DSKS  Serahkan Bantuan untuk Palestina ke Lembaga Kemanusiaan

SOLO (jurnalislam.com)- Sekjen Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) ustaz Abdullah Khair menyerahkan bantuan uang untuk Palestina sebesar 289.599.000. Bantuan tersebut diserahkan kepada 3 lembaga kemanusiaan yakni Kispa, Mer-C dan Sahabat Al Aqsha di Gedung Dakwah DSKS pada selasa, (25/5/2021).

 

“Nilainya mungkin dibandingkan dengan yang lainnya tidak ada artinya tapi ini menegaskan terus untuk membantu Palestina,” katanya.

 

“Itu adakan selama 6 hari dari 19 mei sampai 25 mei, dan alhamdulillah respon dari kaum muslimin cukup bagus, termasuk saat kita mengadakan di malam munajat yang bisa di relay dari berbagai elemen Islam,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut menurut ustaz Abdullah kegiatan penggalangan dana untuk rakyat Palestina akan terus dilakukan, ia menyebut bahwa DSKS secara resmi sudah bekerjasama dengan Kispa, Mer-C dan Sahabat Al Aqsha.

 

“Kemudia bagaimana setelah ini?

Setelah ini kami akan terus melakukan penggalangan dan rekening yang kita tampilkan tetap berajalan dan agar kaum muslimin yang menyumbang tetap bisa,” ungkapnya.

 

Sementara itu, perwakilan dari Mer-C Dr Panji mengatakan bahwa penyerangan militer yang dilakukan oleh Zionis Israel pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan banyak menimbulkan korban jiwa dan melumpuhkan satu satunya laboratorium covid-19.

 

“Di Gaza sendiri rumah sakit menjadi sangat penting karena saat penyerangan yang dilakukan Israel itu menimbulkan banyak korban jiwa, dan laboratoriun covid yang di serang itu membuat penganan covid di jakur Gaza semakin sulit,” paparnya.

Yayasan Nur Hidayah Surakarta Undang Pakar dalam Diskusi Rekonstruksi Sejarah Indonesia

SOLO (Jurnalislam.com)- Dalam rangka memperkuat Islamic Worldview dan konsep pendidikan yang ada, Yayasan Nur Hidayah Surakarta mengadakan kuliah dan diskusi bertema Rekonstruksi Sejarah Indonesia dan Perannya dalam Pembentukan Jati diri Bangsa di Masa Datang, pada selasa (25/05/2021).

 

Diskusi dan kuliah yang dilaksanakan di Nur Hidayah Convention Center ini menghadirkan Ustaz Dr. Syamsul Hidayat, M.Ag, dosen Fakultas Agama Islam dan Pasca Sarjana Universitas  Muhammadiyah Surakarta, dan Ustaz Dr. Tiar Anwar Bachtiar, peneliti Institute for The Study of Islamic Thought and Civilisations (INSISTS).

 

Acara diikuti oleh lembaga pendidikan di Solo Raya, seperti Yayasan Nur Hidayah, Yayasan Insan Mulia, Yyayasan Taqiyya Rosyida, PPTQ Abi Ummi, PPTQ Darul Fath, dan komunitas sejarah Lontar Nusantara.

 

Dalam sesi pertama, Ustaz Dr. Syamsul Hidayat, M.Ag. memaparkan bagaimana pentingnya istiqomah mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam mengelola dan menjalankan proses pendidikan.

 

Sesi selanjutnya, Pembina Jejak Islam untuk Bangsa (JIB) Dr. Tiar Anwar Bachtiar berbicara tentang pembangunan identitas bangsa melalui pendidikan sejarah dan bahasa dalam bingkai nilai-nilai Islam.

 

“Semoga dengan memahami sejarah Islam di Indonesia lebih mendalam, para peserta dapat terinspirasi, lebih semangat dan optimal dalam menjalankan pendidikan di tengah masyarakat,” katanya.

Aksi Solidaritas Palestina Digelar di London

LONDON(Jurnalislam.com) — Sebuah unjuk rasa mendukung perjuangan rakyat Palestina diadakan di ibu kota Inggris, London. Mereka mengutuk kejahatan rezim Zionis terhadap orang-orang Palestina yang tidak berdaya.

Mereka membawa tanda dan plakat bertuliskan, “Kebebasan untuk Palestina”, “Israel adalah rezim Apartheid”, dan “Hentikan pembersihan etnis (di Palestina)” dan membakar bendera Israel. Para demonstran juga menyerukan diakhirinya dukungan pemerintah Inggris untuk rezim Tel Aviv.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 248 warga Palestina tewas dalam serangan Israel, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita, dan setidaknya 1.910 lainnya terluka.

Sebelumnya, Pasukan Israel dan Hamas sepakat melakukan gencatan senjata di jalur Gaza, kata faksi Islam Palestina dan TV Pementah Mesir, Jumat (21/5). Kesepakatan damai yang dilakukan pada Jumat (21/5) pukul 2 dini hari itu merupakan isulan dari pemerintah Mesir untuk mengakhiri pertempuran sengit kedua negara yang semakin memanas.

“Perlawanan Palestina akan mematuhi perjanjian ini selama Pendudukan (Israel) melakukan hal yang sama,” kata Taher Al-Nono, penasihat media untuk kepala Hamas Ismail Haniyeh, kepada Reuters, menambahkan bahwa gencatan senjata ini akan “saling menguntungkan dan simultan”.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Abu Ubaida, juru bicara sayap bersenjata Hamas, mengatakan, “Dengan pertolongan Tuhan, kami dapat mempermalukan musuh, entitasnya yang rapuh, dan pasukannya yang buas.”

Dia mengancam akan menembakkan roket Hamas yang akan mencapai seluruh Israel jika Israel melanggar gencatan senjata atau menghantam Gaza sebelum jam implementasi. Kedua belah pihak juga masih terus bertukar serangan, bahkan beberapa menit setelah pengumuman kesepatakan damai.

Sumber: republika.co.id

 

Pemerintah Sebut Ada 54 Kasus Covid Varian Baru Ditemukan di Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.cm)— Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan Pemerintah telah mengidentifikasi mutasi virus Covid-19 varian baru yang dikenal sebagai Varian of Concern.

Ia mengatakan varian tersebut berasal dari India, Afrika dan Inggris. Ia menjelaskan secara keseluruhan Kementrian Kesehatan telah mendapatkan 54 kasus virus varian baru yang menyebar.

Ia menambahkan, dari 54 kasus terdapat 35 kasus varian baru yang ditemukan berasal dari luar Indonesia sedangkan 19 kasus lainnya berasal dari dalam negeri. Ia menegaskan kombinasi antara faktor eksternal berupa mobilisasi massa menyebabkan adanya peningkatan kasus dalam beberapa saat kedepan.

sumber: republika.co.id

Dubes Palestina: Terima Kasih Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Mewakili bangsa Palestina, Duta Besar Palestina di Indonesia, Zuhair Al-Shun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Indonesia. Sebab Indonesia dan masyarakat dunia di berbagai negara telah mendorong sekaligus mendukung bangsa Palestina untuk meraih kemerdekaan.

“Kami sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk bangsa Indonesia atas seluruh dukungan dan dorongan untuk rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan yang akan datang,” kata Zuhair saat konferensi pers penyerahan donasi secara simbolik dari Ustaz Adi Hidayat kepada MUI untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron, Palestina, Senin (24/5).

Zuhair mengatakan, Palestina mengapresiasi setinggi-tingginya terhadap komunitas internasional atau masyarakat dunia di Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan negara-negara lainnya. Mereka telah melakukan aksi-aksi untuk mendukung Palestina.

Menurutnya, dukungan dari masyarakat dunia terhadap Palestina membuktikan bahwa warga dunia atau komunitas internasional memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Ini membuktikan bahwa rakyat Palestina berhak untuk hidup secara bebas dan berhak untuk hidup secara merdeka. “Kami (terima kasih dan) apresiasi atas semua kegiatan dan juga dorongan (dukungan) oleh semua warga dunia,” ujarnya.

Zuhair mengatakan, pihaknya mengapresiasi yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini. Semoga bangsa Indonesia dapat menyaksikan kemerdekaan Palestina di waktu yang akan datang. Semoga semuanya dapat mengunjungi Al-Aqsa dengan mudah. Semoga semua yang ada di sini diberikan keberkahan dan kesehatan oleh Allah.

Sumber: republika.co.id

 

Ustaz Adi Hidayat Sumbangkan 1 Juta Dollar untuk Palestina

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengajak masyarakat untuk berdonasi melalui Ma’had Islam Rafiatul Akhyar (MIRA) untuk membantu bangsa Palestina. Sekitar enam hari, MIRA dapat menghimpun Rp 30 miliar donasi dari rakyat Indonesia untuk Palestina.

Ustaz Adi menyampaikan, pihaknya mencoba yang bisa dilakukan untuk memberikan dukungan kepada Palestina. Di antaranya memberikan doa kepada Palestina, untuk itu UAH meminta masyarakat berdoa membaca qunut nazilah dalam setiap kesempatan, khususnya saat agresi berlangsung 11 hari.

“Di samping itu, kami mengimbau untuk mengumpulkan donasi ditampung oleh MIRA. Kami mulai sejak 16 Mei 2021 dan kami tutup pada Sabtu, 22 Mei 2021, kurang lebih berlangsung selama enam hari,” kata Ustaz Adi saat konferensi pers penyerahan donasi secara simbolis dari Ustaz Adi Hidayat kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron, Palestina, Senin (24/5).

Ustaz Adi menginformasikan, dalam jangka waktu tersebut telah terkumpul Rp 30.880.110.889,54 (Rp 30 miliar). Penggalangan dana pun disetop untuk direkapitulasi agar bisa diaudit dan disampaikan kepada publik.

“Supaya publik tahu bagaimana penggunaan dananya dan melakukan kontrol yang baik. Supaya tertib administrasi dalam menggunakan dana donasi itu sehingga memberikan juga contoh teladan kepada teman-teman lain,” katanya.

Ia menjelaskan, dari dana yang terkumpul ini akan dibagikan menjadi tiga bagian atau tiga klasifikasi utama. Pertama, untuk memenuhi kebutuhan mendesak saat ini di Gaza, yakni 715 ribu dolar AS. “Kami dapatkan langsung permohonan (bantuan) dari Gaza untuk memenuhi kebutuhan mendesak pascaagresi,” ujarnya.

Kedua, dana akan diberikan secara simbolis melalui MUI untuk selanjutnya diteruskan kepada Duta Besar Palestina, Zuhair al-Shun, sejumlah 1 juta dolar AS. Ketiga, UAH menyampaikan bahwa punya program jangka panjang untuk Palestina dalam bidang pendidikan. Untuk itu, pihaknya akan koordinasikan dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).

“Jadi, dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung bangsa Palestina dalam bidang pendidikan. Di antaranya kami akan bekerja sama dengan kampus-kampus di Indonesia untuk bisa menampung warga Palestina,” ujarnya.

Ustaz Adi berharap warga Palestina bisa belajar di ITB, UI, UGM, dan kampus-kampus Islam lainnya sehingga nanti ada insinyur Palestina yang lulus di Indonesia, serta ada penguatan dalam aspek keagamaan dan Alquran.

“Dengan itu insya Allah (pelajar Palestina) akan pulang membangun negaranya, membangun masyarakatnya dengan bekal-bekal yang ditimbang di Indonesia, insya Allah,” kata UAH.

Sumber: republika.co.id

Presiden Jokowi Lantik Ganip Warsito, Gantikan Doni Monardo Jadi Ketua BNPB

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Ganip Warsito menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB menggantikan Doni Monardo

Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, hari ini, Selasa (25/5/2021), sekitar pukul 10.30 WIB.

“Benar,” ungkap sebuah sumber saat dikonfirmasi.

Mantan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III ini akan menggantikan posisi Letjen TNI Doni Monardo.

Sebagaimana diketahui, Ganip baru menjabat sebagai Kasum TNI selama tiga bulan lebih usai dilantik Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada 1 Februari 2021 lalu.

Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1986 ini berpengalaman di bidang infanteri. Dia pernah menjabat sebagai Pangkogabwilhan III, Pangdam XIII/Merdeka, Asops Panglima TNI, dan Pangkogabwilhan III.

sumber: sindonews

 

Diam-diam, Inggris Latih  Pasukan Keamanan Palestina untuk Lindungi Israel

TEPI BARAT(Jurnalislam.com) – Inggris saat ini secara diam-diam membantu melatih dan mengembangkan pasukan keamanan Palestina di Tepi Barat untuk mencegah “potensi tumpahan kekerasan ke Israel “.

Informasi itu terungkap dalam penyelidikan oleh Declassified UK.

“Program Kapabilitas, Akuntabilitas, Keberlanjutan, dan Inklusivitas itu bertujuan memberikan dukungan dan pelatihan kepada pasukan keamanan Otoritas Palestina agar mereka lebih mampu ketika menghadapi ancaman terhadap Israel yang berasal dari Tepi Barat,” ungkap laporan Declassified UK, dilansir Memo.

“Promosi kerja sama keamanan dengan Israel juga menjadi tujuan,” papar Declassified UK.

Berdasarkan catatan dan statistik yang diperoleh dari permintaan kebebasan informasi, investigasi menemukan bahwa program tersebut membuat para pembayar pajak Inggris mengucurkan 3,3 juta poundsterling tahun lalu.

Ini setelah dana 2,3 juta poundsterling yang dialokasikan Kementerian Pertahanan Inggris pada 2017-2018 untuk “Tim Dukungan Inggris” yang berbasis di kota Ramallah, Tepi Barat.

Pendanaan tersebut pada gilirannya bersumber dari Dana Konflik, Keamanan, dan Stabilitas (CSSF) lintas pemerintah senilai 1,3 miliar poundsterling.

CSSF adalah anak usaha dari departemen pemerintah Inggris yang bertujuan meningkatkan stabilitas di berbagai kawasan dengan mendanai proyek-proyek yang tidak berdampak langsung pada keamanan nasional Inggris.

“Tim yang melatih pasukan keamanan Palestina terdiri dari tujuh personel militer dari Angkatan Darat Inggris dan Royal Air Force yang dipimpin seorang brigadir,” papar Declassified UK.

“Satu dokumen yang terkait dengan program tersebut mencatat dukungan Inggris semacam itu telah berlangsung selama tujuh belas tahun, dan sebenarnya bertujuan mengurangi potensi ancaman keamanan bagi Inggris dengan menangani dugaan ekstremisme di wilayah pendudukan,” ungkap Declassified UK.

Sumber: sindonews.com

Pejabat Senior Eropa Tekejut dengan Kemampuan Hamas Sekarang

EROPA(Jurnalislam.com)–Agresi Militer Israel yang berakhir dengan gencatan senjata pada Jumat menunjukkan kemampuan kelompok perjuangan Palestina untuk membangun persenjataan roket buatan sendiri sebagian besar dengan bahan sipil dan bantuan teknis Iran, kata para analis dan pejabat.

Rendahnya biaya senjata dan kebutuhan untuk membangun kembali Gaza membuat Israel dan komunitas internasional bingung bagaimana memenuhi kebutuhan dasar warga Gaza, namun ingin tetap menjaga barang-barang biasa seperti pipa, gula, dan beton agar tidak digunakan untuk keperluan militer.

Pejabat saat ini dan mantan tidak melihat jawaban yang mudah, dengan mengatakan bahwa tidak mungkin untuk menutup bahkan daerah yang relatif kecil seperti Gaza dan untuk mencegah barang-barang untuk rekonstruksi diubah menjadi roket buatan lokal.

“Kami sangat terkejut dengan kemampuan Hamas kali ini. Mereka memiliki roket jarak jauh yang tidak mereka miliki sebelumnya. Itu semua tergantung pada Iran,” kata seorang pejabat senior Eropa yang tidak mau disebutkan namanya, dikutip dari Reuters, 24 Mei 2021.

Israel mengatakan Hamas, Jihad Islam dan kelompok militan lainnya menembakkan sekitar 4.360 roket dari Gaza selama konflik terbaru, di mana sekitar 680 roket jatuh ke Jalur Gaza. Pencegat Iron Dome Israel, diaktifkan melawan roket yang mengancam pusat populasinya, memiliki tingkat penembakan yang berhasil sekitar 90%, kata militer.

Dikatakan 60 atau 70 roket masih menghantam pusat populasi, menyiratkan tingkat akurasi sekitar 15%. Yang lainnya jatuh di area terbuka, namun memicu kepanikan dan membuat orang Israel mencari tempat berlindung.

Sumber: tempo.co

 

Gerhana Bulan Total Rabu 26 Mei, Ini Panduan Kemenag

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Berdasarkan data astronomi,  pada hari Rabu, 26 Mei 2021, ini akan terjadi gerhana bulan total atau Khusuful Qamar. Gerhana diperkirakan akan berlangsung sejak pukul 18:09 – 20:51 WIB.

Sehubungan itu, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama mengimbau umat Islam agar melakukan salat sunnah gerhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Kami mengimbau kaum muslimin agar melakukan Salat Gerhana,” jelas Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Menurutnya, sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, umat Islam dianjurkan melakukan salat gerhana, walaupun dalam posisi gerhana bulan sebagian.  Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, doa, istighfar, taubat, sedekah, dan amal-amal kebajikan lainnya.

“Mempertimbangkan waktu terbit bulan di masing-masing daerah, maka Salat Gerhana bisa dilakukan pada rentang setelah Salat Maghrib sampai selesai Gerhana sesuai dengan waktu di atas,” ujar Kamaruddin.

“Karena masih pandemi, Salat Gerhana agar diselenggarakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan disiplin 5M: mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan,” tandasnya.

Tuntunan Islam saat terjadi Gerhana:

حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيْد قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ قَالَ حَدَّثَنَا  زِيَادُ بْنُ عِلَاقَةِ قَالَ سَمِعْتُ الْمُغِيْرَةُ بْنِ شُعْبَةِ يَقُوْلُ اِنْكَسَفَتْ الشَّمْسُ يَوْمَ مَاتَ اِبْرَاهِيْمُ فَقَالَ النَّاسُ اِنْكَسَفَتْ لِمَوْتِ اِبْرَاهِيْمُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَأَيَتَانِ مِنْ أَيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُواهُمَا فَادْعُوا اللهِ وَصَلّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

Telah menceritakan kepada kami, Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami, Zaidah berkata, telah menceritakan kepada kami, Ziyad bin ‘Ilaqah, dia berkata: “Aku mendengar Al-Mughirah bin Syu’bah berkata, “Telah terjadi gerhana matahari ketika wafatnya Ibrahim. Kemudian Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan ia tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka berdoalah kepada Allah dan dirikan salat hingga (matahari) kembali tampak.” (H.R. Al-Bukhari)

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita tuntunan syariat yang mulia ketika terjadi gerhana matahari maupun gerhana bulan, antara lain yaitu:

1. Menghadirkan rasa takut kepada Allah saat terjadinya gerhana matahari dan bulan, karena peristiwa tersebut mengingatkan kita akan tanda-tanda kejadian hari kiamat, atau karena takut azab Allah diturunkan akibat dosa-dosa yang dilakukan.

2. Mengingat apa yang pernah disaksikan Nabi Muhammad SAW dalam Salat Kusuf. Diriwayatkan bahwa dalam salat kusuf, Rasulullah SAW diperlihatkan oleh Allah surga dan neraka, bahkan beliau ingin mengambil setangkai dahan dari surga untuk diperlihatkan kepada mereka. Beliau juga diperlihatkan berbagai bentuk azab yang ditimpakan kepada ahli neraka. Karena itu, dalam salah satu khutbahnya selesai salat gerhana, beliau bersabda, “Wahai umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (H.R. Muttafaq alaih).

3. Menyeru dengan panggilan “Asshalaatu Jaami’ah”. Maksudnya adalah panggilan untuk melakukan salat secara berjamaah. Aisyah meriwayatkan bahwa saat terjadi gerhana, Rasulullah SAW memerintahkan untuk menyerukan “Ashshalaatu Jaami’ah” (H.R. Abu
Daud dan al-Nasa’i). Tidak ada azan dan iqamah dalam pelaksanaan salat gerhana. Karena azan dan iqamah hanya berlaku pada salat fardhu yang lima.

4. Disunnahkan mengeraskan bacaan surat, baik salatnya dilakukan pada siang atau malam hari. Hal ini dilakukan Rasulullah SAW dalam salat gerhana (H.R. Muttafaq alaih).

Tata Cara Salat Gerhana

1. Berniat di dalam hati;
2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana salat biasa;
3. Membaca do’a iftitah, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang lain sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih);
4. Kemudian ruku’;
5. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal);
6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat lain. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama;
7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;
8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal);
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali;
10.Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana rakaat pertama, hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya;
11.Salam.

Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa (khususnya agar wabah covid-19 berakhir), beristighfar, dan bersedekah.

Panduan Penyelenggaraan Salat Gerhana saat Pandemi

Untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan Salat Gerhana Bulan, sekaligus upaya mencegah penyebaran virus Covid-19,  berikut panduan penyelenggaraan Salat Gerhana Bulan saat pandemi:

1. Salat Gerhana Bulan di daerah yang tergolong Zona Merah dan Zona Oranye agar dilakukan di rumah masing-masing;

2. Salat Gerhana Bulan dapat diadakan di masjid atau lapangan yang berada pada daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19, baik zona hijau maupun zona kuning, yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang;

3. Dalam hal Salat Gerhana Bulan dilaksanakan di masjid atau lapangan, harus memperhatikan standar protokol kesehatan secara ketat dan mengindahkan ketentuan sebagai berikut:

a. Salat Gerhana Bulan dilaksanakan sesuai tuntunan syariat, juga khutbah diikuti oleh seluruh jemaah yang hadir;
b. Jemaah yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat agar dapat menjaga jarak antar shaf dan antar jemaah;
c. Jemaah yang hadir harus memakai masker dengan sempurna dan sesuai ketentuan yang berlaku, baik di masjid maupun di lapangan;
d. Panitia dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu (thermo gun) dalam rangka memastikan kondisi jemaah sehat dan menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer di setiap pintu masuk;
e. Bagi para lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri Salat Gerhana Bulan;
f. Khutbah Salat Gerhana dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun dan syarat khutbah paling lama 10 menit;
g. Mimbar khutbah di masid atau pun lapangan agar dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jemaah;
h. Jemaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.