Mantan Wagub Jabar Ukman Sutaryan Tutup Usia, Dimakamkan di Firdaus Memorial Park

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Mantan Wagub Jabar 1993-1998, Ukman Sutaryan, meninggal dunia di usia 83 tahun setelah dirawat di RS Al Ihsan, Baleendah, pada Kamis (12/3/2020) malam. Jenazah kemudian disemayamkan di Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park, Cikalong Wetan.

Turut hadir dalam pemakaman tersebut, Drs. H. Endang Suwarna yang juga merupakan Bupati Lebak 1988 – 1993. Ia menyampaikan rasa kehilangannya atas meninggalnya Ukman. “Beliau orang berdisiplin dan selalu melakukan yang terbaik. Beliau juga selalu memikirkan umat. Terbukti dari tangannya, lahir PUSDAI dan RS Al Ihsan Baleendah,” katanya.

Ia berpendapat, sosok Ukman merupakan teladan bagi masyarakat. Di salah satu bulan yang suci, Rajab, Endang berharap Ukman dapat husnul khatimah dan termasuk penghuni surga.

Sinergi Foundation sendiri selaku pengelola Firdaus Memorial Park, turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ukman Sutaryan. Menurut CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan, mantan ketua ICMI Jabar ini adalah tokoh yang menggerakkan zakat dan masjid di desa-desa.

“Keluarga besar Sinergi Foundation turut berduka cita. Semoga beliau diterima iman Islamnya, diampuni dosa, dan diterangi kuburnya. Semoga kebaikan beliau untuk umat pun dilanjutkan oleh kita dan generasi-generasi berikutnya,”

Diketahui, Ukman Sutaryan mendampingi periode kedua gubernur R Nuriana pada 1993-1998. Pada tahun 2000-an, Ukman Sutaryan menjabat sebagai ketua ICMI dan menorah banyak prestasi dalam membangun umat. []

Pengamat: Cara Pemerintah Menangani Wabah Corona Sangat Buruk!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemerintah dituding tidak bertaji dalam menanggulangi wabah corona alias Covid-19.

Sebenarnya, kunci dari penanganan wabah corona adalah transparansi dan kejujuran dari pemerintah itu sendiri.

“Cara pemerintah menangani wabah corona virus sangat buruk. Setiap pejabat tinggi seenaknya mengeluarkan komentar dan kebijakan. Sudah saatnya Presiden sebagai commander in chief menertibkan dengan keras jajaran di bawahnya. Karena, yang sedang kita hadapi mirip dengan perang,” kata Ekonom Faisal Basri, Jumat (13/3/2020).

Ia menilai, segala daya upaya harus mengutamakan agar penularan tidak meluas.

Celah sekecil apa pun harus ditutup, kemungkinan munculnya cluster baru harus diantisipasi dan diisolasi agar terkendali dan tidak meluas.

Cluster baru ini, sambung Faisal, harus secara masif diinformasikan ke seluruh warga. Bahkan hal ini tertuang dalam undang-undang juga.

UU tentang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 154. Pemerintah diminta mengumumkan jenis penyakit hingga daerah sumber penularan secara berkala.

“Pemerintah secara berkala menetapkan dan mengumumkan jenis dan persebaran penyakit yang berpotensi menular dan/atau menyebar dalam waktu yang singkat, serta menyebutkan daerah yang dapat menjadi sumber penularan,” bunyi Pasal 154 ayat 1.

Pemerintah juga diminta melakukan analisis terhadap penyakit menular dengan bekerja sama dengan masyarakat ataupun negara lain. Selain itu, pemerintah juga diminta melakukan karantina sekaligus menyiapkan tempat karantina.

Sumber: cnbcindonesia

MUI: Seyogyanya Pemerintah Sediakan Masker Gratis untuk Masyarakat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Din Syamsuddin mendorong semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk mengerahkan segala daya dan upaya.

Seperti membuka sarana pemeriksaan kesehatan baik rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat lainnya, menyediakan masker pelindung, menyediakan obat pembersih tangan (hand sanitizer), dan mengembangkan pengobatan tradisional dengan memanfaatkan sumber daya nabati yang ada di Nusantara.

Khusus tentang masker, seyogyanya tidak ada pihak yang boleh mengambil keuntungan dengan menimbun atau menaikkan harga.

“Dalam keadaan krisis seperti ini, seyogyanya pemerintah dapat menyediakan masker secara gratis kepada warga masyarakat yang sangat memerlukannya,” ucapnya.

Selain itu, perlu dilakukan ikhtiar manusiawi melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknogi untuk mencegah dan mengatasi persebaran COVID-19 lebih luas lagi, yaitu dengan memasang alat deteksi dini, khususnya di tempat-tempat umum.

Begitu pula, warga masyarakat perlu melakukan upaya untuk menjaga kesehatan bersama dengan menghindari langkah yang walaupun baik tapi dapat menularkan virus (seperti bersalaman secara tidak higienis).

“Tidaklah mengurangi keakraban, jika untuk sementara waktu, bersalaman tanpa menyentuh tangan,” katanya.

Cegah Mudharat, MUI: Sementara Bersalaman Tanpa Menyentuh Tangan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Din Syamsuddin, mengimbau semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat untuk meningkatkan rasa keprihatinan tinggi (sense of crisis), bersikap jujur dan terbuka menyadari wabah corona.

Krisis ini, kata Din, sebagai musibah besar dan tidak bisa dianggap sepele.

Selain itu, perlu dilakukan ikhtiar manusiawi melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencegah dan mengatasi persebaran COVID-19.

Lebih luas lagi, yaitu dengan memasang alat deteksi dini, khususnya di tempat-tempat umum.

Begitu pula, warga masyarakat perlu melakukan upaya untuk menjaga kesehatan bersama dengan menghindari langkah yang walaupun baik tapi dapat menularkan virus (seperti bersalaman secara tidak higienis).

“Tidaklah mengurangi keakraban, jika untuk sementara waktu, bersalaman tanpa menyentuh tangan,” katanya.

Ini Seruan MUI Terkait Wabah Virus Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Din Syamsuddin, mengimbau semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat untuk meningkatkan rasa keprihatinan tinggi (sense of crisis), bersikap jujur dan terbuka menyadari wabah corona.

Krisis ini, kata Din, sebagai musibah besar dan tidak bisa dianggap sepele.

“Cukup beralasan bagi Pemerintah Indonesia untuk menyatakan bahwa Indonesia Darurat Wabah Corona. Untuk itu, pemerintah perlu memperketat pengawasan arus masuk manusia melalui semua pintu ke dalam wilayah Indonesia dari mancanegara, khususnya dari negara sumber Virus Corona,” kata Din dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (13/03/2020).

Din mendorong kepada seluruh keluarga besar bangsa untuk bersatu padu meningkatkan solidaritas kebangsaan menghadapi dan mencegah persebaran wabah tersebut di seluruh penjuru Tanah Air.

Khususnya umat beragama, untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.

“Caranya, dengan memperbanyak doa memohon perlindungan-Nya agar tidak menurunkan azab yang melampaui batas kemampuan manusia mengatasinya,” ujarnya.

Yusril ke Pemerintah: Apakah Kita Harus Menunggu hingga Tak Mampu Menanggulangi Corona?

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menyarankan pemerintah tangani virus Corona seperti tanggap darurat menghadapi bencana alam.

Jika dana kesehatan tak cukup, Yusril meminta pemerintah melakukan pembahasan alokasi dana tanggap darurat bencana.

“Saya menyarankan agar pemerintah menangani wabah Covid-19 mirip seperti kita melakukan tanggap darurat ketika kita menghadapi bencana alam. Kalau dana kesehatan tidak cukup, maka perlu dilakukan pembahasan untuk alokasikan dana tanggap darurat bencana alam untuk atasi wabah ini,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2020).

Yusril mengatakan perlu langkah darurat untuk mencegah penularan virus Corona. Dia mempertanyakan sampai kapan penanggulangan akan terjadi.

“Kita disini diimbau untuk tenang. Namun langkah darurat untuk mencegah penularan yang lebih banyak lagi, adalah hal yang juga sangat penting. Lonjakan penderita tiap hari meningkat tajam. Apakah kita harus menunggu sampai kita tidak mampu lagi melakukan penanggulangan?” ujarnya.

Yusril lalu menyinggung sekolah di Indonesia yang masih melakukan aktivitas normal seperti biasanya di tengah virus Corona. Dia menilai belum ada langkah serius dan maksimal untuk antisipasi virus Corona.

“Hal yang menakutkan antara lain adalah masih santainya sekolah-sekolah di negara kita. Kegiatan ekstra kurikuler dan masif masih saja berlangsung, seolah-olah keadaan kita normal. Kita belum begitu serius dan maksimal antisipasi keadaan yang makin hari makin memburuk,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan pasien corona di Indonesia bertambah. Bagaimana status Indonesia saat ini, diperlukan atau tidak peningkatan status?

“Sekarang pun sudah waspada, jadi begitu ada pasien terjangkit situasi udah waspada, tapi bukan panik, yaitu kita berhati-hati, pemerintah menjaga pintu masuk (Indonesia), masyarakat menjaga kesehatan dirinya, antibodi dirinya. Kewaspadaan tetap dijaga, jadi jangan sampai (ada) kepanikan,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian saat dihubungi, Jumat (6/3).

sumber: detik.com

 

Pemerintah Upayakan Antisipasi Corona Sebelum Idul Fitri

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menegaskan pemerintah akan terus bergerak cepat mengantisipasi penyebaran virus corona di Indonesia.

Apalagi dalam beberapa bulan lagi masyarakat Muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri.

“Ini lho yang jadi kekhawatiran kita kenapa kita harus gerak cepat. Sebentar lagi akan mau Idul Fitri, masa iya sungkem dengan orang tua cuma gini-gini doang. Masa iya salaman sama orang tua pakai kaki? Ya enggak,” kata Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/3).

Yurianto mengatakan, jika virus Corona ini tak bisa dikendalikan hingga hari raya Idul Fitri nanti maka justru akan semakin mempersulit masyarakat dalam beribadah dan berinteraksi dengan keluarga serta kerabatnya.

“Kalau ga bisa salat id kan repot. Masa shalat id dilakukan oleh keluarga? Kan repot ini,” tambah dia.

Hingga hari ini, pemerintah mengkonfirmasi adanya 34 kasus positif Corona di Indonesia.

Selain itu, juga terdapat 12 orang PDP yang tengah diawasi ketat oleh rumah sakit karena memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri serta mengalami gejala seperti Covid-19 meskipun masih ringan.

Sumber: republika.co.id

 

Kosmetik Halal Kian Digemari Masyarakat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kosmetik bersertifikat halal makin digemari masyarakat. Meningkatnya pemahaman umat dan strategi promosi yang jitu diyakini sebagai pemicunya.

Salah satu produsen kosmetik halal yang merasakan kenaikan jumlah pembelian itu adalah Avairra Beauty dengan produknya d’Orzu.

Produsen asal Indonesia ini mengalami kenaikan omzet hingga 220 persen jika dibandingkan saat pertama kali berproduksi sekitar 3 tahun lalu.

Direktur Avairra Beauty, Iqbal Qurusy, mengatakan, pihaknya memproduksi kosmetik halal memang untuk menjawab kebutuhan masyarakat Muslim di Indonesia. Motto yang diusung adalah halal dan thayyibah (baik).

Saat awal perjalanannya, kata Iqbal, pihaknya sempat tertatih-tatih selama enam bulan pertama. Penjualan mulai meningkat setelah pihaknya menggencarkan promosi berupa talk show, pameran dan iklan di media arus utama.

“Akhirnya mereka merespons karena mereka sudah memahami soal kosmetik halal lewat edukasi kita. Selain itu, kebutuhan akan produk halal memang dicari hari-hari ini,” ujar Iqbal, Selasa (10/3).

Menurut Iqbal, meningkatnya penjualan tak terlepas dari kualitas d’Orzu. Yakni menggunakan bahan-bahan yang tak saja halal, tapi juga baik untuk kulit Muslimah.

 

Iran Akhirnya Ajukan Peminjaman ke IMF untuk Lawan Corona

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan, pihaknya akan lebih serius memerangi wabah virus corona atau Covid-19. Oleh sebab itu, pihaknya telah memutuskan untuk meminta pinjaman ke Dana Moneter Internasional (IMF).

Negara yang terkena dampak Covid-19 akan didukung melalui instrumen keuangan cepat,” ujarnya dalam akun Twitter resminya, Kamis (12/3). Menurutnya, Bank Sentral Iran langsung meminta akses ke fasilitas pendanaan dari IMF.

Dilansir dari Arabnews, Jumat (13/3), wabah virus corona di Iran terus meningkat. Wabah corona di Iran telah menginfeksi 10.075 orang dan menewaskan sekitar 429 orang hingga Kamis (12/3). Wabah corona juga diketahui telah merusak bisnis Iran, bahkan menekan ekspor non-minyak setelah banyak negara tetangga dan mitra dagang menutup perbatasan mereka.

Kepala Bank Sentral Iran, Abdolnaser juga merespons pernyataan IMF dan Menlu Iran dalam sosial medianya. Menurut dia, pihaknya memang telah mengajukan surat pada IMF terkait dana 5 miliar dolar AS.

“Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada kepala IMF, saya telah meminta dana 5 miliar dolar AS dari dana darurat RFI untuk membantu perjuangan kita melawan virus corona,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai menjadi upaya perbaikan ekonomi Iran, selain dari langkah untuk mengatasi Covid-19. Sebab, ekonomi Iran telah terpukul oleh sanksi AS yang mengekang ekspor minyak dan gas, komoditas yang terpenting bagi pendapatan pemerintah Iran.  Bahkan menurut para analis ekonomi, perlambatan kegiatan ekonomi yang disebabkan oleh wabah virus dan penutupan perbatasan yang berkelanjutan, diperkirakan menyebabkan kontraksi di tahun ini.

Pemimpin ulama Iran juga diketahui tengah berjuang melawan krisis corona. Hal tersebut dilakukan, saat Teheran sedang menyalahkan Amerika Serikat dan kebijakan “penekanan maksimalnya” pada Iran untuk merespon virus secara efektif. Merespon hal tersebut, Zarif mengupayakan dengan mengirim surat yang ditujukan pada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Di mana, ia meminta agar sanksi AS dicabut.

Namun demikian, para pejabat AS menyatakan sikap bahwa sanksi itu sama sekali tak menargetkan obat-obatan untuk Iran. Bahkan, menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada bulan lalu disebut para pejabat, telah menawarkan bantuan pada Iran untuk menghadapi wabah corona. Namun demikian, Iran menolak tawaran tersebut. Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir multilateral dengan Iran pada 2018 lalu, dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.

Sementara itu, beberapa korban terinfeksi corona di Iran diketahui merupakan tokoh penting. Bahkan, menurut informasi, mantan wakil Presiden Iran dan beberapa menteri juga terinfeksi virus corona.

Eshaq Jahangiri yang merupakan wakil Presiden Iran, Menteri Budaya Ali Ashgar beserta Presiden Komite Olimpiade Nasional, Reza Salehi diketahui menjadi yang terdampak virus itu seperti dilansir dari Kantor Berita Turkis, Yeni Safak, Kamis (12/3). Puluhan anggota parlemen lainnya juga terinfeksi virus corona. Bahkan, Wakil Menteri Kesehatan Iran juga terinfeksi virus corona.

Sumber: republika.co.id

DMI Luncurkan Gerakan Semprot Disinfektan ke 10 Ribu Masjid

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) meluncurkan gerakan penyemprotan cairan disinfektan ke 10 ribu masjid di Indonesia di Masjid Al Munawar Pancoran, Pasar Ahad, Jakarta Selatan, Jumat (13/3). Peluncuran gerakan penyemprotan ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum DMI, M Jusuf Kalla.

Ia didampingi oleh Sekjen DMI Imam Adaraqudni, Komandan Satgas Bersih-bersih Masjid Tatang Hidayat, serta pengurus masjid se-kelurahan Pancoran.

Pada kesempatan itu, Jusuf Kalla (JK) mengatakan gerakan penyemprotan disinfektan ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus Corona di lingkungan masjid.

Pasalnya, penyebaran virus Corona terjadi di tempat keramaian dan masjid menjadi salah satu tempat orang banyak berkumpul.

Mantan wakil presiden RI ini mengungkapkan, pencegahan lebih baik dilakukan untuk menangkal penyebaran Corona ini.
“Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” kata JK,  Jumat (13/3).

Untuk itu, DMI menargetkan dalam waktu dua bulan, penyemprotan disinfektan dapat selesai dilaksanakan khususnya di daerah Jakarta.

JK juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin shalat ke masjid agar membawa sajadah sendiri dari rumahnya masing-masing.

Sumber: republika.co.id