Mardani Ali Bicara DPT dan Pendiskreditan Umat Islam

JAKARTA (Jurnalislam) – Rumah Madani Indonesia menggelar diskusi publik dengan tema “Peran KPU dalam menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di kawasan Jakarta Timur, Ahad (23/12/2018).

Hadir dalam acara mantan komisioner KPU, Chusnul Mariyah, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, dan beberapa narasumber lainnya.

Mardani Ali mengatakan, saat ini masih banyak terjadi potensi kecurangan dalam DPT. Dan ia menilai, pada saat ini pemerintah cendrung tidak memihak umat Islam.

Sementara itu, ia juga mengomentari beberapa kasus yang saat ini menerpa umat Islam. “Seperti peraturan menteri dalam negeri yang mengatur jilbab, dan lain-lain,” katanya disela-sela acara.

Lebih dari itu, ia mengimbau kepada umat Islam untuk tetap kritis menghadapi isu yang “dipertontonkan” pemerintah saat ini.

Reporter: Firdaus

Hingga 16:00, Korban Tsunami Banten Capai 222 Orang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, korban meninggal dunia akibat tsunami di Banten bertambah menjadi 222 orang.

“Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Minggu (23/12/2018) pukul 16.00 WIB tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang,” kata Sutopo dalam keterangan persnya, Minggu sore dilansir Kompas.

Ia menjelaskan, kerusakan material meliputi 556 unit rumah, 9 unit hotel, 60 warung kuliner, dan 350 kapal dan perahu rusak. Sutopo memastikan tidak ada korban warga negara asing.

“Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini meliputi di 4 kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus,” kata dia.

Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi. Selain itu pendataan juga masih terus dilakukan.

Adapun rinciannya di Kabupaten Pandeglang tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang hilang.

Kerusakan fisik meliputi 446 rumah, 9 hotel, 60 warung, 350 unit kapal dan perahu, dan 73 kendaraan rusak. Daerah yang terdampak di 10 kecamatan. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.

“Banyak korban adalah wisatawan dan masyarakat setempat. Daerah wisata sepanjang pantai dari Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang tsunami,” kata dia.

Korban di Kabupaten Serang tercatat 11 orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Sedangkan korban di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka dan 110 rumah rusak. Di Kabupaten Tanggamus terdapat 1 orang meninggal dunia.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang yang menerjang sejumlah wilayah di kawasan sekitar Selat Sunda itu merupakan tsunami.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono memaparkan ada dua kemungkinan pemicu gelombang tsunami di sekitar Selat Sunda.

Kedua peristiwa itu adalah, aktivitas erupsi anak gunung Krakatau dan gelombang tinggi akibat faktor cuaca di perairan Selat Sunda.

Rahmat memaparkan, jika dipicu erupsi anak Gunung Krakatau, gelombang tsunami sekitar 90 sentimeter. Namun, dengan adanya gelombang tinggi akibat faktor cuaca, arus gelombang tsunami bisa bertambah lebih dari dua meter.

“Karena digabung, menimbulkan tinggi tsunami yang signifikan dan menimbulkan korban dan kerusakan yang luar biasa,” kata Rahmat dalam konferensi pers di gedung BMKG, Jakarta, Minggu.

“Kalau hanya tsunami saja hanya 90 sentimeter hampir dipastikan tidak masuk ke daratan. Tapi karena juga sebelumnya BMKG telah mengeluarkan warning gelombang tinggi, menambah tinggi tsunami,” lanjut Rahmat.

Family Gathering PLN di Tanjung Lesung Banten Berakhir Duka

SERANG (Jurnalislam.com) – Family Gathering atau acara kumpul keluarga karyawa  PT PLN di Tanjung Lesung, Bantrn, Sabtu (22/12/18) memakan korban, akibat musibah tsunami dari fenomena pasangnya air laut.

Data yang diperoleh hingga hari ini Ahad pukul 11.00 WIB, 14 karyawan PLN tewas, sementara korban selamat 157 orang dan 89 lainnya belum diketahui.

PLN mengirimkan 36 ambulans ke lokasi bencana, dan terus melakukan upaya evakuasi, pendataan serta pencarian korban tsunami di Tanjung Lesung Banten.

“Kami terus mendata dan melakukan upaya pencarian korban, kami mohon doanya agar seluruh korban bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat” ungkap I Made Suprateka Kepala Satuan Komunikasi. Corporate PT PLN (Persero) dalam keterangan resminya, Ahad (23/12/18).

Diketahui, Family Gathering dihadiri oleh 260 karyawan PT PLN dari Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat. Selain itu, salah satu grup band nasional Seventeen yang meramaikan acara family gathering PLN pun menjadi korban, posisi panggung konser mereka yang membelakangi laut membuat membuat mereka sulit untuk menyelamatkan diri saat tsunami terjadi. Akhirnya grup band ini pun harus kehilangan pemain bass M Awal Purbani dan Road Manager Oki Wijaya yang tewas akibat terjangan tsunami. Pun, Aa Jimmy artis lawak yang kerap tampil menyerupai Aa Gym yang hadir di acara family gathering ini tewas terseret tsunami.

Sumber: Tribunnews, CNBC Indonesia, Detik

Sepenggal Cerita Emak-emak dalam Aksi Bela Uighur Banten

SERANG (Jurnalislam.com) – Aksi bela muslim Uighur, Xinjiang, Cina telah dilakukan di sejumlah titik di Indonesia, mulai dari Jakarta, tepatnya di Kedubes Cina, Kuningan, Jakarta Selatan hingga belahan bumi timur, Nusa Tenggara Barat.

Kendati demikian, ada sepenggal cerita menarik dari salah satu peserta aksi. Ya, kumpulan ibu atau yang kini biasa disebut emak-emak.

Di Serang, Banten tepatnya sekitar lima puluh emak-emak yang tergabung dalam Persatuan Islam Istri atau disngkat Persistri daerah Padarincang, Banten turut meramaikan aksi bela Uighur Banten yang baru saja kemarin, Jumat (21/12/2018) digelar.

Emak-emak ‘militan’ terhadap sesama gender yang menderita di Uighur dalam berbagai bentuk penderitaan dan penyiksaan ini, turun ke jalan untuk menyuarakan pembelaan dan kepedulian.

“Ibu kasian lihat saudara muslim disana, salat gak boleh, perempuannya diperkosa, kejam itu, gimana kalau itu terjadi sama anak ibu,” papar emak Njum Jumaenah, disela-sela aksi.

Emak-emak rela dan mantap mengikuti rangkaian aksi. Melakukan jalan kaki atau longmarch sekitar lima kilometer dari Masjid Agung At-Tsauroh Serang menuju Alun-alun Barat kota Serang bukanlah sesuatu yang mudah.

Namun begitu, ia bersama ratusan anggota Persis Padarincang tetap mantap menyuarakan kebenaran dan keadilan yang sebenarnya telah diatur dan diamanatkan dalam dasar negara.

Aksi Bela Uighur Dompu, NTB: Kemerdekaan adalah Hak Segala Bangsa!

DOMPU (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Kabupaten Dompu, NTB menggelar aksi bela muslim Uighur di DPRD Dompu, Jumat (21/12/2018).

“Kemerdekaan adalah Hak segala bangsa, sebagaimana di amanatkan oleh konstitusi kita. Kami menolak dengan tegas segala bentuk kezaliman yang tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan,” kata juru bicara FUI Dompu, Muhammad Taqiyuddin disela-sela aksi.

Selain itu, ia juga membacakan sejumlah pernyataan sikap FUI.

1. Menolak dengan tegas pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam bentuk apapun.

2. Kami mendesak pemerintahan Cina untuk menghentikan kejahatan kemanusian terhadap muslim Uighur.

3. Kami mendesak pemerintah Republik Indonesia dan negara-negara muslim lainnya untuk melakukan langkah diplomatik dalam rangka perdamaian dan penegakan Hak Asasi Manusia terhadap nasib muslim Uighur.

4 . Mengimbau kepada umat Islam untuk memberikan dukungan moral dan dana untuk membantu saudara muslim Uighur.

Diketahui, aksi massa solidaritas tersebut dimulai seusai salat Jumat dari masjid Baiturrahman Dompu menuju kantor DPRD Dompu. Setelah membacakan pernyataan sikap, massa langsung membubarkan diri dengan tertib.

Reporter: Agus Ringgo

Pernyataan dan Harapan Lima Ribu Warga di Aksi Bela Uighur Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Lebih dari lima ribu warga Soloraya hadir dalam aksi bela Uighur yang digelar pada Bundaran Gladak Solo, Jumat (21/12/2018).

Sebelum kelokasi, ribuan massa melakukan longmarch dengan bendera tauhid dari Kottabarat menuju bundaran Gladak Solo.

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Ustaz Muinidillah Basri dalam orasinya membacakan sikap umat Islam Soloraya.

1. Memberikan fakta bahwa pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur telah dikecam dunia internasional.

2. Menggalang solidaritas dunia internasional, baik negara maupun lembaga HAM, LSM kemanusiaan untuk membantu Muslim Uighur,

Selain membacakan dua sikap, Muin juga berharap pemerintah bersikap tegas atas pembantaian muslim Uighur.

1. Segera bersikap tegas atas kezaliman terhadap Muslim Uighur oleh pemerintah Cina, melalui jalur diplomatik dan hubungan bilateral selama ini, agar pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur segera diakhiri.

2. Sangat diperlukan, Indonesia sebagai negara yang berdaulat, bisa melakukan pemutusan hubungan diplomatik dengan pemerintah Cina.

3. Ikut proaktif menyuarakan kebebasan beragama Muslim Uighur dan mengecam tindakan pelanggaran HAM Pemerintah Cina di forum PBB.

“Demikian Aspirasi warga Soloraya untuk bisa dijadikan pertimbangan dan tindak lanjut,” tutup ustaz Muin.

PA 212 dalam Aksi Bela Uighur Jakarta

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Selepas Jumatan, ratusan massa yang mengklaim dirinya dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Cina, Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka mengecam pelanggaran HAM terhadap Umat Islam Uighur di Xinjiang.

PA 212 membawa sepanduk kecaman terhadap Pemerintah Cina, bendera berkalimat tauhid, dan pamflet-pamflet yang menyuarakan kepedulian terhadap Umat Islam Uighur.

“Kami mengecam keras bahwa perbuatan yang dilakukan rezim Komunis Cina merupakan pelanggaran nyata atas Hak Asasi Manusia dan Hukum Internasional,” ujar Ketua Umum Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Martak di lokasi, Jumat (21/12/2018).

Yusuf menjelaskan, aksi bela Uighur ini dilakukan guna meminta penjelasan otoritas Cina atas apa yang sebenarnya terjadi di Xinjiang.

“Kami menegaskan adanya kebebasan beragama bagi setiap manusia. Maka muslim Uighur yang merupakan mayoritas penduduk Xinjiang harus diberikan kebebasan menjalankan agamanya,” kata dia.

Demonstrasi tersebut juga dihadiri oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis, Neno Warisman, Novelis Pipit Senja dan sejumlah lembaga kemanusiaan. Aksi teatrikal juga disuguhkan dalam rentetan acara demo.

Rumah Zakat berikan dukungan kemanusiaan untuk Muslim Uighur

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Krisis kemanusiaan terjadi kepada Etnis Muslim Uighur di Xinjiang, China. PBB mendapatkan laporan bahwa sebanyak satu juta warga Muslim Uighur ditahan untuk dimasukan ke dalam kamp-kamp tersebut dan dipaksa belajar bahasa Mandarin dan diajak untuk meninggalkan keyakinan mereka.

Merespon perlakuan terhadap Muslim Uighur ini, Rumah Zakat sebagai NGO yang juga concern terhadap kemanusiaan berupaya untuk melakukan langkah-langkah untuk membantu Muslim Uighur.

“Saat ini langkah yang paling kongkrit adalah dengan membangun solidaritas kemanusiaan bersama Aliansi lembaga kemanusiaan dan NGO international,” ujar Murni Alit Baginda, Chief of Program Officer Rumah Zakat, Jumat (21/12/2018).

Murni menambahkan bahwa peran pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sangat dibutuhkan dalam menghadapi kondisi ini. Kemenlu diharapkan bisa melakukan upaya diplomasi berdasarkan prinsip politik bebas aktif untuk menciptakan perdamaian dunia dan menegakkan hak asasi manusia.

“Rumah Zakat bersama Indonesia Humaterian Aid (IHA) rencananya akan bertemu Kementerian Luar Negeri pada hari Rabu depan, 26 Desember 2018,” jelas Murni.

Selain menginisiasi upaya-upaya diplomasi, Rumah Zakat juga membuka dukungan kemanusiaan dan material untuk perdamaian dan terciptanya hak-hak kebebasan bersama bagi Muslim Uighur di Xinjiang maupun pengungsi yang tersebar di luar Tiongkok.

“Kami akan mendistribusikan bantuan bagi pengungsi Uighur di Turki, Cina dan Uzbekistan. Saat ini, tim kemanusiaan Rumah Zakat sedang mengurus visa keberangkatan ke sana, mohon doanya,” ungkap Murni.

Rumah Zakat pun melakukan aksi simpatik dan doa bersama untuk Muslim Uighur yang diselenggarakan serentak di 8 kota pada hari Jumat (21/12).

“Aksi Simpatik ini bentuk dukungan ril yang dapat kami lakukan saat ini sembari terus melakukan langkah-langkah kongkrit lainnya. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu menyuarakan hak-hak warga Muslim Uighur kepada dunia dengan cara-cara yang mungkin dilakukan,” pungkas Murni.

Reporter: Kiki Firmansyah

Aksi Bela Uighur Banten: “Sakit Mereka Juga Sakit Kita”

SERANG (Jurnalislam.com) – Ribuan warga Serang, Banten menggelar aksi Bela Uighur di Alun-alun Barat kota Serang, Jumat (21/12/18). Aksi ini dimulai dari Masjid Agung Serang longmarch menuju Alun-alun Barat Serang.

“Kita disini Muslim, di Uighur yang sedang tertindas pun mereka muslim, sakit mereka adalah sakit kita, darah mereka yang terkucur adalah darah kita juga, karena itu kita berkumpul disini,” ujar KH Hafidzin, salah seorang orator aksi.

Sementara itu, orator lain menyebut pemerintah harus bersikap tegas dalam membela perdamaian dunia, khususnya umat Uighur di Xinjiang, China.

“Jika pemerintah tidak mengambil sikap terhadap pemerintah China, kita akan mengepung kedubes China” ungkap salah satu orator aksi Ikatan Santri Salafi.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih tetap berlangsung.

Berkuda, Alternatif Liburan Berpahala yang Wajib Kamu Coba!

JURNALISLAM.COM – Liburan sekolah sudah didepan mata, bergembiralah anak-anak sekolah. Waktunya untuk rehat dari aktifitas rutin menuntut ilmu di bangku sekolah.

Biasanya, mereka mengharapkan aktifitas yang menyenangkan untuk mengisi liburan, seperti melancong ke rumah nenek di desa atau berlibur keluar kota dengan destinasi-destinasi yang indah.

Rupanya, ada alternatif yang tidak kalah menyenangkan untuk mengisi liburan. Aktifitas yang tidak hanya membawa kesenangan, melainkan juga dapat membentuk karakter yang kuat serta mendatangkan pahala. Kok bisa? Karena alternatif ini merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan dan disenangi oleh Nabi Saw.

“Tidak ada sesuatu yang paling dicintai oleh Rasulullah selepas wanita selain kuda” (HR. An Nasa’i).

Apalagi kalau bukan aktifitas berkuda. Berkuda menjadi trend akhir-akhir ini, menjadi atlet equestrian pun sedang diidam-idamkan oleh banyak kaula muda masa kini.

Pantaslah jika Nabi menganjurkan orangtua agar mengajarkan anak-anaknya berkuda. Sebab, besarnya manfaat berkuda bagi anak-anak terutama dalam pembentukan karakternya.

Olahraga berkuda

Menurut Direktur JN Stude, Rahmat Nasir seperti yang dilansir liputan6.com, berkuda dapat membangun keberanian, mental, keseimbangan, dan membuat anak jadi mandiri.

Aktifitas berkuda ini ada dibeberapa tempat rekreasi, seperti di Prambanan Jogja, Tawangmangu Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur dan lainnya. Namun aktifitas berkuda yang ditawarkan oleh tempat rekreasi ini sebatas ngojeg kuda alias hanya menunggang kuda beberapa putaran ditemani oleh joki.

Rupanya ada yang lebih menarik jika mencoba berkuda di sebuah stable, sebutan tempat untuk latihan berkuda. Ditempat ini, bukan sekadar menunggang kuda atau ngojeg kuda, melainkan juga berlatih menunggang kuda dengan dibimbing oleh pelatih profesional.

Bahkan, bagi yang sudah bisa menunggang kuda, biasanya stable menawarkan paket tracking yaitu berkuda mengelilingi perkampungan di sekitar stable, menarik bukan?

Stable-stable pun sudah banyak tersedia di daerah-daerah Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatra, dan Kalimantan.

Khususnya diwaktu liburan, beberapa stable pun biasanya menawarkan paket liburan.

Seperti yang dilakukan oleh salah satu stable di Klaten, Jawa Tengah. Aditya Kurniawan seorang Milenial pemilik stable di Klaten ini menawarkan konsep paket liburan Mahir Berkuda dalam satu pekan dengan harga khusus, hampir setengah dari harga normal.

“Untuk menunjang liburan yang bermanfaat bagi anak sekolah, pondok, kuliahan, dan bagi keluarga yang ingin merasakan liburan yang berbeda,” ungkap Adit saat diwawancarai oleh jurnalislam.com, Rabu (19/12/2018).

Menurut Adit, program berkuda ini dapat diikuti oleh berbagai kalangan dan usia.

Olahraga berkuda dapat menjadi alternatif liburan

Tujuan lain dari kelas berkuda liburan ini untuk membantu para orangtua mengalihkan anak-anaknya dari gadget kepada aktifitas sunnah Rasul yang dimuliakan.

“Begitu besar manfaat berkuda, seperti melatih ketenangan, leadership dan kasih sayang. Pilihan yang sangat bijak jika berkuda menjadi pilihan untuk mengisi liburan,” tandas Adit.