Jaga Stabilitas Perdamaian di Kawasan, PUI Dorong Pemilu Bebas dan Transparan di Bangsamoro

JAKARTA (jurnalislam.com)– Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI), salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, menyerukan pentingnya penyelenggaraan pemilihan parlemen pertama di Bangsamoro, Kawasan Otonomi di Mindanao, Filipina Selatan, yang berlangsung secara jujur, adil, dan transparan. Seruan ini disampaikan menyusul adanya dinamika dan perhatian internasional, termasuk rencana penundaan yang berpotensi mengganggu proses perdamaian.

Dalam pernyataan resminya, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PUI, Dr. Adhe Nuansa Wibisono, menekankan bahwa langkah demokratis ini merupakan momen krusial bagi masa depan masyarakat Bangsamoro yang mayoritas Muslim.

“Pemilu yang berintegritas di Bangsamoro bukan sekadar urusan prosedural, tetapi merupakan upaya bersama untuk merajut keadilan, menumbuhkan kepercayaan sosial, dan membangun pondasi pembangunan inklusif pasca-konflik,” tegas Wibisono, pada Rabu (24/09/2025) di Jakarta.

Sebagai ormas Islam yang aktif dalam diplomasi publik dan isu-isu kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara, PUI memandang stabilitas Mindanao memiliki implikasi langsung terhadap keamanan dan perdamaian regional. Posisi ini mempertegas peran strategis organisasi sipil keagamaan dalam mendorong dialog dan penyelesaian konflik secara damai, yang melampaui batas-batas nasional.

Dr. Wibisono, yang juga menjabat sebagai President South Asian Youth Organization (SAYO) Turkey, lebih lanjut menyoroti pentingnya kolaborasi semua pihak.

“Partisipasi penuh dari semua elemen, termasuk masyarakat sipil, pemerintah lokal dan pusat, tokoh adat, perempuan, pemuda, serta mantan kombatan yang telah berintegrasi, adalah kunci kesuksesan. Kami mendorong pemerintah Manila untuk mengedepankan empati dan dialog, karena pendekatan intervensi dan penundaan justru kontra-produktif dan dapat menjadi beban baru,” jelas ahli keamanan internasional lulusan Turkish National Police Academy tersebut.

Pernyataan solidaritas kuat juga disampaikan untuk masyarakat Bangsamoro. Wibisono menyatakan, “Generasi muda, tokoh perempuan, dan seluruh elemen masyarakat Bangsamoro harus yakin bahwa masa depan benar-benar ada dalam genggaman mereka. Keadilan adalah visi besar yang dapat diwujudkan. PUI berdiri bersama dalam semangat solidaritas keumatan.”

Terkait isu intervensi dan rencana penundaan pemilu yang mengundang kekhawatiran para pengamat, Wibisono mengingatkan bahwa mengedepankan proses yang fair dan mandiri justru merupakan solusi strategis. Langkah ini bukan hanya akan meredam potensi konflik di Mindanao, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas nasional Filipina di tengah berbagai tantangan internal yang dihadapi Manila.

DPP PUI juga mendorong komunitas internasional, organisasi Islam global, dan jejaring masyarakat sipil untuk turut aktif mengawal dan mendukung proses pemilu ini agar bebas dari intimidasi dan manipulasi. Peran pengawasan independen dinilai crucial untuk memastikan terciptanya suasana saling percaya.

Pada akhirnya, PUI meyakini bahwa perdamaian dan kemakmuran Bangsamoro akan memberikan efek domino positif bagi Filipina dan kawasan. “Ketika Bangsamoro damai dan adil, bukan hanya Mindanao yang sejahtera, tetapi stabilitas yang ditimbulkannya akan menguntungkan Manila dan seluruh Filipina. Mewujudkan pemilu berintegritas adalah kontribusi nyata bagi perdamaian berkelanjutan di Asia Tenggara,” pungkas Dr. Wibisono penuh harap.

Trump Rilis 20 Poin Rencana Akhiri Perang Gaza, Israel Dukung, Hamas Skeptis

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Gedung Putih merilis rencana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang Israel di Jalur Gaza. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan mendukung proposal tersebut usai bertemu Trump di Gedung Putih, Senin (29/9).

Namun, Hamas menegaskan belum menerima proposal itu. Seorang pejabat kepada AFP mengatakan, “Kami akan mempelajarinya dan merespons setelah kami menerimanya.” Pejabat Hamas Mahmoud Mardawi kepada Al Jazeera menilai rencana tersebut “cenderung ke arah perspektif Israel.”

𝗜𝘀𝗶 𝗣𝗿𝗼𝗽𝗼𝘀𝗮𝗹 𝗧𝗿𝘂𝗺𝗽

Berikut 20 poin utama rencana yang dirilis Gedung Putih:

1. Gaza akan menjadi zona bebas teror yang dideradikalisasi.

2. Gaza dibangun kembali untuk kepentingan rakyatnya.

3. Jika disetujui, perang segera berakhir dan IDF mundur ke garis yang disepakati.

4. Dalam 72 jam setelah Israel menerima perjanjian, semua sandera (hidup maupun jenazah) dikembalikan.

5. Setelah pembebasan sandera, Israel akan membebaskan 250 tahanan seumur hidup dan 1.700 warga Gaza yang ditahan pasca 7 Oktober 2023.

6. Anggota Hamas yang mau berdamai dan menonaktifkan senjata diberi amnesti; yang ingin keluar Gaza mendapat perjalanan aman.

7. Bantuan penuh segera masuk ke Gaza, sesuai perjanjian 19 Januari 2025.

8. Distribusi bantuan dilakukan PBB, Bulan Sabit Merah, dan lembaga internasional. Perlintasan Rafah dibuka.

9. Gaza dipimpin pemerintahan transisi teknokrat Palestina dengan pengawasan badan internasional baru bernama “Dewan Perdamaian” yang diketuai Trump bersama tokoh internasional termasuk Tony Blair.

10. Panel pakar pembangunan Timur Tengah menyusun rencana rekonstruksi Gaza.

11. Dibentuk zona ekonomi khusus dengan akses istimewa ke negara peserta.

12. Tidak ada pemaksaan migrasi. Warga bebas tinggal, pergi, atau kembali.

13. Hamas dan faksi lain dilarang ikut pemerintahan Gaza. Semua infrastruktur militer dihancurkan, proses demiliterisasi diawasi pemantau independen.

14. Mitra regional menjamin Gaza Baru tidak jadi ancaman bagi negara tetangga.

15. Dibentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk melatih polisi Palestina dan mengamankan perbatasan bersama Mesir dan Israel.

16. Israel tidak akan mencaplok Gaza. IDF secara bertahap menyerahkan wilayah ke ISF hingga penarikan penuh.

17. Jika Hamas menolak, bantuan tetap berjalan di wilayah bebas teror yang dikuasai ISF.

18. Dibangun dialog antaragama untuk mendorong toleransi Palestina-Israel.

19. Jika reformasi PA berjalan, akan muncul jalur menuju kenegaraan Palestina.

20. AS memfasilitasi dialog Israel-Palestina menuju koeksistensi damai.

Rencana ini menempatkan Gaza di bawah pemerintahan transisi internasional dengan Trump sendiri sebagai ketua Dewan Perdamaian. Proposal ini mengingatkan pada Deal of the Century yang diluncurkan Trump pada 2020, namun kini diperluas hingga rekonstruksi ekonomi, demiliterisasi, dan jalur menuju kenegaraan Palestina.

Sumber: TNA

Serangan Bertubi-tubi Brigade Al-Quds & Al-Qassam, Tentara Israel Tewas dan Luka Serius

GAZA (jurnalislam.com)– Sayap militer kelompok Perlawanan Palestina terus meningkatkan serangan terhadap pasukan pendudukan Israel di Jalur Gaza.

Brigade Al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam, pada Senin (29/9/2025) mengumumkan para pejuangnya berhasil menembak seorang tentara Israel di sekitar Kamp Al-Shati, Kota Gaza.

“Para pejuang kami berhasil menembak seorang tentara Zionis di atas salah satu rumah di sekitar Kamp Al-Shati di Kota Gaza, dan langsung mengenainya,” kata Brigade tersebut dalam pernyataan resminya.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, bentrokan hebat terjadi di lingkungan Nasr, sebelah barat Kota Gaza, di mana pejuang Perlawanan menembakkan rudal anti-tank ke arah pasukan Israel. Helikopter Israel dilaporkan dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Brigade itu juga menyatakan berhasil menyita sebuah pesawat quadcopter milik militer Israel yang sedang menjalankan misi intelijen di Gaza tengah.

Dalam insiden sebelumnya pada Sabtu (27/9), Brigade Al-Quds mengaku terlibat bentrokan dengan unit pasukan khusus Israel di lingkungan Tel al-Hawa, selatan Kota Gaza. Mereka menyebut berhasil menghancurkan sebuah kendaraan militer Israel dengan rudal MK84 sisa pengeboman Israel di dekat Rumah Sakit Al-Quds, yang menimbulkan korban tewas dan luka di pihak Zionis.

Sementara itu, Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, menyatakan bahwa mereka telah menargetkan pos komando dan kendali Israel di timur permukiman al-Tuffah, Kota Gaza, dengan tembakan mortir.

Militer Israel (IDF) sendiri mengakui adanya serangan besar terhadap pasukan mereka pada Senin sore (29/9). Menurut pengumuman IDF, lima tentara Israel, termasuk dua perwira, mengalami luka serius, sementara enam lainnya luka ringan setelah sebuah sel Hamas yang terdiri dari lima pejuang menyusup ke sebuah kamp militer di Kota Gaza dan meledakkan dua alat peledak terhadap tank dari Batalyon ke-82 Brigade Lapis Baja ke-7.

Dalam baku tembak berikutnya, IDF mengklaim dua anggota Hamas gugur, sementara tiga lainnya berhasil melarikan diri.

“Seorang petugas medis, seorang perwira tank, dan tiga prajurit kami mengalami luka serius. Semua korban telah dibawa ke rumah sakit,” demikian pernyataan militer Israel.

Beberapa jam sebelum serangan, dua roket diluncurkan dari Gaza utara menuju wilayah Nahal Oz. IDF mengatakan roket tersebut jatuh di dalam Gaza dan tidak menyeberang ke wilayah Israel.

Di Tepi Barat, seorang tentara Israel dari Brigade Pasukan Terjun Payung tewas dalam serangan serudukan pada Ahad (28/9), menurut laporan media Israel.

Serangkaian serangan ini menunjukkan bahwa perlawanan Palestina terus melancarkan operasi militer meski pasukan Zionis menggencarkan serangan besar-besaran untuk menghancurkan kelompok-kelompok perlawanan di Gaza.

Sumber: PC, TOI

Brigade Al-Qassam Serbu Kompleks Militer Israel di Tenggara Khan Yunis

GAZA (jurnalislam.com)– Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, merilis rekaman operasi militer di tenggara Khan Yunis, Jalur Gaza selatan. Video tersebut ditayangkan di saluran Al Jazeera Mubasher pada Ahad malam (28/9) dan memperlihatkan detik-detik serangan para pejuang Qassam terhadap kompleks militer Israel yang baru dibangun.

Dalam pernyataannya, Al-Qassam menyebut serangan itu berlangsung pada 20 Agustus lalu, sebagai bagian dari rangkaian operasi “Batu Daud”. Video yang dipublikasikan menunjukkan para pejuang muncul dari mulut terowongan, bergerak menuju kompleks militer Israel yang baru dibangun di bawah tembakan gencar, lalu terlibat kontak senjata jarak dekat.

Bersenjatakan rudal anti-tank, senapan mesin, bahan peledak, hingga bom bunuh diri, para pejuang menargetkan posisi militer Israel dan sejumlah tank Merkava 4 yang menjaga lokasi tersebut. Api dan asap hitam tampak membubung dari kompleks itu disertai teriakan takbir para pejuang.

Dalam rekaman video, Al-Qassam menegaskan, “Pejuang Qassam menyerbu lokasi tersebut dengan satu peleton infanteri dan menargetkan sejumlah pengawal tank Merkava 4 dengan sejumlah bom Shawaza dan bom bunuh diri, serta peluru Yasin 105.”

Pasukan pendukung jarak dekat juga melancarkan serangan ke rumah-rumah yang ditempati tentara Israel.

“Kami menembakkan enam peluru anti-benteng dan anti-personel serta tembakan senapan mesin,” lanjut pernyataan dalam video.

Sejumlah pejuang kemudian menyerbu rumah-rumah tersebut dan menewaskan tentara Israel dari jarak dekat dengan senjata ringan, granat tangan, dan tembakan penembak jitu. Menurut Al-Qassam, salah seorang pejuang berhasil menembak mati komandan tank Merkava 4.

Untuk memutus jalur bala bantuan, para pejuang menggempur daerah sekitar dengan mortir. “Lokasi operasi juga digempur dengan beberapa mortir untuk memastikan mundurnya Mujahidin,” demikian disebutkan dalam video.

Ketika pasukan penyelamat Israel tiba di lokasi, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di antara mereka, menimbulkan lebih banyak korban. Operasi itu berlangsung beberapa jam hingga kedatangan helikopter evakuasi Israel.

Seorang komandan lapangan Qassam menuturkan bahwa operasi ini direncanakan setelah para pejuang memantau posisi Israel selama 24 jam penuh, meski wilayah tersebut dikuasai udara oleh militer Zionis. Menurutnya, hasil pengamatan itu memungkinkan Al-Qassam mengeksekusi serangan dengan presisi dan berhasil menguasai lokasi sementara waktu sebelum mundur.

Militer Israel belakangan mengakui bahwa investigasi internal menemukan kesamaan pola serangan Khan Yunis dengan operasi 7 Oktober 2023 yang dikenal sebagai Operasi Thaufan Al-Aqsa.

Tentara Israel Tewas dalam Serangan di Tepi Barat, Pelaku Palestina Gugur Ditembak Pasukan Zionis

TEPI BARAT (jurnalislam.com)– Seorang tentara Israel tewas dalam sebuah serangan di Persimpangan Jit, Tepi Barat utara, pada Ahad (28/9). Militer Zionis menyebut insiden itu sebagai serangan penabrakan kendaraan yang disertai tembakan.

Menurut keterangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), seorang warga Palestina yang mengendarai truk melaju kencang ke arah pasukan Zionis di lokasi tersebut, menabrak seorang tentara, lalu bertabrakan dengan sebuah kendaraan lain. Pasukan kemudian melepaskan tembakan dan menewaskan pengemudi truk yang diidentifikasi sebagai penduduk kota Nablus.

Tentara yang terbunuh adalah Sersan Staf Inbar Avraham Kav, 20 tahun, dari Batalyon ke-890 Brigade Paratroopers, yang berasal dari kota Lotem di utara. Ia mengalami luka parah di kepala dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Beilinson di Petah Tikva, namun akhirnya meninggal dunia.

IDF mengatakan Kav juga terkena tembakan saat pasukan melepaskan peluru ke arah pelaku. Usai kejadian, militer Zionis memblokir pintu masuk ke Nablus serta desa-desa di sekitarnya. Media Palestina melaporkan, tentara Israel juga menutup akses menuju Qalqilya dan desa-desa di sepanjang Rute 55 yang menghubungkan Nablus dengan kota tersebut.

Serangan ini terjadi hanya sepuluh hari setelah dua tentara Israel tewas dalam serangan di perlintasan perbatasan Jembatan Allenby dengan Yordania. Penyerang dalam peristiwa itu adalah seorang warga negara Yordania yang mengendarai truk bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza. (Bahry)

Sumber: TOI

Al-Qassam Desak Israel Hentikan Serangan untuk Selamatkan Dua Tawanan

GAZA (jurnalislam.com)– Sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, mendesak militer Israel menghentikan sementara serangan udara dan menarik pasukannya dari sebagian Kota Gaza pada Ahad (28/9/2025). Desakan itu disampaikan setelah pihaknya kehilangan kontak dengan dua tawanan Israel.

“Nyawa kedua tawanan berada dalam bahaya nyata, dan pasukan Israel harus segera mundur ke selatan Jalan 8 dan menghentikan operasi udara selama 24 jam mulai pukul 18.00 hari ini untuk memungkinkan upaya penyelamatan para tawanan,” tulis Brigade Al-Qassam dalam pernyataannya.

Menurut Al-Qassam, hilangnya kontak disebabkan oleh intensitas serangan udara dan darat Israel dalam 48 jam terakhir di wilayah selatan Kota Gaza.

Sebelumnya, Al-Qassam juga pernah mengumumkan kehilangan kontak dengan seorang tawanan Israel-Amerika, yang kemudian dibebaskan beberapa hari setelah pengumuman tersebut.

Sejak operasi militer besar-besaran di Kota Gaza, Israel berulang kali memerintahkan warga Palestina untuk mengungsi ke selatan. Namun di tengah desakan internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap menegaskan di Majelis Umum PBB bahwa pihaknya akan “menyelesaikan tugas” di Gaza.

Data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 66.005 orang gugur, mayoritas warga sipil, akibat genosida Israel. Angka tersebut dianggap kredibel oleh PBB.

Sementara itu, dari 251 orang yang diculik pada serangan 7 Oktober tahun lalu, militer Israel menyebut masih ada 47 orang yang ditahan di Gaza, termasuk 25 orang yang dinyatakan telah tewas. (Bahry)

Sumber: TNA

Lavrov di PBB: Rusia Tidak Pernah Berniat Menyerang NATO atau Uni Eropa

NEW YORK (jurnalislam.com)– Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, dalam pidatonya di sidang ke-80 Majelis Umum PBB pada Sabtu (27/9), menegaskan bahwa Moskow “tidak pernah, dan tidak memiliki” niat untuk menyerang NATO maupun Uni Eropa. Ia menekankan bahwa setiap bentuk agresi terhadap Rusia akan “ditolak dengan tegas.”

“Kami telah berulang kali mengusulkan kepada negara-negara anggota NATO agar mereka menghormati komitmen mereka dan menyepakati jaminan keamanan yang mengikat secara hukum. Namun, usulan kami telah diabaikan,” kata Lavrov.

Ia juga menyoroti meningkatnya retorika ancaman terhadap Rusia yang kerap dituduh berencana menyerang negara-negara NATO dan Uni Eropa.

“Presiden Vladimir Putin telah berulang kali membantah provokasi semacam itu. Rusia tidak pernah, dan tidak memiliki, niat seperti itu. Namun, setiap agresi terhadap negara saya akan ditolak dengan tegas. Tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya.

Pernyataan Lavrov muncul di tengah meningkatnya tuduhan Barat yang menyoroti kemungkinan Rusia akan memperluas konflik ke wilayah Eropa. Moskow menilai isu tersebut hanyalah bagian dari kampanye provokatif untuk membenarkan kehadiran dan ekspansi militer NATO di kawasan. (Bahry)

Sumber: AA

Ketua MPR Buka Munas II Alumni Timur Tengah, Dorong Peran di Sektor Ekonomi

JAKARTA (jurnalislam.com)– Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 pada Sabtu–Ahad, 27–28 September 2025, di Grand Paragon Hotel, Jakarta. Acara yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema “Meneguhkan Solidaritas, Mengawal Peradaban, Mewujudkan Indonesia Emas 2045” dan dihadiri oleh anggota JATTI dari berbagai penjuru Tanah Air serta perwakilan duta besar negara-negara Timur Tengah.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani hadir sebagai pembicara kunci. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa alumni Timur Tengah memiliki keistimewaan dibandingkan lulusan luar negeri lainnya.

“Setidaknya ada dua keunggulan utama. Pertama, penguasaan bahasa asing, minimal bahasa Arab, sering kali ditambah dengan bahasa Inggris. Kedua, pemahaman ilmu agama yang mendalam, yang membuat mereka langsung diakui masyarakat sebagai figur ulama atau kiai,” ujar Muzani.

Namun ia mengingatkan, keunggulan tersebut jangan sampai membatasi ruang gerak alumni Timur Tengah. Menurutnya, peran mereka di bidang dakwah dan pendidikan memang sudah signifikan, tetapi kontribusi di sektor ekonomi masih relatif kecil.

“Dunia dakwah dan pendidikan juga membutuhkan dukungan ekonomi yang kuat. Sayangnya, masih sedikit yang terjun di sektor ekonomi,” katanya. Muzani menambahkan, berdasarkan pertemuannya dengan para duta besar negara-negara Arab, terbuka peluang besar bagi para ahli pertanian, peternakan, dan konstruksi asal Indonesia.

“Saya berharap JATTI ke depan dapat menjadi motor penggerak bukan hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam membangun kerja sama ekonomi yang nyata,” imbuh mantan Sekjen Partai Gerindra itu.

Muzani menilai, kemampuan bahasa dan pemahaman agama menjadi modal sosial kuat bagi alumni Timur Tengah sehingga wajar jika banyak yang aktif di bidang dakwah dan pendidikan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya diversifikasi peran agar alumni juga mampu menopang pembangunan bangsa di sektor strategis lainnya.

“Sedikit sekali yang bergerak di bidang ekonomi. Padahal pendidikan dan dakwah itu butuh ekonomi. Harus ada alumni JATTI yang bergerak di bidang konstruksi, peternakan, pertanian, dan lainnya, bukan hanya urusan umrah dan haji,” tegas Muzani.

Sebelumnya, Ketua Umum JATTI KH Bachtiar Nasir (UBN) dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk meninggalkan friksi internal dan fokus pada transformasi organisasi. Ia juga mengingatkan agar alumni tidak terjebak dalam perdebatan maupun sikap menyalahkan pihak lain terkait isu global seperti Palestina.

“Tidak mudah mempersatukan para alumni Timur Tengah di Indonesia. Karena itu, saya mengajak agar kita tidak terlalu berbesar hati menyalahkan orang-orang Timur Tengah mengapa mereka tidak membela Palestina. Sebab kita sendiri masih perlu dikoreksi,” kata UBN.

UBN menegaskan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat peradaban Islam dunia. Dengan memanfaatkan jaringan alumni Timur Tengah, JATTI berencana menarik ulama dan profesor terkemuka dari Timur Tengah untuk datang dan bermigrasi ke Indonesia.

“Indonesia punya peluang besar. Ulama dan profesor dari Timur Tengah siap datang ke Indonesia. Mari kita jadikan negeri ini sebagai epicentrum peradaban Islam,” ujarnya.

Munas II JATTI menjadi momentum konsolidasi nasional bagi para alumni Timur Tengah. Selain memperkuat peran di bidang dakwah dan pendidikan, organisasi ini juga menargetkan kontribusi lebih luas di sektor ekonomi dengan menjadikan jaringan Timur Tengah sebagai mitra utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

PBNU Ingatkan KPK: Kasus Korupsi Haji Jangan Digoreng Ngalor-Ngidul

JAKARTA (jurnalislam.com)– Sejumlah anggota Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendesak transparansi dalam penanganan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024.

A’wan PBNU, KH. Abdul Muhaimin, menegaskan korupsi adalah kejahatan luar biasa yang harus dituntaskan secara adil dan terbuka.

“Korupsi itu mestinya menjadi bagian dari extraordinary crime yang harus ditindak tuntas transparan dan adil, tapi jangan sampai kehilangan wise (kebijaksanaan),” kata kiai Muhaimin di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/9).

Ia meminta KPK segera menetapkan tersangka serta memberi penjelasan terang kepada publik.

“Penjelasan-penjelasan KPK jangan sampai menyentuh kepada institusi-institusi yang sebetulnya tidak semuanya terlibat hanya beberapa orang, tapi seluruh Indonesia akhirnya komplain ke saya bagaimana ini peta dan anatominya,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, PBNU juga menanyakan langsung soal kepastian penetapan tersangka.

“Saya tadi meminta limitnya kapan?, Jangan digoreng ngalor-ngidul begini. Penetapannya lebih cepat lebih baik. Semoga KPK tetap tegak lurus dan cepat bisa terselesaikan sehingga tidak digoreng,” tambahnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya diskusi dengan kiai NU. Namun ia menegaskan penetapan tersangka tidak bisa sembarangan.

“Kita sama-sama tunggu prosesnya karena penyidikan juga masih berlangsung di mana penyidik pekan ini masih secara intensif melakukan pemeriksaan, permintaan keterangan kepada pihak-pihak khususnya biro travel penyelenggara ibadah haji khusus atau PIHK di wilayah Jawa Timur,” kata Budi.

“Nanti dari keterangan yang sudah diperoleh dalam pemeriksaan pada pekan ini nanti akan didalami dan dianalisis,” sambungnya.

Berdasarkan perhitungan awal KPK, kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 mencapai Rp1 triliun lebih. KPK juga menggandeng PPATK untuk menelusuri aliran uang dan telah mencegah tiga orang bepergian ke luar negeri: mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, staf khususnya Ishfah Abidal Aziz, serta pemilik Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur.

KPK sebelumnya menggeledah sejumlah lokasi mulai dari rumah Yaqut di Condet, kantor agen travel haji di Jakarta, rumah ASN Kemenag di Depok, hingga ruang Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag. Sejumlah barang bukti berupa dokumen, barang bukti elektronik, kendaraan, dan aset properti ikut disita.

Trump Ajukan Proposal Baru: Pembebasan 48 Sandera Ditukar Penarikan Pasukan Israel dari Gaza

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajukan proposal baru yang menyerukan pembebasan 48 sandera yang masih ditahan Hamas dalam waktu dua hari setelah penandatanganan kesepakatan, demikian dilaporkan CNN pada Jumat (26/9/2025).

Dalam rencana 21 poin yang disusun Washington, seluruh tentara dan personel militer Israel (IDF) akan ditarik dari Jalur Gaza sebagai imbalan. Namun, laporan CNN tidak menyebutkan durasi penarikan maupun kapan hal itu diberlakukan.

Proposal tersebut juga menegaskan bahwa Hamas tidak boleh memiliki peran pemerintahan di Gaza. Sebagai gantinya, dibentuk dua tingkatan pemerintahan sementara, yaitu badan internasional dan komite Palestina.

CNN menyebutkan bahwa proposal tersebut telah disampaikan kepada para pemimpin Arab awal pekan ini dan mendapat dukungan luas. Seorang sumber yang dikutip menyebut, “Mereka tidak menganggapnya sempurna, tetapi ingin melihat konflik berakhir secepat mungkin.”

Media Saudi, Al-Hadath, menambahkan bahwa rencana AS itu mencakup tawaran amnesti bagi Hamas jika meninggalkan Gaza dan menyerahkan senjatanya. Sebagai imbalan atas pembebasan sandera, Israel akan membebaskan antara 100 hingga 200 tahanan Palestina yang menjalani hukuman panjang.

Rencana itu juga mencakup inisiatif internasional untuk membangun kembali Jalur Gaza dalam lima tahun ke depan serta pembentukan pasukan keamanan Palestina di bawah pengawasan Arab dan internasional.

CNN juga menyebutkan bahwa PBB akan menjadi satu-satunya lembaga yang menangani bantuan kemanusiaan, sementara laporan Al-Hadath menyinggung adanya penutupan Gaza Humanitarian Fund (GHF).

Beberapa jam setelah laporan CNN dan Al-Hadath, Trump menulis di akun Truth Social: “Negosiasi intensif telah berlangsung selama empat hari, dan akan terus berlanjut selama diperlukan untuk mencapai Kesepakatan yang Berhasil Diselesaikan.” Ia menambahkan bahwa Hamas mengetahui proses negosiasi tersebut, dan Israel sudah diinformasikan hingga ke level Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Namun, pada hari yang sama, Netanyahu dalam pidatonya di Majelis Umum PBB menegaskan perang Gaza akan terus berlanjut hingga Hamas melucuti senjatanya. (Bahry)

Sumber: JP