Sidang Perdana PK Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Ditunda

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan ustadz Abu Bakar Ba'asyir digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2015). Namun, sidang ditunda karena ustadz Abu tidak hadir.

Jaksa selaku termohon, meminta majelis hakim untuk menghadirkan ustadz Abu. Namun, pemohon, yang dipimpin Tim Pengacara Muslim (TPM) Ahmad Michdan mengatakan tidak mempunyai wewenang untuk menghadirkan ustadz Abu.

"Untuk menghadirkan Ustaz Ba'asyir, kami tidak punya kewenangan. Tapi klien kami sudah mengetahui bahwa 17 November memang ada sidang. Baik dari lapas (Nusa Kambangan) belum ada kejelasan," ujar Achmad dalam persidangan di Jakarta, Selasa (17/11/2015).

Ketua Majelis Hakim Ahmad Rifai pun meminta agar jaksa selaku eksekutor yang menghadirkan ustadz Abu. "Begini, pemohon PK-nya berada di tahanan. Karena berada di dalam, itu menjadi kewenangan jaksa yang mengeksekusi. Jadi majelis akan memerintahkan jaksa untuk menghadirkan pemohon peninjauan kembali," jelas Ahmad.

Jaksa pun menyanggupi permintaan Ahmad. Oleh karena itu, sidang yang dimulai pukul 10.45 WIB sampai 11.00 WIB, ditunda hingga Selasa 1 Desember 2015.

"Maka majelis memerintahkan kepada pihak termohon menghadirkan pihak pemohon di persidangan pada hari Selasa 1 Desember jam 10.00 WIB. Karena itu, sidang hari ini kami tunda," tutup Hakim Ahmad.

Usai sidang, Ahmad Michdan menyampaikan kondisi kesehatan ustadz Abu yang mengeluhkan sakit di kakinya. "Beliau sebetulnya kalau sakit permanen tidak ada, tapi karena beliau usianya sudah lanjut. Belakangan, beliau mengeluhkan sakit di persendian kakinya," jelasnya.

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurnalislam

 

Jabhah Nusrah Rilis Rampasan Perang “Humvee Buatan AS milik Milisi Syiah Iran dan Irak” di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com)Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, merilis sebuah laporan foto rincian rampasan perang yang diperoleh setelah perang melawan pasukan rezim Suriah dan sekutu mereka di Aleppo selatan. Foto-foto menunjukkan sedikitnya dua Humvee buatan AS yang disita selama pertempuran, The Long War Journal melansir hari Senin (16/11/2015).

Mujahidin Jabhah Nusrah menyita dua kendaraan lapis baja dari pasukan Syiah Iran dan milisi Syiah Irak dekat Tal Hadiah di pedesaan Aleppo selatan.

Bendera milisi Syiah, Kata'ib Hizbullah (Brigade Syiah Hizbullah), proxy Iran yang kuat di Irak, juga terlihat pada foto lainnya yang dikeluarkan oleh Jabhah Nusrah.

Milisi Irak lainnya yang diketahui mengoperasikan Humvee juga bekerja sama dengan  pasukan rezim Suriah, Iran, dan Syiah Hizbullah di Aleppo.

Humvee milisi Irak buatan AS tersebut bisa masuk ke Aleppo diangkut oleh pasukan Iran ke Suriah.

 

Deddy | TLWJ | Jurniscom

Protes Nur Maulana, Hari Ini Gabungan Ormas Mahasiswa Datangi Trans Tv

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hari ini, Selasa (17/11/2015) Gabungan ormas mahasiswa dan pemuda Islam dari GPII, IMM, Hima Al Washliyah dan MPI Jakarta akan menyambangi stasiun Trans-Tv untuk melayangkan protesnya atas pernyataan penceramah Muhammad Nur Maulana.

"Karena belum juga ada langkah untuk membuat klarifikasi dan meminta maaf kepada umat, maka kami dari elemen-elemen dan ormas mahasiswa/pemuda seperti tersebut di atas, bermaksud akan menyambangi stasiun Trans-TV pada Selasa, 17 November 2015, pukul 10.30 WIB, untuk menggelar Aksi Protes dan meminta stasiun Trans-TV agar mengganti yang bersangkutan dengan sosok dai/penceramah yang lebih memiliki otoritas, berilmu dan berkompeten dalam menyampaikan nilai-nilai Islam," tegas koordinator aksi, Drs Dedi Hermanto dalam rilisnya kepada Jurnalislam, Selasa (17/11/2015).

Dedi menilai, sejumlah stasiun televisi swasta di Indonesia banyak menayangkan program-program dengan kualitas rendah dan tidak berbobot. "Sebagian besar stasiun televisi di Indonesia hanya menyuguhkan tontonan lucu-lucuan. Tapi bukan pula melawak, disebut lucu pun tidak," ujarnya.

Dedi melihat program-program tersebut bisa berakibat pada pelecehan dan penyimpangan, serta keluar dari akhlak dan Islam, meskipun sedang mendakwahkan ajaran Islam. "Agama jadi senda gurau dan bahan lucu-lucuan," tegasnya.

Selain itu, Dedi mengamati da'i-da'i di sejumlah stasiun televisi tidak mengedepankan ilmu, namun lebih ke sisi hiburan untuk meraih rating dan iklan.

"Maka ini jelas berbahaya dan bisa menyesatkan, karena tidak berpijak pada keilmuan dan kemampuan yang bersangkutan dalam menyampaikan ajaran Islam," lanjut Dedi. 

Sejumlah "dai" di stasiun televisi, menurut pengamatan Dedi,  masih perlu menambah ilmunya lagi, sehingga benar-benar berfungsi sebagai basyiron, nadziron, wadaa'iyan ilallaahi bi idznihii wa siroojan muniiron. Kemudian juga sungguh-sungguh mengajak manusia, termasuk dirinya, untuk beriman kepada Allah dan mengingkari selain Allah dalam segala aspek kehidupan.

"Sayangnya, masih banyak dai di stasiun televisi yang jauh dari tujuannya sebagai juru dakwah sebagaimana tujuan dalam dakwah yang dimaksud dalam Islam," tandasnya.

Lebih memprihatinkan lagi, sambung Dedi, ada sosok-sosok yang tidak layak jadi dai, namun tampil di televisi kemudian disebut "ustadz". Yang akibatnya, banyak isi ceramahnya yang tidak sesuai dengan Islam.

"Dan puncaknya adalah saat saudara M Nur Maulana yang dijadikan sebagai "ustadz" dalam sebuah program di salah satu stasiun televisi, pada Senin lalu, membuat pernyataan yang menyimpang dari ajaran Islam terkait dalam soal kepemimpinan," tegas Dedi.

Jika hal tersebut dibiarkan, Dedi melihat akan muncul penilaian yang salah, yaitu membolehkan orang-orang selain Islam menjadi pemimpin. 

"Bisa dinilai ada kaitannya dengan Pilkada Serentak 9 Desember mendatang, bahkan tak salah jika ada kalangan yang mengatakannya terkait dengan kepemimpinan Gubernur DKI pada masa mendatang," kata Dedi.

Ally | Jurnalislam

Gila, Buku SD Ini Perbolehkan Ibu Melacur

MALANG (Jurnalislam.com) – Buku pelajaran Sekolah Dasar (SD) berisi pendidikan bermuatan kalimat tak mendidik kembali muncul. Kali ini di Malang, sebuah buku Kerja Siswa Insan Bermartabat, untuk semester 1, kelas V sekolah dasar memuat kalimat yang membolehkan seorang ibu melacur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dikutip dari sindonews, Kamis (12/11/2015), dalam buku tersebut, tepatnya pada halaman 34, termuat penjelasan tentang tindakan bertanggungjawab, beserta contoh-contohnya.

Kalimat contoh dalam buku tersebut, "Seorang ibu hidup dengan tiga anak, karena suaminya meninggal dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya, walaupun harus menjadi pelacur sekalipun, karena demi memberikan kehidupan dan tanggung jawab atas ketiga anaknya,".
Buku kerja siswa ini, dibuat Dinas Pendidikan Kota Malang, dengan tim penyusun Nita Retno Wahyuning, Hidayah, dan Valentina Ratna Rahayu.

Sementara, editornya adalah Basori. Buku ini, digunakan sebagai buku pendamping, dalam proses belajar mengajar siswa.

Kabar tentang adanya kalimat tidak patut dibaca oleh siswa sekolah dasar ini, pertama kali ramai terjadi di SD telogowaru kota Malang namun pihak sekolah tidak mau di mintai keterangan, terkesan menutup-nutupi hal tersebut.Lansir Sindo
Tetapi, pengakuan berbeda disampaikan Kepala Sekolah SD Islam Terpadu Achmad Yani, Kota Malang, Mutini. Dia secara terus terang mengakui adanya kalimat tersebut.

"Saya awalnya juga tidak tahu, tetapi baru mengetahui setelah ada pemberitahuan di grup WA Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S)," terangnya
Mutini akhirnya memutuskan, untuk menarik buku tersebut, dan menghapus kalimatnya, diganti dengan kalimat lain.

Buku tersebut, menurutnya baru satu minggu ini diedarkan kepada para siswa. Sehingga belum sempat dibaca dan dipelajari.

"Tadi sudah kami minta guru kelasnya untuk menariknya, dan menghapus kalimatnya. Kemudian diganti dengan kalimat baru, dan dikembalikan kepada para siswa," timpalnya.

Dengan adanya kejadian ini, akhirnya dia juga meminta para guru kelas mempelajari semua buku kerja siswa tersebut, mengantisipasi adanya kalimat-kalimat yang tidak patut untuk dibaca para pelajar tingkat sekolah dasar.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana mengaku belum mengetahui adanya kesalahan dalam kalimat di buku kerja siswa tersebut.

"Kami akan segera melakukan pengecekan. Apabila ada yang bermasalah, pastinya akan langsung kami cabut buku tersebut, agar tidak menimbulkan masalah pada para siswa," tegasnya.

Kasus Kejadian buku kontroversial ini tidak hanya kali pertama pada kurun waktu satu tahun terahir ini (2015) kalau kita lihat buku-buku sebelumnya salah satunya seperti "Saatnya kita belajar pacaran" dan masih banyak lainnya.

Reporter : Findra | Editor : Ally | Sindonews

Setelah Serangan Paris, Gelombang Anti Pengungsi Suriah Meningkat di Eropa

PERANCIS (Jurnalislam.com) – Beberapa hari setelah gelombang serangan mematikan yang menewaskan sedikitnya 129 orang di Paris, sejumlah politisi Eropa mengambil kesempatan untuk memperingatkan agar tidak lagi menerima pengungsi dari perang dan mengalami penindasan di negara-negara mayoritas Muslim, lansir Aljazeera, Senin (16/11/2015).

Peringatan tersebut menambah kekhawatiran bahwa masalah pengungsi akan memburuk setelah terdapat laporan bahwa salah satu penyerang Paris diduga membawa paspor sambungan-Suriah walaupun belum terbukti.

Yang bereaksi tercepat terhadap peristiwa di Paris, dalam hal menghentikan aliran pengungsi Suriah, adalah Polandia.

Kurang dari 24 jam setelah serangan bom dan senjata api mengguncang ibukota Perancis, menteri urusan Eropa Polandia, Eurosceptic Konrad Szymanskic, mengatakan kepada situs wpolityce.pl bahwa negaranya akan menarik kembali komitmen kuota Uni Eropa untuk memindahkan pengungsi melintasi benua.

"Melihat peristiwa tragis di Paris, Polandia tidak melihat adanya kemungkinan politik untuk mengimplementasikan keputusan tentang relokasi pengungsi," katanya. "Serangan tersebut membuktikan ada kebutuhan untuk merevisi kebijakan Eropa yang lebih dalam mengenai krisis migran."

Saat ini Lebanon dan Turki menjadi tuan rumah pengungsi Suriah dalam jumlah terbesar. Diperkirakan 500.000 lebih pengungsi dari Suriah, setengah lebih dari mereka adalah perempuan dan anak, telah tiba di Eropa tahun ini, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi.

Angka-angka tersebut adalah perkiraan konservatif, dan merupakan jumlah pengungsi melintasi perbatasan yang terdeteksi.

Pada bulan Oktober saja, PBB mengatakan 218.000 pengungsi menyeberangi Mediterania ke Eropa, yang merupakan rekor bulanan.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom
 

Turki: Assad Tidak Calonkan diri dalam Pemilihan Presiden

TURKI (Jurnalislam.com) – Bashar al-Assad tidak akan mencalonkan diri untuk jabatan Presiden  setelah transisi pasca-konflik Suriah, Menteri Luar Negeri Turki, Feridun Sinirlioglu, mengatakan pada hari Senin (16/11/2015), lansir Anadolu Agency.

Sinirlioglu kepada wartawan pada penutupan KTT G20 di Antalya mengatakan bahwa Assad akan meninggalkan jabatannya "dalam masa transisi enam bulan" dan pemerintahan transisi akan diaanggap sebagai kekuasaan eksekutif.

Menteri Luar Negeri Turki mengambil bagian dalam pembicaraan akhir pekan di Wina pada resolusi empat setengah tahun perang sipil Suriah.

Kekuatan regional dan dunia, PBB, Uni Eropa dan Liga Arab menyetujui gencatan senjata yang dimediasi PBB di Suriah dengan negosiasi antara rezim Assad dan kelompok oposisi berlangsung pada akhir tahun.

Pemilihan akan diadakan dalam waktu 18 bulan dari masa transisi enam bulan.

"Pemerintahan baru diperkirakan terbentuk di Suriah setelah periode 18 bulan dari masa transisi," kata Sinirlioglu. "Dalam periode ini, konstitusi baru akan dibuat. Sesuai dengan konstitusi Suriah akan melaksanakan pemilu baru."

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

 

Serangan Balik Taliban: 12 Pasukan Agresor Amerika dan ANA Tewas, 9 Lainnya Terluka

KHOST (Jurnalislam.com) – Pasukan invasi asing pimpinan AS beserta pasukan ANA (Afghanistan National Army) berusaha menyerbu rumah-rumah penduduk di tenggara Afghanistan pada hari Ahad malam (15/11/2015).

Mujahidin melawan dengan sangat sengit kemudian meluncurkan serangan balasan mengejar musuh bersama, El Emarah News melaporkan, Senin (16/11/2015).

Pertempuran sengit terjadi dan menyebabkan 8 pasukan Afghanistan dan 4 pasukan Amerika tewas, lalu 3 tentara AS dan 6 pasukan boneka terluka dalam operasi yang berlangsung beberapa jam. Seorang Mujahid memeluk kesyahidan dengan dua lainnya luka-luka dalam operasi.

Sementara itu, seorang wanita dan tiga anak kecil terluka serius ketika musuh menyerbu menggunakan senjata berat.

Dalam beberapa waktu terakhir, Mujahidin telah membuat kemajuan dan memperoleh kemenangan di berbagai bagian negara itu.

Musuh membalas  dengan melakukan serangan udara malam menargetkan daerah pemukiman warga sipil di daerah pertempuran sebelumnya, menyebabkan banyak rakyat Afghanistan tewas dan cedera.

Ribuan warga sipil telah kehilangan nyawa mereka oleh serangan udara pimpinan AS di berbagai bagian Afghanistan selama beberapa tahun terakhir menyebabkan rekor tinggi korban sipil. Ketidakamanan terus meningkat di seluruh negeri.

Di kawasan Bak, Mujahidin menghancurkan pos musuh tadi malam, menyebabkan kerugian besar bagi musuh. Jumlah pasukan musuh yang tewas dan terluka dalam pertempuran itu tidak diketahui.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Perancis Ancam Tutup Masjid

PERANCIS (Jurnalislam.com) – Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengatakan pada hari Ahad (15/11/2015) ia akan memulai menutup masjid yang membangkitkan perlawanan," seperti dikutip surat kabar Le Figaro, lapor Sputnik, dan dilansir World Bulletin, Senin (16/11/2015).

Menurut Cazaneuve, dakwah yang menimbulkan semangat jihad dapat diserang dengan lebih cepat jika keadaan darurat diumumkan di negara itu.

Pada Jumat malam, delapan penyerang mengenakan sabuk peledak menyerang beberapa tempat di Paris, menewaskan 129 orang dan melukai lebih dari 350 orang di sebuah restoran, ruang konser Bataclan dan di sekitar stadion Stade de France.

Pada bulan Juni, Cazeneuve mengatakan bahwa sekitar 40 Imam Masjid asing telah dideportasi dari Perancis karena membangkitkan semangat perlawanan dalam tiga tahun terakhir.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Intifadhah Al Quds Hari ke 47: 88 Syahid dan 10.000 lebih Lainya Terluka

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Departeme Kesehatan Palestina mengatakan, sejak awal intifadhah pada awal Oktober lalu hingga hari ini, sudah 88 syuhada meninggal, termasuk 18 anak dibawah umur dan empat wanita lanjut usia, ditambah 10.000 lainya luka-luka.

Dalam keterangan persnya, Senin (16/11/2015) yang dilansir pusat Infopalestina, Depkes menyebutkan, sebanyak 69 syuhada meninggal akibat peluru Israel di Tepi Barat dan 18 syuhada di Jalur Gaza dan Nagev.

Sementara itu, lebih dari 1422 korban luka sejak awal intifadhah di Tepi Barat dan Gaza. 1053 lainya luka akibat peluru timah yang dibungkus dengan karet. Semuaya dirawat di sejumlah rumah sakit. 100 korban luka tembak diobati di lapangan dan sebanyak 6300 korban akibat menghirup udara beracun dan gas air mata.

Sebanyak 255 korban luka memar atau patah tulang, akibat penganiayaan serdadu, saat terjadinya gempuran dari serdadu Zionis di kawasan dan 25 korban lainya akibat kebakaran.

Departemen Kesehatan Palestina juga menyampaikan, 983 warga luka akibat peluru tajam, 938 luka akibat peluru karet di Tepi Barat dan 439 di Gaza. Selain itu, ada sekitar 416 anak yang menjadi korban.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Pengamat : Indonesia Tak Perlu Berlebihan dalam Merespon Bom Paris

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemerhati kontra-terorisme, Harits Abu Ulya mengatakan pemerintah Indonesia tidak perlu berlebihan dalam menanggapi bom Paris. Sebab, hanya negara-negara yang dianggap terlibat dalam konflik Suriah yang berpeluang menjadi target serangan seperti itu.

"Respon pemerintah Indonesia harus proporsional, khususnya instansi terkait tidak perlu berlebihan yang justru terkesan bisa menjadi sumber kepanikan baru di Indonesia," katanya kepada Jurnalislam, Ahad (15/11/2015).

Harits juga mengatakan, Teror di Paris rasionalnya adalah negara tetangga seperti Inggris atau negara koalisi yang terlibat perang di Suriah yang perlu siaga untuk antisipasi kemungkinan serangan teror susulan.

"Tereksposnya teror di Paris secara global, resikonya melahirkan beragam sikap dan akibat. Ini tergantung sudut pandang masing-masing pihak," lanjutnya.

Harits menilai peristiwa Paris akan menjadi inspirasi dan spirit baru bagi mereka yang pro dengan aksi teror. Tapi dalam konteks Indonesia level ancaman seperti serangan di Paris resonansinya sangat rendah.

"Karena kemampuan untuk melakukan serangan terbuka secara terkordinasi dan tidak kehendus oleh pihak aparat keamanan itu tidak dimiliki atau belum dimiliki sel-sel kelompok yang selama ini dianggap terkait jaringan terorisme IS-ISIS di Indonesia. Meski pernah ada eksperiment kecil-kecilan dan sangat amatiran untuk melakukan serangan bom," jelas Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) itu.

Menurutya, Indonesia relatif kondusif dan aman dari gangguan teror sejenis serangan di Paris Perancis. Sebab, para pengikut IS-ISIS dari Indonesia lebih berhasrat untuk hijrah (pindah) ke Suria wilayah IS daripada bertahan.

"Andaikan muncul, gangguan itu potensial bisa jadi rembesan dari wilayah timur Indonesia, disana ada kelompok Santoso yang selama ini dijadikan “icon” kelompok terorisme oleh Polri dan BNPT. Atau muncul dari “lonewolf” yang terkondisikan oleh “siluman” untuk melakukan serangan dengan target dibalik itu mengais keuntungan opurtunis dari proyek war on terrorism," pungkasnya.

Reporter : Findra | Editor : Ally