Relawan Masjid Inggris Bagikan Ribuan Paket untuk Masyarakat Terdampak Pandemi

BIRMINGHAM(Jurnalislam.com) — Relawan dari Masjid Green Lane di Small Heath, Birmingham, Inggris menyiapkan 500 pak makanan yang cukup untuk 2.000 bungkus makanan. Relawan masjid ini membagikan makanan tersebut kepada para tunawisma dan orang yang membutuhkan.

Masjid Green Lane di Small Heath membuka pintunya bagi relawan dari Islamic Relief dan organisasinya sendiri yang menyiapkan 2.000 bungkus makanan. Mereka membantu orang-orang di kota yang membutuhkan makanan di masa pandemi Covid-19.

Makanan didistribusikan ke seluruh kota untuk para tunawisma, pengguna bank makanan, pencari suaka, pengungsi dan mereka yang menderita kekerasan dalam rumah tangga.

Untuk membantu selama pandemi virus corona, masjid ini telah memperluas program bank makanan. Sehingga bisa beroperasi tujuh hari dalam sepekan. Bank makanan ini menyediakan persediaan penting bagi siapa saja yang membutuhkan, terlepas dari keyakinan dan latar belakangnya.

“Masjid Green Lane memainkan peran integral dalam memberikan dukungan kepada komunitas lokal mereka, terutama selama krisis virus corona,” kata Direktur Islamic Relief Inggris, Tufail Hussain, dilansir dari laman Birmingham Mail, Jumat (5/2).

“Dengan jumlah kasus virus corona sepanjang waktu, tertinggi setiap hari di Inggris, penting sekarang lebih dari sebelumnya untuk berdiri bersama sebagai komunitas dan menyediakan bagi mereka yang membutuhkan,” kata Tufail.

“Kami dengan rendah hati memiliki kesempatan untuk mendukung Masjid Green Lane akhir pekan ini dan menyediakan hingga 500 pak makanan untuk mereka yang paling membutuhkan,” jelasnya,

Ia menerangkan, paket makanan ini untuk pencari suaka, tunawisma, mereka yang telah terkena dampak buruk atau terlantar oleh virus corona, dan orang yang menderita karena kekerasan dalam rumah tangga.

Sumber: republika.co.id

Askar Kauny Bangun Masjid Darurat di Mamuju Sulbar

SULBAR(Jurnalislam.com)–Masjid darurat dibangun tim relawan Askar Kauny untuk warga korban gempa di dusun Tamao, Kelurahan Tampalang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Masjid ini rencananya akan digunakan hingga tahun 2022 mendatang karena masjid sebelumnya rusak berat akibat gempa.

“Awalnya kami tim relawan Askar Kauny ingin membangun musalla darurat di lokasi pengungsian yang berada di atas bukit. Namun, warga menyarankan untuk dibangun masjid di dekat jalan sebagai pengganti masjid Darul Falah yang tak bisa dipakai lagi untuk salat berjamaah akibat rusak berat,” ungkap relawan Askar Kauny, Faisal Rully.

Pria yang akrab disapa Bang Ical ini menjelaskan, bersama warga secara gotong royong membangun masjid dengan bahan kayu dan papan dengan ukuran 10 x 10 meter.

Masjid darurat ini bisa menampung hingga 100 jemaah. Sementara untuk keperluan audio, sambung Bang Ical, masih menggunakan sound system lama dari Masjid Darul Falah yang rusak berat.

Kepala Dusun Tamano, Abdul Malik menyambut baik masjid darurat yang dibangun bersama relawan Askar Kauny untuk 220 KK di daerahnya. Ia berharap meski dibuat sederhana, masjid ini bisa kokoh hingga renovasi masjid Darul Falah selesai nantinya. “Awalnya kami bingun mau salat di mana. Tapi alhamdulillah dengan adanya masjid darurat ini kami bisa kembali salat berjamaah,” ucapnya.

Bang Ical menyatakan, tim Askar Kauny berencana membangun satu lagi masjid darurat di Dusun Lingkungan Kasambang, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju. Di wilayah ini, imbuh Bang Ical, dihuni sekitar 250 KK yang menunggu untuk bisa kembali salat berjamaah.

“Bagi para donatur yang ingin beramal jariyah bisa bersama Askar Kauny dan warga turut membangun masjid di sini karena sudah sangat dinantikan warga,” ajak Bang Ical.

Sumber: sindonews

Innalillahi, KH Atabik Ali Meninggal Dunia

 JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ulama kharismatik dari Krapyak Yogyakarta, KH Atabik Ali, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak wafat pada Sabtu (6/2/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

Kabar duka tersebut disampaikan KH Musthafa Bisri (Gus Mus), yang juga salah satu alumni Pesantren Krapyak dalam akun Facebooknya.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un . Hari ini menerima berita duka: saudaraku, putera Kiaiku: KH. Atabik Ali bin KH. Ali Maksum telah berpulang ke rahmat Allah. Semoga amal-amal baik almarhum diterima oleh Allah dan kesalahan-kesalahannya diampuni olehNya,” tulis Gus Mus.

Gus Mus pun mengirmkan doa untuk alhamruh. “Allahummaghfir lahu warhamhu wa’ãfihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzülahu waj’aliljannata matswãh. Al-Fãtihah. Dan semoga Keluarga besar yang ditinggalkannya diberi tambahan ketabahan dan kesabaran. ‘AzhzhamaLlãhu ajrahum wa ahsana ‘azã-ahum. Ãmïn.,” tulis Gus Mus.

Meninggalnya Kiai Atabik Ali juga membuat Menko Polhukam Mahfud MD turut berduka. Selain Kiai Attabik, Mahfud juga merasa kehilangan Rektor Paramadina Prof Firmanzah yang juga meninggal dunia hari ini.

“Dua sahabat baik, KH Attabik Ali (Ponpes Krapyak Yogya) dan Prof. Firmanzah (Guru Besar UI dan Univ. Paramadina) wafat hari ini. Inna lillah wa inna ilaihi raji’un. Semoga husnul khatimah dan mendapat ampunan serta surga-Nya. Allahumma ighfir lahuma, warhamhuma,” tulis Mahfud dalam akun Twitternya.

Sumber: okezone

Muslim Inggris Sambut Persiapan Ramadhan di Tengah Pandemi

LONDON(Jurnalislam.com) — Bagi Muslim Inggris, Ramadhan 2021 tampaknya akan menjadi yang kedua diadakan di bawah bayang-bayang pandemi dan lockdown. Tetapi sebuah masjid di Inggris menyatakan, bahwa pandemi tidak akan bisa menyurutkan semangat muslim menyambut bulan Ramadhan

“Virus Corona terus menyebar di kota-kota kami, dan sekali lagi kami harus bersiap untuk menghabiskan Ramadan lagi di dalam rumah kami,” kata Nusaybah Naeem, editor di Pusat Komunitas dan Masjid Green Lane (GLMCC) Birmingham, dilansir dari Arab News, Sabtu (6/2).

Tahun ini, kata Naeem, mereka ingin memastikan umat Islam bisa menjalankan Ramadhan seperti biasanya. Untuk membantu komunitas muslim memanfaatkan Ramadhan sebaik-baiknya meskipun ada tantangan. Salah satu masjid terbesar di Inggris meluncurkan kampanye mempersiapkan bulan suci lebih awal, bersama teman dan keluarga.

“Orang-orang saleh di masa lalu diketahui memulai persiapan Ramadhan enam bulan sebelumnya,” jelas Naeem.

“Untuk mengikuti jejak mereka, kami juga memulai persiapan kami lebih cepat dari biasanya untuk memastikan bahwa kami siap secara rohani untuk bulan Ramadhan.”

Acara berbasis komunitas seperti solat jamaah bersama dan buka puasa setiap hari tidak akan mungkin dilakukan tahun ini. Tetapi, kata Naeem, agama Islam sangat fleksibel.

Pihaknya telah merencanakan lebih dari 20 jenis aktivitas yang nantinya diselenggarakan acara online. Di antara aktivitas itu termasuk kompetisi untuk anak-anak yang akan membantu mereka memasuki semangat Ramadhan. Dia juga mengatakan, mereka sedang dalam pembicaraan dengan dewan tentang kemungkinan menyambut dengan aman sejumlah jamaah ke masjid.

Sumber: republika.co.id

BAZNAS Diminta Buat Terobosan untuk Tingkatkan Muzaki

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mencari cara dan inisiatif baru untuk meningkatkan jumlah umat pembayar zakat atau muzaki.

Dengan potensi populasi umat Islam di Indonesia, seharusnya jumlah pembayar zakat bisa lebih besar dari saat ini yang berkisar empat juta dari 200 juta lebih Muslim.

“Saya meminta Baznas membuat inovasi, terobosan dan inisiatif untuk memperbanyak muzaki. Jumlah muzaki masih terbilang sedikit, sekitar empat juta orang dari total umat Islam yang berjumlah 200 juta orang lebih,” kata Wapres Ma’ruf dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/2).

Pendistribusian zakat kepada orang yang berhak tidak mengalami kendala tertentu, menurut Wapres. Namun, pengumpulan zakat itu sendiri masih sangat terbatas di Indonesia.

Dalam menyalurkan zakat, lanjut Wapres, terdapat dua sasaran, yaitu konsumtif dan pemberdayaan. “Terdapat dua sasaran dalam mendistribusikan zakat. Pertama yang sifatnya konsumtif pada orang-orang yang sangat fakir dan kedua adalah pemberdayaan, agar mengubah penerima zakat menjadi pemberi zakat,” tuturnya.

Wapres menilai proses pengambilan dana yang efektif masih menjadi persoalan, sehingga harus segera dicari jalan keluarnya karena itu merupakan bagian dari ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Saya meminta kita semua, terutama para jajaran pengurus Baznas, dapat bekerja dengan cepat, tepat, manfaat. Memiliki target menaikkan zakat dengan angka yang signifikan untuk hasil kerja yang lebih produktif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Baznas Noor Achmad mengatakan terjadi peningkatan pendapatan zakat sebesar 25 hingga 30 persen sejak 2015 hingga 2020. Dia berharap target penerimaan zakat di 2021 bisa mencapai 100 persen.

“Target kami, kalau saat ini Baznas nasional baru mencapai Rp 385 miliar, maka in syaa Allah di 2021 ini sudah mendekati Rp 550 miliar. Kemudian di 2022 bisa di atas Rp 1 triliun,” kata Noor Achmad.

Sumber: republika.co.id

BPJPH – BI Perkuat Ekosistem Halal di Kampus

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama dan Bank Indonesia (BI) mendiskusikan penguatan ekosistem halal di perguruan tinggi. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sinergi akselerasi implementasi UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal (JPH) dalam bentuk pengembangan ekosistem halal di perguruan tinggi yang telah dijalankan sejak 2020 lalu.

Program ini melibatkan 3 perguruan tinggi binaan yaitu Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Padjadjaran, dan Institut Agama Islam Tazkia.

Diskusi diawali dengan laporan progres pengembangan Halal Center dan Kantin Halal oleh tiga kampus binaan tersebut. Kepala BPJPH Sukoso mengapresiasi progres yang ada, dan berharap upaya pengembangan terus dilakukan sehingga ekosistem halal dapat terbangun optimal.

“Ini potensi luar biasa. Dengan adanya Kantin Halal dan Halal Center, maka upaya ini harus menjadi pengembangan ekosistem halal di lingkungan perguruan tinggi,” kata Sukoso melalui video conference, Jum’at (05/02).

Untuk itu, profesor di bidang Bioteknologi itu juga memberikan sejumlah saran. Pertama, kantin halal sebagai kantin akademik selain untuk menyediakan makanan minuman yang halal dan thayyib, juga harus berfungsi sebagai laboratorium lapangan, pusat pelatihan, sekaligus contoh bagi UMK dalam menerapkan standar halal.

“Kantin halal ini merupakan wujud nyata dari memaknai halal. Secara dokumentatif SOP dan instruksi kerjanya harus jelas. Ke depannya kita juga bicara tentang Sistem Manajemen Halal,” tambah Sukoso.

Kedua, visi, misi, tujuan dan program harus terkonsep dengan jelas. “Ini dimaksudkan agar program atau schedule yang dilaksanakan dapat terhubung dengan kampus. Kelengkapan itu juga untuk memudahkan evaluasi.

“Pengelolaannya secara manajerial di dalam perguruan tinggi juga harus jelas pertanggungjawabannya,” lanjut Sukoso.

Ketiga, peran riset dilibatkan dengan optimal. Hal ini mengingat ekosistem halal berkaitan dengan supply chain dan value chain. Data riset dari berbagai sektor di lapangan yang saling berkaitan tentu akan sangat membantu upaya pengembangan ekosistem halal.

“Contoh sederhananya, pelaku UMK yang memproduksi bakso, maka yang paling krusial adalah bahan dagingnya. Pertanyaannya, dagingnya diperoleh dari mana? Disembelih dengan cara bagaimana? RPHnya mana? dan sebagainya,” kata Sukoso.

Dalam konteks itu, lanjutnya, dapat diperoleh data bahwa pemenuhan kebutuhan daging halal di lapangan masih perlu perhatian serius. Ini juga merupakan potensi lapangan kerja yang dapat dipenuhi dengan melibatkan SDM yang lebih luas. Misalnya dengan memberdayakan SDM masjid sebagai Juru Sembelih Halal. “Ini tentu sekaligus dapat menjadi sumber daya kerja yang luar biasa,” imbuh Sukoso.

Sukoso juga mengharapkan agar melalui Kantin Halal dan Halal Center yang dimiliki, perguruan tinggi berperan dalam penguatan penyelia halal dan pendampingan pelaku UMK. “Nantinya pendampingan dalam proses produk halal ini diatur di dalam PP (Peraturan Pemerintah) dari Undang-Undang Cipta Kerja, yang dapat dilakukan oleh Ormas Islam atau Lembaga Keagamaan Islam berbadan hukum, juga organisasi pemerintah termasuk perguruan tinggi,” terang Sukoso.

Terlebih, lanjut Sukoso, pihaknya mendapati di lapangan masih banyak UMK yang belum siap bersertifikasi halal. Sehingga pendampingan tersebut menjadi solusi untuk percepatan sertifikasi halal.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, digitalisasi juga merupakan hal yang penting dilakukan agar kegiatan ekonomi dapat tetap berjalan. Namun jangan memaksa UMK untuk melakukan digitalisasi, dan ini kesempatan Halal Center untuk me-wrap up itu semua untuk membantu produk mereka menjadi terdigitalisasi,” tambah Sukoso.

Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) BI, Prijono, mengatakan bahwa BI melalui program Sertifikasi Makanan Halal selama tahun 2020 telah memberikan kontribusi berupa pembangunan kantin halal dan pelatihan penyelia halal di tiga Perguruan Tinggi. “Program ini akan kembali direplikasi pada periode kerja 2021,” kata Prijono.

Dalam rangka upaya itulah, lanjut Priyono, BI terus bekerja sama dengan BPJPH. Kerja sama diakukan dengan ruang lingkup untuk mendukung akselerasi implementasi UU JPH, seperti pelaksanaan sertifikasi produk halal Indonesia, pendampingan proses sertifikasi produk halal, edukasi dan sosialisasi terkait sertifikasi produk halal, pembinaan dan peningkatan kompetensi auditor halal dan penyelia halal atau pihak lain, mendorong pengembangan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Halal Center, Kantin Halal, dan lainnya.

“Kami mengapresiasi progres pengembangan Kantin Halal di kampus-kampus Bapak Ibu semua. Namun BI tak bisa seumur-umur di sini karena nantinya ketika program ini sudah mandiri dan kuat maka kami akan ke kampus-kampus yang lainnya untuk bergantian disupport,” lanjut Prijono.

“Dan ketika sudah mandiri, tugas Bapak Ibu juga kemudian untuk dapat mendorong yang lainnya di lingkungan Bp Ibu. Ini penting dilakukan agar tujuan kita Bersama tercapai,” pesan Prijono kepada ketiga peserta.

Prijono juga menegaskan, Eksyar (Ekonomi Syariah) adalah salah satu solusi untuk menjawab tantangan yang ada sekarang ini. “Termasuk dalam upaya mewujudkan cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produk halal dunia,” tandasnya.

Hadir dalam diskusi tersebut Rektor IAI Tazkia Murniati Mukhlisin, Direktur Inovasi dan Korporasi Universitas Padjadjaran Diana Sari, Wakil  Dekan I Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran Robi Andoyo, Ketua Halal Center Universitas Jenderal Soedirman Ketua Halal Center dan Koordinator Pusat Penelitian Pangan, Gizi, dan Kesehatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Puslit PGK LPP

 

80 Ribu Babinsa Dikerahkan untuk Lacak Penyebaran Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) —Pemerintah melibatkan personel TNI-Polri untuk melakukan pelacakan kontak erat Covid-19. Sebanyak 80.400 tenaga yang bersumber Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) didukung unsur lainnya dikerahkan untuk membantu tracing penyebaran Covid-19 di masyarakat.

“Kami menambah 80.400 tenaga pelacak (tracker) yang disebar di seluruh kecamatan. Dan juga menggandeng Babinsa, Babinkamtibmas untuk bersama membantu melakukan tracing dan nanti juga bantu memonitoring isolasi,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Jumat (5/2).

Selain itu, pemerintah juga melibatkan tokoh masyarakat dan juga pemuka agama untuk mendorong pelacakan kasus kontak erat pasien Covid-19 agar lebih efektif. Nadia menyebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan untuk memperkuat pelacakan kontak erat pasien dan juga tes Covid-19.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 tersebut mengatakan, pelacakan kontak erat yang saat ini baru dilakukan lima hingga delapan orang dari pasien positif Covid-19. Nantinya, angka itu ditingkatkan menjadi 15 hingga 20 orang yang dilacak dan dites dalam satu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Nadia menuturkan, pemerintah bakal memperkuat puskesmas untuk menggelar hal tes Covid-19 dengan mendistribusikan alat rapid test antigen. “Kalau dulu harus ambil usapan (swab), lalu kirim ke laboratorium untuk PCR, sekarang bisa langsung dengan pemeriksaan antigen (di puskesmas),” ujar Nadia.

Menkes Budi Gunadi mengatakan, penemuan kasus Covid-19 di masyarakat maupun di lapangan harus dilakukan lebih dini untuk menekan angka penularan dan juga menekan tingkat keparahan pasien.

Sumber: republika.co.id

Kemenag Siapkan Beasiswa S3 untuk Dosen Ma’had Aly

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bahkan menjadikan kemandirian pesantren sebagai salah satu program prioritas dalam kepemimpinannya.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Waryono Abdul Ghafur mengatakan, ada sejumlah program pemberdayaan pesantren yang akan dilakukan sepanjang 2021. Program-program itu sebagian dilaksanakan Kemenag dan ada yang berbasis penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga negara (K/L).

Waryono mencontohkan, di antara program pemberdayaan tersebut adalah afirmasi terhadap Ma’had Aly atau perguruan tinggi model pesantren.

Pada 2021 ini, Kemenag akan memberikan beasiswa doktoral (S3) bagi dosen Ma’had Aly. Selain itu, telah disiapkan pula bantuan pembangunan dan pengembangan perpustakaan Ma’had Aly.

“Kemenag akan perkuat akreditasi Ma’had Aly sehingga bisa sampai pada level mumtaz atau ‘A’,” ujar Waryono Jakarta, Sabtu (6/2/2021).

Menurutnya, saat ini tercatat ada 60 Ma’had Aly di seluruh Indonesia. Sebanyak 14 di antaranya, sudah terakreditasi Mumtaz. Kemenag juga tengah memproses pendirian 15 Ma’had Aly. Dengan demikian nantinya akan ada 75 Ma’had Aly  yang dimiliki Indonesia.

“Setiap Ma’had Aly memiliki spesifikasi keilmuan masing-masing. Kami sedang membahas rencana seleksi penerimaan mahasantri secara nasional untuk memudahkan akses santri dari seluruh Indonesia,” tutur Waryono.

Waryono mengungkapkan, program afirmasi lainnya adalah penyiapan bantuan infrastruktur senilai Rp400 juta untuk 14 Ma’had Aly. Pemberian bantuan akan dilakukan melalui seleksi terbuka.

 

Innalillahi, Rektor Universitas Paramadina Prof Firmanzah Meninggal Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Innalillahi wainnailaihi rojiun. Rektor Universitas Paramadina Prof Firmanzah (44 tahun) dilaporkan wafat di Jakarta pada Sabtu (6/2).

Firmanzah merupakan rektor Universitas Paramadina yang menggantikan Anies Rasyid Baswedan pada 2015. Firmanzahmenggantikan Anies yang terpilih sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan pada 2014.

“Beliau wafat pagi tadi. Kabarnya karena vertigo. Beliau orang baik, dan mohon doanya,” kata dosen Universitas Paramadina Khoirul Umam, Sabtu.

Firmanzah yang lulusan University of Lille (2005) merupakan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Bidang Ekonomi (2012-2014), dan pernah menjadi dekan termuda Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia periode 2009-2013.

sumber: republika.co.id

Gelorakan Semangat Kemanusiaan, Kalangan Milenial Dirikan Masjid Di Palu

PALU(Jurnalislam.com)–Dua tahun silam, bencana terburuk terjadi di Sulawesi Tengah, empat kota terdampak langsung, Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong. Gempa, Tsunami dan Likuifaksi melanda di wilayah Sulawesi Tengah, sehingga menghancurkan berbagai sarana dan prasarana publik, seperti masjid yang tidak hanya sebagai sarana dakwah namun juga pendidikan.

 

Maka itu pemulihan pasca bencana tidak terlepas dari peran serta masyarakat Indonesia dalam aksi kemanusiaan. Hari ini (Jumat, 05/02) menjadi contoh semangat gerakan kemanusiaan dari para milenial dalam membangun kembali Masjid yang sempat rubuh akibat bencana kala itu.

 

Satu tahun waktu dalam pembangunan Masjid Al-Istiqomah, hasil patungan milenial akhirnya berdiri di Palu, Sulawesi Tengah. Hal tersebut ditandai dengan diresmikannya masjid pada Jumat (05/02) oleh Walikota Palu, Hidayat. Peresmian juga dihadiri oleh Direktur Mobilisasi Zakat Infaq Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) Dompet Dhuafa, Doni Marlan.  Juga perwakilan milennial sekaligus musisi Indonesia yaitu V1mast dan Roby Geisha yang juga telah aktif mengajak anak muda bergabung dalam gerakan Millenial Bangun Masjid (MBM).

 

“Ini luar biasa ya, Millenial Bangun Masjid. Jadi anak muda tapi sangat peduli dengan masjid. Semoga MBM ini bisa sampai ke seluruh penjuru negeri,” tukas Walikota Palu, Hidayat, dalam sambutannya.

 

Masjid Al-Istiqomah sendiri adalah masjid pertama yang berhasil dibangun dari progam Millenial Bangun Masjid (MBM). Progam yang diinisiasi dalam rangka mengajak anak muda bersama menolak stigma bahwa membangaun rumah ibadah adalah urusan orang tua.

 

“Ini adalah kebanggaan  tersendiri bagi kami mewakili millenial di seluruh Indonesia. Kebetulan masjid ini diberi nama Al-Istiqomah yang berarti konsisten. Harapannya semoga MBM ini tetap konsisten membangun masjid di berbagai penjuru negeri,” ujar Viza sang Vokalis dari V1mast sesaat sebelum prosesi peresmian.

 

Berawal dari gampa Palu pada 2018 lalu, masjid di Pondok Pesantrean Assyakur di. Jl. Lagarutu II, Palu rubuh tak tersisa. Padahal tempat tersebut menjadi lokasi utama warga untuk beribadah dan menimba ilmu agama. Dompet Dhuafa melalui Millenial Bangun Masjid berinisiastif untuk membangun kembali masjid di lokasi tersebut dibantu oleh musisi seperti Vimast dan Roby Geisha, akhirnya hari ini, Masjid Al-Istiqomah resmi berdiri.

 

“Saya sangat berterimakasih kepada Dompet Dhuafa. Masjid selain menjadi pusat ibadah warga sekitar, juga menjadi tempat kegiatan santri menyetor hafalan,” terang Andi Toba, Ketua Pengurus Pesantren Assyukur Palu.

 

Dibangunnya masjid Al-Istiqomah ini diharapkan bisa memberikan pesan positif kepada anak muda lain di Indonesia untuk ikut bergabung dalam progam Millenial Bangun Masjid selanjutnya. Selain peresmian, ada juga penyaluran Al-Quran kepada santri Pesantren Assyukur dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Donggala dalam acara tersebut