Yaqut Cholil Qoumas Sah Jadi Tersangka Korupsi, Sosok yang Dikenal Pernah Nyatakan Siap Gebuk Penentang Pancasila

JAKARTA (jurnalislam.com)– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menetapkan mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan kuota haji Indonesia tahun 2023–2024 di lingkungan Kementerian Agama RI.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka Nomor B/II/DIK.00/23/01/2026 tertanggal 9 Januari 2026, yang dikeluarkan oleh Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik KPK melakukan rangkaian penyidikan berdasarkan sejumlah dasar hukum, di antaranya Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, KUHP, KUHAP, serta Undang-Undang tentang KPK.

KPK menyebut perkara ini berkaitan dengan dugaan perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan kuota haji, yang disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun identitas tersangka sebagaimana tercantum dalam surat tersebut adalah:
– Nama: Yaqut Cholil Qoumas

– Tempat/Tanggal Lahir: Rembang, 4 Januari 1975

– Jenis Kelamin: Laki-laki

– Kewarganegaraan: Indonesia

– Alamat: Perumahan Mahkota Residence Kav. 7, Jl. Condet No. 62–69, Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur

– Agama: Islam

– Pekerjaan: Menteri Agama RI periode 2020–2024

KPK menegaskan bahwa tersangka memiliki hak-hak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku selama proses penyidikan berlangsung.

Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, atas nama Pimpinan KPK.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Yaqut Cholil Qoumas maupun kuasa hukumnya terkait penetapan status tersangka tersebut.

Agresi Brutal Israel di Tepi Barat: Lebih dari 12.000 Anak Palestina Terusir dari Rumahnya

TEPI BARAT (jurnalislam.com)- Lebih dari 12.000 anak Palestina saat ini hidup dalam kondisi pengungsian paksa di Tepi Barat yang diduduki, akibat operasi militer brutal Israel yang terus berlangsung di wilayah utara, demikian disampaikan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Ahad (4/1/2026).

UNRWA menyebutkan bahwa pasukan pendudukan Israel telah melancarkan operasi militer skala besar sejak 21 Januari 2025, yang diawali di kamp pengungsi Jenin, kemudian meluas ke kamp pengungsi Nur Shams dan kamp pengungsi Tulkarem.

Ketiga kamp tersebut hingga kini berada dalam kepungan militer, dengan laporan kerusakan parah pada rumah warga, bangunan komersial, serta infrastruktur vital seperti jaringan air, listrik, dan jalan. Otoritas Palestina memperkirakan bahwa sekitar 50.000 warga Palestina telah terusir dari tempat tinggal mereka akibat operasi tersebut.

“Lebih dari 12.000 anak masih mengungsi secara paksa di Tepi Barat yang diduduki,” tegas UNRWA dalam pernyataan resminya yang dipublikasikan melalui platform X pada Ahad (4/1/2026).

Sebagai respons terhadap krisis kemanusiaan ini, UNRWA menyatakan telah meluncurkan program pendidikan darurat sejak Februari 2025 untuk anak-anak pengungsi. Program tersebut mencakup ruang belajar sementara, kelas daring, materi belajar mandiri, serta dukungan psikososial bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat agresi militer.

UNRWA juga menambahkan bahwa sekitar 48.000 anak Palestina saat ini terdaftar di sekolah-sekolah yang dikelolanya di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Sejak Oktober 2023, kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel dan pemukim ilegal Yahudi di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, telah menyebabkan sedikitnya 1.105 warga Palestina gugur, hampir 11.000 orang terluka, serta sekitar 21.000 orang ditangkap, berdasarkan data resmi Palestina.

Pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) mengeluarkan pendapat penasihat bersejarah yang menegaskan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal menurut hukum internasional, serta menyerukan pembongkaran seluruh pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Namun hingga kini, agresi dan kejahatan pendudukan Israel terus berlangsung tanpa akuntabilitas, sementara anak-anak Palestina menjadi korban paling rentan dari penjajahan yang berlarut-larut. (Bahry)

Sumber: PC

Enam Orang Tewas Akibat Miras, Ansharu Syariah Jember Desak Penanganan Serius

JEMBER (jurnalislam.com)- Minuman Keras (Miras) kembali menelan korban penghujung tahun 2025. Menurut info resmi dari Polres Jember ada dua kejadian tragis berkaitan Minuman Keras.

Kejadian pertama, Delapan orang menggelar pesta miras dengan membawa 25 botol arak di salah satu warung gasebo yang berada di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Pesta miras ini diikuti 7 orang laki-laki dan 1 orang perempuan yang diketahui berperan jadi pemandu karaoke atau LC.

Enam dari Delapan peserta pesta miras ini dilaporkan telah meninggal dunia. Di hari pertama pasca kejadian 4 yang meninggal, 2 orang menyusul di hari berikutnya setelah menjalani perawatan kritis di RS.

Kejadian tragis berikutnya, akibat mabuk miras, seorang Ayah tega aniaya anak kandungnya.

Dalam kondisi mabuk miras, seorang ayah yang berusia 21 tahun di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, tega menganiaya anak kandungnya sendiri karena emosi, setelah permintaannya untuk diberi uang oleh ibunya tidak dituruti.

Menanggapi kejadian ini, pimpinan Jamaah Ansharu Syariah Jember Budi Eko mengingatkan bahaya miras itu nyata.

“Miras jenis apapun, baik yang ilegal maupun legal itu berbahaya. Bahaya secara medis dan membahayakan kondusifnya kehidupan sosial bermasyarakat,” ujarnya.

Budi mengingatkan agar semua pihak, khususnya Pemerintah dan aparat penegak hukum terkait serius perihal penanganan miras. Baik lewat unsur pencegahan dan penindakan hukum.

“Karena mereka yang diamanahi tanggung jawab ini, kami harap lebih serius dan tidak meremehkan dampak dari bahaya miras di masyarakat,” tegasnya.

“Bisa jadi hari ini kita menganggap ini kejadian biasa karena yang jadi korban adalah orang lain. Namun, apakah menjamin suatu saat itu menimpa orang-orang terdekat kita. Tentunya, Kita gak mau ini terjadi,” pungkasnya.

Pemudi PERSIS Kota Banjar Gelar Musda IV, Kokohkan Identitas dan Lahirkan Pemimpin Baru

BANJAR (jurnalislam.com)— Pimpinan Daerah Pemudi Persatuan Islam (Pemudi PERSIS) Kota Banjar menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV untuk masa jihad 2023–2026, yang berlangsung di Aula Toserba Pajajaran Banjar, Ahad (4/1/2026).

Mengusung tema “Memperkokoh Identitas Pemudi PERSIS Demi Mewujudkan Pemimpin yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah”, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah Pemudi PERSIS Jawa Barat, PD PERSIS Kota Banjar, serta perwakilan kader dari berbagai cabang.

Acara dibuka dengan pembacaan Kalam Ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pemudi PERSIS, serta sambutan-sambutan dari Ketua Panitia, Ketua PD Pemudi PERSIS Kota Banjar, Ketua PD PERSIS Kota Banjar, dan Kabag Kesra Pemkot Banjar H. Agus Mulyana, S.K.M., M.M. yang hadir mewakili Wali Kota Banjar dan secara resmi membuka kegiatan Musda.

Rangkaian Musda diisi dengan beberapa sidang pleno yang membahas laporan pertanggungjawaban pengurus masa jihad 2023–2026, pembahasan program jihad masa mendatang, serta pemilihan ketua baru untuk periode 2026–2029.

Dalam Musyawarah Daerah ini, didapatkan pemimpin baru yang dihasilkan melalui musyawarah. Fithroh Roshinah, S.Pd terpilih sebagai Ketua Pimpinan Daerah Pemudi PERSIS Kota Banjar masa jihad 2026–2029, menggantikan Larasti Fatona, S.Pd yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Pemudi PERSIS Kota Banjar masa jihad 2023–2026.

Selain itu, Musda juga menjadi ajang konsolidasi dan silaturahmi antar kader Pemudi PERSIS di Kota Banjar untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam bidang keislaman, sosial, dan kepemudaan.

Kegiatan ditutup dengan pelantikan Ketua terpilih dan penyerahan jabatan secara resmi kepada pengurus baru, disaksikan oleh perwakilan PW Pemudi PERSIS Jawa Barat.

PD PERSIS Kota Banjar Gelar Pelatihan Tafhim Angkatan 58: Perkuat Kompetensi Dasar Kader Persis

BANJAR (jurnalislam.com)– Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PD PERSIS) Kota Banjar menggelar kegiatan Pelatihan Kompetensi Dasar Kader Persis Jenjang Tafhim Angkatan ke-58.

Kegiatan ini berlangsung pada Ahad, (4/1/2026) di Pesantren Persis 85 Banjar, dengan dukungan dari Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kader Pimpinan Pusat Persis.

Pelatihan yang diikuti oleh para kader muda ini bertujuan untuk memperdalam ilmu agama, menanamkan semangat perjuangan, serta memperkuat pemahaman organisasi Persatuan Islam (PERSIS). Kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan, sambutan-sambutan, serta serangkaian materi pelatihan hingga sore hari.

Empat narasumber hadir memberikan materi utama, di antaranya, Ustadz Dede Sofyan, dengan materi Tauhid sebagai Dasar Perjuangan, Ustadz M. Hilmi, M.Pd.I, membahas Berjihad secara Berorganisasi, Ustadz Tohir, M.Pd.I, mengulas Sejarah Persatuan Islam (PERSIS), dan Ustadz Eris Munandar, S.E.I., M.E.K, menyampaikan Karakteristik ‘Ibadurrahman.

Kegiatan juga diisi dengan kontrak belajar, pre-test dan post-test, serta sesi evaluasi oleh Training Organizer (TO) Badiklat Kader, Ustadz Yudi Rachman.

Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran kader dalam menjaga kesinambungan perjuangan Persis melalui pemahaman yang kokoh terhadap aqidah, organisasi, dan karakter kepemimpinan Islami.

Ustadz Eris Munandar selaku Perwakilan PD Persis Kota Banjar dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan kaderisasi ini menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengenal dan bergabung secara utuh dalam organisasi Persatuan Islam (Persis).

” Program ini merupakan yang perdana dilaksanakan di Tingkat Kota Banjar, sehingga diharapkan peserta yang hadir menjadi anggota yang loyal terhadap Islam melalui jam’iyyah Persatuan Islam (Persis),” ucapnya.

Kegiatan berjalan dengan khidmat dan ditutup dengan penyerahan simbolis tanda kelulusan kepada peserta. Dengan terselenggaranya Tafhim Angkatan ke-58, PD Persis Kota Banjar berharap lahir kader-kader militan yang siap melanjutkan estafet perjuangan dakwah Persatuan Islam di Kota Banjar.

Trump: AS Akan Kelola Venezuela hingga Transisi Politik, Minyak Jadi Incaran

WASHINGTON (jurnalislam.com)— Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya akan “mengelola” Venezuela hingga terjadi transisi politik, menyusul operasi militer besar-besaran AS yang diklaim berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam konferensi pers pada Sabtu (3/1/2026). Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat siap melanjutkan agresi militernya jika dianggap perlu.

“Kami akan mengelola negara ini sampai saatnya kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” kata Trump.

Ia juga memperingatkan bahwa pasukan AS siap melancarkan gelombang serangan kedua yang “jauh lebih besar” apabila situasi menuntut.

Dalam keterangannya, Trump membeberkan bahwa militer AS sengaja memicu pemadaman listrik di ibu kota Caracas untuk memudahkan operasi penangkapan terhadap Maduro.

“Gelap. Lampu-lampu Caracas sebagian besar dimatikan karena keahlian tertentu yang kami miliki,” ujar Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago miliknya.

Trump mengklaim operasi tersebut melibatkan kekuatan udara, darat, dan laut Amerika Serikat, dan menyebutnya sebagai demonstrasi kekuatan militer AS.

“Ini adalah salah satu demonstrasi kekuatan dan kompetensi militer Amerika yang paling menakjubkan, efektif, dan kuat dalam sejarah Amerika,” katanya.

𝗔𝗦 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴-𝗧𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗰𝗮𝗿 𝗠𝗶𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗩𝗲𝗻𝗲𝘇𝘂𝗲𝗹𝗮

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, meski produksi minyak mentahnya saat ini jauh di bawah kapasitas akibat minimnya investasi dan sanksi ekonomi Amerika Serikat.

Berdasarkan data resmi, Venezuela memiliki sekitar 303 miliar barel cadangan minyak, atau sekitar 17 persen cadangan global, melampaui Arab Saudi yang selama ini menjadi pemimpin Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Data tersebut dirilis oleh Energy Institute yang berbasis di London.

Sebagian besar cadangan minyak Venezuela berada di wilayah Orinoco dan berupa minyak berat, yang relatif mahal untuk diproduksi namun secara teknis tidak rumit, menurut Departemen Energi Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Trump secara terbuka mengaitkan langkah AS di Venezuela dengan kepentingan energi negaranya.

“Kami akan mengirimkan perusahaan-perusahaan minyak besar kami ke Venezuela,” kata Trump.

Pernyataan ini semakin menguatkan tudingan bahwa agresi Amerika Serikat terhadap Venezuela tidak hanya bermotif politik, tetapi juga didorong oleh kepentingan penguasaan sumber daya alam strategis, khususnya minyak. (Bahry)

Sumber: TRT

Aksi Militer AS Disebut Terorisme, Kuba dan Kolombia Kecam Serangan ke Venezuela

CARACAS (jurnalislam.com)— Sejumlah pemimpin Amerika Latin mengecam keras laporan serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela yang terjadi pada Sabtu (3/1/2026). Pemerintah Kuba dan Kolombia menilai tindakan tersebut sebagai agresi sepihak yang berbahaya dan mengancam stabilitas kawasan.

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyampaikan kecamannya melalui media sosial X dan mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak.

“Kuba mengecam dan menuntut reaksi mendesak dari komunitas internasional terhadap serangan kriminal Amerika Serikat terhadap Venezuela,” tulis Díaz-Canel.

Ia menyebut kawasan Amerika Latin sedang diserang secara brutal dan menggambarkan tindakan Washington sebagai bentuk terorisme negara.

“Ini adalah terorisme negara terhadap rakyat Venezuela yang berani dan terhadap Amerika kita,” tegasnya.

Presiden Kolombia Gustavo Petro juga menyatakan keprihatinan atas laporan ledakan dan aktivitas udara yang tidak biasa di Venezuela serta meningkatnya ketegangan regional akibat insiden tersebut.

Petro menolak segala bentuk tindakan militer sepihak yang dapat memperburuk situasi dan membahayakan penduduk sipil.

Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat telah menyerang sejumlah lokasi sipil dan militer di Caracas serta kota-kota lain. Media AS Fox News, mengutip pejabat Amerika, melaporkan bahwa militer AS memang melakukan serangan terhadap Venezuela, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Washington.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yván Gil menegaskan bahwa negaranya menolak agresi militer Amerika Serikat serta mengutuk dan mengecam keras serangan tersebut.

Ia menyebut aksi AS sebagai agresi militer yang sangat serius dan pelanggaran terhadap kedaulatan Venezuela.

Sebagai respons atas situasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menandatangani dan memerintahkan pemberlakuan Dekrit Keadaan Darurat Eksternal di seluruh wilayah nasional.

Hingga berita ini diturunkan, ketegangan di kawasan Amerika Latin terus meningkat, sementara komunitas internasional belum mengeluarkan sikap resmi terkait laporan serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela. (Bahry)

Sumber: TRT

Berdalih “Negara Narkoba”, AS Serang Venezuela dan Culik Presiden Nicolas Maduro

WASHINGTON (jurnalislam.com)— Amerika Serikat mengklaim telah melakukan operasi militer besar-besaran di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Operasi tersebut dilaporkan berlangsung pada Sabtu dini hari (3/1) dan disebut-sebut sebagai bagian dari tuduhan Amerika Serikat bahwa Venezuela adalah “negara narkoba”.

Presiden AS Donald Trump mengatakan operasi tersebut dilakukan melalui koordinasi antara militer dan aparat penegak hukum Amerika Serikat. Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump mengklaim bahwa Maduro dan istrinya telah “ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela” oleh pasukan AS.

“Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap. Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS,” tulis Trump.

Trump dijadwalkan memberikan keterangan resmi dalam konferensi pers pukul 11.00 waktu setempat. Sebelum konferensi dimulai, ia juga mengunggah video yang diklaim sebagai rekaman operasi tersebut di akun Truth Social miliknya.

Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan melalui platform X bahwa Maduro dan Flores telah didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York. Menurut Bondi, keduanya didakwa atas sejumlah tuduhan berat, termasuk konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata dan bahan peledak, serta konspirasi untuk menggunakan senapan mesin dan alat perusak terhadap Amerika Serikat.

“Mereka akan menghadapi keadilan Amerika sepenuhnya di pengadilan Amerika,” tulis Bondi.

Media AS CBS News melaporkan bahwa unit elite militer AS, Delta Force, terlibat dalam operasi penangkapan tersebut. Dalam wawancara dengan program Fox and Friends Weekend, Trump mengklaim tidak ada korban jiwa dari pihak AS, meski beberapa prajurit mengalami luka. Ia juga menyebut operasi sempat ditunda selama empat hari karena faktor cuaca.

Trump mengatakan Maduro dan istrinya diterbangkan ke kapal induk USS Iwo Jima sebelum dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan yang disebut AS sebagai “terorisme narkoba”.

“Mereka sekarang menuju New York. Helikopter membawa mereka pergi setelah berada di atas kapal,” kata Trump.

Ledakan dilaporkan terdengar di ibu kota Venezuela, Caracas, sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan cahaya ledakan dan suara dentuman, namun hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.

Menurut dua sumber yang dikutip Reuters, fasilitas utama perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA, dilaporkan tetap beroperasi normal dan tidak mengalami kerusakan signifikan. Namun, pelabuhan La Guaira di dekat Caracas dilaporkan mengalami kerusakan berat, meski pelabuhan tersebut tidak digunakan untuk aktivitas ekspor minyak.

Trump sebelumnya berulang kali melontarkan ancaman terhadap pemerintahan Maduro. Ia menuduh Maduro memanipulasi pemilu dan menjalankan Venezuela sebagai “negara narkoba”. Bulan lalu, Trump juga mengumumkan blokade terhadap kapal tanker minyak yang keluar-masuk perairan Venezuela, dengan menyebut negara itu “dikepung oleh armada terbesar dalam sejarah Amerika Selatan”.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Venezuela terkait klaim penangkapan Presiden Maduro oleh Amerika Serikat. (Bahry)

Sumber: CNBC

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Prof Dr KH Amal Fathullah Wafat

PONOROGO (jurnalislam.com)— Pondok Modern Darussalam Gontor kehilangan salah satu pendidik terbaiknya. Prof. Dr. KH Amal Fathullah Zarkasyi, putra keempat pendiri Gontor KH Imam Zarkasyi, wafat di Rumah Sakit Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (3/1/2026) pukul 12.14 WIB.

“Semoga Allah mengampuni dosanya, menerima amal ibadahnya, dan memberinya husnul khatimah,” tulis Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sekaligus anggota Badan Wakaf Gontor, Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, pada hari yang sama.

Prof. Amal merupakan pemimpin Pondok Modern Darussalam Gontor periode kelima. Periode pertama dipimpin Trimurti pendiri, yakni KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi. Periode kedua dipimpin KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, dan KH Shoiman Lukmanul Hakim. Periode ketiga oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, dan KH Imam Badri. Periode keempat oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan A. Sahal, dan KH Syamsul Hadi Abdan. Periode kelima hingga kini dipimpin KH Hasan Abdullah Sahal, Prof. KH Amal Fathullah Zarkasyi, dan KH Akrim Mariyat.

Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor periode 2014–2020 itu diketahui mengalami sakit batu ginjal dan patah tulang. Setelah kedua masalah kesehatan tersebut tertangani, kondisi Prof. Amal justru menurun sehingga memerlukan perawatan lanjutan. Belakangan diketahui adanya penyakit usus buntu. Kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya wafat.

Prof. Amal dikenal luas sebagai pejuang pendidikan pesantren. Ia memperjuangkan agar sarjana muda Gontor memperoleh kesetaraan dengan lulusan perguruan tinggi di Mesir, sehingga dapat melanjutkan studi magister di negara tersebut.

Usai memperjuangkan pengakuan Gontor di Mesir, Amal kembali ke Tanah Air. Bersama ribuan kiai pesantren dan pemerhati pendidikan, ia mendorong pengakuan negara terhadap sistem pendidikan pesantren, baik salaf maupun khalaf. Perjuangan itu membuahkan hasil dengan disahkannya Undang-Undang Pesantren pada 2018, yang menjadi landasan hukum pengakuan negara terhadap pesantren.

Selain kiprahnya di pesantren, Prof. Amal juga memiliki rekam jejak akademik yang kuat. Ia meraih gelar doktor di bidang Aqidah dan Pemikiran Islam dari Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2006. Pada 2014, ia dikukuhkan sebagai profesor bidang Ilmu Kalam (teologi). Selanjutnya, pada 2017, ia memperoleh gelar doktor honoris causa di bidang Dirasat Islam dari Fatoni University, Thailand.

Almarhum meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, yakni Jaziela Huwaida, Arif Afandi Zarkasyi, dan Ahmad Zakky Mubarok, serta sejumlah cucu.

“Almarhum akan dimandikan terlebih dahulu, kemudian dibawa ke Ponorogo dan disemayamkan di rumah keluarga untuk menerima para pelayat. Setelah itu akan dishalatkan di masjid dan dimakamkan besok pagi,” kata Prof. Hamid.

Selama prosesi tersebut, kegiatan santri Gontor diliburkan agar dapat fokus melepas kepergian almarhum. Sementara itu, santri Gontor cabang akan melaksanakan sholat ghaib.

Tasyakuran Satu Tahun Program Sedekah Jum’at, Al-Mumtaz Bagikan 1.800 Nasi Box untuk Masyarakat Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA (jurnalislam.com)— Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) menggelar tasyakuran satu tahun Program Sedekah Jum’at dengan membagikan 1.800 nasi box kepada masyarakat Kota Tasikmalaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jum’at, 2 Januari 2026, bertempat di Halaman Masjid Agung Kota Tasikmalaya, usai pelaksanaan Shalat Jum’at.

Selama satu tahun terakhir, Al-Mumtaz secara konsisten melaksanakan Program Sedekah Jum’at di berbagai kampung dan masjid yang tersebar di Kota Tasikmalaya.

Program ini rutin digelar setiap hari Jum’at dengan bentuk kegiatan berbagi sayuran gratis dan bantuan pangan kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial.

Sebagai bentuk rasa syukur atas keberlangsungan program yang telah berjalan selama satu tahun, Al-Mumtaz mengemas tasyakuran tersebut dengan berbagi makanan siap santap kepada jamaah dan masyarakat umum.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Al-Mumtaz, Ustadz Hilmi Afwan, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Pada pelaksanaannya, panitia awalnya menyiapkan sekitar 1.500 nasi box. Namun, berdasarkan hasil pendataan akhir, jumlah paket yang berhasil dibagikan mencapai 1.800 nasi box bakso dari Si Jum. Seluruh paket tersebut habis terbagi kepada jamaah yang hadir.

Menu nasi box yang disajikan mendapat respons positif dari masyarakat. Selain mengenyangkan, hidangan tersebut dinilai berkualitas dan istimewa, sehingga menambah kebahagiaan jamaah di hari Jum’at yang penuh keberkahan.

Selain nasi box, panitia juga menyiapkan berbagai menu lain yang dapat dinikmati secara gratis, seperti mie bakso yang turut menjadi favorit masyarakat.

Program Sedekah Jum’at merupakan agenda rutin Al-Mumtaz yang terus dijaga keberlanjutannya. Lebih dari sekadar berbagi makanan, program ini menjadi sarana dakwah bil hal sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan solidaritas sosial, dan menghidupkan semangat gotong royong di tengah masyarakat Kota Tasikmalaya.