Korps Alumni FoSSEI Diisi Para Tokoh Praktisi hingga Akademisi Ekonomi Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua Umum Korps Alumni Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (KA-FoSSEI) Sidiq Haryono pada beberapa waktu lalu telah mengumumkan struktur kepengurusan Majelis Pimpinan Pusat (MPP) KA-FoSSEI untuk periode 2022-2024.

Sejumlah nama besar dari beragam latar belakang tercatat masuk dalam kepengurusan inti tersebut. Nama – nama tersebut diantaranya Adiwarman Karim, Ventje Rahardjo, M Syafii Antonio, dan tokoh ekonom lainnya.

Dalam melengkapi susunan kepengurusan tersebut, Sidiq juga menggandeng beberapa tokoh ekonomi syariah nasional untuk mengisi jajaran Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan Dewan Penasihat yang nantinya diharapkan turut berperan dalam memberikan bimbingan dan masukan dalam perumusan dan pelaksanaan rencana kerja Pengurus Harian.

Sidiq menjelaskan bahwa dalam kepengurusan KA-FoSSEI periode 2022-2024 ini, terdapat 8 (delapan) orang yang ditetapkan sebagai Ketua, yang akan membawahi bidang-bidang yang erat kaitannya dengan peran nyata dan kontribusi KA-FoSSEI untuk membumikan ekonomi Islam di Indonesia, sehingga masyarakat umum dapat merasakan manfaat keberadaan organisasi ini.

“Islam adalah rahmatan lil’alamin dan KA-FoSSEI ingin menjadi salah satu pemeran utama agar prinsip tersebut dapat dinikmati oleh segenap masyarakat khususnya dalam bidang ekonomi,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KA-FoSSEI Iman Ni’matullah menyampaikan jika pihaknya bersama para Ketua Bidang dan Tim Formatur telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang akan mengisi susunan pengurus divisi-divisi dalam kepengurusan MPP KA-FoSSEI periode ini.

“KA-FoSSEI memiliki kekuatan generasi muda yang memiliki antusiasme tinggi terhadap pengembangan ekonomi syariah baik pada tataran akademis, praktisi keuangan syariah, filantropi, dan sektor industri halal” ujar Iman.

Setelah merilis susunan kepengurusan, dalam waktu dekat, KA-FoSSEI akan menggelar Rapat Kerja Nasional guna merumuskan dan mengesahkan rencana kerja MPP KA-FoSSEI tahun 2022 ini.

###

Tentang Korps Alumni FoSSEI

Korps Alumni Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (KA-FoSSEI) merupakan wadah bagi para alumni Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang secara nasional tergabung dalam organisasi Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI). Hingga tahun 2022, telah ada lebih dari 230 KSEI yang tergabung dalam organisasi FoSSEI, baik KSEI yang berada di Perguruan Tinggi Negeri umum, KSEI yang berada di Perguruan Tinggi Negeri Islam, maupun KSEI yang berada di Perguruan Tinggi Swasta.

KA-FoSSEI secara resmi dibentuk pada hari Jumat tanggal 11 Juli 2004 di Kota Bandung. Pembentukan KA-FoSSEI tersebut didasarkan pada rekomendasi pertemuan alumni KSEI di Pondok Kopi, Jakarta pada akhir tahun 2003.

KA-FoSSEI memiliki visi pembumian ajaran Islam dalam bidang ekonomi. Misi KA-FoSSEI adalah: (1) Merekatkan tali silahturahim di antara para anggota; (2) Mengoptimalkan peran profesional para anggota; dan (3) Membina dan mendampingi FoSSEI dan anggotanya dalam rangka menguatkan peran dakwah ekonomi syariah.

 

Peringatan Isra Mi’raj Momen Kembali Ingatkan Umat Pentingnya Keimanan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam. Pada peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan agung menuju langit ketujuh untuk menerima perintah sholat dari Allah SWT.

Demikian yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Buya Amirsyah Tambunan, kepada MUIDigital, Sabtu (26/2/2022).

“Setiap tahun umat Islam seluruh dunia peringati peristiwa ini. Karena merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam ,”ujarnya.

Buya Amisrya lantas mengungkapkan dua hikmah dari peristiwa Isra Miraj ini bagi umat Islam.

Pertama, meningkatkan kualitas spritual karena peristiwa Isra dan Miraj merupakan peristiwa yang menakjubkan ketika Allah memperjalankan Nabi Muhammad SAW, dari Masjidil Haram ke masjid Aqsa.

“Kemampuan akal sehat memahami peristiwa ini sangat terbatas. Sehingga, dasar spiritual meyakini peristiwa tersebut,” sambungnya.

Kedua, peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan hitungan jarak 1239 KM.

“Isra Miraj adalah dua peristiwa yang berbeda di mana Isra adalah perjalanan jarak antara keduanya disebut sekitar 1.239 kilometer,” paparnya.

Buya Amisryah menuturkan, kala itu, diperkirakan perjalanan tersebut bisa ditempuh dengan memakan waktu satu bulan dengan menggunakan kuda atau unta.

Buya Amirysah menambahkan, jarak perjalanan tersebut diperkirakan seperti Medan-Bandar Lampung. Dengan demikian, lanjutnya, secara akal sehat sangat sulit memahami dengan kecepatan ketika menggunakan kendaraan unta atau kuda.

Namun, kata dia, saat ini kita menggunakan kecepatan gelombang dan cahaya yang dapat diterima dengan akal sehat seperti pengiriman pesan singkat lewat handphone.

 

Buya Amirsyah berpesan kepada umat Islam, agar memahami peristiwa Isra dan Miraj ini dengan memperkuat iman dan taqwa kepada Allah SWT. Sedangkan dalam aspek ilmu pengetahuan dan teknologi, Buya Amirsyah berharap, umat Islam mampu untuk menguasainya terutama teknologi.

“Jadi dengan memahami peristiwa Isra dan Miraj, umat Islam dapat memperkuat iman dan taqwa kepada Allah. Sedangkan aspek ilmu pengetahuan dan teknologi, umat Islam harus menguasai teknologi, bukan teknologi yang menguasai manusia,” pungkasnya.(mui)

 

Masyarakat Diminta Persiapkan Kondisi Kesehatan Hadapi Ramadhan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dr Muhammad Adib Khumaidi, mengajak seluruh lembaga penyiaran untuk memberikan edukasi pada masyarakat, di antaranya mengedukasi kesehatan secara benar serta mengedukasi langkah-langkah menghadapi bulan Ramadhan dalam suasana pandemi.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan Halaqah Siaran Ramadhan 1443 H/2022 M yang digelar oleh Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

dr Adib mengatakan bahwa ada beberapa laporan yang menarik dalam tayangan kesehatan yang disiarkan oleh berbagai media. “Apakah ada pengawas dari lembaga kesehatan?” ujarnya, Selasa (01/03/2022).

Tentunya perlu upaya-upaya untuk memberikan informasi kepada seluruh media televisi, supaya kita bisa meluruskan dan mengedukasi masyarakat melalui tayangan-tayangan kesehatan yang baik dan benar.

“Kami mengapresiasi dari beberapa televisi di mana pemeran-pemerannya mencerminkan bagaimana pelayanan kesehatan yang baik dan benar,” tutur dr Adib yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia ini.

Tentunya, lanjut dr Adib, harapan dalam halaqoh ini, kami siap menghadapi Ramadhan dengan adanya sinyal-sinyal positif. Di mana angka kematian, perawatan dll sudah mulai menurun, akan tetapi kelompok yang perlu kita lindungi seperti lansia, anak-anak yang belum divaksin itu tetap menjadi prioritas kami.

 

Selanjutnya, kata dr Adib, kami memberikan edukasi bahwa ada satu langkah yang perlu dilaksanakan untuk beradaptasi dalam kebiasaan baru di bulan Ramadhan. Seperti kita akan terbiasa dengan memakai masker, menjaga jarak.

“Nah, gambaran-gambaran ini perlu untuk disampaikan melalui media-media kepada masyarakat agar terbiasa dalam merubah mindset dan beradaptasi dengan kehidupan baru,” ungkapnya.

Beliau menegaskan kepada seluruh masyarakat agar menerapkan gaya hidup sehat, gaya hidup berolahraga. Untuk menjaga fisik dan meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga terhindar dari berbagai penyakit.

“Menurut saya itu merupakan hal-hal yang perlu disampaikan oleh beberapa media, agar masyarakat mendapatkan informasi dan edukasi untuk menjaga protokol kesehatan yang benar,” pungkasnya. (mui)

 

Hikmah Isra Mi’raj, Agar Semangat Cari dan Kembangkan Ilmu

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pengembangan Seni Budaya dan Peradaban Islam, KH Jeje Zaenudin mengungkapkan, hikmah dari peristiwa Isra Miraj ialah agar kaum Muslim tidak terperosok kepada keterbatasan wawasan ilmu dan pengalaman hidup yang hanya diperoleh dari peristiwa dan fenomena dunia materi di bumi saja.

Kiai Jeje mengungkapkan bahwa ilmu dan kehidupan amatlah luas.

“Ada fenomena dan kehidupan lain yang tidak terbatas dan di luar panca indra manusia. Itulah pengalaman Isra Miraj Rasulullah SAW,” ujarnya kepada MUIDigital, Sabtu (26/2).

Kiai Jeje menjelaskan, keterbatasan ilmu, wawasan, dan pengalaman manusia di dunia menyebabkan manusia berpikir sempit, mudah putus asa, dan dikuasai oleh kesedihan.

“Dengan wawasan dan berpikir luas. Maka akan menjadi luas juga harapan atas nikmat karunia Allah SWT,” sambungnya.

Sebab, lanjutnya, tidak ada yang sulit dan berat bagi Allah untuk mengubah segala situasi dan kondisi yang sedang dijalani hamba-hambanya.

Kiai Jeje yang juga Wakil Ketua Umum PP Persis ini berpesan dan mengajak umat Islam untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum kesadaran atas kemaha besaran Allah.

“Dengan menjaga dan memelihara kewajiban sholat lima waktu sebagai salah satu hasil yang dibawa Nabi Muhammad dari peristiwa (Isra) Miraj tersebut,” tutupnya. (mui)

 

Solidaritas Muslim India, JAS Malang Ajak Umat Islam Indonesia Lakukan Pembelaan

MALANG(Jurnalislam.com) – Larangan penggunaan hijab di sekolah-sekolah India telah memicu gelombang protes. Tak hanya di India, protes terhadap aturan tersebut juga terjadi di Indonesia.

Jum’at siang 25 Februari 2022, massa dari Jamaah Ansharu Syariah (JAS) Malang, menggelar aksi solidaritas untuk muslim India di depan Balai Kota Malang, jl. Tugu. Aksi solidaritas tersebut diawali dengan massa berjalan dari Masjid Jendral Ahmad Yani yang terletak di jl. Kahuripan menuju depan gedung Balai kota Malang yang berjarak sekitar 430 meter dari Masjid.

“Aksi yang digelar ini sebagai wujud pembelaan kita terhadap muslim di India yang saat ini ditindas dan dimarginalkan oleh negara tersebut, karena muslim di sana minoritas”, ungkap ustad Nofa dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut amir JAS mudiriyah Malang ustad Miftahuddin juga mengajak umat islam di Indonesia untuk melakukan pembelaan,

“Jamaah Ansharu Syariah Malang Raya mengajak para kaum muslimin untuk memberikan pembelaannya kepada saudara muslim lainnya, khususnya yang ada di India”, serunya.

“Yang berawal dari pelarangan jilbab untuk para mahasiswi di India, kemudian berbuntut pada aksi protes muslim India dan berbagai penindasan yang terjadi,” sambung ustad Miftahuddin.

Aksi berjalan tertib dan damai, peserta mengakhiri aksi mereka dengan doa yang dipimpin langsung oleh amir JAS mudiriyah Malang pada pukul 2 siang. (Tyo)

JPUH Sambangi DPRD Jateng, Tuntut Keadilan Pembunuhan Laskar FPI di KM50

SEMARANG (Jurnalislam.com)–Jamaah Pecinta Ulama dan Habaib (JPUH) Jateng pagi tadi mendatangi kantor DPRD Jawa Tengah guna melakukan audiensi terkait penegakan hukum kasus pembunuhan enam anggota FPI di KM 50 tahun lalu, Rabu (23/2/2022)

Hadir beberapa ormas diantaranya Fron Persaudaraan Muslim, Hidayatullah, FUIS, DDII dll.  Ketua DPP From Persaudaraan Muslim (FPI) Jateng KH Syihabuddin mengatakan kedatangannya dalam audiensi tersebut adalah untuk mencari keadilan terhadap penegakan hukum di Indonesia khususnya pembunuhan terhadap anggota FPI di KM 50 pada Desember 2020

“Tujuan kami untuk mencari keadilan, wakil rakyat masih diam,” ucapnya saat mengutarakan tujuannya di depan perwakilan DPRD

Penyataan senada juga disampaikan oleh KH Abdurrahman dari Pekalongan, bahwa pihaknya akan tetap mengawal sampai kapanpun sampai kasus tersebut dituntaskan, bahkan menurutnya jika tidak selesai di dunia akan meminta keadilan sampai akhirat

“Kasus ini akan kami urus di dunia sampai akhirat,” jelasnya

Muhammad Shaleh, Ketua Komisi A dari fraksi Golkar, sangat mengapresiasi dan menghormati dari pemikiran para ulama yang hadir yang menyampaikan pendapatnya

Menanggapi dari beberapa permintaan para kiai tersebut, pihaknya secara struktural akan meminta kepada ketua DPRD untuk mengirimkan surat terkait kasus kelanjutan hukum yang menimpa anggota FPI ke DPR-RI dan ditembusakan ke komisi 3 DPR RI

“Kami di DPRD secara struktural akan meminta ketua DPRD mengirimkan surat ke DPR Pusat dengan tembusan komisi 3,”katanya

Walaupun begitu pihaknya secara pribadi akan mengomunikasikan permasalahan tersebut lewat jaringan partainya yang ada di komisi 3 DPR RI

Reporter Agus Riyanto

 

Warga Sukoharjo Tolak Rencana Pembangunan Holywings Solo

SOLO (jurnalislam.com)- Warga Kecamatan Grogol Sukoharjo mendatangi Gedung DPRD Surakarta guna melakukan audensi dengan anggota Dewan terkait rencana pembangunan Holywings PT Alpha Solo Berjaya di wilayah Solo Baru, Grogol, Sukoharjo pada Selasa, (22/2/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Forum Warga Kecamatan Grogol Sukoharjo Bangun menyebut bahwa warga sepakat menolak pembangunan Holywings di wilayah Solo Baru.

“Bahwa salah satu kegiatan usaha Holywings PT Alpha Solo Berjaya sebagaimana akta pendirian PT Alpha Solo Berjaya pada halaman 9 adalah menjual minuman keras seperti whisky, genever, brandy, gin, arak, rum, sake dan tuak,” katanya.

“Menjual dan Meminum Minuman Keras adalah larangan agama, khususnya agama Islam sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al-Maidah : 90),” imbuhnya.

Bangun juga menjelaskan bahwa Peraturan Bupati Sukoharjo nomor 48 tahun 2020 tentang moratorium izin pendirian usaha penyelenggaraan kegiatan karaoke, kelab malam, diskotik, bar/pub atau rumah minum, panti/rumah pijat dan Solus Per Aqua.

“Pasal 2. Bupati melakukan Moratorium Izin Pendirian Usaha Penyelenggaraan Kegiatan Karaoke, Kelab Malam, Diskotik, Bar/Pub atau Rumah Minum, Panti/Rumah Pijat dan Spa di Daerah. Moratorium izin pendirian usaha penyelenggaraan kegiatan Karaoke, Kelab Malam, Diskotik, Bar/Pub atau Rumah Minum, Panti/Rumah Pijat dan Spa di Kabupaten Sukoharjo sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2030,” ungkapnya.

“Pasal 3. Dengan adanya moratorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 maka penerbitan Surat Keterangan Tata Ruang, Penilaian dan Pemeriksaan Dokumen Lingkungan, Persetujuan dan rekomendasi TDUP, dan Rekomendasi Teknis IMB, IMB, SLF dan TDUP untuk Karaoke, Kelab Malam, Diskotik, Bar/Pub atau Rumah Minum, Panti/Rumah Pijat dan Spa, ditangguhkan,” tambah Bangun.

Selain itu, Bangun menyebut bahwa Miras sangat berpengaruh besar pada peningkatan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas.

Untuk itu kami dari Forum Warga Kecamatan Grogol Sukoharjo meminta kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo untuk menolak pendirian Holywings PT Alpha Solo Berjaya di Sukoharjo,” terangnya.

“Aktif melakukan pengawasan dan kontrol terhadap Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terlebih yang menyangkut kepentingan publik serta keselamatan, kesehatan dan perlindungan moralitas masyarakat dari pengaruh minuman keras,” pungkasnya.

PA 212 Desak Indonesia Putuskan Hubungan Diplomatik Dengan India!

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Beberapa hari belakangan, dunia dihebohkan dengan beredarnya video yang mempertontonkan kedzaliman orang-orang Hindu India kepada para muslimah di India. Bukan kali ini saja, perlakuan rasisme kepada kaum muslimin di India sering terjadi.

Atas respon terhadap kedzaliman tersebut, Hari ini, Jum’at 25/02/2022 Umat Islam Indonesia turun ke jalan dalam rangka mengikuti “Aksi Solidaritas Untuk Muslim India” yang diadakan oleh PA 212 di Depan Kedubes India, Jakarta Selatan.

Terlihat beberapa tokoh turut hadir dalam aksi tersebut, diantaranya ada Ustadz Alfian Tanjung, Ustadz, Ustadz Namrudin, dan Ustadz Asep Syarifuddin selaku Wakil Ketua PA 212.

“Aksi hari ini fokus untuk mengekspresikan pembelaan muslim Indonesia terhadap kaum muslimin yang ada di India. Aksi ini bukan yang pertama dan terakhir, melainkan akan ada aksi aksi berikutnya selama kedzaliman di India tidak berhenti” ucap Ustadz Asep dalam orasinya

Dalam Wawancara di tempat terpisah, Ustadz Asep menjelaskan bahwa sampai saat ini pihaknya masih menunggu itikad baik dari Kedubes India Yang ada di Jakarta.

“Kami merekomendasikan pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan India, apabila tidak ada itikad baik dari pemerintah India, sebab sampai hari ini tidak ada tindakan pencegahan yang dilakukan pemerintah India dalam mencegah tindakan rasisme orang-orang Hindu di India kepada Muslim yang ada di India” sambung Ustadz Asep

Diketahui sampai saat ini, pihak Kedubes India tidak ingin menemui perwakilan massa aksi untuk melakukan mediasi, alasannya demi keamanan.

“Kalau memang mereka tidak ingin menemui umat Islam untuk mediasi, maka kami merekomendasikan pemerintah untuk mengusir Kedubes India dari Jakarta” tutup Ustadz Asep.

Aksi Bela Muslim India, Umat Islam Tasikmalaya Turun ke Jalan Kecam Kebiadaban Ekstrimis Hindu India

TASIKMALAYA(Jurnalislam.com)–Kaum Muslimin Tasikmalaya yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya atau Almumtaz menggelar aksi bela Muslim Palestina di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Kamis (24/2).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada umat Islam di India yang hari ini sedang mendapatkan perlakuan zalim oleh penganut Agama Hindu disana.

Ustadz Adi Hadianto, M.Pd sebagai salah satu orator dalam aksi itu mengatakan, penistaan syariat hijab terhadap muslimah di India merupakan pemandangan yang sangat menyakitkan.

“Penistaan terhadap saudari muslimah di India sudah banyak tersebar di hp kita. Mereka dipaksa untuk melepaskan hijabnya, mereka tidak diperbolehkan masuk sekolah, hingga ada diantara mereka yang disiram menggunakan air got. Sungguh ini adalah pemandangan yang sangat menyakitkan.” tegasnya di atas mobil komando.

Koordinator lapangan aksi tersebut, Ustadz Hilmi Afwan mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas umat Islam di Tasikmlaya kepada Umat Islam di India.

“Aksi hari ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan kaum muslimin Kota Tasikmalaya atas prilaku biadab, keji dan intoleran yang dilakukan ekstrimis hindu India terhadap umat islam disana.” katanya.

Beliau berharap agar kekerasan yang menimpa kaum muslimin disana bisa segera berhenti dan mendesak para penguasa muslim dunia bisa secepatnya membantu mereka.

“Kami berharap semoga kekerasan yang dilakukan ekstrimis Hindu di India bisa berhenti secepatnya serta mendesak kepada para penguasa muslim di dunia untuk membantu umat islam India.” kata Ustadz Hilmi.

Beliau sangat menyayangkan, terkait banyaknya penistaan agama islam yang saat ini sering terjadi. Beliau dan umat islam Tasikmalaya bertekad untuk terus berjuang menyuarakan kebenaran dan keadilan.

“In syaa Allah kita tidak akan pernah berhenti untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan sampai kebenaran dan keadilan itu bisa terasa indahnya.” tegasnya. (MR. Azkia)

PP Lidmi Gelar Grand Opening Muktamar IV Lidmi

SULSEL(Jurnalislam.com)-Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI) menggelar Grand Opening Muktamar IV Lidmi dengan mengangkat tema “Mewujudkan Pemuda Rabbani, Menuju Indonesia Beradab”. Kegiatan sedianya akan dilaksanakan melalui daring Zoom Meeting, Sabtu (26/02/2022) mulai pukul 06.00 WIB.

Sebagai forum tertinggi kelembagaan, Lidmi menghadirkan berbagai tokoh nasional untuk memberikan welcoming speech diantaranya adalah Wakil Menteri Agama RI, Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., dan Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara, Dr. K.H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc., M.A. Adapun kegiatan ini akan dibuka oleh AA Lanyalla Mahmud Mattalitti selaku Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI.

Selain menghadirkan para tokoh nasional, pembukaan muktamar juga akan dimeriahkan oleh kehadiran pimpinan organisasi kepemudaan Islam. Para tokoh pemuda muslim yang dijadwalkan hadir yakni Affandi Ismail (Ketua Umum PB HMI MPO), Zaky Ahmad Rivai (Ketua Umum PP KAMMI), Ibrahim Nasrul Haq (Ketua PP Pemuda Persis), Imam Nawawi (Ketua PP Pemuda Hidayatullah) dan Hamri (Ketua Umum PP Lidmi). Mereka akan memberikan orasi tentang peran pemuda muslim dalam mewujudkan Indonesia beradab.

Lidmi dengan visinya menjadi wadah lahirnya Mahasiswa Islam yang washathiyyah dalam mewujudkan umat dan bangsa yang lebih beradab berkeinginan mengembalikan peran sentral Pemuda Islam di zaman ini sehingga karya-karya emas yang menyejarah dapat terulang kembali. Untuk mewujudkan tujuan dan visi tersebut, LIDMI menggelar kegiatan Muktamar IV, yang dengan harapan pemuda-pemuda islam kedepan memiliki kekuatan fikiran yang kuat dan tajam, memiliki fisik dan semangat yang kuat dalam bergerak serta memiliki karya-karya yang besar sehingga memberikan harapan untuk masa depan peradaban bangsa.

Ketua OC Muktamar IV Lidmi, Muh. Rezky mengatakan bahwa momen opening muktamar ini akan menjadi sarana konsolidasi dan silaturahim seluruh pengurus, kader maupun simpatisan Lidmi di seluruh Indonesia. Dia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum.

“Insya allah grand opening muktamar Lidmi akan dilaksanakan besok pagi. Semoga bisa maksimal dan memberikan semangat bagi para pengurus Lidmi yang akan bersidang setelahnya,” pungkasnya.

Untuk mengikuti Grand Opening Muktamar IV Lidmi, peserta dapat mendaftar melalui link berikut s.id/daftar-GOM-Lidmi