Pemanfaatan Teknologi dalam Ujian Praktik untuk Penguatan Karakter

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Ujian Praktik kala pandemi kali ini berbeda. SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar ujian praktik kelas IX secara virtual pada Senin hingga Jumat (1-5/2/2020). Bukan hanya sekadar ujian praktik untuk mendapatkan nilai, penguatan karakter menjadi target dalam pelaksanaannya.

 

Aryanto selaku humas sekolah menyampaikan bahwa jadwal pelaksanaan ujian praktik kelas IX tahun 2020/2021 berdasarkan kurikulum adalah awal Februari. Meskipun kondisi pandemi dan siswa belajar dari rumah, kami menerapkan ujian praktik ini secara totalitas baik guru maupun siswa.

 

“Terdapat 10 mata pelajaran (mapel) yang diujikan meliputi mapel umum, agama, dan muatan lokal. Setiap mapel memberikan tagihan tugas sesuai kompetensi yang dicapai berupa video yang diupload di media sosial berupa tiktok, youtube, dan instagram. Bahkan ada mapel yang menggunakan aplikasi-aplikasi lain. Target dari ujian praktik bukan hanya siswa mendapatkan nilai, melainkan juga terdapat penguatan karakter seperti kejujuran, kerja keras, percaya diri, ketelitian, tanggung jawab, dan sebagainya,” papar Aryanto di sela-sela mengajar.

 

Aplikasi Strava dan Zoom saat Praktik Lari

Aryanto pun menambahkan hal yang menarik terlihat pada ujian praktik mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Terdapat materi ujian kebugaran jasmani berupa lari 1,2 km dan senam irama berupa senam jantung sehat. Untuk mendapatkan nilai ujian praktik tersebut, siswa harus lari dan melakukan gerakan senam sesuai contoh.

“Bagaimana cara menilai aktivitas siswa lari sedangkan mereka beraktivitas di rumah masing-masing. Apakah hanya mengirim foto dan laporan? Tentu tidak untuk kami. Oleh guru olahraga, Ustazah Cahyaningtyas mengarahkan siswa untuk menggunakan aplikasi strava dan zoom dalam pelaksanaannya. Hal itu agar kegiatan bisa dipantau dan bisa melihat tingkat kejujuran dan kerja keras siswa,” jelasnya.

Sementara itu, Ustazah Cahyaningtyas menjelaskan target ujian praktik ini adalah kami ingin memperoleh nilai secara utuh dari keterampilan siswa hingga kejujuran dan kerja keras siswa. Maka dari itu, kami menggunakan aplikasi strava dan zoom dalam pelaksanaan ujian.

“Siswa membuka aplikasi strava dan memfollow akun Ustazah lalu kami mulai kegiatan meliputi pemanasan, lari sejauh 1,2 km, dan pendinginan. Setiap sesi tersebut para siswa mengirimkan foto dan merecord melalui aplikasi. Kami juga ikut mengawasi dan mendampingi siswa lari melalui aplikasi zoom,” jelasnya.

Menurutnya, selama ujian praktik siswa terlihat jujur dan sudah berusaha menenuhi tugas dengan kerja keras. Untuk menilai karakter tersebut, Ustazah Cahyaningtyas memantau melalui aplikasi tersebut karena yang tidak jujur akan terlihat.

“Data dalam aplikasi tersebut cukup akurat. Siswa yang lari maka waktu tempuh akan terpantau. Misal ada siswa yang tidak jujur seperti naik sepeda maka waktu tempuh dan jarak tidak akurat. Saya pernah mencoba record lari, tetapi naik sepeda dalam jarak 2, 5 km maka di strava akan terekam 9 menit. Sebaliknya, saya lari 2 km maka waktu tempuh 26 menit. Nah kejanggalan yang muncul akan kita tabayunkan ke siswa,” jelasnya.

Guru PJOK tersebut menambahkan untuk praktik senam irama, ia mencuplikan dari senam irama jantung sehat seri 4 selama 3 menit. Praktik senam irama menggunakan aplikasi zoom.

“Kami open zoom, play audio, siswa mengikuti gerakan sesuai contoh yang dihafalkan sebelumnya. Disitu terdapat penilaian karakter. Jika anak kerja keras dan sungguh-sungguh, hafal gerakan, gerakan tepat sesuai dengan nada dan tempo maka nilai A. Praktiknya kita bagi ke dalam dua kloter yaitu absen 1-15 untuk kloter pertama dan 16 -30 kloter kedua,” jelasnya.

Praktik berikutnya adalah senam lantai yaitu kayang dan sikap lilin. Ujian ini hasilnya berupa produk. Siswa mengirimkan produk video gerakan kayang dan sikap lilin melalui link drive dan youtube.

“Penguatan karakter berupa kejujuran, antusias, semangat, dan kerja keras ini yang kami cari. Jadi tidak asal mengerjakan tugas saja,” tandasnya.

 

Mahasiswa KKN UIN Walisongo adakan pendampingan TPQ

NGAWI(Jurnalislam.com)–Mahasiswa KKN mandiri inisiatif terprogram dari rumah angkatan ke-11 (KKN MIT DR Ke-11) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang yang tergabung dalam kelompok 1 mengadakan kegiatan pendampingan TPQ secara gratis di Desa Macanan Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi pada hari kamis 4 februari 2021.

Pendidikan TPQ merupakan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keagamaan serta mengajarkan untuk mebiasakan diri untuk rajin beribadah kepada Allah SWT. Kegiatan mengajar di TPQ Thoriqul Huda ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di daerah masing-masing. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak mulai dari usia empat tahun sampai dengan sepuluh tahun. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 15.30 WIB sampai dengan 16.30 WIB.

Kegiatan pendampingan TPQ ini dilaksankan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan tetap memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk masjid dan juga menjaga jarak untuk memutus mata rantai penyebara virus covid-19.

Kegiatan pendidikan TPQ ini tidak hanya pendampingan para santri dalam mebaca Al-Qur’an saja, tetapi mahasiswa KKN UIN Walisongo semarang juga mendampingi para santri untuk menghafalkan surat-surat pendek, asmaul husna, bacaan sholat dan doa-doa sehari-hari.

Pendampingan TPQ ini disambung dengan baik oleh para santri dan ustadzah di TPQ Thoriqul Huda. “para santri sangat antusias dan senang dengan ke datang mahasiswa KKN UIN Walisongo semarang, sehingga kegiatan TPQ ini menjadi jauh lebih berwarna dan menyenangkan. Harapan ke depannya semoga para santri TPQ menjadi lebih semangat dalam mengikuti kegiatan TPQ”, ungkap ustadzah munayah.

 

 

Wakaf Uang-BSI, Yes – Syariat Islam, Yes or No?

Oleh: Abu Muas T (Pemerhati Masalah Sosial)

 

Terlihat sangat antusias memasuki tahun 2021 yang berkaitan dengan “uang” sedang menjadi fokus urusan penentu kebijakan negeri ini. Diawali dengan peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) Senin (25/1/2021) menyusul kemudian merger tiga Bank Syariah BUMN yang efektif 1 Februari 2021 ke satu wadah bernama Bank Syariah Indonesia (BSI)

 

Jika kita cermati ada sebuah perubahan paradigma memasuki tahun 2021 ini. Pada tahun-tahun sebelumnya terasa sangat alergi di negeri ini dengan istilah-istilah yang bernuansa kearab-araban. Hingga puncaknya ada deklarasi Islam Nusantara, konon idenya menciptakan Islam dengan kearifan lokal negeri +62.

 

Padahal, dalam perjalanan dakwahnya mengemban risalah Islam selama tidak kurang dari 23 tahun, belum pernah kita membaca sejarah Rasulullah SAW baik saat di Makkah menamakan Islam Makkah maupun pada saat di Madinah menamakan Islam Madinah.

 

Kembali pada istilah-istilah yang berbau kearab-araban yang selama ini seolah-olah mau didegradasi, apakah istilah wakaf dan syariah bukan berasal dari bahasa Arab? Ada apa di balik perubahan paradigma memasuki tahun 2021 ini, dimana negeri +62 mau kembali mengabdosi istilah-istilah Arab pada hal-hal tertentu saja?

 

Patut diduga perubahan paradigma ini khususnya hanya yang berkaitan dengan “uang”. Sepertinya yang selama ini alergi dengan istilah yang berbau kearab-araban mengatakan, biarlah untuk kali ini istilah tersebut digunakan karena merupakan “lahan basah”, sehingga ada istilah “Wakaf Uang dan Bank Syariah -Yes? Kalau Syariat Islam yang lain, sorry? Padahal Syariat Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan bukan hanya mengurusi soal keuangan saja.

 

Jika telah tahu dan atau mendengar Syariat Islam itu mengatur seluruh aspek kehidupan, kenapa para penentu kebijakan negeri ini tidak melaksanakan aturan-Nya secara keseluruhan, malah hanya pilih-pilih yang dinilai lahan basah?

 

Jika demikian kondisinya, apa bedanya dengan watak Bani Israil atau Yahudi yang menyatakan, “Sami’na wa ‘Ashaina” (Kami mendengar, tapi tidak menaati) (QS. Al Baqarah, 2:93).

Din Syamsuddin Bicara Peran Agama di Hari Persaudaraan Kemanusiaan Sedunia

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015, dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI 2015-2020, Prof. Din Syamsuddin menjadi salah seorang pembicara pada Perayaan Al-Azhar untuk Hari Persaudaraan Kemanusiaan Sedunia, 3 Pebruari 2021 kemarin.

Perayaan tahunan itu merupakan kali kedua sejak Piagam Persaudaraan Kemanusiaan (Watsiqat al-Ukhuwwah al-Insaniyah) ditandatangani oleh Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Al-Thayyib dan Paus Fransiscus di Abu Dhabi, 4 Pebruari 2019 yang lalu.

Piagam Persaudaraan Kemanusiaan itu menandai persatuan keyakinan keagamaan, persatuan Timur-Barat, Utara-Selatan, bahkan antara kaum beragama dan tidak beragama.

Pada Perayaan Tahunan 2021, yang diselenggarakan secara virtual oleh Komite Tertinggi Persaudaraan Kemanusiaan (The Higher Committee of Human Fraternity) yang berkedudukan di Kairo, hadir sejumlah tokoh, baik Muslim maupun Kristiani, baik Dunia Arab mau luar., termasuk dari PBB. Dari Indonesia hadir Prof. Din Syamsuddin.

Dalam pidatonya yang (atas permintaan panitia) berjudul “Tanggung Jawab Organisasi Keagamaan untuk Membangun Persaudaraan Kemanusiaan”, Prof. Din Syamsuddin mengatakan bahwa penandatangan Piagam Kemanusiaan itu merupakan tonggak peradaban yang penting dan tepat waktu.

Menurutnya, peradaban manusia tengah menghadapi masalah yang menciptakan disrupsi besar. Maka adalah tanggung jawab Organisasi Keagamaan untuk tampil sebagai problem solver (penyelesai masalah). Namun hal itu meniscayakan adanya kerja sama antar umat berbagai agama.

Dalam pandangan mantan Utusan Khusus Presiden utk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban ini, kerja sama antar umat beragama sedunia sangat mendesak.  Walaupun agama-agama berbeda secara teologis, namun mereka bertemu pandangan pada titik kemanusiaan.

Agama memang dari Tuhan, tapi sejatinya untuk manusia dan kemanusiaan. Maka tidak ada pemisahan antara Persaudaraan Keimanan (seperti Persaudaraan Keislaman) dan Persaudaran Kemanusiaan. Keduanya bagaikan dua sisi mata uang.

Di akhir pidatonya, Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta ini, menyarakankan agar Perayaan Hari Persaudaraan Kemanusiaan Sedunia tidak berhenti pada seremoni dan diskusi, tapi harus berlanjut pada aksi nyata ada kolaborasi umat lintas agama dalam membangun koeksistensi damai dan toleransi. Keduanya perlu berlanjut pada kolaborasi dalam berbagai sektor peradaban.

Memberi sambutan pembukaan Wakil Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Muhammad Al-Dhuhaiwy, Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Muhammad Al-Mahrashowy, dan sejumla tokoh Islam dan Kristen.

Relawan Solopeduli Distribusikan Logistik untuk Korban Banjir di Jember

JEMBER (Jurnalislam.com)- Relawan Solopeduli terus diterjunkan di berbagai titik lokasi bencana banjir. Kali ini Solopeduli terjunkan relawan Siap Siaga (Sigab) untuk mendistribusikan logistik di wilayah terdampak banjir Jember Kamis (4/2/2021) sore hari.

Menurut data yang dihimpun oleh Tim Sigab Solopeduli saat pendistribusian banjir diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi sehingga mengakibatkan debit air Sungai Bedadung meningkat dan meluap pada hari Jumat, 29 Januari 2021 Pkl. 16.00 WIB.

Banjir menggenangi kurang lebih sembilan desa yang terdiri dari 6 kecamatan diantaranya Ds Jelbuk Kec Jelbuk, Ds Kepatihan, Ds Tegal Besar Kec Kepatihan, Ds Petemon Kec Pakusari dan beberapa desa lainnya. Ada sebanyak 1.460 jiwa yang terdampak dan tidak ada korban jiwa. Dari data yang di oleh Tim Sigab Solopeduli banjir di Jember terdampak kerugian materil antara lain 9 unit rumah roboh 10 unit rusak parah 2 unit rumah rusak ringan kurang lebih 364 rumah terdampak dan 1 unit mushola juga terdampak.

Yudha Koordinator Sigab menyampaikan Saat ini warga sudah kembali kerumah masing-masing kecuali rumah yang rusak total.

“Warga juga sudah mulai membangun rumah mereka masing-masing,” katanya.

Menurut penuturan Harno warga yang terdampak banjir, bantuan yang dibutuhkan saat ini berupa material bangunan lebih dibutuhkan untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak di terjang banjir.

“Tidak sempat menyelamatkan apa-apa karna air datang begitu cepat, yang penting kita lari menyelamatkan diri dulu,” ungkapnya.

Direktur Pendayagunaan Harjito menyampaikan berharap dengan pendistribusian logistik ini dapat sedikit membantu dan meringankan beban saudara kita yang terdampak banjir di Jember.

BSI Diharap Jadi Panutan Bank Syariah di Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menginginkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang kini menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, dapat menjadi panutan bagi bank-bank syariah lainnya di Indonesia

“Saya apresiasi sebesar-besarnya atas lahirnya Bank Syariah Indonesia ini dan ini baru lahir, pekerjaan masih banyak. Bagaimana mewujudkan mimipi dari masyarakat, lahirnya raksasa yang bisa memberikan manfaat terbaik baik dari kualitas produk, biaya murah, jaringan luas dan juga menjadi role model bagi bank syariah yang lain,” ujar Wimboh saat pembukaan perdagangan BEI dalam rangka pengenalan nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk di Jakarta, Kamis (4/2).

Menurut Wimboh, kehadiran BSI sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat, mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Di samping itu, lanjut Wimboh, tantangan yang dihadapi terkait ekonomi syariah di Indonesia cukup besar karena masyarakat masih belum begitu paham terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

Berdasarkan hasil survei OJK, tingkat inklusi keuangan syariah baru 9,1 persen, padahal untuk yang konvensional telah mencapai 76,19 persen. Sementara itu, tingkat literasi keuangan syariah sebesar 8,93 persen, sedangkan yang konvensional telah mencapai 38,03 persen.

“Di samping itu, masyarakat kita juga mengidamkan bahwa produk-produk keuangan syariah ini harus lebih murah, kualitasnya lebih bagus, dan juga pelayanannya nyaman. Dan itu semua hanya bisa dalam praktik maupun teori, kalau kita punya bank syariah yang raksasa,” kata Wimboh.

Wimboh juga menyambut baik cita-cita BSI masuk dalam sepuluh bank syariah terbesar dunia dan optimistis hal tersebut dapat terwujud. Pembentukan BSI juga merupakan salah satu upaya bersama untuk membantu mempercepat proses pemulihan ekonomi Indonesia.

“Kita tahu bahwa dunia juga mengalami hal yang sama. Saya rasa sektor finansial di seluruh dunia juga melakukan reformasi dan ini adalah hal yang tepat kita melakukan reformasi dengan melahirkan bank syariah yang besar untuk Indonesia,” ujar Wimboh.

Ia berharap, keberadaan BSI juga dapat memberikan sentimen positif bagi pengembangan pasar modal di Tanah Air. Selain itu, BSI juga diharapkan dapat fokus menjadi bank yang inklusif dan membantu intermediasi perbankan dan pembinaan ke daerah-daerah.

“Satu hal terakhir yang sangat penting yaitu peran BSI, bukan hanya BSI, tapi juga seluruh bank syariah di Indonesia, adalah ikut juga menstimulate adanya bisnis-bisnis kecil di daerah, ini penting. Jadi kita harus ikut create the business melalui pengembangan bisnis UMKM di daerah dan ini adalah yang diharapkan oleh masyarakat kita di mana yang paling besar tinggal di daerah dan membutuhkan pembinaan itu. Untuk itu jangan dilupakan peran dari bank syariah adalah ikut membina masyarakat,” kata Wimboh.

Sumber: ihram.co.id

Kudeta Myanmar, MUI Minta Kekerasan terhadap Muslim Rohingya Dihentikan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, MA menyatakan rasa prihatin atas memanasnya situasi politik di Myanmar.

 

Menurutnya, MUI mendesak pemerintah Myanmar melakukan dialog termasuk dengan masyarakat Muslim di sana, diantaranya Muslim Rohingya yang selama ini mengalami diskriminasi, pembunuhan dan pengusiran paksa.

 

Menurut berbagai laporan media saat ini tercatat lebih dari 700 ribu Muslim terpaksa mengungsi  ke Bangladesh dan berbagai Negara, termasuk ke Indonesia.

 

“MUI  menyerukan agar penguasa di Myanmar melaksanakan resolusi PBB (Des 2019) yang menyerukan  kepada Pemerintah Myanmar untuk melindungi semua kelompok minoritas, termasuk minoritas Muslim di negeri itu, dan memastikan pengadilan terhadap para pelaku pelanggaran HAM terhadap minoritas Muslim Rohingya,” kata Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, MA, dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Jumat (5/2/2020).

 

MUI juga, menurutnya, menyerukan agar penguasa di Myanmar  menindaklanjuti keputusan International Court of Justice (Jan 2020) yang memerintahkan Pemerintah Myanmar untuk menggunakan segala cara dan kemampuannya  untuk mencegah kemungkinan berlanjutnya genosida terhadap Muslim Myanmar.

Saudi Tutup Akses Jamaah Umrah Indonesia, Kemenag: Kita Harus Ikhlas

JAKARTA(Jurnalislam.com) –– Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan Arab Saudi menutup sementara akses masuk bagi pendatang dari 20 negara, termasuk Indonesia.

Dampak kebijakan Arab Saudi ini membuat akses umroh tertutup bagi jamaah Indonesia.
Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Prof Oman Fathurrahman menyampaikan, sangat memahami larangan masuk ke Arab Saudi ini menimbulkan kekecewaan bagi calon jamaah umroh. Kebijakan ini juga menjadi kesulitan tersendiri bagi para pelaku bisnis penyelenggara perjalanan ibadah umroh (PPIU).

“Namun, karena ini menyangkut keselamatan bersama, kita harus ikhlas menerimanya,” kata Prof Oman, Kamis (4/2).
Ia mengatakan, Ditjen PHU Kemenag sangat menghormati keputusan Arab Saudi yang mengeluarkan larangan masuk tersebut. Kebijakan itu niscaya diambil atas dasar pertimbangan keselamatan bagi semua dan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Arab Saudi.
“Kami mengimbau agar kita bisa semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan agar kondisi yang serba sulit ini dapat segera teratasi,” ujarnya.
Sumber: ihram.co.id

Inisiator Pasar Muamalah Ditangkap, DSN MUI :Hargai Warga Berekonomi Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sekretaris Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Jaih Mubarok turut berkomentar terkait penangkapan inisiator Pasar Muamalah Depok Zaim Saidi.

Menurutnya, Pemerintah dan Kepolisian harus menghargai niat baik warga masyarakat dalam menegakkan syariah Islam.

“Saya tidak tahu persis tentang apa yang terjadi di Pasar Muamalah Depok. Jadi, tidak valid kalau harus menilainya. Akan tetapi niat baik untuk menegakkan syariah juga perlu dihargai selama pelaksanaannya tidak menyalahi peraturan perundang-undangan,” ujar Jaih di Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Dia menjelaskan kondisi ini berlaku sebagaimana Muhammad Utsman Syubeir dalam kitab al-Madkhal ila Fiqh al-Mu’amalat al-Maliyyah (2018: 41-42) yang mengajukan prinsip al-mu’amalat tujma’ baina al-diyanah wa al-qadha’ atau penerapan nilai-nilai syariah harus selaras. Baik dalam ketentuan agama (diyanah) dan juga ketentuan negara (qadha’).

“Ini menurut saya pribadi berdasarkan pada literatur. Wa Allah a’lam bi al-shawwab,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap pendiri Pasar Muamalah, Depok, Zaim Saidi. Passapemeriksaan, polisi secara resmi menahan Zaim Saidi.

Sumber: sindonews.com

Kemenag- BPKH Integrasikan Sistem Pengelolaan Haji

JAKARTA(Jurnalislam.com) —  Kementerian Agama (Kemenag) dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sepakat untuk mengintegrasikan sistem pengelolaan haji guna memberikan pelayanan yang lebih baik bagi umat muslim Indonesia.

Integrasi ini diwujudkan dengan mensinkronisasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang merupakan kanal pelayanan haji miliki Kemenag dengan Sistem Keuangan Haji Terpadu (Siskehat) milik BPKH, ke dalam aplikasi Integrasi Keuangan Haji Sistem Aplikasi Nyata atau IKHSAN.

“Ini sebuah terobosan dan menunjukkan bahwa transparansi sedang dikembangkan dalam pengelolaan ibadah haji,” tutur Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas usai menyaksikan rilis aplikasi IKHSAN secara daring, Rabu (03/02).

Peluncuran aplikasi IKHSAN digelar secara daring (dalam jaringan) melalui media videoconference dan luring (luar jaringan) di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jakarta.

Scaning secara simbolis aplikasi ini diluncurkan oleh Sekjen Kemenag Nizar Ali dan Ketua BPKH Anggito Abimayu disaksikan Menag Yaqut Cholil Qoumas dengan mengarahkan kamera handphone ke barcode di layar.

Tampak hadir menyaksikan  secara langsung peluncuran aplikasi IKHSAN, Ketua Dewan Pengawas BPKH dan jajaran, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Sekjen Kemenag Nizar Ali dan Plt Dirjen PHU Oman Fathurahman.

Menag Yaqut menambahkan pada medio 2018 – 2019, indeks kepuasaan jemaah haji Indonesia atas penyelenggaraan ibadah haji menunjukan hasil yang menggembirakan. Ia berharap kehadiran aplikasi IKHSAN ini akan membantu Kemenag untuk dapat melakukan perencanaan pelayanan jemaah haji dengan lebih baik.

Kementerian Agama, lanjut Menag, berkomitmen untuk melakukan perbaikan pelayanan ibadah haji. Meliputi, perbaikan proses pendaftaran, pemberian informasi yang tepat dan akurat, perbaikan pelayanan jemaah haji selama di tanah suci, hingga perbaikan pemulangan jemaah haji.

“Saya meminta kerjasama semua pihak untuk mendukung program ini agar sistem pelayanan haji semakin membaik. Mari kita terus melahirkan inovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada umat,” kata Menag.

Senada dengan Menag, Sekjen Kemenag Nizar Ali aplikasi ini terintegrasi dengan sistem Haji Pintar dan bertujuan memudahkan nasabah sejak proses pendaftaran dan mengetahui nilai kebermanfaatan setiap tahunnya.Hal ini diungkap Nizar dalam gelaran dialog bersama mitra kerja Kementerian Agama di antaranya bank daerah dan para nasabah.

“Setelah mendaftar setoran awal nasabah bisa mendapatkan nomor kursi sekaligus bisa mengetahui prediksi keberangkatan tahun berapa. Kemudian nasabah juga bisa memantau saldo setiap tahun termasuk perkembangan operasional haji,” ujar Sekjen dalam dialog bersama seorang nasabah asal Aceh via daring.

Sementara Kepala BPKH Anggito Abimanyu menjelaskan Ada 32 pelayanan yang terdapat dalam aplikasi IKHSAN. “Mulai dari setoran awal hingga jadwal keberangkatan jemaah haji dengan koneksi secara real time,” ungkap Anggito.

“Aplikasi ini juga bertujuan membantu Kementerian Agama dalam melayani keberangkatan jemaah haji Indonesia serta membantu BPKH untuk meningkatkan manfaat keuangan haji yang memenuhi kaidah syariah, kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan, dan akuntabel,”imbuhnya.