Senin, 14 Ramadhan 1447 / 02 Maret 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Penulis: Deddy Purwanto

Pesawat Pembom AS Mulai Dekati Korea Utara, Menlu Korut: Kami Hancurkan Tanpa Ampun

25 Sep 2017 08:12:28
Pesawat Pembom AS Mulai Dekati Korea Utara, Menlu Korut: Kami Hancurkan Tanpa Ampun

SEOUL (Jurnalislam.com) – Pesawat Pembom Amerika Serikat terbang semakin mendekati Korea Utara pada hari Sabtu (23/9/2017), paling dekat dari yang pernah mereka lakukan pada abad ini, kata seorang jurubicara pertahanan Amerika Serikat.

Berita tersebut sampai ke Korea Selatan pada hari Ahad pagi (24/9/2017) setelah pembom Lancer B-1B Angkatan Udara AS dan jet tempur F-15C menempuh perjalanan melewati pantai timur Korea Utara di tengah meningkatnya ancaman dari kedua belah pihak.

“Ini adalah wilayah terjauh dari Zona Demiliterisasi (DMZ) yang pernah dilintasi pesawat tempur AS atau pesawat pembom di lepas pantai Korea Utara pada abad ke-21, menggarisbawahi keseriusan tanggapan kita atas perilaku (Korea Utara) yang sembrono,” kata juru bicara Pentagon Dana White dalam sebuah pernyataan.

Kantor kepresidenan Korea Selatan hari Ahad mengumumkan bahwa Seoul terlibat dalam penggelaran aset dari pangkalan AS di Guam dan Okinawa, dan bahwa ini adalah “tindakan penanggulangan paling efektif terhadap kemajuan program nuklir dan rudal Korea Utara,” menurut Yonhap News Agen.

Donald Trump: Kami akan Hancurkan Korea Utara

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho mengatakan negaranya siap untuk melakukan “tindakan pencegahan tanpa ampun” jika AS menyerang, di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada hari Sabtu.

Pyongyang dan Washington telah saling meningkatkan perang kata-kata mereka sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam pada hari Selasa untuk “menghancurkan Korea Utara sepenuhnya”.

Kantor berita Korea Utara KCNA juga melaporkan pada hari Ahad tentang sebuah demo anti-AS yang besar, yang melibatkan lebih dari 100.000 orang di Pyongyang sehari sebelumnya.

Kategori : Internasional

Tags : AS Korea Utara

PBB: Bangladesh Butuh Bantuan Cepat untuk Atasi Gelombang Pengungsi Rohingya

25 Sep 2017 06:47:22
PBB: Bangladesh Butuh Bantuan Cepat untuk Atasi Gelombang Pengungsi Rohingya

BANGLADESH (Jurnalislam.com) – Bangladesh membutuhkan “bantuan internasional yang besar” untuk memberi makan dan melindungi 436.000 muslim Rohingya yang telah meninggalkan Myanmar dalam beberapa pekan terakhir, kata kepala badan pengungsi PBB.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi mengatakan pada hari Ahad (24/9/2017) bahwa ada tantangan “besar” setelah mengunjungi kamp-kamp yang penuh di sekitar Cox’s Bazar di Bangladesh selatan.

“Saya dikejutkan oleh besarnya kebutuhan mereka, mereka membutuhkan segalanya – mereka membutuhkan makanan, mereka membutuhkan air bersih, mereka butuh tempat berlindung, mereka memerlukan perawatan kesehatan yang tepat,” katanya kepada wartawan.

Grandi mengatakan telah terjadi “pencurahan kedermawanan lokal yang luar biasa” namun sekarang perlu ditingkatkan “oleh bantuan internasional, keuangan dan material”.

“Itulah mengapa saya di sini, untuk membantu pemerintah mengatur respons itu,” katanya.

PBB mengatakan pada hari Ahad bahwa 436.000 orang Rohingya, kelompok minoritas Muslim tanpa kewarganegaraan, telah tiba dari negara bagian Rakhine di Myanmar sejak pecahnya pembantaian di sana sebulan yang lalu.

Grandi mengatakan bahwa arus masuk telah melambat dalam beberapa hari terakhir namun tidak mungkin untuk mengatakan apakah akan terjadi lebih banyak lagi.

Dia juga mengatakan bahwa kantornya menyediakan “bantuan teknis” untuk membantu Bangladesh mendaftarkan Rohingya, yang oleh Myanmar dianggap sebagai imigran “ilegal”.

Bangladesh hanya mengakui sebagian kecil dari sekitar 700.000 orang Rohingya yang tinggal di kamp-kamp dekat perbatasan dengan Myanmar sebagai pengungsi, dan menganggap yang lainnya sebagai warga negara Myanmar yang tidak berdokumen.

Begini Kabar Terakhir Pengungsi Muslim Rohingya di Perbatasan Bangladesh

Bangladesh “tidak memiliki rencana saat ini” untuk memberikan status pengungsi kepada warga Rohingya yang baru tiba, kata menteri senior Bangladesh Amir Hossain Amu pada hari Ahad.

“Kami ingin Rohingya kembali ke tanah mereka sendiri,” kata Amu, yang memimpin sebuah komite kabinet mengenai keamanan nasional.

Bangladesh telah mulai menyediakan kartu identitas pendatang baru dan merekam data biometrik mereka. Proses tersebut dimulai pekan lalu dan diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikannya.

Banyak harapan yang akan memungkinkan mereka akhirnya kembali ke Myanmar. Pemimpin sipil Aung San Suu Kyi mengatakan pekan lalu bahwa mereka yang telah diverifikasi sebagai pengungsi dari negaranya akan diizinkan kembali.

Grandi mengatakan bahwa dia berharap peran PBB akan memberikan registrasi “kredibilitas yang diperlukan, yang sangat mendesak bukan hanya untuk repatriasi tapi untuk bantuan”.

Saat ini, badan-badan PBB mengatakan sulit memastikan bahwa bantuan didistribusikan secara merata karena pengungsi tidak berdokumen dan masih berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Grandi mengatakan skala masuknya – yang dia sebut sebagai “darurat pengungsi tercepat dan paling mendesak di dunia” – membuat sulit untuk menilai kebutuhan dengan cepat.

Tapi dia menambahkan: “Saya pikir responsnya semakin terorganisir”.

UNICEF mengatakan pada hari Ahad bahwa sebuah pesawat yang membawa 100 ton bantuan darurat dari Eropa, termasuk tablet pemurni air, barang saniter dan terpal plastik, telah mencapai Bangladesh.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Waspada atau Maafkan? Ini Seruan Kivlan Zen Hadapi PKI

25 Sep 2017 05:54:26
Waspada atau Maafkan? Ini Seruan Kivlan Zen Hadapi PKI

SERANG (Jurnalislam.com) – Pakar PKI, Mayor Jenderal Purnawirawan TNI Kivlan Zen mengatakan, masyarakat harus tetap waspada menghadapi kebangkitan PKI. Sebab, agitasi, fitnah, dan adu domba kerap dilancarkan para penggawa PKI.

“Tetap waspada masyarakat, jangan mau diadu domba, mereka sekarang sedang mengadu domba di berbagai lapisan elemen,” kata Kivlan saat ditemui jurnalislam di Hotel Mahadria, Serang, Ahad (24/9/2017).

Tokoh vokal ini mengimbau kepada masyarakat, terutama para ulama dan tokoh kritis bahwa membunuh dan menakuti masyarakat merupakan taktik dan metode yang diajarkan komunis.

“Jangan sampai terpancing tetapi siap. Ulama, mahasiswa kritis, mereka serang, mereka siap membunuh. Itu memang cara dan taktik mereka,” papar pria kelahiran Aceh ini.

Meski begitu, ia berpesan kepada masyarakat untuk memaafkan keluarga, simpatisan, dan penggawa PKI jika mereka tidak memulai kembali sejarah kelam dulu. Tidak meminta diri mereka benar serta meminta hal yang tidak wajar menjadi sebuah syarat yang harus dipenuhi.

“Tapi jika mereka tidak memulai kembali, meminta diri mereka benar, meminta yang aneh-aneh, yasudah kita maafkan, kita tutup buku yang lama,” ungkapnya.

“Tapi jika muncul kembali kita gebuk! Sesuai perintah presiden Jokowi,” pungkasnya.

 

Reporter: Jajat

Kategori : Nasional

Tags : gebuk pki kivlan kivlan zen pki

Paguyuban Grup-1 Kopasus: Kalau Perlu, Putar Film G30S/PKI Sebulan Sekali

24 Sep 2017 16:28:14
Paguyuban Grup-1 Kopasus: Kalau Perlu, Putar Film G30S/PKI Sebulan Sekali

SERANG (Jurnalislam.com) – Polemik pemutaran film sejarah G30S/PKI masih menjadi pembicaraan hangat, dari rakyat biasa hingga Presiden turut menyampaikan pandangannya.

Ketua umum, paguyuban grup 1 kopassus, Ahmad Taufiq Nuriman ikut menyampaikan pandangannya. Menurutnya, pemutaran film G30S/PKI sangat penting dilakukan untuk mengingat sejarah kejam, PKI di masa lalu.

“Film ini tentang sejarah, masyarakat harus tahu kebenaran dan kekejaman PKI,” di Hotel Mahadria, Serang, Ahad (24/9/2017).

“Kalau perlu satu bulan sekali diputar,” tambah dia.

Ia menegaskan, tidak ada keraguan dalam film G30S/PKI ini. Sebagai purnawirawan TNI, ia mengetahui betul kejadian pembunuhan kejam PKI tahun 1965.

“Jadi kalau ada dari keluarga PKI menyatakan film itu salah, itu bohong. Saya tentara dan saya membenarkan film ini, tidak ada keraguan,” tegas dia.

Sebagaimana diketahui, keluarga dan simpatisan PKI telah membantah kebenaran film G30S/PKI. Mereka mengklaim film yang disutradarai Arifin C. Noer tidak sesuai dengan fakta sejarah.

Kategori : Nasional

Tags : film G30S/PKI g30spki

Tokoh Banten: “Akan Lebih Bagus Jika Jokowi Datang ke Rohingya”

24 Sep 2017 16:17:34
Tokoh Banten: “Akan Lebih Bagus Jika Jokowi Datang ke Rohingya”

SERANG (Jurnalislam.com) – Krisis kemanusiaan Rohingya yang tidak kunjung usai membuat Tokoh Banten, Ahmad Taufiq Nuriman angkat bicara. Menurutnya, Indonesia sebagai warga Muslim terbesar harus berperan aktif membantu.

“Indonesia jelas harus membantu sebagai muslim terbesar, kita sudah melihat pemerintah melalui Menlu telah membantu,” jelas mantan Bupati 2 periode Serang di Hotel Mahadria, Serang, Ahad (24/9/2017).

“Apalagi jika Presiden Jokowi menyempatkan hadir ke Rohingya, pasti akan sangat membantu semangat warga Rohingya,” tambahnya.

Selain itu, Ketua umum Pelajar Islam Indonesia (PII) Banten ini menilai, masalah Rohingya bukan lagi permasalahan agama, melainkan kemanusiaan.

“Kita lihat sekarang di Rohingya bukan lagi masalah agama, melainkan kemanusiaan. Sadis sekali perlakuan mereka,” ujarnya.

Taufiq mengatakan, permasalahan Rohingya sudah banyak mendapatkan kritik dan perhatian dari dunia. Pemerintah Myanmar, kata dia, seharusnya harus bisa menyelesaikan genosida kejam itu.

Kategori : Nasional

Tags : genosida jokowi rohingya

Dalam 2 Hari 7 Pasukan AS Tewas oleh Taliban

23 Sep 2017 10:29:48
Dalam 2 Hari 7 Pasukan AS Tewas oleh Taliban

PARWAN (Jurnalislam.com) – Al-Emarah News mengatakan 4 srdadu Amerika tewas di ibukota provinsi Parwan tadi malam ketika Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menyerang tank yang mereka tumpangi menggunakan IED.

Di provinsi utara Samangan, pasukan Taliban menembak dan membunuh seorang Arbaki dan melukai seorang lainnya dalam baku tembak singkat di distrik Darah Souf provinsi ini Jumat pagi (22/9/2017).

Al-Emarah News juga mengatakan bahwa 3 penyerbu AS terbunuh dan 2 lainnya menderita luka yang mengancam jiwa ketika mujahidin menyerang kendaraan mereka dengan IED di jalan masuk lapangan udara Jalalabad di kota Jalalabad, ibukota provinsi Nangarhar pada sore hari Kamis (21/9/2017).

Serangan Istisyhad Taliban Bunuh 13 Pasukan AS dan Lukai 11 Lainnya

Pada hari Rabu (20/9/2017), seorang pegawai intelijen ditembak mati dalam serangan yang ditargetkan di kota Jalalabad

Di distrik Bati Kot, gabungan penjajah AS dan pasukan boneka mereka menggerebek bangunan milik warga sipil Rabu malamnya dan setelah merampok uang dan perhiasan, mereka menculik 12 orang yang tidak bersalah dari rumah mereka.

Kategori : Internasional

Tags : Imarah Islam Afghanitan taliban

Bantu Muslim Rohingya, LSM Turki Sumbangkan Dana $286.000 pada Bulan Sabit Merah

23 Sep 2017 10:15:33
Bantu Muslim Rohingya, LSM Turki Sumbangkan Dana $286.000 pada Bulan Sabit Merah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kuveyt Turk yang berbasis di Istanbul menyumbangkan 1 juta liras Turki ($ 286.000) kepada Komunitas Bulan Sabit Merah Turki (Turkish Red Crescent Society) pada hari Jumat (22/9/2017) untuk membantu Muslim Rohingya yang dianiaya di Myanmar, World Bulletin melaporkan.

Ufuk Uyan, manajer umum bank keuangan Islam, mengatakan bahwa karyawan dan pelanggan mereka menawarkan untuk membantu Rohingya dengan harapan ini akan membuka jalan bagi kampanye amal.

Presiden Turkish Red Crescent Society Kerem Kinik mengatakan bahwa mereka senang mengetahui bahwa bank mengetahui tanggung jawab sosialnya dan ingin membantu kelompok yang rentan.

Ansharusyariah Nusra Salurkan Donasi Senilai Rp.116 Juta Melalui Forum Me-Dan untuk Muslim Rohingya

Berbicara tentang kunjungannya ke Bangladesh di mana puluhan ribu pengungsi berkumpul, dia berkata: “Kami melihat ketakutan di wajah mereka. Mereka telah melarikan diri bahkan tanpa sepasang sepatu di kaki mereka.”

Dia menambahkan bahwa pemerintah di Myanmar tidak memberikan hak dasar kepada Rohingya.

“Mereka tidak punya hak kewarganegaraan. Mereka tidak bisa kuliah di universitas, atau memiliki lebih dari dua anak. Mereka tidak bisa pergi ke kota lain.”

Kinik mengatakan akan membangun 24.000 tempat penampungan dan rumah sakit bagi 100.000 warga Rohingya di Myanmar.

“Kami akan membantu 20.000 keluarga pekan ini,” katanya.

Dia mendesak semua orang untuk menyumbangkan 10 liras Turki ($ 3) dengan mengirim pesan “Arakan” ke 2868 atau dengan mengunjungi www.kizilay.org.tr.

Sejak 25 Agustus, lebih dari 421.000 muslim Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar di Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB.

UNHCR: Berton-ton Bantuan dan 1.700 Tenda Diserahkan ke Pengungsi Rohingya

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi keamanan baru di mana pasukan Budha Myanmar dan gerombolan Buddha membunuhi, menyiksa pria, wanita dan anak-anak, memperkosa menjarah rumah dan membakar desa Rohingya. Menurut Bangladesh, sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan keras tersebut.

Turki berada di garis terdepan untuk memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan telah mengemukakan masalah ini di PBB.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas pembantaian tersebut sejak ribuan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, penyembelihan dan penghilangan yang dilakukan oleh militer Myanmar. Dalam sebuah laporan, penyidik ​​PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan berat.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar Muslim Rohibgya myanmar

Inilah Hasil Keputusan Pengadilan Internasional pada Pemerintah Myanmar

23 Sep 2017 09:47:11
Inilah Hasil Keputusan Pengadilan Internasional pada Pemerintah Myanmar

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Sebuah pengadilan internasional memutuskan bahwa pemerintah Myanmar “bersalah telah melakukan genosida” terhadap etnis Rohingya dan minoritas Muslim lainnya.

“Pengadilan memutuskan bahwa Myanmar bersalah melakukan genosida terhadap orang-orang Kachin dan kelompok-kelompok Muslim di sana,” Daniel Feierstein, ketua Pengadilan Permanen Rakyat (Permanent Peoples’ Tribunal), mengatakan kepada Anadolu Agency, Jumat (22/9/2017)

Permanent Peoples’ Tribunal didirikan di Italia pada tahun 1979 dan terdiri dari 66 anggota internasional. Sejak berdirinya, tribunal tersebut telah menyelenggarakan 43 sesi mengenai berbagai kasus yang melibatkan hak asasi manusia dan genosida.

Pengadilan, yang diadakan di ibukota Malaysia, Kuala Lampur selama lima hari tersebut, mempertimbangkan berbagai dokumenter, bukti ahli dan kesaksian dari sekitar 200 korban kekejaman yang dilakukan terhadap kelompok minoritas Rohingya, Kachin dan kelompok minoritas Muslim lainnya.

Inggris Bekukan Kerja Sama Militer Hingga Kekerasan Myanmar atas Rohingya Dihentikan

Pengadilan ini meminta pemerintah Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap minoritas Muslim disana.

“Visa dan akses gratis harus diberikan kepada Tim Pencari Fakta PBB untuk menyelidiki kekejaman yang dilakukan terhadap Rohingya, Kachin dan kelompok lainnya di Myanmar,” kata pengadilan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan pemerintah harus mengubah konstitusi dan menghapuskan undang-undang yang diskriminatif untuk memberikan hak dan kewarganegaraan kepada minoritas yang tertindas.

Sejak 25 Agustus, sekitar 429.000 Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar di Rakhine ke Bangladesh, menurut PBB.

Para pengungsi tersebut melarikan diri dari operasi keamanan baru di mana pasukan Budha Myanmar dan gerombolan Buddha membunuh dan menyiksa pria, wanita dan anak-anak, memperkosa, menjarah rumah dan membakar desa Rohingya. Menurut Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali, sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan keras tersebut.

Erdogan: Situasi di Myanmar adalah Noda Hitam Sejarah Kehidupan Manusia

Pengadilan tersebut juga meminta masyarakat internasional untuk memberikan bantuan keuangan ke negara-negara seperti Bangladesh dan Malaysia yang menjadi tuan rumah masuknya pengungsi yang melarikan diri dari kekerasan tersebut.

Malaysia saat ini menjadi tuan rumah salah satu populasi pengungsi perkotaan terbesar di dunia. Pada tahun 2014, sekitar 146.020 pengungsi dan pencari suaka telah terdaftar di UNHCR di Malaysia, dimana sebagian besar atau sekitar 135.000 berasal dari Myanmar.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat atas pembantaian tersebut sejak ribuan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, penyembelihan dan penghilangan yang dilakukan oleh militer Myanmar. Dalam sebuah laporan, penyidik ​​PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan berat.

 

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Austria Resmi Larang Jilbab Bercadar Tanggal 1 Oktober

22 Sep 2017 07:03:46
Austria Resmi Larang Jilbab Bercadar Tanggal 1 Oktober

AUSTRIA (Jurnalislam.com) – Larangan Austria yang kontroversial terhadap pemakaian jilbab yang menutupi wajah akan mulai berlaku pada 1 Oktober, kata kementerian dalam negeri negara tersebut pada hari Kamis (21/9/2017).

Undang-undang baru tersebut akan berlaku untuk semua tempat umum, termasuk fasilitas transportasi, dan polisi akan memiliki kekuatan untuk menuntut pencopotan kerudung.

Mereka yang menolak untuk patuh dapat dibawa ke kantor polisi, sebuah pernyataan kementerian menambahkan.

“Pelanggaran undang-undang baru ini dikenakan sanksi administrasi hingga € 150 ($ 180), yang mungkin dibebankan oleh agen polisi,” kata kementerian tersebut, lansir World Bulletin.

Anggota parlemen Austria mengeluarkan larangan tersebut di bulan Mei, meskipun sejumlah kecil wanita Muslim di negara tersebut mengenakan burqa.

Mereka yang menentang undang-undang mengatakan bahwa larangan tersebut bersifat diskriminatif.

Beberapa negara Eropa lainnya telah menerapkan larangan penuh atau sebagian terhadap burqa yang dikenakan di depan umum. Perancis adalah yang pertama menerapkannya di tahun 2011.

Akhir pekan lalu seorang warga Denmark yang diduga menolak untuk melepaskan jilbabnya di bandara Brussels dideportasi kembali ke Tunisia setelah polisi tidak dapat mengidentifikasi dirinya, menurut seorang pejabat Belgia.

Isu burqa juga telah diangkat oleh sayap kanan dan populis di Eropa dimana Partai Kemerdekaan Inggris mengatakan awal tahun ini bahwa pihaknya akan melakukan larangan atas pakaian tersebut.

Kategori : Islamophobia

Tags : anti islam islamophobia muslim eropa

Rusia Ancam akan Serang Pasukan AS dan Sekutunya di Suriah Jika…

22 Sep 2017 06:55:40
Rusia Ancam akan Serang Pasukan AS dan Sekutunya di Suriah Jika…

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia memperingatkan Amerika Serikat bahwa pihaknya akan menargetkan daerah-daerah di Suriah di mana pasukan khusus AS dan milisi yang didukung AS beroperasi jika pasukannya sendiri mendapat ancaman dari mereka, yang dikatakannya telah terjadi dua kali pada hari Kamis (21/9/2017).

Rusia merujuk pada Pasukan Demokratik Suriah (the Syrian Democratic Forces-SDF), sebuah aliansi milisi Kurdi dan Arab yang bertempur bersama koalisi pimpinan AS, yang menurut Moskow telah dialihkan dari pertempuran untuk menguasai Raqqa menuju Deir al-Zor, di mana pasukan khusus Rusia membantu tentara rezim Syiah Assad memerangi Kelompok Islamic State (IS).

SOHR: Jet Tempur Rusia Bunuh 34 Warga Sipil di Deir Al Zour

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan SDF telah mengambil posisi di tepi timur Sungai Efrat bersama pasukan khusus AS, dan telah dua kali melepaskan tembakan mortir dan artileri pada pasukan Suriah yang bekerja sama dengan pasukan khusus Rusia.

“Seorang wakil komando militer AS di Al Udeid (pusat operasi AS di Qatar) diberitahu bahwa setiap upaya untuk melepaskan tembakan dari area di mana pasukan SDF berada akan segera dibalas,” Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan dalam sebuah pernyataan, lansir Al Arabiya.

“Titik api di daerah tersebut akan segera ditekan dengan segala cara militer.”

Rusia Ingin Kuasai Idlib dengan Zona De-eskalasi

Peringatan Rusia menggarisbawahi ketegangan di Suriah antara Moskow dan Washington. Walaupun keduanya sama-sama menentang IS, mereka, melalui proxy, terlibat dalam perebutan pengaruh strategis dan sumber daya potensial dalam bentuk ladang minyak.

Di provinsi Deir al-Zor, Suriah timur, IS sedang berjuang melawan dua serangan terpisah dengan SDF di satu sisi dan tentara rezim Suriah dan milisi sekutu Syiahnya di sisi lain.

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah Rusia

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Brutalitas Aparat: Bukti Nyata Bobroknya Sistem Perlindungan

Brutalitas Aparat: Bukti Nyata Bobroknya Sistem Perlindungan

2 Mar 2026 18:02:37
Cinta, Emosi, dan Kekerasan di Kampus: Alarm Serius bagi Dunia Pendidikan Islam

Cinta, Emosi, dan Kekerasan di Kampus: Alarm Serius bagi Dunia Pendidikan Islam

2 Mar 2026 18:00:27
Menjaga Kesucian Ayat Al-Quran di Era Digital: Refleksi atas Kasus Viral di Bulukumba

Menjaga Kesucian Ayat Al-Quran di Era Digital: Refleksi atas Kasus Viral di Bulukumba

1 Mar 2026 19:14:31
Penguasa yang Dicintai Rakyatnya

Penguasa yang Dicintai Rakyatnya

1 Mar 2026 19:12:25

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED