Kantor Jadi Klaster Baru, Mendagri Minta Pegawai Hati-hati

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berpesan agar seluruh jajarannya untuk hati-hati dalam bekerja. Saat ini ruang kantor jadi tempat yang potensial jadi media penularan atau klaster baru virus corona covid-19.

“Yang ingin saya sampaikan, sekarang ini sudah mulai work from office (WFO). Ini. betul-betul harus hati-hati karena beberapa kantor pemerintahan itu menjadi klaster baru,” katanya mengutip dalam siaran pers Kemendagri, Senin (27/7/2020).

Dia meminta agar pejabat eselon I dan II di Kemendagri untuk betul-betul memberikan pemahaman kepada stafnya tentang Covid-19. Termasuk cara penularannya dan bahayanya Covid-19.

“Sekali lagi saya sampaikan penularan melalui mulai dari percikan. Maka jaga jarak. Penularan juga melalui aerosol, semburan dan penularan melalui objek. Yang objek ini yang banyak, sama aerosol yang mungkin kita tidak sadar,” tuturnya.
Tito mengingatkan agar pegawai Kemendagri yang bekerja di kantor untuk menjaga jarak. Bahkan jika dimungkinkkan agar bekerja tidak menggunakan pendingin ruangan atau AC.

“Kalau mau pakai AC sebelumnya yang lain-lain, seperti ventilasi dibuka supaya terjadi aliran udara keluar. Kemudian buka gorden yang banyak supaya sinar matahari masuk karena sinar matahari akan membunuh protein RNA yang ada di virus Covid-19,” ujarnya.
Sumber: sindonews.com

Pemerintah Jepang Desak Perusahaan Izinkan Karyawan Kerja di Rumah

TOKYO(Jurnalislam.com) — Menteri Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura mengatakan pemerintah akan mendesak perusahaan untuk menargetkan 70 persen bekerja tanpa kantor dan meningkatkan langkah-langkah jarak sosial. Rekomendasi ini dilakukan ketika meningkatnya kasus virus corona di antara pekerja kantoran.

Meskipun Jepang telah menghindari pukulan penularan Covid-19, rekor lonjakan dalam kasus selama sepekan terakhir di Tokyo dan daerah perkotaan besar lainnya telah membuat para ahli khawatir negara menghadapi gelombang kedua. Menanggapi kondisi itu, Nishimura meminta para pemimpin perusahan untuk meningkatkan langkah-langkah mencegah penyebaran virus, seperti mendorong bekerja dari rumah atau di luar kantor.

“Pada satu titik, angka komuter turun 70 hingga 80 persen, tetapi sekarang hanya sekitar 30 persen,” kata Nishimura, Ahad (26/7) malam.

Pekan lalu Tokyo melaporkan catatan harian 366 kasus, dengan peningkatan hingga 239 pada akhir pekan. Kota Fukuoka selatan melaporkan rekor 90 kasus dengan meningkatnya jumlah di Osaka pada waktu yang sama.

“Kami benar-benar tidak ingin mengulang hal ini, jadi kami harus mencari cara baru untuk bekerja dan menjaga bekerja di rumah tetap tinggi,” ujar Nishimura.

Nishimura juga meminta perusahaan-perusahaan untuk menghindari pertemuan besar dan mendesak perubahan yang terjadi. Sejak pekan lalu, dia telah menyatakan kekhawatiran meningkat tentang klaster, khususnya terhubung ke tempat kerja dan sosialisasi setelah bekerja. Meskipun jumlah kasus serius masih relatif kecil, pemerintah juga prihatin dengan peningkatan infeksi di antara orang-orang di usia 40-an dan 50-an.

Meski mendorong pekerja untuk tidak ke kantor sebagai upaya menekan angka penyebaran, pemerintah pusat tetap bertekad untuk memulai kembali kegiatan ekonomi. Lebih dari 30 ribu orang di Jepang telah terinfeksi Covid-19 dan hampir 1.000 orang telah meninggal dunia.

Sumber: republika.co.id

Relawan Bangun Mushala Pengungsi,  Bupati Luwu Utara: Terima Kasih Sudah Jaga Ummat

MASAMBA(Jurnalislam.com)– Ribuan tenda warga terdampak banjir Masamba memenuhi perbukitan kebun sawit yang menjadi salah satu titik posko pengungsian di Desa Meli, Kecamatan Baebunta Kapupaten Luwu Utara.

 

Hingga hari ini, Sabtu (25/07/2020) relawan LAZNAS Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama sejumlah relawan lainnya masih berjibaku menyelesaikan pembangunan mushalla Wahdah Islamiyah.

 

Di tengah kesibukan pendirian sarana ibadah tersebut, relawan dikejutkan dengan kehadiran Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani yang tengah mengunjungi warga-warga di tenda pengungsian dan menyempatkan menyambangi pembangunan mushallah Wahdah Islamiyah.

 

“Ini sangat bagus, selain bisa dipakai shalat juga bisa untuk kegiatan TKA/TPA dan pengajian untuk orang dewasa. Daripada di tenda saja toh” tuturnya.

 

Dari penuturan warga di lokasi, terungkap kabar antusiasme warga dan relawan bahwa meski belum rampung, mushallah sudah dipakai oleh anak-anak sekitar pengungsian mengaji selepas maghrib.

 

Indah sangat mengapresiasi atas kerja dan bantuan relawan Wahdah islamiyah yang turun membantu warga terdampak sejak hari pertama kejadian banjir Masamba.

 

“Terima kasih ustadz, sudah menjaga ummat,” ujarnya saat akan meninggalkan mushalla.

 

Data yang dihimpun dari posko induk setempat menyebutkan setidaknya ada 1.780 jiwa yang mengungsi pasca banjir bandang belum lama ini.

 

Banyak Masalah Pendidikan, Jokowi Diminta Evaluasi Kinerja Nadiem  

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Politikus Partai Gerindra Kawendra Lukistian meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi Mendikbud Naidem Makarim. Kawendra mengaku resah melihat pola Nadiem Makarim mengurus pendidikan nasional.

Kawendra mengatakan, jangan gadaikan masa depan bangsa dengan berbagai kebijakan pendidikan yang keliru. “Sepertinya Pak Jokowi perlu mengevaluasi Mendikbud Nadiem, menegur dia, kalau perlu copot saja secara cepat,” ujar Kawendra Lukistian, Ahad (26/7/2020).

Karena, kata dia, soal pendidikan berkaitan dengan nasib generasi mendatang. “Pendidikan bukan ajang coba-coba! Berkaitan dengan isi kepala bangsa,” ungkap ketua umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) ini

Desakannya itu menyangkut berbagai hal masalah pendidikan, tidak hanya soal pemberian dana gajah sebesar Rp20 miliar kepada organisasi Corporate Social Responsbility (CSR) milik Tanoto Foundation dan Sampoerna untuk pelatihan guru.

 

“Berbagai hal. Dari mulau sistem daring, tapi tidak menyediakan kuota bahkan kalau perlu gawainya. Karena enggak semua rakyat mampu beli kuota, bahkan masih banyak yang belum punya gawai,” katanya.

 

Bahkan, banyak anak sekolah yang numpang Wi-Fi di kelurahan ataupun warung kopi dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Ada yang sampai nyari spot di pengkolan demi dapat hotspot. Apalagi Nadiem bilang mau berlanjut sistem daring ini, aduh,” pungkasnya.

Sumber: sindonews.con

Resmikan Masjid Hagia Sophia, PM Pakistan: Selamat untuk Turki dan Erdogan

PAKISTAN(Jurnalislam.com)- Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan memuji pembukaan kembali Hagia Sophia sebagai masjid. Hagia Sophia kembali dibuka sebagai masjid pada hari Jumat lalu, yang ditandai dengan salat Jumaat berjamaah yang dihadiri ribuan orang.

“Ucapan selamat kepada Turki, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari bersejarah ini setelah salat pertama dalam 86 tahun di Masjid Hagia Sophia,” kata Khan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Ahad (26/7/2020).

Selain Khan, beberapa politisi dan anggota parlemen Pakistan lainnya, termasuk ketua partai Jamaah-e-Islami, Sirajul Haq dan Ketua Menteri provinsi Punja, Usman Buzdar juga memberi selamat kepada pemerintah Turki atas langkah penting tersebut.

Ribuan orang mengambil bagian dalam salat Jumat di dalam dan di luar masjid bersejarah di Istanbul, kota metropolis terbesar di Turki. Sebelum salat Jumat, Erdogan membaca Al-Quran di dalam masjid yang dibuka kembali, memilih dari Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Baqarah.

Pengadilan Turki bulan ini mengumumkan mencabut status Hagia Sophia sebagai museum. Erdogan segera mendeklarasikan gedung itu telah kembali menjadi masjid.

Hagia Sophia merupakan katedral Bizantium Kristen selama 900 tahun sebelum dikuasai kesultanan Ottoman dan mengubahnya menjadi masjid hingga 1934.

Sumber: sindonews.com

Mahasiswa ITS Ciptakan Robot untuk Bantu Tangani Covid-19

SURABAYA(Jurnalislam.com)- Pandemi COVID-19 tak menyurutkan berbagai inovasi. Kolaborasi antara teknologi dan pelayanan medis bisa menjadi solusi untuk membantu penanganan COVID-19 di Indonesia.

Salah satunya yang dilakukan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh (ITS) yang membuat robot untuk penanganan COVID-19. Mereka pun berlomba dalam ajang LAI2-COVID 19. Tim Kuybot yang terdiri dari tiga mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri,

Departemen Teknik Biomedik, dan Departemen Teknik Fisika ini berhasil meraih juara pertama dari 45 partisipan pada subtema Aplikasi Inovasi Robot.

Tiga mahasiswa yang digawangi oleh Oktaviansyah Purwo Bramastyo, Sulaiman Ali, dan Putri Norma Aprilia memilih membuat robot bernama Hosiro-Usiro. Inovasi baru berupa robot ini diawali dari keinginan mereka untuk ikut turut sumbangsih dalam penanganan pandemi COVID-19 ini.

“Kami ingin menciptakan produk yang bermanfaat bagi orang lain dan tenaga medis lewat hobi kami di dunia robotika,” kata Ketua Tim Hosiro-Usiro, Oktaviansyah Purwo Bramastyo, Jumat (24/7/2020).

Vian, panggilan akrabnya, melanjutkan, rancangan robot Hosiro-Usiro ini berangkat dari keresahan tim atas upaya pencegahan penularan COVID-19 yang masih menunjukan grafik peningkatan.

“Apalagi tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan COVID-19 sangat berpotensi besar untuk tertular,” ucapnya.

Selain itu, katanya, pasien terdampak COVID-19 yang melakukan isolasi baik di rumah sakit maupun di rumah dapat merasakan tekanan sosial dan ketidaknyamanan fisik. Berdasarkan kedua alasan tersebut, ia dan tim merancang inovasi yang dapat mengurangi interaksi langsung antara pasien COVID-19 dengan tenaga medis.

Sumber: sindonews.com

Pemerintah Diminta Evaluasi Sistem Pembelajaran Daring

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pelaksana Harian (Plh) Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap proses belajar mengajar saat ini.

Sebab, ada banyak keluhan dari orang tua murid terkait dengan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dengan pola belajar mengajar yang diterapkan.

Saleh mengatakan, keluh kesah tersebut banyak tersebar di media sosial. Terbaru, Dimas Ibnu Alias, seorang siswa SMPN di Rembang, Jawa Tengah, yang terpaksa belajar di sekolah sendirian akibat tidak memiliki smartphone untuk mengikuti pelajaran dari sekolah.

“Kasus seperti Dimas ini diyakini banyak di berbagai daerah di Indonesia. Sebab, ada banyak warga masyarakat yang tidak bisa mengakses internet. Terutama mereka yang tinggal di pelosok-pelosok dan daerah-daerah perbatasan,” ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya kepada, Ahad (26/7/2020).

Dia mengatakan, keluhan terkait proses belajar mengajar ala pandemi Covid-19 itu paling banyak dirasakan ibu-ibu rumah tangga. Sebab, merekalah yang tinggal di rumah dan mengawasi kegiatan belajar mengajar anak-anaknya. Para suami, biasanya pergi bekerja untuk mencari nafkah keluarga.

Kemudian, dia membeberkan banyak lagi keluhan yang disampaikan di media sosial. Pertama, tidak memiliki smartphone atau komputer untuk mengakses pembelajaran dari sekolah. Selain itu, ada banyak keluarga yang tidak mampu membeli kuota internet untuk online. Kalaupun ada, mereka tidak bisa memakainya setiap hari karena keterbatasan budget.

“Bayangkan kalau anak yang sekolah 3 atau 4 orang di keluarga tersebut. Itu berarti, orang tuanya harus membeli 3 atau 4 alat smartphone atau komputer. Kuota internet yang dibutuhkan pun pasti akan lebih besar. Belum lagi saat belajar, ketika anak yang satu minta dibantu, anak yang lainnya sudah memanggil ibunya untuk mengerjakan hal lain,” ujar anggota Komisi IX DPR RI ini.

sumber: sindonews.com

Pemerintah Prediksi Dana Vaksin Covid hingga Rp 30 Triliun

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Pemerintah Indonesia telah mengalkulasikan anggaran yang harus disiapkan untuk membeli vaksin potensial untuk melawan Covid-19. Berdasarkan perhitungan, Pemerintah Indonesia harus menyiapkan sekitar Rp30 triliun.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan menyampaikan bahwa kalkulasi tersebut dihitung dengan menggunakan indikator Reproduction Number (RO) kasus Covid-19 di Indonesia. Dari angka RO itulah, pemerintah bisa mengetahui berapa banyak vaksin yang dibutuhkan bagi masyarakat Indonesia.

“Katankanlah di 2 atau di 3, berarti kita itu kurang lebih perlu 174 atau 175 juta vaksin. Kalau kira-kira ini dikalikan 2 itu ada 350 juta vaksin yang kita perlukan,” kata Dany dalam diskusi bertajuk “Vaksin China, Uji Klinis Bukan Kelinci Percobaan” yang digelar secara virtual, Minggu (26/7/2020).

Dany mengaku, informasi yang didapat dari PT Bio Farma Tbk dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang harga per satu vaksin tersebut berkisar USD5-10. Sehingga, jumlah anggaran yang dikeluarkan pemerintah dihitung dari jumlah indikator yang didapat dari RO tadi.

“Kalau katakanlah USD5 itu harganya dan dijual kurang lebih dengan harga yang sama, berarti negara harus mengalokasikan kurang lebih sekitar Rp25-30 triliun. Negara harus mengalokasikan itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Bio Farma menerima vaksin dari Sinovac sebanyak 2.400. Nantinya, pengujian dilakukan terhadap 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu.

Sumber: sindonews.com

NU Minta Kemendikbud Evaluasi Program Organisasi Penggerak

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU, KH Arifin Junaidi berharap Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dievaluasi agar terlaksana dengan tepat.

Ia menegaskan, jika POP tidak ditindaklanjuti maka LP Maarif NU tetap pada pendiriannya untuk mundur.

Arifin mengungkapkan, dirinya bertanya-tanya maksud dari evaluasi ini. Sebab, Mendikbud Nadiem Makarim sempat mengatakan organisasi yang lolos tidak perlu khawatir dan silakan melaksanakan tahapannya dengan percaya diri.

Mendikbud juga mengatakan, akan mengevaluasi tiga hal, yakni soal integritas dan transparansi sistem seleksi, integritas dan kredibilitas organisasi yang dinyatakan lolos, dan efektivitas program yang dilaksanakan selama pandemi.

“Untuk apa evaluasi tiga hal itu kalau yang sudah lolos dinyatakan tidak perlu khawatir?” kata Arifin dalam diskusi daring, Sabtu (25/7).

Arifin menjelaskan, pihak otoritas Kemendikbud sudah berkali-kali menghubunginya untuk meminta masukan, termasuk Mendikbud Nadiem Makarim.

Arifin sudah mengatakan kepada Kemendikbud bahwa organisasi yang lolos seleksi harus benar-benar profesional.

“Jangan ada Muhammadiyah, ada NU hanya biar kelihatannya bagus. Jadi kami ingin programnya betul-betul bagus. Bukan hanya kelihatannya bagus,” kata Arifin.

Sebelumnya, Kemendikbud akan melakukan evaluasi POP yang menuai kontroversi. Mendikbud Nadiem mengatakan, pihaknya akan mengikutsertakan pihak eksternal pemerintah dalam evaluasi ini.

Nadiem mengatakan, proses evaluasi ini akan dilakukan selama 3-4 pekan.

Ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan proses evaluasi yg intensif dengan mengikutsertakan pihak eksternal termasuk organisasi masyarakat dan pakar pendidikan yang telah berkecimpung dalam dunia pendidikan sejak lama.

Sumber: republika.co.id

 

Kasus Corona Global Tembus 16 Juta, 10 Juta Sembuh

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Kasus Covid-19 global telah menembus angka 16 juta pada Ahad (26/7).

Korban meninggal melampaui 648 ribu jiwa, sedangkan jumlah pasien sembuh mendekati 10 juta orang.

Mengutip data yang dihimpun laman Worldmeters, saat ini kasus Covid-19 global telah mencapai 16.205.467. Sementara korban meninggal sebanyak 648.476 jiwa.

Amerika Serikat (AS) tetap menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Ia memiliki 4.315.709 kasus dan 149.398 kematian. Brasil menyusul di tempat kedua dengan 2.396.434 kasus dan 86.496 kematian.

India menempati urutan ketiga dengan 1.387.481 kasus dan 32.119 kematian. Urutan keempat ditempati Rusia dengan 806.720 kasus dan 13.192 kematian. Afrika Selatan menduduki posisi kelima dengan 434.200 kasus dan 6.655 kematian.

Sementara itu, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 secara global telah mencapai 9.914.060 orang. Pekan lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 dapat semakin memburuk. Hal itu dapat terjadi jika negara-negara tak mematuhi protokol pencegahan penularan virus.

Sumber: republika.co.id