IDAI: Angka Kematian Anak Akibat Covid Cukup Tinggi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkap bahwa kasus covid-19 pada anak usia 0 hingga 18 tahun di Indonesia mencapai 12,5 persen, yang artinya satu dari delapan kasus Covid-19 yang terkonfirmasi adalah anak. Lalu, case fatality rate Covid-19 pada anak juga tertinggi di dunia, mencapai tiga sampai lima persen.

“Jadi kita itu adalah negara yang kematiannya paling banyak di dunia. Bisa dibayangkan, satu dari delapan kasus yang terkonfirmasi Covid-19 itu adalah anak dan tiga sampai lima persen di antaranya meninggal. Dan saya sering katakan, dari seluruh anak yang meninggal itu, 50 persennya balita,” kata Ketua Umum IDAI Prof Aman Pulungan dalam konferensi pers virtual yang digelar lima perhimpunan profesi dokter indonesia, disimak di Jakarta, Jumat (18/6).

Prof Aman juga menyoroti minimnya fasilitas kesehatan khusus anak, misalnya sebagian besar rumah sakit di Indonesia tidak menyediakan ruang ICU khusus anak. Ketika saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19, sumber daya manusia, termasuk dokter dan perawat di berbagai rumah sakit juga sudah mulai menurun.

Sumber: republika.co.id

Polisi Israel Tangkap Imam Palestina

LOD(Jurnalislam.com) – Polisi Israel menangkap Imam Masjid Agung Ludd Sheikh Yusef al-Baz di rumahnya pada Kamis dini hari. Imam tersebut ditahan karena dicurigai menghasut aksi kekerasan. Sheikh Yusef al-Baz dijadwalkan hadir di pengadilan distrik Rishon Lezion dekat Tel Aviv.

Polisi Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka telah menangkap seorang tersangka yang berhubungan dengan video yang dibagikan di Facebookpada 15 Juni. Menurut polisi Israel, video itu menyerukan aksi kekerasan terhadap polisi.

Pengacara Baz Khaled Zabarqa mengatakan, tuduhan itu adalah lelucon dan video tersebut berasal dari film asing. Pihak berwenang Israel telah menghadapi peningkatan seruan dalam beberapa hari terakhir oleh tokoh-tokoh sayap kanan di Israel untuk menangkap Baz atas unggahan media sosialnya.

Anggota Sayap Kanan Israel dari Knesset Itamar Ben Gvir dalam akun Twitter mengaku senang polisi menangkap Baz setelah dia mengajukan pengaduan resmi terhadap Imam Palestina karena hasutan.

Sumber: republika.co.id

 

MUI: Indonesia Negara Paling Dermawan Karena Dorongan Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Indonesia dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia berdasarkan World Giving Index (WGI) yang dikeluarkan oleh badan amal Charities Aid Foundation (CAF). Menurut laporan WGI, Indonesia menempati peringkat teratas dalam partisipasi memberikan sumbangan uang.

Menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, terpilihnya Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia tentu perlu diapresiasi.

 

Pasalnya, prestasi ini diraih bukan semata-mata karena Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila saja, melainkan karena sila-sila yang ada dalam Pancasila sudah dijiwai dan diwarnai oleh nilai-nilai dari ajaran agama terutama agama Islam yang bersumberkan Alquran dan sunnah.

Ketua PP Muhammadiyah ini menuturkan, dalam berbagai surat dan ayat Alquran secara jelas diperintahkan oleh Allah SWT untuk tidak hanya memperhatikan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan keadaan dari keluarga dan tetangga, terutama fakir miskin. Bahkan dalam salah satu surat Alquran  dikatakan bahwa manusia akan dicap oleh Allah sebagai seorang pendusta agama jika menyia-nyiakan dan tidak berempati kepada anak yatim serta tidak mau membantu dan memperhatikan kebutuhan orang miskin.

Hal demikian diperjelas dan dipertegas oleh Nabi Muhammad SAW melalui hadits-haditsnya. Salah satu hadits mengingatkan akan kewajiban umat Muslim untuk memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang-orang yang hidupnya termarginalkan.

Seperti hadits Nabi SAW yang berbunyi, “Tidaklah bisa dikatakan bahwa kita ini telah beriman kepada Allah dan hari akhir kalau perut kita kenyang sementara tetangga kita kelaparan.”

“Nilai-nilai yang terdapat dalam Alquran dan hadits yang seperti inilah yang telah mendorong pada tinggi dan meningkatnya minat untuk berdonasi dan kerelawanan di kalangan umat Islam,” kata Anwar, dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Jumat (18/6).

Anwar mengatakan, kedermawanan umat Islam itu sangat terlihat di masa-masa awal pandemi Covid-19, di mana pemerintah meminta masyarakat untuk mengisolasi diri dan tidak keluar rumah yang menyebabkan ekonomi masyarakat lapis bawah terpukul. Dalam kondisi demikian, ia mengatakan umat Islam benar-benar telah termotivasi oleh ajaran agama untuk turun membantu mereka yang kesulitan, baik itu secara langsung maupun melalui Baznas dan lembaga amil zakat (LAZ) serta unit pengumpul zakat (UPZ) yang ada.

Anwar menyebut, yang menjadi pendorong utama masyarakat berlaku dermawan bukanlah karena instruksi atau perintah dari pemerintah, melainkan karena ajaran agama mereka sendiri yang terdapat dalam Alquran dan assunnah.

Ia menambahkan, bagi orang Islam sila-sila dalam Pancasila tidak akan bisa dipahami serta tidak akan jelas bentuknya jika tidak dituntun dan diarahkan serta diisi oleh nilai-nilai yang ada dalam ajaran agama Islam itu sendiri. Oleh karena itu, menurutnya, Pancasila dan agama Islam serta Alquran tidak boleh dipertentangkan.

Sumber: republika.co.id

 

Masyarakat Diminta Tetap di Rumah Selama Akhir Pekan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengimbau kembali masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya untuk tetap berada di rumah pada akhir pekan ini. Hal itu guna menekan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat.

“Jadi kita menganjurkan seluruh masyarakat di Jakarta dan sekitarnya, hari Sabtu Ahad besok di rumah saja, kecuali ada kebutuhan yg mendesak dan mendasar,” kata Anies usai rapat bersama Kapolda Irjen M Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (18/6).

Anies berharap, masyarakat juga turut menyadari situasi Jakarta yang masih mengalami pandemi Covid-19, bahkan beberapa hari terakhir mengalami peningkatan tajam. Untuk itu, ia sekali lagi mengingatkan agar warga mengurangi kegiatan di luar yang dapat menimbulkan risiko terpapar virus berbahaya tersebut.

“Kurangi kegiatan di luar rumah, kurangi aktivitas yang berpotensi interaksi sehingga bisa terpapar. Inti yang utama taati protokol kesehatan, gunakan masker, jaga jarak, kemudian cuci tangan, di hari-hari ke depan tetap di rumah kecuali ada kebutuhan mendesak,” tutur Anies.

Dia menganjurkan agar masyarakat beraktivitas di rumah tidak hanya untuk akhir pekan saja, namun juga pada hari libur ke depannya. “Bukan (karena) hari Sabtu-Ahad sesungguhnya, kebetulan besok kan hari Sabtu dan Ahad. Karena Sabtu dan Ahadhari libur, gunakan untuk tetap di rumah.”

Anies menambahkan, “Ini kesempatan bagi kita semua untuk sama-sama bersama keluarga, tidak bepergian, mengurangi aktivitas yang berpotensi ada penularan. Itu intinya.”

Sepekan terakhir kasus Covid-19 mengalami lonjakan drastis. Bahkan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) pun yang sebelumnya berlangsung di 226 sekolah turut dihentikan.

Merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kasus Covid-19 di Jakarta meningkat, antara lain pada 7 Juni 2021 sebanyak 1.197 orang, 8 Juni (755 orang), 9 Juni (1.376 orang), 10 Juni (2.091 orang), 11 Juni (2.293 orang), 12 Juni (2.455 orang), 13 Juni (2.769 orang), 14 Juni (2.722 orang), 15 Juni (1.502 orang), 16 Juni (2.376 orang), dan 17 Juni (4.144 orang).

Sumber: republika.co.id

Jenazah Covid di TPU Tangsel Melonjak 100 Persen

TANGERANG SELATAN(Jurnalislam.com) – Tingginya penambahan kasus Covid-19 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten, turut mencatatkan lonjakan jumlah jenazah pasien Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Tangsel.

Ketua Pengelola Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang Tabroni mengonfirmasi, adanya lonjakan jumlah jenazah pasien Covid-19 pada Juni 2021 yang dimakamkan di sentra pemakaman pasien Covid-19 di wilayah tersebut.

Menurut catatannya, sejak 1 Juni hingga 18 Juni 2021 siang, jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Jombang mencapai 64 jenazah. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari jumlah jenazah pasien Covid-19 pada sepanjang Mei 2021 sebanyak 30 jenazah.

“Dari awal Juni sampai 18 Juni sekitar 64 jenazah. Sementara, kalau Mei totalnya 30 jenazah, berarti ada lonjakan 100 persen lah, bahkan lebih,” ujar Tabroni di Tangsel, Jumat (18/6).

Dengan data tersebut, artinya pada Juni 2021, para petugas penggali kubur di TPU Jombang memakamkan rata-rata empat jenazah per harinya. Sedangkan, pada Mei 2021, petugas memakamkan rata-rata satu jenazah setiap hari. Dengan demikian, secara kuantitas harian, terjadi lonjakan empat kali lipat pada bulan ini dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Meski terjadi lonjakan, Tabroni mengatakan, hingga saat ini petugas penggali kubur yang diketahui mencapai 11 orang di TPU Jombang tidak kewalahan. Mereka dibantu dengan tenaga mesin berupa satu buah kendaraan backhoe. “Enggak (kewalahan), normal saja. Pakai bantuan kendaraan berat untuk menggali, petugas hanya mengeruk,” ujarnya.

sumber: republika.co.id

Sri Sultan: Lockdown Satu-satunya Cara

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)–Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut lockdown menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi lonjakan kasus positif Covid-19 yang saat ini terjadi di DIY. Pasalnya, sejak 16 Juni 2021 kasus terkonfirmasi positif di DIY di atas 500 kasus per hari.

Menurutnya, penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro tidak berjalan efektif di masyarakat. Padahal, PPKM mikro ini mengatur pencegahan Covid-19 mulai dari tingkat terbawah yakni tingkat RT/RW.

“Satu-satunya cara ya lockdown, kita kan sudah bicara PPKM mikro, kan sudah bicara penanganan (mulai) di RT/RW, padukuhan. Kalau itu pun gagal dan mobilitasnya seperti ini, mau apalagi ya lockdown,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (18/6).

Bahkan, pada perpanjangan PPKM mikro 15 Juni lalu juga dikeluarkan peraturan yang lebih ketat terkait protokol kesehatan (prokes) dalam pelaksanaan kegiatan masyarakat. Peraturan ini dikeluarkan dalam bentuk Instruksi Gubernur (Ingub) DIY Nomor 15/INSTR/2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro di DIY untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

“Kita sudah paling di bawah, penularan pada keluarga dan tetangga. Itu (prokes) kita ketatkan (melalui Ingub) yang kita keluarkan tanggal 15 kemarin, (di dalamnya diatur) sudah sampai mau menyelenggarakan aktivitas masyarakat itu tidak cukup keputusan (perizinan hanya dari) kelurahan, kapanewon juga ikut (rekomendasi),” ujarnya.

Sultan menuturkan, lonjakan kasus yang terjadi di DIY disumbang oleh tidak disiplinnya masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Sehingga, penerapan lockdown dianggap sebagai satu-satunya cara untuk mengontrol penyebaran Covid-19 yang semakin meluas di DIY.

Melihat lonjakan kasus Covid-19 di DIY tersebut, pihaknya mempertimbangkan untuk menerapkan lockdown. Hal ini juga didasari oleh keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di 27 rumah sakit rujukan yang ada di DIY juga terus meningkat.

Pasalnya, dalam sepekan ini peningkatan BOR mencapai angka di 75 persen. Padahal, sebelumnya BOR di DIY hanya berada di angka sekitar 36 persen.

“Tapi, lepas dari kondisi seperti itu ya kita memang harus punya kemampuan mendisiplinkan diri (dalam menerapkan prokes), kalau tidak selamanya ya begini (terjadi lonjakan) terus. BOR rumah sakit itu 36 sekian persen, sekarang kira-kira sudah 75 persen,” jelas Sultan.

Sumber: republika.co.id

Kementrian BUMN Terapkan WFH

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menerapkan kebijakan menjalankan tugas kedinasan dari rumah atau //work from home (WFH) mulai 17 Juni hingga 25 Juni 2021. Hal ini tertuang dalam surat edaran (SE) Nomor: SE-12/S.MBU/06/2021 tentang Kebijakan Menjalankan Tugas Kedinasan dari Rumah yang ditandatangani Sekretaris Kementrian BUMN Susyanto di Jakarta pada Rabu (16/6).

Susyanto menyampaikan, aktivitas kedinasan fisik di lingkungan Kementerian BUMN dibatasi dan seluruh pegawai diwajibkan melakukan pekerjaan dari rumah. “Selama pembatasan aktivitas kedinasan fisik, pegawai dilarang melakukan perjalanan dinas dan pertemuan secara langsung,” ujar Susyanto dalam surat edaran yang diterima Republika di Jakarta, Jumat (18/6).

Susyanto menyampaikan, kebijakan ini merupakan langkah antisipasi peningkatan tren kasus positif Covid-19 di lingkungan Kementerian BUMN dan secara nasional. Selain juga untuk memprioritaskan kesehatan dan keselamatan pegawai.

Kata Susyanto, pegawai juga wajib mendapatkan surat tugas dari Menteri BUMN atau Wakil Menteri BUMN atau pejabat pimpinan tinggi madya apabila perlu melakukan perjalanan dinas dan pertemuan langsung yang bersifat prioritas dan stategis.

“Pelanggaran kebijakan dalam surat edaran ini dapat dikenakan hukuman disiplin aparatur sipil negara (ASN),” kata Susyanto.

Sumber: republika.co.id

Ikatan Dokter Anak Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar sekolah tatap muka terbatas, yang sedianya akan digelar Juli 2021, ditunda.
Ketua umum IDAI Prof Aman Pulungan menegaskan, pelaksanaan sekolah tatap muka belum aman digelar, mengingat saat ini lonjakan kasus Covid-19 semakin tajam.
“Melihat peningkatan kasus Covid-19 saat ini, saya tegaskan bahwa sekolah tatap muka masih belum aman dan sangat berisiko bagi anak,” kata Prof Aman dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/6).
Prof Aman menjelaskan, sekolah tatap muka boleh dilakukan dengan syarat transmisi lokal sudah terkendali yang ditandai dengan positivity rate atau laju penularan kurang dari 5 persen. Tak hanya itu, angka kematian akibat Covid-19 juga harus menurun.
Namun kenyataannya, saat ini kasus Covid-19 mengalami peningkatan yang tinggi. Sejak 13 hingga 16 Juni 2021, angka positivity rate yang diperiksa dengan metode PCR mencapai 30 persen lebih. Pada 13 Juni positivity rate PCR sebesar 33,91 persen, lalu 14 Juni sebesar 30,17 persen, 15 Juni sebesar 37,61 persen dan 16 Juni sebesar 35,62 persen.
“Syarat pertama lihat positivity rate dulu. Ini berlaku untuk semua daerah, karena kami tetap menganggap bahwa zona hijau, merah itu nggak ada. Jadi tolong lah kita memang harus melihat ini secara bijaksana,” kata Prof Aman.
Dia kemudian mengungkap syarat lain yang penting dipenuhi sebelum kebijakan sekolah tatap muka dilaksanakan. Yakni memperbanyak laboratorium yang bisa mendeteksi varian baru Covid-19, mengingat hingga kini jumlah laboratorium yang bisa melakukan pemeriksaan whole genome sequencing di Indonesia baru 17.
“Satu hal yang ingin saya tambahkan. Laboratorium kita tidak banyak yang bisa mendeteksi genome sequencing untuk varian baru. Dan yang varian baru ini cepat sekali menyebarnya. Kita tidak tahu, dua-tiga hari sakit, tiba-tiba orang muda itu meninggal. Bisa jadi karena varian baru. Jadi ketika sekolah mau dibuka, kita harus memastikan ada Lab yang bisa mendeteksi itu,” tegas Prof Aman.
Sebelumnya, pemerintah melalui surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 menyatakan bahwa sekolah harus mulai membuka opsi tatap muka mulai Juli 2021.
SKB itu ditandatangani oleh Mendikbud-ristek Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Dalam surat itu tertuang setiap sekolah wajib memberikan layanan belajar tatap muka terbatas setelah seluruh pendidik dan tenaga kependidikan menerima vaksin Covid-19. Selain itu, sekolah juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan jumlah murid hanya 50 persen dari total.Pelaksanaan sekolah tatap muka terbatas juga harus melalui persetujuan tiap orang tua atau wali.
Sumber: republika.co.id

Keterisian RS Isolasi DKI Capai 84 Persen

 JAKARTA(Jurnalislam.com) — Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat terjadi peningkatan di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19. Pada Kamis (17/6), tempat tidur isolasi yang tersedia di ratusan rumah sakit telah terpakai sebesar 84 persen.

“Hingga 17 Juni, total tempat tidur yang disiapkan pada 139 RS yang merawat Covid-19 di Jakarta sebanyak 8.524 tempat tidur isolasi yang saat ini terisi 84 persen,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI, Dwi Oktavia dalam keterangan tertulis resminya, Kamis.

Sementara itu, sambung dia, keterisian tempat tidur di ruang ICU juga kini meningkat menjadi 74 persen. Total ada sebanya 1.186 tempat tidur ICU yang disediakan.

Dwi menuturkan, Pemprov DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam menangani lonjakan kasus Covid-19 yang sedang terjadi. Salah satunya dengan menyiapkan fasilitas isolasi mandiri terkendali yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti penggunaan GOR dan rusun.

Dwi mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap mutasi virus baru yang lebih mudah menular dan menimbulkan gejala yang lebih berat. Dia menuturkan, DKI Jakarta secara aktif melakukan pemeriksaan sampel whole genome sequencing (WGS).

Dia menyampaikan, Dinkes DKI sudah mengirim 980 total keseluruhan sampel terduga mutasi virus. Dari jumlah tersebut, jelas dia, 33 di antaranya merupakan VoC.

“Kami sudah menerima data 33 VoC dari Kemenkes. Dari data tersebut, kami identifikasi bahwa 25 kasus berasal dari orang yang habis perjalanan luar negeri, tiga kasus transmisi lokal di luar Jakarta karena bukan domisili Jakarta hanya saja melakukan pemeriksaan di Jakarta. Lalu, ada lima kasus yang transmisi lokal di Jakarta dan kelimanya varian Delta,” ungkap Dwi.

Adapun rincian 33 VoC tersebut, yakni 12 varian Alpha (B.117), tiga varian Beta (B.1.351), serta 18 varian Delta (B.1617.2). “Pada setiap bertemu VoC, kami langsung mengidentifikasi kasus impor atau transmisi lokal. Jika transmisi lokal, maka kami lakukan tracing masif di komunitas dan tempat kerja,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinkes DKI menyampaikan, penambahan kasus harian Covid-19 di Ibu Kota pada Kamis (17/6), menembus angka 4.144 kasus. Hal ini hampir mendekati angka tertinggi yang pernah terjadi pada 7 Februari 2021, yakni mencapai 4.213 kasus dalam sehari.

Dwi menjelaskan, distribusi 4.144 kasus positif hari ini paling banyak ditemukan di wilayah Jakarta Timur sebesar 1.370 kasus. Kemudian disusul Jakarta Selatan sebanyak 932 kasus, Jakarta Barat 824 kasus, Jakarta Utara 523 kasus, dan Jakarta Pusat 490 kasus.

Sedangkan kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Cengkareng sebesar 205 kasus, Duren Sawit 189 kasus, Cipayung 177 kasus, dan Jagakarsa 172 kasus.

Dwi juga menyampaikan, tren kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun meningkat. Dari 4.144 kasus positif hari ini, jelas dia, 661 kasus atau 16 persen adalah anak usia 0-18 tahun, yang mana 144 kasus di antaranya adalah balita. “Untuk itu, kami mengingatkan warga untuk menghindari keluar rumah membawa anak-anak,” tutur Dwi.

Sumber: republika.co.id

OJK Hentikan 62 Entitas Kripto Ilegal

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menghentikan kegiatan 62 entitas kripto secara ilegal. Adapun modus digunakan oleh para oknum dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat akan cara kerja aset kripto.

Ketua SWI OJK Tongam L Tobing menjelaskan, paling banyak modus yang dilakukan para entitas kripto illegal dengan menjanjikan keuntungan tetap atau fix income yang tinggi mulai dari satu persen per hari hingga 14 persen per minggu. Adapun sebagian besar mereka juga menerapkan skema piramida pada multilevel marketing (MLM) untuk mendapatkan anggota.

“Kami dari satgas waspada investasi sampai dengan hari ini telah melakukan pemblokiran atau penghentian kepada 62 entitas asset kripto ilegal. Memang perlu bagi kita untuk melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat untuk mengetahui dan memahami produk aset kripto ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, seperti dikutip Jumat (18/6).

Menurutnya, modus paling umum yang digunakan para entitas bodong ini melalui iming-iming keuntungan tetap dengan persentase beragam. Padahal, aset kripto merupakan komoditas berjangka yang artinya nilai dari investasi naik dan turun tidak menentu.

“Banyak masyarakat kita yang tergiur untuk masuk ke sini dan juga kecenderungannya beberapa pelaku ini memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat kita terhadap produk aset ini dengan menciptakan skema ponzi,” katanya menjelaskan.

Tongam juga menyebut ciri skema penipuan lain yang marak dilakukan melalui investasi skema ponzi atau piramida, masyarakat diminta untuk merekrut anggota baru untuk mendapatkan cuan. “Kecenderungannya, pelaku ini memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat terhadap aset kripto dengan menciptakan skema ponzi. Banyak penawaran berkedok jual aset kripto, tapi memang pada akhirnya adalah penipuan,” ucapnya.

Tongam mencontohkan salah satu investasi bodong bernama Lucky Base Coin yang marak ditawarkan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, Lucky Base Coin ditawarkan dengan janji keuntungan 25 persen per bulan atau 300 persen per tahun.

“Banyak korban yang terjebak merupakan petani daerah. Paling miris member-nya adalah petani dan ditawari menjadi pembeli koin dengan iming-iming 300 persen per tahun,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurutnya, masyarakat perlu diedukasi untuk meminimalisasi penipuan berkedok aset kripto. Sejauh ini, OJK telah tegas melarang jasa keuangan menggunakan dan memasarkan produk aset kripto.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur dengan investasi yang menawarkan cuan fantastis,” katanya.

Sumber: republika.co.id