Abu Janda Sebut Islam Arogan, PBNU: Dia Nggak Ngerti Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Pengurus Besat Nadhatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini angkat bicara terkait ocehan Permadi Arya alias Abu Janda di media sosial yang menyatakan jika ‘Islam arogan’.

 

Abu Janda nge-twit di akun @permadiaktivis1 hal tersebut pada Minggu 24 Januari 2021 saat menanggapi cuitan Tengku Zulkarnain.

 

Menurut Helmy, Abu Janda tidak mengerti betul tentang agama dan tidak bisa membedakan antara agama dengan individu.

“Wah itu nggak ngerti Islam itu. Masa begitu? Saya tidak tahu persis. Harus dibedakan antara agama denyan orang ya,” kata Helmy kepada wartawan di Gedung PBNU, Kamis (28/1/2021).

“Kalau oknum dalam beragama itu di semua agama ada. Sehingga mencerminkan agama itu kejam, agama itu radikal dan seterusnya,” tegasnya.

Helmy pun menambahkan, semua agama pasti mengajarkan kebaikan, dan jika ada yang mengajarkan tentang kejahatan, itu artinya dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan agama.

“Semua agama mengajarkan pada kedamaian. Kalau ada yang mengajarkan kekerasan itu adalah oknum-oknum dari umat beragama itu,” tukasnya.

Sumber: okezone.com

Susi Pudjiastuti Minta Warganet Unfollowu Akun Abu Janda

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Susi Pudjiastuti mengajak netizen atau pengguna media sosial untuk berhenti mengikuti (unfollow) akun-akun yang suka membuat keruh suasana publik. Misalnya akun-akun yang suka menyebarkan kebencian atau pun berita bohong.

Ajakan ini ditulis Susi di akun Twitter resminya @susipudjiastuti.

“Seperti reply saya terdahulu, ayo unfollow daripada kita jadi tidak nyaman,” tulis Susi, Jumat (29/1)

Cuitan Susi itu mengomentari berita dari media online soal pernyataan penggiat medsos Permadi Arya alias Abu Janda di akun Twitternya. Abu Janda di Twitternya menyebut soal ‘Islam Arogan’ hingga menimbulkan ‘keriuhan’ di lini masa Twitter.

“Saya pikir saatnya dihentikan ocehan-ocehan model seperti ini yang selalu menyinggung perasaan publik. Tidak sepantasnya di masa pandemi hal-hal yang tidak positif dibiarkan. Ayo kita unfollow dan jangan pedulikan lagi orang-orang seperti ini. Salam sehat dan damai,” kata Susi.

“Ayo unfollow .. untuk kedamaian dan kesehatan kita semua .. ayo ayo!!!” cuit Susi lagi.

Sumber: kumparan.com

 

Pemerintah Tuai Kritik Pasca Jokowi Luncurkan Gerakan Wakaf Uang

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal dana wakaf menyulut komentar warganet. Mayoritas tidak mendukung dana wakaf menjadi sumber pendanaan pembangunan infrastruktur.

Pada mulanya Sri Mulyani mengatakan bahwa pemanfaatan instrumen wakaf di Indonesia belum optimal. Padahal, menurutnya, dana wakaf dapat mendukung upaya mengatasi masalah pembangunan dan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan terdapat proyek senilai Rp597 miliar yang sebagian dananya dipenuhi lewat wakaf hingga 20 Desember 2020. Kemudian, total wakaf tunai yang terkumpul dan dititipkan di bank sebesar Rp328 miliar per 20 Desember 2020.

“Upaya ini sejalan dengan kami untuk terus meningkatkan pembiayaan yang berbasis syariah yang semakin meningkat oleh masyarakat baik di Indonesia maupun di dunia,” kata Sri Mulyani dalam Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Peresmian Brand Ekonomi Syariah, Senin (25/1/2021).

Pernyataan tersebut pun diserang banyak pihak. Satu di antaranya adalah Rizal Ramli.

Dia mengatakan bahwa pemerintah tidak konsisten. Menurutnya saat ini pemerintah memiliki ketakutan berlebihan terhadap Islam, tetapi memanfaatkan dana wakaf untuk pembangunan.

“Islam-Phobia digencarkan, tapi ketika kesulitan keuangan, merayu dan memanfaatkan dana ummat, wakaf dan dana haji. Kontradiktif amat sih ..,” tulisnya melalui akun @RamliRizal.

Rizal Ramli tidak sendiri. Beberapa warganet mengkritisi pernyataan Sri Mulyani.

Akun @SirianaGde juga menuyatakan hal yang serupa. “Kotak amal Masjid dcurigai membiayai terorisme, di sisi lain negara menyasar dana wakaf utk biayai infrastruktur. Sikap yang ambigu,” tulisnya.

Tweet tersebut pun mendapatkan cukup banyak balasan. Warganet yang berkomentar ikut mempertanyakan pernyataan Menteri Keuangan.
“January 27, 2021wakaf sebaiknya digunakan untuk membangun pesantren modern untuk mendidik sumber daya manusia yang dapat bersaing. “

Sumber: bisnis.com

 

IDI Dukung Wacana Penerapan Karantina Wilayah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyambut baik wacana penerapan karantina wilayah terbatas di lingkup rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). IDI menilai kebijakan tersebut dapat memperkuat upaya pencegahan penularan Covid-19.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengatakan, karantina terbatas merupakan penguatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). “Kebijakan itu betul dan bagus, IDI setuju,” kata Daeng kepada Republika, Kamis (28/1).

Menurut Daeng, IDI justru meminta model karantina wilayah skala mikro dilakukan sejak dulu. Jika memungkinkan, kata dia, karantina wilayah dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, tetapi diprioritaskan di zona merah yang penularannya tinggi. Hal ini karena di daerah zona merah banyak terdapat orang tanpa gejala (OTG) “Jadi, OTG sudah masuk di kampung-kampung dan harus dilakukan seperti itu,” katanya.

Oleh karena itu, Daeng menegaskan pengawasan di wilayah kecil harus dilakukan supaya terpantau dengan baik. Pengawasan bisa dilakukan aparat RT/RW maupun petugas kesehatan.  “Mereka inilah yang melakukan pengawasan atau monitoring mobilitas penduduk. Itu lebih gampang dilakukan, karena kalau lingkupnya lebih kecil,” ujar dia.

Sementara, pemerintah daerah masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait rencana penerapan karantina wilayah terbatas. Kendati demikian, sejumlah daerah menyatakan telah memperkuat pengendalian penularan Covid-19 di tingkat RW. Sebaran kasus Covid-19 di tingkat RW juga dipetakan.

Wacana penerapan karantina terbatas diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada Rabu (28/1). Muhadjir yang juga menjabat sebagai wakil ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan, karantina terbatas menjadi langkah khusus yang disiapkan pemerintah untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19.

Karantina terbatas dilakukan sampai tingkat mikro di lingkup rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). Ini dilakukan dengan tujuan mendalami kasus yang ada di suatu wilayah. Selain itu, bertujuan melakukan pemisahan masyarakat dengan penderita Covid-19 melalui isolasi mandiri atau isolasi kolektif.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mengaku mulai melakukan pemetaan sebaran kasus Covid-19 di lingkungan RW. Pemetaaan itu dilakukan menyusul adanya wacana dari pemerintah pusat terkait penerapan karantina wilayah terbatas.

Sumber: republika.co.id

Ini Kata BWI Agar Gerakan Wakaf Uang Bisa Sukses

JAKARTA(Jurnalislam.com) Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyiapkan sejumlah strategi untuk mensukseskan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) yang telah diluncurkan. Salah satu caranya adalah  peningkatan literasi wakaf masyarakat.

“Selain itu, strategi juga dengan peningkatan kapasitas dan kapabilitas nazir, penguatan aspek regulasi, transparansi dan pengawasan nazir, termasuk di dalamnya pengembangan sistem informasi perwakafan,” kata Wakil Ketua BWI, Imam T Saptono kepada Republika, Rabu (27/1).

Selanjutnya, peningkatan aksesibilitas masyarakat dalam melakukan wakaf uang. Dalam hal ini terkait proses digitalisasi, inovasi produk serta layanan dari Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU). Sekaligus meluruskan opini yg beredar di masyarakat terkait pengelolaannya.

Pada dasarnya, kata Imam, pengelolaan wakaf sebagaimana tertuang dalam rukun wakaf secara fiqih maupun UU positifnya yakni UU Wakaf No 42 Tahun 2006. Bahwa pengelolaan aset wakaf sepenuhnya ada di tangan nazir.

Dalam wakaf uang, nazir menerima aset wakaf dalam bentuk uang atau investasi. Dengan demikian nazir harus menjaga nilai tunai aset tersebut. Oleh nazir uang tersebut bisa diinvestasikan kedalam beberapa pilihan yang diperkenankan oleh hukum.

“Bisa dalam bentuk produk perbankan syariah, maupun aset produktif lainnya. Dari hasil investasi itulah imbal hasilnya diserahkan oleh nazir kepada penerima manfaat atau mauquf alaih,” kata Imam menjelaskan.

Penerima manfaat ini ditetapkan sebelumnya, saat wakif ingin berwakaf. Masing-masing nazir memiliki mauquf alaih yang berbeda-beda tergantung programnya. Misal nazir BWI dengan pembangunan Rumah Sakit, nazir ACT dengan program Lumbung Ternak, nazir DD dengan pemberdayaan UMKM, dan banyak lainnya.

Intinya, pengelolaan dan kemanfaatan diserahkan kepada masing-masing nazir. Salah satu yang sedang digalakkan pemerintah juga adalah instrumen Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS) yang melibatkan banyak nazir dan LKS-PWU.

CWLS adalah sebuah opsi dari instrument investasi wakaf yang aman karena diterbitkan oleh pemerintah dan memberikan imbal hasil yang kompetitif. Di samping CWLS, kata Imam, tentu saja nazir boleh menginvestasikannya kepada aset-aset produktif yang lain sepanjang aman dan tidak melanggar ketentuan yang ada.

Sumber: republika.co.id

Komisi XI Yakin Gerakan Wakaf Uang Dapat Berdayakan Ekonomi Umat

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi mendukung penuh gerakan nasional wakaf uang. Besarnya potensi wakaf uang diyakini bakal menjadi terobosan untuk mengatasi ketimpangan sosial di masyarakat.

“Kami sangat mendukung gerakan nasional wakaf uang karena besarnya potensinya dalam memberikan sumbangan nyata bagi pemberdayaan ekonomi umat. Kami mendorong pondok pesantren, para alim ulama untuk aktif memberikan kesadaran bagi umat Islam akan pentingnya wakaf dalam bentuk uang ini,” ujar Fathan Subchi, Kamis (28/1).

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) dan Brand Ekonomi Syariah, di Istana Negara pada Senin (25/1). Gerakan ini diyakini bakal menjadi terobosan bagi pemberdayaan ekonomi mengingat besarnya potensi wakaf di Indonesia. Jokowi menyebut potensi wakaf di Indonesia bisa sampai Rp 2.000 triliun per tahun. Sedangkan potensi wakaf uang mencapai Rp 180 triliun per tahun.

Fathan menjelaskan, selama ini potensi wakaf dari umat Islam sebagian besar disalurkan dalam bentuk harta tak bergerak seperti tanah dan bangunan. Kondisi ini membuat pemanfaatan wakaf menjadi terbatas, sehingga kurang optimal dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat Islam sendiri.

“Jika dirupakan dalam bentuk uang maka pemanfaatan wakaf akan lebih fleksibel terutama dalam menumbuhkan potensi usaha bagi mereka yang menerimanya,” ujarnya.

Fathan mengungkapkan, saat ini kondisi ekonomi masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah mengalami keterpurukan menyusul pandemi Covid-19. Saat ini sebagian besar dari mereka hanya berusaha mempertahankan usaha yang sudah ada supaya tidak tutup. Kondisi ini membutuhkan uluran tangan para pewakaf dari golongan yang berkecukupan agar bisa segera bangkit dari keterpurukan.

“Kami yakin semangat dari para wakif (orang yang wakaf) dari golongan mampu untuk tetap menyalurkan wakaf mereka meskipun dalam kondisi pandemi,” katanya.

Sekretaris Fraksi PKB DPR ini berharap gerakan nasional wakaf uang ini melibatkan para pemangku pesantren di seluruh Tanah Air. Menurutnya, para kiai, ulama, dan ustadz dari kalangan pesantren mempunyai peran besar untuk meyakinkan umat, terutama mengubah kebiasaan para pewakaf agar tidak lagi menyalurkan wakaf mereka dalam bentuk tanah dan bangunan tapi juga dalam bentuk uang.

“Keterlibatan kalangan pesantren dalam gerakan nasional wakaf uang ini sangat krusial karena mereka bisa meyakinkan umat jika wakaf dalam bentuk uang bisa lebih bermanfaat dalam situasi seperti sekarang ini,” katanya.

Kendati demikian, Fathan berharap jika gerakan nasional wakaf dalam bentuk uang ini juga dibarengi dengan kampanye transparansi dalam manajemen pengelolaannya. Menurutnya, masyarakat harus diyakinkan jika wakaf yang mereka salurkan akan dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat guna.

Sumber: republika.co.id

Angka Kesembuhan Covid-19 Naik 12,9 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, tren perkembangan kasus sembuh Covid-19 di Indonesia saat ini semakin membaik dengan peningkatan kasus selama tujuh minggu berturut-turut.

Pada minggu ini, Satgas mencatat persentase kasus kesembuhan Covid-19 mengalami kenaikan 12,4 persen.

“Peningkatan angka kesembuhan ini melengkapi perkembangan kasus positif yang mengalami penurunan persentase dan angka kematian yang turun dibanding minggu sebelumnya,” kata Wiku saat konferensi pers, Kamis (28/1).

Wiku menyebut, lima provinsi yang mencatatkan peningkatan kasus kesembuhan tertinggi minggu ini yakni DKI Jakarta naik 2.398, Jawa Barat naik 2.051, Jawa Timur naik 683, Sulawesi Selatan naik 377, dan Kalimantan Timur naik 268.

Untuk meningkatkan angka kasus sembuh, Satgas meminta pemerintah daerah memastikan pemberian layanan kesehatan kepada seluruh pasien sesuai dengan standar.

“Koordinasikan juga dengan Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat pusat apabila terdapat kendala,” tambah dia.

Sumber: republika.co.id

Pakar Rekomendasikan Penanaman Bambu Sepanjang DAS Puncak

BOGOR(Jurnalislam.com) — Pakar tata ruang Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Ernan Rustiadi merekomendasi untuk dilakukan penanaman rumpun bambu di sepanjang daerah aliran sungai (DAS). Hal tersebut berkaitan dengan kejadian banjir bandang pada 19 Januari di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, yang kemungkinan terulang kembali di kemudian hari.

Banjir terjadi di Sungai Cisampay, yang mengalir ke Sungai Ciliwung. “Jadi kami rekomendasikan agar dilakukan penanaman bambu di sepanjang DAS untuk mengurangi dampak banjir bandang yang kemungkinan terjadi di masa yang akan datang, terutama di musim hujan yang ekstrem,” ucap Ernan beberapa waktu lalu.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan setuju untuk melakukan penanaman bambu di sepanjang DAS guna memperkuat dinding dan anak sungai. Langkah itu sekaligus untuk mengatur jalur air agar tak menerjang permukiman.

“Mungkin secara keseluruhan kalau memang saran untuk menanam bambu di DAS ya kita setuju supaya mengatur jalur air. Mungkin nanti kita akan lihat jalur di Ciliwung supaya air tidak salah jalan,” ujar Iwan kepada Republika, Kamis (28/1).

Untuk itu, Iwan siap mendiskusikan saran tersebut kepada dinas terkait. Sekaligus mempresentasikan ide dan saran tersebut sebagai bentuk penanggulanan bencana di kemudian hari.

Bahkan, Iwan menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan penanaman bambu bersama masyarakat. “Kalau memungkinkan, kita dengan pemda dengan masyarakat juga akan adakan gerakan menanam bambu di sepanjang jalur Sungai Ciliwung misalnya,” ucap Iwan.

Selain itu, tim mitigasi dari dinas terkait di Pemkab bakal memberi saran atau arahan kepada perusahaan yang bertanggungjawab atas pemukiman di daerah rawan bencana. Misalnya, PT Perkebunan Nusantara (PN) VIII, untuk melakukan relokasi pemukiman.

Iwan mengatakan, tim mitigasi mengkaji terlebih dahulu apakah daerah tersebut memang rentan atau rawan terhadap adanya bencana susulan. “Jadi itu kan jalurnya itu adalah internal manajemen PTPN VIII. Mungkin dari tim mitigasi akan memberikan saran atau arahan kepada PTPN. Kalau dianggap daerah berbahaya mungkin akan berikan surat untuk relokasi,” jelasnya.

Sumber: republika.co.id

Satgas: Proses Vaksinasi Tanpa Efek Samping Berarti

JAKARTA(Jurnalislam.com) Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat agar tak ragu mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Wiku yang telah mendapatkan vaksinasi tahap kedua pada Rabu (27/1) kemarin, mengaku tak merasakan efek samping setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac.

“Saya bersama Presiden dan beberapa penerima vaksin perdana telah menyelesaikan proses vaksinasi tanpa efek samping berarti apapun hingga detik ini,” ujar Wiku saat konferensi pers.

Karena itu, ia meminta masyarakat agar tak ragu mengikuti program vaksinasi gratis dari pemerintah ini. Wiku menegaskan, peran setiap individu dalam program vaksinasi ini sangat penting untuk membentuk kekebalan komunitas di Indonesia.

Saat ini, program vaksinasi masih diberikan kepada penerima prioritas yakni tenaga kesehatan dan akan diberikan secara bertahap ke masyarakat. Satgas mencatat, per 25 Januari sebanyak 193.909 tenaga kesehatan telah menerima vaksinasi Covid-19.

Ia menjelaskan, vaksinasi memiliki sejumlah manfaat, di antaranya yakni mengurangi kerentanan untuk terinfeksi, mengurangi pengembangan gejala penyakit yang parah, hingga mengurangi risiko penularan kepada orang lain. Melalui vaksinasi ini akan terbentuk herd immunity atau kekebalan komunitas.

“WHO menegaskan bahwa kekebalan komunitas seharusnya dicapai melalui vaksinasi, bukan membiarkan penyakit menyebar secara tidak terkendali pada populasi atau masyarakat,” tambah dia.

Sumber: republika.co.id

UMKM yang Manfaatkan Digital Dinilai Mampu Bertahan di Tengah Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan pemerintah untuk memutus mata rantai Virus Covid-19 di masa pandemi ini membuat para perkembangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) menurun.

Hal itu dibenarkan oleh oleh Sekjen Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI), Siti Radarwati.
Menurut wanita yang biasa disapa Bunda Ati ini, bisnis katering salah satu yang imbas keganasan akibat pandemi Covid-19. Menurutnya, bisnis katering mengalami penurunan omzet hingga 40 persen. Bisnis katering seperti wedding oginanizer sangat menurun drastis.
“Bisnis kuliner di wedding orginazer dimasa pandemi ini tidak ada kegiatan, berhenti semuanya. Semua drop orderan. Kalau dipukul rata bisnis katering turun 40 persen,” kata Ati dalam webinar Kiat Menjadi UMKM Kuliner yang digelar di Hotel Aston Priority, Simatupang, Jakarta, Kamis (28/1).
Meski ada bisnis kuliner yang menurun drastis tapi, kata sia, ada juga bisnis kuliner yang justru naik di masa pandemi ini. Siti Radarwati, bisnis kuliner UMKM yang omzetnya naik di masa Pandemi ini adalah pelaku UMKM yang mengopimalkan digitalisasi, yakni memasarkan produk secara online.
“Mereka yang bisa memanfaatkan pemasaran secara online mengalami peningkatan omzet untuk produk-produknya. Sebab ada pergeseran perilaku pembeli yang tadinya melakukan tatap muka menjadi secara online,” kata Siti.
Awalnya, ‘Aku Singkong’, kata dia, dijual melalui majelis taklim atau pengajian ibu-ibu. Sebab, produk ‘Aku Singkong’ diproduksi oleh para santri-santri pesantren, yang nantinya keuntungan tersebut digunakan untuk perkembangan atau kemajuan pesantren.
“Produk kami adalah hasil kerja dari para santri. Sebagai mereka yang bercocok tanam singkong. Sebab. Hasil dari penanaman singkong keuntungannya untuk pendidikan di pesantren. Sedangkan untuk pemasaran, kami menjualnya ke para ibu-ibu pengajian atau majelis takilm. Nah, dari ibu-ibu itu, produk kami dipromosikan kepada anak-anaknya yang telah bekerja di kantoran. Secara tidak langsung produk kami melebar ke perkantoran. Jadinya kami minim biaya promosi,” kata Lutfi.
Namun, di masa pandemi ini, penjualan ‘Aku Singkong’ mengalami penurun. Sebab, majelis taklim tidak ada, semua kegiatan yang bertatap muka dihentikan. “Ini berdampak pada penjualan kami,” ucap Lutfi.
Akhirnya, Lutfi mengatakan, pihaknya beralih menggunakan penjualan secara daring. “Agar kita tetap berproduksi. Kami jualannya melalui online, yang awalnya tradisional sekarang mengitu perkembangan digitalisasi,” kata Lutfi.
Director of Marketing Communications Aston Simatupang Paundra Hanutama mengatakan, pihaknya siap membantu para pelaku UMK untuk kembali berjaya di masa pandemi Covid-19 ini.
“Kita selalu siap melakukan kerjasama dengan pelaku UMKM untuk memasarkan peroduk-produknya agar para pelaku UMKM bisa berkembang lagi di masa pandemi ini,” ucapnya.
Sumber: republika.co.id