Diduga Alat Pembuat Senjata, Tentara Israel Rampok Toko Mesin Pandai Besi di Tepi Barat

 

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Lima warga Palestina terluka Selasa pagi ketika pasukan zionis merampok sejumlah toko-toko di kota Bethlehem, Tepi Barat, World Bulletin melaporkan Selasa.

Menurut saksi mata, pasukan Israel mengambil perlengkapan dan mesin pandai besi dari beberapa toko di Betlehem dan kota Doha utara dengan alasan bahwa alat-alat tersebut digunakan untuk memproduksi senjata.

Puluhan pemuda Palestina yang marah berkumpul untuk memprotes serangan itu, namun pasukan yahudi menggunakan gas air mata, peluru karet dan peluru tajam untuk membubarkan mereka, kata saksi.

Sementara itu, pasukan penjajah Israel juga menahan delapan warga Palestina dalam serangan semalam di Tepi Barat yang diduduki.

Dalam sebuah pernyataan, Komunitas Tawanan Palestina (the Palestinian Prisoner’s Society) mengatakan empat warga Palestina ditangkap dari daerah dekat kota Tepi Barat utara Tulkarem dan Qalqiliya, sementara empat orang lainnya ditahan dari Ramallah dan Hebron.

Tentara zionis yahudi sering melakukan operasi penangkapan di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur menargetkan warga Palestina “yang dicari (wanted)” oleh otoritas pendudukan Israel.

Saat ini, lebih dari 7.000 orang Palestina mendekam di penjara-penjara Israel, menurut Kementerian Urusan Tahanan Palestina.

Pertempuran Pasukan Yaman dan Milisi Houthi di Taiz, 46 Tewas

 

SANAA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 46 orang tewas dalam bentrokan mematikan Senin antara pasukan pro-pemerintah dan pemberontak Syiah Houthi di provinsi Taiz pusat Yaman, lansir Anadolu Agency Selasa (23/08/2016).

Pertempuran pecah di Taiz Barat, di mana 25 Houthi dan pasukan sekutu mantan presiden Ali Abdullah Saleh tewas, pasukan pro-pemerintah mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Lima belas pasukan pro-pemerintah juga tewas dalam pertempuran itu,” tambahnya.

Enam pemberontak Syiah Houthi juga tewas dan empat lainnya terluka dalam bentrokan dengan pejuang pro-pemerintah di barat kota Taiz, sumber lokal mengatakan anonim karena pembatasan berbicara kepada media.

Kelompok Houthi sering kali tidak mengomentari korban di pihaknya.

Yaman telah dilanda perang saudara sejak akhir 2014, ketika Houthi dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa, memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pemerintahnya yang didukung Saudi untuk sementara mengungsi ke Riyadh.

Konflik meningkat ketika Arab Saudi dan sekutu Arab pada bulan Maret tahun lalu meluncurkan operasi militer besar-besaran Yaman membalikkan kemenangan Houthi dan memulihkan pemerintah Hadi yang diperangi.

Pekan lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (the UN High Commissioner for Refugees-UNHCR) mengatakan bahwa lebih dari tiga juta warga Yaman telah terlantar akibat konflik yang sedang berlangsung di negara Arab itu.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Fans Sepak Bola Celtic Kumpulkan Lebih Dari £ 50.000 untuk Amal Palestina

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Fans sepak bola Celtic jauh melampaui target awal mengumpulkan £ 15.000 (Rp 260.385.000,-) untuk amal Palestina dalam upaya melunasi denda dari UEFA karena menampilkan bendera Palestina di pertandingan Liga Champions melawan tim Israel, lansir The Guardian, Selasa (23/08/2016).

Badan sepak bola Eropa tersebut menampar tim Celtics dengan denda setelah ribuan fans mereka menampilkan bendera Palestina selama pertandingan di kandang yang menghasilkan kemenangan 5-2 melawan club Israel, Hapoel Be’er Sheva, di kualifikasi Liga Champions. (baca juga: Liga Champions: Ribuan Fans Sepak Bola Celtic Kibarkan Bendera Palestina saat Lawan Club Israel)

Para pendukung The Green Brigade itu menyiapkan pengumpulan dana untuk denda di situs gofundme pada hari Ahad untuk melunasi denda. Sumbangan melampaui £ 50.000 (lebih dari Rp 867.950.000,-) pada hari Senin.

Para fans mengumpulkan uang untuk Medical Aid Palestine, yang memberikan perawatan kesehatan dan medis bagi mereka “yang paling parah terkena dampak konflik, pendudukan dan perpindahan,” dan the Lajee Centre, proyek budaya dan olahraga untuk anak-anak di kamp pengungsi Aida, di Betlehem.

Seruan mereka berbunyi: “Pada pertandingan Liga Champions dengan Hapoel Be’er Sheva pada 17 Agustus 2016, the Green Brigade dan penggemar di seluruh Celtic Park mengibarkan bendera Palestina. Tindakan solidaritas ini menerima penghargaan dari Celtic dan pujian di seluruh dunia. Tindakan ini juga menarik biaya disiplin dari UEFA, yang menganggap bendera Palestina adalah ‘banner terlarang’.

“Menanggapi tindakan kecil dan politik partisan ini terhadap badan sepak bola Eropa, kami bertekad untuk memberikan kontribusi positif untuk pertandingan dan hari ini meluncurkan kampanye untuk #matchthefineforpalestine .”

Pernyataan itu mengatakan bahwa uang yang diperoleh akan membantu membeli perlengkapan dan peralatan sepak bola agar kamp pengungsi dapat memiliki tim, yang akan disebut Aida Celtic, di liga pemuda Bethlehem.

The Guardian

Delegasi AS Tiba di Turki Bahas Ekstradisi Gulen

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebuah delegasi AS telah tiba hari Senin di Turki untuk membahas ekstradisi Fetullah Gulen yang dituduh mendalangi kudeta 15 Juli, sumber-sumber resmi mengatakan pada hari Selasa (23/08/2016), lansir World Bulletin.

Sumber dari Kementerian Kehakiman, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media, mengatakan bahwa tiga pejabat dari Departemen Kehakiman AS dan satu lagi dari Departemen Luar Negeri tiba di ibukota Ankara Senin malam.

Delegasi memulai pembicaraan dengan para pejabat dari Direktorat Hukum Internasional dan Urusan Luar Negeri Kementerian Kehakiman Turki Selasa pagi, sumber menambahkan.

Para pejabat Turki diharapkan berbagi informasi tentang empat file berbeda yang berurusan dengan ekstradisi Gulen yang dituduh memimpin kampanye lama untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.

Pemerintah Turki mengatakan bahwa kudeta yang berhasil digagalkan, yang menewaskan 240 orang dan melukai hampir 2.200 lainnya, dilakukan oleh pengikut Gulen, yang telah tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania AS sejak tahun 1999, dan jaringan Organisasi Teror Fetullah nya (Feto).

Sumber menambahkan bahwa Departemen Kehakiman Turki juga akan berbagi bukti penting tentang keterlibatan Gulen dalam upaya kudeta Juli.

Wakil Presiden AS Joe Biden juga akan mengunjungi Turki pada hari Rabu untuk menekankan, “Dukungan kuat Washington yang berkelanjutan bagi Turki setelah kudeta digagalkan,” Gedung Putih mengatakan pada hari Senin.

“Itu adalah upaya kudeta yang jelas dan terbuka yang dikutuk oleh pemerintah Amerika Serikat dan kami terus sangat mendukung pemerintahan yang sah sekutu kami di Turki,” kata juru bicara Josh Earnest kepada wartawan.

Wapres AS akan, jika ditanya selama kunjungannya, menegaskan bahwa upaya untuk mengekstradisi Gulen akan diatur oleh “perjanjian ekstradisi yang sudah ada di dalam buku antara Amerika Serikat dan Turki selama lebih dari 30 tahun,” kata Earnest.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

5 Tentara Filipina Tewas dalam Bentrokan dengan Kelompok Abu Sayyaf

5 Tentara Filipina Tewas dalam Bentrokan dengan Pasukan Abu Sayyaf

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya lima tentara Filipina tewas dalam bentrokan dengan kelompok bersenjata di luar tiga kota Muslim dimana militer baru-baru ini mendorong kembali pasukan Abu Sayyaf di selatan Negara itu.

Richard Falcatan, manajer stasiun radio dxN0, mengatakan kepada Anadolu Agency Selasa (23/08/2016), bahwa tiga tentara dan dua anggota milisi pemerintah tewas dalam dua bentrokan terpisah hari Selasa di provinsi pulau Basilan yang bermasalah, dimana militer baru-baru ini menyerbu perkemahan Abu Sayyaf.

Dia mengutip Gubernur Jim Hataman-Saliman mengatakan bahwa tiga tentara dan milisi tewas dalam pertempuran di kota Tuburan, dimana Abu Sayyaf dilaporkan melarikan diri setelah pasukan pemerintah merebut sedikitnya tiga kubu puncak bukit mereka di kota Tipo-Tipo pekan lalu.

Pertempuran kedua terjadi setelah anggota Abu Sayyaf dilaporkan menembaki milisi memverifikasi laporan tentang keberadaan militan di kota Sumisip, menewaskan seorang relawan milisi dan melukai tiga lainnya.

Sementara itu di provinsi pulau tetangga Sulu, Abu Sayyaf melakukan serangan granat tangan di sebuah biara Katolik dalam serangan fajar dimana tidak ada korban yang dilaporkan.

Abraham Orbita, direktur polisi provinsi, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa insiden – yang mengakibatkan kerusakan pada interior Mt. Cathedral Carmel – menyebabkan kepanikan di wilayah sekitar.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Lagi, Pasukan Assad Kalah di Timur Ghouta, Dua Buah Tank 72 Rezim Hancur

Lagi, Pasukan Assad Kalah di Timur Ghouta, Dua Buah Tank 72 Rezim Hancur

SURIAH (Jurnalislam) – Faksi Perlawanan Suriah (Syrian Resistance Factions) pada hari Ahad berhasil menggagalkan upaya pasukan al-Assad untuk maju ke garis depan “Hosh Nasri,” di daerah Timur Ghouta, ElDorar AlShamia melaporkan, Selasa (23/08/2016).

Menurut Biro Media Jaysh al-Islam faksi perlawanan menggagalkan upaya pasukan Nushairiyah Assad, dan menimbulkan kerugian jiwa dan materil bagi pasukan rezim, dengan berhasil menghancurkan dua tank model “T72” serta membunuh semua kru mereka.

“Selain menghancurkan kendaraan lapis baja dan juga membunuh awaknya,” koresponden Al Shamia mengatakan.

Jaysh al-Islam telah kembali menguasai beberapa titik di garis depan Hosh Nasri dua hari yang lalu, dan berhasil membunuh 14 pasukan Assad serta menghancurkan tank, juga kendaraan lapis baja lainnya yaitu sebuah buldoser militer dan meriam Chilka.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

 

Silaturrahim Dewan Masjid Indonesia, MUI dan Pengurus Masjid Se-Jagakarsa

IMG-20160808-WA0001

Hadirilah…

Silaturrahim Dewan Masjid Indonesia, MUI, Dan Pengurus Masjid Se-Jagakarsa

Bersama: Ustdz drs Alfian Tanjung, MSi

Hari/Tgl: Sabtu, 27 Agustus 2016

Waktu: 08.00 wib s/d 11.00 wib

Tempat: Masjid Jami’ Al Wiqoyah

Jalan Kebagusan Raya Jagakarsa, Jakarta Selatan

Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia Jagakarsa bekerjasama dengan MUI Jagakarsa dan DKM Masjid Jami’ Al Wiqoyah

CP: 081-8707-795 (Ustadz HM Yusuf Asmawi)

PM Turki Kecam Serangan Udara Israel ke Gaza, Palestina

PM Turki Kecam Serangan Udara Israel ke Gaza, Palestina

ANKARA (Jurnalislam.com) — Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengecam serangan udara zionis ke Jalur Gaza yang diblokade pada hari Ahad, lansir Anadolu Agency Senin (22/08/2016).

Dalam konferensi pers setelah pertemuan Dewan Menteri di Ankara, Senin, Yildirim mengatakan: “Kami dengan jelas mengecam serangan terhadap warga sipil ini.”

“Normalisasi hubungan kami dengan Israel tidak akan pernah mencegah dan menghentikan kami berdiri membela kasus Palestina dan aksi bersama kami dengan mereka,” tambah Yildirim.

Kementerian luar negeri negara itu juga merilis pernyataan mengutuk serangan Israel yang ia katakan, “Menyebabkan luka bagi warga sipil Palestina yang tidak bersalah” dan “tidak dapat diterima berdasar alasan mereka.”

Pesawat-pesawat tempur zionis yahudi melancarkan serangan udara di Jalur Gaza yang diblokade, Ahad, sesaat setelah roket ditembakkan ke Israel selatan.

Pada hari Ahad, militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebuah roket menghantam kota selatan Sderot dari wilayah Palestina.

“Membalas serangan itu, pasukan udara Israel dan korps lapis baja menargetkan dua pos Hamas di Jalur Gaza selatan,” kata pernyataan itu.

Yildirim juga mengatakan bahwa ia menanti peningkatan hubungan antara Turki dan Mesir.

“Kami berada di sisi memperbaiki hubungan kita dengan Mesir,” kata Yildirim.

“Mesir adalah negara yang memiliki budaya dan nilai-nilai yang dekat dengan kita, penduduk kami adalah saudara,” kata Yildirim, menambahkan bahwa konflik antara pemerintah Mesir dan Turki tidak harus tercermin pada rakyatnya.

thumbs_b_c_c153548cbe4a5f771fedd38a5ba91a2aPernyataan Yildirim muncul setelah pernyataan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi, Ahad.

“Tidak ada alasan untuk permusuhan,” kata al-Sisi dalam laporan ke tiga surat kabar pro-rezim Mesir hari Ahad. “Kami memberi mereka (Turki) waktu untuk mempertimbangkan kembali posisi mereka,” katanya.

Hubungan Turki-Mesir memburuk setelah pasukan yang dipimpin oleh al-Sisi menggulingkan Muhamed Mursi, dalam kudeta militer berdarah, presiden Mursi adalah presiden pertama negara itu yang dipilih secara bebas, di kudeta 2013 oleh militer pimpinan al Sisi.

Perdana menteri Turki juga membahas krisis Suriah.

“Suriah, sayangnya, kehilangan energinya dari hari ke hari akibat perang global yang telah berlangsung selama enam tahun.”

Yildirim mengatakan bahwa jutaan orang telah mengungsi di seluruh negara yang luluh lantak akibat perang tersebut, dan sekitar 500.000 orang telah kehilangan nyawa mereka sejak awal 2011.

“Hal terpenting di Suriah untuk menghentikan pertumpahan darah harus dilakukan bersama-sama oleh semua pihak dan untuk membentuk perwakilan administrasi seluruh Suriah,” tambah Yildirim.

Yildirim meringkas posisi Turki di masa depan Suriah untuk tiga posisi utama: “Suriah yang tidak terbagi, pelestarian integritas teritorial, dan pelarangan rekonstruksi baru yang memberikan keuntungan untuk kelompok etnis tertentu.”

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan “Arab Spring” – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang, menurut PBB.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah lebih dari 470.000 orang.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Iran: Rusia Tidak Lagi Gunakan Pangkalan Udara Hamedan untuk Serangan ke Suriah

Russian military jets are seen at Hmeymim air base in Syria, June 18, 2016. Picture taken June 18, 2016. REUTERS/Vadim Savitsky/Russian Defense Ministry via Reuters ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. EDITORIAL USE ONLY. TPX IMAGES OF THE DAY - RTX2H48I

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Iran mengatakan Rusia tidak lagi menggunakan salah satu pangkalan udaranya untuk melancarkan serangan terhadap sasaran di Suriah, namun Amerika Serikat mengatakan tidak jelas apakah penggunaan pangkalan itu oleh Rusia telah benar-benar berhenti.

“Itu adalah misi khusus dan resmi, dan telah selesai untuk saat ini,” Bahram Ghasemi, juru bicara kementerian luar negeri Iran, mengatakan kepada wartawan di Teheran, Aljazeera melaporkan Senin (22/08/2016).

Ghasemi membuka kemungkinan Rusia memanfaatkan basis Hamedan di masa depan, mengatakan hal itu akan tergantung pada “situasi di wilayah tersebut, dan sesuai izin kami.”

Levan Dzhagaryan, duta besar Rusia untuk Teheran, mengatakan bahwa semua pesawat Rusia telah meninggalkan Hamedan, tetapi menambahkan bahwa Rusia mungkin akan kembali menggunakan pangkalan tersebut di masa depan.

“Tidak ada alasan untuk khawatir. Jika para pemimpin kedua negara menganggap perlu dan mencapai perjanjian yang relevan, masalah seperti apa yang ada?” Dzhagaryan mengatakan kepada kantor berita Rusia Interfax, Senin.

“Untuk saat ini, tidak ada (armada Rusia) yang tersisa di pangkalan udara Hamedan,” tambahnya.

Republik Syiah Iran dan Rusia adalah pendukung utama rezim Nushairiyah Bashar al-Assad dalam di Suriah.

Reporter Al Jazeera Rory Challands, melaporkan dari Moskow, mengatakan tanda-tanda memburuknya kesepakatan muncul terlambat pada hari Ahad (21/08/2016) ketika Hossein Dehghan, menteri pertahanan Iran, mengatakan bahwa Rusia seharusnya lebih tenang dan mengkritik Moskow karena “pamer” mempublikasikan operasi militernya.

Challands juga mengatakan “perpecahan politik dalam kepemimpinan Iran” bisa menjadi alasan sebenarnya di balik berakhirnya operasi.

“Tentu ada suara di Teheran yang mengatakan bahwa operasi ini mungkin anti-konstitusional. Bahwa Iran seharusnya tidak memperbolehkan kekuatan asing menggunakan pangkalan udaranya.”

Kemudian pada hari Senin, para pejabat AS mengatakan tidak jelas apakah Rusia telah benar-benar berhenti menggunakan pangkalan militer tersebut atau hanya kamuflase saja.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner mengatakan bahwa Washington memonitor kerjasama antara Rusia dan Iran dan bahwa, “Tidak jelas … apakah penggunaan pangkalan udara (Moskow) oleh mereka ini secara definitif telah berhenti.”

russiairanhaberici

Penerbangan dari wilayah Iran yang dimulai pada 16 Agustus, secara signifikan memperpendek jarak penerbangan bagi pesawat tempur Rusia dan memungkinkan mereka meningkatkan daya tembak.

Rusia mengatakan telah menyerang sasaran faksi-faksi perlawanan di Suriah seperti Jabhat Fath al-Syam, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah, di Aleppo, Idlib dan Deir Az Zor.

Teheran mengirim ribuan tentara Garda Revolusi dan milisi Syiah Internasional yang berperang untuk rezim Assad di darat, sementara Rusia memberikan bantuan serangan udara.

Namun aktivis di Suriah melaporkan bahwa Rusia dan Iran membantu rezim Assad dalam menargetkan lingkungan pemukiman dan infrastruktur sipil.

Kelompok pemantau memperkirakan bahwa lebih dari 470.000 warga Suriah telah tewas dan jutaan lainnya telah mengungsi.

 

Deddy | Al Jazeera | AA | Jurnalislam

Milisi Kurdi PYD Kepung Pasukan Assad di Al-Hasakah

thumbs_b_c_4575db72cf69e7e6267da474e4a20f80

HASAKAH (Jurnalislam.com) – Milisi PYD, afiliasi Suriah dari organisasi teroris PKK, telah mengepung pasukan rezim Assad di kota Al-Hasakah di timur laut Suriah, menurut sumber-sumber lokal.

“Kelompok bersenjata PYD telah maju ke selatan dari pusat kota dan mengendalikan beberapa lembaga rezim,” salah satu sumber, yang lebih suka tidak disebutkan namanya karena masalah keamanan, mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin (22/08/2016)..

Sumber itu mengatakan para milisi PYD dukungan AS itu juga telah menyita sejumlah pos pemeriksaan militer rezim di pusat Al-Hasakah.

Menurut sumber itu, pasukan rezim telah mengintensifkan pemboman artileri ke beberapa kabupaten di barat al-Hasakah.

Sedikitnya 46 warga sipil tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan rezim di kota sejak Kamis, kata sumber itu.

“Sedikitnya 30 pasukan PYD juga tewas,” tambah sumber tersebut.

thumbs_b_c_5269c13e7fd458fe1e81606c2cfcf26bPekan lalu, rezim Suriah melakukan serangan udara terhadap posisi PYD di Al-Hasakah di sekitar Pasukan Khusus AS.

Washington menganggap PYD adalah sekutu dalam memerangi kelompok Islamic State (IS).

Pada hari Sabtu, komandan pasukan AS baru di Irak dan Suriah, Jenderal Stephen Townsend, telah bersumpah untuk membela pasukan PYD terhadap serangan pasukan rezim.

“Kami telah memberitahu Rusia lokasi kita … (mereka) mengatakan bahwa mereka telah memberitahu Suriah, dan saya hanya akan mengatakan bahwa kami akan mempertahankan diri jika kami merasa terancam,” kata Townsend.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan “Arab Spring” – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang, menurut PBB.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah lebih dari 470.000 orang.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam