KH Atlhian Ali Apresiasi Relawan Kemanusiaan ANNAS

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Memasuki hari keduapuluh Januari 2021 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberitakan telah terjadi 154 bencana alam di Tanah Air, di antaranya banjir, tanah longsor, erupsi gunung, angin puting beliung dan gempa bumi.

Menyikapi kondisi bencana yang terjadi di berbagai daerah di Tanah Air, Ketua Umum (Ketum) Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat, K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc. M.A yang berhasil diwawancarai mengatakan, sangat mengapresiasi para relawan ANNAS Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah yang sudah tiba di lokasi gempa bumi di Sulawesi Barat bersama para relawan lainnya untuk membantu para korban terdampak gempa.

Demikian pula, Ketum ANNAS Pusat mengapresiasi para relawan ANNAS Kaltim, Samarinda dan Balikpapan yang bekerja sama dengan Gerakan Infaq Beras Balikpapan serta para relawan lainnya yang telah tiba di lokasi banjir di Kalimantan Selatan untuk membantu para korban banjir. Juga apresiasi kepada relawan Jundullah ANNAS Pusat yang telah bergabung dengan SAR Gabungan Jawa Barat (Jabar) membantu pencarian korban tanah longsor di Sumedang Jabar.

Tak lupa, K.H. Athian memberikan semangat khususnya bagi para relawan untuk tetap menjaga kondisi walau harus menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Lebih lanjut K.H. Athian Ali berharap, semoga terjadinya sejumlah bencana di Tanah Air ini menjadikan kita semua terbuka mata hati kepedulian antarsesama untuk meringankan beban para korban terdampak bencana, harapnya.

Kita bantu mereka dengan donasi terbaik. Donasi Terbaik kita dapat disalurkan melalui:

1. BRI Syariah, Norek: (Kode 422) 104-795-600-1, a.n DPW ANNAS Sulsel
Konfirmasi Transfer: 082347961576; 085340972422; 08993338585

2. Bank Mandiri, Norek: 151-00-1100142-4, a.n DPW ANNAS Sulteng. Konfirmasi Transfer: 081354516628

3. Bank BNI Syariah, Norek: 094-2222-773, a.n ANNAS Balikpapan. Konfirmasi Transfer: 081394222277

4. Bank CIMB Syariah, Norek: 2069-0000-0001, a.n ANNAS Foundation. Notasi Donasi ke Sulbar ditambahkan Rp.500,- dan ke Kalsel ditambah Rp.1000,-. Konfirmasi Transfer: 08122146919

Reportase: Tardjono Abu Muas

RSDC Wisma Atlet Sudah Terisi 82,33 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Kol Laut (K) dr Tjahja Nurrobi mengatakan tingkat keterisian tempat tidur (bed) di tower Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran saat ini telah mencapai 82,33 persen. Tjahja mengatakan dari 5994 bed yang tersedia saat ini sudah diisi 4935 pasien, atau artinya saat ini tersisa 1.059 bed.

“Bahkan di wisma atlet sendiri saat ini sudah kapasitasnya melebihi 80 persen per hari ini, tadi malam kita menerima kasus baru sebanyak 350 dan yang pulang 185,” ujar Tjahja dalam forum diskusi FMB 9, Jumat (22/1).

Tjahja mengatakan, sejak Desember 2020, RSDC telah mempersiapkan penambahan kapasitas intermediate care (IMC) untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien Covid-19 pasca liburan akhir tahun. Saat ini, RSDC Wisma Atlet memiliki  94 IMC, 27 HCU dan 12 ICUm

Namun demikian, Tjahja mengatakan jika grafik kasus Covid-19 terus meningkat maka RSDC Wisma Atlet akan mempersiapkan penambahan tower 8,9 dan 10 Wisma Atlet Pademangan.

“Ini sudah kita siapkan sejak saat ini,” kata Tjahja.

Untuk itu, saat ini RSDC tengah mempersiapkan perlengkapan maupun peralatan seperti tempat tidur pasien di Tower Wisma Pademangan. Begitu juga tambahan personel tenaga kesehatan.

“Tenaga Kesehatan tetap kita mintakan dari Kementerian Kesehatan untuk menambah dan saat ini kita jumlah personel yang ada di Wisma Atlet itu sekitar 2.600 terdiri dari 2.300 yang medis dan yang lainnya nonmedis, jadi dia kan tetap kita tingkatkan sesuai dengan peningkatan jumlah kasus,” ungkapnya.

Sumber: republika.co.id

Dewan Hisbah Persis: Vaksin Sinovac Halal

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (DH PP Persis) menggelar sidang istinbath ahkam berkenaan dengan status vaksin sinovac-biofarma, Rabu (20/01) di Aula PP Persis, Jl. Perintis Kemerdekaan no. 2 Bandung.

Dalam sidang tersebut, dijelaskan bahwa salah satu tujuan syariat Islam adalah memelihara jiwa, baik secara individu maupun masyarakat. Saat ini, pandemic covid-19 telah melanda seluruh dunia termasuk di Indonesia menjadi ancaman, bahkan telah menimbulkan korban jiwa.

Pemerintah membuat program pencegahan pandemi covid-19 dengan program vaksinasi melalui vaksin Covid-19 produk Sinovac Life Science Ltd dan PT. Biofarma kepada masyarakat. Seiring dengan kondisi tersebut, adanya permintaan fatwa dari umat Islam terkait dengan hukum vaksin Covid-19 produk Sinovac Life Science Ltd dan PT. Biofarma;

Dalam siaran pers PP Persis, yang juga disiarkan dalam youtube channel PP Persis, disebutkan bahwa Dewan Hisbah PP Persis merilis surat resmi yang menyebutkan perlu adanya kejelasan dan ketegasan hukum vaksin covid-19 produk Sinovac Life Science Ltd dan PT. Biofarma ditinjau dari hukum Islam untuk ketentraman dan menjawab keraguan umat Islam. Dewan Hisbah Persatuan Islam itu akhirnya memandang perlu menentukan keputusan hukum syariat tentang vaksin Covid-19 produk Sinovac Life Science Ltd dan PT. Biofarma.

Tertulis dalam SK nomor 001 Tahun 1442 H / 2021 M, Dewan Hisbah memutuskan kesimpulan hukum dari Vaksin Sonovac-Biofarma ini sebagai produk yang halal. Sebelumnya, DH PP Persis telah mendengarkan pengantar dari KH. Aceng Zakaria dan memperhatikan makalah yang disampaikan oleh KH. Taufik Rahman Azhar tentang hukum vaksin Covid-19 produk Sinovac- Biofarma dan Dr. KH. Jeje Zaenudin tentang penjelasan fatwa MUI mengenai vaksin-19 Produk Sinovac- Biofarma.

Selanjutnya, menerima penjelasan tentang Vaksin Covid-19 produk Sinovac-Biofarma yang disampaikan oleh Tim Ahli PT. Biofarma bahwa bahan, proses, dan hasil akhir tidak ada unsur yang diharamkan. Lalu disusul dengan diskusi dan pandangan para peserta sidang Dewan Hisbah.

Sumber: republika.co.id

Kasus Covid Tinggi, Pemerintah Diminta Serius Terapkan PPKM

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengatakan, masih tingginya kasus positif Covid-19 membuat perlu ada perbaikan dalam implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ia meminta pemerintah pusat dan daerah serius dalam penerapannya kali ini.

“Pemda yang berada di zona merah untuk memperketat dan mengawasi seluruh kegiatan masyarakat yang diperbolehkan selama penerapan PPKM,” ujar Azis lewat keterangan tertulisnya, Jumat (22/1).

Aparat kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diharaplam terus menggelar operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19. Dengan tetap melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

“Ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokes saat beraktivitas dan melindungi diri serta keluarga dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Azis.

Selain itu, pemerintah harus dapat meningkatkan dan memasifkan 3T (testing, tracing, dan treatment). Untuk mengetahui masyarakat yang terpapar dan mencegah penyebaran Covid-19. “Juga meningkatkan angka kesembuhan dan meminimalisir angka kematian serta kasus aktif di daerah,” ujar politikus Partai Golkar itu.

Diketahui, pemerintah mengumumkan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa hingga Bali diperpanjang. Perpanjangan dilakukan selama 14 hari ke depan, dari 25 Januari sampai 8 Februari 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, dari tujuh provinsi di Jawa-Bali, penurunan kasus Covid-19 terjadi di Banten dan Yogyakarta. Sementara peningkatan masih terlihat di lima provinsi lainnya.

Perpanjangan PPKM tersebut, kata dia, termasuk pembatasan Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia. “Dilakukan pelarangan WNA ke Indonesia dari 26 Januari sampai 8 Februari,” tegas Airlangga.

sumber: republika

 

 

Wapres Nilai Perlu Transformasi Menuju Wakaf Produktif

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan transformasi wakaf di Indonesia memerlukan langkah fundamental besar, lewat wakaf tunai, dalam mewujudkan wakaf produktif. Wapres menyebutkan ada tiga upaya yang harus dikerjakan bersama oleh seluruh pihak untuk menjalankan wakaf uang nasional.

“Pertama, melakukan business process reengineering atau rekayasa ulang proses bisnis wakaf uang,” kata Wapres dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, (22/1)

Kedua, lanjutnya, ialah dengan menetapkan program strategis wakaf nasional yang perlu didukung para tokoh, ulama dan masyarakat. Ketiga, dengan melakukan gerakan kampanye bersama dalam mengumpulkan wakaf uang sekaligus melakukan literasi dan edukasi tentang pentingnya wakaf tunai, tukasnya.

“Hal itu agar masyarakat dapat secara bersama-sama berwakaf, dengan menyerahkan uangnya untuk dikelola. Hasilnya, akan digunakan untuk mendanai program strategis wakaf nasional,” jelasnya.

Wapres juga mengingatkan tentang pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi dalam menyukseskan program wakaf tunai nasional.

“Tidak kalah penting juga adalah melakukan digitalisasi pada setiap prosesnya, serta terkoneksi dengan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional,” katanya.

Apabila semua langkah kunci dan faktor pendukung tersebut dilakukan dengan baik, katanya, maka transformasi wakaf uang di Indonesia akan berjalan sesuai tujuan yang diharapkan.

“Hasilnya adalah pengelolaan yang mampu memobilisasi wakaf uang secara maksimal, investasi yang optimal, dan hasil manfaatnya untuk mengembangkan ekonomi masyarakat dan mendukung kegiatan sosial yang semakin luas,” ujarnya.

Pemerintah akan meluncurkan program Gerakan Nasional Wakaf Tunai pada Senin (25/1), yang secara resmi dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Gerakan Nasional Wakaf Tunai merupakan inisiasi Wapres Ma’ruf Amin sebagai upaya untuk mendukung percepatan pembangunan nasional melalui partisipasi masyarakat dalam mengumpulkan dana sosial. Wapres menilai metode wakaf tunai dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: republika.co.id

Amien Rais- Busyro Muqoddas dkk Bentuk Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI

JAKARTA(Jurnalislam,com)—Tokoh nasolal membentuk  Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam anggota Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 menyampaikan sikap soal peristiwa itu.

 

TP3 menilai polisi telah melampaui kewenangannya sehingga menyebabkan enam anggota laskar FPI tewas.

“TP3 meyakini yang terjadi adalah pembunuhan dan pembantaian yang patut diduga telah direncanakan sebelumnya,” kata anggota TP3 Marwan Batubara dalam keterangan tertulis, Kamis (21/1/2021).

TP3 juga menilai apa pun alasan polisi melakukan penembakan anggota FPI tersebut sudah melampaui batas dan di luar kewenangan.

 

Sebab, mereka menegaskan bahwa polisi telah menggunakan cara-cara kekerasan di luar prosedur hukum dan keadilan atau extrajudicial killing.

 

Beberapa tokoh tercatat sebagai anggota TP3 seperti Amien Rais, Abdullah Hehamahua, Busyro Muqoddas, Muhyiddin Junaidi, Marwan Batubara, Firdaus Syam, Abdul Chair Ramadhan, Abdul Muchsin Alatas, Neno Warisman, Edi Mulyadi, Rizal Fadillah, HM Mursalin, Bukhori Muslim, Samsul Badah, Taufik Hidayat, HM Gamari Sutrisno, dan Candra Kurnia.

 

Jubir Klaim Vaksinasi Turunkan Risiko Terinveksi Covid hingga 65 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi mengajak masyarakat untuk semangat mengikuti vaksinasi Covid-19. Karena, menurutnya, dengan divaksin, risiko terinfeksi penyakit tersebut turun sekitar 65 persen.

“Dengan divaksinasi, risiko kita terpapar Covid-19 sudah menurun 65 persen. Jadi dengan kondisi ini kita harus mau menerima vaksin, supaya kita bisa melindungi diri kita dan orang di sekitar kita,” kata Nadia di Jakarta, Kamis (21/1).

Nadia menyadari bahwa saat ini banyak beredar berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait Covid-19 dan dampak vaksinasi Covid-19. Berita-berita tersebut membuat masyarakat menjadi ragu untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Berita ini kemudian membuat kita salah mengartikannya, bahkan bersifat hoaks,” katanya.

Namun demikian, ia meyakinkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan surat ketetapan halal vaksin tersebut. Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak percaya dengan berita hoaks, tetapi sebaliknya percaya bahwa setiap upaya yang dilakukan pemerintah, termasuk upaya vaksinasi Covid-19, adalah demi menjamin kesehatan masyarakat dari bahaya penyakit yang ditularkan oleh virus SARS-CoV-2 tersebut.

“Presiden, bahkan secara langsung menerima vaksin tersebut. Maka sudah bisa dipastikan bahwa vaksin yang kita gunakan ini adalah vaksin yang bermutu dan aman,” katanya.

Ia berharap masyarakat tidak ragu mengikuti vaksinasi Covid-19 dan tidak takut dengan vaksin itu dibandingkan dengan virus penyebab penyakit tersebut. Karena dengan divaksinasi, risiko terinfeksi Covid-19 akan menurun hingga 65 persen.

“Jadi dengan kondisi ini, kita seharusnya mau menerima vaksin supaya kita bisa melindungi diri kita dan orang di sekitar,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, bahkan setelah menerima vaksinasi.

Sumber: republika.co.id

Satgas: Kepatuhan terpadah Protokol Bertambah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan terjadi tren peningkatan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan disiplin protokol kesehatan pada pekan lalu. Berdasarkan hasil monitoring perubahan perilaku, kepatuhan masyarakat dalam memakai masker meningkat sebesar 12,19 persen yakni dari 50,27 persen menjadi 62,46 persen dibandingkan dua pekan sebelumnya.

Sedangkan kepatuhan dalam menjaga jarak meningkat 17,11 persen dari 35,98 persen menjadi 53,09 persen. “Namun kenaikan rata-rata ini belum bisa menyerupai tingginya kepatuhan di awal upaya monitoring di September dan Oktober yaitu menembus angka 84,77 persen dalam memakai masker dan 69,04 persen dalam menjaga jarak,” jelas Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta.

Wiku menyampaikan, hasil monitoring ini menunjukan bahwa upaya selama ini untuk meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan masih belum menunjukan hasil yang signifikan. Ia pun meminta agar data monitoring ini dapat menjadi refleksi bagi pemerintah daerah dan juga masyarakat dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Efek positif perubahan perilaku ini membutuhkan waktu yang lama untuk berdampak pada penurunan kasus,” ujar dia.

Namun, jika protokol kesehatan ini terus menerus dilakukan secara disiplin dan ketat maka akan memberikan dampak positif dalam penanganan pandemi di Tanah Air.

Sumber: republika.co.id

Saudi Ciptakan PingMe untuk Gantikan WhatsApp

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Saudi akan meluncurkan aplikasi perpesanan instan sendiri. Aplikasi pesan instan ini diluncurkan untuk menyaingi WhatsApp.

Dilansir dari English Al-Araby, Jumat (22/1), pengembang lokal akan merilis “PingMe” yang disebut-sebut sebagai aplikasi perpesanan instan Saudi pertama di Android dan iOS pada 1 Februari, menurut situs web aplikasi dan laporan media Saudi.

“Keamanan yang kuat… enkripsi end-to-end… privasi lengkap… 100 persen aplikasi Saudi,” begitulah yang tertulis di iklan.

Layanan ini juga bisa diunduh gratis dan mengklaim memiliki semua fitur yang tersedia di WhatsApp, termasuk audio Wi-Fi dan panggilan video, serta pesan video dan gambar.

Siaran pers untuk Pingme mengatakan “perjanjian” untuk meluncurkan aplikasi tersebut didasarkan pada tugas dan prinsip perlindungan privasi dalam hal kerajaan dan mengikuti visi Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

Pengumuman saingan WhatsApp Saudi datang ketika tagar #Saudis_leave_WhatsApp terus menjadi tren di antara pengguna media sosial di Saudi. Warganet menyuarakan keprihatinan atas kebijakan privasi baru aplikasi milik Facebook. Menurut situs berita Saudi Mz Mz, beberapa pengguna WhatsApp telah berpindah ke Signal.

Pekan lalu, WhatsApp mengeluarkan pembaruan yang menyangkut bagaimana pengguna WhatsApp bisnis yang menggunakan WhatsApp untuk mengobrol dengan pelanggan dapat berbagi data dengan Facebook. Informasi tersebut akan digunakan untuk iklan yang ditargetkan. Atas berbagai respons yang ada, WhatsApp menangguhkan kebijakan ini untuk dilakukan peninjauan kembali. Penangguhan dijadwalkan pada Mei.

sumber: republika.co.id

Kasus Positif Covid Pasca Divaksin, Pakar: Vaksin Tak Buat Kebal Seketika

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) — Bupati Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo mengumumkan bahwa dirinya positif terinfeksi covid-19 pada Kamis (21/1) sore.

Dalam pernyataannya, Sri Purnomo mengatakan pada Selasa 19 Januari 2021 malam, dia sempat mengalami batuk, dan suhu badannya terukur 37,6 derajat celsius.

“Rabu 20 Januari 2021 saya menjalani tes swab antigen yang mana hasilnya dinyatakan positif. Kemudian dilanjutkan dengan tes swab PCR, dimana hasil yang saya terima pagi ini dinyatakan positif,” kata Sri Purnomo.

Yang menarik, Sri Purnomo adalah orang pertama di Kabupaten Sleman yang menerima suntikan vaksin Sinovac. Dia dan sejumlah tokoh lokal lain, menerima suntikan itu pada Kamis (14/1).

Sejauh ini, kondisi Sri Purnomo dinilai sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit. Rontgen thorax dan CT Scan thorax yang dilakukan Kamis siang, menunjukkan hasil yang bagus dan paru-parunya bersih.

“Saya saat ini sedang menjalankan isolasi mandiri di rumah dinas, dan tidak di rumah sakit dikarenakan kondisi badan saya tidak menunjukkan gejala apapun,” tambahnya.

Vaksin Membutuhkan Waktu

Kasus positif virus Covid-19 yang dialami Bupati Sleman ini, menurut dr Gunadi, SpBA, PhD menjadi bukti sejumlah kondisi terkait vaksin. Gunadi adalah Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Menurut Gunadi, masyarakat harus memahami bahwa vaksin perlu waktu untuk memberi dampak. “Vaksin itu bisa berfungsi membentuk sistem imun kita itu butuh waktu, bukan dalam waktu singkat. Secara umum itu dikatakan kira kira sepuluh hari sampai dua minggu, baru terbentuk imun terhadap infeksi Covid-19 setelah vaksinasi,” ujarnya.

Sumber: okezone.com