Keterisian RS Seluruh Indonesia Melonjak

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Memasuki hari keenam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, pemerintah terus berupaya melakukan langkah mitigasi bagi kenaikan angka infeksi Covid-19.

 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan untuk meningkatkan ketersediaan runag rumah sakit bagi pasien penderita Covid-19 yang butuh rawat inap

“Hingga hari ini, angka dari kasus positif Covid-19 masih terus naik, tapi kita harapkan di tanggal 15-17 Juli akan mulai terjadi penurunan. Kita juga masih berpacu dengan kecepatan mutasi dari varian Delta ini,” ujar Menko Luhut di Jakarta, Jumat (9/7/2021). 

Menurut dia pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan BNPB akan bekerja sama untuk mengatasi isu kekurangan kapasitas rumah sakit (RS) di seluruh provinsi dengan meningkatkan kapasitas. “Teman-teman dari Polri dan Kodam juga akan memantau kegiatan masyarakat untuk memperlambat laju kenaikan kasus,” lanjutnya.

 

Sedangkan jumlah tempat tidur nasional sebanyak 406.253, di mana tempat tidur untuk pasien Covid-19 adalah 111.890 atau sebanyak 28 persen. Pemerintah telah menargetkan sebanyak 40 persen konversi tempat tidur isolasi. Dengan target konversi 40% masih terdapat potensi secara 54,317 isolasi dan 1,459 secara intensif.

Sedangkan dalam hal tenaga kesehatan (nakes) akan mendayagunakan dokter internship sebanyak 5.418 orang, dokter pasca-internship sebanyak 4.454 orang, serta perawat fresh graduate sebagai relawan Covid-19 sebanyak kurang lebih 100.000 orang, yang akan terjun membantu para nakes di lapangan.

“Saat ini konversi RSUD di Jakarta sudah mencapai 89 persen dari segi occupancy pasien sudah memenuhi lorong. Bagaimana pun saat ini kasusnya ada 100.000 lebih jadi kita harus antisipasi untuk beberapa hari kedepan mungkin bisa sampai angka 120-an ribu,” kata dia.

 

 

 

Sumber: sindonews.com

21 Ribu Kasus Kesembuhan Covid DKI Capai Angka Tertinggi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Perkembangan penanganan pandemi Covid-19 per 8 Juli 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian terus meningkat hingga mencapai angka tertinggi sebanyak 21.185 orang sembuh per hari.

Angka tertinggi sebelumnya dicapai pada 6 Juli 2021 sebanyak 15.863 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan sudah mendekati angka 2 juta orang sembuh, atau tepatnya 1.994.573 orang (82,5 persen).

Sejalan dengan itu, penerima vaksin pertama terus bertambah dan hari ini sebanyak 820.889 orang dengan totalnya melebihi 34 juta orang atau 34.860.686 orang.

Sedangkan yang menerima vaksinasi kedua juga meningkat menjadi 14.622.502 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 178.689 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 40.349.049 orang.

Meski demikian, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, bertambah 16.354 kasus dan totalnya mencapai 359.455 kasus (14,9 persen). Pada pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), bertambah sebanyak 38.391 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini, mencapai 2.417.788 kasus.

Sementara, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 852 kasus dan kumulatifnya mencapai 63.760 kasus (2,6 persen). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 200.381 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 100.839 kasus.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi DKI Jakarta yang tertinggi menambahkan pasien sembuh sebanyak 10.857 orang dan kumulatifnya juga tertinggi sebanyak 511.940 orang.

Diikuti Jawa Barat tertinggi harian menambahkan 3.259 orang dan kumulatifnya sebanyak 343.671 orang, Jawa Tengah menambahkan 2.239 orang dan kumulatifnya 220.663 orang, Jawa Timur menambahkan 1.291 orang dan kumulatifnya 158.780 orang serta DI Yogyakarta menambahkan 918 orang dan kumulatifnya 53.319 orang.

Sumber: republika.co.ida

Taliban Rebut Kembali  Wilayah di Perbatasan Iran

KABUL (Jurnalislam.com)—  Taliban merebut kendali sebuah distrik utama di Afghanistan barat yang mencakup perbatasan utama dengan Iran, Kamis (8/7). Dalam sepekan terakhir, Taliban telah menyerbu daerah yang berbatasan dengan lima negara, Iran, Tajikistan, Turkmenistan, China, dan Pakistan.

Pertempuran sengit antara milisi Taliban dan pasukan Pemerintah Afghanistan juga berlangsung di Provinsi Balkh utara yang berbatasan dengan Uzbekistan.
Sebanyak dua pejabat keamanan senior mengatakan perbatasan Islam Qala dengan Iran, yang terletak di provinsi Herat, telah jatuh ke tangan Taliban.

Petugas keamanan dan bea cukai Afghanistan telah melarikan diri melintasi perbatasan. Laporan Al Alalam TV,  tentara Afghanistan telah memasuki wilayah Iran melalui penyeberangan perbatasan untuk melarikan diri dari Taliban.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian, membantah laporan tersebut dan mengatakan penyeberangan perbatasan masih di bawah kendali pasukan pemerintah. Namun, pejabat keamanan lainnya mengatakan pasukan Taliban telah merebut lima distrik di Herat tanpa perlawanan.

Awal pekan ini, lebih dari 1.000 personel keamanan Afghanistan melarikan diri ke Tajikistan saat Taliban merebut sebagian besar provinsi utara Badakhshan. Wilayah ini juga berbatasan dengan China dan Pakistan.

Kementerian Pertahanan mengatakan, pasukan Pemerintah Afghanistan sebelumnya melaporkan telah merebut kembali kendali Qala-e-Naw, ibu kota provinsi barat Badghis. Wilayah ini telah diserbu Taliban pada Rabu (7/7).

 

Kedermawanan Umat Dorong Pemulihan Dampak Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Pandemi Covid-19 menimbulkan efek multi dimensional, utamanya terhadap penduduk di lapisan bawah.

Penduduk yang kaya mungkin masih bisa bertahan. Tapi, mereka yang penghidupannya menengah ke bawah, bisa semakin sulit.

“Untuk itu, semua jaring pengaman sosial harus dioptimalkan, baik dari sumber dana APBN dan APBD maupun yang berasal dari dana sosial keagamaan,” terang Sekretaris Ditjen Bimas Islam Fuad Nasar di Jakarta, Kamis (8/7/2021).

“Perlu kedermawanan untuk bantu masyarakat terdampak pandemi,” lanjutnya.

Menurut Fuad, selain kedermawanan yang terorganisir melalui badan dan lembaga zakat atau yayasan amal sosial lainnya, diperlukan kedermawanan yang mengalir antarindividu dan antarkeluarga. Hal ini sesuai sifat dan budaya gotong-royong bangsa Indonesia yang relijius.

“Agama selalu mengajarkan, selamatkan umat, bangsa dan kemanusiaan, bukan sekadar selamatkan diri masing-masing,” pesannya.

“Kita tentu tidak menginginkan ledakan pandemi Covid-19 ini menimbulkan ledakan kemelaratan umum di negara kita. Karenanya perlu saling membantu,” sambungnya.

Fuad yakin, situasi ini dapat diatasi jika semua elemen bangsa turun tangan dan bergandengan tangan menghadapi Covid-19  di bawah pimpinan pemerintahan, pusat dan daerah, di seluruh Indonesia.

“Semoga virus Covid-19 secepatnya diangkat dari muka bumi dengan izin dan kasih sayang Allah Swt. Mari tetap berikhtiar dan terus berdoa kepada Allah dengan hati yang khusuk dan tawadu,” tutupnya.

Bersama Sukseskan PPKM Darurat untuk Kendalikan Lonjakan Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pemberlakuan PPKM Darurat yang dimulai pada 3 Juli hingga 20 Juli mendatang diharapkan dapat menurunkan jumlah penularan COVID-19 di Jawa-Bali. Salah satu alasan dilaksanakannya PPKM Darurat adalah untuk menekan angka penularan COVID-19 di lingkungan keluarga.

Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Dalam Negeri, Eko Prasetyanto Purnomo mengatakan, ada sejumlah hal penting dalam PPKM Darurat yang bisa mempengaruhi aktivitas masyarakat. “Mempengaruhi kita dalam bekerja, belajar, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk wilayah yang menerapkan PPKM Darurat, perkantoran yang non-esensial wajib melakukan WFH atau bekerja di rumah 100%,” tegasnya, Rabu (7/7).

Ia menegaskan, PPKM Darurat memang harus dilakukan secara kebersamaan, hal tersebut untuk memutus mata rantai virus. Perlu pemahaman semua pihak untuk bisa mengendalikan diri sehingga semuanya bisa saling menghindari penularan. “Kita bisa melihat sekarang semuanya meningkat, bahkan ada rumah sakit yang sudah kewalahan mengendalikan lonjakan kasus COVID-19,” ungkapnya.

 

Selain itu, Kemendagri secara intensif juga memberikan pemahaman dan melaksanakan Instruksi Mendagri No. 15 dan 17 tahun 2021 sebagai Dasar PPKM Darurat. Isinya antara lain mengenai Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro serta mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS menjelaskan, sosialisasi harus terus dilakukan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi PPKM Darurat. Terutama dari para tokoh masyarakat. “Jadi sosialisasi skala mikro sehingga tujuan dari PPKM darurat ini bisa maksimal,” tegasnya.

Sumber: cnbcindonesia

Wantim MUI Batalkan Pemindahkan Ibu Kota, Fokus Tangani Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi mengatakan, pemerintah seharusnya lebih memfokuskan energi untuk penanggulangan pandemi Covid-19. Dia pun mendesak agar pemerintah berpikir ulang memindahkan ibu kota karena tidak esensial di saat ini.

“Jadi pemerintah, sudahlah. Segala mau pindah ibu kota. Selesaikan saja dengan baik pandemi ini,” kata KH Muhyiddin, Rabu (7/7) malam.

Dia menyebut, penanggulangan pandemi membutuhkan energi serta sumber modal yang besar. Untuk itu, dia menilai, perpindahan ibu kota saat ini seharusnya dibatalkan agar tidak menambah beban keuangan negara. Terlebih, biaya pembangunan ibu kota didapatkan berdasarkan utang.

Di sisi lain, dia juga menyoroti sikap pemerintah yang terkesan kian jauh dari umat Islam. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah peristiwa yang melatarbelakanginya yang menyebabkan umat tidak merasakan kepercayaan kepada pemerintah.

“Ketidakpercayaan inilah yang pada akhirnya membuat sebagian masyarakat menolak mengikuti kebijakan pemerintah, termasuk tidak percaya dengan pandemi dan vaksin,” kata dia.

KH Muhyiddin meminta pemerintah agar memperbaiki komunikasi yang baik dengan kalangan Islam dan menunda segala bentuk kebijakan yang kontraproduktif. Saat ini, penanggulangan pandemi menjadi hal yang paling mendesak dan dibutuhkan bangsa.

Sumber: republika.co.id

Vaksinasi di Bekasi Malah Timbulkan Kemacetan

BEKASI(Jurnalislam.com) — Vaksinasi massal di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi menimbulkan kemacetan di Jalan Raya Ahmad Yani, Bekasi Barat, Kamis pagi (8/7).

Pantauan Republika di lapangan, kemacetan ini dimulai dari lampu merah Bekasi Cyber Park (BCP) tepatnya di perempatan jalan. Kendaraan roda empat seperti truk, dan minibus terhambat.

Adapun, petugas kepolisian dan dinas perhubungan setempat juga mengatur arus lalu lintas di sekitar Stadion Patriot. Antrean kendaraan yang menuju stadion baru terbelah dua di dekat RS Mitra Keluarga Bekasi Barat.

Ambulans nampak kesulitan melewati jalan ini lantaran tingginya volume kendaraan yang melintas. Jumlah peserta vaksinasi kali ini memang jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Vaksinasi massal kali ini menyasar 50 ribu warga. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dua vaksinasi massal sebelumnya. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, sebelumnya mengatakan, akan meminimalisir potensi kemacetan dan kerumunan akibat kegiatan ini.

“Persoalan macet itu, hanya persoalan pengaturan saja,” terang dia.

Sedangkan kerumunan diminimalisir dengan cara melakukan skrining dan tes antigen di luar lokasi. Tepatnya pada H-1 vaksinasi. “Tidak ada lagi skrining di sini dan skrining serta antigen sudah di sana (puskesmas),” kata Pepen.

Beberapa peserta yang datang di lokasi juga banyak yang mengeluhkan ramainya kegiatan ini. Mereka harus antre dan berdesakan ketika sampai di stadion. “Pusing banget banyak orang,” kata Putri yang datang membawa ibunya.

Meskipun kondisinya ramai, akan tetapi setiap kelurahan memiliki pemandu agar peserta tak kebingungan memasuki area stadion. Cara itu juga digunakan untuk mengurangi adanya kerumunan.

Sumber: republika.co.id

Mendagri Minta Pemda Masifkan Sosialisasi PPKM Darurat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah melakukan sosialisasi masif Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali. Kepala daerah dapat menggandeng organisasi kemasyarakatan atau tokoh masyarakat dalam sosialisasi tersebut.

“Upaya persuasif, sosialisasi seperti disampaikan Kapolda Jawa Timur, bagus dengan NU, Muhammadiyah, dan lain-lain, mungkin bisa direplikasi untuk kabupaten/kota melakukan hal yang sama dengan tokoh-tokoh masyarakat,” ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/7).

Tito menekankan pentingnya kehadiran kepala daerah turun ke lapangan dalam melakukan pengecekan jalannya PPKM Darurat. Menurutnya, hal itu penting dilakukan sebagai upaya mengindentifikasi secara langsung mobilitas masyarakat di berbagai sektor.

“Semua kepala daerah turun semua, ini yang dipesankan oleh Bapak Presiden pada saat rapat terbatas, (yaitu) kehadiran kepala daerah di lapangan,” kata dia.

Tito juga meminta kepala daerah segera merealisasikan bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan segera mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah.

PPKM Darurat diterapkan di wilayah Jawa-Bali sejak 3 sampai 20 Juli 2021. Beberapa aturan PPKM antara lain, penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah 100 persen di sektor nonesensial dan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring/online.

Sementara itu, jam operasional supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, dibatasi sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Sedangkan, apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

Sumber: republika.co.id

Gedung DPR Diusulkan Jadi Rumah Sakit Darurat

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi mengusulkan agar halaman gedung parlemen di Senayan dijadikan sebagai rumah sakit darurat (RSD) Covid-19 untuk membantu RSDC Wisma Atlet Kemayoran yang kapasitasnya penuh.

Usulan itu disampaikannya menanggapi pemberitaan bahwa kondisi RS penuh, dan adanya usulan optimalisasi kapal RS TNI AL sebagai RS Covid-19. Terlebih, gedung parlemen memiliki pemandangan air mancur sehingga bisa dilihat oleh pasien Covid-19.

“Saya usul halaman gedung parlemen jadikan rs darurat buat cover rsdc wisma atlet. Halaman luas. Bisa liat air mancur buat pemandangan,” cuit Tirta di akunnya @tirta_hudhi yang dikutip, Kamis (8/7/2021).

Menurut Tirta, usulan itu pas karena gedung parlemen tempat berkantornya anggota MPR, DPR dan DPD itu merupakan perwakilan dari rakyat. “Dan cocok sesuai narasi “perwakilan rakyat”,” imbuh Tirta.

 

Sumber: sindonews.com

Kemenag Gelar Madrasah Robotik 2021

JAKARTA(Jurnalislam.com) —– Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama kembali menggelar Kompetisi Robotik Madrasah (KRM) atau Madrasah Robotics Competition (MRC). Karena masih pandemi, hampir seluruh tahapan kompetisi digelar secara daring atau online.

Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, KRM merupakan ajang kompetisi bagi siswa madrasah, jenjang Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), dan Aliyah (MA).

“Pendaftaran ajang ini dibuka mulai hari ini, 7 Juli hingga 31 Agustus 2021. Pendaftaran dilakukan secara online melalui website madrasah.kemenag.go.id/mrc,” terang pria yang akrab disapa Dhani ini di Jakarta, Rabu (7/7/2021).

Menurut Dhani, KRM digelar sebagai ruang aktualisasi minat dan bakat siswa madrasah, khususnya di bidang teknologi, robotika dan otomasi.  Even ini diharapkan dapat merangsang siswa-siswi madrasah sebagai generasi Indonesia 2045 untuk mempersiapkan diri menghadapi era industri 4.0 dan Cybion (Cybernetics, Biologi and Ontology).

KRM 2021 mengusung tema ‘Robots For Global Pandemic’. Tema besar ini di-breakdown dalam empat isu. Pertama, Robot for Health Care (Robot Peduli Kesehatan), yakni robot untuk mendukung layanan kesehatan. Kedua, Robot for Social Care (Robot Peduli Sosial), yakni robot yang berfungsi mendukung  dan media interaksi sosial yang terkendala di masa pandemi.

Ketiga, Robot for Resilience (Robot untuk Ketahanan Hidup), yakni robot yang memiliki fungsi membantu manusia untuk ketahanan hidup manusia. Dan keempat, Robot for Economy Recovery (Robot untuk Pemulihan Ekonomi), yakni robot yang membantu manusia untuk pemulihan ekonomi.