Tragedi Kemanusiaan Gaza Terus Berlanjut, 338 Warga Sipil Tewas Saat Mengantre Bantuan

GAZA (jurnalislam.com)– Serangan brutal kembali menghantam warga sipil Palestina di Jalur Gaza. Sedikitnya 338 warga sipil tewas ketika pasukan Israel menyerang titik distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah yang terkepung itu, menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina.

Dalam insiden terbaru yang terjadi pada Senin dini hari (16/6/2025), sedikitnya 20 orang tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka, saat mereka mengantre bantuan makanan dan air bersih, yang kini menjadi barang langka akibat blokade ketat Israel.

Wilayah Gaza kini mengalami krisis kelaparan yang semakin dalam. Bantuan kemanusiaan pun hanya disalurkan melalui Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), sebuah lembaga kontroversial yang dikelola Amerika Serikat dan didukung Israel.

Namun, penembakan terhadap warga yang sedang mengantre bantuan oleh pasukan Israel dan tentara bayaran yang disebut berpihak pada GHF kini menjadi pemandangan sehari-hari.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa 50 korban luka berada dalam kondisi kritis, dan menyebutkan bahwa setidaknya 2.831 orang terluka dan 9 orang lainnya masih hilang di titik distribusi bantuan.

“Kami menyerukan mekanisme alternatif dalam distribusi bantuan tanpa membahayakan nyawa warga sipil yang kelaparan,” demikian pernyataan resmi dari kementerian.

Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal UNRWA (badan PBB untuk pengungsi Palestina), mengkritik keras sistem distribusi bantuan yang dibentuk oleh AS dan Israel. Ia menyebut sistem tersebut sebagai “sistem distribusi yang mematikan.”

Menurutnya, pembatasan distribusi bantuan oleh lembaga-lembaga kemanusiaan terpercaya seperti UNRWA masih terus berlanjut, meskipun banyak bantuan telah siap didistribusikan ke Gaza. Kekurangan bahan bakar pun melumpuhkan layanan penting seperti rumah sakit dan transportasi darurat.

“Pembunuhan dan perang hanya akan melahirkan lebih banyak perang. Warga sipil akan selalu menjadi korban pertama dan paling menderita,” kata Lazzarini.

Serangan Israel juga menargetkan infrastruktur komunikasi. Pada Kamis (13/6) lalu, Israel memutus seluruh layanan internet dan telekomunikasi di Gaza dengan menghancurkan jalur serat optik utama terakhir yang tersisa.

Kantor Media Pemerintah Palestina menyebut pemutusan itu sebagai “kejahatan yang disengaja untuk mengisolasi Gaza dari dunia luar dan menutupi kebenaran.”

Wilayah utara, tengah, dan selatan Gaza kini mengalami pemadaman komunikasi total, membuat upaya pertolongan medis dan distribusi bantuan menjadi nyaris mustahil.

Hingga kini, total korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza telah mencapai 55.432 jiwa, dengan 128.923 orang luka-luka, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. (Bahry)

Sumber: MEE

MUI Tegaskan Boikot Produk Israel sebagai Wujud Solidaritas Nyata untuk Palestina

JAKARTA (jurnalislam.com)— Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Tausiyah resmi bernomor Kep-63/DP-MUI/VI/2025 pada Selasa (17/6/2025) di Jakarta. Dalam tausiyah tersebut, MUI menyampaikan seruan kepada umat Islam Indonesia dan dunia untuk bersatu dalam menghadapi krisis kemanusiaan yang berlangsung di Gaza serta meningkatnya eskalasi konflik Israel–Iran.

Tausiyah yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal Buya Amirsyah Tambunan ini memuat sembilan poin penting sebagai berikut:

Pertama, MUI menyerukan agar umat Islam di seluruh dunia bersatu dan mengerahkan segala potensi untuk melawan kezaliman dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel.

“Seluruh umat Islam sedunia untuk terus menjaga dan meningkatkan gerakan saling tolong menolong di antara sesama negara-negara Muslim untuk menjaga marwah dan martabat kemanusiaan dan hak asasi manusia seutuhnya,” tulis MUI dalam poin pertama.

Kedua, MUI menegaskan bahwa keterlibatan umat Islam Indonesia dalam perjuangan Palestina merupakan bagian dari ukhuwah Islamiyah dan tanggung jawab sebagai bangsa yang bermartabat serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Ketiga, MUI mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil langkah diplomatik yang paling tinggi, tegas, dan cepat guna menghentikan kejahatan kemanusiaan di Gaza.

“Mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil langkah diplomatik tertinggi, tertegas, dan tercepat guna menghentikan kejahatan kemanusiaan di Gaza,” sebut poin ketiga tausiyah.

Keempat, MUI mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta semua negara cinta damai untuk melakukan langkah-langkah politik dan diplomasi yang lebih terukur dalam menghentikan agresi Israel.

“Termasuk juga mengimbau untuk membuka jalur bantuan kemanusiaan di negara untuk rakyat Palestina,” tulis MUI.

Kelima, MUI mengutuk keras tindakan genosida yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina dan agresi militer terhadap Iran yang dinilai memperburuk stabilitas kawasan dan penderitaan umat manusia.

Keenam, MUI menyerukan dukungan moral, material, dan spiritual dari umat Islam terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Menyeru seluruh umat Islam untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui berbagai bentuk solidaritas moral, material, dan spiritual, serta memberikan dukungan penuh terhadap setiap upaya Pemerintah Republik Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan perdamaian di Timur Tengah,” bunyi poin keenam.

Ketujuh, MUI menyatakan dukungan terhadap hak Republik Islam Iran sebagai negara berdaulat untuk membela diri dari segala bentuk ancaman.

“Misalnya, terhadap keselamatan ilmuwan, keamanan sumber daya alam, dan pangkalan militer sebagai wajah kewibawaan dan kesehajaan kekuatan negara Islam,” demikian pernyataan dalam poin ketujuh.

Kedelapan, MUI mengajak seluruh umat Islam untuk memperkuat gerakan boikot terhadap semua produk yang berasal dari, berafiliasi dengan, atau mendukung Israel.

“Sebagai bentuk perlawanan ekonomi terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel, serta sebagai wujud solidaritas nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina,” tulis MUI.

Kesembilan, MUI mengimbau seluruh pengurus masjid di Indonesia untuk rutin membaca qunut nazilah dalam shalat berjamaah dan menggelar istighatsah.

“Mengimbau seluruh pengurus masjid di Indonesia untuk membaca qunut nazilah secara rutin dalam shalat berjamaah, dan juga menggelar istighatsah memohon pertolongan Allah Subhanahu wa taala sebagai bentuk doa kolektif demi kemenangan perjuangan rakyat Palestina dan terwujudnya perdamaian di Timur Tengah dan dunia,” tulis MUI dalam penutup tausiyahnya.

Akhirussanah, Bintang Utama SMPIT Nur Hidayah Dapatkan Beasiswa di SMA IT Nur Hidayah

SOLO (jurnalislam.com)- SMP IT Nur Hidayah Surakarta selenggarakan Akhirussanah Angkatan XIX Tahun Ajaran 2024/2025 pada Selasa (17/6/2025) di Graha Saba Buana, Solo.

Pada laporan pendidikannya, Kepala SMP IT Nur Hidayah Surakarta, Ustadz Bangun Rohmadi, S.Pd.I., menyampaikan sebanyak 181 siswa dinyatakan lulus. Selama tiga tahun, para siswa Angkatan XIX telah meraih sebanyak 134 prestasi di bidang akademik dan non akademik.

Dalam kegiatan Akhirussanah ini juga diberikan apresiasi kepada para siswa dalam beragam kategori yaitu, Kategori Nilai Rapor, Kategori Nilai Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ), Kategori Tahfidz, Kategori Akhlak dan Organisasi, Kategori Minat Bakat Akademik dan Non Akademik, serta Bintang Utama.

Dua anak peraih Bintang Utama, Azriel Putra Perdana (IX-A) dan Lathifah Lubna Azizah (IX-F) mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan Pendidikan ke SMA IT Nur Hidayah Sukoharjo.

Direktur Sekolah Islam Terpadu (SIT) Yayasan Nur Hidayah Surakarta, Dr. Ari Puspitowati, M.Pd., berpesan agar para siswa yang telah lulus dapat menjadi generasi Qur’ani, tangguh dan sholih/sholihah.

“Ikatlah hati kalian dengan Al-Qur’an, bersiap menghadapi tantangan zaman, kuat dalam prinsip, serta tidak mudah terpengaruh dalam hal negatif, dan memberikan kebaikan bagi sekitar”, tambahnya.

Ketua FOMG kelas IX, Ibu Sri Lestari Rahayu Widatiningsih, S.E., yang mewakili orang tua dalam penyerahan amanah pendidikan, mengucapkan terima kasih atas ilmu, dedikasi dan kesbaran para guru dalam mendidik putra-putrinya. Beliau juga berterima kasih atas dukungan dan kerja sama dari wali murid. “Menurut saya sangat penting untuk bersinergi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak-anak,” terangnya.

Penampilan tari saman dari kelas VIII turut memeriahkan acara. Selain itu juga terdapat ikrar alumni, menyanyikan lagu Hymne Guru dan Terima Kasihku, pembacaan puisi dari peserta, pembacaan puisi Palestina, penyampaian kenang-kenangan dan kesan pesan dari alumni serta adik kelas.

Israel Peringatkan Warga Teheran untuk Mengungsi, Netanyahu: Membunuh Ayatullah Khamenei Bisa Akhiri Perang

TEHERAN (jurnalislam.com)– Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga di sejumlah wilayah Teheran pada Senin (16/6/2025), memperingatkan akan adanya serangan udara yang menargetkan infrastruktur militer Iran di ibu kota tersebut.

Peringatan itu disampaikan melalui unggahan di media sosial X oleh Kolonel Avichay Adraee, juru bicara militer Israel berbahasa Arab. Dalam unggahan tersebut, disertakan peta dengan area berarsir merah di distrik ke-3 Teheran utara – sebuah wilayah yang disebut sebagai lokasi sasaran serangan.

“Warga yang terhormat, demi keselamatan Anda, mohon segera tinggalkan area yang dijelaskan di distrik ke-3 Teheran,” demikian pesan dalam bahasa Persia.

“Dalam beberapa jam mendatang, tentara Israel akan menyerang infrastruktur militer rezim Iran di area ini, seperti yang telah dilakukannya beberapa hari terakhir di Teheran. Kehadiran Anda di area ini membahayakan nyawa Anda,” lanjut peringatan tersebut.

Dalam eskalasi terbaru ini, fokus serangan Israel tampaknya telah bergeser dari target-target militer utama seperti sistem pertahanan udara dan fasilitas nuklir, menuju pusat-pusat industri energi serta wilayah ibu kota Iran.

Presiden AS Donald Trump turut menyuarakan desakan evakuasi, melalui platform Truth Social.

“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Saya sudah mengatakannya berulang kali! Semua orang harus segera mengevakuasi Teheran!” tulisnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi operasi militer di atas wilayah Iran, dalam kunjungannya ke pangkalan angkatan udara Tel-Nof.

“Angkatan udara Israel mengendalikan langit di atas Teheran. Ini mengubah seluruh serangan militer,” ujar Netanyahu.

“Kami menyerang target rezim, berbeda dengan Iran yang menargetkan warga sipil kami. Kami memberi tahu orang-orang Teheran untuk mengungsi, dan kami bertindak,” tegasnya.

Dalam pernyataan yang lebih keras, Netanyahu bahkan menyatakan bahwa membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dapat menjadi jalan untuk “mengakhiri konflik”.

Sampai saat ini, situasi di Teheran masih tegang. Laporan media Iran menyebutkan adanya pengungsian besar-besaran, sementara sistem pertahanan udara Iran tetap siaga penuh menghadapi kemungkinan serangan lanjutan dari Israel. (Bahry)

Sumber: Guardian

Senapan Ghoul dan Rudal Hantam Pasukan Israel di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)– Sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam, merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi keberhasilan sejumlah operasi militer terhadap pasukan Israel dalam beberapa hari terakhir di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui situs resmi Gerakan Hamas, Brigade Al-Qassam menyatakan bahwa para pejuangnya bersama dengan Brigade Al-Quds telah menargetkan pasukan infanteri Israel yang tengah bercokol di sebuah rumah di kawasan Al-Sanati, sebelah timur kota Abasan al-Kabira, Khan Yunis, Jalur Gaza selatan.

“Para pejuang kami melancarkan serangan rudal anti-personel ke posisi musuh, menewaskan dan melukai sejumlah tentara Zionis. Seorang tentara lainnya berhasil ditembak mati di lokasi yang sama menggunakan senapan Ghoul buatan Brigade Al-Qassam,” ungkap pernyataan tersebut.

Sementara itu, dari wilayah Gaza utara, pejuang Al-Qassam melaporkan dua operasi tambahan yang menargetkan kendaraan militer Israel. Pada Selasa (10/6), para pejuang menargetkan kendaraan pengangkut personel lapis baja dan tank Merkava di sebelah timur Jabalia dengan ranjau darat berdaya ledak tinggi dan bom bunuh diri.

“Serangan tersebut berhasil mengenai target di jantung formasi tempur musuh,” lanjut pernyataan itu.

Kemudian pada Rabu (11/6), satu lagi tank Merkava dilaporkan menjadi sasaran peledak tinggi yang ditanam di Jalan Al-Sikka, wilayah timur Jabalia, Jalur Gaza utara.

Serangkaian operasi ini menunjukkan intensitas perlawanan yang masih terus dilakukan oleh faksi-faksi perlawanan Palestina terhadap invasi darat yang dilakukan oleh pasukan Israel, meskipun wilayah Gaza menghadapi krisis kemanusiaan dan kehancuran luas akibat serangan berkepanjangan.

Kontributor: Bahry

Israel Klaim Berhasil Cegat 90 Persen Rudal Balistik Iran

TEL AVIV (jurnalislam.com)– Militer Israel pada Senin (16/6/2025) mengakui bahwa sistem pertahanan udaranya gagal mencegat antara 5 hingga 10 persen rudal balistik yang diluncurkan Iran dalam eskalasi konflik terbaru. Pernyataan ini menjadi statistik pertama yang dikeluarkan oleh militer Israel sejak perang terbuka antara kedua negara dimulai.

Dikutip dari The Jerusalem Post, Israel mengklaim berhasil menjatuhkan antara 80 hingga 90 persen rudal Iran yang menghujani wilayahnya. Namun, sebagian kecil rudal berhasil menembus dan menyebabkan kerusakan signifikan, bahkan menimbulkan korban jiwa.

Militer Israel menyebut pihaknya terus menyesuaikan strategi pertahanan karena Iran juga menyesuaikan pola serangannya untuk mencoba “mengalahkan” sistem pertahanan berlapis Israel.

Sistem pertahanan udara Israel yang bernilai miliaran dolar terdiri dari Iron Dome, Arrow, David’s Sling, dan Iron Beam. Masing-masing memiliki fungsi dan jangkauan berbeda untuk menghadapi berbagai jenis ancaman dari udara.

Sejak serangan balasan Iran dimulai, kota-kota besar seperti Tel Aviv, Haifa, dan Beersheba menjadi target utama salvo rudal balistik Iran. Meski sebagian besar rudal berhasil dicegat, sejumlah proyektil mencapai target dan menyebabkan kehancuran yang mengejutkan banyak pengamat.

Beberapa rekaman video memperlihatkan kegagalan sistem pertahanan Israel dalam menembak jatuh rudal sebelum mencapai sasaran. Salah satu rentetan serangan terbaru, yang terjadi pada Senin malam, melibatkan sekitar 40 rudal balistik dan menyebabkan korban jiwa di wilayah Israel.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan “pendahuluan” ke wilayah Iran merupakan bagian dari strategi defensif, mengingat tidak mungkin semua rudal Iran dapat dicegat sepenuhnya.

Israel juga mengklaim telah menghancurkan sepertiga peluncur rudal permukaan-ke-permukaan Iran dan puluhan target militer strategis lainnya dalam serangan-serangan sebelumnya.

Pihak militer mengimbau warga untuk segera berlindung di ruang aman atau bahkan di tangga darurat saat sirene berbunyi.

“Sebagian besar korban jiwa disebabkan oleh warga yang tidak berada di tempat perlindungan saat serangan terjadi,” ujar juru bicara militer Israel. (Bahry)

Sumber: TNA

Serangan Rudal Iran Hantam Tel Aviv dan Haifa, Sembilan Warga Israel Tewas

TEL AVIV (jurnalislam.com)– Serangan rudal balistik terbaru yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel pada Senin (16/6/2025) menyebabkan kerusakan parah di sejumlah kota besar, termasuk Tel Aviv, Haifa, dan sekitarnya. Rekaman video dan gambar pasca-serangan menunjukkan dampak destruktif dari gempuran tersebut.

Di Petah Tikvah, kawasan timur Tel Aviv, sebuah rumah hancur nyaris total akibat hantaman rudal. Sebuah ruangan perlindungan yang dibangun di sebuah gedung hunian juga dihancurkan rudal, menewaskan lima warga Israel yang berlindung di dalamnya.

Selain itu, tiga warga dilaporkan tewas di Haifa dan satu orang lainnya di Bnei Brak dekat Tel Aviv. Total korban jiwa dari serangan tersebut mencapai sembilan orang. Dengan demikian, jumlah korban tewas dari pihak Israel sejak dimulainya operasi pembalasan Iran yang diberi nama True Promise 3 meningkat menjadi 24 orang, dengan hampir 600 orang luka-luka.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa serangan ini membuktikan kesalahan kalkulasi militer Israel terhadap kekuatan Iran.

“Operasi kami membuktikan bahwa perhitungan musuh Zionis mengenai Iran sepenuhnya salah,” ujar IRGC dalam pernyataannya pada Senin pagi.

“Rudal kami berhasil mengenai target meskipun mereka mendapat dukungan Amerika Serikat dan memiliki teknologi pertahanan tercanggih,” tambahnya.

Beberapa lokasi strategis di Tel Aviv menjadi sasaran, termasuk bangunan sensitif dan menara hunian. Serangan juga menghantam pembangkit listrik di Haifa, kompleks kimia Bazan, dan kilang minyak utama, menyebabkan pemadaman listrik di wilayah tengah Israel.

Pangkalan udara Nevatim di gurun Negev serta kamp militer di Galilea dilaporkan turut menjadi sasaran. Pemerintah Israel menerapkan sensor militer ketat terhadap informasi yang keluar dari lokasi-lokasi serangan.

Sementara itu, Iran memperingatkan bahwa serangan kali ini belum mencerminkan kekuatan penuh militernya.

“Kami masih menahan diri dan belum mengerahkan semua kemampuan kami untuk menghindari kekacauan global. Namun, kami mungkin akan mencapai titik di mana kami akan menggunakan senjata baru,” kata Mayor Jenderal Mohsen Rezaei.

Serangan rudal Iran ini terjadi menyusul rentetan serangan Israel yang terus berlanjut terhadap berbagai infrastruktur militer dan sipil Iran, termasuk pelabuhan, bandara, rumah sakit, dan pusat pertahanan sipil. Sejauh ini, sedikitnya 224 warga Iran tewas dan sekitar 1.000 lainnya luka-luka sejak konflik berskala penuh ini meletus. (Bahry)

Sumber: Cradle

Israel Serang Fasilitas Nuklir Fordow, Iran Balas dengan 100 Rudal ke Wilayah Israel

TEHERAN (jurnalislam.com)– Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat tajam setelah jet tempur Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah Fordow milik Iran pada Ahad (15/6/2025). Serangan tersebut disusul dengan aktivitas balasan Iran berupa peluncuran puluhan rudal ke berbagai wilayah Israel.

Fasilitas Fordow, yang terletak di bawah pegunungan dekat kota Qom, dilaporkan terkena serangan langsung. Tak lama setelah itu, gempa berkekuatan 2,5 skala Richter tercatat di wilayah Qom, memunculkan spekulasi mengenai keterkaitan aktivitas seismik dengan serangan tersebut.

Selain Fordow, militer Israel juga mengklaim telah menyerang sejumlah lokasi peluncuran rudal di Iran tengah, dengan tujuan “melemahkan kemampuan serangan kedua Teheran.”

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah meluncurkan sekitar 70 rudal ke berbagai target strategis di Israel sebagai bagian dari gelombang baru Operasi True Promise 3, yang merupakan balasan terhadap Operasi Rising Lion Israel.

IRGC dalam pernyataan resminya menyebut bahwa serangan rudal terbaru kali ini “lebih kuat dan lebih merusak daripada serangan sebelumnya,” dan secara khusus menargetkan sistem komando dan kontrol militer Israel.

Komando Front Dalam Negeri Israel merespons dengan mengeluarkan perintah agar warga berlindung di tempat, mengingat adanya “ancaman yang berkelanjutan dan terus-menerus.”

Menurut laporan media Israel, sedikitnya 100 rudal diluncurkan dari Iran pada Senin dini hari (16/6). Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar di wilayah tengah dan utara Israel.

Salah satu target utama adalah kilang minyak Bazan di Haifa, yang memproses sekitar 10 juta ton minyak mentah setiap tahun dan menjadi salah satu penyuplai energi ke beberapa wilayah di Eropa.

Di kota Petah Tikva, Israel tengah, beberapa tempat perlindungan sipil dilaporkan hancur akibat hantaman rudal. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa sejumlah besar bangunan mengalami kerusakan parah.

Di kawasan metropolitan Tel Aviv, khususnya distrik Gush Dan, tim penyelamat sedang berupaya mengevakuasi warga yang terjebak di bawah reruntuhan di tiga lokasi berbeda. Saluran 12 Israel mengutip laporan layanan medis darurat yang menyebutkan bahwa setidaknya 103 orang terluka di Tel Aviv dan sekitarnya.

Selain itu, terdapat 67 orang terluka di wilayah utara dan tengah Israel, serta sedikitnya tiga korban tewas yang telah dikonfirmasi. (Bahry)

Sumber: Shafaq

Iran Tolak Negosiasi Gencatan Senjata Selama Masih Diserang Israel

TEHERAN (jurnalislam.com)– Iran menyatakan kepada mediator dari Qatar dan Oman bahwa mereka tidak akan membuka pembicaraan gencatan senjata selama masih diserang oleh Israel. Pernyataan ini disampaikan seorang pejabat yang mengetahui langsung komunikasi antara pihak-pihak terkait kepada Reuters, Ahad (15/6/2025).

“Iran menyampaikan kepada mediator Qatar dan Oman bahwa mereka hanya akan melakukan negosiasi serius setelah menyelesaikan tanggapan atas serangan pendahuluan Israel,” kata pejabat tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama karena sensitivitas isu.

Menurutnya, Iran menegaskan bahwa mereka “tidak akan bernegosiasi saat masih diserang.”

Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran pada Jumat pagi (13/6), menghancurkan sebagian struktur komando militer dan merusak sejumlah fasilitas nuklir. Tel Aviv juga menyatakan bahwa serangan akan terus ditingkatkan dalam beberapa hari ke depan.

Sebagai respons, Iran berjanji untuk “membuka gerbang neraka” sebagai bentuk pembalasan atas serangan tersebut—yang disebut sebagai konfrontasi terbesar antara kedua negara dalam sejarah.

Pejabat tersebut juga membantah laporan media yang menyebutkan bahwa Iran meminta Oman dan Qatar untuk melibatkan Amerika Serikat guna menengahi gencatan senjata dan memulai kembali pembicaraan nuklir. “Laporan itu tidak akurat,” tegasnya.

Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan komentar resmi atas laporan tersebut. Begitu pula dengan Kementerian Luar Negeri Qatar dan Kementerian Informasi Oman.

Oman dan Qatar dikenal memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Iran dan Amerika Serikat, serta menjalin komunikasi langsung dengan Israel. Oman dalam beberapa bulan terakhir menjadi mediator utama dalam perundingan nuklir antara AS dan Iran, meskipun putaran terakhir pembicaraan dibatalkan sehari setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran.

Qatar juga berperan dalam sejumlah negosiasi penting, termasuk perjanjian pertukaran tahanan antara Iran dan AS pada tahun 2023. (Bahry)

Sumber: Reuters, TNA

MUI Kutuk Serangan Israel ke Iran: “Terlaknatlah Israel atas Dosa Kemanusiaan”

JAKARTA (jurnalislam.com)— Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan pernyataan tegas mengutuk serangan militer Israel ke Iran yang terjadi pada Jumat (13/6/2025) waktu setempat. MUI menilai aksi sepihak itu dapat memperparah situasi krisis kemanusiaan, politik, dan keamanan secara global.

“Terlaknatlah Israel atas dosa kemanusiaan dan pembangkangan secara kasat mata terhadap hukum internasional. Israel dengan sengaja memporak-porandakan tatanan dunia karena telah memancing eskalasi pertempuran tingkat global,” ujar Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim kepada MUIDigital di Jakarta, Sabtu (14/6/2025).

Menanggapi serangan balasan yang dilakukan Iran pada malam harinya, MUI menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk perlawanan yang sah atas pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

“Terkait dengan serangan Israel ke Teheran yang telah menewaskan pejabat tinggi militer, saintis, dan lainnya saya menyampaikan duka mendalam. InsyaAllah mereka yang menjadi korban meninggal menjadi syahid. Bagi yang cedera segera sembuh,” lanjutnya.

Prof. Sudarnoto juga mengingatkan bahwa seluruh negara di dunia yang menjunjung perdamaian dan nilai-nilai kemanusiaan memiliki tanggung jawab moral untuk membela Iran dan mencegah kejahatan serupa kembali terjadi.

“Di balik kepentingan-kepentingan nasional tiap negara yang berbeda-beda, haruslah dibangun dan diperkuat semangat kebersamaan melindungi kemanusiaan, kedaulatan, dan keamanan bersama. Hukum internasional haruslah menjadi salah satu faktor kebersamaan semua negara melawan Israel,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa pembatalan pertemuan KTT di New York seharusnya menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya pemberian sanksi terhadap Israel serta pengadilan atas para pelaku kejahatan perang.

“Dibatalkannya pertemuan KTT di New York haruslah menjadi momentum yang lebih kuat untuk sekaligus menegaskan keharusan Israel diberi sanksi internasional dan menangkap para penjahat perang,” pungkas Prof. Sudarnoto.