Amir AQAP: Amerika adalah Musuh Utama Mujahidin

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pada tanggal 20 Desember, al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) merilis video yang menampilkan Amir Syeikh Qasim al Raymi. Syeikh Al Raymi berbicara hampir 20 menit tentang jihad dan pentingnya menghadapi Amerika.

Syeikh Al Raymi mengatakan bahwa AS adalah kendala utama yang menghalangi mujahidin dalam membangun negara yang bersyariat  Islam.

Al Raymi menggambarkan AS sebagai musuh utama dan nyata, karena mendukung semua lawan mujahidin di seluruh dunia.

"Amerika membuat musuh kami menjadi tak terhitung jumlahnya sehingga mengalihkan perhatian kita untuk melawan mereka, dan mereka membawa konflik masuk ke dalam tanah kami sehingga konflik tetap jauh dari tanah mereka sendiri," kata al Raymi, menurut terjemahan yang diperoleh dari The Long War Journal, Kamis (24/12/2015).

Tidak ada pihak lain yang mampu memobilisasi dan menghasut orang lain lebih daripada Amerika.

Jihadis tidak memikirkan pertempuran lokal mereka sebagai satu-satunya laga yang penting, menurut Syeikh  al Raymi. "Kami adalah umat tunggal satu kesatuan kaum Muslimin di seluruh dunia dan kami adalah orang-orang yang sama bahkan jika kami hadir di lokasi yang berbeda. Jika orang berpikir hanya tentang dirinya sendiri dan percaya dengan perbatasan, maka ia mengisolasi dirinya dari ummat dan luasnya pertempuran," kata Syeikh al Raymi.

Saat perang berkecamuk, mujahidin harus mampu melihat masalah dari sudut pandang seorang umat yang satu, untuk mencari tahu siapakah musuh yang nyata, dan bukan dari sudut pandang medan perang terpisah di Afghanistan, Irak, Somalia, Yaman atau di tempat lain. Dari perspektif ini, Syeikh al Raymi berpendapat, jelas bahwa musuh sejati kaum muslimin adalah Amerika.

Syeikh Al Raymi mengatakan AS menyangga pemerintah Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi di Yaman, dan tanpa dukungan Amerika pasukan Hadi tidak akan mampu melakukan perlawanan nyata bagi jihadis. "Yang bisa dilakukan agen (Hadi) ini hanyalah meletakkan perangkat pelacakan ke arah para pemimpin jihadis, atau mengarahkan rudal Amerika ke target yang harus diserang."

Syeikh Al Raymi bahkan berpendapat bahwa AS adalah musuh dekat karena pasukan Amerika tidak jauh. Hadi malah berkali-kali lebih jauh daripada orang Amerika, ungkap Amir AQAP.

Syeikh Al Raymi ditunjuk sebagai pemimpin senior AQAP setelah pendahulunya, Nasir al Wuhayshi, syahid dalam serangan pesawat tak berawak AS pada pertengahan Juni. Beberapa pekan kemudian, dalam pesan audio, Syeikh al Raymi memuji kawannya yang gugur dan menegaskan kembali kesetiaannya kepada Syeikh Ayman al Zawahiri, Amir al Qaeda global.

Syeikh al Raymi juga membicarakan tema yang dikembangkan oleh al Qaeda dekade lalu. Dia mengulang retorika Syeikh Usama bin Laden dengan menggambarkan Amerika sebagai musuh utama.

Meskipun Syeikh al Raymi mengatakan para mujahidin harus fokus pada pertempuran dengan AS, namun, AQAP sebenarnya menggunakan sebagian besar sumber dayanya  untuk memerangi Syiah Houthi, yang didukung oleh Republik Syiah Iran.

Pemberontak Syiah Houthi memperoleh kemenangan hampir di seluruh Yaman pada akhir 2014, dan akhirnya mampu menggulingkan pemerintah Hadi awal tahun ini. Sejak saat itu, AQAP mengaku bertanggungjawab atas ratusan serangan terhadap posisi militer dan pasukan Houthi di Yaman.

Di waktu lalu, para pemimpin AQAP lainnya telah mengatakan bahwa Syiah Houthi sebetulnya merupakan bagian dari sumbu Iran-Amerika yang dikhususkan untuk menggagalkan visi dan misi  mujahidin di Yaman.

Syeikh Al Raymi memperjelas bahwa tujuan utama AQAP adalah untuk mendirikan Daulah Islam di Yaman berdasarkan hukum syariah. Namun, ia mengatakan jihadis tidak akan berhasil selama Amerika masih terus menghalanginya.

Walaupun sekarang ini AQAP telah berhasil merebut seluruh wilayah Yaman selatan tahun ini, dan telah mulai menerapkan hukum syariah di berbagai daerah. Tapi AQAP mengakui belum berkuasa atas sebuah Imarah pada suatu negri, atau Daulah Islam Yaman.

Amir AQAP ini mengkritik upaya untuk mendirikan sebuah Khilafah Islam dalam perang sebelum hukum syariah dapat dilaksanakan sepenuhnya diseluruh negeri. Tidak diragukan lagi ini adalah kritik terhadap Islamic State (IS) Khilafah yang terbentuk secara sepihak, buatan Abu Bakr al Baghdadi.

"Hari ini, kita berada pada tahap jihad defensif terhadap musuh (Amerika) dan koalisi yang berdiri menentang pembentukan sebuah Daulah Islam Yaman yang  berdiri di antara kami dan pembentukan syariah kami," Syeikh al Raymi berpendapat. "Setiap kali muncul di suatu daerah, AS datang untuk melawan dan menghancurkannya."

Oleh karena itu, Syeikh al Raymi menegaskan, "baik dia dan seluruh mujahidin lainnya diwajibkan untuk menghilangkan hambatan ini dan langsung mengarahkan senjata mereka kepada Amerika."

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Amir AQIM Ancam Prancis dalam Pernyataan Audio

MALI (Jurnalislam.com) – Syeikh Abu Yahya al Hammam, Amir Aljazair Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) Sahara Emirate, merilis pernyataan audio awal bulan ini yang mengancam Perancis. Komandan AQIM  juga berbicara tentang serangan mujahidin bulan lalu di Radisson Blu Hotel di Bamako, Mali, lansir The Long War Journal, Kamis (24/12/2015).

Syeikh Hammam memulai pernyataannya, yang telah diterjemahkan oleh SITE Intelligence Group, dengan mengatakan, "Kami mujahidin di wilayah Greater Sahara Qaeda al Jihad di Maghreb Islam berbicara dalam kaitannya dengan operasi gabungan yang diberkati yang diumumkan oleh saudara-saudara kami di al Murabitoon, yaitu serangan terhadap Radisson Blu Hotel di jantung ibukota Mali, dan bahwa AQIM berjanji untuk melancarkan perang gerilya melawan pasukan Perancis dan Mali setelah Perancis menginvasi tanah Mali … dan telah mengganggu Syariah Allah Rabb Alam Semesta."

Syeikh Hammam kemudian menyampaikan bahwa "Serangan terjadi pada anda akan terus menerus, di utara, tengah, dan selatan, dan akan membingungkan Media."

Sejak awal 2015, afiliasi Al Qaeda di Mali, termasuk AQIM, Ansar Dine, Al Murabitoon , dan Gerakan Pembebasan Macina, telah melakukan lebih dari 30 serangan di Mali selatan. Beberapa serangan berlangsung di Bamako, seperti pengepungan Radisson Blu Hotel tersebut.

Berbicara kepada pemerintah Perancis, Syeikh Hammam menegaskan, "Kami akan lakukan perlawanan di sisa hidup kami, dan hari-hari serta malam tidak akan berlalu tanpa kami melawan terhadap orang-orang yang menindas kami. Anda telah menduduki tanah kami, anda telah mengganggu Syariah kami, anda telah menyerang kehormatan dan martabat kami, anda telah menumpahkan darah kami, anda telah menjarah kekayaan dan harta kami, dan anda telah mengganggu keamanan kami. Maka kami akan memperlakukan anda dalam bentuk yang sama."

Kepada orang-orang Perancis, Syeikh Hammam juga menegaskan bahwa, "Anda baru mencicipi sedikit dari apa yang Anda telah perbuat terhadap Muslim pada beberapa dekade terakhir," mengacu pada serangan di Perancis selama tahun lalu.

Lalu Syeikh Hammam menyebutkan bahwa masyarakat Prancis penuh dengan nilai-nilai prostitusi dan degradasi nilai-nilai.

"Perancis itu menempati tanah Muslim dan mencuri kekayaannya serta menempatkan agen-agenya di wilayah Muslim sehingga mereka mengikuti perintah Anda dan menekan rakyatnya, menguasainya dan memaksakan kebijakan diktaktor  pada mereka," kata Syeikh Hammam.

Beliau kemudian merujuk kembali kepada penaklukan Perancis di Aljazair sebagai contoh tindakan berdasar nilai-nilai ini. Syeikh Hammam kemudian memerintahkan Perancis untuk meninggalkan Mali; Dan, ia memberi ultimatum.

"Jika Anda sombong dan menolak," lanjutnya, "Maka wahai para Tentara Salib ketahuilah bahwa kami, jika Allah mengizinkan, tidak akan menahan setiap upaya untuk memerangi dan menyerang kepentingan anda, di manapun anda berada dan di tanah manapun Allah beri kita keberhasilan, terutama di tempat paling kafur, Prancis, yang merupakan target operasi yang diberkati ini."

Pernyataan tersebut muncul sebelum pernyataan audio yang dirilis awal bulan ini di mana AQIM mengumumkan koalisinya, Al Murabitoon, yang dipimpin oleh Syeikh Mokhtar Belmokhtar.

Pada tanggal 4 Desember, Al Andalus Media milik AQIM merilis pernyataan audio Abdelmalek Droukdel, amir AQIM, mengumumkan penggabungan Al Murabitoon ke jajarannya. Pernyataan yang sama juga mengatakan bahwa serangan terhadap Radisson Blu adalah serangan pertama yang dilakukan bersama oleh AQIM dan Al Murabitoon.

Syeikh Abu Yahya al Hammam bukan satu-satunya pemimpin jihad al Qaeda yang mengancam pasukan Barat di Mali tahun ini. Iyad Ag Ghaly, pemimpin Ansar Dine, merilis sebuah pernyataan pada bulan Oktober dengan retorika yang sama.

Selain itu, seorang mujahidin Al Murabitoon mengancam pasukan Perancis dan Belanda di Mali, juga dengan pesan yang sama dengan Ghaly dan Syeikh Hammam. "Waktu untuk melawan Perancis dan Belanda telah tiba," kata seorang jihadis Mesir yang berafiliasi dengan kelompok Al Murabitoon.

Syeikh Yahya Abu Hammam terdaftar oleh AS sebagai musuhnya yang ditunjuk khusus karena memainkan "peran kunci dalam kegiatan perlawanan kelompok yang sedang berlangsung di Afrika Utara dan Mali."

Sebelum diangkat sebagai komandan AQIM di Sahara Emirate, ia menjabat sebagai amir kelompok di kota Timbuktu, Mali utara. Di bawah pemerintahannya, banyak kuil Syiah dihancurkan dan warga  Syiah di hukum karena pelanggaran syariah, atau hukum Islam.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Amir AQIM Ancam Prancis dalam Pernyataan Audio

MALI (Jurnalislam.com) – Syeikh Abu Yahya al Hammam, Amir Aljazair Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) Sahara Emirate, merilis pernyataan audio awal bulan ini yang mengancam Perancis. Komandan AQIM  juga berbicara tentang serangan mujahidin bulan lalu di Radisson Blu Hotel di Bamako, Mali, lansir The Long War Journal, Kamis (24/12/2015).

Syeikh Hammam memulai pernyataannya, yang telah diterjemahkan oleh SITE Intelligence Group, dengan mengatakan, "Kami mujahidin di wilayah Greater Sahara Qaeda al Jihad di Maghreb Islam berbicara dalam kaitannya dengan operasi gabungan yang diberkati yang diumumkan oleh saudara-saudara kami di al Murabitoon, yaitu serangan terhadap Radisson Blu Hotel di jantung ibukota Mali, dan bahwa AQIM berjanji untuk melancarkan perang gerilya melawan pasukan Perancis dan Mali setelah Perancis menginvasi tanah Mali … dan telah mengganggu Syariah Allah Rabb Alam Semesta."

Syeikh Hammam kemudian menyampaikan bahwa "Serangan terjadi pada anda akan terus menerus, di utara, tengah, dan selatan, dan akan membingungkan Media."

Sejak awal 2015, afiliasi Al Qaeda di Mali, termasuk AQIM, Ansar Dine, Al Murabitoon , dan Gerakan Pembebasan Macina, telah melakukan lebih dari 30 serangan di Mali selatan. Beberapa serangan berlangsung di Bamako, seperti pengepungan Radisson Blu Hotel tersebut.

Berbicara kepada pemerintah Perancis, Syeikh Hammam menegaskan, "Kami akan lakukan perlawanan di sisa hidup kami, dan hari-hari serta malam tidak akan berlalu tanpa kami melawan terhadap orang-orang yang menindas kami. Anda telah menduduki tanah kami, anda telah mengganggu Syariah kami, anda telah menyerang kehormatan dan martabat kami, anda telah menumpahkan darah kami, anda telah menjarah kekayaan dan harta kami, dan anda telah mengganggu keamanan kami. Maka kami akan memperlakukan anda dalam bentuk yang sama."

Kepada orang-orang Perancis, Syeikh Hammam juga menegaskan bahwa, "Anda baru mencicipi sedikit dari apa yang Anda telah perbuat terhadap Muslim pada beberapa dekade terakhir," mengacu pada serangan di Perancis selama tahun lalu.

Lalu Syeikh Hammam menyebutkan bahwa masyarakat Prancis penuh dengan nilai-nilai prostitusi dan degradasi nilai-nilai.

"Perancis itu menempati tanah Muslim dan mencuri kekayaannya serta menempatkan agen-agenya di wilayah Muslim sehingga mereka mengikuti perintah Anda dan menekan rakyatnya, menguasainya dan memaksakan kebijakan diktaktor  pada mereka," kata Syeikh Hammam.

Beliau kemudian merujuk kembali kepada penaklukan Perancis di Aljazair sebagai contoh tindakan berdasar nilai-nilai ini. Syeikh Hammam kemudian memerintahkan Perancis untuk meninggalkan Mali; Dan, ia memberi ultimatum.

"Jika Anda sombong dan menolak," lanjutnya, "Maka wahai para Tentara Salib ketahuilah bahwa kami, jika Allah mengizinkan, tidak akan menahan setiap upaya untuk memerangi dan menyerang kepentingan anda, di manapun anda berada dan di tanah manapun Allah beri kita keberhasilan, terutama di tempat paling kafur, Prancis, yang merupakan target operasi yang diberkati ini."

Pernyataan tersebut muncul sebelum pernyataan audio yang dirilis awal bulan ini di mana AQIM mengumumkan koalisinya, Al Murabitoon, yang dipimpin oleh Syeikh Mokhtar Belmokhtar.

Pada tanggal 4 Desember, Al Andalus Media milik AQIM merilis pernyataan audio Abdelmalek Droukdel, amir AQIM, mengumumkan penggabungan Al Murabitoon ke jajarannya. Pernyataan yang sama juga mengatakan bahwa serangan terhadap Radisson Blu adalah serangan pertama yang dilakukan bersama oleh AQIM dan Al Murabitoon.

Syeikh Abu Yahya al Hammam bukan satu-satunya pemimpin jihad al Qaeda yang mengancam pasukan Barat di Mali tahun ini. Iyad Ag Ghaly, pemimpin Ansar Dine, merilis sebuah pernyataan pada bulan Oktober dengan retorika yang sama.

Selain itu, seorang mujahidin Al Murabitoon mengancam pasukan Perancis dan Belanda di Mali, juga dengan pesan yang sama dengan Ghaly dan Syeikh Hammam. "Waktu untuk melawan Perancis dan Belanda telah tiba," kata seorang jihadis Mesir yang berafiliasi dengan kelompok Al Murabitoon.

Syeikh Yahya Abu Hammam terdaftar oleh AS sebagai musuhnya yang ditunjuk khusus karena memainkan "peran kunci dalam kegiatan perlawanan kelompok yang sedang berlangsung di Afrika Utara dan Mali."

Sebelum diangkat sebagai komandan AQIM di Sahara Emirate, ia menjabat sebagai amir kelompok di kota Timbuktu, Mali utara. Di bawah pemerintahannya, banyak kuil Syiah dihancurkan dan warga  Syiah di hukum karena pelanggaran syariah, atau hukum Islam.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Ansharusyariah Sosialisasikan Fatwa MUI Jatim Tentang Atribut Natal

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Timur mensosialisasikan fatwa MUI Jawa Timur tentang atribut Natal serentak di lima kota di Jawa Timur, Kamis (24/12/2015). Sosialisasi tersebut digelar di sejumlah pusat perbelanjaan dan pertokoan di Malang, Surabaya, Mojokerto, Blitar dan Jember.

“MUI Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa dan sepakat tidak bolehnya mengikuti perayaan natal bagi umat Islam. Maka  Ansharusyariah Jawa Timur tinggal menghimbau dan mensosialisasikannya,” kata Amir Ansharusyariah Jawa Timur, ustadz Hamzah Baya.

Ustadz Hamzah mengatakan, aksi tersebut untuk melindungi umat Islam dari pemurtadan terselubung dalam perayaan Natal.

“Tujuan dari aksi Amanar (Amar Ma’ruf Nahi Munkar-red) menjelang perayaan Natal tahun ini adalah mengajak umat Islam untuk peduli terhadap penjagaan aqidah dan mencegah dari bahaya pemurtadan terselubung lewat perayaan Natal,” katanya.

MUI Jawa Timur mengeluarkan Fatwa Tentang Hukum Memakai Atribut Atau Symbol Agama Lain dalam surat Keputusan Fatwa No. Kep-02/SKF-MUI/JTM/XII/2014.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Hadapi Taliban di Distrik Sangin, AS Gunakan Serangan Udara

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Militer AS meluncurkan serangan udara pada Kamis (24/12/2015) untuk mendukung pasukan Afghanistan dalam menghadapi mujahidin Taliban yang merebut sebagian besar Distrik Sangin, menyusul pengerahan pertama pasukan Inggris ke wilayah yang bergejolak dalam 14 bulan.

Seperti yang dilansir World Bulletin, mujahidin Taliban mengatakan telah menguasai hampir seluruh distrik Sangin setelah menyerbu garis depan pada hari Ahad (20/12/2015), menguatkan Taliban di provinsi Helmand selatan.

Eksekusi Taliban atas tentara bentukan AS yang ditangkap saat pasukan Imarah Islam maju ke pusat distrik, menimbulkan kekhawatiran pemerintah Afghanistan bahwa seluruh provinsi berada di ambang kejatuhan ke tangan mujahidin.

Militer AS melakukan serangan udara pada hari Rabu (23/12/2015) untuk mendukung sekutunya, pasukan Afghanistan, memobilisasi bala bantuan kepada puluhan pasukan yang bersembunyi di pusat kabupaten.

"Pasukan AS melakukan dua serangan di Sangin," kata juru bicara NATO dalam sebuah pernyataan singkat.

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan bahwa pasukannya telah menyerbu seluruh Sangin, mengepung pasukan Afghanistan di pangkalan militer di mana tentara yang terperangkap melaporkan kondisi mengenaskan.

"Pasukan kita kelaparan dan kehausan," Abdul Wahab, seorang komandan polisi setempat di Sangin, mengatakan kepada AFP.

"Jika kami melangkah keluar untuk mendapatkan bantuan sama saja mengundang kematian," katanya, menambahkan bahwa puluhan rekan-rekannya telah tewas dan terluka parah dalam pertempuran.

Perang di Helmand, dianggap sebagai pusat perlawanan Taliban yang meluas, mengikuti serangkaian kemenangan Taliban setelah NATO secara resmi mengakhiri operasi tempur mereka tahun lalu.

Hampir semua dari 14 kabupaten Helmand kecuali dua, secara efektif telah berhasil dikendalikan oleh Taliban, yang juga hampir menduduki ibukota provinsi Lashkar Gah.

Gejolak di Helmand, provinsi paling mematikan bagi pasukan Inggris dan AS di Afghanistan selama dekade terakhir, menggarisbawahi situasi konflik yang berubah cepat di Afghanistan.

Inggris pada hari Selasa (22/12/2015) mengatakan kontingen kecil pasukannya tiba di Camp Shorabak, basis Inggris terbesar di Afghanistan, sebelum diserahkan kepada pasukan Afghanistan tahun lalu.

Penyebaran pasukan Inggris, selain kedatangan terbaru pasukan khusus AS di kawasan itu, adalah yang pertama sejak pasukan Inggris mengakhiri misi tempur mereka di Helmand pada Oktober 2014.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Hadapi Taliban di Distrik Sangin, AS Gunakan Serangan Udara

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Militer AS meluncurkan serangan udara pada Kamis (24/12/2015) untuk mendukung pasukan Afghanistan dalam menghadapi mujahidin Taliban yang merebut sebagian besar Distrik Sangin, menyusul pengerahan pertama pasukan Inggris ke wilayah yang bergejolak dalam 14 bulan.

Seperti yang dilansir World Bulletin, mujahidin Taliban mengatakan telah menguasai hampir seluruh distrik Sangin setelah menyerbu garis depan pada hari Ahad (20/12/2015), menguatkan Taliban di provinsi Helmand selatan.

Eksekusi Taliban atas tentara bentukan AS yang ditangkap saat pasukan Imarah Islam maju ke pusat distrik, menimbulkan kekhawatiran pemerintah Afghanistan bahwa seluruh provinsi berada di ambang kejatuhan ke tangan mujahidin.

Militer AS melakukan serangan udara pada hari Rabu (23/12/2015) untuk mendukung sekutunya, pasukan Afghanistan, memobilisasi bala bantuan kepada puluhan pasukan yang bersembunyi di pusat kabupaten.

"Pasukan AS melakukan dua serangan di Sangin," kata juru bicara NATO dalam sebuah pernyataan singkat.

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan bahwa pasukannya telah menyerbu seluruh Sangin, mengepung pasukan Afghanistan di pangkalan militer di mana tentara yang terperangkap melaporkan kondisi mengenaskan.

"Pasukan kita kelaparan dan kehausan," Abdul Wahab, seorang komandan polisi setempat di Sangin, mengatakan kepada AFP.

"Jika kami melangkah keluar untuk mendapatkan bantuan sama saja mengundang kematian," katanya, menambahkan bahwa puluhan rekan-rekannya telah tewas dan terluka parah dalam pertempuran.

Perang di Helmand, dianggap sebagai pusat perlawanan Taliban yang meluas, mengikuti serangkaian kemenangan Taliban setelah NATO secara resmi mengakhiri operasi tempur mereka tahun lalu.

Hampir semua dari 14 kabupaten Helmand kecuali dua, secara efektif telah berhasil dikendalikan oleh Taliban, yang juga hampir menduduki ibukota provinsi Lashkar Gah.

Gejolak di Helmand, provinsi paling mematikan bagi pasukan Inggris dan AS di Afghanistan selama dekade terakhir, menggarisbawahi situasi konflik yang berubah cepat di Afghanistan.

Inggris pada hari Selasa (22/12/2015) mengatakan kontingen kecil pasukannya tiba di Camp Shorabak, basis Inggris terbesar di Afghanistan, sebelum diserahkan kepada pasukan Afghanistan tahun lalu.

Penyebaran pasukan Inggris, selain kedatangan terbaru pasukan khusus AS di kawasan itu, adalah yang pertama sejak pasukan Inggris mengakhiri misi tempur mereka di Helmand pada Oktober 2014.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

ALMANAR Cirebon juga Sosialisasikan Seruan MUI Soal Natal

CIREBON (Jurnalislam.com) – Belasan aktifis Aliansi Masyarakat Nahi Munkar (ALMANAR) Cirebon menggelar aksi sosialisasi himbauan MUI tentang haramnya umat Islam mengucapkan dan merayakan Natal di Jl. Brigjen Dharsono Bypass Kota Cirebon, Kamis (24/12/15).

Peserta aksi membentangkan spanduk dan membagikan selebaran kepada para pengguna jalan.

Koordinator aksi, Abu Usamah mengatakan bahwa haram hukumnya tasyabuh kepada orang kafir, dan ini juga sesuai dengan fatwa MUI pusat.

" Ya, kami menyerukan kepada kaum muslimin dan muslimah khusus di wilayah Cirebon kota, kabupaten dan pada umumnya bahwa haram hukumnya seorang muslim atau muslimah mengucapkan Selamat Natal dan memeriahkan Tahun Baru, haram hukumnya memakai atribut Natal," seru Abu Usamah di sela-sela aksi.

Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan aktifis Islam di berbagai daerah di Indonesia. Mereka menghimbau umat Islam untuk tidak mengucapkan selamat Natal dan mendakwahkan bahaya tasyabuh perayaan pergantian tahun.

Reporter: Yusuf, Aryo Jipang | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Rumah Sakit Umum Arab Saudi Terbakar, 25 Tewas, 107 Luka-luka

SAUDI (Jurnalislam.com) – Api membakar sebuah rumah sakit di Arab Saudi pada hari Kamis (24/12/2015), menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai 107 lainnya, kata pihak berwenang, World Bulletin melaporkan, Kamis.

Kebakaran itu terjadi di unit perawatan intensif dan departemen bersalin Rumah Sakit Umum Jazan di selatan kerajaan, lembaga pertahanan sipil mengatakan di Twitter.

Katanya dalam update kemudian bahwa api telah dipadamkan dan penyelidikan sedang berlangsung untuk mencari penyebabnya.

Dua puluh satu tim pertahanan sipil telah membantu memadamkan kobaran api, tambahnya.

Media harian Alriyadh mengutip seorang juru bicara pertahanan sipil mengatakan bahwa peringatan kebakaran menyala pada pukul 02:00 dini hari (23.00 GMT Rabu).

Pada bulan Agustus, 10 orang tewas dan 259 luka-luka dalam kebakaran di sebuah kompleks perumahan yang disewa oleh raksasa minyak Saudi Aramco di Provinsi Timur kerajaan.

Api menyala akibat korsleting listrik di tempat parkir bawah tanah, menurut pihak berwenang.

Kebakaran Kamis memicu gelombang kritik di kalangan pengguna media sosial yang mengeluh bahwa provinsi Jizan, terutama rumah sakit, tidak memiliki infrastruktur yang memadai.

"Kita harus jujur. Jazan telah diabaikan oleh negara selama beberapa dekade, tulis pengguna Twitter bernama Ahmed.

"Mungkin bencana ini bisa menyorot situasi rumah sakit di Jazan yang menyedihkan… Meskipun kami hanya memiliki sedikit harapan untuk ini,” tulis seorang pengguna Twitter lain.

Yang lainnya menyerukan agar menteri kesehatan Khalid al-Falih dipecat.

Warga sipil di Jazan juga telah menjadi korban dari serangan rudal yang sering dilakukan oleh milisi Houthi Yaman yang didukung Iran, di mana koalisi yang dipimpin Arab telah memerangi Syiah Houthi dan sekutu mereka sejak Maret.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Rumah Sakit Umum Arab Saudi Terbakar, 25 Tewas, 107 Luka-luka

SAUDI (Jurnalislam.com) – Api membakar sebuah rumah sakit di Arab Saudi pada hari Kamis (24/12/2015), menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai 107 lainnya, kata pihak berwenang, World Bulletin melaporkan, Kamis.

Kebakaran itu terjadi di unit perawatan intensif dan departemen bersalin Rumah Sakit Umum Jazan di selatan kerajaan, lembaga pertahanan sipil mengatakan di Twitter.

Katanya dalam update kemudian bahwa api telah dipadamkan dan penyelidikan sedang berlangsung untuk mencari penyebabnya.

Dua puluh satu tim pertahanan sipil telah membantu memadamkan kobaran api, tambahnya.

Media harian Alriyadh mengutip seorang juru bicara pertahanan sipil mengatakan bahwa peringatan kebakaran menyala pada pukul 02:00 dini hari (23.00 GMT Rabu).

Pada bulan Agustus, 10 orang tewas dan 259 luka-luka dalam kebakaran di sebuah kompleks perumahan yang disewa oleh raksasa minyak Saudi Aramco di Provinsi Timur kerajaan.

Api menyala akibat korsleting listrik di tempat parkir bawah tanah, menurut pihak berwenang.

Kebakaran Kamis memicu gelombang kritik di kalangan pengguna media sosial yang mengeluh bahwa provinsi Jizan, terutama rumah sakit, tidak memiliki infrastruktur yang memadai.

"Kita harus jujur. Jazan telah diabaikan oleh negara selama beberapa dekade, tulis pengguna Twitter bernama Ahmed.

"Mungkin bencana ini bisa menyorot situasi rumah sakit di Jazan yang menyedihkan… Meskipun kami hanya memiliki sedikit harapan untuk ini,” tulis seorang pengguna Twitter lain.

Yang lainnya menyerukan agar menteri kesehatan Khalid al-Falih dipecat.

Warga sipil di Jazan juga telah menjadi korban dari serangan rudal yang sering dilakukan oleh milisi Houthi Yaman yang didukung Iran, di mana koalisi yang dipimpin Arab telah memerangi Syiah Houthi dan sekutu mereka sejak Maret.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Bom Pinggir Jalan Hambat Pasukan Irak Rebut Kota Ramadi

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah merebut kembali sebagian besar wilayah Ramadi dari Islamic State (IS), namun para pejabat memperkirakan bahwa pembebasan kota tersebut akan memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan, lansir Aljazeera, Kamis (24/12/2015).

Pertempuran sengit antara pasukan Irak – yang terdiri dari tentara, kelompok suku dan polisi setempat  dengan IS berlanjut hingga hari Kamis, dua hari setelah operasi terbaru untuk merebut kembali kota Ramadi.

Intelijen Irak percaya bahwa hanya ada beberapa ratus pasukan IS yang tertinggal di dalam kota, tapi jebakan berisi bahan peledak yang mampu merusak kendaraan seberat 25 ton, telah memperlambat gerakan mereka.

Pada Kamis sore, sejumlah perangkat peledak improvisasi (IED) meledak di Jalan al-Dhubaat di selatan kota, menewaskan 10 tentara Irak dan melukai 16 lainnya, sumber-sumber militer mengatakan kepada Al Jazeera.

Sehari sebelumnya, para pejabat pemerintah dan militer Irak mengatakan mereka mengharapkan bahwa ibukota provinsi Anbar akan dibebaskan dalam waktu sekitar 72 jam, tapi target itu tampaknya tidak tercapai.

Reporter Al Jazeera Waleed Ibrahim, melaporkan dari Baghdad, mengatakan bahwa informasi yang disampaikan oleh para pemimpin militer dan politik telah berubah secara dramatis.

"Beberapa pemimpin mengatakan bahwa pembebasan seluruh kota akan memakan waktu 72 jam. Sekarang pemimpin tersebut mengatakan bahwa mereka masih bertempur dan pembebasan Ramadi akan memakan waktu yang lebih lama," katanya.

Wartawan kami mengatakan pasukan Irak melambat memasuki jantung kota akibat penembak jitu, IED dan jebakan.

Meskipun terdapat hambatan, namun pejabat Irak tetap yakin.

"Rencana kami adalah mengepung wilayah dan melancarkan serangan dari pusat," kata MP Irak Mohammed Al-Ugaili kepada Al Jazeera.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam