Keputusan Bawaslu Bukti Level Demokrasi Indonesia Masih Transaksional

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas mengungkapkan bahwa demokrasi di Indonesia masih berjalan kurang menggembirakan dan tidak segan untuk mengorbankan rakyat kecil.

“Demokrasi ke depan memprihatinkan kita semua. Penyebabnya, demokrasi semakin liberal dan transaksional. Siapa yang menguasai pasar menjadi penentu. Ketika ini tidak dicegah, maka demokrasi hanya akan menjadi milik pemilik modal yang mendistorsi makna demokrasi itu sendiri,” ungkap Busyro dalam acara Diskusi Publik “Pemilu Berintegritas” di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Pernyataan Busyro tersebut dikeluarkan menanggapi keputusan Bawaslu yang meloloskan 12 mantan narapidana korupsi sebagai caleg di Pileg 2019.

Busyro menilai bahwa demokrasi sebagai rule of law sistem negara Indonesia bertumpu pada check and balance, sehingga dimaknai tidak sekadar pada aspek prosedural semata, tetapi semestinya juga mengandung muatan-muatan dimensi moralitas. Keputusan Bawaslu meloloskan caleg mantan narapidana korupsi dianggapnya mencederai dimensi moralitas demokrasi.

“Bawaslu bersama KPU seharusnya menjadi lembaga yang memiliki misi dan visi yang substansinya sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Busyro menilai bahwa keputusan Bawaslu tersebut semakin menjadi bukti bahwa level demokrasi di Indonesia masih bersifat transaksional.

“Demokrasi transaksional menghasilkan pejabat pusat dan pejabat daerah yang mengalami krisis sebagai pemimpin, dampaknya yaitu rakyat kehilangan haknya untuk mendapatkan pemimpin yang berintegritas. Rakyat kita menderita karena dipimpin oleh mereka yang memiliki track record, kepekaan sosial, dan intelektualnya yang parah,” papar Busyro.

“Ketika terpilih, justru mereka menunjukkan keasliannya. Nah, dengan kepekaan sosial yang seperti itu, bagaimana demokrasi bisa diproseskan dalam semua kebijakan pemerintahan? Ketika UU ini dijarah, di dalam proses-proses yang begitu itu dia mengalami beban moral, menjadi napi namun kemudian dipilih lagi.  maka yang terjadi adalah tragedi,” imbuhnya.

Diskusi yang diadakan oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) bersama Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut, menurut Busyro dilakukan dalam rangka ikhtiar mencari solusi terbaik yang mampu memberikan makna pada demokrasi yang mestinya ditegakkan dengan segala upaya.

Sebagai pembicara, hadir beberapa aktivis dan tokoh seperti Titi Anggraini (Perludem), Ahmad Fanani (Wakil Ketua Madrasah Anti Korupsi), Donal Fariz (ICW), Arif Zulkifli (Tempo) dan beberapa lainnya.

Ali Ngabalin Sebut #2019GantiPresiden Makar, Begini Penjelasan Pakar

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Beberapa waktu lalu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mocthar Ngabalin mengatakan #2019GantiPresiden adalah gerakan melawan hukum. Bahkan ia menyebutnya sebagai gerakan makar yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah.

Menurut politisi yang baru diangkat sebagai Komisaris Angkasa Pura I itu, #2019GantiPresiden bermakna bahwa pukul 00.00 tanggal 1 Januari tahun 2019 presiden harus diganti. Oleh sebab itu, ia menyimpulkan gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan makar dan inskonstitusional.

Tak sampai disitu, lebih tegas lagi, Ngabalin menuding #2019GantiPresiden sebagai gerakan pengacau keamanan negara yang harus dibubarkan.

Pakar hukum tata negara, Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf membantah keras pernyataan tersebut. Menurut Prof Asep, gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan konstitusional yang dilindungi undang-undang. Di dalamnya tidak ada agenda untuk mengganti presiden melalui jalur inkonstitusional.

“Jadi aneh kalau ada yang mengatakan, sejak januari itu sudah berlaku ganti presiden di luar pemilu, itu hanya kedangkalan cara menafsirkan dan cara memahami fakta itu,” kata Prof Asep saat dihubungi Jurnalislam.com, Selasa (4/9/2018).

Ali Mochtar Ngabalin dan Presiden Joko Widodo

Menurut Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Parahyangan Bandung ini, para tokoh dan aktivis gerakan #2019GantiPresiden menginginkan pergantian presiden melalui pemilu yang sah, yaitu pada 17 April 2019 nanti. Tidak ada indikasi dan bukti yang mengarah ke arah inskonstusional.

“Coba tanya kepada mereka yang melakukan deklarasi, tanya kepada tokoh-tokohnya, ada tidak mereka yang bermotivasi untuk inkonstitusional dalam cara mengganti presiden, dugaan kuatnya tidak ada. Mereka ingin pemilu yang sah, yang sesuai aturan, itu kemudian harapannya, ya ganti presiden itu,” paparnya.

Tapi konsekwensinya, lanjut Asep, jika presiden petahana menang lagi, maka pendukung #2019GantiPresiden harus menerimanya dengan lapang dada. Begitu sebaliknya jika petahana kalah.

“Jika begitu kan negara demokrasi yang berkeadaban, demokrasi yang professional,” tukasnya.

Asep menjelaskan, #2019GantiPresiden adalah peristiwa politik yang harus disikapi dengan politik. Oleh sebab itu, ia menyayangkan jika ada pihak yang justru membawanya ke ranah hukum.

“Saya agak heran cara menyikapi tata cara hukum, seolah-olah ini peristiwa hukum, padahal ini peristiwa politik yang harus disikapi dengan politik juga, bukan dengan cara dibawa-bawa ke ranah hukum,” jelasnya.

“Coba kita lihat Bawaslu, KPU, menyatakan bahwa itu tidak ada hubungannya, tidak ada kaitannya dengan persoalan kampanye,” sambungnya.

Ia menambahkan, gerakan #2019GantiPresiden tidak pernah menyosialisasikan program-program paslon tertentu apalagi menyebut nama calon.

“Jadi tidak murni kualifikasi kampanye, jangan dilanggar. Undang-undang pemilu kan sudah menjelaskan,” kata Asep

Menurutnya, gerakan #2019GantiPresiden adalah soal hak menyampaikan pendapat yang dilindungi konstitusi, tidak ada pelanggaran hukum disana.

Ia juga merasa heran ada pihak yang menyebut #2019GantiPresiden adalah ujaran kebencian.

“Coba kalau ada kalimat kepada orang. Kalau kita lihat dari rumusannya tindak pidana ujaran kebencian, tidak pada orang, tidak pada institusi. Bahkan yang lebih na’if lagi, mengatakan sejak pukul 00.00 tahun 2019 itu dianggap ganti presiden, kok dangkal banget cara menerjemahkan itu,” pungkasnya.

Pemuda Muhammadiyah Sayangkan Ada Pihak Intimidasi Ustaz Abdul Somad

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah ikut menanggapi pembatalan agenda ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) di beberapa kota di Jateng dan Jatim. Dijelaskan UAS dalam akun instagramnya, pembatalan itu disebabkan oleh adanya intimidasi dan ancaman apabila UAS tetap hadir menyampaikan ceramah di kota-kota tersebut.

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman menegaskan, intimidasi terhadap UAS merupakan bukti kemunduran dalam kehidupan berbangsa.

“Ini praktek intoleransi yang mengancam persatuan,” katanya kepada Jurnalislam.com, Senin (3/9/2018).

Menurutnya, pihak-pihak yang tidak setuju dengan ceramah UAS sebaiknya melakukan dialog yang bermartabat. Jangan main persekusi.

Selain itu, harusnya pihak-pihak tersebut sebaiknya juga memberikan model ceramah alternatif yang disenangi umat.

“Jadi berfastabiqul khairat saja. jangan merasa benar sendiri dan secara telanjang membunuh akal sehat,” pungkasnya.

Bulan ini, UAS dijadwalkan mengisi ceramah diMalang, Solo, Boyolali, Jombang, dan Kediri. Sementara di Oktober, membatalkan ceramahnya di Yogyakarta. Sedangkan di Desember, janji dengan Ustaz Zulfikar di daerah Jawa Timur.

Islamic Leadership Academy Kelima Digelar di AQL

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Islamic Leadership Academy (ILA) yang kelima resmi dibuka oleh Dewan Pembina Young Islamic Leaders, KH Bachtiar Nasir, di gedung Arrohman Quranic Learning Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (2/9/2018).

UBN mengungkapkan, ILA yang kelima ini adalah kelanjutan dari program Young Islamic Leader, sebuah sayap organisasi di bawah AQL yang fokus kepada proses kaderisasi kepemimpinan yang lebih profesional dan lebih maju.

“ILA ini diperuntukkan khususnya kepada usia muda yang produktif, dan alhamdulillah Tim Penyelenggara menangani ini dengan serius dan mengundang narator dan para narasumber yang kompeten di bidangnya,” ungkap UBN di gedung AQL, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (2/9/2018) malam.

Mantan Ketua GNPF Ulama ini juga mengatakan bahwa peserta ILA ini luarbiasa, ada peserta yang datang dari berbagai daerah datang hanya untuk mengikuti kaderisasi ini.

“Di dalamnya saya masukkan juga beberapa unit dari AQL yang nantinya akan membantu pelatihan ini. Kaderisasi ini berbayar, untuk internalisasi mereka dan ini juga gak terlalu mahal, karena tempat kita sendiri,” tukasnya.

Abdurrahman Rasyid, Wakil Ketua Umum Young Islamic Leader. Mengungkapkan bahwa ILA adalah organisasi kepemudaan yang bertujuan mencetak kader pemimpin muda yang memiliki wawasan, baik secara keagamaan maupun ilmu global, seperti ekonomi, teknologi, wirausaha dan politik.

“Jadi memang bukan hanya sisi agamanya saja, tapi juga dari sisi globalnya kita coba sampaikan. Ada juga pelatihan skill kepemimpinan,” ungkapnya usai peluncuran ILA kelima ini.

“Di sini nantinya akan ada semacam pemaparan materi di dalam kelas di bidangnya masing-masing dan kemudian ada tanya jawab, yang endingnya nanti adalah bagaimana mengimplementasikan ilmu-ilmu tersebut di masyarakat,” lanjutnya.

Rasyid mengungkapkan salah satu materi yang akan disampaikan adalah metode pengaplikasian dari ilmu yang telah disampaikan. Menurutnya, nanti akan ada program Praktek Kerja Juang, sehingga ilmu yang sudah didapatkan kemudian diimplementasikan dan nantinya juga akan dipresentasikan, seperti apa dan sejauh mana manfaat dari pelatihan di kelas ini.

ILA kelima ini diadakan dari bulan September sampai pertengahan November, dan kelas akan diadakan pertemuan setiap akhir pekan, namun bukan hanya di kelas, akan ada juga outingclass seperti outbond yang terkait dengan kerjasama, saling menunjukkan skill kepemimpinan dan memberikan keputusan dalam waktu cepat. Rasyid mengungkapkan, ILA kelima ini kurang lebih akan ada 18 pertemuan.

“Output yang jadi ILA, yang ada sampai saat ini, ada beberapa temen kita yang sudah mengimplementasikan ilmu dari ILA ini. Ada sahabat kita dari ILA satu, mbak Serly, dari materi yang ia dapat, bisa ia sampaikan dalam ajang di televisi. Itu salah satu trobosan, bisa mengenalkan konsep-konsep yang ditawarkan seorang pemimpin yang bukan hanya secara global, secara ekonomi bisnis, tapi juga dalam sisi keagamaanya,” ungkapnya.

Peserta Islamic Leadersiip Academy

Rasyid mengungkapkan sasaran peserta adalah anak muda yang memiliki potensi, baik dari keilmuannya maupun dari potensi strategis, posisi di lingkungan masyarakat.

“Ketika mereka sudah mendapatkan ilmu dan mendapatkan posisi yang lebih strategis, mereka dapat mengimplementasikan ilmunya dengan baik,” ungkapnya.

Terkait dengan usia peserta, Rasyid mengungkapkan bahwa usia yang disasar adalah pemuda dan pemudi produktif, berkisar antara umur 25 hingga 40 tahun.

“Ada penyaringan juga di awal, bukan sekedar mendaftar, tapi ada proses interview, seleksi di tahap awal, sejauh mana wawasan teman-teman pendaftar dan seberapa kuat niat mereka untuk menuntut ilmu,” ungkapnya.

ILA kelima ini, sebut Rasyid ada sekitar 54 orang, dengan rincian 50 orang terdaftar secara reguler, dan 4 orang melalui beasiswa. Sedangkan angkatan 1-4 ada 300 orang, ada yang di masyarakat untuk memimpin.

“Ada yang sudah bergerak di bidang masing-masing, ada yang sudah bergerak di bidang industri, kemudian ingin belajar tentang kepemimpinan, mereka belajar di sini,” tukasnya.

Salah satu peserta ILA kelima, Abdika Permana, peserta asal Padang mengungkapkan bahwa ia belajar di ILA ini harapannya adalah untuk mempelajari ilmu kepemimpinan Islam. Ia yang sekarang bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia mengungkapkan bahwa ia akan menerapkan ilmu yang ia dapat di ILA ini di kantornya.

“Sekarang saya kerja di perusahaan telekomunikasi. Saya pengen belajar banyak tentang kepemimpinan islam, hidup harus berimbang antara dunia dan akhirat, saya rasa udah lama gak belajar secara terstruktur banget ttg pendidikan islam, nah disini kesempatan saya untuk mengambil itu,” ungkapnya.

“Tentunya ada harapan untuk membuat perusahaan yang saya di dalamnya untuk lebih baik, setelah dari sini. Akan saya terapkan juga dan praktekkan di kantor saya, dan saya tau juga karena dari temen saya di kantor, alhamdulillah kantor saya juga sudah ada pengajiannya. Banyak alumni sini juga di sini, mengelola bidang IT,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii

UAS Diintimidasi, PKS: Mereka Kelompok yang Tidak Suka Islam Maju

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ustaz Abdul Somad (UAS) membatalkan sejumlah jadwal ceramahnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur karena mendapat ancaman dan intimidasi dari pihak yang tidak bertanggungjawab.

Hal tersebut mendapat respon dari sejumlah tokoh. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyatakan, ancaman yang diterima UAS telah membuat umat Islam bersedih.

“Segala bentuk usaha menghalangi atau mempersulit dakwah UAS adalah bentuk kelompok yang tidak suka lihat umat Islam maju,” katanya kepada Jurnalislam.com, Senin (3/9/2018).

Mardani menegaskan, UAS adalah aset bangsa yang sangat dibutuhkan untuk mencerdaskan publik.

Ulama melayu itu menyatakan membatalkan sejumlah agenda ceramah di beberapa kota di pulau Jawa melalui akun Instagramnya. Ia pun meminta maaf dan memohoan umat Islam untuk maklum.

Masjid Riyadlul Jannah Boyolali Benarkan Kabar Pembatalan Ceramah UAS

BOYOLALI (Jurnalislam.com) – Salah satu panitia penyelenggara ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) di Jawa Tengah, yaitu Masjid Riyadlul Jannah (MRJ) Ngreni, Boyolali membenarkan kabar pembatalan kajian UAS di masjid tersebut.

“Mohon maaf, UAS batal hadir ke Jateng dan Jatim (termasuk MRJ). Semua kegiatan persiapan kami hentikan,” katanya saat di hubungi jurnalislam.com senin, (3/9/2018).

Pengurus MRJ, Ustaz Sayyaf mengaku terpaksa menghentikan seluruh persiapan perhelatan Subuh Berjamaah bersama UAS yang rencananya akan digelar pada Selasa (19/9/2018) nanti karena UAS mendapat intimidasi.

“Kabar tekanan sudah beredar luas sebelumnya. Jadi, kami pun sangat memahami kondisi beliau yang menghadapi intimidasi yang begitu besar,” tutur Ustaz Sayyaf.

Ustadz Sayyaf juga menyampaikan, pihaknya akan mengembalikan seluruh infaq yang sudah masuk untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut. “Semua sedekah yang sudah masuk, akan kami kembalikan atau diakadkan ulang untuk dakwah MRJ yang lain. Doakan kami tetap istiqomah dalam dakwah,” tandasnya.

Kabar pembatalan safari dakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) di beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur diumumkan melalui akun Instagram resmi UAS pada Ahad (2/9/2018). Dalam pesan gambar itu, pihak UAS mengaku mendapat ancaman dan intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan dan yang lain lain terhadap tausyah di beberapa daerah seperti Grobokan, Kudus, Jepara dan Semarang, beban panitia semakin berat, kondisi psikis saya sendiri,” tulis pesan gambar tersebut.

Sedianya UAS akan memberikan ceramahnya bulan september di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, Kediri, Oktober di Yogyakarta, dan Desember janji dengan ustadz Zulfikar di daerah Jawa Timur.

“Maka saya membatalkan beberapa janji di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta,” ungkap UAS.

UAS juga meminta maaf kepada semua pihak atas pembatalan tersebut. “Harap dimaklumi dan mohon doakan selalu,” tandasnya.

Panitia Diintimidasi, Ustaz Abdul Somad Batalkan Ceramah di Jateng dan Jatim

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ustaz Abdul Somad melalui akun Instagram miliknya mengaku mendapat ancaman dan intimidasi terkait rencana ceramah di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ulama melayu asal Riau itu mengatakan intimidasi tersebut membuat beban panitia semakin berat dan mempengaruhi kondisi psikologinya. Maka beliau pun memutuskan untuk membatalkan rencana ceramahnya.

“Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang,” tulisnya dalam gambar yang diunggahnya seperti dilihat Jurnalislam.com, Senin (03/9/2018).

Pemberitahuan pembatalan agenda ceramah UAS di Jateng dan Jatim yang diunggah di akun Instagramnya

Dalam postingannya, beliau menyebutkan beberapa janji ceramah yang dibatalkan akibat tekanan yang diterimanya. Ceramah tersebut rencananya digelar di bulan September-Desember.

Pada Bulan September, Ustaz Somad mengaku membatalkan rencana ceramahnya di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, dan Kediri. Sementara di Oktober, membatalkan ceramahnya di Yogyakarta. Sedangkan di Desember, janji dengan Ustaz Zulfikar di daerah Jawa Timur.

“Mohon maaf atas keadaan ini, harap dimaklumi, dan mohon doakan selalu,” ujarnya.

Postingan ini dibuatnya pada Minggu kemarin. Hingga hari ini, postingan tersebut telah mendapatkan 185.373 likes dan 10.154 komentar dari netizen.

Kokam Jawa Tengah Siap Kawal Jalan Sehat Haornas Soloraya

SEMARANG (Jjurnalislam.com) – Komandan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Jawa Tengah, ustadz Muhammad Ismail, menginstruksikan kepada Komandan Korem, Kokam Solo Raya dan ranting Solo Raya untuk mengawal jalannya aksi Jalan Sehat Haornas pada 9 September nanti di Kottabarat.

Hal itu dilakukan untuk menjaga kondusifitas dan aset-aset umat Islam dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia memastikan anggota Kokam se-Jateng akan totalitas menjaga aksi itu.

“Ikut mengamankan kegiatan Jalan Sehat umat Islam se-Solo Raya tanggal 9 September 2018, dan untuk memperintahkan semua anggota Kokam untuk terlibat dalam kegiatan tersebut,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (2/9/2018).

Ustadz Ismail melanjutkan, Kokam Jateng berkomiten untuk menjaga ulama dan para tokoh bangsa yang akan hadir dalam acara yang rencananya dihadiri oleh Neno Warisman dan Ahmad Dhani tersebut.

“Menjaga Aset SDM atau tokoh Muhammadiyah, ulama dan umat Islam dalam kegiatan tersebut, dalam melaksanakan tugas dikendalikan oleh komandan Korem dan komandan Daerah Solo,” ungkapnya.

Panitia: Acara Jalan Sehat Umat Islam Soloraya Sudah Sesuai Aturan

SOLO (Jurnalislam.com) – Humas panitia aksi Jalan Sehat Haornas Umat Islam dan masyarakat Surakarta, Endro Sudarsono mengatakan, kegiatan jalan sehat yang akan dilaksanakan pada ahad, 9 September di Kottabarat tidak melanggar peraturan dan sudah sesuai dengan undang-undang No 9 tahun 1998.

“Tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum terdapat ketentuan diantaranya, dilaksanakan di tempat terbuka untuk umum, kecuali di lingkungan istana kepresidenan, tempat ibadah, instalasi militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut, terminal angkutan darat dan obyek vital nasional, serta pada hari besar nasional,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnalislam.com, Ahad (2/9/2018).

Endro melanjutkan, dalam undang-undang no 9 tahun 1998 itu, peserta jalan sehat dilarang membawa benda-benda yang dapat membahayakan keselamatan umum dan harus ada pemberitahuan tertulis selambat-lambatnya 3×24 jam serta ada penanggungjawab kegiatan.

“Sedangkan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Panitia Jalan Sehat warga Solo akan dilaksanakan pada tanggal 9 September 2018 di Jalan Sepanjang Depan Masjid Kota Barat Surakarta, secara administrasi sudah sesuai dengan UU tersebut jika dilihat tempat umum, surat pemberitahuan, penggung jawab kegiatan, dan Surat komitmen untuk tetap menjaga kondusifitas keamanan dan kebersihan kota Solo sudah dikirimkan ke Polri,” paparnya.

“Surat pemberitahuan ke Polsek Banjarsari dan Polresta Surakarta dikirim tanggal 17 Agustus 2018 ditandatangani oleh ketua panitia Dadyo Hasto sedangkan surat pemberitahuan ke Polda Jateng sudah dikirim tanggal 20 Agustus 2018,” sambung Endro

Lebih lanjut, menurut Endro, Haornas bukanlah termasuk libur nasional, yang termasuk hari libur nasional adalah.

Sedangkan terkait penolakan terhadap kehadiran Neno Warisman dan Ahmad Dhani, hingga saat ini pihak panitia belum mendapatkan alasan yang sah dan meyakinkan atas penolakan tersebut.

“Untuk itu dengan berpijak pada Hak Asasi Manusia yang dijamin dalam UUD 1945 dan Undang Undang No 9 Tahun 1998, maka kami berharap acara ini akan terselenggara dengan aman, lancar dan tertib,” tandasnya.

Ansharusyariah Jateng Siap Kawal Jalan Sehat Haornas Umat Islam Soloraya

SOLO (Jurnalislam.com) – Terkait adanya penolakan dan ancaman pembubaran dari kelompok intoleran terhadap aksi Jalan Sehat Haornas Umat Islam di Solo, Amir Jama’ah Ansharusyariah Jawa Tengah Ustadz Surawijaya menegaskan akan mengerahkan personelnya untuk menyuksekkan acara tersebut.

“Kegiatan jalan sehat ini banyak manfaatnya, salah satunya menjalin ukhuwah Islamiyah, dan oleh orang-orang yang tidak sepakat akan digagalkan, maka kami selaku penggurus Jama’ah ansharusyariah Jawa Tengah mendukung kegiatan tersebut secara all out,” kata ustaz yang akrab disapa Cak Rowi kepada Jurnalislam.com, Sabtu (8/2018) di Solo.

“Seluruh penggurus dan anggota akan kita libatkan untuk pengamanan acara tersebut,” sambungnya.

Ia menjelaskan, acara tersebut adalah murni kegiatan keumatan dan sudah mendapatkan izin dari instansi terkait. “Jadi tidak ada alasan untuk menolaknya,” tegasnya.

Cak Rowi menegaskan, justru pihak-pihak yang menolak acara itulah yang tidak menginginkan kebaikan di Solo. “Saya yakin itu perbuatan orang-orang yang tidak mengiginkan kebaikan di kota Solo atau mereka yang gerah dengan suhu politik di Solo,” terangnya.