2 Polisi Arab Terluka Parah Saat Mobil Patroli Mereka Dihantam Bom Diwilayah Syiah

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Dua polisi Saudi terluka parah dalam ledakan bom di Arab Saudi timur, menurut kementerian dalam negeri kerajaan tersebut pada hari Selasa (30/5/2017).

Sebuah alat peledak diledakkan pada sebuah mobil patroli keamanan pada hari Senin di desa mayoritas Syiah, Al-Awamiyah di provinsi Qatif, kantor berita resmi SPA mengutip seorang juru bicara kementerian, lansir World Bulletin.

Juru bicara tersebut menyebut ledakan bom sebagai “kejahatan teroris” dan mengatakan bahwa penyelidikan atas serangan tersebut telah diluncurkan.

Serangan itu merupakan yang ketiga di daerah yang sama bulan ini.

Pada tanggal 16 Mei, seorang tentara tewas dan lima lainnya terluka saat mobil patroli mereka diserang roket di Qatif.

Sepekan sebelumnya, seorang anak dan seorang warga Pakistan terbunuh oleh tembakan di provinsi yang sama.

Baru-baru ini terjadi beberapa serangan terhadap petugas keamanan di wilayah timur Arab Saudi yang mayoritas Syiah, terutama provinsi Qatif dan Dammam.

Pada akhir Maret, kementerian dalam negeri mengumumkan bahwa dua “teroris” telah terbunuh dan empat lainnya ditangkap di kota Al-Awamiya, Qatif.

Inilah Senjata yang Dikirim AS ke Pasukan Kurdi di Suriah Utara

SURIAH (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat pada hari Selasa (30/5/2017) mulai memberikan senjata ringan kepada pasukan Kurdi yang memerangi IS di Suriah utara, kata Pentagon, memenuhi sebuah janji yang membuat marah Turki, lansir Al Arabiya.

Pengiriman senjata telah dimulai menjelang serangan yang akan datang untuk merebut kembali Raqqa, benteng besar terakhir IS di Suriah.

“Kami telah mulai mengirimkan senjata dan kendaraan tempur ke pasukan Kurdi di Pasukan Demokrat Suriah”, kata juru bicara Pentagon Mayor Adrian Rankine-Galloway, merujuk pada aliansi Arab Kurdi-Suriah yang melawan IS.

Senjata yang dikirim selain kendaraan tempur taktis, termasuk sejumlah besar AK-47 dan senapan mesin, Rankine-Galloway menambahkan.

Presiden Donald Trump bulan ini telah setuju mempersenjatai Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

Namun Turki mengatakan YPG terkait dengan separatis Partai Buruh Kurdistan (PKK) di Turki, yang melakukan pemberontakan sejak 1984 dan telah menewaskan lebih dari 40.000 orang.

Pesawat Militer Rusia Gagal Mendarat, 1 Perwira Tewas 5 Terluka

RUSIA (Jurnalislam.com) – Seorang petinggi Rusia tewas dan lima lainnya luka-luka pada hari Selasa (30/5/2017) saat pesawat yang mengangkut mereka mendarat dengan keras dan terbakar setelah melakukan latihan di dekat pusat kota Saratov, kata pihak berwenang.

Ada enam orang di dalam pesawat saat melakukan pendaratan keras di bandar udara Balashov di Saratov, kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Interfax, lansir World Bulletin.

Gubernur wilayah Saratov mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keenam tentara tersebut mengikuti pelatihan penerbangan.

Pesawat tempur AN-26 buatan Soviet banyak digunakan di Rusia dan negara berkembang. Pada tahun 2013, sembilan orang tewas ketika sebuah pesawat AN-26 menabrak sebuah kompleks gudang militer di Siberia.

Human Rights Watch Kecam Presiden Filpina Perbolehkan Perkosa Muslimah Marawi

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Pernyataan Presiden Filipina Rodrigo Duterte sangat mengejutkan dan menarik perhatian aktivis hak asasi manusia dan pendukung perempuan (Human Rights Watch- HRW) saat dia menyatakan dalam sebuah pidato pada hari Jumat kemarin bahwa pemerkosaan di daerah Muslim Marawi dapat diterima berdasarkan Darurat Militer, lansir Al Arabiya Senin (29/5/2017).

Pidato Duterte tampaknya berusaha mendorong tentara untuk melakukan tugas mereka saat dia mengklaim bahwa dia akan bertanggung jawab jika mereka melakukan pemerkosaan.

“Berjuang, dan aku akan berdoa untukmu dan aku akan menjawab semuanya,” katanya saat berpidato.

“Lakukan saja pekerjaanmu. Aku akan mengurus sisanya. Aku akan dipenjara untukmu. Jika Anda memperkosa tiga orang wanita, saya yang akan mengakuinya, “lanjutnya.

Menurut Huffington Post, aktivis hak asasi manusia dan pendukung wanita mengeluarkan pernyataan merespon pidato tersebut.

Wakil Direktur Human Rights Watch divisi Asia, Phelim Kine menyatakan, “Komentar pro-pemerkosaan hanya mengkonfirmasi beberapa ketakutan terburuk aktivis hak asasi manusia bahwa pemerintah Duterte tidak hanya akan menutup mata terhadap kemungkinan pelanggaran militer di Mindanao, namun malah secara aktif mendorong mereka melakukannya.”

Partai Wanita Gabriela di Filipina juga mengomentari pidato dengn menyatakan, “Perkosaan bukanlah sebuah lelucon. Upaya untuk menyenangkan kekuatan militer yang menggunakan wanita untuk memberi makan mentalitas fasad macho … mendorong kekuatan militer untuk secara sistematis menggunakan pemerkosaan sebagai alat perang,”

Menurut The Guardian, juru bicara Duterte tidak segera menanggapi komentar pemerkosaan tersebut.

Lagi, Serangan Udara AS Bunuh 13 Warga Sipil di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 13 orang tewas dalam serangan udara koalisi yang dipimpin AS di kota Raqqa yang dikuasai IS dan menduga serangan roket ditembakkan oleh kelompok Kurdi yang memerangi IS, sebuah kelompok pemantau mengatakan pada Aljazeera.

Beberapa korban tewas di kota utara pada Ahad malam (28/5/2017) tersebut diakibatkan oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, Observatorium HAM untuk Suriah (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan pada hari Senin.

Korban tewas juga termasuk warga sipil yang tewas dalam serangan roket oleh kelompok Ghadab al-Furat (dijuluki Wrath of the Efrat) pada hari Ahad, kata Observatorium.

PBB mengatakan dalam sebuah laporan bahwa pada tanggal 14 Mei, sedikitnya 23 pekerja pertanian, termasuk 17 perempuan, dilaporkan terbunuh saat serangan udara AS menyerang desa al-Akershi di daerah pedesaan provinsi Raqqa timur.

Serangan udara AS lainnya di dua wilayah kota Abo Kamal padat penduduk yang dikuasai IS di provinsi Deir Az Zor timur pada hari berikutnya (15 Mei), dilaporkan menewaskan sedikitnya 59 warga sipil (termasuk 16 anak-anak dan 12 perempuan) dan melukai 70 lainnya.

Mujahidin Libya Kecam Serangan Udara Mesir ke Warga Sipil Derna sebagai Kejahatan Perang

LIBYA (Jurnalislam.com) – Mesir dan pemerintah Libya meluncurkan serangan baru, saat fajar pada hari Senin (29/5/2017), yang menargetkan Shura Council of Mujahideen yang merupakan afiliasi Al-Qaeda di kota Derna, Libya dan sekitarnya, sumber-sumber Al Arabiya melaporkan.

Mujahidin Libya di Derna pada hari Senin mengecam serangan udara Mesir di kota tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka telah menyerang sasaran sipil yang bukan target militer dan membantah klaim bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan terhadap penganut Kristen Koptik di Mesir tidak berdasar beberapa hari lalu.

Dewan Shura Mujahidin Derna mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan Mesir adalah “kejahatan perang” dan bahwa mereka tidak melakukan apapun terkait serangan di selatan Kairo pekan lalu yang menewaskan 29 orang Kristen. Kelompok Islamic State (IS), yang aktif di Libya, mengklaim serangan tersebut.

Middle East Eye mengatakan, pernyataan itu muncul saat serangan udara gelombang ketiga diluncurkan di Derna pada hari Senin, menyusul penggerebekan pada hari Jumat dan Sabtu oleh pasukan Mesir dan sekutu mereka, Tentara Nasional Libya di bawah kendali jenderal pemberontak Khalifa Haftar.

Loyalis Haftar mengatakan serangan Senin adalah serangan udara gabungan antara Haftar dan pasukan Mesir.

“Rezim kriminal bersama pasukan Mesir melancarkan serangan terhadap kota kita yang aman dan damai,” kata pernyataan Dewan Shura Mujahidin.

“Pesawat-pesawat kriminal Sisi meluncurkan enam serangan yang menurut mereka ditujukan pada target militer, dan mengklaim bahwa serangan tersebut terjadi sebagai balasan atas pembunuhan jemaat Kristen Koptik di Mesir dan Sisi menuduh Dewan Shura berada di balik serangan tersebut.

” Dewan Shura Mujahidin menyatakan penyesalan dengan istilah yang paling kuat atas serangan udara terhadap warga sipil di kota kita, dan mengklasifikasi agresor sebagai penjahat perang.

“Yang berbagi tanggung jawab kriminal adalah milisi Haftar yang loyalis terhadap rezim kriminal ini. Dewan mempertimbangkan bahwa semua pihak yang membantu operasi keji ini adalah pengkhianat terhadap Allah dan negara mereka.”

Seorang saksi mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa serangan hari Senin menyerang pintu barat ke Derna dan dua lainnya menyerang Dahr al-Hamar di selatan.

Kelompok IS mengklaim serangan Jumat di Mesir, yang menargetkan minoritas Kristen menyusul dua pemboman gereja bulan lalu yang menewaskan lebih dari 45, yang juga diklaim oleh kelompok tersebut.

India Dihantam Badai Petir, 29 Orang Tewas

INDIA (Jurnalislam.com) – Serangan badai petir dan hujan deras di beberapa bagian negara bagian Bihar di India menewaskan 29 orang pada hari Ahad malam (28/5/2017), kata seorang pejabat urusan bencana kepada Aljazeera.

Lebih dari dua puluh orang terbunuh saat petir menyerang mereka, Anirudh Kumar, seorang pejabat senior Otorita Manajemen Bencana Negara Bagian Bihar, yang meminta sebuah peringatan di wilayah tersebut.

Lima orang kehilangan nyawa saat sebuah tembok roboh akibat hujan deras, tambahnya.

Lebih dari 50 orang tewas pada Juni tahun lalu saat terjadi serangan kilat serupa di Bihar.

Data pemerintah menyebutkan 2.000 orang kehilangan nyawa mereka karena kejadian terkait serangan petir setiap tahun, kebanyakan terjadi pada musim hujan dari bulan Mei hingga September.

Saat hujan menyambar Negara bagian Bihar, negara bagian lain di India mengalami suhu yang sangat panas.

Dua belas orang di negara bagian Orissa kehilangan nyawa akibat gelombang panas yang sedang berlangsung, kata beberapa pejabat urusan bencana.

Suhu tertinggi 47C (117F) tercatat di Churu, sebuah kota di negara bagian Rajasthan utara. Gelombang panas juga dilaporkan terjadi di negara bagian Madhya Pradesh dan Chhattisgarh.

Iran Intruksikan Syiah Hizbullah untuk Kirim 3000 Pasukan Tambahan ke Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Iran mengeluarkan instruksi kepada milisi Syiah Hizbullah Lebonon untuk mengirim 3.000 pasukannya demi menghentikan kemajuan pasukan koalisi pimpinan AS di sepanjang perbatasan Irak-Suriah, sumber-sumber intelijen Israel mengungkapkan pada hari Ahad (28/5/2017).

Sumber tersebut mengatakan, “Pengiriman pasukan Syiah Hizbullah terjadi setelah jet tempur AS menghancurkan sebuah konvoi pasukan khusus Hizbullah yang sedang menuju ke persimpangan Al-Tanf di segitiga perbatasan antara Yordania, Irak dan Suriah yang dekat dengan jalan raya yang menjadi penghubung antara Baghdad, ibukota Suriah, Damaskus dan Amman,” menurut situs Israel Netsav Net, lansir ElDorar AlShamia.

Iran saat ini mencoba menguasai persimpangan perbatasan yang strategis tersebut untuk mempertahankan jembatan darat yang telah diaspal dan mengarah ke Beirut. Iran juga melihat bagaimana Amerika Serikat mengendalikan semua wilayah timur laut Suriah, bekerja sama dengan orang Kurdi, dan mengakui bahwa pilihan ini adalah satu-satunya yang mengaktifkan jembatan darat yang melampaui wilayah bulan sabit Syiah dengan mempertahankan persimpangan Al-Tanf.

Sumber tersebut menambahkan: “Teheran bekerja untuk melakukannya demi memobilisasi kekuatannya sendiri untuk menggagalkan niat Washington, dan menggunakan milisi (Hizbullah) Lebanon dan milisi Syiah Irak di bawah kepemimpinan ahli militer Iran, dan menahan diri untuk tidak melibatkan angkatan bersenjata Iran secara langsung dalam perang di wilayah ini.”

Ada laporan baru-baru ini tentang ratusan milisi Syiah Irak yang diterbangkan ke Suriah untuk mencapai daerah perbatasan di Irak dan mendukung pasukan yang beroperasi di lapangan demi mencegah kemajuan pasukan AS.

Pengadilan Islam Palestina Liburkan Sidang Perceraian Selama Ramadhan

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kepala pengadilan Islam Palestina pada hari Ahad (28/5/2017) mengatakan kepada hakim untuk tidak mengabulkan perceraian selama bulan Ramadhan, karena khawatir ada kata-kata tajam yang memicu dalam persidangan dan akan menggangu ibadah Ramadhan.

Hakim Mahmud Habash mengatakan bahwa dia mendasarkan keputusannya pada “pengalaman tahun-tahun sebelumnya” ketika dia menemukan bahwa puasa sejak fajar-hingga-senja dan larangan rokok selama Ramadhan, yang dimulai pada hari Sabtu lalu hingga akhir Ramadhan, cenderung menyebabkan temperamen tinggi dan lidah tajam pada beberapa kasus, lansir Aljazeera.

Katanya dalam sebuah pernyataan, “mereka kadang membuat keputusan yang cepat dan dianggap tidak benar”.

Menurut Otoritas Palestina, 50.000 pernikahan didaftarkan di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza pada tahun 2015, namun lebih dari 8.000 perceraian juga terdaftar.

Pengangguran dan kemiskinan endemis dikatakan sebagai faktor utama.

Tidak ada perkawinan atau perceraian sipil di wilayah Palestina, di mana hanya pengadilan agama yang memiliki kekuatan tersebut.

Dibubarkan Pemerintah Myanmar, Kelompok Ekstremis Budha Ganti Nama

YANGON (Jurnalislam.com) – Kurang dari sepekan setelah dinyatakan bubar oleh asosiasi biarawan Myanmar yang paling senior, kelompok Buddhis ekstrem pimpinan ultra-nasionalis, bertekad untuk melanjutkan aktivitasnya dengan nama yang berbeda.

Pengumuman tersebut dikeluarkan dalam sebuah konferensi dua hari yang berakhir pada hari Ahad (28/5/2017) di Yangon, di mana sekitar 20.000 anggota Ma Ba Tha termasuk biarawan dan biarawati berkumpul mengikuti perintah asosiasi biarawan paling senior di Myanmar, lansir Anadolu Agency.

Komite Sangha Negara yang disponsori pemerintah pada hari Selasa lalu memerintahkan kelompok tersebut untuk menghentikan semua kegiatan pada pertengahan Juli atau menghadapi hukuman berdasarkan undang-undang Buddhis dan sekuler. Panitia juga mendesak Kementerian Dalam Negeri untuk menegakkan peraturan sesegera mungkin.

Langkah tersebut dipandang secara luas sebagai langkah penting untuk mengekang pidato provokasi dan gerakan penuh kebencian kelompok tersebut terhadap minoritas Muslim Myanmar, namun gerakan kelompok anti-Muslim tersebut tampaknya tidak mengindahkan.

“Kami sudah berpikir untuk mengganti namanya,” kata biksu ketua Bhiwantha pada konferensi tersebut pada hari Sabtu, yang kemungkinan menjadi pertemuan terakhir di bawah nama “Asosiasi untuk Perlindungan Ras dan Agama” (lebih dikenal dengan Ma Ba Tha dalam akronim Myanmar).

“Sekarang larangan tersebut membantu kami mengubah citra kelompok,” kata Bhiwantha.

Biksu senior memutuskan untuk mengubah nama kelompok menjadi Yayasan Buddha Dhamma pada hari Ahad.

“Kami akan terus berjalan sebagai lembaga yang melindungi ras dan agama kami,” Bhiwantha menambahkan.

Beberapa hari sebelum pelarangan tersebut, anggota Komite Sentral Ma Ba Tha membentuk sebuah kelompok baru yang disebut “Dhamma Wantharnu Rakhita Association” yang akan segera diubah menjadi partai politik.

“Karena pemerintah tidak berkeinginan untuk melindungi agama, kita perlu masuk ke dalam politik,” kata Maung Thway Chun, ketua kelompok yang berafiliasi dengan Ma Ba Tha.

“Kami akan mendaftarkan partai dengan nama “Partai Patriot 135′ dalam waktu satu bulan,” katanya, menambahkan bahwa angka 135 mewakili jumlah kelompok etnis yang berbeda di negara ini.