JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menjelang pemilihan umum dan pemilihan presiden 2019, seluruh partai kini sudah menyiapkan strategi dalam menghadapi tahun politik tersebut. Tak jarang, dalam proses kampanye ada beberapa gesekan yang menimbulkan ketegangan.
Untuk itu, Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) mengimbau kepada semua pihak agar menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
“Kepada pelaku dan elite politik, agar mengedepankan etika politik,” ujar Ketua Wantim MUI, Din Syamsuddin di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakpus, Rabu (29/8/2018).
Din juga meminta agar dalam proses kampanye tidak saling menyebar kebencian dan permusuhan satu sama lain, apabila tidak sependapat dengan pilihan politik.
Ia mengimbau kepada umat Islam agar tidak terjebak dalam dalam permusuhan pertentangan internal Islam yang dapat merusak Ukuwah Islamiyyah.
“Jadikanlah perbedaan aspirasi politik, namun Ukuwah Islamiyyah tetap terpelihara,” ucap dia.
DEPOK (Jurnalislam.com) – Ketum Forum Zakat (FOZ), Bambang Suherman mengatakan, ada dua problem mendasar akibat gempa bumi di Lombok. Pertama, soal meluasnya kerusakan fisik baik rumah maupun fasilitas umum.
Kedua, tingkat trauma masyarakat akibat bencana gempa bumi semakin besar. Bukan hanya dialami oleh masyarakat yang rumahnya rusak, tapi juga trauma masyarakat Lombok secara keseluruhan akan terjadinya gempa susulan.
“Setidaknya ada tiga poin penting yang akan menjadi fokus program FOZ selama fase pemulihan Lombok,” katanya dalam FGD bertajuk ‘Sinergi dan Optimalisasi Peran Lembaga Amil Zakat pada Fase Recovery Gempa Lombok’ di Depok, Selasa (28/8/2018).
Bambang menjelaskan, yang pertama dilakukan adalah penentuan kawasan recovery masing-masing. FOZ mengimbau Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk menentukan kawasan recovery, baik desa maupun dusun, yang akan menjadi fokus pemulihan.
Kedua, menggulirkan program konstruksi. Masyarakat membutuhkan hunian sementara yang ramah bagi mereka sambil menunggu bantuan pemerintah untuk membangun ulang rumah mereka yang rusak. Selain itu, program konstruksi lainnya yaitu pembangunan masjid sementara, sekolah sementara, dan pasar sementara.
“Program konstruksi ini akan memberikan rasa nyaman masyarakat dan memudahkan mereka untuk kembali beraktivitas seperti sedia kala. Termasuk menghidupkan kembali roda ekonomi di kalangan masyarakat korban gempa,” pungkasnya.
Ketiga, yaitu program penanganan kerentanan dan kesehatan menjadi isu yang penting pada fase recovery. Masyarakat terdampak rentan terserang berbagai macam penyakit setelah setidaknya tiga pekan tinggal di pengungsian dengan fasilitas seadanya.
“FOZ mendorong LAZ untuk menyediakan akses layanan kesehatan dan pembuatan sarana kakus yang bersih,” tuturnya.
Bambang menegaskan FOZ sudah melakukan pemetaan wilayah terdampak serta pendataan sumber daya dan kebutuhan tiap lembagapun sudah dikumpulkan. Yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengkoordinasikan semua kekuatan, termasuk dari masyarakat, agar menjadi grand design program recovery untuk masyarakat Lombok agar mereka secepatnya bisa hidup normal seperti biasa.
Karena itu FOZ mengajak semua masyarakat agar terus membantu saudara kita di Lombok melalui lembaga amil zakat dan kemanusiaan yang terpercaya.
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Untuk menjaga independensi MUI dari dinamika politik praktis, akhirnya Ketua Umum MUI Prof DR KH Ma’ruf Amin memilih non aktif dari jabatan tersebut.
“Sejak ditetapkan sebagai Cawapres oleh KPU, beliau sudah berketetapan non aktif dari Ketua Umum. Sikap itu ditegaskan lagi oleh Kiai, tadi,” ungkap Waketum MUI, H.Zainut Tauhid Sa’adi, kepada pers, Selasa (28/8/2018).
Menurutnya, keputusan tersebut semata-mata didasari pertimbangan agar posisinya sebagi Calon Wakil Presiden tidak menimbulkan pro-kontra di masyarakat, termasuk di internal MUI.
“Beliau ingin fokus mengerjakan amanat karena dipercaya sebagai Cawapres Jokowi, sebagaimana fokusnya beliau mengabdi di MUI selama ini,” tambahnya.
Untuk menjaga keberlangsungan organisasi MUI, menurut buya Zainut, tampuk kepemimpinan MUI akan diemban oleh dua Wakil Ketua Umum yakni Prof Dr Yunahar Ilyas dan H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si
“Jadi roda organisasi tetap berjalan normal seperti biasa, meski Ketum kita non aktif,” tegas Zainut.
Menanggapi keputusan KH Ma’ruf tersebut, Sekjen MUI, Dr. Anwar Abbas mengapresiasi langkah yang diambil oleh alumni Pesantren Tebu Ireng itu. “Sebenarnya tidak ada aturan organisasi yang mengharuskan beliau non aktif selama masa pencalonan. Namun dengan kearifannya, beliau melakukan itu,” puji Buya Anwar, sapaan akrabnya.
Ditegaskan Buya Anwar, bahwa langkah yang ditempuh KH Ma’ruf itu diharapkan bisa menjadi teladan yang baik bagi seluruh jajaran pengurus MUI di berbagai tingkatan. Terlebih lagi posisi MUI yang selama ini selalu jadi rujukan umat.
“Keteladanan itu menjadi penting, tidak hanya melihat aturan tertulis, tapi juga fatson politiknya,” pungkas aktivis senior PP Muhamammadiyah itu.
Sementara di sepetak lahan pertanian yang masih belum ditanami, bocah- bocah sembalun lainnya, tengah sibuk kian kemari berebut si kulit bundar. Derai tawa hahaha…, air muka yang tampak ceria, menjadi hiburan tersendiri bagi mereka.
JURNALISLAM.COM – Senin (27/08/2018). Sore yang cerah. Matahari menyemburat dari langit Barat, membelai warga Sembalun Bumbung, Lombok Timur, pengujung Agustus 2018.
Menyusuri tenda pengungsian di berpetak lahan pertanian di sana, tak satupun dijumpai warga yang cemberut. Mereka sumringah, seperti tak pernah terjadi kengerian apapun. Padahal, dunia tahu, Gempa berskala besar berkali-kali mengguncang Lombok, bahkan hingga saat menulis catatan ini. Memaksa mereka kehilangan apa-apa yang dimiliki.
Tengoklah di Masjid Darurat yang diinisiasi Sinergi Foundation (SF) di sana. Sore itu, bocah – bocah Sembalun begitu antusias datang, meriahkan acara yang dipandu para relawan Happy Center, sebuah program Trauma Healing yang digagas Gerakan Berbagi Tamiang (Gebetan) berkolaborasi dengan SF. Ada lomba puisi, tahfidz Quran, lomba adzan, dan seabrek kreativitas lainnya. Upaya mengurangi atau bahkan mengatasi trauma yang tersisa akibat gempa.
Di beberapa sudut pengungsian lainnya, para lelaki bahu membahu membangun sarana umum, berupa MCK darurat. Inipun atas inisiasi mereka, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Relawan lintas Lembaga kemanusiaan yang hadir, termasuk Sinergi Foundation, sebatas melakukan pendampingan, untuk sekadar sharing jika muncul masalah yang memerlukan alternatif sudut pandang.
Begitulah satu karakteristik warga Sembalun. Dalam kondisi sesulit apapun, sedapat mungkin jangan sampai merepotkan orang lain.
Anak-anak warga Sembalun Bumbung, Lombok Timur sedang bermain bola. FOTO: Habe/INA News Agency
Sementara di sepetak lahan pertanian yang masih belum ditanami, bocah- bocah sembalun lainnya, tengah sibuk kian kemari berebut si kulit bundar. Derai tawa hahaha…, air muka yang tampak ceria, menjadi hiburan tersendiri bagi mereka. Sekadar melepas penat, sembari menanti matahari senja tenggelam di peraduan. Hingga selimut gelap mulai menutupi cekungan alam. Bekas danau purba, yang kini dikepung bibir kaldera.
Sayup-sayup adzan maghrib berkumandang. Panggilan kebahagiaan untuk hamba yang beriman. Tak lama, seruan pun ditunaikan. Shaf -shaf masjid darurat di sela kamp pengungsian Sembalun, sudah terisi rapat.
Takbir. Dan batin pun syahdu mendengarkan. Fasih nian suara sang Imam. Menjahar kalam suci AlQuran.
Ciut nyali ini, yang tak berdaya saat bumi diguncangkan. Saat jasad melayang, seperti debu-debu beterbangan. Saat ajal terasa begitu dekat, sedekat jari dan kuku yang melekat.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.. Aamiin.
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dakta Media Network melalui Dakta Peduli bersama Tata Motors dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) melepas truk armada kemanusiaan berisi bantuan logistik bagi korban gempa Lombok di halaman Tata Motors, Kramat Raya, Jakarta Pusat pada Senin (27/08/2018).
“Bencana Lombok mengakibatkan dampak kerusakan yang sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat disana,” ungkap Direktur Utama Dakta Media Network, Andi Kosala dalam sambutannya.
Dakta Peduli, lanjut Andi, sudah seringkali membuat program bantuan kemanusiaan sejak tragedi tsunami Aceh, konflik Palestina, Suriah, hingga Rohingya sehingga kali ini mereka langsung tergerak ketika terjadi bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
“Alhamdulillah kami juga mendapatkan support yang begitu besar dari Tata Motors dan Dewan Dakwah sehingga sinergitas yang terbentuk dari kami ini diharapkan berkelanjutan karena penanganan korban gempa Lombok ini tidak cukup satu dua kali,” imbuhnya.
Dakta Peduli, Tata Motors, dan DDI dalam pelepasan Truk Kemanusiaan untuk korban gempa Lombok
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Ustadz Muhammad Sidik juga mengapresiasi truk bantuan kemanusiaan yang diinisiasi oleh Dakta Peduli ini. Menurutnya, hal ini sejalan dengan program mereka yang fokus di bidang kemanusiaan.
“Karena kami mengetahui jika negara ini memang rawan dengan bencana alam. Maka dari itu, Dewan Dakwah telah melakukan bantuan kemanusiaan hingga ke pelosok tanah air. Dan bantuan ini sejalan dengan program kami,” tuturnya.
Armada truk kemanusiaan ini dilepas langsung oleh Direktur Utama Dakta Media Network, Andi Kosala, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Ustadz Muhammad Siddik, dan Presiden Direktur Tata Motors Indonesia, Biswadev Singupta.
BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Korps PII Wati yang ke-54, Koordinator Wilayah Korps PII Wati menyelenggarakan rangkaian kegiatan Main Event Hari Lahir Korps PII Wati yang ke-54 yang dilaksanakan pada tangal 25-26 Agustus 2018 di Gedung Bandung Creative Hub, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang menyusung tema peran pelajar puteri di era milenial ini dihadiri oleh 50 pelajar puteri yang diwadahi dalam Koordinator Daerah Korps PII Wati se-Jawa Barat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meluncurkan gerakan Korps Koordinator Wilayah PII Wati Jawa Barat Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan dalam bentuk realisasinya dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan berupa peer counselor, beauty and handsome class yang bekerja sama dengan Wardah, kelas mendongeng bekerja sama dengan Gerakan Para Pendongeng untuk Kemanuasiaan (GePPUk) dan peer counseler, Refleksi Hari Lahir PII Wati ke-54 yang dihadiri oleh seluruh Ketua Koordinator Daerah Korps PII Wati Se-Jawa Barat, serta beberapa rangkaian pentas seni.
Kegiatan ini juga diawali dengan dialog terbuka yang dihadiri oleh Bapak Andi Akbar, ketua Lembaga Advokasi Hak Anak dan Ibu Neneng Ahiatul Faiziyah selaku Komisaris KPID Jawa Barat yang keduanya sama-sama berpesan supaya pelajar bisa lebih memahami kondisi sekitar untuk bisa berperan aktif melakukan prubahan yang lebih baik sesuai dengan tupoksinya.
Pasca kegiatan ini Koordinator Wilayah Korps PII Wati Jawa Barat akan melakukan pengumpulan donasi berupa buku dan mainan anak yang akan disebarkan ke daerah se-Jawa Barat. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk pilot project korps PII Wati dalam merealisasikan gerakan Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan untuk menyelamatkan dan mengembalikan peran pelajar Jawa Barat supaya bisa lebih produktif dan menjadi subject perubahan di era mendatang.
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan kembali fasilitas publik di Lombok yang rusak akibat gempa selesai pada Desember 2018.
Target tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi di Provinsi NTB.
“Fasilitas publik itu segera fungsional sampai Desember,” katanya dalam diskusi bertema ‘Rekonstruksi Fasilitas Dasar Pasca Gempa Lombok 2018’ di Aula Serbaguna Kominfo, Jakpus, Senin (27/8/2018).
Danis menjelaskan, berdasarkan data yang ada, fasilitas publik yang mengalami kerusakan yakni 330 sekolah, 400 rumah ibadah, 118 rumah sakit atau puskesmas, 12 jembatan dan 22 pasar.
“Ini data akan terus bertambah,” kata dia.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan dana bantuan sebesar Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta rumah rusak sedang dan Rp10 juta rumah rusak ringan.
“Pemerintah berpesan uang tersebut digunakan untuk memperbaiki rumah,” ucap dia.
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Proses tanggap darurat akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah selesai. Untuk itu, pemerintah melalui instansi terkait terus bekerja untuk melakukan rekonstruksi.
Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, Presiden Joko Widodo telah mendatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi di Provinsi NTB.
“Saat tanggap darurat kami PUPR nomor 1 memastikan infrastruktur PU terutama jalan, jembatan dan sebagainya itu berfungsi. Waktu itu ada 12 jembatan yang bergeser atau rusak kami langsung perbaiki. Itu tugas yang dilakukan oleh PUPR,” katanya dalam diskusi media Forum Media Barat ‘Rekontruksi Fasilitas Dasar Pasca Gempa Lombok 2018’ di Aula Serbaguna Kominfo, Jakpus, Senin (27/8/2018).
Dia menjelaskan, saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendata 124 ribu rumah rusak, di mana 74 diantaranya masuk dalam kategori rusak berat.
Danis berujar, pemerintah akan memberikan dana bantuan sebesar Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta rusak sedang dan Rp10 juta rusak ringan. Dana tersebut diperuntukkan untuk membangun kembali rumah tahan gempa.
“Pemerintah berpesan uang tersebut digunakan untuk memperbaiki rumah,” tukasnya.
Untuk memastikan uang tersebut digunakan untuk membangun rumah tahan gempa, Kementerian PUPR nantinya akan menyediakan tim pendamping. Pihaknya juga mengajak mahasiswa teknik untuk turut serta menjadi tim pendamping.
“Dalam membangun itu, yang perlu didampingi,” kata dia.
Proses pembangunan rumah itu diharapkan akan selesai pada 2019 mendatang.
SURABAYA (Jurnalislam.com) – Ratusan massa berkumpul di depan Kantor DPRD Jawa Timur Jalan Indrapura pada Ahad (26/8/2018) menghadiri deklarasi Relawan Ganti Presiden (RGP) Jatim. Meski di bawah tekanan dari massa kontra ganti presiden, Relawan Ganti Presiden (RGP) Jawa Timur akhirnya dapat dideklarasikan.
Deklarasi dijadwalkan dilakukan di Jl. Tembaan di depan Tugu Pahlawan Surabaya, namun karena ada penolakan dari massa kontra, deklarasi dipindah ke depan Kantor DPRD Jawa Timur.
Awalnya para relawan yang berkumpul di jalan Tembaan, mendapat intimidasi dan tekanan dari massa tidak dikenal. Para relawan yang mayoritas terdiri dari wanita pun membubarkan diri dan berjalan menuju ke kantor DPRD Jawa Timur.
Massa kontra #2019GantiPresiden kemudian mengikuti massa pro ganti presiden hingga ke depan kantor DPRD. Dalam kondisi tersebut, Agus Maksum selaku sekretaris dan Tim Media Relawan, berdiri di atas meja dan memimpin massa pro ganti presiden untuk mengucapkan ikrar sebagai simbol bahwa Relawan Ganti Presiden Jawa Timur sudah dideklarasikan.
“Kami Relawan Gerakan Nasional Tagar 2019 Ganti Presiden Jawa Timur dengan ini Menyatakan sikap melawan atas Kemiskinan, Ketidakadilan, ketidakberpihakan dan ancaman terhadap kedaulatan serta krisis kepemimpinan yang terjadi saat ini di Bumi NKRI. Oleh karena itu kami bertekad akan terus berjuang bersama seluruh rakyat, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, berdaulat, bermartabat, adil makmur dan berahlak mulia. Dengan memohon Ridho Allah SWT dan dukungan seluruh rakyat, kami siap mengawal jalannya proses Pemilihan Umun yang Jujur, adil, dan bebas dari segala bentuk kecurangan sehingga terwujudnya pergantian presiden Republik Indonesia secara sah dan konstitusional pada 17 April 2019,” bunyi ikrar tersebut.
SURABAYA (Jurnalislam.com) – Meski batal menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya, musisi kondang Ahmad Dhani menegaskan akan tetap pakai tagar tersebut sampai masa kampanye.
“Rencananya ketika masa kampanye kita tidak memakai tagar itu, tapi kita pikir-pikir ternyata tagar itu cukup power full sehingga meskipun masa kampanye kita akan tetap pakai tagar itu.” terangnya saat ditemui wartawan di hotel Mojopahit (26/8/2018).
Ditanya mengenai pembubaran acara deklarasi merupakan bentuk petahana phobia, suami penyanyi Mulan Jameela ini menilai tagar tersebut telah membuat panik,
“Bentuk panik saja, karena ternyata tagar #2019GantiPresiden itu cukup menggetarkan bumi nusantara.” jawabnya.
Lebih lanjut musisi sekaligus politisi partai Gerindra tersebut menerangkan kenapa dia dilarang deklarasi oleh aparat padahal tagar #2019GantiPresiden tidak melanggar undang-undang Pemilu,
“Bawaslu sudah merilis bahwa tagar tidak melanggar. Bawaslu tidak melarang tagar #2019GantiPresiden, jadi ini bukti bahwa rezim ini takut dengan tagar itu.” pungkasnya
Sebagaimana diketahui Ahmad Dhani dihadang puluhan massa menolak deklarasi ganti presiden di Surabaya sehingga tidak bisa keluar hotel.