Mahasiwa UIN Bandung Sabet Medali Emas IICYMS

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas Islam Negeri (UIN) Sunang Gunung Djati Bandung berhasil menyabet medali emas International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICYMS).

IICYMS diselenggarakan di Bandung secara daring, 1-4 Juli 2021. Ajang ini diikuti 155 Tim dari 13 negara.

Tim Mahasiswa Teknik Elektro terdiri dari Muhammad Alvito Aditya, Reno Muhammad Fadilla, Deri Ruswandi, Agung Tri Wahyudi, dan Muhitha Adha. Mereka mengikuti kategori Mechanical and Electrical Engineering dengan judul “The Prototype of Smart Garden System with Flutter Programming Algorithm using Solar Photovoltaic System”.

Selain medali emas, tim UIN Bandung juga meraih penghargaan “Special Awards from BUCA”, Turki. “Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung apalagi jurusan Teknik Elektro,” kata Ketua Jurusan Teknik Elektro UIN Bandung, Nanang Ismail, Bandung, Senin (5/7/2021).

“Ini sangat membanggakan dan akan memotivasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi, apalagi di ajang internasional, yang sudah barang tentu sangat berdampak positif bagi kemajuan jurusan,” sambungnya.

Nanang menjelaskan bahwa meski pandemi, mahasiswanya tidak berhenti berinovasi dan berprestasi. Nanang mengapresiasi kinerja supervisor Tim, Lia Kamelia, yang sudah mendampingi mahasiswa dalam berkarya. “Kami berharap pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kreatifitas, inovasi dan prestasi mahasiswa,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama Ahmad Fathonih. “Kendatipun jurusan ini tergolong baru, mahasiswanya telah mampu bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa antar negara, ini membanggakan,” katanya.

Menurut Fathonih, prestasi mahasiswa akan sangat berkontribusi pada peningkatan akreditasi prodi yang juga terakumulasi memperkuat kelembagaan universitas.

Kelelahan, Tim Pemulasaraan Jenazah Covid Malang Tumbang

MALANG(Jurnalislam.com) — Anggota tim pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Malang mulai tumbang. Hal ini lantaran jumlah jenazah yang dimakamkan terus melonjak dari sebelumnya.

Kepala UPT Pemakaman Kota Malang, Taqruni Akbar mengatakan, total jenazah Covid-19 yang telah dimakamkan selama tiga hari terakhir sebanyak 65 orang. Sekitar 99 persen di antaranya termasuk pasien konfirmasi positif Covid-19. Terbaru, tim pemakaman masih harus memakamkan 26 jenazah pada Senin (5/7).

“Ini sudah merupakan rekor keprihatinan yang tertinggi untuk wilayah Kota Malang dan sampai detik ini belum menunjukkan angka ini menurun, terus saja bertambah,” kata Taqruni kepada wartawan di Kota Malang, Senin (5/7).

Taqruni mengungkapkan, timnya harus mencari tambahan relawan untuk memakamkan jenazah. Sebab, banyak petugas yang meminta untuk istirahat setiap harinya. Hal ini karena mereka terlalu lelah sehingga turut memengaruhi kesehatannya.

Akibat kondisi tersebut, Taqruni sempat kehilangan satu anggotanya yang meninggal sekitar empat bulan lalu. Kemudian satu petugas lainnya tengah dirawat di RSSA Malang.

 

Idealnya, kata Taqruni, satu tim pemakaman harus terdiri atas delapan orang. Namun saat ini satu timnya hanya berisi enam orang. “Jadi ini perlu kerja maksimal sangat menguras tenaga,” ucapnya.

 

 

Proses pemakaman jenazah Covid-19 biasanya menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam. Durasi yang cukup panjang ini karena tim masih harus menunggu jenazah dari RSUD Saiful Anwar (RSSA). Ditambah lagi, apabila pemakamannya berlangsung pada malam hari lalu masih harus menunggu penggalian.

 

 

Total kasus positif Covid-19 di Kota Malang telah mencapai 7.251 orang hingga 5 Juli 2021. Dari jumlah tersebut, 671 orang meninggal dan 6.248 orang dinyatakan sembuh. Sementara untuk 332 orang lainnya masih dalam perawatan dan isolasi.

sumber: republika.co.id

Liga Muslim Dunia Ajak Masyarakat Internasional Lawan Islamofobia

ISLAMABAD(Jurnalislam.com) — Islam adalah agama yang damai dan harmoni yang agung. Namun di Eropa, propaganda negatif terhadap Islam telah menciptakan banyak kekhawatiran di kalangan Muslim di seluruh dunia.

Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa menyampaikan gagasan soal kampanye perlawanan terhadap islamofobia. Hal ini dilakukan mengingat adanya peningkatan insiden terorisme yang menjadi sasaran kebencian Islamofobia.

Kampanye yang disebut ‘menolak kebencian’ itu, sebagaimana dilansir dari The News, untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama yang damai dan bukan terorisme.

Liga Muslim Dunia memulai kampanye tersebut dan menyampaikan pesan perdamaian bagi seluruh dunia.

Al-Issa menekankan fakta bahwa umat Islam harus memiliki perwakilan yang tepat untuk mengekspresikan sudut pandang mereka ketika mereka tidak memiliki forum seperti itu untuk saat ini. Dalam kondisi tersebut, islamofobia yang tidak terbatas pada beberapa negara itu bisa menjadi epidemi dan menyebar di seluruh dunia.

Sumber: republika.co.id

Petugas Dinkes Tasikmalaya Meninggal Setelah Terinfkesi Kembali Covid

TASIKMALAYA(Jurnalislam.com) – Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Cucu Suryani, meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 pada Senin (5/7). Almarhumah diketahui terpapar Covid-19 untuk kedua kalinya atau reinfeksi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan, almarhumah meninggal saat mendapatkan perawatan di RSUD dr Soekardjo, Tasikmalaya. Kondisinya disebut terus menurun setelah reinfeksi Covid-19. “Beliau tereinfeksi karena sebelumnya pernah terkonfirmasi,” kata dia saat dihubungi Republika, Senin.

Asep menjelaskan, sebelumnya almarhumah baru menerima vaksinasi satu dosis. Namun, almarhumah meninggal lebih dulu sebelum dosis kedua diberikan. Pelaksanaan vaksinasi memang baru dilakukan kepada yang bersangkutan lantaran sebelumnya pernah terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut Asep, berdasarkan laporan diterima, penularan terhadap yang bersangkutan berawal dari cucunya yang sakit. Setelah diperiksa, ternyata terkonfirmasi positif Covid-19. “Lalu dilakukan tracing, beliau juga positif. Langsung dievakuasi RS Dewi Sartika,” kata dia.

Asep menambahkan, setelah menjalani isolasi di RS Dewi Sartika, kondisi almarhumah terus menurun. Alhasil, almarhumah dirujuk ke RSUD dr Soekardjo. Setelah dua hari dirawat di RSUD dr Soekardjo, kondisinya tak juga membaik.

Akhirnya, yang bersangkutan ditempatkan di ruangan bertekanan negatif khusus isolasi pasien Covid-19. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Menurut Asep, almarhumah Cucu sangat aktif dalam penanganan Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Bahkan, sebelum reinfeksi Covid-19, almarhumah masih memimpin program pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan masyarakat.

Asep menjelaskan, kasus reinfeksi Covid-19 bukan hanya terjadi satu kali di Kota Tasikmalaya. Beberapa tenaga kesehatan juga pernah reinfeksi Covid-19. Menurut dia, rata-rata nakes yang tereinfeksi Covid-19 sudah menjalani vaksinasi. Namun, tak semua kasus tereinfeksi menjadi lebih parah. Tak hanya di Kota Tasikmalaya, di Kabupaten Garut juga terdapat sejumlah nakes yang reinfeksi Covid-19.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan, terdapat cukup banyak nakes yang reinfeksi Covid-19. Ia menyebutkan, sudah sekitar 10 orang nakes yang dua kali terpapar Covid-19. “Mereka sudah semua divaksin. Ketika reinfeksi, rata-rata kondisinya hampir sama dengan ketika pertama terpapar,” kata dia.

Leli menyebutkan, nakes yang terpapar Covid-19 untuk kedua kali umumnya disertai dengan gejala, seperti demam dan lainnya. Namun nakes yang terpapar Covid-19 rata-rata bergejala.

sumber: republika.co.id

RS dan Asrama Haji Dimanfaatkan untuk Pasien Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mempersilakan Rumah Sakit (RS) Haji dan Asrama Haji dimanfaatkan untuk penanganan pasien Covid-19.

Tidak kurang 25 asrama haji yang sudah disiapkan untuk penanganan pasien Covid-19. Sampai hari ini, tercatat sudah ada 1.054 pasien yang memanfaatkan.

“Saya sudah menerbitkan instruksi untuk Sekjen, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kakanwil dan Kepala Asrama Haji seluruh Indonesia, terkait optimalisasi pemanfaatan asrama haji,” kata Menag Yaqut saat menerima kunjungan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, di asrama haji Pondok Gede, Senin (5/7/2021).

Hadir mendampingi, Staf Khusus Menteri Agama, Abdul Rachman, Ishfah Abidal Aziz, Habib Nuruzzaman, Wibowo Prasetyo, dan Qodir. Hadir juga, Wamen BUMN, Pahala N Mansury, Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ramadhan Harisman, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab.

Dari DPR, tampak hadir juga M. Nabil Haroen dan Melky Kaka Lena dari Komisi IX.

“Selain asrama haji, kita juga punya RS Haji, dipersilahkan untuk dimanfaatkan sebagai tempat Pasien Covid-19,” sambungnya.

Menurut Menag, menghadapi Pandemi Covid-19 ini tidak bisa dilakukan secara sendiri. Karenanya, Kemenag berkolaborasi dengan Kemenkes, Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, dan instansi terkait lainnya dalam penanganan Covid-19.

“Asrama Haji Pondok Gede, insya Allah bisa dioptimalkan hingga penanganan 1000 pasien Covid-19. Ini cukup memadai dengan fasilitas yang ada dan sarana yang akan disupport Pertamedika, Kemenkes, Kementerian PUPR. Semoga hari Rabu sudah siap dipakai,” ujar Menteri yang akrab disapa Gus Yaqut ini.

Kunjungan Wakil Ketua DPR dan Wamen BUMN dalam rangka meninjau kesiapan asrama haji pondok gede sebagai sebagai tempat pasien Covid-19. Gedung yang dikunjungi antara lain: gedung Arafah dan gedung A.

Gedung Arafah saat ini digunakan RS Haji untuk tempat perawatan pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat. Kemenag telah bekerjasama dengan Pertamedika untuk meningkatkan fungsi gedung ini sebagai RS Darurat dengan kapasitas 138 bed untuk pasien. Kemenag dengan Pertamedika juga akan menyiapkan gedung D1 dan D2 sebagai tempat tenaga kesehatan (nakes) dengan kapasitas 333 bed.

Bangunan lain yang akan digunakan adalah gedung A, B, C, H, dan D5. Lima gedung ini kapasitasnya bisa mencapai 772 bed. Gedung-gedung ini akan disiapkan Kemenkes untuk pasien. Kemenkes juga akan menyiapkan gedung D3 dan D4 dengan kapasitas 365 bed untuk nakes.

Sementara gedung E, dengan kapasitas 160 bed, disiapkan sebagai cadangan.

Polisi Akan Tindak Perusahaan yang Tak Lakukan WFH

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah dimulai sejak Sabtu (3/7). Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus mengatakan, berdasarkan evaluasi di 28 titik penyekatan selama tiga hari, banyak kantor atau perusahan nonesensial yang memaksa karyawannya untuk masuk kerja tatap muka pada masa PPKM Darurat.

Yusri pun mengatakan, kepolisian tidak segan menindak pemilik atau pemimpin perusahaan nonesensial yang mewajibkan karyawannya untuk tetap masuk kantor. “Jangan dipaksakan pegawai untuk kerja, kami akan tindak. Kami tidak main-main, ini tegas kami sampaikan,  karena masih kita temukan,” kata Yusri saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (5/7).

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar melaporkan perusahaan nonesensial yang memaksa karyawan untuk bekerja di luar rumah, bukan work from home (WFH). “Laporkan dan kita akan tindak tegas. Tim juga bergerak dan mengecek kalau ada yang nonesensial masih buka. Kami punya layanan 110, kita punya medsos, atau datang sendiri ke Polda Metro Jaya,” tutur Yusri.

Kepolisian melakukan Operasi Aman Nusa II Lanjutan untuk menyukseskan kebijakan PPKM Darurat. Namun, dikabarkan masih banyak masyarakat yang belum menyadari adanya bahaya Covid-19.

“Evaluasi di semua titik banyak masyarakat yang belum mau sadar. Belum mau ingat bahwa memang bahaya Covid-19 ini,” ujar dia.

Sumber: republika.co.id

 

Sidang Itsbat Daring Akan Digelar 10 Juli Tentukan Awal Zulhijjah

JAKARTA(Jurnalislam.com) —- Kementerian Agama akan kembali menggelar sidang isbat (penetapan) awal Zulhijjah 1442 H. Sidang isbat rencananya dilaksanakan pada Sabtu, 10 Juli 2021.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan akan memimpin langsung sidang isbat. Karena masih dalam penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, sidang isbat dilakukan secara dalam jaringan (daring). Perwakilan yang hadir secara fisik di kantor Kementerian Agama akan sangat dibatasi dan harus menerapkan protokol kesehatan.

“Isbat awal Zulhijjah digelar 10 Juli 2021. Sesuai protokol kesehatan, undangan untuk menghadiri sidang dibatasi hanya Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia, serta Komisi VIII DPR,” terang Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, di Jakarta, Senin (5/7/2021).

“Peserta dari unsur pimpinan ormas Islam kita undang untuk mengikuti sidang isbat melalui aplikasi pertemuan dalam jaringan,” lanjutnya.

Peliputan juga akan dilakukan secara terbatas. Menurut Kamaruddin, Kemenag akan bekerjasama dengan TVRI untuk menjadi TV Pool. Media yang ingin menyiarkan sidang isbat awal Zulhijjah bisa berkoordinasi dengan TVRI.

“Kami juga memanfaatkan medsos Kemenag untuk melakukan live streaming,” tuturnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim menambahkan, sidang isbat akan terbagi dalam tiga tahap. Sessi pertama, dimulai pukul 17.00 WIB, berupa pemaparan posisi hilal Awal Zulhijjah 1441H oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag Thomas Djamaluddin. Sessi kedua, sidang Isbat yang dimulai setelah Magrib dan dipimpin oleh Menag. Sidang diawali dengan penyampaian laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari sejumlah titik di Indonesia.

“Sessi ketiga, Menteri Agama mengumumkan hasil sidang isbat secara telekonferensi dan disiarkan langsung oleh TVRI sebagai TV Pool dan live streaming medsos Kemenag,” tutupnya.

Mengenang dr. Didik Sulasmono, Sosok Dokter Tawadhu

Oleh: Nofa Miftahudin

Belum lama kita kehilangan sosok Dokter yang Tawadhu’. Kabar duka menyelimuti masyarakat pada Jum’at malam, 2 Juli 2021. Rasa kehilangan yang begitu mendalam pasti dirasakan terutama orang yang kenal dengan Beliau. Beliau adalah dr. Didik Sulasmono. Bahkan ada yang masih belum percaya bila beliau telah tiada.

“Maa shaa Allooh aku ae ndak percaya beliau iku ndak ada. Tiba tiba saja ?” pesan singkat wa dari Johan salah satu Relawan Forum Me-Dan Surabaya.

Beliau dianugerahi Allah Ta’ala memiliki Klinik Pratama dr. Didik Sulasmono (KDS) yang beralamat di Jl. Ali Sakti No.06 Dusun Sidorejo Desa Gitik Rogojampi Banyuwangi Jawa Timur. Dari Ni’mat ini beliau memaksimalkan untuk menebar manfaat kepada masyarakat. Seringkali beliau tidak mengambil upah dari jasa pengobatan kepada masyarakat yang tidak mampu. Bahkan yang satu tahun terakhir ini beliau menebar Probiotik di berbagai daerah Nusantara bagi membutuhkan secara GRATIS. San banyak sekali yang merasakan manfaatnya. Semoga menjadi amal pemberat timbangan kebaikan di yaumil hisab.

Karena ketawadhu’annya menjadikan orang sekitarnya segan. Tidak memandang usia di saat komunikasi, seringkali menggunakan kalimat “Njenengan (baca Anda, dimana kalimat ini merupakan bahasa jawa kromo inggil biasa digunakan untuk menghormati orang yang lebih senior)” sapaan ini disampaikan ke siapapun. Padahal yang diajak ngobrol adalah orang yang jauh lebih muda. Bahasa yang santun, setiap untaian katanya diliputi dengan senyuman. Maka tidak jarang banyak orang yang mengaku bahwa orang tersebut adalah terdekatnya. Bukan lain karena keakrabannya saat bersahabat dengan siapapun.

Benar apa yang dikatakan Rasulullah SAW :

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

“Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim no. 2588).

Yang dimaksudkan di sini, Allah Ta’ala akan meninggikan derajatnya di dunia maupun di akhirat. Di dunia, orang akan menganggapnya mulia, Allah pun akan memuliakan dirinya di tengah-tengah manusia, dan kedudukannya akhirnya semakin mulia. Sedangkan di akhirat, Allah akan memberinya pahala dan meninggikan derajatnya karena sifat tawadhu’nya di dunia (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 16: 142)

Dari sisi pakaian yang sederhana, sehingga tidak sedikit orang yang terkejut bila beliau itu adalah seorang dokter, mereka menyangka beliau orang biasa saja. Dan memang khalayak umum memahami bahwa seorang dokter itu selalu berpenampilan pakaian yang wah. Namun tidak berlaku dengan beliau.

Beliau sosok Dokter yang menyegerakan amal shalih, sering mengadakan bhaksos di berbagai daerah, baik dari sunat massal maupun cek kesehatan dan pengobatan. Beliau bukan hanya disapa sebagai dokter saja, namun sering juga masyarakat memanggil Beliau dengan panggilan Ustadz, yaa… Beliau bukan hanya seorang dokter yang memberikan resep obat saja namun juga nasehat.

Beliau sering memberikan nasehat. Yang selalu kami ingat adalah sebuah perkataan :

“Kelak Allah SWT tidak akan bertanya apa profesimu, tetapi Allah akan menanyakan amal apa yang telah kamu perbuat di dunia.” dr. Didik Sulasmono -rahimahullaah-

Berbagai kebaikan Beliau lakukan selama hidupnya. Yang senantiasa dikenang. Bahkan ada di antara seniman yang ketika melihat foto Sang Dokter Tawadhu’ itu tidak kuat menahan air matanya. Karena rasa kehilangan sosok Dokter yang Tawadhu’, santun, merakyat dan menyegerakan amal shalih. Komentar setelah mendengarkan kabar duka tersebut.

“Pasti bercucuran air mata terus, dalam kondisi tanpa melihat gambar beliau aja, masih sering meneteskan air mata” Kang Siswanto Seniman Banyuwangi.

Semoga Allah Ta’ala menerima semua amal ibadahnya dan mengampuni dosa-dosanya dan melimpahkan kesabaran kepada keluarganya. Aamiin yaa Robb

BEM UI Evaluasi Kinerja Polri, Soroti Kasus Pembunuhan Laskar FPI

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Setelah menjuluki Presiden Joko Widodo sebagai King of Lip Service dan menyindir prestasi ketua KPK Firli Bahuri, kini Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) kembali merilis kajian catatan evaluasi untuk Polri.

 

Media kritiknya masih sama, melalui akun media sosial BEM UI, termasuk di Instagram bemui_official yang diunggah Kamis, (01/07/2021) bertepatan peringatan hari Bhayangkara Polri ke-75.

 

Dalam unggahannya, BEM UI mengutip data KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan)

mecatat adanya 651 kasus kekerasan dan pelanggaran HAM yang dilakukan anggota Polri sepanjang Juli 2020 sampai Mei 2021,

 

“Data yang dirilis KontraS menunjukkan bahwasanya anggota Polri kerap menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mencederai bahkan melukai secara sewenang-wenang,” tulis BEM UI.

 

“Baru-baru ini, aksi #WadasMelawan pada 23 April 2021 kembali mendapat tindakkan represif dan sewenang-wenang dari Polri,” tambahnya.

 

Lebih lanjut menurut BEM UI dalam unggahannya tindakan represif dan sewenang-wenang dari Polri merupakan cerminan arogansi kepolisian,

 

“Mengingat kembali pada kasus penembakan yang dilakukan oleh anggota Polri terhadap enam anggota FPI,  yang menyebabkan hilangnya nyawa enam anggota FPI tersebut, kasus ini dinyatakan termasuk extrajudical killing atau pembunuhan diluar putusan hukum,” ungkapnya.

 

“Lebih jauh, masih dalam kasus penembakan enam anggota FPI,  anggota Polri yang terlibat telah melanggar prinsip fair trial atau peradilan jujur dan adil terhadap masyarakat terkait penyidikan dan penyelidikan yang tidak dipenuhi oleh anggota Polri, terutama tentang jaminan perlindungan HAM serta asas praduga tidak bersalah,” sambungnya.

 

Padahal, jika mengacu pada pasal 5 Perkab nomor 1 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian, penggunaannya harus disesuaikan dengan tingkat dan eskalasi ancaman.

 

“Tindakan represif aparat ini menjadi bukti bahwa penggunaan kekuatan merupakan arogansi dari kewenangan pemilik senjata api serta pengaruh kewenangan yang tidak semestinya yang dilakukan untuk tujuan melemahkan gerakan dan meredam perlawanan dengan dalih menjaga keutuhan nasional,” pungkas BEM UI.

 

Kontributor: Bahri

‘Haram Hukumnya Timbun Oksigen’

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Pasca diberlakukakannya PPKM Darurat, ada sebagian masyarakat yang panik dan memborong berbagai kebutuhan. Sementara ada sebagian masyarakat yang membutuhkan segera, seperti obat-obatan dan oksigen tidak memperoleh akses memadai dan berdampak pada ancaman jiwa.

Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Asrorun Niam Sholeh, mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk terus bahu membahu mendukung dan membantu korban Covid-19 agar dapat memperoleh layanan kesehatan, termasuk ketersediaan oksigen, obat-obatan, dan vitamin. Di antaranya dengan jalan sedekah oksigen, obat-obatan, vitamin, sembako, dan kebutuhan lain yang mendesak serta tidak menimbun barang-barang pokok tersebut, termasuk tabung oksigen.

Kiai Asrorun mengingatkan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 yang menegaskan bahwa tindakan yang menimbulkan kepanikan dan/atau menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan menimbun bahan kebutuhan pokok dan menimbun masker hukumnya haram.

“Termasuk memborong obat-obatan, vitamin, oksigen, yang menyebabkan kelangkaan sehingga orang yang membutuhkan dan bersifat mendesak, tidak dapat memperolehnya,” kata dia di Jakarta, Ahad (4/7).

Dia menyatakan penimbunan kebutuhan pokok tersebut tidak diperkenankan sekalipun untuk tujuan jaga-jaga dan persediaan, sementara ada orang lain yang membutuhkan secara sangat mendesak.

Kiai Asrorun menyarakankan aparat perlu ambil langkah darurat mengendalikan situasi,  menjamin ketersediaan, mencegah penimbunan, dan menindak oknum yang mengambil keuntungan dalam kondisi susah”.

MUI meminta Pemerintah memastikan ketercukupan dan ketersediaan oksigen, obat-obatan, vitamin, serta kebutuhan pokok masyarakat secara merata. Juga melakukan  penindakan hukum orang/korporasi yang memanfaatkan situasi pandemi untuk mencari keuntungan ekonomi dengan menahan dan atau mempermainkan harga sehingga menyebabkan kelangkaan serta harga membumbung tinggi.

“Demikian juga mencegah tindakan sebagian orang yang menimbun oksigen, obat-obatan, vitamin, dan kebutuhan pokok yg menyebabkan sulitnya akses bagi orang-orang yang membutuhkan secara mendesak,” tutur dia.