Pilkada Serentak Potensi Tambah Jutaan Kasus Covid, Pakar Minta Ditunda

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Kasus positif justru semakin meningkat sejak Agustus lalu. Dalam kondisi yang penuh risiko ini pemerintah tetap kukuh menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020, Desember mendatang.

Epidemiologi dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo menyebut pelaksanaan kontestasi politik yang berlangsung 9 Desember 2020 itu belum memiliki kesiapan yang optimal.

Kurangnya persiapan akan membuat penularan Covid-19 terjadi secara mudah dan masif sehingga Pilkada Serentak 2020 berpotensi besar menciptakan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

“Jelas Pilkada akan menarik kerumunan, mau tidak mau. Dan semua kebijakan dan aktivitas yang menarik kerumunan pasti meningkatkan kasus. Idealnya itu Pilkada ditunda, tapi sudah tidak mungkin sekarang,” kata Windu, Jumat (4/9).

KPU sebenarnya telah menerbitkan aturan pelaksanaan Pilkada di masa pandemi. Namun, berkaca pada hari pertama pendaftaran, aturan tersebut dinilai belum efektif.

Hal lain yang dikhawatirkan adalah kemungkinan calon petahana membuat kebijakan yang semakin melonggarkan upaya penangan wabah Covid-19.

Pilkada tahun ini cukup banyak diikuti oleh bakal calon dari kubu petahana. Menurut Windhu para calon petahana ini bisa saja memanfaatkan jabatannya untuk membuat kebijakan yang diidamkan masyarakat di tengah berbagai pembatasan yang menyulitkan gerak warga.

Secara politis kebijakan itu bisa menguntungkan calon petahana, namun bisa berakibat fatal dan berimplikasi terhadap lonjakan kasus covid-19 di Tanah Air.

“Karena saat ini persepsi masyarakat soal kesehatan ini rendah, karena mereka bosan di rumah. Hal itu dapat memantik petahana membuat kebijakan yang tidak dibenci masyarakat umumnya,” jelasnya.

Sumber: cnnindonesia.com

 

MUI Minta Menag Belajar Islam dengan Benar, Bukan Ceramah Sudutkan Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menarik ucapannya terkait paham radikal masuk melalui orang berpenampilan menarik atau good looking dan memiliki kemampuan agama yang baik.

MUI menilai pernyataan Fachrul itu sangat menyakitkan.

“Menag harus banyak baca literatur yang benar, bukan ceramah yang disiapkan oleh pihak yang sengaja punya hidden agenda di negeri ini. Seharusnya ia berterima kasih dan membantu semua pihak yang mendorong proses islamisasi di kalangan generasi muda dan ghirah umat Islam yang ingin menghafal Al-Qur’an,” kata Wakil ketua MUI  KH Muhyiddin, Jumat (4/9/2020).

Muhyiddin juga menyindir Fachrul yang dianggap kerap menyudutkan umat Islam sejak menjabat Menag.

Padahal, kata Muhyiddin, ada pengikut agama lain juga yang melakukan gerakan radikal.

“Menag tak boleh mengeneralisir satu kasus yang ditemukan dalam masyarakat sebagai perilaku mayoritas umat Islam. Sejak jadi Menag, yang dijadikan kambinghitamkan adalah umat Islam. Ia sama sekali tak pernah menyinggung pengikut agama lain melakukan kerusakan bahkan menjadikan rumah ibadah sebagai tempat untuk mengkader para generasi anti-NKRI dan separatis radikalis yang jelas musuh bersama. Menag menghilangkan semua stigma negatif tentang umat Islam yang beramar makruf dan nahi munkar demi tegaknya keadilan dan kebenaran di negeri ini,” tutur Muhyiddin.

sumber: detik.com

Sering Tuduh Umat Islam Radikal,  MUI Minta Menag Tarik Pernyataan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menarik ucapannya terkait paham radikal masuk melalui orang berpenampilan menarik atau good looking dan memiliki kemampuan agama yang baik.

MUI menilai pernyataan Fachrul itu sangat menyakitkan.

“MUI minta agar Menag menarik semua tuduhannya yang tak mendasar karena itu sangat menyakitkan dan mencederai perasaan umat Islam yang sudah punya andil besar dalam memerdekakan negara ini dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata,” kata Wakil Ketua MUI, Muhyiddin Junaidi, kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).

Muhyiddin lantas menyinggung pemahaman Menag Fachrul Razi tentang isu-isu radikal. Jangan sampai, kata Muhyiddin, Fachrul mendukung para pihak yang mempunyai agenda terselubung.

“Pernyataan tersebut justru menunjukkan ketidakpahaman Menag dan data yang tak akurat diterimanya. Seakan yang radikal itu hanya umat Islam dan para huffaz Al-Qur’an. Seharusnya Menag yang berlatar belakang militer lebih mengerti tentang peran umat Islam Indonesia dan menjadikannya sebagai rujukan untuk menciptakan stabilitas nasional, persatuan dan kemajuan di tengah kebinekatunggalikaan,” kata Muhyiddin, yang juga Ketua Hubungan Kerja Sama Internasional PP Muhammadiyah.

Sumber: detik.com

Tolak Keras Sertifikasi Dai, Anwar Abbas Siap Mundur dari Sekjen MUI

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyatakan menolak keras pernyataan Menag tentang rencana sertifikasi dai.

“Melihat sikap dan cara pandang menteri agama yang selalu bicara tentang radikalisme yang ujung2nya selalu  mendiskreditkan dan menyudutkan umat islam dan para dainya maka saya anwar abbas secara pribadi yang juga  kebetulan adalah sekjen MUI dengan ini menolak dengan tegas dan keras program dai dan penceramah bersertifikat yang akan dilaksanakan oleh kementrian agama  yang  akan melibatkan MUI,” kata Anwar Abbas kepada Jurnalislam.com, Sabtu (5/9/2020).

Bila hal ini terus dilaksanakan, dan  MUI menerimanya, maka begitu program tersebut diterima oleh MUI  maka ketika itu Anwar Abbas juga siap mundur.

“Saya Anwar Abbas tampa kompromi  menyatakan diri mundur sebagai Sekjen MUI,” pungkasnya.

Kasus Terus Melonjak, Pemerintah Bakal Tambah RS Rujukan Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menambah jumlah Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19. Rencananya, akan ada 11 lagi RS yang menerima pasien Covid-19 di Ibu Kota.

Sebanyak 11 RS yang akan menjadi rujukan penanganan Corona ini, terdiri dari yang dikelola swasta, militer, hingga BUMN. Dengan tambahan 11 RS tersebut, maka akan ada tambahan 85 kamar ICU dan 286 ruang isolasi. Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, saat ini Pemprov DKI memiliki 513 tempat tidur di Intensive Care Unit (ICU) dan 4.054 tempat tidur ruang isolasi.

Namun ditargetkan akan ditambah sehingga menjadi 4.800 tempat di ruang isolasi dan 650 tempat di ruang ICU. Dengan demikian, saat ini DKI kurang 137 kamar ICU dan 746 ruang isolasi. Dari RSUD seluruh Jakarta, diperkirakan ada penambahan 357 kasur ICU dan isolasi.

Selain itu RS Pertamina dan Siloam Mampang akan menambah 115 tempat tidur. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, jumlah rujukan RS masih dalam perhitungan dan bisa berubah.

“Jumlahnya masih bisa berubah,” kata Dwi saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2020). Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebutkan, pihaknya akan dilakukan pemetaan untuk memperkuat jejaring penanganan pasien Covid-19.

“Kami akan lakukan pemetaan perkota. Untuk melakukan penguatan jejaring di rumah sakit sekitarnya. Selain RSUD juga rumah sakit swasta yang menjadi mitra DKI. Terutama bagi pasien atau kasus tertentu yang membutuhkan layanan secara terus menerus karena tidak boleh putus,” ucap Widya.

Sumber: kompas.com

Kemenag Klaim Siap Jadi Fasilitator Sertifikasi Dai

JAKARTA(Jurnalislam.com)--Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan bahwa Kementerian Agama segera menggulirkan program penceramah bersertifikat. Target awal, program ini bisa diikuti 8.200 penceramah.

 

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa pelaksanaan program ini akan dilakukan secara kolaboratif. Kementerian Agama berperan sebagai koordinator dan fasilitator.

 

“Program penceramah bersertifikat akan melibatkan banyak pihak, termasuk Lemhanas, BPIP, dan BNPT,” tegas Kamaruddin di Jakarta, Kamis (03/09).

 

“Program ini juga akan melibatkan MUI dan ormas Islam lainnya,” lanjutnya.

 

Kamaruddin menambahkan bahwa pemilihan narasumber program ini juga akan melibatkan ormas. “Inti program ini adalah penguatan wawasan kebangsaan dan pengarusutamaan pemahaman keagamaan rahmatan lil alamin,” tandasnya.

Angka Reproduksi Covid di Bandung Terus Meningkat

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Hingga saat ini, kasus positif Covid-19 di Kota Bandung masih terus meningkat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan, total kasus positif aktif Covid-19 di Kota Bandung mencapai 125 kasus.

Sementara pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia ada sebanyak 49 orang. Data tersebut merupakan update terakhir hingga Kamis (3/9/2020). “Yang positif aktif bertambah, sekarang jadi 125 orang.

Kasus meninggal dunia 49 orang,” ungkap Rita selepas menghadiri agenda di bank bjb Tamansari Bandung, Jumat (4/9/2020).

Ia mengatakan, bertambahnya kasus positif Covid-19 tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah pengetesan Covid-19 di Kota Bandung. Saat ini, Pemerintah Kota Bandung juga tengah menggencarkan pemeriksaan masif ke 3.000 ASN Pemkot Bandung hingga 8 September mendatang.

“Kita harus siap akan ada penambahan kasus dengan adanya pengetesan masif ini,” ungkapnya.

Sumber: ayobandung

Bertambah 3269 Sehari, Kasus Corona RI Tembus 187 Ribu

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Kasus virus Corona di Indonesia hari ini bertambah sebanyak 3.269. Jumlah kasus terkonfirmasi positif Corona menjadi 187.537.

Dari data dari situs Kemenkes, Jumat (4/9/2020), total pasien sembuh menjadi 134.181 (+ 2.126) dan pasien meninggal menjadi 7.832 (+ 82). Jumlah pasien suspek Corona hari ini adalah 85.178.

Sedangkan total spesimen yang diperiksa hari ini 36.268 atau di atas target yang diberikan Presiden Jokowi (30 ribu spesimen per hari). Batas pengumpulan data dilakukan hingga pukul 12.00 WIB.

Informasi soal kasus Corona juga bisa dilihat di situs covid19.go.id milik pemerintah. Pada hari sebelumnya, kasus virus Corona yang terkonfirmasi sebanyak 184.268 (+ 3.622). Sedangkan jumlah pasien sembuh sebanyak 132.055 dan pasien meninggal dunia sebanyak 7.750.

Sumber: detik.com

Perlu Pendekatan Kearifan Lokal Agar Warga Taat Protokol Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) – RelawanCovid-19 dr. Tirta Mandira Hudhi mengatakan pelaksanaan disiplin protokol kesehatan oleh masyarakat perlu dilakukan pendekatan kearifan lokal. Hal ini lantaran setiap daerah memiliki ciri khas.

“Pendekatan kearifan lokal itu sangat perlu dilakukan? Sangat perlu,” kata Tirta di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (5/9/2020).

Tirta mengatakan, pendekatan kearifan lokal perlu dilakukan karena setiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda.

“Jadi contoh kayak gini di Jakarta kita bicara Jakarta ya, Jakarta itu kita tidak bisa kalau berdebat. Kalau di Surabaya agak ‘ngegas’ tidak apa-apa. Surabaya memang darahnya darah ‘ngegas’, Bung Tomo aja ngegas-gasan di radio kan. Tapi kalau di Jakarta itu hampir semua edukasi lewat medsos dan nggak bisa represif,” katanya.

Sementara itu, di wilayah Bali, para pecalang yang aktif melakukan edukasi untuk disiplin protokol kesehatan. “Contoh di Buleleng, saya ke sana pecalang yang aktif. Pecalang Bali di Buleleng itu lebih patuh pakai masker daripada pakai helm, karena di sana kalau enggak pakai masker dihukum push-up sama denda. Lebih kejam push up-nya dan efek malunya itu,” ungkap Tirta.

Sementara, di Surabaya berbeda dengan di Jakarta. Tirta mengatakan di Surabaya pendekatan dilakukan oleh grass root seperti Bonek dan para tenaga kesehatan (nakes). Sementara di Jakarta pendekatan menggunakan konten kreatif melalui media sosial. “Di Jakarta harus pakai medsos, gak bisa pake denda. Benar-benar pelan, kontennya gimana kreatifnya.”

Sumber: sindonews.com

Selama Sepekan, 180 Jenazah Covid-19 Dimakamkan di TPU Pondok Rangoon

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Hampir sepekan, sebanyak 117 jenazah Covid-19 telah dimakamkan di TPU Pondok Rangoon Jakarta Timur. Jumlah jenazah tersebut tercatat sejak Senin (31/8) lalu.

“117 jenazah Covid-19 tercatatnya sejak Senin 31 Agustus ini. Jadi sampai Ahad bisa diperkirakan 170 jenazah,” kata Komando Regu PJLP TPU Pondok Ranggon, Nadi saat dikonfirmasi pada Sabtu (5/9).

Nadi tak kaget dengan jumlah tersebut lantaran per pekan, kata dia, bisa mencapai angka 180 jenazah. Hingga saat ini, jenazah Covid-19 masih terus berdatangan ke TPU Pondok Ranggon. Pihaknya pun masih tetap melakukan pemakaman karena lahan masih tersisa 1.100 petak makam.

Namun, Nadi memperkirakan lahan tersebut akan penuh di bulan Oktober nanti. Dalam satu bulan, pihaknya bisa memakamkan mulai 700 hingga 720 jenazah Covid-19.

“Untuk bulan September masih aman, tapi Untuk di pertengahan Oktober sudah kritis,” ujar dia.

Jika dihitung, lahan yang tersisa untuk bulan Oktober diperkirakan hanya bisa menampung mulai 380 sampai 400 jenazah. Sampai saat ini, Nadi mengatakan, pihaknya belum mengetahui rencana ke depan jika makam di TPU Pondok Ranggon untuk jenazah Covid-19 penuh.

“Sampai sekarang belum ada rencana apa-apa, masih fokus dengan sisa lahan 1.100 ini dulu,” kata dia.

Sumber: republika.co.id