Rupiah Tembus Rp 14.900 per Dollar AS

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di perdagangan pasar spot hari ini, mendekati Rp 14.900/US$
Pada Senin (16/3/2020), US$ 1 dibanderol Rp 14.925/US$ di pasar spot. Rupiah melemah alias 1,26% dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin. Sebelumnya rupiah sempat menguat 0,27% ke Rp 14.700/US$.

Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 13:54 WIB:

Periode Kurs
1 Pekan Rp15.030
1 Bulan Rp15.150
2 Bulan Rp15.270
3 Bulan Rp15.365
6 Bulan Rp15.600
9 Bulan Rp15.821
1 Tahun Rp16.025
2 Tahun Rp16.815,5

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) pada pukul 13:54 WIB:

Periode Kurs
1 Bulan Rp 14.933
3 Bulan Rp 15114

Berikut kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank nasional pada pukul 12:50 WIB:

Bank Harga Beli Harga Jual
Bank BNI 14.821 14.976
Bank BRI 14.785 15.035
Bank Mandiri 14.825 14.870
Bank BTN 14.721 15.046
Bank BCA 14.895 14.985
CIMB Niaga 14.743 14.783

 

Sumber: cnbcindonesia.com

Rupiah Tembus Rp 14.900 Per Dollar AS

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Ahad (15/3) memberikan pidato di tengah menanjaknya jumlah kasus positif corona di Indonesia. Jokowi membebaskan seluruh gubernur, bupati, dan walikota untuk menentukan status siaga darurat atau tanggap darurat bencana non-alam.

Tentunya, penetapan level kedaruratan Covid-19 ini harus melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemberian wewenang bagi daerah untuk bertindak cepat ini, menurut Jokowi, disebabkan tingkat kegawatan Covid-19 bisa berbeda-beda di setiap daerah.

“Untuk terus memonitor kondisi daerah dan terus berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah situasi, dan terus berkonsultansi dengan BNPB untuk menentukan status daerahnya siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana non-alam,” ujar Jokowi.

Daerah pun diberi kewenangan untuk meminta para murid dan mahasiswa belajar di rumah, meminta ASN bekerja dari rumah, dan imbauan beribadah di rumah. Para pimpinan daerah juga diminta memonitor kondisi daerahnya dan terus berkonsultasi dengan dengan pakar untuk menelaah perkembangan situasi.

“Dengan kondisi ini saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong, dan bersatu padu, gotong royong, kita ingin ini menjadi gerakan masyrakat agar masalah Covid-19 ini tertangani dengan maksimal,” jelas Jokowi.

Terkait kebijakan untuk membuat kegiatan perkantoran jarak jauh, Jokowi meminta seluruh kementerian lembaga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap diprioritaskan. Jokowi juga meminta Pemda mengurangi kerumunan umum, termasuk dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak peserta. Jokowi pun meminta Pemda meningkatkan pelayanan pengetesan Covid-19 melalui RSUD dan rumah sakit rujukan.

Jokowi menegaskan, pemerintah pusat belum mengambil opsi pengisolasian diri atau lockdown terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Opsi lockdown sama sekali tidak disinggung sebagai solusi oleh presiden dalam keterangan resminya di Istana Kepresidenan Bogor, Ahad (15/3) siang.

Dalam penjelasannya, Jokowi hanya menyampaikan bahwa ada beberapa negara yang mengalami penyebaran Covid-19 lebih awal dibanding Indonesia dan memilih mengambil opsi lockdown. Meski tentu, ujar Jokowi, ada konsekuensi yang harus diambil saat mengisolasi diri.

Jokowi juga menyebutkan bahwa ada negara yang memilih untuk tidak menutup diri. Namun, tetap menjalankan kebijakan ketat untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Beberapa negara melakukan lockdown dengan segala konsekuensi yang menyertainya. Tetapi ada juga negara yang tidak melakukan lockdown, namun melakukan langkah dan kebijakan yang ketat,” kata Jokowi.

Kendati opsi lockdown belum ditempuh Indonesia, Jokowi menegaskan bahwa pemerintah pusat terus berkomunikasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menjalankan protokol WHO secara penuh. Pemerintah, kata dia, juga berkonsultasi dengan para ahli kesehatan masyarakat, baik di dalam atau luar negeri, dalam menangani penyebaran Covid-19.

Seperti diketahui beberapa kepala daerah telah mengambil kebijakan strategis dalam menghadapi penyebaran corona. Gubernur DKI Anies Baswedan misalnya, sejak akhir pekan lalu telah menutup tempat wisata dan hiburan, menutup sekolah, dan membatasi jumlah perjalanan transportasi massal (Transjakarta, LRT, MRT).

Sama seperti Jokowi, Anies juga tidak mengambil opsi lockdown. Menurut Anies, opsi lockdown tidak perlu diambil jika warga Jakarta mengikuti arahan dan ketentuan pemerintah, agar mengurangi semua kegiatan di luar rumah.

Anies mengingatkan ada kondisi serius bila anjuran tersebut tidak diindahkan, yakni penyebaran Covid-19 yang semakin masif. Anies meminta warganya menjalankan arahan ini.

“Seperti saya sampaikan dalam rangka mengurangi interaksi secara fisik dan kami berharap seluruh warga Jakarta mentaati kalau kita mentaati ini maka Jakarta tidak perlu ditutup (lockdown),” ujar Anies kepada wartawan dalam konferensi pers di Balai Kota, Ahad (15/3) sore.

sumber: republika.co.id

Jokowi Mulai Rapat Terbatas Via Online

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih menggelar rapat terbatas tingkat menteri via online, melalui video conference.

Ini pertama kali ratas daring digelar, setelah penetapan status positif Covid-19 yang diderita Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengunggah situasi ratas daring ini melalui akun media sosialnya.

Ia mengungkapkan, ratas yang dimulai pukul 10.00 WIB ini membahas percepatan ekonomi sebagai respons atas penyeberan Covid-19.

“Ratas diikuti 41 anggota kabinet,” ujar Pramono, Senin (16/3).

Dalam tayangan video conference, terlihat ada Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, hingga Kapolri Idham Azis. Terlihat pula Menteri Kesehatan Terawan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal meski salah satu menterinya dinyatakan positif Covid-19. Jokowi menyebutkan, internal pemerintah telah melakukan langkah-langkah antisipasi termasuk melakukan dengan mewajibkan seluruh jajaran menteri melakukan tes kesehatan terkait Covid-19.

Bahkan, menurut presiden, para menteri bekerja lebih keras lantaran tantangan terkait Covid-1 yang semakin besar. Hanya saja sebagian besar koordinasi antarmenteri memang dilakukan tanpa tatap muka alias secara daring.

Sumber: republika.co.id

Kominfo Catat Ada 232 Hoaks Terkait Virus Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat sebanyak 232 hoaks mengenai virus corona hingga Senin (17/3) pukul 08.00 WIB. Dalam laporan isu hoaks tersebut, Kemenkominfo merilis fakta yang benar di balik sejumlah informasi tidak benar.

Kabar tidak benar yang menyebut di antaranya presiden Jokowi positif virus corona. Kabar tersebar dalam tangkapan layar sebuah artikel yang dimuat tanggal 15 Maret 2020.

Setelah ditelusuri oleh Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo melalui mesin AIS, artikel tersebut adalah hasil suntingan dari artikel yang dimuat oleh Detik.com pada 15 Maret 2020 dengan judul asli “Presiden Jokowi Jalani Tes Virus Corona Sore ini.”

Hoaks selanjutnya adalah pesan berantai di WhatsApp yang memuat foto beserta dengan informasi identitas dari mitra pengemudi Gojek yang diduga suspect corona melarikan diri dari RSUP Persahabatan. Faktanya, informasi dalam pesan tersebut tidak benar, dan telah dibantah oleh pihak Gojek, juga juru bicara RSUP Persahabatan.

Selanjutnya, beredar di media sosial pesan perantai dengan narasi seorang terapis Delta Spa menjadi suspect virus corona. Hal itu tidak benar, dan telah diklarifikasi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta.

Beredar sebuah pesan di media sosial yang memberikan informasi bahwa satu warga Klaten terpapar virus corona. Faktanya, juru bicara satgas kecepatan penaganan COVID-19 Klaten mengatakan informasi tersebut tidak benar, dan sampai saat ini belum ada warga Klaten yang terpapar virus corona.

Ada pula pesan viral yang beredar luas di WhatsApp yang menyebutkan bahwa lemon panas dapat membunuh sel kanker dan dikaitkan dengan COVID-19. Berdasarkan hasil penelusuran Kominfo, klaim tersebut tidak didukung oleh bukti medis yang kredibel.

Hoaks tentang virus corona tercatat pertama kali muncul pada 6 Mei 2019, di mana beredar di media sosial informasi tidak benar mengenai anjuran cuci bersih kurma karena mengandung virus corona yang berasal dari kelelawar.

Hoaks mengenai virus corona mulai muncul kembali pada 23 Januari 2020, yang jumlahnya meningkat setiap harinya seiring dengan penyebaran virus corona.

sumber: republika.co.id

 

Komisi IX DPR Minta Pengunjung dari Luar Negeri Dihentikan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Kurniasih Mufidayati, meminta pemerintah segera menghentikan perjalanan masuk orang dari luar negeri baik bandara maupun pelabuhan manapun, untuk mempermudah penanganan kasus virus corona atau Covid-19 di dalam negeri.

Kemudian dilakukan tracing kasus dalam negeri hingga tuntas terkait interaksi pasien positif ke para carrier.

“Jangan sampai di saat kita kerepotan menangani kasus-kasus yang terus bertambah, tetapi pintu masuk dari luar negeri terbuka lebar,” tegas Mufida, Senin (16/3).

Mufidayati menambahkan, pemerintah juga harus mempercepat kemampuan uji laboratorium terhadap para Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Juga perlu jalin kerja sama dengan Laboratorium Kesehatan milik Pemerintah Daerah dan perguruan tinggi yang sudah memiliki standard dan sesuai SOP Balitbangkes pusat.

Dengan demikian, kata Mufidayati, bisa dilakukan percepatan penyampaian hasil laboratorium ke Tim Ahli Klinis yg didukung penyediaan sarana transportasi medium.

Ia juga meminta pemerintah mengaktifkan semua balai kesehatan sebagaimana dibahas dalam rapat terakhir dengan Komisi IX DPR RI.

Sumber: republika.co.id

Daar Al-Qalam Bahas Sejarah Pers dan Media Islam di Era Penjajahan Sampai Kemerdekaan

MAKASSAR(Jurnalislam.com) – Daar Al-Qalam (Jurnalis Muslim Bangkitkan Peradaban Islam) mengadakan pertemuan pertama dalam program peningkatan skill media dan jurnalistik yang di adakan oleh Mujahid Dakwah Media, bertempat di Masjid Darul Khair Villa Samata Gowa Sulawesi Selatan, Ahad (15 Maret 2020).

 

Pemateri Daar Al-Qalam mengatakan bahwa sejarah telah mencatat perjalanan panjang perjuangan media dan pers Islam di Nusantara sampai Indonesia mendapatkan kemerdekaanya. Peran para aktivis media Islam dan jurnalis muslim sangatlah besar dalam kehidupan masyarakat bangsa dan Negara.

 

“Kebangkitan pers dan media Islam telah tercatat dalam sejarah Nusantara, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Pers Islam memiliki andil yang sangat besar dalam melakukan berbagai perlawanan terhadap berbagai bentuk kolonialisme dan penjajahan yang dilakukan oleh Belanda dan sekutunya,” ujar Muhammad Akbar saat menyampaikan materinya siang tadi.

 

Kita dapat melihat Pada fase awal sekitar tahun 1906 berdiri Al-Imam sebagai majalah Islam pertama di Asia Tenggara. Ia diterbitkan di Singapura pada Jumadil Akhir 1324 H / Juli 1906 M dan berakhir pada permulaan 1909. Majalah yang menggunakan aksara Arab-Melayu atau Jawi dan diterbitkan Melayu ini dirilis di Mathba’ah (Drukkery) Melayu Tanjung Pagar, Singapura. Sayyid Ahmad Al-Hadi, yang merupakan anak angkat dari Raja Ali Kelana bin Raja Ahmad Riau, dan Syekh Muhammad Taher bin Muhammad Jalaluddin Al-Azhari,  Sayyid Muhammad bin Aqil bin Yahya dan Syekh Muhammad Salim Al-Kalali.

 

“Berbagai latar belakang lahirnya Al Imam adalah keterpurukan, kehancuran dan kerusakan kondisi masyarakat dan umat di bawah penjajahan belanda, inggris dan sekutunya, berbagai cekaman, penindasan, kekerasan, kemiskinan di alami oleh masyarakat serta tidak adanya wadah untuk menyampaikan aspirasi ummat dan tegaknya amar ma’ruf dan nahi mungkar. Dan yang paling penting adalah agar umat Islam dapat meraih kemerdekaanya,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Founder Mujahid Dakwah mengutip sebuah edisi dari Al Imam yang menegaskan haluannya, “Untuk mengingatkan mereka yang terlupa, membangunkan mereka yang terlelap, menunjukkan arah yang benar kepada mereka yang tersesat, memberi suara kepada mereka yang berbicara dengan bijak, mengajak umat Islam berupaya sebisa mungkin untuk hidup menurut perintah Allah, serta mencapai kebahagiaan terbesar di dunia dan memperoleh kenikmatan Tuhan di Akhirat.” (Al Imam, I Juli 1906).

 

Pasca kemerdekaan berbagai media massa Islam muncul diantaranya Harian Abadi. Harian Abadi menjadi corong pergerakan dari Partai Masyumi yang menjadi pengawal terhadap pemerintahan Soekarno waktu itu.

 

“Perjalanan panjang media massa Islam terus berlanjut pada fase kedua, yakni fase kemerdekaan Indonesia. Dalam catatan sejarah, telah terbukti bahwa media massa Islam menjadi penyuara aspirasi yang dihadapi oleh umat, baik dari segi keagamaan, social, ekonomi dan politik,” lanjutnya.

 

Oleh sebab itu, kebangkitan media Islam sangat dinanti oleh umat dan masyarakat hari ini. Ditengah krisisnya penyebaran informasi, maka media Islam dengan konsepnya yang sesuai tuntunan syariat diharapkan dapat menjadi cahaya ditengah krisisnya informasi hari ini.

 

“Perjuangan ummat Islam di Indonesia melalui media massa tampaknya telah berurat dan berakar, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Jika kita bercermin melalui sejarah, maka akan terlihat media massa Islam menjadi roda-roda penggerak dalam perjuangan Islam, menjadi minyak sebagai pembakar perjuangan umat Islam bahkan menyelami nasib umat yang terpuruk di negeri ini,” tutupnya.

 

Reporter: Nurrizal

 

Dukung Isolasi Terbatas, Ketua DPR Dukung Bekerja dari Rumah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung upaya pencegahan penyebaran virus Corona dengan menerapkan isolasi terbatas dan karantina wilayah.

Langkah ini dapat dilakukan berdasarkan UU No 6 tahun 2018 tentang Karantina.

Ia mencontohkan isolasi terbatas itu seperti menerapkan sistem belajar online, meminta masyarakat membatasi pertemuan-pertemuan yang melibatkan keramaian massa.

Selain itu, menyarankan warga untuk bekerja dari rumah serta bentuk-bentuk aktivitas lain yang mendukung jarak sosial (social distancing).

“Karena itu DPR RI meminta pemerintah dan masyarakat disiplin melaksanakan social distancing,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3).

Puan juga meminta pemerintah mengoptimalkan peran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menjalankan fungsi terpadu dan terintegrasi dalam penanganan wabah Corona di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB).

Langkah terpadu dan terintegrasi itu meliputi sosialisasi, deteksi dini, penanganan pasien, penanganan dampak dan rehabilitasi sesuai  pedoman penanganan protokol WHO dalam hal pencegahan pandemik Corona.

“Pemerintah melalui BNPB juga harus memperkuat partisipasi masyarakat dan swasta  dalam penanganan wabah Corona,” ujarnya.

Mantan menko PMK itu juga meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 segera mengumumkan langkah-langkah penanganan wabah Corona secara transparan kepada masyarakat. Termasuk, imbuhnya, langkah-langkah konkret bagaimana mencegah meluasnya penyebaran pandemi Corona.

“Gugus Tugas juga harus menjadi representasi kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat disertai langkah-langkah konkret sosialisiasi, edukasi, mitigasi, tanggap darurat dan pembatasan sosial untuk kepentingan penanganan wabah Corona,” tuturnya.

Sumber: republika.co.id

 

Antisipasi Corona, SMP Muhammadiyah PK Gelar Belajar Online Dua Pekan

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta meminta murid-muridnya belajar di rumah menggunakan sistem online selama dua minggu sejak Senin, 16 Maret hingga Sabtu, 28 Maret. Hal itu upaya pihak sekolah menanggapi kasus penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia.

Hal ini juga merespon arahan dari Wali Kota Surakarta, surat edaran dari Dinas Pendidikan nomor 443.26/489 tahun 2020 tentang kesiapsiagaan dan pencegahan corona virus corona. Selain itu, mengikuti edaran tentang KLB dari Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta. Selama masa pembelajaran online di rumah, sekolah tidak ditutup karena guru dan staf melanjutkan pekerjaan seperti biasa.

“Pihak sekolah juga sudah berkoordinasi kepada beberapa pihak yang terkait dengan kegiatan luar sekolah seperti wisuda tahfiz, outing class, dan sarasehan sukses UN. Semua kegiatan luar sekolah dapat dilakukan penjadwalan ulang dan disesuaikan dengan perkembangan keadaan,” jelas Aryanto, Humas sekolah pada Sabtu (14/3/2020).

Aryanto menambahkan sistem belajar online memungkinkan para siswa bisa mengikuti proses belajar mengajar di rumah masing-masing. Guru-guru dapat memanfaatkan perangkat-perangkat seperti goggle classroom, aplikasi office 365, dan media sosial untuk memberikan materi kepada siswa.

Melalui perangkat ini, guru-guru dapat memberikan materi pelajaran dan siswa dapat mengumpulkan pekerjaan rumahnya. Sebagai pendukung pembelajaran, para siswa juga bisa mengakses e-book yang tersedia website sekolah, http://smp.muhpksolo.sch.id/literasi-siswa/.

“Era disruptif sekarang ini yang serba canggih memberikan banyak kemungkinan untuk proses belajar mengajar jarak jauh dengan sistem online. Sebelumnya, guru-guru sudah dilatih tentang pembelajaran digital. Apalagi, para siswa sudah terbiasa untuk mengikuti pembelajaran dan penilaian secara online seperti pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) yang berbasis CBT,” paparnya.

Tak lupa, pihak sekolah juga mengingatkan dan mendorong seluruh civitas akademika SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat untuk mempraktikan dan membudayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan. Selain itu, pihak sekolah juga sudah menyediakan cairan antiseptic hand sanitizer di beberapa titik sekolah.

 

KPAI Minta Orang Tua Pastikan Anaknya Tetap di Rumah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengimbau kepada seluruh orang tua agar tidak mengajak jalan-jalan anaknya yang diliburkan dari sekolah untuk mencegah penyebaran virus corona yang dapat menyebabkan COVID-19.

Orang tua perlu mendampingi anak-anaknya tetap belajar dan bermain di rumah.

“Tidak memanfaatkan libur sekolah untuk jalan-jalan ke mal, bioskop atau tempat-tempat keramaian,” kata Susanto dihubungi di Jakarta, Senin (16/3).

Susanto memuji langkah pemerintah dan sejumlah pemerintah daerah yang meliburkan sekolah untuk mencegah penyebaran virus corona dan COVID-19 di kalangan anak-anak.

Menurut Susanto, hal itu merupakan langkah penting agar semangat mencegah anak terpapar virus corona dan terinfeksi COVID-19 bisa berjalan secara efektif.

Karena itu, Susanto juga mendukung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo dan sejumlah kementerian dan lembaga yang memberikan ruang bagi aparatur sipil negara untuk bekerja di rumah.

“Tentu perlu diatur secara cermat dan tepat. Prinsipnya segala potensi yang memungkinkan penyebaran virus corona mesti dicegah secara dini,” tuturnya.

Hal serupa juga Susanto harapkan dilakukan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah agar pekerja swasta juga bisa bekerja dari rumah.

Selain melakukan isolasi mandiri mencegah penyebaran virus corona, juga mendampingi anak-anaknya belajar dan bermain di rumah.

Sumber: republika.co.id

“Sejauh yang saya tahu Menaker juga sudah memberikan imbauan agar perusahaan mengantisipasi, mencegah dan mengedukasi pekerja terkait pencegahan virus corona,” katanya.

 

Ustaz Adi Hidayat Ajak Masyarakat Berdoa Bersama Agar Bisa Hadapi Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dai kondang Ustaz Adi Hidayat (UAH) meminta kepada umat Islam untuk senantiasa berdoa dan meningkatkan ketaqwaan dalam menghadapi musibah dan ujian pandemi corona yang melanda dunia termasuk Indonesia.

“Kita berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan meningkatkan ketahanan spiritual kita karena dengan ketahanan itu akan berpengaruh juga ketenangan jiwa yang melahirkan dampak dampak yang pada aktifitas tubuh kita sehingga menghindari kepanikan yang kita hadapi,” katanya dikutip melakui akun youtube resmi miliknya pada Jum’at (13/3/2020).

Ia juga berdoa agar Allah memberikan kekuatan dan kesabaran kepada umat Islam dalam menghadapi pandemi covid-19.

Dai yang pernah menimba ilmu di Kuliyya Dakwah Islamiyah Tripoli Libya  juga meyakini ada hikmah yang bisa diambil dibalik munculnya virus covid-19 yang menjangkiti 134.812 warga di 128 negara dan menyebabkan 4984 meninggal hingga hari jum’at, (13/3/2020).

“Semoga Allah memberikan hikmah terbaik dari ujian dan musibah ini meringankan, menyabarkan kita, memberikan ketahanan dan ketangguhan pada kita untuk mejadi bangsa yang kuat, persaudaraan yang utuh dan bersinergi satu dengan yang lainnya,” tandasnya.