Moskow: Senjata Baru Rusia Mampu Lumpuhkan Sistem Pertahanan AS

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Kepala persenjataan nuklir strategis Rusia mengatakan bahwa senjata baru mereka mampu melumpuhkan semua potensi pertahanan rudal, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu (16/12/2015).

Kolonel Jenderal Sergei Karakayev, komandan Pasukan Rudal Strategis, mengatakan Rabu, dalam pernyataan yang dibawa oleh kantor berita Rusia bahwa perencana militer mereka telah memperhitungkan potensi munculnya pertahanan rudal NATO pimpinan AS.

Kremlin telah lama menggambarkan perisai rudal AS sebagai bentuk ancaman atas Rusia, menolak klaim Washington bahwa perisai itu dimaksudkan untuk menangkis ancaman rudal Iran.

Karakayev mengatakan bahwa pertahanan rudal AS yang ada saat ini tidak mampu membelokkan serangan rudal Rusia, namun perisai rudal Amerika akan menjadi lebih maju di masa depan.

Dia menambahkan bahwa Rusia telah mengambil langkah-langkah untuk melumpuhkan segala sistem pertahanan rudal AS.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Hindari Serangan PKK, Ribuan Warga di Tenggara Turki Mengungsi

DIYARBAKIR (Jurnalislam.com) – Sekitar 200.000 orang di provinsi tenggara Turki telah meninggalkan rumah mereka karena kegiatan teroris Komunis PKK berlangsung di wilayah tersebut.

Ribuan orang – termasuk perempuan dan anak-anak – telah meninggalkan rumah mereka di distrik Cizre dan Silopi provinsi Sirnak tenggara; Kabupaten Sur, Silvan dan Bismil provinsi Diyarbakir; dan kabupaten Nusaybin, Derik dan Dargecit provinsi Mardin.

Alasan mereka mengungsi adalah karena merasa hidup tidak nyaman dan tidak aman setelah organisasi teroris PKK meningkatkan aktivitasnya, termasuk menyerang pasukan keamanan, menanam bahan peledak di jalanan, serta menambah hambatan dan parit di jalan-jalan dalam lima bulan terakhir.

Penduduk setempat terutama pindah ke provinsi dan provinsi terdekat barat seperti Istanbul, Izmir dan provinsi Mersin selatan.

Lainnya masih tinggal di ini daerah tertentu, di mana kegiatan PKK berpusat, mengalami kesulitan dalam melanjutkan kehidupan sehari-hari mereka karena ada listrik dan air kekurangan dan menghentikan layanan transportasi dan sampah-koleksi.

Ada juga mengklaim bahwa anggota PKK yang mengancam keluarga, yang ingin meninggalkan rumah mereka, di terutama kabupaten Cizre provinsi Sirnak. PKK teroris ditutup beberapa jalan di jalan-jalan Nusaybin dan Idil dari Cizre dan penduduk setempat harus berjalan dengan meninggalkan mobil mereka di sana.

"Ini adalah suatu pelarian dari kematian dan kekerasan," Rustem Erkan, seorang profesor Sosiologi Departemen Diyarbakir berbasis Dicle University, mengatakan Anadolu Agency.

"Orang-orang di tengah-tengah konflik di mana setiap jenis senjata yang digunakan di daerah mereka. Mereka secara alami lari karena mereka ingin mempertahankan hidup mereka," kata Erkan.

Menyatakan bahwa orang-orang yang harus meninggalkan rumah mereka di tahun 1990-an karena PKK teror bergerak lagi, katanya: "Orang-orang ini menghadapi trauma yang jauh lebih serius lagi setelah 25 tahun." Erkan mengatakan bahwa situasi ini akan menciptakan konsekuensi psikologis yang serius.

Huseyin Seyhanlioglu, manajer perusahaan riset yang berbasis di Diyarbakir, Politik dan Sosial Penelitian Pusat (Samer), berbicara tentang suasana tidak nyaman di distrik Sur di provinsi Diyarbakir:

"Ada kerusakan besar di distrik Sur. Kami telah mengalami trauma pada 1990-an. Kami akan melihat efek dari trauma saat ini setelah 20 tahun.

"Suasana yang untuk merehabilitasi para pemuda harus dibuat. … Paket bencana juga harus diterapkan oleh pemerintah untuk mendukung pemilik toko ekonomis."

Mehmet Serif Oter, presiden Federasi Solidaritas Sosial Mardin, mengatakan bahwa penggalian PKK dari parit di jalan dinyalakan pertempuran.

"Orang-orang menunggu untuk [perdamaian] dengan ketakutan besar dan khawatir. Ekonomi telah terhenti. Parit ini telah terutama dirugikan Kurdi dan semua orang di wilayah tersebut. Parit ini akan membawa apa-apa kecuali kesengsaraan bagi rakyat Kurdi."

Oter, dalam wawancara, juga menyerukan untuk mengakhiri pertempuran ini segera dengan menutup parit di jalan dan berakhir jam malam di daerah tertentu.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Yaman Lakukan Pertukaran Tahanan Massal dengan Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertukaran tahanan massal sedang berlangsung antara milisi Syiah Houthi dan pasukan pemerintah Yaman di tengah pembicaraan yang disponsori PBB untuk mengakhiri pertempuran di negara Semenanjung Arab tersebut, Aljazeera melaporkan, Rabu (16/12/2015).

Pertukaran – yang dinegosiasikan di tingkat lokal dalam koordinasi dengan suku-suku Yaman dan tidak melibatkan upaya internasional – itu berlangsung sehari setelah gencatan senjata diberlakukan untuk menghentikan pertempuran yang telah berlangsung sembilan bulan antara Houthi sekutu-Iran, yang berbasis di Yaman utara, dan pejuang koalisi yang didukung Arab yang setia kepada Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Kemudian juga di hari Rabu, para pejabat Yaman mengatakan kepada Al Jazeera di Swiss bahwa ada usaha negosiasi pertukaran lain yang gagal.

Pertukaran kedua akan melepas pejabat pemerintah Yaman, terutama Mahmoud al-Subaihi, menteri pertahanan Hadi, tapi Houthi menuntut agar sebelumnya diberlakukan gencatan senjata penuh dan mengakhiri semua permusuhan.

Pemerintah, di sisi lain, ingin para tahanan dibebaskan terlebih dahulu.

Reporter Al Jazeera Zeina Khodr, melaporkan dari kota Biel di Swiss, mengatakan pertukaran tawanan itu "tidak diragukan lagi merupakan perkembangan positif" dalam perang sipil, yang telah menewaskan hampir 6.000 orang dan menyebabkan bencana kemanusiaan di Yaman.

"Pertukaran tawanan sedang berlangsung dengan dimediasi oleh suku-suku di Yaman," katanya.

Sebelumnya, Mokhtar al-Rabbash, anggota urusan komite para tahanan, yang dekat dengan pemerintah Yaman, menegaskan bahwa kesepakatan telah terjadi untuk menukar 375 milisi houthi dengan 285 tentara pro-Hadi.

Seorang pejabat dari otoritas penjara yang dikuasai Houthi di ibukota, Sanaa, mengatakan bahwa tahanan selatan naik bus dalam perjalanan mereka ke tempat pertukaran di pusat Yaman.

Saksi di Aden mengatakan mereka melihat bus dijaga oleh pejuang lokal yang tampaknya menuju ke tempat pertukaran, kantor berita Reuters melaporkan.

Meskipun telah sepakat melakukan pertukaran, kedua belah pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata, yang juga meliputi jeda serangan udara koalisi Arab.

Kantor berita Saba yang dikuasai Houthi mengutip Brigadir Jenderal Sharaf Luqman, juru bicara pasukan Yaman yang setia kepada Ali Abdullah Saleh, mantan presiden Yaman, mengatakan bahwa "eskalasi serius di darat, laut dan udara berlangsung dengan aliansi di berbagai daerah".

Saleh saat ini bersekutu dengan Houthi.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Israel Mulai Persenjatai Warga Pemukim Yahudi

PALESTINA (Jurnalislam.com) –  Otoritas penjajah Zionis pada hari Selasa (15/12/2015) mulai mempersenjatai “ekstrimis Yahudi” dengan dalih terjadinya perningatan aksi-aksi yang menarget mereka pada bulan-bulan terakhir ini, lansir Infopalestina.

Surat kabar Zionis Yedeot Aharonot mengatakan, “Para pejuang perlawanan Palestina tampaknya tahu bahwa orang-orang Yahudi religius (ekstrim) mereka orang yang paling sedikit membawa senjata. Untuk itu para pejuang perlawanan Palestina lebih memilih melakukan aksi-aksi mereka di sana dengan asumsi bahwa kemungkinan kegagalan aksi mereka lebih kecil.”

Aharonot menyatakan bahwa inisiatif baru untuk mempersenjatai “orang-orang Yahudi religius” datang dari Menteri Keamanan Dalam Negeri Zionis Gilad Ardan, yang mengusulkan untuk mengatasi dan menghadapi masalah ini, dengan mensuport mereka untuk membawa senjata.

Menurut usulan Gilad Ardan akan segera dikeluarkan izin membawa senjata bagi kaum esktrimis Zionis yang sudah bisa menggunakan senjata, terutama mereka yang pernah menjalani wajib militer. Karena terbukti orang-orang Yahudi religius yang bersenjata mereka memiliki peran dalam menggagalkan serangan-serangan dan mencegah terjadinya aksi-aksi besar. Demikian klaim menteri dalam negeri Zionis.

Komunitas religius ekstrim Yahudi tersebut memungkinkan untuk dibekali senjata melalui prosedur administratif yang singkat. Yaitu melalui organisasi kesatuan Nahel di militer Zionis, di mana mereka pernah bertugas, agar menyiapkan nama-nama mereka yang sudah keluar dari institusi militer dan saat ini hidup di perkampungan atau daerah-daerah Yahudi.

Aharonot menyebutkan bahwa daftar nama-nama tersebut akan diserahkan kepada kepolisian Zionis dan setelah disetujui mereka bisa mendapatkan izin membawa senjata.

Sebelumnya pemerintah Zionis menyerukan kepada wara pemukim Yahudi dan semua yang memiliki senjata atau izin senjata agar membawa senjata mereka saat keluar umah. Pemerintah Zionis juga mengumumkan kemudahan dalam proses pemberian izin, dengan dalih untuk menghentikan serangan-serangan yang dilakukan para pemuda intifadhah. Hal itu merupakan lampu hijau bagi para ekstrimis Zionis untuk meningkatkan serangan-serangan mereka terhadap warga Palestina.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Masjid di Bali Kembali Dibobol Maling

DENPASAR (Jurnalislam.com) –  Pencurian kotak amal masjid kembali terjadi Bali, Senin (14/12) dini hari. Kali ini pencuri menggasak kotak amal milik Masjid As Syuhada di Desa Kampung Bugis, Pulau Serangan, Denpasar Selatan.

Tidak seperti kejadian-kejadian sebelumnya, aksi pencurian kali ini tidak disertai perusakan.

"Untuk kerusakan masjid tidak ada, tapi pencurian kotak amal ada," kata takmir masjid, Syukur.

Menurutnya, pencurian diduga dilakukan dini hari menjelang subuh. Ada 3 kotak amal berisi uang sekitat Rp 1 jutar yang dicuri.

"Isi dalam kotak sekitar 700 sampai 1 juta-an kira-kira. Sebenernya waktu jam 2 sekitar 10 meter dari masjid ada yang jaga, tapi setelah itu kira-jam 3 – 4 pencurian itu terjadi, sebelumnya yang jaga sudah tidak ada," tutur Syukur.

Syukur mengira pencurian dilakukan oleh orang jauh. Karena, lanjut Syukur, kotak amal ditemukan sekitar 300 meter dari masjid.

"Pelaku saya kurang tau, entah itu pihak dekat atau jauh, tapi kayaknya  sih orang jauh. Soalnya kotaknya dibuang ke semak-semak sekitar 300 meter dari masjid," lanjutnya.

Syukur pun kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sanur.

"Alhamdulillah di tangani oleh polsek setempat, dan masjid langsung di jaga intel dari polsek tersebut," pungkasnya.

Pencurian kotak amal masjid akhir-akhir ini marak terjadi di Bali. Namun, kepolisian belum mampu menangkap satu pun dari pelakunya.

Sebelumnya empat masjid di kawasan Jimbaran juga disatroni pencuri kotak amal. Selain mencuri, para pelakh juga merusak sejumlah fasilitas masjid.

Reporter : Findra | Editor Ally | Jurnalislam

 

 

Al Emarah Studio Rilis “Jihad Distrik Marawara”

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Al Emarah Studio bagian dari Cabang Multimedia Komisi Budaya Imarah Islam Afghanistan menrilis video Jihadi baru nomor 57 yang berjudul “Epos Jihad distrik Marawara”.

Video berdurasi total 50 menit tersebut berisi cuplikan Mujahidin membebaskan kabupaten Marawara dan semua pos pemeriksaan sekitar, sejumlah besar rampasan perang dan rincian tentang operasi.

Video bisa dilihat dan diunduh dari link yang disediakan di bawah ini:

HQ 2.2 GB

Lihat video
https://archive.org/details/dkmjhamasi_201512
Unduh
http://ia601501.us.archive.org/32/items/dkmjhamasi_201512/dkmjhamasi.mp4

MQ 991 MB
Lihat video
https://archive.org/details/DkmjhamasiNormalQuality
Unduh
http://ia601500.us.archive.org/30/items/DkmjhamasiNormalQuality/dkmjhamasi%20normal%20quality.mp4

FLV 587 MB
Lihat video
https://archive.org/details/dkmjhamasi
Unduh
http://ia601508.us.archive.org/20/items/dkmjhamasi/dkmjhamasi.flv

Ponsel 323 MB
Lihat video
https://archive.org/details/DkmjhamasiMobile
Unduh
https://ia601508.us.archive.org/6/items/DkmjhamasiMobile/dkmjhamasi%20mobile.mp4

3GP 63.3 MB
https://archive.org/details/dkmjhamasi.3gp

Deddy | El Emarah News | Jurnalislam

Pasukan AS Serang Rumah Warga Sipil di Ghazni, 6 Orang Terbunuh

GHAZNI (Jurnalislam.com)Al-Emarah News mengatakan 6 warga sipil termasuk 4 siswa Madrasah syahid akibat serangan penjajah AS di Afghanistan selatan, Selasa (15/12/2015)

Pesawat-pesawat perang AS membom rumah warga sipil, menewaskan, Mualawi Nasrullah, (seorang Imam), empat siswa dan Mohammad Omar Jan, seorang warga sipil.

Serangan ini terjadi setelah para penyerang pimpinan AS menerobos dan menggeledah rumah warga sipil di distrik Dayak provinsi Ghazni tadi malam.

Penduduk setempat mengatakan agresor asing didampingi tentara boneka mereka, memaksa masuk ke rumah-rumah warga sipil, membangunkan mereka di tengah malam dan memukuli.

Serangan semalam atau invasi dari desa dan kota oleh pasukan asing AS di beberapa kabupaten dan kota Afghanistan telah manambah korban sipil di seluruh negeri.

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

Takut Diserang Taliban, 7 Pos Pemeriksaan Ditinggal Kabur Tentara Afghanistan

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan dari kabupaten Gerishk mengatakan bahwa pasukan pemerintah Afghanistan melarikan diri dan meninggalkan 7 pos pemeriksaan karena takut akan datangnya serangan di daerah Samenar, sehingga seluruh daerah berada di bawah kontrol penuh Mujahidin Imarah Islam, El Emarah News melaporkan, Selasa (15/12/2015).

Serangan ini terjadi pada malam yang sama dengan Mujahidin menyerbu 3 pos pemeriksaan di daerah Zumbuli dan Mirmandab, menewaskan 5 pasukan bersenjata termasuk 2 komandan dan merebut sejumlah besar peralatan militer.

Sedangkan di Khost, sebanyak 12 tentara bayaran telah tewas dalam bentrokan di tenggara Afghanistan.

Terjadi pertempuran sengit saat Mujahidin IIA (Taliban) mencegat konvoi militer musuh di distrik Nadir Shah Kot provinsi Khost, Senin (14/12/2015). Beberapa pasukan musuh tewas dan cedera.

Musuh mengirim bala bantuan tambahan untuk melawan Mujahidin dan memicu pertempuran lebih lanjut hingga akhirnya menewaskan 12 tentara bayaran, dan melukai 7 serdadu lainnya.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

 

Intifadhah: Aksi Penabrakan di Halte Bus Yahudi, 12 Terluka 3 Diantaranya Kritis

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Sebanyak 12 warga Zionis luka-luka, 3 diantaranya kritis dalam aksi Intifadah Al-Quds, yang akhirnya serdadu Zionis menambaki pelakunya hingga gugur syahid, Infopalestina melaporkan Senin (14/12/2015)

Situs Ibrani 0404 melaporkan seorang pemuda Palestina pelaku aksi penabrakan dan penusukan di wilayah jembatan di dekat stasiun pusat kereta Api di sebelah barat Al-Quds terjajah menyebabkan 9 orang luka-luka. Pada saat kemudian, pengamat militer di chenel 10 televisi Israel menyebutkan, jumlah korban luka akibat aksi ini bertambah menjadi 12 orang. Tiga diantaranya dalam kondisi kritis.

Secara rinci menyebutkan, seorang pemuda Palestina yang mengendarai sebuah mobil warna putih menabrak para pemukim Zionis kemudian ia turun dengan menghunus pisau hendak melakukan aksi menikam sebagian warga Zionis, sebelum ditembak pasukan penjajah Israel dan langsung jatuh ke tanah.

Juru bicara kepolisian Israel, Luba Samiri dalam pernyataan persnya mengatakan, pelaku datang ke halte bus dengan mobilnya berwarna putih dan langsung menabrak pemukim yahudi yang ada di sana. Ketika ia turun dari mobilnya serdadu Zionis menembaknya hingga ia jatuh ke tanah.

Pelaku aksi syahid terkapar di tanah dengan luka tembak di beberapa bagian badanya, tanpa ada usaha untuk menyelamatkan nyawanya dari tim medis atau ambulans yang sudah tiba di lokasi. Ambulan hanya mengangkut korban pemukim yahudi saja.

Kemudian pihak Israel mengumumkan, pelaku aksi syahid tersebut bernama Abdurrahman Mushin Hasunan (21 tahun) asal Bet Hanina. Namun belum ada pengakuan dari sumber Palestina hingga kini. Ini adalah aksi ke empat dalam bulan Desember setelah tiga aksi sebelumnya masing-masing oleh Mazen Aribah asal Izariyah, Izzuddin Radad asal Thukkarem dan uamr Sukafi asal Bet Hanina.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Iran Panggil Utusan Nigeria Setelah Bentrokan Mematikan di Zaria

NIGERIA (Jurnalislam.com) – Iran telah memanggil penanggung jawab Nigeria (the Nigerian Charge d'Affaires) ke Teheran untuk memprotes bentrokan mematikan antara tentara dan Syiah di utara negara itu, lansir Aljazeera, Selasa (15/12/2015).

Kementerian luar negeri Iran menyebut kekerasan antara militer dan pengikut Gerakan Syiah Nigeria (IMN) tersebut tidak dapat diterima, kantor berita ISNA melaporkan, Selasa.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Zarif sebelumnya telah menghubungi rekan Nigeria-nya Geoffrey Onyeama untuk mengungkapkan keprihatinan yang mendalam mengenai peristiwa Sabtu di kota Zaria.

ISNA mengatakan sedikitnya 12 orang tewas, dengan kedua belah pihak saling menyalahkan.

Militer Nigeria mengatakan salah satu konvoi mereka diserang oleh pengikut Syiah, Zakzaky, pemimpin IMN.

"Sekte berjumlah ratusan membawa senjata berbahaya, membarikade jalan dengan kobaran api, batu besar dan ban," kata pernyataan militer.

"Ketika mendengar ledakan dan tembakan, pasukan yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan Kepala Staf Angkatan Darat, tidak ada pilihan selain membela diri dan konvoi dengan segala upaya."

Kantor berita Iran mengatakan bentrokan tersebut diikuti serangan tentara ke rumah Zakzaky, mengakibatkan beberapa pengikut Syiah tewas.

Populasi Islam Nigeria sebagian besar adalah muslim Sunni namun agama Syiah meningkat secara signifikan dalam tiga dekade terakhir.

Deddy |  Al Jazeera | Jurnalislam