Pertempuran akan Berakhir, Koalisi Saudi Tidak Ingin Yaman Seperti Libya

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertempuran besar di Yaman mendekati akhir namun negara akan membutuhkan dukungan jangka panjang dari koalisi yang dipimpin Saudi untuk mengamankan lembaga-lembaganya, juru bicara koalisi mengatakan pada hari Rabu (16/03/2016), lansir Aljazeera.

Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri juga mengatakan bahwa pertempuran pada dasarnya telah berhenti di sepanjang perbatasan, di mana penghancuran ranjau telah dimulai untuk mensuport aliran bantuan.

Arab Saudi dan beberapa sekutu Arab lainnya memulai serangan udara pada 26 Maret tahun lalu terhadap pemberontak Syiah Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dan sekutu mereka, yaitu pasukan elit yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh.

"Dalam setiap operasi militer Anda memiliki fase," kata Assiri.

"Hari ini kita berada di fase akhir pertempuran besar, yang harus diikuti oleh stabilisasi keamanan dan rekonstruksi akhir."

Koalisi tidak ingin mengikuti contoh dari Libya, di mana pasukan Amerika Serikat dan sekutunya membantu menggulingkan diktator Moamer Kadhafi pada 2011 dan kemudian meninggalkannya sehingga jatuh ke dalam kekacauan. AS Juga menarik pasukan tempur dari Irak dan Afghanistan sebelum negara stabil.

"Kami juga tidak ingin Yaman menjadi seperti Libya, jadi kita harus mendukung pemerintah Yaman, bekerja bersama mereka langkah demi langkah sampai mereka terciptanya perdamaian, keamanan dan stabilitas bagi rakyat," kata Assiri.

Dia mengatakan bahwa di daerah yang berhasil direbut kembali dari pemberontak, pejuang mendapatkan pelatihan dan peralatan untuk bergabung dengan tentara Yaman, "tapi itu butuh waktu".

Koalisi ikut campur tangan di Yaman atas nama Presiden Abedrabbo Mansour Hadi setelah Syiah Houthi, kelompok Zaidi Syiah dari utara Yaman, menguasai sebagian besar negara termasuk ibukota Sanaa.

Didukung oleh serangan udara dan dukungan koalisi lainnya, pasukan anti-pemberontak berhasil merebut kembali daerah-daerah di selatan Yaman dari Houthi tapi milisi Syiah Houthi masih menguasai ibukota.

Milisi Syiah Houthi melancarkan serangan lintas perbatasan terhadap Arab Saudi sebagai balasan atas intervensi, dengan lebih dari 90 orang – baik militer maupun sipil – tewas di sisi perbatasan Saudi akibat tembakan dan pertempuran.

Assiri mengatakan perbatasan pada dasarnya dalam keadaan tenang sejak adanya upaya mediasi para pemimpin suku pekan lalu yang mengizinkan bantuan mulai bergerak ke Yaman di persimpangan Alb di Dhahran al-Janoub, timur laut kota Jazan.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Perundingan Jenewa: Suku Kurdi akan Deklarasikan Wilayah Administrasinya di Suriah Utara

JENEWA (Jurnalislam.com) – Suriah utara yang dikendalikan Kurdi diharapkan akan menyatakan sistem federal mereka dalam waktu dekat, seorang pejabat Kurdi mengatakan, saat negosiasi damai terus diadakan di Jenewa untuk mengakhiri perang lima tahun di negara itu, lansir Aljazeera Rabu (16/03/2016).

Langkah yang akan menggabungkan tiga wilayah otonomi Suriah utara yang dipimpin Kurdi ke dalam sistem federal, pasti mengkhawatirkan tetangganya, Turki, yang takut akan tumbuhnya kekuatan teroris komunis Kurdi di Suriah memicu separatisme di kalangan minoritas Kurdi sendiri.

Idris Nassan, seorang pejabat Kurdi Suriah dan mantan pemimpin komunis Partai Uni Demokrat (Democratic Union Party-PYD) Suriah Kurdi mengatakan, pengumuman tersebut berarti "pelebaran kerangka administrasi otonomi" di Suriah utara.

Berbicara kepada Al Jazeera, Nassan mengatakan persiapan federalisme telah berlangsung selama beberapa waktu dan pengumuman akan dilakukan segera.

"Federalisme harus menjadi masa depan tidak hanya untuk Suriah utara atau daerah Kurdi tapi untuk Suriah pada umumnya, karena di bawah federalisme, demokrasi dan kesetaraan akan dijamin," katanya.

Editor Diplomatik Al Jazeera, James Bays, melaporkan dari Jenewa, mengatakan PYD sejauh ini telah ditinggalkan dari pembicaraan damai, sehingga pengumuman federalisme menjadi signifikan.

"Saya pikir waktunya sangat signifikan, membuat pengumuman ini sebagai pembicaraan ulang untuk hari ketiga," katanya.

"Waktunya telah dipilih oleh PYD untuk mengatakan 'jangan lupa tentang kami', karena mereka telah dikeluarkan dari proses pembicaraan damai di Jenewa."

PYD tidak diundang ke Jenewa, sejalan dengan keinginan Turki, yang menganggap PYD sebagai perpanjangan dari organisasi komunis Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang sedang bertempur di Turki tenggara.

Federalisme di Suriah telah dibicarakan secara terbuka dalam beberapa pekan terakhir setelah Sergei Ryabkov, wakil menteri luar negeri Rusia, melayangkan ide di media untuk mendukung komunis PYD, menjelang dimulainya perundingan Jenewa.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Hamas Desak Mesir untuk Perbanyak Buka Perbatasan Rafah

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Hamas menyerukan Mesir untuk melonggarkan pembatasan (blockade) mereka di Jalur Gaza pada hari Selasa (15/03/2016), delegasi mengatakan, setelah para pejabat dari Palestina melakukan perjalanan ke Kairo berusaha untuk memperbaiki ketegangan hubungan mereka, lansir World Bulletin, Rabu (16/03/2026).

Pejabat senior Khalil al-Haya mengatakan Hamas telah meminta kepada Mesir untuk membuka lebih banyak lalu lintas melalui perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza, daerah kantung yang merupakan satu-satunya tempat transit yang tidak dikendalikan oleh zionis yahudi Israel.

Mesir sebagian besar menutup perbatasannya dengan Gaza sejak 2013 dan telah menghancurkan ratusan terowongan Palestina yang digunakan untuk menyalurkan barang-barang kebutuhan pokok, uang tunai, orang dan makanan.

Kementerian dalam negeri Hamas mengatakan 2015 adalah "tahun terburuk untuk Rafah dalam beberapa tahun terakhir," ketika perbatasan terbuka total hanya 21 hari.

Hubungan antara Hamas dan Kairo telah memburuk sejak kudeta berdarah, penggulingan oleh militer terhadap Presiden Mesir pertama yang terpilih secara sah tahun 2013, Muhammad Mursi, anggota gerakan Ikhwanul Muslimin yang sekarang masuk dalam blacklist.

Mantan panglima militer Abdel Fattah al-Sisi, yang melakukan kudeta terhadap Mursi, sejak itu meluncurkan tindakan brutal pada berbagai kelompok sehingga menyebabkan ratusan orang tewas dan ribuan lainnya dipenjara.

Ketegangan terusik bulan ini ketika Mesir menuduh Hamas terlibat dalam pembunuhan jaksa agung Mesir, yang tewas oleh bom mobil tahun lalu.

Hamas membantah klaim tersebut, dan Haya mengatakan gerakannya "mengutuk pembunuhan politik dan mengutuk pembunuhan Jaksa Agung Hisham Barakat".

Dia bersikeras bahwa Hamas menolak "untuk campur tangan pada urusan dalam negeri Mesir".

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Hari Ini IPM Jabar Adakan Seminar dan Rakorda di Bandung

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Untuk memetakan potensi sekaligus merumuskan langkah strategis dan sosialisasi program kerja PW IPM Jawa Barat periode 2015-2017, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Barat akan menggelar Seminar dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Hotel Baltika Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung.

Mengusung tema "Agenda Reformasi Untuk Mencerahkan Pelajar Demi Terwujudnya Jawa Barat yang Berkemajuan", kegiatan akan berlangsung selama dua hari yang dimulai hari ini hingga Sabtu (19/3/2016).

"Kegiatan tersebut merupakan upaya serius PW IPM Jabar dalam rangka formulasi strategi gerakan dari tataran konsep sampai tataran teknis sehingga menyentuh ranah akar rumput dalam ruang lingkup pelajar," kata Ketua Pelaksana Seminar dan Rapat Kordinasi Daerah IPM Jaba Fikri Zainur, Kamis (17/3/2016).

Kegiatan yang akan diikuti oleh 72 peserta yang terdiri dari tiga orang delegasi dari setiap PD IPM se-Jawa Barat itu akan dibuka oleh Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Jawa Barat, Dr.H. Yudha Munajat Saputra, M.Ed.

"Sebagai mitra strategis Oranisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), Disorda Jabar beritikad baik untuk memfasilitasi hampir semua agenda-agenda kepemudaan, termasuk di dalamnya kegiatan yang diselenggarakan PW IPM Jabar," kata Fikri.

Fikiri berharap, kegiatan tersebut mampu menampung sumbangsih gagasan bagi pelajar Muhammadiyah untuk lebih mematangkan langkah dakwah organisasi.

Lebih lanjut Fikri menjelaskan, perkembangan kondisi masyarakat yang dinamis menuntut PW IPM Jabar agar melakukan sebuah gebrakan dalam rangka usaha pencerdasan dan penyadaran melalui seminar tersebut.

"Seminar ini merupakan rangkaian dari upaya kami dalam bentuk pembingkaian gerakan dan mobilisasi organisasi karena dihadapkan dengan kondisi sosial masyarakat yang berkembang dengan begitu dinamis," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PW IPM Jabar, Hafizh Syafaaturrahman berharap kegiatan tersebut akan menjadi sarana pengukuhan eksistensi dalam rangka memajukan peran dan potensi pelajar di era kreativitas.

”Dengan segudang tantangan zaman dari mulai daruratnya narkotika, terorisme, budaya pop yang riskan dikonsumsi oleh kalangan pelajar, maka dari itu menjadi sebuah kewajiban bagi pemegang amanah struktural untuk melakukan berbagai upaya dalam bentuk preventif akan hal-hal negatif dan eksploratif sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia," tandas Hafizh.

Kontributor: Wanda Aprilia | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Balas atas Eksekusi Mujahidin, Bis Pejabat Pemerintah Pakistan Dihantam Bom

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Sebuah bom yang ditanam di sebuah bis yang membawa pejabat pemerintah meledak di Pakistan utara, Rabu, menewaskan sedikitnya 15 orang, Aljazeera melaporkan, Rabu (16/03/2016).

Sebuah kelompok yang terkait dengan Taliban Pakistan mengatakan melakukan serangan balasan atas hukuman mati yang diberikan kepada 13 mujahidin pada hari Selasa (15/03/2016).

Inspektur polisi Kashif Zulfiqar mengatakan kepada Al Jazeera bahwa lebih dari 30 orang juga terluka.

Bus itu membawa puluhan aparat pemerintah yang akan bekerja dari Mardan ketika bom meledak di dekat Masjid Sunehri di Peshawar, sebuah wilayah sibuk di kota barat laut.

"Ledakan itu benar-benar keras … jendela bangunan di dekatnya hancur," seorang saksi, Usama Hussein mengatakan kepada Al Jazeera melalui telepon.

Seorang pembom martir juga pernah menewaskan 13 orang pada tanggal 8 Maret setelah meledakkan bom di luar pengadilan di Charsadda, di provinsi Khyber Pakhtunkhwa-, sekitar 30 km dari Peshawar.

Pakistan telah berperang melawan pejuang homegrown sejak tahun 2004 ketika Taliban yang berjuang akibat invasi 2001 pimpinan Amerika dan sekutunya di Afghanistan memulai serangannya di wilayah kesukuan perbatasan.

 

Deddy | AlJazeera | Jurnalislam

Mahasiswa Soloraya Minta Densus 88 Dibubarkan

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Demo pembubaran Densus 88 digelar puluhan mahasiswa Soloraya di Bundaran Gladak Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Rabu (16/3/2016). Mereka berasal dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Solo seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mahasiswa Pecinta Islam (MPI), Badan Exekutif Mahasiswa (BEM) Soloraya, Mahasiswa Muslim dan BKLDK, Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GMP).

Mahasiswa menutut pemerintah untuk segera membubarkan Densus 88 yang telah semena-mena membunuhi umat Islam.

"Yang khusuk di masjid dianggap teroris, inikah yang dinamakan adil saudara!!!…inikah yang dinamakan bagian dari keamanan negara saudara! Tidak! Untuk itu saya perwakilan mahasiswa Surakarta mendukung bahwa Densus 88 harus dibubarkan!" kata Aulia Rahma, orator dari Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS).

"Hanya Amrozy cs yang dibawa kepengadilan, selain itu tidak, untuk itu tuntutan kita Densus 88 segera dibubarkan," sahut korlap aksi, Rahmadi.

Ramadi menilai, pemerintah tidak mendengar aspirasi rakyat yang sedari dulu menghendaki pembubaran Densus 88.

"Kami akan koordinasi dengan mahasiswa pusat) untuk bergerak sama, membubarkan Densus," tegasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

KONAS: Tindakan Densus 88 Akan Menimbulkan Radikalisme Baru

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Komunitas Amar Maruf Nahi Munkar Surakarta (KONAS) Abu Daud menegaskan, tindakan Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri adalah biang radikalisme baru di Indonesia.

Hal tersebut berdasarkan banyaknya korban extra judicial killing (pembunuhan di luar peradilan) oleh Densus 88. Abu Daud mengutip data Komnas HAM yang menyebutkan, 118 orang telah dibunuh Densus 88 tanpa melalui proses peradilan.

“Dan telah melakukan pembunuhan di depan para anak-anak kecil, seperti yang terjadi di Klaten beberapa hari yang lalu dimana seorang Imam Masjid dan Guru TPA ditangkap di depan para muridnya,” kata Abu Daud di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Selasa (15/3/2016).

"Penangkapan dan Pembunuhan di depan anak kecil mengakibatkan rasa kebencian dan dendam baru bagi anak-anak Korban Densus 88," sambungnya.

Selain itu, KONAS menilai tindakan salah tangkap yang kerap dilakukan Densus 88 tanpa mengembalikan nama baik korban juga akan menimbulkan kebencian baru.

Apa yang dilakukan Densus 88 tersebut dinilai Daud sebagai penghamburan anggaran negara.

"Sebanyak 1,9 triliun uang negara dikucurkan untuk membantai para aktifis Islam dengan dalih memerangi terorisme," imbuhnya.

Aksi unjuk rasa ribuan umat Islam Solo itu digelar menyusul tewasnya Siyono, seorang guru TPA ditangkap Densus 88 dengan tuduhan teroris kemudian meninggal dalam proses penyidikan.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Militer Zionis: Pasukan Katak Hamas Hanya Butuh 1 Menit untuk Tembus Jantung Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Satu menit, itulah waktu yang dibutuhkan pasukan laut Commandos Hamas untuk bisa mencapai jantung wilayah Israel. ini bukan klaim Hamas, tapi pengakuan komandan zionis dari angkatan laut Israel Ovek Edelstain yang dikutip oleh koran Maarev Israel, lansir Infopalestina, Selasa (15/03/2016).

Komandan zionis mengatakan, “perairan dan pantai laut Gaza paling panas. Menurutnya, wilayah radius untuk mencari ikan bagi nelayan yang tenang bisa berubah menjadi ajang pertempuran militer sebab Commandos Laut Hamas hanya butuh 1 menit untuk bisa menembus jarak yang di luar dugaan kita, mereka sudah sangat cepat berkembang. Di masa mendatang mereka akan jauh lebih cepat,” tegasnya.

Senapan Sniper “Ghoul”, Senjata Produk Al Qassam yang Ditakuti Militer Israel

Brain War- Psywar

Edelstein mengatakan, “Kami siap akan sekanario ini. Kami saat ini terlibat dalam brain war-psywar (perang pemikiran/taktik). Para pejuang Hamas di laut sangat professional. Tiga pekan sebelum masa jabatan sebagai komandan angkatan laut berakhir, 4,5 tahun kita tertipu oleh pantai Gaza, kita hidup seakan kita dipermainkan ikan lumba-lumba (pasukan laut Hamas). Amat sulit memburu mereka. Commandos Laut Hamas menjadi mimpi buruk bagi komandan angkatan laut Israel”.

Komandan AL Israel ini menambahkan, “laut tidak sama dengan daratan. Hamas butuh berbulan menggali terowongan untuk bisa sampai ke jantung wilayah Israel (Palestina jajahan 1948). Namun di laut mereka hanya butuh 6 menit menggunakan board nelayan untuk bisa sampai ke jalur pipa minya Israel di Eilat – Ashkelon atau hanya satu menit untuk bisa sampai di Zakim. Apalagi tidak ada pagar pembatas yang bisa menghalangi atau menghentikan penyusupan ke jalur minyak laut Israel,” lanjut komandan AL Israel ini.

Latihan Harian

Edelstein mengisyaratkan, Commandos Laut Hamas berlatih setiap hari untuk menembus dan menyusup jantung laut Israel dan masuk dalam psywar, mereka bisa tinggalkan wilayah darat dan dalam satu menit masuk wilayah Israel.

Kita harus melakukan latihan, naik turun ke laut dan pantai, bagaimana menembak di sana, pasukan Israel harus berlatih di pantai Akka sebagai bagian untuk menghimpun informasi dan berlatih secara umum yang membutuhkan ribuan dolar, imbuh Edelstein.

Edelstein menegaskan, persoalan di laut Jalur Gaza tidak hanya ia merupakan kawasan yang dibolehkan untuk mencari ikan bagi nelayan. Walaupun mereka tidak memiliki sistem teknologi penentuan titik. Namun mereka pelaut profesional mampu mengetahui dimana saat melampaui titik 100 meter untuk mencari mata pencaharian hidup mereka. Kewajiban kita adalah menggunakan sarana yang paling sederhana untuk peringatan bahaya dini. Jika terjadi getaran laut berbahaya kita menggunakan semacam peluru karet untuk peringatan.

Edelstein menutup, kecenderungan militer Israel tidak akan berusaha kembali ke Jalur Gaza saja namun juga mempertimbangkan peristiwa kecil yang bisa menimbulkan pertempuran lebih besar.

“Kami menyadari ada nelayan Palestina yang menghimpun informasi dari gerak-gerik kami dan kadang kita curiga terhadap nelayan yang memata-matai kami dan kami tangkap. Kadang kita harus waspada sepanjang malam daripada menjadi masalah dalam satu menit lebihbaik menembak mati atau yang lebih sadis.

Kita harus waspada, Gaza saat ini lebih panas dari sisi laut dan perbatasan utara yang bisa meledak sewaktu-waktu.”

Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas pertama kalinya berhasil menyusup pada saat terakhir agresi militer Israel ke Gaza, musim panas 2014, bahwa mereka memiliki unit pasukan manusia katak yang berhasil menyerang pos militer Israel Zakim di Ashkelon dengan sangat cepat.

Baca juga:

Brigade al Qassam Berhasil Pukul Mundur Pasukan Khusus Israel di Gaza Tengah

Media Zionis: Hamas Sedang Persiapkan Serangan Laut ke Militer Israel

Sepuluh Persiapan Sebelum Bergabung ke Medan Jihad

Dengan nama Allah Yang Maha Penyayang, segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para shahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Salah satu perintah Allah Subhanahu wa ta’ala, bergabung ke tanah jihad, adalah karunia murni Allah Subhanahu wa ta’ala, yang merupakan salah satu berkah terbesar bagi umat. Hanya umat terpilih yang berhak dan layak untuk berjihad, sehingga perlu rasa syukur dan pujian pertama dan terutama, lahir dan batin. Setelah pengalaman singkat berlalu, saya ingin memberitahukan beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan oleh setiap orang yang bersedia datang ke tanah Ribat dan Jihad, ini adalah ringkasan pengalaman dari mereka yang sudah syahid, mereka yang tulus dan juga tentang pengkhianatan yang disembunyikan di depan saudara-saudara dan kekasihku.

Sepuluh persiapan itu diantaranya:

1. Pertama, ikhlas kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan menetapkan bahwa jihad ini hanyalah untuk Allah Subhanahu wa ta’ala sampai kebenaran tiba dan keputusan Allah menang, serta menolak yang lainnya. Tidak terpengaruh oleh karena perjalanan teman ke bumi jihad atau yang telah syahid sebelumnya.

2. Membangkitkan hijrah yang disukai oleh Allah dan keutamaan jihad dan mujahidin, dan kebajikan ribat, karena Allah, dan dengan tuntunan ayat-ayat kitab Allah (al Quran) dan ucapan Sunnah Nabi kita, shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang telah mencontohkan empat puluhan keutamaan jihad.

3. Bersiap secara psikologis dan fisik, menghadapi tahap baru kehidupan, dan memperoleh hikmah perilaku dari cerita moral para orang-orang benar dan sahabat nabi, shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berhijrah di jalan Allah, dan untuk kemenangan agama Allah dan membawa kemenangan untuk agama ini, dan secara fisik: ambil yang ringan timbangannya dan mahal harganya, yaitu harta (uang) seperti yang telah diketahui adalah tulang punggung jihad, sehingga sebelum hijrah harus membekali harta (uang) sebanyak yang ia mampu.

4. “Penting” umat disarankan untuk menahan niatnya untuk berhijrah di jalan Allah jika bertujuan hanya untuk mati. Dan ini adalah masalah yang penting karena tidak semua orang yang tiba di tanah Jihad langsung terbunuh saat itu juga atau mati syahid di jalan Allah saat pertama datang, karena Allah hanya memilih yang terbersih, dan mungkin ini sebabnya mengapa beberapa orang kembali lagi! Muhajirin harus mempersiapkan dirinya untuk perjalanan panjang dan jauh!! Pergi ke tanah Jihad adalah awal perjalanan bukan akhir perjalanan.

5. Mematuhi pemimpin dan amir adalah salah satu isu penting di tanah jihad. Tidak ada ruang untuk fluiditas dan spontanitas, atau interpretasi individu. Orang yang tidak mendengar atau tidak taat, sama saja tidak berjihad hingga akhir, dan lebih baik baginya untuk duduk di antara keluarga dan kerabatnya, serta umat Muslim akibat kejahatannya. Telah diketahui berapa banyak kemunduran yang melukai jihad karena ketidaktaatan kepada amir dan berbalik melawan perintah amir. Dan dalam Pertempuran “Uhud” Anda mendapatkan pelajaran dan peringatan.

6. Umat harus tahu bahwa dengan hijrah dan bergabung dengan Mujahidin, ia bergabung dengan manusia lain yang berkeinginan seperti dia, mereka bersukacita saat ia bersukacita, mereka marah saat ia marah dan juga menderita cedera seperti yang dia rasakan, sehingga janganlah berimajinasi berpetualang seperti kaum Illuminati yang pergi ke Angels Camp!! Atau seperti wisatawan yang mendarat di “utopia” yang diceritakan Plato. Sebaliknya, muhajirin harus menjadi contoh terbaik dari saudara-saudaranya, ya, kami percaya bahwa Mujahidin lebih baik dari semua yang ada di bawah atap langit, namun.

7. Berperilaku yang terbaik dengan segala daya upaya untuk menunjukkan moralitas yang indah dan meninggalkan perilaku buruk di antara keluarga dan tetangganya, untuk mewariskan gambaran terang yang baik bagi jihad dan keluarganya, dan untuk hal ini merujuklah ke Kitab Allah (al Quran) dalam kata-kata Ibrahim, shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: (dan tunjuk saya dengan sebutan yang terhormat di antara cucu), ini juga amalan persiapan sebelum jihad, meninggalkan perilaku buruk di antara keluarga dan tetangganya dan juga perintah setelah jihad atas saudara-saudara Mujahidin dan umat Islam pada umumnya.

Bukan rahasia lagi bahwa musuh kita telah menyiksa umat dan memerangi mereka dengan alasan agama dan memecah belah persatuan selama bertahun-tahun. Menjadi manusia dalam membela mereka merupakan persyaratan penting. Pertempuran kita bukanlah melawan seorang perokok atau wanita yang tidak berhijab. Atau perang melawan banner yang dicabut karena beberapa slogan dan judul revolusi. Tidak ada peperangan yang lebih besar daripada melawan kekafiran dan kemusyrikan.

8. Sabar dan unggul dalam ketekunan menghadapi kerasnya persiapan dan Jihad, dan memperhitungkan semuanya di jalan Allah Subhanahu wa ta’ala dengan taat, seperti yang sudah kita kutip di poin ke-5, dan mengetahui bahwa musuh-musuh Allah melakukan segala upaya dan taktik, semua adalah untuk memerangi orang-orang Islam dan membunuh mereka serta agama mereka. Jangan biarkan musyrik diantara Rafidhah menjadi yang paling berani dalam persiapan dan pertempuran… kematian kita ada di surga dan kematian mereka adalah neraka.

9. Memilih perjuangan yang murni, yang terkuat dan dengan pendekatan yang paling benar. Tidak semua pergerakan adalah murni, dan tidak semua pergerakan yang murni tepat sesuai dan benar!! Muslim harus mengikuti slogan yang paling murni dan yang tujuannya muncul dengan jelas, hingga kebenaran tiba dan keputusan Allah menang, menolak yang lain, tidak ada demokrasi dan tidak mencari pendekatan duniawi! Atau pertumpahan darah sempurna yang kita inginkan, tetapi tujuan kami adalah untuk meningkatkan firman Allah tertinggi menurut apa yang Allah inginkan.

Seorang Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan: “Wahai Rasulullah. Satu orang berjuang untuk harta rampasan, yang lain berperang untuk mendapatkan ketenaran, dan perperangan ketiga untuk membanggakan diri.” Riwayat lain mengatakan: “Satu berjuang untuk menampilkan keberaniannya, yang lain berperang untuk kebanggaan keluarganya.” Riwayat lainnya adalah: “Salah satu bertempur karena kemarahan.” Dia bertanya: “Siapa di antara mereka yang berjuang di jalan Allah?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang berjuang agar firman Allah (Islam) tegak, adalah orang yang berjuang di jalan Allah.” (HR Bukhari, juz 6/28 Jihad) untuk menentukan kelompok, ingatlah nasihat dan bimbingan imam dan ulama yang diikuti para memimpin umat.

10. Telah diketahui bahwa Jihad hari ini bukanlah jihad Kemarin, jihad hari ini adalah Jihad berbagai bangsa, bukan Jihad individu atau kelompok, tapi Jihad di tanah Syam adalah penuh keganasan perang yang sedang berlangsung antara orang Islam dan orang-orang musyrik dalam semua kategori dan berbagai denominasi, yang membutuhkan lebih banyak kemampuan dan pengalaman dalam berbagai bidang kehidupan, arena yang membutuhkan ulama dan mahasiswa dan orator, yang juga memerlukan insinyur, arsitek, dokter, perawat, dosen, guru, wartawan, belum lagi militer dan para ahli industri militer, umat harus mempelajari beberapa hal tersebut dan beberapa kemampuan lainnya dan menghitung pahala dari Allah, yang Maha Tunggal.

Allah Subhanahu wa ta’ala telah membantu kita untuk menggarisbawahi dan menulis sepuluh persiapan ini. Saya meminta kepada Allah untuk memberi ganjaran bagi penulis, pembaca dan yang menerimanya dari Muslim, saya telah menampilkan ringkasan tanpa mengurangi nilainya In syaa Allah, berusaha untuk tidak bertele-tele namun rinci meskipun beberapa poin perlu lebih detail.

Perlu diketahui bahwa tulisan ini ditulis di bawah pemboman musuh, dan tembakan artileri di telinga, saya meminta kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk menerima amalan ini dari saya.

 

Penulis: Atteyat Allah al-Maghrebi
22 Muharram 1435
Kemudian kembali diperiksa, dengan beberapa perubahan
21 Jumadil Awal 1437 (1 Maret 2016)

 

Sumber: Hidayat Media Production present, https://justpaste.it/teen100

 

Serangan Taliban di Distrik Dehrawod, Bukit Ghwandi dan Asmar, 19 Arbaki Tewas

URAZGAN (Jurnalislam.com) – Laporan Al-Emarah News Selasa (15/03/2016) dari provinsi Uruzgan mengatakan bahwa pada pukul 17:00 kemarin, bentrokan 6 jam terjadi antara Mujahidin dan pasukan bayaran di daerah Miyando kabupaten Dehrawod. Akibatnya 9 pasukan Arbaki tewas dan luka-luka serta sejumlah senapan buatan AS dan tabung mortir disita.

Dikatakan bahwa 2 Mujahidin juga terluka dalam pertempuran itu.

Mujahidin juga menyerbu pos pemeriksaaan bukit Ghwandi yang terletak di Basali daerah ibukota Tarinkot selama operasi 4 jam diluncurkan pada pukul 06:00 WIB kemarin, menewaskan 2 orang bersenjata, melukai 2 lainnya dan memaksa sisanya melarikan diri.

Para pejabat mengatakan bahwa sejumlah senapan musuh, tabung mortir dan sejumlah besar peralatan lainnya disita, menambahkan bahwa tidak ada Mujahidin yang dirugikan dalam operasi yang berhasil itu.

Kemudian di timur Kunar Mujahidin Imarah Islam berhasil merebut pos militer milik tentara Arbaki di distrik Asmar kemarin malam dalam serangan yang ditujukan pada instalasi musuh di mana 8 tentara musuh tewas.

Mujahidin juga menyita granat roket milik musuh, 1 PK (senapan mesin berat anti-tank) 8 putaran RPG, 1 teropong malam dan banyak amunisi dan peralatan militer lainnya.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam