Pemerintah Izinkan Usia 45 ke Bawah Beraktivitas, Ini Respon MUI

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Untuk menekan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), pemerintah mengizinkan kelompok muda dengan usia di bawah 45 tahun dan secara fisik sehat untuk kembali beraktivitas.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen MUI, Anwar Abbas meminta masyarakat tetap menjaga diri sesuai protokol kesehatan agar terjaga dari virus Corona.

“Meskipun pemerintah mengizinkan warga berumur di bawah 45 tahun untuk kembali beraktifitas, setiap orang hendaknya tetap berusaha menghindarkan diri agar tidak tertular oleh virus corona yang sangat berbahaya tersebut,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com, Selasa (12/05/2020).

Lelaki yang akrab disapa buya mengingatkan bahwa virus Covid 19 tidak mengenal istilah takut jadi kalau rumus alamiahnya sudah terpenuhi maka dia akan pindah dan menular kepada kita atau orang lain.

“Maka masing-masing kita saja yang harus berusaha untuk mengenal dengan lebih baik cara dan sebab penularan dari corona dan berusaha untuk  menghindarkan diri darinya,” ujarnya.

Bentengi Akidah Umat dari Syiah, Masyarakat Diminta Doakan Almarhum Habib Zein Alkaff

SOLO (Jurnalislam.com)- Juru bicara Jamaah Ansharu Syariah Ustaz Abdul Rachim Ba’asyir mengajak umat Islam di Indonesia untuk ikut mendoakan kebaikan untuk Habib Ahmad Zein bin Alkaff yang wafat pada ahad, (10/5/2020) di RS Al Irsyad Jatim.

 

“Sesungguhnya sebaik baik terimakasih kepada orang orang seperti beliau ini berdoa dan memintakan ampun kepada beliau,” katanya kepada Jurnalislam.com Senin, (11/5/2020).

 

“Juga mengajak seluruh kaum muslimin untuk mendoakan beliau dan memberikan doa untuk beliau, semoga beliau diampuni diangkat derajatnya di sisi Allah Subhanahu Wa ta’ala dan mudah mudahan inilah sebagai balas jasa kita kepada ulama ulama kita, kepada guru guru kita semua diterima oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, ustaz Iim menilai Habib Zein mempunyai peran yang besar dalam membentengi umat Islam di Indonesia akan bahaya paham sesat akidah Syiah.

 

“Umat kalangan kaum muslimin yang mungkin yang tadinya sudah terpengaruh dengan syiah kemudian beliau nasehati dan bisa kembali kepada akidah Ahlu sunnah wal jamaah,” ujarnya.

 

“Dan bisa menjalani Islam dan baik dan benar sesuai sunnah Rasulullah, mudah mudahan Allah Subhanahu Wa ta’ala menuliskan itu sebagai amal jariyah beliau,” sambungnya.

 

Lebih lanjut, katanya, ulama merupakan salah satu bintang yang memberikan cahaya untuk umat, dan kematian Habib Zein menjadikan salah satu bintang tersebut padam.

 

“Beliau sebagai salah satu dari bintang bintang yang terang yang memberikan petunjuk kepada umat islam di Indonesia, arah yang benar kemana dan saat ini salah satu bintang itu telah padam,” katanya.

 

“Tentu ini sangat menjadikan kita sedih sekali, dengan situasi seperti ini hanya bisa berdoa kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala semoga Allah menerimanya dan termasuk bersama orang orang yang illiyin,” pungkasnya.

Mengenang Habib Zein Al Kaff, Ulama NU yang Getol Melawan Syiah

SURABAYA (jurnalislam.com) – Umat Islam Indonesia berduka, salah satu ulama yang aktif memerangi Syi’ah di Indonesia telah berpulang ke rahmatullah. Habib Ahmaf bin Zein AlKaff ketua Majelis Syuro Aliansi Nasional Anti Syi’ah (ANNAS) telah menghembuskan nafas yang terakhir pada Ahad (10/5/2020) malam di Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya dalam usia 78 tahun karena sakit.

Sepekan sebelumnya, Sabtu 2 Mei 2020 almarhum mengeluhkan sakit, diduga karena kecapekan dan sempat dibawa ke rumah sakit. Pada Selasa 5 Mei 2020 sempat dilakukan tes darah dan dinyatakan gula darah tidak stabil, kemudian almarhum dipindahkan keruang ICU RS Al Irsyad.

Ahad sore 10 Mei 2020 sekitar pukul 17.00 WIB, kondisi Habib Ahmad Zein AlKaff semakin drop hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pukul 18.00 WIB. Jenazah dimakamkan di TPU Pegirian setelah disalatkan di Masjid Ampel.

Selama hidup almarhum pernah berkhidmat di NU Jawa Timur. Selain itu juga menjadi penasihat Majelis Ulama Indonesia dan tokoh sesepuh di kalangan warga keturunan Arab di Surabaya.

“Almarhum pernah berkhidmat di NU sebagai mustasyar,” ujar Sekretaris PWNU Jatim Akhmad Muzakki seperti dilansir sindonews.com, Senin (11/5/2020).

Menurut Zaki yang juga guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini, Habib Ahmad bin Zein AlKaff merupakan sosok yang punya perhatian besar pada keumatan. “Beliau ringan tangan dan kuat dalam menjaga keislaman umat,” tambah Zaki

Sejumlah tokoh takziah ke rumah duka di Jalan Petukangan, Surabaya. Di antaranya Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr M Fadil Imran dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah.

“Bapak Pangdam tadi malam takziah ke rumah duka didampingi para asisten Kodam. Beliau menyampaikan duka mendalam,” ujar Kepala Penerangan Kodam V Brawijaya Kolonel Imam Hariyadi.

Pengurus MUI Jatim KH. Ahmad Fauzi pun melalui pesan whatshapp, turut mendoakan Habib Ahmad bin Zein AlKaff agar husnul khatimah,

“Semoga Beliau husnul khotimah. Diampuni dosa² nya, diterima amal-amal baiknya. Keluarga yg ditinggal diberi kesabaran yang banyak” tulis Fauzi.

Iim Ba’asyir: Habib Zein Sosok Ulama Teladan Jaga Akidah dari Aliran Syiah

 SOLO (Jurnalislam.com)- Wafatnya tokoh Nahdatul Ulama (NU) Jawa Timur Habib Ahmad Zein Alkaff menjadi duka mendalam bagi umat Islam di Indonesia.

 

Putra ulama kharismatik ustaz Abu Bakar Ba’asyir, ustaz Abdul Rochim Ba’asyir ustaz Abdul Rochim Ba’asyir menyebut Habib Zein sebagai salah satu sosok ulama yang istiqomah dalam meluruskan akidah umat di Indonesia dari bahaya paham Syiah.

 

“Bagi umat ini sebagaimana yang kita lihat dari perjuangan beliau selama ini, dalam dunia dakwah untuk meluruskan akidah umat, menyelamatkan umat ini dari pengaruh akidah sesat syiah,” katanya kepada jurnalislam.com senin, (11/5/2020).

 

“Kita melihat zuhud dan usaha dan perjuangan beliau menyelamatkan akidah umat di Indonesia ini maksud saya, itu luar biasa sekali, walaupun saya yakin beliau pastinya berhadapan dengan berbagai macam resiko dalam dakwah beliau,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa ustaz Iim tersebut menjelaskan bahwa Habib Zein merupakan salah satu bintang terang yang memberikan petunjuk kepada umat Islam di Indonesia terutama akan bahaya syiah.

 

“Menghadapi berbagai macam mereka yang berusaha menyusup ke kalangan umat awam yang mengajarkan akidah sesat syiah dan beliaulah ternyata menjadi orang yang berada di garis depan, tidak gentar untuk menerangkan kepada kita semua tentang bahaya akudah ataupun kesesatan syiah rafidhoh ini,” ungkapnya.

 

“Bagaimana situasinya di Indonesia dan beliau bongkar pergerakan pergerakan syiah yang selalu bergerak secara sembunyi sembunyi itu, semoga segala upaya itu tertulis sebagau amal kebaikan kepada beliau bahkan sebagai amal jariyah buat beliau,” tandasnya.

Humanity Care Line ACT Rekrut Korban PHK Dampak Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Humanity Care Line (HCL) yang diluncurkan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) merupakan salah satu solusi dari kebutuhan masyarakat yang terdampak Covid-19 dari dimensi ekonomi.

 

Tidak hanya mendistribusikan bantuan untuk yang membutuhkan, HCL juga membuka lapangan pekerjaan bagi mereka yang dirumahkan oleh perusahaan.

 

Jhulya Uthami, salah satu operator HCL, terlihat sibuk berbicara dengan orang yang berada di seberang telepon. Setiap cerita yang masuk, Jhulya catat dengan teliti di dalam sistem yang telah ACT bangun.

 

Jhulya sendiri merupakan pegawai yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat wabah yang berpengaruh pada tempatnya bekerja sebelumnya.

 

“Sedih ya waktu dinyatakan PHK itu karena kondisi seperti ini buat cari kerja lagi susah. Tapi alhamdulillah bisa kerja di sini (Humanity Care Line),” singkatnya.

 

Sejak resmi bergabung dengan tim operator Humanity Care Line (HCL), ibu satu anak itu tiap harinya bisa menerima 100-150 telepon masuk dari masyarakat yang membutuhkan pasokan pangan berupa beras wakaf dari ACT.

 

Berbagai hal baru ia temukan di pekerjaan barunya ini, ada senang juga sedihnya.

 

“Senangnya itu bisa melayani masyarakat. Kalau sedih ya dengar curhat masyarakat. Ada yang di PHK, ada yang harus bayar kontrakan rumah jadi sulit buat makan,” ungkapnya.

 

Kini, hari-hari Jhulya dilewati dengan berkarier di lembaga kemanusiaan ACT. Ia memiliki harapan tersendiri bagi program Humanity Care Line. Ia berharap dapat menjangkau luas bahkan ke masyarakat prasejahtera yang belum tentu terdaftar di RT/RW-nya. “Adanya program Humanity Care Line, semoga bisa membantu masyarakat yang memang belum dapat bantuan dari pemerintah,” harap Jhulya.

 

Sampai saat ini, sudah tersedia 50 sambungan untuk mengangkat telepon yang masuk ke nomor 0800-1-165-228. 7 pagi hingga 7 malam. Sedangkan, pukul 7 malam hingga 7 paginya juga ada 20 operator yang berjaga. Humanity Care Line ini aktif selama 24 jam.

JAS dan Forum Me-Dan Salurkan Paket Bantuan untuk Korban Banjir Cilegon

CILEGON (Jurnalislam.com)—Bersama Layanan Masyarakat (Yanmas) Jamaah Ansharusy Syariah JAS), Forum Medis dan Kemanusiaan (Me-Dan) menggelar aksi berbagi 170 paket berbuka ramadhan di Kelurahan Gerem yang terkena bencana banjir di Kota Cilegon, Ahad (10/5/2020).

Perwakilan Forum Me-Dan Banten, Robby Maulana mengatakan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan untuk warga Banten, terlebih lokasi pembagian merupakan area rawan banjir yang pernah terjadi banjir lumpur Senin pekan lalu. .

Robby Maulana perwakilan dari Forum Me-Dan Banten mengungkapkan kepada Jurnalislam.com. Kegiatan berbagi  paket Ramadhan untuk korban banjir Cilegon ini yang kedua kali setelah sebelumnya kami melakukan kegiatan serupa di Kec.Grogol Cilegon.”

“Akibat banjir tersebut ada 3 rumah yang mengalami kerusakan cukup parah.Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata dia.

Ketua RT 01/11 Kampung Dermaga Malang Gerem, Sam’ani mengatakan ada 100 rumah terdampak banjir. Ia mengucapkan terima kasih terhadap relawan yang memberikan bantuan kepada masyarakat.

Perwakilan Yanmas Jamaah Ansharusy Syariah, Ah,ad Zajili menekankan pentingnya saling berbagi antar umat yang membutuhkan bantuan.

“Kami salurkan seskitar 170 paket berbuka Ramadhan amanah dari para donatur yang kami sebar di beberapa tempat di Kelurahan Gerem ini.Untuk penyebaran nya sendiri kami dibantu oleh pemuda dan pengurus RT,” pungkasnya.

Reporter:Jajat Sudrajat

Survey LSI: PSBB Belum Maksimal

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam survei awal Maret-6 Mei 2020 menunjukkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terlihat belum maksimal untuk mengurangi penyebaran virus corona terbaru atau Covid-19. PSBB sudah diterapkan di 18 wilayah Indonesia.

Peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan, secara umum belum terjadi efek kategori sangat bagus (A) atau istimewa yaitu efek yang secara grafik menunjukkan penurunan sangat drastis kasus baru. “Seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah harus lebih maksimal menerapkan PSBB. Jika tidak, situasi ini akan memperpanjang masa pemulihan di Indonesia,” kata Ardian, Sabtu (9/5).

Ardian mengatakan, Indonesia dapat mencontoh sukses di dunia, yaitu efek kategori A (istimewa) terjadi pada empat negara. Yakni, Korea Selatan, Jerman, Australia, dan Selandia Baru. Dari grafik rentang satu sampai dua bulan, pada empat negara itu terlihat puncak pandemik Covid-19 sudah terlewati, sehingga kasus baru menurun secara sangat drastis.

Untuk kepentingan analisis, LSI Denny JA menyusun efek PSBB dalam empat kategori. Kategori ini dibedakan dengan melihat kasus baru harian antara sebelum dan sesudah diterapkannya PSBB. Berdasarkan data LSI Denny JA, belum ada satupun wilayah yang saat ini menerapkan PSBB masuk ke dalam tipologi A (istimewa).

Dalam tipologi B (baik), dari data yang diolah dan dianalisis oleh LSI Denny JA, menunjukkan bahwa ada empat wilayah yang masuk tipologi ini. Keempat wilayah tersebut adalah Provinsi DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bandung Barat.

Ada lima wilayah dalam tipologi C (cukup), antara lain Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang. Dalam tipologi D (kurang), dari data yang diolah dan dianalisis oleh LSI Denny JA menunjukkan bahwa ada sembilan wilayah yang masuk ke dalam kategori ini. Yaitu, Provinsi Sumatra Barat, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Cimahi, Kota Pekanbaru, Kota Surabaya, Kota Banjarmasin dan Kota Tangerang.

Ardian mengatakan, penyebab efek PSBB di 18 wilayah Indonesia belum maksimal diukur dari beberapa hal. Pertama, kegiatan agama, kedua, kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Lalu, ketiga, kegiatan sosial budaya dan keempat, kegiatan transportasi umum.

Dari empat kegiatan itu, terjadi banyak pelanggaran di 18 wilayah itu. LSI Denny JA menyarankan agar pemerintah daerah bersama dengan pemimpin masyarakat, ulama, bahkan ketua RT, para influencer, juga kepala rumah tangga lebih giat lagi menerapkan PSBB.

Kemudian saatnya para relawan terpanggil melakukan perannya masing masing. Para influencer, sebagai misal dapat ikut berkampanye pentingnya protokol kesehatan seperti jaga jarak, pemakaian masker, cuci tangan, dan ibadah di rumah saja.

“Vaksin belum ditemukan. Satu satunya senjata yang bisa dilakukan adalah PSBB dan protokol kesehatan. Bersama kami targetkan, di bulan Mei 2020, kasus baru terpapar Covid-19 harus menurun drastis,” tegas Ardian Sopa.

Sumber: republika.co.id

PSBB Dinilai Belum Efektif Turunkan Kasus Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Riset kuantitatif LSI Denny JA atas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah diterapkan dalam 18 wilayah Indonesia, menyebut bahwa PSBB  belum maksimal. Secara umum belum terjadi penurunan grafik yang sangat drastis atas kasus baru Covid-19.

Dikatakan Denny, seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah harus lebih maksimal menerapkan PSBB. Jika tidak, situasi ini akan memperpanjang masa pemulihan di Indonesia.

“Ini sekaligus berarti memperburuk ekonomi Indonesia dengan seluruh konskwensinya,” kata Denny dalam keterangan persnya, Sabtu (9/5)

Riset ini, menurut Denny dilakukan dengan mengelola data sekunder, dalam rentang awal Maret- 6 Mei 2020. Tiga sumber data yang digunakan: Data Gugus Tugas, Data Worldometer, dan data WHO .

Dalam riset ini, Denny membagi dalam empat tipilogi yaitu: pertama tipologi A, kategori Istimewa.

Wilayah yang masuk dalam tipologi ini adalah wilayah yang penambahan jumlah kasus baru pasca PSBB menurun secara drastis. Menurunnya kasus baru harian sangat tajam.

Kedua, tipologi B atau kategori baik. Wilayah yang masuk tipologi ini, menurut Denny, adalah wilayah yang penambahan kasus barunya mengalami penurunan secara gradual/konsisten, namun tidak drastis pascapenerapan PSBB.

Ketiga, tipologi C atau kategori cukup. Kata Denny, wilayah yang masuk tipologi ini adalah wilayah yang penambahan kasusnya cenderung turun, namun belum konsisten. Masih terjadi kenaikan di waktu-waktu tertentu.

Keempat, tipologi D atau kategori kurang. Wilayah yang masuk tipologi ini adalah wilayah yang jumlah penambahan kasus barunya tidak mengalami perubahan seperti masa pra PSBB. Dan bahkan cenderung mengalami kenaikan di sejumlah waktu tertentu.

Mengamati grafik PSBB, menurut Denny, belum ada satupun wilayah yang saat ini menerapkan PSBB masuk ke dalam tipologi A. Seperti grafik penambahan kasus di empat negara yaitu, Jerman, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Australia, yang mengalami penurunan drastis, di Indonesia tidak ada satupun wilayah yang datanya menunjukan penurunan kasus secara drastis.

Dalam tipologi B, dari data yang diolah dan dianalisis oleh LSI Denny JA, menunjukan bahwa ada empat wilayah yang masuk tipologi ini. Keempat wilayah tersebut adalah Provinsi DKI Jakarta, Kota Bogor, Kab Bogor, dan Kab. Bandung Barat.

Sementara dalam tipologi C, menurut Denny JA, ada 5 wilayah, yaitu antara lain:Kota bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Tanggerang Selatan, dan Kabupaten Tanggerang. Dalam tipologi D ada sembilan wilayah, yaitu Provinsi Sumatera Barat, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Cimahi, Kota Pekanbaru, Kota Surabaya, Kota Banjarmasin dan Kota Tanggerang.

Mengenai penyebab efek PSBB di 18 wilayah Indonesia belum maksimal, menurut Denny, banyak pelanggaran dalam kegiatan agama, tempat umum/fasilitas umum, sosial budaya, dan transportasi umum.

Menurut Denny, kegiatan Tarawih terjadi di banyak masjid. Juga kegiatan di tempat umum berupa berdesak desaknya ibu rumah tangga belanja di pasar/pertokoaan, dan anak muda berkumpul di kafe/ resto setelah buka puasa. “Warga berkumpul tanpa memperhatikan social distancing,” kata Denny.

Denny merasa komponen masyarakat dan pemerintah daerah kurang keras dalam penerapan PSBB.

“Ulama bisa berperan lebih instensif dalam mengajak warga ibadah di rumah saja, terutama saat tarawih,” ungkap dia.

Sumber: republika.co.id

Sejumlah Negara Mulai Bolehkan Shalat Jumat di Masjid

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com) — Ribuan Muslim berkumpul di masjid-masjid seluruh Bangladesh untuk sholat Jumat pada Jumat (8/5) kemarin, setelah lebih dari sebulan mereka tak menggelarnya.

Meskipun penyebaran COVID-19 terus berlanjut di negara itu, pemerintah akhirnya memperbolehkan sholat berjamaah.

Di Bangladesh, belum ada tanda-tanda melambatnya penularan virus di Bangladesh. Pada hari Jumat, jumlah keseluruhan kasus mencapai 13.134 dengan 709 tambahan baru, sementara tujuh kematian lainnya menjadikan angka kematian menjadi 206.

Namun, saat Sholat Jumat digelar warga Bangladesh menyambut kesempatan untuk berdoa di masjid-masjid selama Ramadhan, bulan suci puasa Muslim, tetapi juga tetap melakukan protokol kesehatan.

“Saya sangat senang berada di sini untuk sholat Jummah [Jumat] setelah sebulan. Tetapi saya juga menyadari bahwa semua ini dapat memperburuk krisis coronavirus negara itu,” kata salah satu jamaah Shah Paran Bari Jannat seperti dikutip Anadolu Agency di luar masjid nasional Bangladesh Baitul Mukarram di ibukota Dhaka.

“Ini adalah masjid nasional kami sehingga kami melihat orang-orang mengikuti arahan sosial dan pedoman lainnya. Tetapi ada ribuan masjid di Bangladesh di mana aturan ini sepertinya tidak akan diikuti. Pemerintah harus memantau situasi dengan serius,” ujarnya.

Sistem desinfektan khusus dipasang di gerbang utama masjid, dan orang-orang harus membentuk antrian untuk memasuki tempat itu. Di dalam, mereka harus menjaga jarak yang disarankan dari satu sama lain.

Selain Bangladesh, sholat berjamaah juga diadakan di Pakistan. Di Pakistan, pemerintah melonggarkan pembatasan meskipun kasus  melonjak. Belum ada larangan sholat massal di negara itu karena pemerintah kalah dengan tekanan dari ulama yang menentang langkah tersebut.

Ketika ribuan orang berkumpul di masjid-masjid di seluruh Pakistan pada hari Jumat, Kementerian Kesehatan Pakistan melaporkan rekor harian 1.800 kasus, menjadikan jumlah keseluruhan penderita mendekati 27.000, dengan lebih dari 600 kematian.

Sementara di Korea Selatan, umat Islam juga melakukan sholat Jumat di masjid setelah berbulan-bulan, setelah pelonggaran pembatasan pekan lalu. Negara itu telah memberlakukan langkah-langkah jarak sosial yang ketat sejak Januari sebagai bagian dari upaya untuk membendung penyebaran virus korona.

Pada hari Senin, Federasi Muslim Korea yang berbasis di Seoul mengumumkan bahwa masjid dibuka kembali dari 6 Mei untuk sholat Jumat dan sholat Tarawih khusus yang diselenggarakan selama Ramadhan. Negara ini melaporkan 12 kasus lagi pada hari Jumat, yang meningkatkan total menjadi 10.822, termasuk 256 kematian dan hampir 9.500 pemulihan.

Sumber: republika.co.id

Sandi Nilai Program Prakerja Seharusnya Sesuai Kondisi Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pengusaha Sandiaga Uno mengimbau agar pemerintah menyesuaikan program kartu prakerja dengan melihat kondisi masyarakat saat ini. Dia mengatakan, masyarakat saat ini tengah terkena dampak penyebaran virus Covid-19 alias Corona.

“Program unggulan pemerintah seperti Kartu Prakerja harus bisa beradaptasi dengan kondisi sekarang ini (wabah covid-19),” kata Sandiaga dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (9/5).

Menurutnya, pemberian bantuan sosial kartu prakerja lebih baik dilakukan secara tunai. Pengusaha muda Indonesia ini mengatakan, komponen bantuan langsung tunai dinilai lebih dibutuhkan oleh pekerja yang kehilangan pekerjaannya di masa pandemi virus corona.

Sandi berpendapat, program kartu prakerja saat itu didesain saat kondisi nasional dan global berjalan dengan normal. Dia mengatakan, pemerintah lebih baik menyiapkan pelatihan-pelatihan secara gratis guna menambah keahlian masyarakat secara umum atau para pekerja yang terkena PHK akibat pandemi yang terjadi saat ini.

Dia lantas menyinggung keberadaan program miliknya yakni rumah siap kerja. Dia mengungkapkan bahwa program tersebut telah mengadakan 34 pelatihan yang diikuti oleh lebih dari 500 orang.

Sandi mengungkapkan, pelatihan yang telah dilakukan meliputi soft skill maupun hard skill semisal job interview, job planning, keuangan, hingga latihan mendongeng. Dia berharap kehadiran rumah siap kerja dapat mengurangi pengangguran di kalangan anak muda yang jumlahnya sekitar 2 juta selama lima tahun ke depan.

“Rumah Siap Kerja salah satu inisiatif yang saya lakukan memberikan pelatihan-pelatihan secara gratis, malahan universitas-universitas ternama, seperti Hardvard juga memberikan pelatihan atau course melalui massive open online course secara gratis,” katanya.

Sandiaga mengatakan, hingga saat ini rumah siap kerja sudah didirikan di 5 kota, yakni di Jakarta, Lumajang, Medan, Palembang dan Sleman. Dia mengatakan akan terus berupaya agar semua kota di luar Jakarta bisa terkoneksi dengan program tersebut.

“Oleh karena itu kita siapkan platform juga jadi kalau ada kegiatan di sini terupdate juga kegiatan-kegiatan di daerah-daerah,” katanya.

Sumber: republika.co.id