyanto.

Tepat di depan Pos Polisi Simpang Lima iring-iringan berhenti untuk melakukan aksi teatrikal. Mereka menampilkan adegan terduga teroris yang diperlakukan aparat secara kasar seperti membentak, menendang dan menodong. Kemudian mereka menunjukkan perlakuan aparat kepolisian berbeda terhadap pelaku bom Alam Sutera yang diperlakukan dengan baik.

Aksi tersebut mendapat perhatian warga, sejumlah warga terlihat antusias dan mengabadikan aksi tersebut.

Reporter : Agus Pati | Editor : Ally

“Sniper Hebron” Alat Intifadhah dan Ketakutan Baru Bagi Zionis

PALESTINA (Jurnalislam.com)“Sniper Hebron” kembali menciptakan hari berdarah bagi Yahudi Israel. Demikian media-media Zionis menyebut perkembangan cara-cara perlawanan pemuda intifadhah al-Quds. Bermula dari lemparan batu, kemudian aksi penabrakan, penikaman hingga aksi sniper, yang menjelaskan bahwa intifadhah ini bukanlah gelombang sementara, yang diakui bahwa intifadhah ini adalah revolusi yang berkobar, yang tidak mudah untuk menghentikannya, lansir Infopalestina, Sabtu (08/11/2015).

Berikut adalah pantauan terhadap berita-berita di media Zionis seputar aksi-aksi sniper Palestina dan perkembangan perlawanan di Tepi Barat selama intifadhah al-Quds yang meletus sejak awal Oktober lalu.

Surat kabar Zionis Yedeot Aharonot menyebut “Hari Berdarah” setelah peristiwa empat aksi di daerah Hebron selama lima jam, di antaranya tiga aksi penembakan, meskipun ada penjagaan jauh lebih ketat di kota Hebron dibandingkan sebelumnya.

Aharonot mengatakan bahwa militer Zionis khawatir terhadap eskalasi terakhir yang akan berdampak pada bertambahnya aksi serangan senjata api yang mematikan di Tepi Barat. Ketakutan semakin berlipat terhadap meningkatnya penggunaan senjata api yang mematikan, terutama “senapan sniper”, yang sudah mulai digunakan setelah terbunuhnya warga pemukim Yahudi di dekat “Itamar”.

Surat kabar Zionis ini menegaskan bahwa militer Zionis dengan para personil dinas intelijen dalam negeri Shin Bet (Shabak) melakukan operasi keamanan luas di desa-desa dekat kota Hebron dan dekat permukiman-permukiman Yahudi dalam rangka mencari kamera-kamera cctv yang ada di toko-toko.

Target Akurat

Radio militer Zionis melansir pernyataan salah seorang perwira senior di Komando Wilayah Tengah yang mengatakan bahwa sniper yang melaksanakan serangan ke pos militer penjaga perbatasan dekat masjid Ibrahimi, memilih melakukan aksi serangan dengan memanfaatkan suasana mendung. Awan yang rendah menghalangi pandangan kamera-kamera pemantau yang terpasang, yang bisa merekam pergerakan di daerah Kota Tua di Hebron.

Sumber di dinas keamanan Shin Bet kepada saluran TV10 Zionis menegaskan bahwa investigasi awal membenarkan bahwa sniper yang sama juga yang melakukan serangan di Beit Ainun. Sniper ini sangat profesional dan terlatih.

TV10 Zionis menyatakan bahwa prediksi-prediksi mengofirmasi adanya sebuah sel di Hebron, hal yangs ama ada di kota Nablus yang akan digunakan gerakan Hamas untuk mengobarkan situasi di Tepi Barat.

Terkait dengan aksi serangan di Hebron, radio militer Zionis menyebutkan bahwa seorang seniper menembakkan empat peluru ke pos militer “penjaga perbatasan” di dekat area masjid Ibrahimi di Hebron. Aksi ini melukai seorang serdadu dengan luka parah dan meluai seorang pemukim Yahudi juga dengan luka parah. Menurut prediksi, pelaku melancarkan tembakan dari kampung Abu Siniyah yang berjarak jauh dari target.

Koresponden militer radio Zionis, "Carmela Menashe", mengatakan bahwa para petinggi militer Zionis memprediksi bahwa sniper yang melakukan aksi kali ini adalah “sniper Hebron” yang pernah melakukan aksi serangan sekitar dua tahun lalu di Hebron.

Setelah serangan ini, pihak keamanan Zionis menyerukan warga untuk tetap berhati-hati dan waspada karena sniper Hebron berniat melakukan aksi-aksi serangan baru. Militer Zionis juga mengeluarkan keputusan yang mewajibkan para serdadunya agar selalu mengenakan helem di kepalanya.

Kengerian Sniper

Analis urusan Zionis di Palestinian Information Center mengatakan bahwa intifadhah al-Quds selalu mengejutkan para pengamat dengan perkembangan sarananya, kinerjanya dan keberanian para pemudanya.

Dia menjelaskan bahwa daerah pertigaan kota Hebron tersebar pasukan Zionis dalam jumlah besar dengan sarana pemantau canggih dan permanen. Meski demikian perlawanan berhasil melakukan empat aksi penembakan dalam waktu singkat. Sementara itu penjajah Zionis gagal mengungkap pelakunya. Sedang para pemimpin Zionis mengakui profesionalisme pelaku. Pelaku melakukan aksinya dengan tenang dan nalar keamanan yang sadar.

Keberhasilan aksi-aksi ini dan kebingungan yang dialami penjajah Zionis telah menyemangati wilayah-wilayah Tepi Barat lainnya untuk melakukan aksi-aksi serupa. Fenomena sniper yang menjadi impian para pemuda intifadhah, telah memberi dorongan yang kuat keseharian intifadhah dan peristiwa-peristiwanya, serta memaksa pimpinan militer Zionis untuk mengambil keputusan-keputusan serius, yang menunjukkan sejauh mana kengerian yang dialami Zionis pada jiwa mereka akibat aksi-aksi “sniper” terakhir.

Karena itu, bila penjajah Zionis terus melakukan aksi-aksi jahatnya, maka hal itu akan menjadi pendorong besar aksi balasan atas serangan tersebut dan para pemuda akan semakin melancarkan serangannya dengan lebih akurat dan trampil, untuk menimbulkan rasa sakit para Israel dan mencegah mereka melanjutkan kejahatannya.

Adanya aksi-aksi serangan senjata api melalui munculnya fenomena “sniper” ini merupakan bukti jelas akan arah intifadhah dari aksi spontan tanpa target sepesifik ke aksi-aksi yang lebih akurat, yang bisa menimbulkan kerugian lebih besar di pihak Zionis, juga dari aksi-aksi individu ke aksi-aksi terorganisir dan terarah.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

KH. Abdul Madjid: Inilah Kunci Kesuksesan BMT Sidogiri

BALIKPAPAN (Jurnalislam.com) –  Bangsa ini menjadi tamu di negeri sendiri tapi pihak Asing-Aseng yang sejatinya tamu kenapa justru menjadi tuan rumah di negeri ini.

Demikian disampaikan Direktur BMT Sidogiri KH Abdul Madjid saat menjadi pembicara dalam Dialog II Peradaban dengan tema "Membangun Kekuatan Ekonomi Umat" di Masjid ar-Riyadh Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (07/11/2015).

Berawal dari persoalan itu, kyai Madjid pun memaparkan langkah-langkah bagaimana bisa menggerakan potensi bisnis umat Islam di negeri ini. Ia menceritakan latarbelakang bagaimana berdirinya BMT Sidogiri.

"Sebetulnya di Sidogiri, awalnya tiada lain kami punya kepedulian terhadap lingkungan sebagaimana akibat yang dilakukan pedagang berada di sekitar pesantren Sidogiri," kata kyai Madjid.

Di mana, kata Madjid, mereka para pedagang mengambil uang (modal,red) dari para rentenir dan setelah dikaji ternyata uang dari pinjaman rentenir tersebut berdampak pada perilaku kehidupan sehari-hari.

"Siapa saja yang makanannya ada unsur haram maka mau nggak mau anggota badannya mengarah kepada maksiat, begitu juga sebaliknya kalau yang dimakan adalah halal maka semua anggota badan mengarah kepada kebaikan" kata kyai Madjid mengutip sebuah hadist.

Ketika itu, kyai Madjid mengungkapkan, kalau perilaku santri nakal dan banyak yang tidak taat bahkan pesantren sempat hendak mengeluarkan semua santri. Namun, akhirnya muncul solusi lain yaitu semua wali santri diminta supaya mengirim uang untuk putra putrinya dari rezeki yang memang benar-benar halal.

"Setelah itu, ternyata masih tetap ada santri yang bandel. Ternyata warung di sekitar Sidogiri masih ambil uang dari para rentenir," kata Madjid.

Akhirnya dari peristiwa tersebut, lanjut Madjid, uang pesantren dibuat untuk memberikan pinjaman kepada warga di sekitar pesantren Sidogiri. Ia pun menyarankan kepada warga supaya tidak meminjam kepada rentenir lagi.

"Alhamdulillah, semenjak diberlakukan itu, perubahan perilaku santri luar biasa, seperti taat dan mudah diatur, tertib. Dan setelah itu ternyata warga merasa nyaman pinjam ke Sidogiri karena tidak ada bunga dan diakhir tahun ada tabungannya," ungkap Madjid.

Pada akhirnya pesantren dapat konsep BMT, meskipun awal-awalnya tidak menerimanya secara mentah-mentah namun menelaahnya sesuai dengan Mahdzabul Arba'ah.

"Bismillah, kita mulai mendirikan BMT di Wanorejo dengan modal sebesar 13,5 juta dengan mengambil momen bulan Rabiul Awal (momen kelahiran Rasulullah) yaitu berharap bangkitnya revolusioner dalam muamallah," kata Madjid.

"Alhamdulillah, asetnya sekarang ini sekitar 300 miliyar," imbuh Madjid.

Dan pada tahun 2000-an pesantren Sidogiri mendirikan BMT UGT dengan modal 141 juta yang saat ini asetnya mencapai 1 triliun 700 miliyar dengan 275 kantor di 10 provinsi.

"Kami mendirikan juga Asuransi Jiwa Syariah karena selama ini konotasi asuransi bukan untuk orang jelata tetapi jelita. Padahal semua usaha itu dicover oleh asuransi," kata Madjid.

Upaya itu semua, lanjut Madjid, bisa dilakukan karena pesantren Sidogiri menggandeng orang-orang profesional sebab sebenarnya potensi umat Islam sendiri besar sekali.

"Selain peduli terhadap lingkungan, langkah berikutnya niatkan usaha itu untuk mencari bekal ibadah kepada Allah Shalallahu Alaihi Wa Salam, dan bukan memperkaya diri."

Langkah selanjutnya, kata Madjid, jadikan ajang bisnis itu untuk ajang bersilaturahim dan lakukan bisnis itu dengan sistem ekonomi syariah.

"Saya yakin insyaAllah arahnya lurus dan Allah akan membantu," demikian tandas Madjid.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya tanggal 7 hingga 10 November 2015 mendatang Hidayatullah menggelar Munas Ke-4 di Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Reporter : Achmad Fajeri (Hidcom) | Editor : Ally

Wapres: Dengan Dakwah yang Baik Hidayatullah Selalu Diterima Masyarakat

BALIKPAPAN (Jurnalislam.com) – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Dr. H. Muhammad Jusuf Kalla resmi membuka acara Musyawarah Nasional (Munas) Hidayatullah Ke-IV yang digelar di Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (07/11/2015) siang.

Dalam sambutannya Wapres mengatakan selalu banyak perkembangan dan kemajuan yang dilakukan oleh Hidayatullah, bukan hanya di pesantren Hidayatullah Gunung Tembak tetapi di seluruh Indonesia.

“Di mana dalam berkiprah dan beramal, Hidayatullah selalu mendapatkan tempat dan dengan dakwah yang baik Hidayatullah selalu diterima dan mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat,” ungkap Wapres.

Karena itu, kata Wapres, kita harus bersyukur atas kiprah dan amal ibadah yang telah dilakukan oleh Hidayatullah selama ini. Dan juga kepada seluruh pengurus, pimpinan, da’i maupun seluruh masyarakat yang terus memberi dukungan kepada Hidayatullah.

Di Indonesia, lanjut Wapres, ada berbagai macam organisasi dakwah yang besar dan telahh berkiprah lebih dari seratus tahun seperti Nahdhatul Ulama serta Muhammadiyah untuk memberikan warna tersendiri dalam Islam di Indonesia.

Dan begitu juga organisasi Islam yang tumbuh dan lahir di daerah seperti di Sumatera Utara ada al-Washilah, di Jawa Barat ada Persis, di Sulawesi Selatan ada Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Hubul Wathon, di Sulawaesi Tengah ada al-Khairot dan seterusnya.

“Tetapi, Hidayatullah tumbuh dan berkembsng lebih cepat dibandingkan dengan organisasi yang ada tersebut. dalam waktu kurang lebih 20 tahun Hidayatullah telah berkembang secara nasional,” ungkap Wapres disambut ucapan Alhamdulillah oleh seluruh musairin.

Wapres berharap setelah memberikan saham yang besar untuk kemajuan dan dakwah Islam di negeri ini, dan mudah-mudahan dengan Munas ini memberikan evaluasi terkait dengan rencana ke depan untuk bekerja dan berdakwah lebih baik lagi bagi bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Hidayatullah Dr. Abdul Manan dalam laporannya mengatakan bahwa Hidayatullah lahir dari seorang anak muda yang saat itu berusia 20, yaitu Ustadz Abdullah Said Allahuyarham.

Dari perjuangan Ustadz Abdullah Said hingga sampai saat ini, Hidayatullah telah memiliki cabang sebanyak 288 yang tersebar di seluruh Indonesia. Semuanya itu untuk membuktikan bahwa melalui Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam, Allah telah memberikan kemenangan bagi umat Islam.

"Hidayatullah telah memulai dakwah dari rumah ke rumah, dari masjid ke masjid, daerah ke daerah pelosok dan seterusnya," ujar Abdul Manan.

Abdul Manan menuturkan tantangan besar yang dihadapi Hidayatullah sekarang ini adalah bagaimana caranya bisa membangun peradaban Islam. Karena itu, Abdul Manan berharap melalui Munas ke-4 ini Hidayatullah mampu mewujudukan peradaban Islam tersebut sebagaimana yang telah dilakukan Hidayatullah melalui program belajar dan mengajar.

"Dukungan pemerintah baik pusat dan daerah tentu sangat kami butuhkah untuk terus melantjutkan perjuangan Hidayatulah," ungkap Abdul Manan.

Turut Hadir dalam pembukaan Munas Hidayatullah KE-4, Pangdam VI Mulawarman Mayjen Benny Indra Pujihastono, Gubernur Kalimantan Timur H. Awang Faroek, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Drs. Safaruddin, Wali Kota Balikpapan Rizal Efendi, Pimpinan Umum Hidayatullah Ustadz Abdurrahman Muhammad, Perwakilan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatulah, DPW Hidayatulah, DPD Hidayatulah se-Indonesia dan lain sebagainya.

Seperti diketahui, Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur menjadi tuan rumah agenda Munas Hidayatullah Ke-4 yang digelar selama 4 hari yaitu mulai tanggal 7 hingga 10 November 2015.

Reporter : Achmad Fajeri (Hidcom) | Editor : Ally