Pembuat Film AS kepada Donald Trump: Kita Semua Muslim

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Michael Moore menghukum Donald Trump karena sangat ofensif berkomentar anti-Muslim, World Bulletin melaporkan, Kamis (17/12/2015).

Pembuat film, politik dan aktivis sosial Amerika, Michael Moore, telah mengirim surat hukuman kepada calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, karena pernyataan anti-Muslim Trump baru-baru ini dan seruannya untuk "melarang semua Muslim datang ke Amerika Serikat".

Dalam surat, yang diposting pada halaman Facebook-nya pada Rabu malam, Moore mengatakan pernyataan anti-Muslim Trump dibuat dalam keadaan depresi dan gila.

Moore juga menerbitkan foto dirinya di depan gedung Trump Tower di New York dengan judul "Kita semua Muslim".

Selama kampanye, Trump menyerukan pelarangan "total dan lengkap" bagi semua umat Islam untuk memasuki AS dan mengakhiri imigrasi Muslim ke negara tersebut.

Trump saat ini adalah pelopor di antara para kandidat Partai Republik yang mencari nominasi partai untuk menjadi calon presiden Amerika Serikat.

Dalam surat itu, Moore mengingatkan Trump bahwa AS saat ini tidak lagi menjadi negara orang kulit putih yang marah, dan bahwa presiden AS masa depan akan dipilih oleh pemilih yang lebih beragam dan bahwa "untungnya" AS tidak lagi terlihat seperti Trump atau pendukungnya.

Demi membungkam Trump, Moore mengatakan, "Berikut adalah statistik yang akan membuat rambut Anda berputar: 81 persen dari pemilih yang akan memilih presiden tahun depan adalah perempuan, orang kulit berwarna, atau orang-orang muda antara usia 18 dan 35. Dengan kata lain, bukan "Anda" atau " orang-orang yang ingin Anda memimpin negara mereka".

Moore melanjutkan dengan mengatakan bahwa ia dibesarkan untuk percaya pada kesetaraan orang sebagai saudara dan saudari, tanpa memandang ras, warna dan agama.

Dia menambahkan bahwa "kita semua Muslim, sama seperti kita semua Meksiko, kita semua Katolik dan Yahudi dan putih dan hitam dan setiap warna di antara kita."

Moore, lahir di Michigan pada tahun 1954, dikenal sebagai pembuat film dokumenter yang mengkritik hukum senapan AS, globalisasi, perang Irak dan sistem kesehatan AS.

Dia telah menerima beberapa penghargaan untuk karyanya, termasuk Academy Award untuk "Bowling for Columbine", film tahun 2002 yang meneliti pembantaian SMA Columbine di Colorado.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pasukan Turki Bunuh 25 Milisi Komunis PKK di Sirnak Tenggara

TURKI (Jurnalislam.com) – Pasukan keamanan Turki menewaskan 25 militan Kurdi pekan ini saat mereka terlibat pertempuran dengan tersangka anggota Partai Pekerja Kurdistan terlarang (PKK) dalam dua kota, sumber-sumber keamanan mengatakan pada hari Kamis (17/12/2015), lansir Al Arabiya News Channel, Kamis.

Operasi yang dilakukan di dalam kota Cizre dan Silopi di provinsi Sirnak tenggara, yang didukung oleh jam malam, menandai eskalasi baru dalam lima bulan pertempuran dengan PKK sejak gencatan senjata runtuh.

Dua puluh empat anggota PKK tewas di kota Cizre sejak operasi dimulai awal pekan ini, sementara satu orang lainnya tewas di kota Silopi, sumber keamanan mengatakan kepada AFP.

Pihak berwenang sebelumnya mengumumkan pada Rabu bahwa delapan milisi PKK telah tewas di Cizre.

Menurut media Turki, sekitar 10.000 anggota polisi dan tentara telah dikerahkan di Cizre dan Silopi dalam salah satu operasi terbesar melawan PKK, yang mendirikan barikade dan parit di dalam kota.

Meskipun analis telah menyerukan pembicaraan damai, otoritas yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara harus membasmi PKK yang dalam beberapa bulan terakhir telah kembali membangun kehadiran yang signifikan di pusat-pusat kota.

"Para teroris ingin melumpuhkan kehidupan sehari-hari di kota-kota tersebut dengan mengintimidasi penduduk yang telah mereka peras," kata Menteri Dalam Negeri Efkan Ala kepada kantor berita yang dikelola negara, Anatolia.

Cizre memiliki penduduk sekitar 100.000, sementara Silopi memiliki penduduk lebih dari 80.000 orang.

Dia mengatakan pihak berwenang telah menyita 2.240 senjata, sepuluh ton bahan peledak dan 10.000 bom molotov dari militan.

Gambar yang diterbitkan Anatolia menunjukkan tentara bersenjata berat yang didukung oleh tank berjalan dari rumah ke rumah di kota-kota dan menembak dari sudut-sudut jalan.

Pihak berwenang juga memberlakukan jam malam di kedua kota, yang telah membuat marah milisi PKK.

Ada ketegangan yang juga telah berkembang selama jam malam di distrik Sur provinsi Diyarbakir tenggara – dominasi Kurdi – yang telah berlaku hampir tak terputus sejak 2 Desember.

Juga ada bentrokan baru Kamis pagi antara polisi dan simpatisan pro-PKK di Diyarbakir, seorang koresponden AFP melaporkan.

Dalam sebuah laporan baru Kamis, International Crisis Group (ICG) mendesak kedua belah pihak untuk "segera" melanjutkan pembicaraan perdamaian, mengatakan kembalinya Turki ke pendekatan berbasis militer hanya akan memperburuk konflik.

"Turki menghadapi pilihan penting: untuk memajukan strategi militer melawan PKK dalam pertarungan yang pasti akan berlarut-larut dan tidak meyakinkan, atau untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian," kata think tank non-pemerintah tersebut.

ICG mengatakan bahwa daripada berbicara dengan pemimpin PKK Abdullah Ocalan yang dipenjarakan, strategi Turki adalah memerangi PKK.

PKK melancarkan pemberontakan resmi terhadap negara Turki pada tahun 1984, awalnya berjuang untuk kemerdekaan Kurdi meskipun sekarang menekan untuk otonomi yang lebih besar dan hak untuk minoritas etnis terbesar di negara itu. Konflik telah menyebabkan puluhan ribu orang tewas.

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam
 

Serdadu Zionis Tertangkap Kamera Jarah Uang di Pusat Perbelanjaan Al Quds (video)

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Sebuah cuplikan video yang disebarkan pusat media Qalandia mengungkapkan sejumlah serdadu Zionis menyerbu sebuah pusat perbelanjaan di kamp Qalandia lalu mengubrak-abrik tempat tersebut lalu menjarah uang yang ada.

Seperti yang dilansir Infopalestina, Kamis (17/12/2015), beberapa serdadu masuk ke sebuah super market Yafa yang terletak di Kamp Qalandia Al-Quds terjajah. Setelah sebelumnya mereka menghancurkan pintu utama dan memecahkan kacanya.

Sementara di timur propinsi Khanyunis sumber-sumber media Zionis mengatakan bahwa kendaraan militer pasukan penjajah Zionis pada hari Rabu (16/12/2015) malam terkena bom, wilayah selatan Jalur Gaza.

Sumber-sumber Zionis menegaskan bahwa sebuah bom meledak dekat kendaraan militer pasukan Zionis di timur Khanyunis. Pasukan Zionis mengklaim tidak ada korban pasukan dalam peristiwa ini.

Saluran TV2 Zionis mengungkap, akibat peristiwa ini terjadi kerusakan parah pada kendaraan militer pasukan Zionis.

 

Video penjarahan sedadu Israel dapat lihat dilink ini:

https://www.youtube.com/watch?time_continue=6&v=Hea_fAxihJE

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Din Syamsudin Dukung Indonesia Tolak Gabung Koalisi Militer Saudi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Din Syamsudin setuju dengan sikap Indonesia untuk tidak ikut campur dengan koalisi 34 negara Muslim bentukan Arab Saudi. Ia menilai hal itu akan menyalahi prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas akif.

"Saya setuju sikap Indonesia, saat ini Indonesia harus jadi penengah tidak usah ikut-ikutan apalagi kalau hanya jadi pelengkap, nanti malah menderita," ujar Din seusai acara Lecture on Civilisations, di kantor CDCC, di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2015).

Sebagaimana dilansir Republika, Din menilai koalisi tersebut memiliki kepentingan dan sudut pandang berbeda dari masing-masing anggotanya. Koalisi semacam itu menurutnya juga tak akan pernah solid meski dari negara yang memiliki latar belakang sama yakni Islam. 

"Terutama dari cara memandang siapa musuh, berbeda-beda tiap negara," ujar Din.

Menurutnya semestinya konflik di negara Islam diselesaikan dengan cara Islami yakni ukuwah Islamiyah. Akan lebih baik jika diselesaikan dengan duduk bersama dalam satu meja untuk bernegosiasi bukan dengan aksi militer.

"Tak perlu koalisi militer, kita itu perlunya koalisi untuk kemajuan dan pembangunan," katanya.

Ally | Republika | Jurnalislam

Tuding Seorang Ibu Maling, Ahok diGugat

Mulutmu harimaumu, ini mungkin istilah yang pas untuk kasus yang menimpa Ahok, Yusri Husnaini warga Koja Jakarta Utara gugat Ahok 100 Miliar karna tuding dirinya sebagai maling

“dia menghina saya di depan masyarakat umun, dia mengatakan ibu maling, ibu maling, di mana harga diri saya diperlakukan seperti itu”, ungkap Yusri kepada pewarta, Kamis (17/12/2015).

Umpatan Ahok bermula ketika Yusri mengunjungi DPRD DKI Jakarta pada 10 Desember 2015, untuk mengadukan Kartu Jakarta Pintar (KJP) ke Komisi E, pada saat itu Yusri bertemu Ahok dan berkeluh kesah. Namun bukan solusi yang di dapat Ahok menuduhnya sebagai maling.

Ketika ditanya akan ada niatan Ahok melaporkan balik Yusri yang diwakilkan tim kuasa hukumnya  mengaku tidak takut karna memiliki bukti kuat.

“kami tidak takut walaupun Ahok menggugat balik, kami punya bukti yang kuat Ahok melakukan pencemaran nama baik dengan menuduh Yusri sebagai maling”, tegasnya di Posko Advokasi Pendidikan Jakarta Utara.

Selain melakukan gugatan Yusri juga akan melaporkan permasalahan ini ke komnas Perlindungan Anak.

Irfan I News Metro I Jurnalislam

Dua Aktifis Nahi Munkar Tasikmalaya Divonis 5 Bulan, Pengacara : "Cukup Adil"

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Persidangan dua 'tersangka' kasus perusakan kios miras di Tasikmalaya, ustadz Qushoy dan Misbah akhirnya digelar di Pengadilan Negeri Tasikmalaya Jl.Siliwangi No 18, Kota Tasikmalaya, Kamis (17/12/2015) siang.

Pengadilan menjatuhkan vonis 5 bulan penjara dan 10 bulan masa percobaan atas dua aktivis nahi munkar tersebut. Artinya, terdakwa tidak harus menjalani tahanan penjara, dengan syarat harus menjalani 10 bulan masa percobaan dan akan langsung ditahan jika mengulangi kesalahannya selama masa percobaan berlangsung. Putusan tersebut disambut dengan takbir puluhan umat Islam yang menyaksikan jalanya persidangan.

“Cukup adil, ya kami menerima vonis tersebut. Dan tidak pikir-pikir lagi karena vonisnya sudah sesuai,” kata Kuasa Hukum terdakwa, Asep Heri Kusmayadi kepada Jurnalislam diluar gedung pengadilan.

Seperti diketahui, Ustadz Qushoy dan Misbah ditangkap aparat kepolisian resort kota Tasikmalaya pada Ahad 9 November lalu ketika sedang merazia kios miras di Jl BKR, Tawang, Kota Tasikmalaya. Saat itu ustadz Qushoy diteriaki maling oleh pemilik kios kemudian dikeroyok puluhan preman setempat. Sedangkan Misbah ditangkap esok harinya, Senin (10/11/2015) di rumahnya di desa Tamansari, Gobras, Kota Tasikmalaya. Baca : Razia Miras, Seorang Aktivis Amar Ma'ruf Nahi Munkar Dipolisikan

Reporter: Aryo, Lutfi | Editor: Irfan | Jurnalislam

Astagfirullah, Lafadz Allah Tertulis Pada Patung Anjing di Denpasar

DENPASAR (Jurnalislam.com) – Astagfirullah, patung anjing di depan sebuah rumah di Jl. Tukad Pulet No. 7A Panjer, Denpasar, Bali dihiasi kalung warna emas bertulisan lafadz Allah.

Berdasarkan laporan yang diterima Jurnalislam, Kamis (17/12/2015), rumah tersebut dihuni oleh warga negara asing (WNA) asal Amerika bernama Jin Robert, seorang Katholik yang bekerja sebagai Pilot texas Airlines.  

Rumah milik warga asal Kedonganan, Wayan Karia itu dikontrak pada akhir November lalu melalui agen, Arrjani (087861488111).

Menurut Arimatea Cat kalung ALLOH leher patung anjing terlihat pada jum'at malam tgl. 11 des 2015."Katanya 

Sekitar Jam 15.30 WITA pada tanggal 15 Desember Setelah berita tersebar, patung anjing di cat hitam untuk menghilangkan bukti adanya penistaan nama "Allah" di patung tersebut.

Reporter :Abdullah, Findra l Jurnalislam.com

Ketua MUI Surabaya: Jangan Paksa Pegawai Muslim Memakai Atribut Natal

SURABAYA (Jurnalislam.Com) – KH. Muchid Muntadho menyerukan kepada seluruh pimpinan perusahaan atau managemen yang beragama Nasrani, agar tidak memaksakan pegawainya untuk memakai atribut natal. Pernyataan tersebut disampaikan saat sejumlah perwakilan dari Jamaah Ansharusy Syariah berkunjung ke kediamannya di Jalan Kembang Kuning Gang 2, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/12/2015).

“Perusahaan ataupun manajemen hanya perlu tahu mengenai karyawannya yaitu mengenai kualitas pekerjaannya yang baik dan bisa menghasilkan keuntungan bagi perusahaannya”, lanjut ketua Majelis Ulama Indonesia Surabaya.

Sebagaimana informasi yang diterima redaksi Jurnalislam.com, Rabu (16/12/2015), Ketua MUI Surabaya juga mendukung aksi Jamaah Ansharusy Syariah yang runtin memberikan himbauan kepada para pimpinan perusahaan agar tidak memaksa karyawan muslim untuk mengenakan atribut natal.

“Kita mendukung kegiatan tersebut dan mengenai pimpinan perusahaan atau manajemen yang beragam Nasrani yang cenderung memaksakan karyawannya memakai atribut natal ada baiknya Ansharusy Syariah Surabaya berkordinasi dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama)”, pungkasnya.

Maksum | Editor: Irfan | Jurnalislam

 

13 Pasukan ANA Tewas dalam Pertempuran di Farah, 6 Kendaraan Militer Hancur

FARAH (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) terlibat pertempuran sengit dengan konvoi pasukan ANA (Afghanistan Nasional Army) dari hari Selasa pagi sampai pukul 08:00 malam di daerah Sur, Shor dan Deh Yak yang terletak dekat dengan kota Farah, El Emarah News melaporkan, Rabu (16/12/2015).

2 truk militer Kamaz, 3 truk pickup, sebuah ambulans dan APC hancur dalam pertempuran, sementara 13 pasukan ANA tewas tewas dengan 6 mayat ditinggalkan oleh musuh yang melarikan diri dan 17 lainnya luka-luka.

Para pejabat mengatakan bahwa truk Kamaz musuh awalnya diledakkan dengan IED lalu Mujahidin menyergap konvoi.

Para pejabat mengatakan bahwa 5 Mujahidin juga terluka dalam pertempuran itu.

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

Iran Tolak Seluruh Pembatasan Rudalnya

IRAN (Jurnalislam.com) – Iran tolak pembatasan pada program rudalnya, Menteri Pertahanan Hossein Dehghan mengatakan pada hari Rabu (16/12/2015) setelah para pakar PBB menuduh Teheran melanggar resolusi Dewan Keamanan, lansir World Bulletin.

Uji-tembak rudal Emad pada 10 Oktober, tiga bulan setelah kesepakatan nuklir yang bersejarah, mendorong permintaan oleh Inggris, Perancis, Jerman dan Amerika Serikat untuk penyelidikan oleh komite sanksi Dewan Keamanan PBB.

"Meskipun di tengah tekanan dan suasana tidak sehat, kami menguji rudal Emad dan mengumumkan jangkauannya," kata Dehghan, menurut situs Kementerian nya.

"Tujuannya adalah untuk memberitahu dunia bahwa Republik Iran bertindak sesuai dengan kepentingan nasional dan … tidak akan menerima pembatasan di daerah ini," kata jenderal tersebut.

Sebuah laporan oleh panel ahli PBB menyimpulkan bahwa peluncuran Emad adalah pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan 1929, yang melarang Teheran meluncurkan rudal balistik yang mampu berhulu ledak nuklir.

"Panel menilai bahwa peluncuran Emad memiliki jangkauan tidak kurang dari 1.000 kilometer dengan muatan minimal 1.000 kilogram dan bahwa Emad diluncurkan menggunakan teknologi rudal balistik," kata laporan itu.

Teheran mengatakan rudal balistik adalah murni defensif (pertahanan) dan tidak dirancang untuk membawa senjata nuklir.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam