Polisi Israel Tembak Mati Perempuan Palestina

YERUSALEM (Jurnalislam.com)– Penjaga keamanan Israel menembak dan menewaskan seorang perempuan Palestina di Tepi Barat yang diduduki, Sabtu (12/6). Menurut polisi Israel, perempuan tersebut membawa pisau di pos pemeriksaan.

Tidak ada pernyataan langsung dari pejabat Palestina mengenai insiden itu. Penembakan terjadi di penyeberangan Qalandiya dekat Kota Ramallah.

Polisi mengatakan perempuan berusia 28 tahun itu mendekati penyeberangan dan lari ke arah pasukan sambil memegang sebilah pisau. “Seorang penjaga keamanan sipil yang melihat apa yang terjadi berkali-kali meminta perempuan itu berhenti,” demikian pernyataan kepolisian.

Pernyataan menambahkan ketika perempuan itu terus mendekat ke arah penjaga keamanan, beberapa tembakan pun dilepaskan. Polisi menyebarkan foto pisau, yang katanya dibawa oleh perempuan tersebut.

Pada Mei, pertempuran sengit antara Israel dan Palestina berlangsung selama 11 hari di Gaza. Gencatan senjata yang lemah sebagian besar bertahan, meski ketegangan masih tetap tinggi.

Dalam beberapa pekan terakhir, ratusan warga Palestina ditangkap di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki karena memprotes kebijakan Israel. Puluhan orang terluka dalam bentrokan dengan polisi bersenjata Israel. Setidaknya empat warga Palestina, termasuk seorang anak ditembak dan dibunuh sejak Kamis di Tepi Barat yang diduduki.

Sumber: republika.co.id

Saudi Batasi Jamaah Haji Internal, Harus Divaksin hingga Usia Tertentu

RIYADH (Jurnalislam.com)— Pemerintah Arab Saudi akhirnya memberi kepastian terkait penyelenggaraan haji tahun 1442 H/2021 M. Kerajaan tersebut mengumumkan, akses ibadah haji untuk warga negara asing ditutup. Langkah itu diambil karena kondisi pandemi Covid-19 dipandang belum terkendali hingga saat ini.

Pada Sabtu (12/6), Kementerian Haji dan Umrah Saudi menyatakan, pelaksanaan haji pada tahun ini hanya diikuti sebanyak 60 ribu orang. Jumlah ini lebih banyak daripada tahun sebelumnya, yakni 10 ribu jamaah.

Mereka seluruhnya berasal dari warga negara Arab Saudi dan ekspatriat yang telah bermukim di wilayah Kerajaan Saudi. Adapun musim haji tahun ini akan dimulai pada pertengahan Juli 2021.

Untuk mengantisipasi sebaran virus, otoritas setempat juga menetapkan sejumlah persyaratan. Misalnya, batasan usia jamaah haji dipatok antara 18 hingga 65 tahun. Mereka pun harus sudah menerima suntikan dosis vaksin Covid-19.

“Jamaah haji adalah mereka yang telah divaksin secara lengkap atau yang telah disuntik satu dosis vaksin Covid-19 setidaknya 14 hari sebelumnya atau yang divaksin seusai sembuh dari infeksi virus korona,” demikian pernyataan Kementerian Haji dan Umrah Saudi, seperti dikutip Arab News, Ahad (13/6).

 

Sumber: republika.co.id

Vaksin Disebut Ampuh Turunkan Covid, Tapi Belum untuk Varian Baru

 

INTERNASIONAL(Jurnalislam.com)– Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat infeksi Covid-19 terus turun di negara-negara yang menggunakan vaksin Moderna, Pfizer-BioNTech atau AstraZeneca, namun kemanjuran vaksin ini menyusut secara substansial dalam pencegahan varian Beta.

 

Dari laporan yang dilakukan oleh JP Morgan, terakhir diperbarui pada hari Jumat (11/6/2021), dikutip Menteri Kesehatan Ong Ye Kung dalam sebuah unggahan Facebook pada Sabtu.

 

Dia menulis bahwa sangat menggembirakan semakin tinggi tingkat vaksinasi, semakin rendah tingkat infeksi.

 

Laporan juga menerbitkan grafik yang menunjukkan penurunan infeksi harian baru okeh karena lebih banyak orang divaksinasi di beberapa negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman.

 

“Ini menunjukkan gambaran yang menggembirakan … Tentu saja, tindakan non-medis seperti jarak sosial dan pemakaian masker masih harus dilakukan hingga sekarang,” kata Ong, dikutip dari The Straits Times, Senin (14/6/2021).

 

Salah Satunya Sarden Vaksin Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca semuanya menunjukkan penurunan efektivitas terhadap varian Beta, pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dari penelitian laboratorium. Berapa banyak dari data ini diterjemahkan menjadi pengurangan efektivitas dunia nyata yang tidak jelas.

sumber: inews.com

 

Covid Melonjak, RS Wisma Atlet Tambah 2000 Tempat Tidur

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Manajemen Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran menambah 2.000 tempat tidur. Penambahan ini sebagai upaya antisipasi peningkatan jumlah pasien.

“Kami menyiapkan tambahan sekitar 2.000 bed dan sudah bisa digunakan secepatnya,” kata Koordinator RSDC Wisma Atlet Mayjen Tugas Ratmono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (14/6).

Kesiapan untuk menambah kapasitas diputuskan manajemen RSDC WIsma Atlet Kemayoran saat menggelar rapat khusus pada Ahad (13/6).”RSDC Wisma Atlet Kemayoran sanggup menampung 7.937 pasien,” kata Mayjen Tugas yang juga Kepala Pusat Kesehatan TNI.

Penambahan kapasitas merespons dinamika meningkatnya jumlah pasien beberapa waktu terakhir. Sebanyak 4.836 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 masih dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran hingga Ahad (13/6).”Tingkat hunian mencapai 80,68 persen,” ungkap Mayjen Tugas.

Penambahan kapasitas dilakukan dengan mengoptimalkan setiap unit apartemen/rusunawa di tower 4,5, 6, dan 7.”Setiap unit kami maksimalkan daya tampungnya jadi tiga pasien, terutama pasien kategori gejala ringan. Tadinya maksimal hanya dua pasien,” kata Tugas.

Sementara itu Tower 8 di Pademangan difungsikan untuk isolasi WNI yang baru tiba dari luar negeri.Dengan penambahan kapasitas hingga 7.937 orang, manajemen RSDC Wisma Atlet Kemayoran juga mengajukan tambahan 150 dokter dan 300 perawat.

Mayjen Tugas menyatakan bahwa manajemen RSDC Wisma Atlet Kemayoran sudah beberapa kali menghadapi situasi lonjakan pasien Covid-19, yaitu 5.080 pasien pada tanggal 27 September 2020 dan 5.036 pada  24 Januari 2021.”Kita berharap tidak ada lonjakan pasien, tetapi kami tetap harus menyiapkan diri demi merawat pasien COVID-19 dan ketenangan masyarakat lebih luas,” kata Mayjen Tugas.

Sumber: republika.co.id

Krisis Tenaga Medis, Kemenkes Serahkan Penambahan Nakes ke Pemda

 JAKARTA(Jurnalislam.com) — Peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini dapat mengakibatkan krisis tenaga medis karena tenaga kesehatan (nakes) ikut terpapar virus ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyerahkan penambahan tenaga kesehatan (nakes) ke rumah sakit (RS) dan pemerintah daerah (pemda).

“Tergantung pada RS dan Pemda setempat,” ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, Ahad (13/6).

Dia mengatakan, sudah ada Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) tentang pemenuhan sumber daya manusia yang bisa melalui Kemenkes atau anggaran daerah masing-masing. Jika fasilitas kesehatan itu milik daerah maka pemangku kepentingan di daerah bisa memenuhi kebutuhannya sendiri atau mengusulkan kepada Kemenkes.

Sementara itu, ia menambahkan, rumah sakit milik pusat bisa berkoordinasi dengan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes untuk menambah nakes. Namun, penambahan nakes ini tetap mengikuti aturan di Keputusan Menteri Kesehatan.

Sebelumnya, Ketua Satgas Covid-19 DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jajat Sudrajat mengakui, nakes termasuk perawat beresiko terpapar virus ini karena kelelahan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Terkait nakes perawat yang terpapar virus ini kemudian bisa membuat krisis nakes sehingga harus menambah tenaga kesehatan, ia mengaku PPNI hanya membantu merekrut relawan.

“Terkait pemanfaatan dan penempatan diserahkan ke Kemenkes kalau pusat dan Dinkes kalau di daerah,” katanya

Sumber: republika.co.id

Pelaku Usaha dan Perkantoran Diingatkan Agar Disiplin Prokes

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan pelaku usaha dan perkantoran di Ibu Kota untuk menaati protocol kesehatan terkait lonjakan angka positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. “Semua perkantoran evaluasi, bila kegiatan sudah lebih 50 persen pekerja, kembalikan 50 persen,” kata Anies seusai apel operasi yustisi di Lapangan Blok S, Jakarta, Ahad (13/6) malam.

Anies mengatakan, petugas gabungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama TNI-Polri menggelar pemeriksaan secara acak di berbagai lokasi perkantoran untuk memastikan penegakan protokol kesehatan (prokes). “Kami akan lakukan pemeriksaan secara ‘random’ terus-menerus, kembali ke 50 persen,” ujarnya.

Penekanan terhadap penegakan protokol kesehatan itu tidak hanya ditekankan pada perkantoran, tetapi juga bagi pelaku usaha tempat hiburan dan rumah makan. “Semua fasilitas hiburan, seperti tempat berkumpul, restoran, rumah makan, kafe, ikuti ketentuan 50 persen. Kami akan lakukan operasi pemeriksaan ke semuanya. Jam operasi diikuti, jam 21.00 WIB harus selesai, harus tutup,” ujar Anies.

Apabila ditemukan ada perkantoran atau pelaku usaha yang membandel dan tidak mengindahkan protokol kesehatan hingga berpotensi menimbulkan klaster-klaster Covid-19, Pemprov DKI Jakarta akan mengambil tindakan tegas. “Bila tetap buka kami akan disiplinkan, akan kami berikan sanksi sesuai ketentuan, tidak ada pengecualian. Semuanya ambil sikap tanggung jawab,” ujarnya.

Total kasus aktif di Jakarta pada 6 Juni 2021 adalah 11.500, hingga Ahad mencapai 17.400 atau telah terjadi peningkatan sekitar 50 persen. Untuk tingkat laju pertambahan kasus (positivity rate) juga meningkat yang pada pekan lalu sebesar sembilan persen dan Ahad ini 17 persen.

Kasus baru dalam empat hari terakhir, rata-rata setiap hari bertambah 2.000 kasus. Atas dasar itulah, Anies meminta kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari demi kesehatan dan keselamatan diri sendiri serta orang-orang terdekat.

“Kami minta pada semuanya untuk taati (prokes), disiplin, dan selalu tertib. Jakarta masuki fase amat genting,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini Jakarta berada dalam fase genting dan butuh perhatian lebih dari pihak yang terkait penanganan pandemi Covid-19. Mantan menteri pendidikan tersebut mengatakan, jika kondisi saat ini tak terkendali, Jakarta akan masuk ke dalam fase genting.

Jika fase itu terjadi, DKI Jakarta harus ambil langkah drastis dalam pembatasan kegiatan. “Seperti yang pernah dialami bulan September lalu dan Februari lalu. Dan, kita inginkan peristiwa (langkah drastis) itu tak berulang,” ujar Anies.

Sumber: republika.co.id

Innalillahi, Pengasuh Ponpes Sidogiri KH Nawawi Meninggal Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com) –  Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH A Nawawi Abadul Djalil wafat pada Ahad (13/6) sekitar pukul 16.40 WIB. Dia merupakan salah satu Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Innalillahi wainna Ilaihi raji’un telah wafat KH A Nawawi bin Abdul Djalil, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogri, sekaligus Mustasyar PBNU,” ujar dalam keterangan tertulis Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah yang juga sekaligus alumni Pesantren Sidogiri, KH M Cholil Nafis pada Ahad (13/6). Dia mengajak segenap alumni dan umat Islam melakukan sholat ghaib.

Kiai Nawawi Abdul Djalil melanjutkan kepemimpinan pondok pesantren Sidogiri sejak 2005. Di menggantikan pengasuh Pesantren Sidogiri sebelumnya, KH Abdul Alim bin KH Abdul Jalil yang wafat pada 2005.

Semasa hidupnya, Kiai Nawawi mengasuh Pesantren Sidogiri menjadi model pesantren mandiri melalui pengembangan BMT-BMT Syariah yang menyebar, terutama di hampir setiap kabupaten di Jawa Timur.

Kiai Nawawi juga dikenal sebagai pengasuh Pesantren Sidogiri yang sangat dekat dengan para santrinya. Dia kerap mengontrol sendiri kamar-kamar santri di malam hari.Dia menginginkan para santri beribadah dan memuthala’ah (mempelajari) pelajaran di malam hari.

Pesantren Sidogiri sendiri didirikan pada 1745 M oleh Sayyid Sulaiman bin Abdurrahman Basyaiban (yang wafat pada 1766 M). Sayyid Sulaiman tidak lain keturunan keempat Syekh Syarif Hidayatullah yang biasa dikenal dengan Sunan Gunung Jati.

Sumber: republika.co.id

Melonjak, Kasus Harian Corona RI Nyaris 10 Ribu

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Satgas Penanganan COVID-19 memperbarui data penyebaran virus Corona di Indonesia. Sebanyak 9.868 kasus COVID-19 baru ditemukan di Indonesia hari ini.

Data perkembangan penyebaran COVID-19 dipublikasikan Humas BPNB, Minggu (13/6/2021). Data penyebaran Corona dihimpun setiap harinya per pukul 12.00 WIB.

Jumlah kumulatif kasus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini sebanyak 1.911.358 kasus. Adapun kasus aktif Corona di RI per hari ini berjumlah 113.388 kasus.

Kabar baiknya, sebanyak 4.655 pasien Corona di RI dinyatakan sembuh hari ini. Total pasien COVID-19 yang sudah sembuh berjumlah 1.745.091 orang.

Selain itu, sebanyak 149 pasien COVID-19 di Tanah Air meninggal dunia hari ini. Jumlah pasien Corona di Indonesia yang meninggal dunia sebanyak 52.879 orang.

Pemerintah hari ini memantau sebanyak 108.997 kasus suspek Corona. Spesimen COVID-19 yang diperiksa pemerintah hari ini berjumlah 70.468.

Pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19. Masyarakat diminta berdisiplin memakai masker, rajin mencuci tangan memakai sabun, dan menjaga jarak.

sumber: detik.com

 

Anies Nilai Perlu Langkah Extraordinary Tekan Penyebaran Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan dibutuhkan langkah luar biasa (extraordinary) untuk menekan penyebaran virus Covid-19, khususnya pascalibur Idul Fitri 2021. Anies juga menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak pernah menutup-nutupi jumlah kasus Covid-19 di Jakarta.

Anies meminta kepada Forum RT-RW dan stakeholder terkait di wilayah DKI Jakarta agar dapat berkolaborasi untuk dapat menekan angka Covid-19, yang mengalami tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. “Kita semua merasa harus ada langkah-langkah extra ordinary (luar biasa). Bapak dan ibu para pengurus RT dan RW sebagai garda terdepan harus melakukan langkah ekstra,” kata Anies Baswedan, dalam acara Milad ke-5 Forum RT-RW DKI Jakarta, di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Ahad (13/6).

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini tak memungkiri, jika wilayahnya merupakan area dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak. Namun, ia mengaku tak pernah menutup-nutupi jumlah kasus yang ada.

“Jakarta dari awal paling transparan, paling jujur mengungkapkan seluruh kasus Covid-19. Kita tidak pernah tutup-tutupi kalau yang sakit 100 kita katakan 100, kalau yang sakit 1.000 kita katakan 1.000, kalau yang sakit 2.000 kita katakan 2.000. Karena angka-angka tersebut merupakan nyawa yang berharga untuk diselamatkan,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Tingkat Keterisian RS Covid Bandung capai 84 Persen

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR)  rumah sakit khusus Covid-19 di Kota Bandung naik cukup tinggi. Menurut data yang dirilis dalam Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Pikobar) pada Minggu (13/6/2021), pukul 07.30 WIB, tingkat BOR di Kota Bandung mencapai 84,56 persen.

 

Total tempat tidur yang tersedia di rumah sakit di Kota Bandung sebanyak 1.775. Dari jumlah itu, tempat tidur yang sudah terisi dan sedang digunakan sebanyak 1.501. Baca juga: Ridwan Kamil Sidak RS di Bandung Malam Hari,

 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi kenaikan jumlah kasus Covid-19 dengan melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) di Kota Bandung pada Sabtu malam.

 

Kedatangannya untuk mengetahui kondisi terkini penanganan Covid-19 di rumah sakit rujukan utama tersebut, menyusul tren kenaikan kasus harian di Jabar.

sumber: kompas.com