MUI Minta KPI Setop Sejumlah Program Ramadhan Membandel

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan sementara beberapa program Ramadhan di televisi yang tetap bandel bermasalah meski sudah diberi masukan koreksi dan sudah menyatakan komitmen perbaikan.

Pada Jumat (30/4), Tim Pemantau MUI menyampaikan temuan beberapa program bermasalah di paruh pertama Ramadhan, dalam pertemuan online dengan para produser TV, yang difasilitasi KPI. Delegasi TV pun berkomitmen melakukan perbaikan.

Namun dalam pantauan paruh kedua Ramadhan, tim pemantau tayangan Ramadahan MUI menemukan potensi pelanggaran dan ketidakpatutatan di beberapa program yang sebelumnya sudah diberi saran perbaikan.

Ketua Komisi Infokom MUI, Mabroer MS, menjelaskan program-program tersebut yaitu Sore-Sore Ambyar TransTV, Pas Buka Trans7, Sahur Seger Trans7, Ramadhan In The Kost dan Kring-kring Ramadhan in The Kost di Net TV, serta Pesbukers New Normal ANTV. Program-program tersebut tetap bandel dengan menayangkan tayangan yang mengandung unsur memperolok, merendahkan, melecehkan dan/atau mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia Indonesia, dan memiliki makna jorok/mesum/cabul/vulgar.

Mabroer menyayangkan sikap ketidakseriusan dan nihilnya komitmen dari lembaga penyiaran untuk memperbaiki konten yang bermasalah itu. Padahal, dalam pertemuan evaluasi bersama MUI, KPI, dan Kementerian Agama dengan lembaga penyiaran televisi, Jumat (30/4/2021), lembaga penyiaran telah kembali menyatakan komitmen mereka memperbaiki tayangan yang dianggap bermasalah. “Sikap inkonsistensi ini tentu sangat disayangkan, mengingat publik berhak mendapatkan siaran berkualitas, bukan rendahan dan murahan,” kata dia, dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Oleh karena itu, merujuk Peraturan KPI Nomor 02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran (SPS), Pasal 80, Mabroer menyatakan MUI meminta KPI menjatuhkan sanksi penghentian sementara terhadap tayangan-tayangan yang membandel itu. “Ini tak lain dimaksudkan agar ada efek jera sekaligus kesadaran terhadap posisi mereka agen perubahan, agen perbaikan moral bangsa dan agen mencerdaskan masyarakat.,” kata dia.

Menurut anggota tim pemantau tayangan Ramadhan MUI, Rida Hesti Ratnasari, sejak awal puasa 13 April hingga 4 Mei, sensualitas dan penghinaan tetap saja muncul dalam Sahur Seger Trans7. Dia memberikan contoh misalnya, episode 02 Mei 2021 goyang erotis Dewi Persik mulai menit ke 56.30 – 57.15 “Biar sahur kita itu seger”.

Rida menambahkan sepanjang ini dialog mengarah pada ‘kegiatan tidak senonoh’ seperti mau duduk aja goyangnya Dewi Persik, andai “gua jadi bangkunya”, dan seterusnya saling menimpali membahas goyang DP.

Sementara itu, kata dia, untuk Pas Buka Trans7, selain ditemukan penghinaan juga ditemukan adanya goyang erotis Ayu Tingting, pada episode 3 Mei 2021. Dirinya juga mendapati pemeran kewanita-wanitaan pada episode yang sama.

Terkait Pesbukers New Normal, anggota tim pemantauan tayangan Ramadhan MUI, Arifah Choiri Fauzi, mengatakan program ini mempunyai muatan penghinaan dan perendahan martabat orang lain. Catatan lainnya adalah pakaian yang mempertontonkan sensualitas tubuh pembawa acara. “Kami sudah sampaikan pada evaluasi tahap pertama tetang catatan ini, tetapi tidak ada perbaikan,” kata dia sembari menunjukkan temuan yang sama pada Pesbukers New Normal edisi 4 Mei 2021, terkait pakaian yang tak pantas dari pembaca acara.

Menurut Mahladi, yang juga anggota tim pantuan MUI, Ramadhan In The Kost dan Kring-kring Ramadhan in The Kost di Net TV masih memuat pula konten-konten penghinaan. Pada tayangan Selasa, 13 April 2021, seorang host menirukan suara orang cadel, lalu host lainnya mentertawakan dengan nada mengejek. “Seharusnya kekurangan seseorang tidak dijadikan bahan candaan, apalagi ejekan,” kata dia sembari menyebutkan contoh penghinaan pada program Kring-Kring Ramadhan in The Kost pada edisi 22 April 2021.

Anggota pemantau lainnya, Elvi Hudriyati, menambahkan program Sore-Sore Ambyar Trans TV juga tak jauh beda. Dia menyebutkan pada 22 April goyangan sensual dan erotis dari Dewi Persik menjadi bentuk pelanggaran paling mencolok. Adegan tersebut masih tetap berulang meski ada komitmen Trans TV untuk memperbaiki.
Dia menyebutkan sebagai bukti, pada 2 Mei lalu, Program Sore-Sore Ambyar masih dalam segmen bernyanyi dan berjoget, pembawa acara Dewi Persik bergoyang dengan memamerkan sensualitas goyangan. “Kita patut miris dengan tayangan-tayangan yang terus berulang semacam ini,” kata dia sembari meminta KPI tegas menjatuhkan sanksi kepada lembaga penyiaran yang dimaksud.

Digagas Sinergi Foundation, 1.000 Al Quran Ditebar untuk Masjid Pelosok

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Di bulan suci ini, Sinergi Foundation menggalang dana untuk program wakaf Al Quran. Ada sebanyak 1.000 pcs Al Quran yang ditebar di 182 titik di seluruh Indonesia. Mayoritasnya disalurkan di mushala, surau, dan masjid kecil yang ada di pelosok.

“Di beberapa sudut Indonesia, ada mereka yang terpaksa harus bersabar bergantian menggunakan Al Quran. Sebabnya, karena tidak ada lagi kitab suci di sana, dan mereka belum sanggup membelinya. Akibatnya, Al Quran yang lusuh dan lecek karena terpakai sangat sering, jadi pemandangan sehari-hari,” tutur CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan.

Keberadaan wakaf Al Quran ini dinilai menjadi solusi permasalahan tersebut. Al Quran ditebar di berbagai wilayah, seperti Tasikmalaya, Kab. Bandung, Subang, Garut, hingga Sukabumi.

Asep menuturkan, program wakaf Al Quran ini juga mengakomodir masyarakat memperbanyak amalan di penghujung Ramadhan. Karena, katanya, setiap amalan shaleh akan diganjar berkali lipat.

“Hanya dengan wakaf Al Quran untuk masjid dan diniatkan karena Allah, selama masih ada orang yang membacanya, maka setiap bacaan juga akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi orang yang mewakafkan Al-Quran tersebut,” katanya.

Selain wakaf Al Quran, Sinergi Foundation melalui Rumah Bersalin Cuma-Cuma juga melakukan pembinaan bacaan Al Quran bagi para dhuafa. Karena ternyata tidak sedikit dari dhuafa yang masih terbata-bata atau bahkan tidak bisa membaca Al Quran.

“Insya Allah hadirnya Al Quran ini kian menggiatkan semangat para member untuk mahir bertilawah. Terutama di momen jelang akhir Ramadhan seperti saat ini,” tandas Asep.

Mudik Resmi Dilarang, Jalur Arteri hingga Tol Ditutup

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Larangan mudik lebaran 2021 mulai resmi berlaku saat ini, Kamis (6/5) pukul 00.00 WIB, dan akan berakhir pada Senin (17/5). Sejumlah jalur arteri maupun jalur tikus, jalan tol ditutup, serta seluruh moda transportasi umum jarak jauh tak menjual tiket.

Pemberlakuan larangan mudik ini seiring dengan dimulainya Operasi Ketupat 2021. Efeknya, pertama, sejumlah jalan disekat untuk mencegah pemudik lewat.

“Ada 381 titik penyekatan dan itu sudah mulai aktif mulai 24.00 nanti malam (saat ini),” kata Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, Rabu (5/5).

 

Titik penyekatan itu tersebar dari Sumatra Selatan hingga Bali. Rinciannya, wilayah Polda Sumsel 10 titik penyekatan, Polda Lampung 9 titik, Polda Banten 16 titik, Polda Metro Jaya 14 titik.

Kemudian, Polda Jawa Barat 158 titik, Polda Jawa Tengah 85 titik, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta 10 titik, Polda Jawa Timur 74 titik, dan Polda Bali 5 titik.

 

Selain jalur utama, polisi dan pemerintah daerah pun menyasar sejumlah jalur tikus yang kerap digunakan pemudik untuk menghindari pos pemeriksaan.

Kedua, penutupan jalan tol. Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Vera Kirana mengatakan pihaknya melakukan penutupan sementara Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) mulai Kamis (6/5) pukul 00.00 WIB hingga Selasa (18/5) pukul 23.59 WIB.

Hal itu, katanya, dilakukan untuk mendukung pengendalian transportasi yang bertujuan “membatasi pergerakan arus lalu lintas keluar dan masuk Jabotabek dalam rangka meminimalisir penyebaran Covid-19”.

“Kami akan menutup seluruh akses masuk dan keluar, baik untuk yang ke arah Cikampek maupun ke arah Jakarta. Kepada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) kategori dikecualikan dalam masa periode peniadaan mudik ini kami imbau untuk dapat menggunakan Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah untuk dapat melanjutkan perjalanan dari atau menuju Cikampek,” tutur Vera, Rabu (5/5).

Ketiga, pembatasan layanan kereta api jarak jauh. PT KAI (Persero) hanya mengoperasikan 19 KA jarak jauh hanya untuk melayani pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak atau non-mudik.

“KAI menjalankan kereta api jarak jauh pada periode tersebut bukan untuk melayani masyarakat yang ingin mudik Lebaran. Kami mematuhi aturan dan kebijakan dari pemerintah bahwa mudik tetap dilarang,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan resmi, Selasa (4/5).

Masyarakat yang diperbolehkan menggunakan KA jarak jauh tersebut adalah pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan non-mudik. Yakni, bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, dan kunjungan duka anggota keluarga meninggal. Lalu, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, dan kepentingan non-mudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

Keempat, penutupan penjualan tiket di pelabuhan umum. Pelabuhan Merak, misalnya, akan menyetop penjualan tiket kapal feri mulai hari ini.

Kelima, pengetatan angkutan udara alias pesawat. Pengecualian hanya diberikan untuk sejumlah pihak, misalnya, pimpinan lembaga tinggi negara dan tamu kenegaraan.

Kemudian, untuk kepentingan operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, konsulat asing, perwakilan organisasi internasional; penerbangan khusus repatriasi untuk pemulangan WNI dan WNA.

Sumber: cnnindonesia

 

Ini Tips Buka Puasa Sehat

Semua upaya diperlukan agar dapat memaksimalkan berkah dan rahmat yang diberikan oleh Allah SWT di bulan terbaik ini.

Selain berkah dan rahmat saat Ramadhan, ibadah puasa di bulan ini juga akan memberikan manfaat kesehatan bagi pelakunya. Untuk memaksimalkan manfaat kesehatan di bulan ini, berikut beberapa tips berbuka puasa hingga menu yang baik seperti yang dilansir dari Asia One.

Jangan ifthar berlebihan

Hidangan yang tersaji di meja makan memang sangat menggoda bagi siapa pun saat waktu berbuka puasa datang. Namun, mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan dalam jangka waktu yang singkat terbukti berdampak buruk bagi kesehatan dan bahkan dapat meniadakan manfaat kesehatan yang diperoleh saat puasa.

Segeralah berbuka puasa

Saat datang waktu ifthar (buka puasa), penting untuk segera berbuka puasa. Hindari merampas cairan dan nutrisi tubuh Anda lebih dari yang dibutuhkan. Berbuka puasa dengan minum air putih dapat mencegah dehidrasi secara efektif.

Anda juga dapat memilih jus atau susu segar untuk mengisi kembali cairan yang penting bagi tubuh Anda. Namun, perlu diketahui minuman yang mengandung gula dan kalori berlebihan sebenarnya tidak ideal untuk berbuka puasa. Jadi, tetaplah berbuka dengan air, itu lebih sehat.

 

Sumber: republika.co.id

BPOM Keluarkan Izin Darurat Vaksin Cina Sinopharm

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi China, Sinopharm. Rencananya vaksin Sinopharm akan dimanfaatkan dalam program Vaksinasi Gotong Royong.

“Hari ini kami menyampaikan pengumuman sudah diberikan EUA untuk vaksin produksi Beijing Bio-Institute Biological Products yang merupakan unit dari Sinopharm, anak perusahaan China National Biotech Group. Intinya adalah vaksin Sinopharm,” kata Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (30/4) siang.

Sebelum memberikan izin penggunaan darurat, kata Penny, BPOM telah melakukan evaluasi vaksin Sinopharm yang melibatkan Komite Nasional Penilai Vaksin COVID-19 dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) serta para klinisi terkait lainnya. Tim tersebut melaporkan vaksin Sinopharm memiliki efikasi atau tingkat kemanjuran sebesar 78 persen berdasarkan studi klinik fase tiga yang telah dilakukan di Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain dengan subjek sekitar 42 ribu orang.

“Berdasarkan hasil evaluasi terhadap data mutu, produksi, ataupun studi preklinik dan klinik dapat disimpulkan pemberian vaksin Sinopharm dua dosis dengan selang pemberian 21 hingga 28 hari menunjukkan profil keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik dan efikasi secara respons untuk meningkatkan imun yang baik,” katanya.

Hasil uji klinik fase tiga juga menunjukan kejadian efek samping lokal berskala ringan yang paling sering dilaporkan adalah bengkak, rasa sakit, kemerahan, sekitar 0,01 persen atau sangat jarang. “Efek samping lokal berat yang dilaporkan sangat kecil sekali dengan frekuensi kejadian kira-kira 0,01 persen, jadi sangat jarang. Efek samping sistemik yang sering dilaporkan adalah sakit kepala 12 persen, nyeri otot 3,3 persen, batuk dan lainnya. Efek samping bersifat ringan dan umum apabila mendapatkan suntikan vaksin,” katanya.

Efek samping yang serius secara sistemik, kata Penny, adalah sakit kepala, nyeri otot, diare. Namun laporan ini jumlahnya juga sangat kecil sekitar 0,1 persen.

Berdasarkan latar belakang hasil evaluasi mutu secara menyeluruh mulai dari kontrol mutu, bahan awal, hingga proses pembuatan, kata Penny, hasilnya secara umum memenuhi syarat mutu untuk vaksin dan dapat digunakan serta berkualitas baik. “Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dan juga pertimbangan manfaat serta risiko, bahwa kita dalam situasi pandemi maka BPOM telah menerbitkan persetujuan penggunaan vaksin Sinopharm pada masa darurat atau EUA pada 29 April 2021 dengan nomor EUA 2159000143A2 untuk vaksin dengan kemasan satu vial berisi 0,5 mili atau satu dosis vaksin,” katanya.

 

Nuzulul Qur’an, Wapres Ajak Umat Jadi Pelopor Ekonomi Hijau

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengajak umat Islam Indonesia untuk menjadi pelopor green economy (ekonomi hijau). Menurut Wakil Presiden, konsep green economy merupakan sebuah model ekonomi yang  telah dicontohkan dalam Al-Qur’an.

“Kita sebagai umat Islam sudah semestinya menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan green economy. Saya berharap ulama menjadi pelopor dan penggerak konsep ekonomi hijau,” ujar Wapres saat memberikan sambutan secara virtual dalam Peringatan Nuzulul Qur’an 1442H/2021M, Kamis (29/4/2021) malam.

Wapres menyampaikan, green economy diyakini dapat mencegah efek rumah kaca dan mengatasi perubahan iklim. Karena, model ekonomi ini dibangun atas dasar kesadaran pentingnya ekosistem yang menyeimbangkan aktifitas manusia sebagai pelaku ekonomi dengan ketersediaan sumber daya alam yang terbatas.

Sementara, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, peringatan Nuzulul Qur’an tahun 1442 H tahun ini merupakan momentum untuk terus mendekatkan diri dengan Al-Qur’an.

“Karena itulah peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan ini, merupakan bagian penting dalam menjaga tradisi Keislaman, khususnya dalam mendekatkan Al-Qur’an dengan kehidupan,” kata Menag yang menyampaikan sambutan dari Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Ia menambahkan, peringatan ini juga menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  “Peringatan Nuzulul Qur’an yang jatuh tepat di bulan Ramadan adalah bagian penting dari Keislaman kita. Nuzulul Qur’an adalah momentum untuk terus mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, meneladani spirit Al-Qur’an dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” papar Menag.

Indonesia – Mesir Perkuat Hubungan Keagamaan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerima kunjungan Duta Besar Mesir untuk RI, Ashraf Sultan. Kedua belah pihak membahas kerja sama di bidang keagamaan, pendidikan, dan harmonisasi umat beragama.

Duta Besar Mesir untuk RI, Ashraf Sultan mengatakan hubungan Mesir dengan Indonesia sudah terjalin cukup lama terutama dalam hubungan keagamaan dan pendidikan terutama dengan Al Azhar.

“Kami merasa mendapat kehormatan bekerja sama dengan Indonesia terutama di bidang pendidikan dan keagamaan. Di mata kami Indonesia memiliki peran penting dalam menyebarluaskan Islam yang moderat. Kami berharap kerja sama yang lebih luas lagi dan kami mengundang Bapak Menteri untuk berkunjung ke Mesir,” kata Ashraf Sultan, Kamis (29/4/2021).

Pertemuan Menag dengan Dubes Mesir berlangsung di Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta.

“Atas dasar itu semua kami ingin mendiskusikan kerangka kerja sama konferensi antara negara yang lebih luas sekaligus mengundang Bapak Menteri untuk berkunjung ke Mesir, Al Azhar termasuk ke tempat pemantauan gerakan radikalisme di Mesir,” sambung Ashraf Sultan.

Ia menambahkan Mesir memiliki kemiripan dengan Indonesia. Di Mesir ada minoritas kristen yang populasinya sekitar 15 persen dan Yahudi di bawah populasi Kristen. Dalam konteks hubungan pembaharuan dan harmonisasi, pemerintah Mesir selalu melakukan dialog dengan minoritas.

“Sebagai contoh Presiden kami mempunyai kebiasaan dengan melibatkan para tokoh agama Islam dalam perayaan agama minoritas. Ini sebagai bentuk perhatian negara kepada umat minoritas. Untuk itulah kami berharap Mesir dan Indonesia dapat menggelar konferensi yang membahas tentang harmonisasi umat beragama,” harap Ashraf Sultan.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kesempatan itu mengatakan hubungan Indonesia dengan Mesir sudah lama terjalin dengan baik. Mesir, lanjut Menag, merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

“Kami sangat menyambut baik dan senang bahwa kami diberi kesempatan dan diundang berkunjung ke Mesir dalam rangka meningkatkan kerja sama kedua negara begitu juga dengan diundang berkunjung ke tempat pemantauan gerakan radikal di Mesir. Kami berterima kasih kepada pemerintah Mesir yang telah memberi perlindungan untuk mahasiswa Indonesia di Mesir,” kata Menag.

Indonesia dijelaskan Menag memiliki banyak agama dan budaya yang beragam. Problem saat ini norma degradasi dan ideologi ektremisme berkembang dengan cepat seiring hadirnya momen politik. Tiga tahun lalu ia berkunjung ke Mesir dan menyaksikan harmoni kehidupan keagamaan di Mesir.

“Indonesia perlu belajar dengan Mesir selain dengan negara Arab lainnya. Kami sudah menjalin kerja sama dengan UEA terkait Moderasi Beragama dan Islam moderat. Kami berharap kerja sama dengan Mesir. Kami menyakini dengan cara ini kita dapat menjaga nama baik Islam di mata dunia,” tandas Menag.

 

 

Haji di Tengah Pandemi: Perlu Ada Keluwesan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kurang dari lima bulan, umat muslim di dunia akan memasuki musim haji 1442H/2021M. Ini adalah kali kedua musim haji di tengah masa pandemi covid-19. Karenanya, dalam penyelenggaraan manasik haji, perlu ada kelonggaran.

Hal ini dikemukakan pakar fikih yang juga Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah (MTT Muhammadiyah) Wawan Gunawan Abdul Wahid saat menyampaikan materi dalam Bahtsul Masail Perhajian, di Ciawi, Bogor.

“Bila tahun ini jemaah haji kita diberangkatkan, maka perlu disusun manasik haji yang memberikan kelonggaran, namun tetap memperhatikan kemabruran serta perlindungan jiwa jemaah,”ujar Wawan, Rabu (28/4/2021).

Perlindungan jiwa terhadap jemaah harus menjadi perhatian bagi penyusunan manasik di masa pandemi menurut Wawan karena menjaga keselamatan jiwa merupakan tuntunan agama. “Jangan sampai jemaah haji menjadi korban covid-19. Satu saja menjadi korban, itu akan membunuh kemanusiaan. Maka yang harus kita usahakan itu adalah menjaga diri itu,”imbuh Wawan.

Wawan mengapresiasi Kemenag yang telah menggelar Bahtsul Masail Perhajian dengan tema “Haji di Masa Pandemi”. Ia berharap hasil dari Bahtsul Masail ini selanjutnya dapat segera dikompilasi dan disosialisasikan kepada calon jemaah haji.

Ia juga menyampaikan, Islam merupakan agama yang memiliki tiga karakteristik: Muyassir (memberi fasilitas yang meringankan), Aysar  (memberikan pilihan termudah), dan Yassiru (mempermudah tidak mempersulit). Karenanya, dalam penyusunan manasik haji di masa pandemi juga perlu menerapkan hal-hal tersebut.

“Kalau kita bisa menjelaskan sejak awal kepada umat, InsyaAllah tidak akan ada keraguan dan keresahan pada jemaah saat nanti mendapat panggilan menunaikan ibadah haji di masa pandemi ini,”ungkap pria yang juga merupakan dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta ini.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Nahdlatul Ulama (NU) Abdul Moqsith Ghazali yang juga hadir dalam pertemuan tersebut. “Haji di masa pandemi memang harus dimaklumi tidak akan ideal. Hal ini harus dipahami oleh para calon jemaah haji saat ini. Karenanya pemahaman ini juga harus disampaikan sejak awal,”kata Moqsith.

 

MUI: Pemberangkatan Haji Harus Pertimbangkan Keselamatan Jiwa Jemaah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan Pemerintah untuk mempertimbangkan  berbagai aspek dengan seksama sebelum memberangkatkan jemaah haji Indonesia di masa pandemi covid-19 ini.  Salah satu aspek utama yang perlu menjadi pertimbangan pemerintah saat ini adalah keselamatan jiwa jemaah serta risiko penularan covid-19.

Hal ini dikemukakan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am saat menyampaikan materi secara daring terkait Istitha’ah Haji di Masa Pandemi dalam Bahtsul Masail Perhajian, di Ciawi, Bogor. Menurut Ni’am, di masa pandemi, pertimbangan public health perlu menjadi pijakan dalam membuat kebijakan peribadatan.

“Dalam konteks ibadah haji, sekalipun pemerintah Arab saudi membuka haji dan Indonesia mendapatkan porsi namun harus diperhatikan potensi yang menularkan atau tidak. Negara boleh memberikan pembatasan serta meminimalisirkan kontak,” ujar Ni’am, Rabu (28/4/2021).

Pemerintah, lanjut Ni’am,  tentu menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam pembuatan kebijakan tersebut. Karenanya perlu mempertimbagkan indikator kesehatan dengan ahli yang memiliki kompetensi dan profesionalitas, selanjutnya kredibilitas.

“Kalau seandainyapun Saudi membuka haji untuk Indonesia tetapi menurut pendekatan kesehatan potensi tinggi terhadap penularan dan mutasi virus lebih ganas misalnya, maka kita tidak boleh memaksakan penyelenggaraan haji. Biarkan regulasi istithaah yang diterapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama,” sambung Ni’am.

Ni’am menyampaikan, ada tiga pandangan tafsir terkait istitha’ah. Pertama, pandangan Imam Syafi’y dan dan Ahmad Bin Hanbal yang mengatakan Istithaah hanya menyangkut dalam bidang biaya. Dalam pandangan ini, orang yang tidak dapat melaksanakan haji sendiri tetapi ia mempunyai biaya untuk melaksanakan haji, maka dianggap sudah memenuhi kriteria istithaah.”Oleh karena itu ia wajib membiayai orang lain untuk menghajikannya,”jelas Ni’am.

Kedua, pandangan Imam malik yang mengatakan bahwa istithaah menyangkut kesehatan badan. Orang yang secara fisik tidak dapat melaksanakan haji sendiri, tidak dipandang sudah memenuhi kriteria istithaah. Meskipun ia memiliki sejumlah harta yang cukup untuk  membiayai orang lain untuk menghajikannya, karena itu dia belum berkewajiban menunaikan haji baik sendiri maupun dengan membiayai orang lain jika tidak sehat.

“Yang ketiga Abu Hanafiah yang menyatakan bahwa istithaah pada dasarnya meliputi dalam bidang biaya dan kesehatan badan,” jelasnya.

Lebih lanjut Niam menerangkan tiga produk MUI yang bisa dijadikan sandaran referensi pelaksanaan haji saat pandemi. “MUI memiliki 3 tiga produk yang menjadi referensi yaitu: pertama, keputusan ijtima ulama komisi fatwa MUI tahun 2018 tentang istithaah kesehatan haji, kedua fatwa MUI tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram dan terakhir fatwa MUI tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah covid 19,” terangnya.

Komaruddin Hidayat Lantik Pejabat Rektoran UIII

DEPOK(Jurnalislam.com) – Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof. Dr. Komaruddin Hidayat  melantik Wakil Rektor, Dekan, dan Kepala Pusat  Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kampus UIII Depok, Jumat (23/04).

Empat pejabat yang dilantik, yaitu; Bahrul Hayat, Ph.D sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Sumber Daya Manusia, Prof. Noorhaidi, S. Ag, MA, M. Phill, Ph.D sebagai Dekan Fakultas Studi Islam, Dr. Philips Jusairo Vermonte sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial, dan Chandra Baskoro Budi Nugroho, ST, MBA sebagai Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Hadir sebagai saksi pelantikan, Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Riset dan Kelembagaan Prof. Dr. Jamhari dan Sekretaris UIII Dr. Chaider S. Bamualim.

Kepada para pejabat yang dilantik,  Komaruddin Hidayat berharap dapat bersama mewujudkan cita-cita, visi dan misi UIII. “Di tangan saudara-saudara kita harapkan, kita amanatkan, dan kita titipkan untuk mewujudkan cita-cita bersama, yaitu  cita-cita UIII. Saya yakin, bahwa yang menggerakkan kita untuk bersama di UIII karena kesamaan cita-cita, visi dan misi,  itulah yang menyatukan kita,” ujar Komaruddin.

Komarudin mengatakan,  cita-cita, pemikiran adalah induk perbuatan. “Kita bergerak, beraktifitas digerakkan oleh visi, misi dan pemikiran. Dan pemikiran kita jauh lebih besar dari batasan-batasan fisik kita, pikiran kita menjangkau lebih luas dibanding domain wilayah kita,” terang Komaruddin.

Ia mengungkapkan, keberadaan UIII ini tercipta dari sebuah mind set, pikiran dan imajinasi  bersama. “Dan hari ini merupakan langkah strategis, historis, kita melangkah ke arah yang lebih formal, yang semula hanya sekedar mimpi, imajinasi, mind set, sekarang sudah mulai kita tuangkan dalam sebuah lembaga. Namun demikian kita harus tetap menjaga mind set, bahwa cita-cita ini jauh lebih besar dari apa yang telah diraih selama ini. Bahkan ini ibarat melangkah 100 km ke depan, bahkan 1000 km, kita telah mulai dari langkah pertama,” ujarnya.