Gempa Sulbar, 7864 Rumah dan 62 Fasilitas Umum Rusak

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 7.863 rumah dan juga 62 fasilitas umum mengalami kerusakan akibat gempa bumi M6,2 yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene Sulawesi Barat, beberapa waktu lalu.

Dimana data kerusakan di Majene meliputi rumah 4.122 unit, fasilitas ekonomi dan perkantoran 32 unit, fasilitas kesehatan 17 unit dan kantor militer 1 unit. Sementara data kerusakan di Mamuju antara lain, rumah 3.741 unit, fasilitas kesehatan 5 unit, jembatan 3 unit, Pelabuhan 1, mini market 1, perkantoran 1 dan hotel 1. 

Sehingga, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai mengatakan dari data sementara total kerusakan dan kerugian akibat gempa tersebut mencapai Rp829,1 miliar. “Total tersebut teridentifikasi untuk wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene di Provinsi Sulawesi Barat,” ungkapnya dari rilis yang diterima MNC Portal Indonesia, Rabu (27/1/2021).

Total kerusakan dan kerugian di Majene mencapai Rp449,8 miliar. Angka tersebut dinilai dari sektor permukiman Rp365,3 M, sosial Rp76,9 M, ekonomi Rp5,13 M, lintas sektor Rp2,1 M dan infrastruktur Rp235 juta.

Sedangkan di Mamuju, total nilai kerusakan dan kerugian mencapai Rp379,3 miliar. Rincian nilai kerusakan dan kerugian sebagai berikut, permukiman Rp270,1 M, ekonomi Rp50,4 M, lintas sektor Rp39,9 M, sosial Rp17,4 M dan infrastruktur Rp1,3 M.

Sumber: sindonews.com

Petugas Mogok Kerja, Keluarga Makamkan Sendiri Jenazah Covid-19 di Bandung

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Dede (60), warga Ciroyom Kota Bandung terpaksa memakamkan sendiri jenazah adiknya yang positif Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Rabu (27/1) siang. Ia bersama adik-adiknya yang lain bersama-sama mengangkut peti berisi jenazah dari mobil ambulans lalu membawa ke liang lahat untuk dimakamkan.

Mereka memakamkan jenazah dengan menggunakan alat perlindungan diri (APD) seadanya. Dede mengaku sempat kewalahan sebab sebelumnya tidak mempersiapkan diri akan memakamkan jenazah Covid-19.

Ia pun baru menyadari bahwa petugas yang biasa mengangkut jenazah Covid-19 dan memakamkan di TPU Cikadut melakukan aksi mogok bekerja. Selebihnya, Dede sempat kebingungan karena jenazah adiknya harus menunggu lama disebabkan tidak ada yang mengangkut dan memakamkan.

“Waktu ambulans kenapa lama di sana (di parkiran) ternyata alasannya gak ada orang untuk memikul. Kedua saya konfirmasi orang sini memang orang yang angkat jenazah gak ada,” ujarnya saat ditemui di TPU Cikadut, Rabu (27/1).

Ia pun sempat bertanya kepada pihak rumah sakit terkait proses pemakaman namun dijawab tidak ada yang mengangkut dan memakamkan. Akhirnya, pihak keluarga memutuskan untuk memakamkan dengan peralatan APD seadanya.

“Saya bingung masalahnya saya gak punya APD, saya gak biasa harus gimana. Saya kebingungan,” ujarnya. Ia melanjutkan, almarhum adiknya meninggal Selasa (26/1) malam. Hasil uji usapnya diketahui positif Covid-19 pada Rabu (27/1) pagi.

Dede berharap masalah terkait jasa pengangkutan dan pemakaman jenazah Covid-19 bisa segera terpecahkan. Sebab hal tersebut berdampak kepada pihak keluarga atau ahli waris dari jenazah yang akan dimakamkan.

“Kalau dia memberikan jasa, apa salahnya kita memberikan gak ada salahnya. Apalagi orang-orang di sini saya lihat gak ada pemaksaan,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Populasi Muslim Akan Salip Yahudi di Amerika

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Jumlah umat Islam di Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan terus meningkat. Bahkan pada 2050, populasi Muslim di negeri asal paman Sam itu diprediksi tumbuh hingga dua kali lipat.

Menurut data terakhir Pew Research Center, sekitar 3,3 juta Muslim dari segala usia yang tinggal di Amerika Serikat pada 2015. Ini berarti bahwa populasi Muslim sebesar satu persen  dari 322 juta orang pada 2015.

Data ini berdasarkan proyeksi demografis yang mencontohkan pertumbuhan populasi Muslim Amerika sejak perkiraan 2011 mencakup orang dewasa dan anak-anak.

Muslim di Amerika Serikat termasuk warga minoritas, bahkan penganut agama lain seperti Yahudi dan Hindu memiliki populasi lebih banyak.

Di beberapa kota, jumlah umat Islam lebih dari satu persen. Dan bahkan di tingkat negara bagian Muslim tidak terdistribusi secara merata, beberapa negara bagian, seperti New Jersey, memiliki dua atau tiga kali lebih banyak Muslim dewasa.

Namun demikian pertumbuhan Muslim sejak 2007 terlihat stabil baik jumlah maupun persentase. Selain itu mereka memprediksi populasi muslim AS akan tumbuh lebih cepat daripada populasi Hindu dan jauh lebih cepat daripada populasi Yahudi dalam beberapa dekade mendatang.

Bahkan sebelum 2040, umat Islam akan menjadi kelompok agama terbesar kedua di Amerika Serikat, setelah Kristen. Pada 2050, populasi Muslim Amerika Serikat akan mencapai 8,1 juta orang atau 2,1 persen dari total populasi.

Faktor utama meningkatnya populasi Muslim dI Amerika Serikat dari 2010 hingga 2015 adalah adanya migrasi. Sebanyak 10 persen dari imigran yang datang ke Amerika Serikat adalah Muslim.

Penyebab utama lain dari pertumbuhan Islam akhir-akhir ini adalah kelahiran bayi Muslim. Muslim Amerika Srikat cenderung memiliki lebih banyak anak daripada orang Amerika Serikat yang beragama lain. Umat Islam juga cenderung lebih muda dari masyarakat umum.

Perpindahan agama hanya memiliki pengaruh kecil dalam peningkatan Muslim. Sekitar satu dari lima orang dewasa Muslim Amerika Serikat dibesarkan dalam keyakinan yang berbeda atau tidak sama sekali.

Pada saat yang sama, sejumlah orang yang dibesarkan sebagai Muslim tidak lagi mengidentifikasi diri dengan keyakinannya. Hampir sebagian orang Amerika yang menjadi Muslim telah meninggalkan Islam.

Sumber: republika.co.id

Kemenag Luncurkan Empat Produk Al Qur’an Digital

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama (Kemenag) merilis empat produk layanan ke-Al-Qur’anan berbasis digital, yaitu: Qur’an Kemenag Android, Qur’an Kemenag in Ms Word,  lima Judul Film Dokumenter Tafsir Ilmi, serta Distingsi Terjemahan Al-Qur’an Edisi Penyempurnaan Tahun 2019.

“LPMQ Kemenag terus berkomitmen untuk melakukan pengembangan dan perbaikan layanan di bidang Al-Qur’an. Empat produk yang diluncurkan hari ini merupakan hasil pengembangan yang kami lakukan, dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Kepala LPMQ Muchlis Hanafi, saat merilis empat produk layanan digital tersebut, Rabu (27/01).

Muchlis menuturkan, pengembangan produk layanan ke-Al-Qur’anan berbasis digital sudah dilakukan LPMQ sejak 2015. “Pertama kali kami merilis aplikasi Qur’an Kemenag Android pada 2016. Hari ini, lima tahun sejak pertama kali dirilis, kami berharap aplikasi ini sudah jauh lebih baik,” kata Muchlis.

Ia menyadari, di era saat ini tuntutan transformasi layanan digital merupakan keniscayaan, termasuk di bidang ke-Al-Qur’anan. “Saat ini kita tahu, bahwa masyarakat hampir sebagian besar telah mengakses internet. Maka LPMQ  pun berharap seluruh produk yang kita punya, mulai dari mushaf hingga tafsir dapat diakses oleh umat secara digital,” tuturnya.

Saat ini, Qur’an Kemenag Android hadir dengan versi terbaru 2.1.4 dan dapat diunduh melalui Play Store. Hingga 27 Januari 2021, aplikasi Qur’an Kemenag Android ini telah diunduh sebanyak 303ribu kali, dan memiliki rating 4,6.

Hal serupa juga terjadi pada aplikasi Qur’an in Ms Word. Aplikasi yang ditujukan untuk membantu para pembelajar, mahasiswa, maupun peneliti di bidang Al-Qur’an ini telah diunduh lebih dari 274ribu kali. Beberapa fitur baru seperti pencarian ayat Al-Qur’an dalam bahasa Indonesia atau Arab dapat ditemui dalam aplikasi Qur’an in Ms Word versi terbaru.

“Kami pun amat terbuka untuk memperoleh masukan dari masyarakat agar ke depan aplikasi-aplikasi ini dapat semakin baik lagi,” ujar Muchlis.

Sementara lima film dokumenter yang dirilis pada pagi ini, kata Muchlis, merupakan bentuk digitalisasi Tafsir Ilmi yang telah diterbitkan LPMQ. “LPMQ bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melakukan kajian bersama dan menghasilkan Tafsir Ilmi,” jelas Muchlis.

Tafsir Ilmi ini berisi penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan sains. “Lagi-lagi, untuk menjawab kebutuhan masyarakat, kita pun membuat digitalisasi tafsir tersebut ke dalam bentuk film. Setiap tahunnya kita buat. Tahun ini kita buat lima judul film dokumenter yang bersumber dari Tafsir Ilmi,” imbuhnya.

Adapun lima judul film dokumenter tersebut, yaitu: Makanan dan Minuman dalam Perspektif Al-Qur’an, Penciptaan Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an, Penciptaan Bumi dalam Perspektif Al-Qur’an, Tumbuhan dalam Perspektif Al-Qur’an, dan Air dalam Perspektif Al-Qur’an.

Sementara untuk produk terakhir, Distingsi Terjemahan Al-Qur’an Edisi Penyempurnaan Tahun 2019, Muchlis menjelaskan bahwa mekanisme penyempurnaan berlapis menjadi salah satu keunggulan produk ini. Terjemahan ini juga disusun dengan memuat hasil rekomendasi Mukernas Ulama tahun 2015, hasil penelitian lapangan, serta telah melalui konsultasi publik yang dilakukan secara offline dan online.

 

Peran Penting Lembaga Filantropi Islam Saat Pandemi dan Bencana

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Lembaga-lembaga filantropi di Tanah Air terus berupaya membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Achmad Sudrajat mengatakan, pada masa pandemi seperti saat ini, diperlukan langkah nyata untuk saling membantu masyarakat keluar dari krisis pandemi.

Baznas, kata dia, memiliki layanan aktif yang ditugaskan untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan. Saat ini, di tengah pandemi Covid-19, problem-problem kemasyarakatan sosial tumbuh berkembang dan seringkali sulit dinetralisasi.

“Tetapi itulah realitas dan harus kita lakukan, terobosan-terobosan, karena itu Baznas memiliki tim atau pasukan yang disebut pasukan Umar bin Khattab, yang selalu hadir kepada setiap insan yang membutuhkan,” ujar Achmad dalam sambutannya dalam peluncuran buku Asa Mustahik Kala Pandemi secara daring melalui kanal Youtube Baznas TV, Selasa (25/1).

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi diterbitkannya buku tersebut juga mengapresiasi kiprah Layanan Aktif Baznas di tengah masyarakat.

Buku Asa Mustahik Kala Pandemi berisikan tentang kisah-kisah tim Layanan Aktif Baznas di lapangan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Layanan Aktif Baznas merupakan tim yang melakukan kegiatan patroli rutin untuk memberikan bantuan kepada kaum dhuafa sebagaimana teladan sahabat Nabi, Umar bin Khattab yang aktif mendatangi dan membantu kaum papa secara langsung.

Melalui sebuah buku diharapkan apa yang telah dilakukan oleh Layanan Aktif Baznas bisa terdokumentasikan. “Sekaligus menjadi dokumen pengetahuan dan informasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, serta pihak-pihak yang membutuhkan literasi seputar layanan zakat,” kata Achmad.

Ia juga berharap berbagai langkah dan kerja sosial tim Layanan Aktif Baznas dapat membantu masyarakat terlepas dari himpitan kesulitan akibat pandemi. “Dan menghasilkan masyarakat yang sejahtera,” ujarnya.

Adapun Layanan Aktif Baznas merupakan program layanan darurat sosial untuk mustahik dengan model penanganan tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat penanganan. Hingga kini, Layanan Aktif Baznas telah direplikasi di 12 provinsi, 50 kota, dan 157 kabupaten untuk terus melayani masyarakat yang membutuhkan.

Upaya untuk membantu masyarakat di tengah pandemi juga terus dilakukan Dompet Dhuafa (DD). Dalam upaya mengajak masyarakat untuk tetap bergerak aktif dan menjaga kesehatan di tengah pandemi, DD bersama 99 Virtual Race menggelar program Dompet Dhuafa Tour de Humanity. Program ini merupakan salah satu rangkaian Aksi Peduli Dampak Corona (APDC).

Dalam hal ini, DD mengajak masyarakat Indonesia dan mancanegara untuk mengikuti ajang virtual ride, yakni bersepeda dan berlari yang digelar secara virtual, untuk gerakan kebaikan.

Direktur Resource Mobilization Ziswaf Dompet Dhuafa, Doni Marlan menjelaskan, tahun ini program Tour de Humanity Dompet Dhuafa bersama 99 Virtual Race mengambil tema “Run Ride Sia”, yang merupakan gabungan dari berlari dan bersepeda bersama Humanesia. Kegiatan ini sejalan dengan gerakan APDC.

Aksi berdonasi melalui kegiatan ini diharapkan dapat menggerakkan kembali para penggiat UMKM yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19.

“Semoga event ini dapat membantu para penggiat UMKM yang mengalami kesulitan bahkan kerugian karena pandemi.”

Sumber: republika.co.id

Waspada Gejala Long Covid, Jangan Remehkan

DUBLIN(Jurnalislam.com) — Pada Oktober 2020, untuk pertama kalinya Rachel Gunn terdiagnosis positif Covid-19. Kondisi Gunn yang semula mulai membaik lambat laun kembali memburuk karena perempuan berusia 28 tahun tersebut mengabaikan gejala yang dia rasakan.

Perempuan asal Dublin ini mengatakan kondisinya cukup sakit ketika pertama kali terkena Covid-19 pada Oktober lalu. Dia sempat terbaring di kasur hampir dua pekan dan mengalami beberapa gejala umum Covid-19 seperti sesak napas, kelelahan, sakit kepala, serta nyeri di tubuh.

Setelah dinyatakan pulih, Gunn kembali bekerja dan menjalani aktivitasnya. Akan tetapi, Gunn kala itu sebenarnya merasa belum benar-benar sehat 100 persen.

Walaupun sudah dinyatakan sembuh, Gunn masih mengalami gejala long Covid-19. Salah satu gejala yang dia rasakan adalah kelelahan selama beberapa bulan. Selain itu, Gunn juga merasa paru-parunya sakit ketika dia berolahraga.

Akan tetapi, Gunn merasa kondisi tersebut merupakan hal yang normal dialami oleh penyintas Covid-19. Selain itu, Gunn juga merasa gejala-gejala tersebut tidak begitu mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Karenanya, Gunn memilih untuk tidak terlalu memikirkan gejala-gejala tersebut. Dia meyakini bahwa gejala-gejala yang dia rasakan pascadinyatakan sembuh dari Covid-19 akan membaik dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

Sayangnya, anggapan tersebut keliru. Kondisi Gunn kembali memburuk dalam waktu yang cepat sejak Desember 2020.

“Selama hampir dua pekan saya sangat sesak, sampai saya bahkan tidak bisa naik tangga tanpa merasa seperti habis berlari 5 kilometer, bahkan bangun dan pergi ke kamar mandi terasa melelahkan,” jelas Gunn, seperti dilansir di Cosmopolitan, pada medio Januari.

Tak hanya itu, Gunn juga mulai mengalami gejala lain seperti migrain, jantung berdegup kencang, nyeri punggung, dan kelelahan ekstrem. Kondisi ini terasa berat sampai mendorong Gunn untuk tidur selama 15-16 jam per hari.

Melihat kondisi Gunn yang kian berat, sang ibu meminta Gunn memeriksakan diri ke UGD rumah sakit. Di sana, Gunn segera mendapatkan pemeriksaan pemindaian CT. Hasil dari pemindaian CT tersebut ternyata cukup mengejutkan.

“Pemindaian CT menunjukkan kedua paru-paru saya tertutupi oleh emboli paru (gumpalan darah) dan jantung saya menegang,” kata Gunn.

Dia harus dirawat selama tiga hari di rumah sakit dan perlu mengonsumsi obat pengencer darah. Obat tersebut harus diminum Gunn setidaknya hingga satu tahun ke depan.

Berdasarkan pengalaman pribadinya ini, Gunn mengingatkan orang-orang, termasuk pasien Covid-19, untuk tidak mengabaikan gejala long Covid-19 yang berlangsung selama berbulan-bulan dan semakin memburuk. Salah satu gejala long Covid-19 itu adalah sesak napas.

Mengacu pada data dari aplikasi UK COVID Tracker, sekitar 12 persen pasien covid-19 mengalami gejala lebih dari 30 hari. Selain itu, satu dari 200 laporan menunjukkan bahwa gejala covid-19 bisa berlangsung lebih dari 90 hari.

“Sejauh ini orang yang lebih tua terlihat mengalami gejala Covid-19 akut yang lebih buruk, sedangkan banyak orang yang lebih muda mengalami long Covid, kami belum tahu mengapa (kecenderungan itu terjadi),” ujar Ketua British Lung Foundation dari Respiratory Research di University of Dundee Profesor James Chalmers.

 

Silaturahim ke PBNU, Menag Bicara Pemandirian Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini bersilaturahmi ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bilangan Kramat Raya, Jakarta.

Menag dan sejumlah pejabat Kemenag tampak tiba di Kantor PBNU sekitar pukul 15.50 WIB dan langsung bertemu Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj. Hadir juga para kiai dan pengurus badan/lembaga otonom di bawah PBNU.

Gus Yaqut memohon doa Kiai Said Aqil dan keluarga besar PBNU dalam mengemban amanah sebagai Menteri Agama dari Presiden Joko Widodo.

“Saya mohon doanya Kiai Said Aqil dan keluarga besar PBNU. Saya menyadari tantangan saya di Kemenag tidaklah mudah, baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Presiden tidak memberi waktu panjang kepada saya, melainkan waktu yang pendek,” kata Gus Menteri di Jakarta, Selasa (26/01).

“Salah satu yang diinginkan Presiden itu bagaimana pesantren bisa mandiri secepatnya. Konsep pesantren mandiri itu harus selesai dalam waktu enam bulan. Sekali lagi saya mohon doa dari kyai dan kita semua,” sambungnya.

“Mari kita doakan Gus Yaqut dalam mengemban amanah dan membangun marwah Kemenag ke depan serta menjadi sentral kemanusiaan. Mudah-mudahan semua langkah Menag diberi karomah dan diberkahi oleh Allah, aamin,” sambung Kiai Said.

Tampak hadir mendampingi Menag, Sekjen Kemenag Nizar Ali, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani, Direktur PD Pontren Waryono, dan sejumlah Stafsus Menag.

 

Masih Pandemi, Masyarakat Diminta Waspada Potensi Krisis Pangan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan anggaran hampir lebih dari Rp 90 triliun untuk sektor ketahanan pangan pada tahun ini. Salah satunya untuk mengantisipasi potensi krisi pangan pada masa pandemi, seperti yang diperingatkan Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/ FAO).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, pada tahun ini, Indonesia harus terus mewaspadai kemungkinan krisis pangan akibat pandemi. “Oleh karena itu, belanja ketahanan pangan jadi sangat penting yang mencapai Rp 99 triliun,” tuturnya dalam Webinar Series Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) pada Rabu (27/1).

Melalui anggaran tersebut, pemerintah akan meningkatkan produksi pangan seperti padi, jagung, kedelai, daging dan komoditas lain. Selain itu, sistem pangan nasional akan dilakukan revitalisasi untuk menunjang ketahanan pangan Indonesia.

Ketahanan pangan sendiri merupakan satu dari tujuh kebijakan strategis APBN 2021 yang sudah ditetapkan pemerintah. Seluruh kebijakan ini diarahkan untuk mendukung akselerasi pemulihan dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju.

Sri menyebutkan, APBN tahun ini didesain dengan spirit ekspansi untuk mendukung pemulihan ekonomi setelah tertekan akibat pandemi. “Namun, pada saat sama, konsolidatif untuk menyehatkan APBN kita,” ucapnya.

Selain di sektor pangan, Sri menjelaskan, pemerintah juga sudah menyiapkan anggaran jumbo untuk sektor pariwisata dengan nilai Rp 14,21 triliun. Pariwisata diketahui menjadi salah satu sektor paling terda

sumber: republika.co.id

MUI: Muhasabah dan Istighatsah, Cara Umat Islam Menghadapi Musibah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH M. Cholil Nafis menyampaikan, musibah yang dialami oleh umat manusia, khususnya bangsa Indonesia yang terus tanpa henti tidak bisa hanya dipahami sebagai ujian saja. kejadian itu mungkin juga adzab karena umat telah berbuat maksiat kepada Allah SWT. Kejadian itu juga bisa merupakan bagian dari hukum alam, karena mengikuti hukum kausalitas.

Demikian disampaikannya terkait pelaksanaan Muhasabah dan Istighatsah untuk Negeri di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (28/1/2021) malam atau malam Jumat ini. Kegiatan yang dihadiri sejumlah ulama dan pejabat negara ini juga akan disiarkan langsung dan bisa diikuti oleh umat Islam melalui zoom meeting dan youtube channel di akun Official TV MUI pada pukul 20.00 WIB. Istighatsah akan dipimpin oleh Habib Nabil Al-Musawwa yang dirangkai dengan doa dari sejumlah ulama.

Kiai Cholil Nafis menyampaikan, ketiga hal tersebut baik musibah, adzab atau fenomena alam itu, semuanya berada dalam kekuasaan Allah. Oleh karena itu pihaknya mengajak kepada umat Islam mengetuk pintu langit. “Kalau kejadian itu berkenaan dengan hukum alam ya Allah berikanlah kekuatan kepada alam ini agar bencana diangkat oleh Allah,” ujarnya

“Kalau ini berkaitan dengan dosa kami Ya Allah kita bertaubat kepadamu mengajak kepada seluruh anak bangsa dan seluruh dunia untuk kita bertaubat agar Allah memberikan keselamatan kepada kita semua. Kalau itu berupa ujian, kita memohon kepada Allah agar kita diberikan kekuatan, bertambah keimananan dan ketakwaan kita,” tambahnya.

Ia menambahkan, Muhasabah dan Istighatsah yang berpusat di Majid Istiqlal ini merupakan bagian dari dakwah MUI kepada umat Islam di Indonesia khususnya untuk bersama-sama mendekatkan diri keada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana agar musibah atau azab, baik yang alam maupun non alam segera diangkat oleh ALlah SWT dari bumi Indonesia.

“MUI sebagai organisasi dari perkumpulan ormas-ormas, ulama dan cedekiawan juga ingin memberikan contoh dan mengajak agar kita semua meningkatkan doa kepada Allah sebagai senjata orang muslim dalam menghadapi segala hal, yakni dengan cara mendekatkan diri kepada Allah,” demikian Kiai Cholil Nafis.

Satgas Covid Ingatkan Faskes Akan Colaps Jika Pencegahan Tak Masif

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta agar pencegahan laju penularan virus dilakukan lebih masif lagi.

Upaya ini penting dilaksanakan mengingat fasilitas rumah sakit yang semakin terbatas dalam menangani para pasien positif.

Meskipun pemerintah telah menambah jumlah tempat tidur dan tenaga kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan, upaya pencegahan menjadi hal utama yang harus diperhatikan.

“Solusi ini harus diikuti pencegahan yang lebih masif. Karena fasilitas kesehatan tidak mungkin cukup apabila banyak penduduk Indonesia yang sakit,” ujar Wiku saat konferensi pers di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (27/1).

Karena itu, Wiku menekankan agar seluruh pihak harus mampu menekan penambahan kasus melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat. “Tugas kita semuanya agar fasilitas kesehatan yang ada cukup untuk merawat orang-orang yang akhirnya sakit,” tambah dia.

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia telah menembus angka lebih dari satu juta. Namun, kata Wiku, dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 820 ribu orang yang telah dinyatakan sembuh.

Dengan demikian, angka kesembuhan di Indonesia pun tercatat mencapai sekitar 80 persen, sedangkan jumlah kasus aktif saat ini mencapai lebih dari 100 ribu orang. “Sebagian yang belum sembuh masih dirawat, sebagian ada yang fatal,” ucap Wiku.

Sumber: republika.co.id