KLATEN (jurnalislam.com)- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah, melalui Bidang Bina Pribadi Islami (BPI) menggelar Diklat Pembina BPI, Jumat-Sabtu, 5-6 Juli 2024 bertempat di Kompleks PPTQ Ibnu Abbas Klaten.
Diikuti oleh 165 peserta dari unsur guru yang merupakan delegasi dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Ketua Bidang Bina Pribadi Islami (BPI), Wasis Pambudi, M.Pd., dalam sambutannya mewakili Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah menyampaikan bahwa tujuan digelarnya kegiatan ini adalah memberikan bekal kepada para Pembina BPI dalam mendampingi para peserta didik yang notabene Generasi Z agar handal dalam menghadapi tantangan zaman.
“Para pembina memiliki tantangan dan peluang yang luar biasa. Gen-Z dengan segala karakteristiknya, akan menjadi potensi luar biasa ketika proses pendampingannya, proses coaching-nya juga dilakukan dengan luar biasa,” papar Wasis.
“Kita berharap melalui diklat ini, akan terlahir para pembina, para coach yang handal, tangguh, mampu mengoptimalkan segala potensi positif dari para coachee, para peserta didik harapan peradaban yang kompetitif menghadapi tantangan zaman,” harapnya.
Kegiatan bertajuk “BPI JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah Gerak Bareng Tambah Gayeng” ini menghadirkan beberapa coach atau narasumber yang pakar.
Diantaranya Wakil Ketua Umum JSIT Indonesia Bidang Pembinaan Karakter, Dr. Wiranto, M.Kom., M.Cs. Ketua Departemen BPI JSIT Indonesia, Dr. Achmad Rasyid Ridha, M.PI. Serta beberapa trainer dan pembicara nasional, seperti Sholihin Abu Izzudin (dai nasional dan penulis buku), Cahyadi Takariawan (konselor nasional dan penulis buku), Dwi Budiyanto, dan Dr. Umarulfaruq Abu Bakar, Lc.

Wisudawan yang beprestasi kategori penerima sanad mencapai 8 santri, lulus teruji 30 juz sebanyak 11 santri, dan santri khatam hafalan 30 juz mencapai 73 santri. Capaian prestasi para santri, tambah Ustaz Umar, tidak hanya di bidang tahfidz namun juga meraih kejuaraan non akademik baik tingkat kabupaten hingga nasional.

80 anak, terdiri dari 55 anak yatim-dhuafa yang dibiayai ProZIS Ibnu Abbas dan sisanya berbayar, yang berlangsung di gedung Shinta, Pemerintah Desa Troso.