Peserta Aksi Bela Uighur Wonosobo Diserang Saat Hendak Shalat Dzuhur

WONOSOBO (Jurnalislam.com) – Peserta Aksi Solidaritas Muslim Uighur diserang sekelompok massa berpakaian hitam-hitam di halaman Masjid Al-Huda Sudagaran, Wonosobo, Ahad (30/12/2018) siang.

Menurut korlap Aksi Solidaritas Muslim Uighur, Muntako, massa berjumlah puluhan orang dan mengunakan seragam ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN). Mereka tiba-tiba mendatangi peserta aksi yang akan melakukan shalat berjamaah di Masjid Al-Huda .

“Di situ kami mau shalat dzuhur berjamaah, kami pikir sudah tidak ada apa-apa, tapi tanpa disangka ketika adzan dzuhur berkumandang saya melihat rombongan PGN itu konvoi mendekati masjid lalu berhenti dan menyerang kami, yang maju ke kita ada sepuluhan lebih, cuma yang dibelakang itu sekitar limpuluhan,” katanya saat dihubungi Jurniscom, Ahad (30/12/2018) malam.

Lebih lanjut Muntako mengatakan, massa PGN juga berusaha merebut bendera tauhid dari seorang anak kecil yang ikut dalam aksi bela Uighur. Saat itu, katanya, suasana sempat memanas dan sempat anarkis.

“PGN berusaha merebut bendera tauhid, kalau kita lihat al Liwa dan Ar Raya itu ya, berusaha merebut dari anak kecil dimana anak kecil itu menangis dan trauma,” ujarnya.

“Alhamdulillah respon kita cepat dan terjadi tarik-menarik namun berhasil kita amankan lagi, bahkan sempat terjadi baku hantam,” ungkap Muntako.

Muntako mengaku tidak tahu penyebab penyerangan itu. Ia pun geram dan akan melaporkan kasus ini kepada kepolisian.

Sebelumnya, ratusan massa melakukan aksi solidaritas untuk Muslim Uighur di depan Masjid Al-Huda Sudagaran, Kabupaten Wonosobo. Mereka melakukan longmarch dan menyampaikan orasi di Taman Plaza. Setelah itu mereka kembali ke Masjid Al-Huda. Aksi berjalan tertib dan lancar.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=c1tBzTD-ly8[/embedyt]

Pasang Baliho Besar, Almumtaz Ajak Warga Tasik Tak Tahun Baruan

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) memasang baliho besar berisi ajakan untuk tidak merayakan pergantian tahun. Baliho berukuran 4×6 meter itu dipasang salah satu jalan di pusat kota Tasikmalaya, Jl. Gunung Sabeulah, Cihideng pada Sabtu (29/12/2018) malam.

“Ini dalam rangka dakwah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya memahami batasan-batasan dalam aqidah Islam dan seruan untuk menjauhi maksiat dan tabdzir (mubazir-red),” kata Sekjen Almumtaz, Abu Hazmi kepada Jurniscom, Ahad (30/12/2018).

Abu Hazmi menambahkan, pemasangan baliho dakwah itu juga sebagai bentuk dakwah kreatif Almumtaz melalui media periklanan di Kota Tasikmalaya.

Ketika disinggung soal pendanaan, Abu Hazmi mengatakan, pembiayaan iklan tersebut murni dari swadaya umat.

“Tidak ada sponsor, ini dibiayai dari swadaya umat khususnya ormas, OKP, dan lembaga-lembaga yang tergabung dalam Almumtaz yang saat ini sudah ada 70 organisasi lebih,” paparnya.

Baliho ajakan tidak tahun baruan

Dia juga menuturkan, belum ada reaksi negatif dari pihak lain terkait pemasangan baliho dakwah tersebut.

“Alhamdulillah respon masyarakat sejauh ini positif, sampai saat ini belum ada penolakan dari pihak manapun,” pungkasnya.

Baliho tersebut bertuliskan “Sukseskan Gerakan Tidak keluar malam tahun baru”. Tertulis juga di tengah-tengahnya sebuah hadits tentang larang menyerupai suatu kaum.

Hadits tersebut dikaitkan dengan masih banyaknya umat Islam yang merayakan pergantian tahun masehi yang disebut Almumtaz sebagai kebiasaan kaum non muslim.

Di bagian bawah baliho nampak logo-logo organisasi yang mendukung gerakan tersebut.

Ibnu Fariid

Ini Daftar Pemda yang Mengimbau Warganya Tak Adakan Pesta Tahun Baru [INFOGRAFIK]

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah pemerintah daerah mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk tidak mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang tidak bermanfaat. Beberapa diantaranya secara tegas melarang perayaan tahun baru dalam bentuk apapun.

Berikut ini sejumlah pemerintah daerah yang mengeluarkan imbauan tentang perayaan tahun baru :

  1. Kota Solo
    Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 334/3826 tentang Pelaksanaan Perayaan Tahun Baru 2019.
  2. Kota Banda Aceh
    Larangan ini merupakan hasil kesepakatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Banda Aceh.
  3. Kabupaten Aceh Barat
    Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) setempat, resmi melarang perayaan tahun baru 2019 Masehi.
  4. Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)
    Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Abdya menghimbau masyarakat di wilayah ini untuk tidak merayakan malam pergantian tahun.
  5. Kabupaten Agam
    Surat Edaran Bupati Agam Nomor : 400/933/kesra/XII/2018 tentang pergantian tahun baru masehi di Kabupaten Agam.
  6. Kabupaten Aceh Tenggara
    Surat Edaran Bupati nomor SE/20/2018
  7. Aceh Tenggara
    Surat Edaran itu bernomor SE/20/2018. Surat itu mengatur larangan bagi masyarakat muslim di Aceh Tenggara untuk merayakan natal dan tahun baru 2019.
  8. Kota Langsa
    Surat larangan merayakan pergantian tahun baru ini dikeluarkan Dinas Syari’at Islam Kota Langsa pada 21 Desember 2017 dengan nomor 450/1000/2017 ditandatangani oleh kepala Dinas, Ibrahim Latif.
  9. Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo
    Surat edaran, Nomor : 800/BKPPD/619/XII/2017 ditandatangi langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bone Bolango, Ishak Ntoma.
  10. Kota Palu
    Wakil walikota Palu, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu, tidak memperbolehkan warganya menggelar perayaan tahun baru selain dzikir.
  11. Kota Bengkulu
    Surat Himbauan Nomor:456/297/ B.Ill / 2018 tentang Pergantian Tahun Baru Masehi di Kota Bengkulu.
  12. Kabupaten Sarolangun
    Pemkab menerbitkan Surat Instruksi No.460/0954/Bina-Kesra/2018, tentang tidak merayakan malam tahun baru.
  13. Kabupaten Bungo
    Surat Intruksi Bupati melarang warganya merayakan Tahun Baru.
  14. Kabupaten Pasaman
    Surat Imbauan Bupati
  15. Kabupaten Gayo Lues
    Dianggap tidak bermanfaat dan bertentangan dengan Syariat Islam, Bupati Gayo Lues, H Muhammad Amru, mengeluarkan surat edaran nomor, 003/2490/2018, tertanggal 21 Desember 2018, tentang Larangan Perayaan Pergantian Tahun Baru.
  16. Kota Bima
    Surat Edaran No.451.15/215/03.2/2018, tentang Muhasabah, Dzikir & Do’a menjelang tahun baru 2019 Masehi.
  17. Kota Denpasar
    Surat Edaran Nomor 300/3036/Satpol.PP/2018 yang telah ditandatangani Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar.
  18. Pemprov DKI Jakarta
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Plt Kadisparbud, Asiantoro mengatakan, warga tidak diizinkan untuk menggelar pesta kembang api pada malam pergantian tahun. Pemprov DKI akan mengisinya dengan acara nikah massal dan tausyiah.
  19. Pemprov Jawa Barat
    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau masyarakat tidak menggelar perayaan pergantian tahun baru 2019 secara berlebihan. Dia mengajak masyarakat untuk merenung di tengah banyaknya bencana alam yang menimpa beberapa wilayah di Indonesia. 
  20. Kota Bandung
    Pemkot Bandung tidak akan merayakan malam pergantian tahun dengan pesta kembang api. Pemkot hanya akan menggelar dzikir dan doa bersama dengan sejumlah ulama.
  21. Kota Tasikmalaya
    Surat Edaran Walikota Tasikmalaya Nomor:045.4/3194/KESBANGPOL/2018 tentang Perayaan Pergantian Tahun Baru Masehi di Kota Tasikmalaya.
  22. Kota Tangerang Selatan
    Surat Edaran dengan Nomor 338/3100/Pem, tentang Mengimbau Menyambut Tahun Baru 2019, tertanggal 28 Desember 2018
  23. Provinsi Sulawesi Selatan
    Surat Edaran Nomor:338/8477/B.KESBANGPOL
  24. Kota Malang
    Surat imbauan bernomor 730/4146/35.73.406/2018
  25. Kota Surabaya
    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berharap warga merayakannya dengan tidak berlebihan. Itu dikarenakan banyak musibah yang terjadi di beberapa daerah di Jatim.
  26. Kabupaten Pamekasan
    Surat Edaran Nomor:003.2/620/432.305/2018
Infografik sejumlah pemerintah daerah yang mengimbau warganya untuk tidak menggelar pesta tahun baru

Update Jumlah Korban Tsunami Selat Sunda: 431 Meninggal [INFOGRAFIK]

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, jumlah korban tewas akibat tsunami Selat Sunda bertambah. Hingga hari ini, korban tewas tercatat 431 orang.

“Hingga H+7 pada 29/12/2018 tercatat korban tsunami di Selat Sunda adalah 431 orang meninggal dunia, 7.200 orang luka-luka, 15 orang hilang, dan 46.646 orang mengungsi,” kata Sutopo Purwo dalam keterangannya, Sabtu (29/12/2018).

Selain itu, 1.527 unit rumah rusak berat, 70 unit rumah rusak sedang, 181 unit rumah rusak ringan, 78 unit penginapan dan warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak dan beberapa kerusakan fasilitas publik. Korban dan kerusakan material ini berasal dari lima Kabupaten yaitu Pandenglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus.

“Jumlah korban dan dampak bencana paling banyak terjadi di Pandeglang. Tercatat 292 orang meninggal dunia, 3.976 orang luka-luka, 8 orang hilang, dan 33.136 orang mengungsi,” ujarnya.

Kondisi pengungsi masih memerlukan bantuan. Pengungsi memerlukan bantuan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, MCK, pakaian layak pakai, selimut, tikar, pelayanan medis, dan lainnya. 

Sutopo menambahkan bantuan logistik terus dikirim. Namun, terkendala distribusi ke titik pengungsian yang aksesnya cukup sulit dijangkau dan cuaca, khususnya di daerah Sumur.

“Untuk membantu proses evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban di Sumur maka dikerahkan 31 alat berat berupa 9 unit excavator, 1 unit greader, 4 unit loader, 3 unit tronton, dan 14 unit dump truck. Tiga helikopter dikerahkan untuk mengirim logistic dari udara,” ujarnya.

Sementara di Kabupaten Serang tercatat 21 orang tewas, 247 orang luka-luka, dan 4.399 orang mengungsi. Di Lampung Selatan, 116 orang meninggal dunia, 2.976 orang luka-luka, 7 orang hilang dan 7.880 orang mengungsi. Sedangkan di Pesawaran tercatat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka dan 231 orang mengungsi, dan di Tanggamus 1 orang meninggal dunia dan 1.000 orang mengungsi.

“Jumlah pengungsi pada malam hari sering lebih banyak daripada siang. Sebab pada siang hari sebagian pengungsi bekerja atau kembali ke rumahnya, pada malam hari kembali ke tempat pengungsian,” pungkasnya.

Infografik data korban sementara akibat tsunami di Selat Sunda

Tak Ada Pesta Kembang Api, Pemprov DKI Gelar Nikah Massal pada Malam Tahun Baru

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemprov DKI Jakarta akan menggelar acara nikah massal pada malam pergantian tahun 2018. Menurut Plt Kadisparbud DKI Jakarta, Asiantoro, dalam acara tersebut KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym akan menyampaikan tausyiah.

“Kita rayain sederhana sambil dengar ceramah Aa Gym, kan nanti Aa Gym memberikan tausiah tuh,” katanya kepada Jurniscom, Jumat (28/12/2018).

Pemprov DKI juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggelar pesta kembang api. “Kita kan emang gak menyelenggarakan pesta kembang api. Buat masyarakat yang ingin ke daerah Thamrin, gak perlu lah nyalain kembang api. Karena kita emang gak ada izin untuk (pesta) kembang api,” ujarnya.

Asiantoro juga meluruskan adanya kabar yang mengatakan bahwa Gubernur Anies membatalkan pesta kembang api pada malam tahun baru. 

“Hoaks itu, yang jelas acara tahun baru ini akan ada acara nikah massal di Thamrin10 Jakarta Pusat,” kata Plt Kadisparbud DKI Jakarta, Asiantoro saat dihubungi Jurnalislam.com, Jumat (28/12/2018).

Sebelumnya, Asiantoro telah menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan menggelar panggung hiburan di lima titik kawasan Jakarta Pusat untuk memeriahkan malam pergantian tahun tersebut.

Lima titik tersebut adalah Thamrin10, Bundaran HI, Wahid Hasyim, Sarinah, hingga bagian barat daya Monas.

“(Hanya) musik tradisi dan modern. (Seperti) ondel-ondel iya, gambang kromong, ada bazar UKM deket Thamrin 10,” pungkasnya.

 

 

ECR dan IMH Serahkan Bantuan untuk Korban Tsunami di Pandeglang

PANDEGLANG (Jurnalislam.com)– Emergency And Crisis Response (ECR) dan International Medical Humanity (IMH) menyalurkan bantuan dan memberikan layanan pengobatan gratis kepada para warga terdampak tsunami di Desa Kadu Apus, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (26/12/2018).

Sekjen ECR, Abu Faris mengatakan, aksi sosial tersebut merupakan salah satu program rutin ECR di wilayah yang terkena dampak bencana alam. Kali ini, katanya, ECR mendirikan posko di daerah Caringin dan sudah melakukan implementasi di beberapa titik terdampak bencana tsunami.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat kembali memberikan bantuan kemanusiaan dan layanan kesehatan gratis untuk para korban, rata-rata para pengungsi mengalami trauma,” katanya kepada Jurniscom, Rabu (26/12/2018).

“Ada sekitar 140 pengungsi yang berada di desa Kadu Apus ini yang mereka mayoritas dari kecamatan Labuan yang dekat dengan pantai,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua RT desa Kadu Apus Ocim mengaku senang atas aksi sosial yang dilakukan relawan ECR, ditemui usai memeriksakan kesehatan, Ocim mengucapkan terima kasih kepada ECR yang sudah memberikan bantuan dan layanan kesehatan gratis yang ada di wilayahnya.

“Terima kasih ya pak telah memberikan bantuan kepada kami, semoga para relawan diberkahi,” ungkapnya.

Desa Kadu Apus sendiri berjarak sekitar 5 Km dari pesisir pantai Carita, koltur wilayah pegunungan membuat warga memilih untuk mengungsi di daerah tersebut karena dianggap aman dari terjangan ombak tsunami.

Paska Tsunami, 212 Mart Cilegon Jadi Toko Favorit Berbelanja Relawan

CILEGON (Jurnalislam.com) – 212 Mart Cilegon menjadi salah satu supermarket grosir favorit para relawan untuk berbelanja kebutuhan para pengungsi terdampak Tsunami Banten. 212 Mart merupakan minimarket yang berdiri pada tahun 2017 pasca adanya Aksi Bela Islam 212 pada tahun 2016 yang lalu.

Kebutuhan mendesak para pengungsi seperti Popok Bayi, Susu Bayi, mie instan, minyak telon, perlengkapan mandi hingga jajanan khas Banten tersedia di 212 Mart Cilegon yang terletak di Jalan Letjen Suprapto No. 25 D, Kota Cilegon itu.

Doni, salah satu kasir 212 Mart Cilegon mengatakan, paska bencana tsunami yang melanda Selat Sunda, banyak relawan yang datang untuk berbelanja kebutuhan para pengungsi.

“Sudah sejak hari ahad rame mas, rata rata mereka yang beli popok bayi, susu, minyak telon, mie instan,” katanya kepada Jurniscom, Selasa (25/12/2018).

“Yang beli rata rata relawan dari luar wilayah Banten,” sambung Doni.

Sementara itu, relawan Emergency And Crisis Response (ECR) yang sedang berbelanja di 212 Mart Kelik Subagyo mengaku bangga dapat berbelanja di 212 Mart, menurutnya, 212 Mart merupakan salah satu simbol kebangkitan dan persatuan umat.

“Alasannya yang pertama 212 Mart jadi saudara muslim kita, kedua harganya terjangkau, pelayanan baik, dan yang tak kalah penting 212 Mart ini tercipta karena gerakan kebangkitan umat Islam,” katanya.

Demo Besar ke Kedubes Cina

Penulis : M Rizal Fadillah

Perlakuan Pemerintah RRC kepada muslim Uyghur sudah keterlaluan dan itu adalah kejahatan kemanusiaan. Umat Islam se dunia harus melakukan tekanan atas kejahatan negara komunis ini. RRC yang secara hegemonik menguasai perkonomian dunia merasa yakin tak akan ada reaksi signifikan. Ia telah mampu menciptakan ketergantungan pada dunia, termasuk dunia Islam. Pemerintah-pemerintah menjadi sungkan atau takut bereaksi, apalagi menekan. Kondisi psiko-politis ini benar benar dimanfaatkan oleh Pemerintah RRC untuk tidak ragu melakukan penindasan dan kekejaman-kekejaman.

Termasuk Indonesia. Betapa hutang, investasi, atau ‘bantuan’ lain telah membuat penjajahan terselubung pada bangsa dan negara. Penguasa menjadi kolaborator kepentingan China di tanah air. Karenanya sulit untuk berharap Pemerintah melakukan tekanan atau perlawanan. Tak ada pembelaan nyata pada muslim Uyghur yang mengalami genosida. Politik luar negeri yang bebas dan aktif hanya slogan normatif. Faktanya ketergantungan dan diplomasi pasif. Memang negara dipimpin oleh figur-figur bermental budak. Beraninya menekan dan menakuti rakyatnya sendiri, keluar persis seperti tikus cerurut, pengecut.

Tumpuan kekuatan ada pada masyarakat dan rakyat Indonesia itu sendiri. Solidaritas muslim perlu ditunjukkan. Meski belum ada pengungsi Uyghur dan lainnya datang ke negeri kita, tapi kita meyakini mereka adalah saudara kita. Saudaranya sakit, kita ikut merasakan sakit pula. Langkah awal adalah unjuk rasa. Perlu menekan Pemerintah China dengan membawa aspirasi rakyat ke Kedubes RRC di Jakarta. Demonstrasi tertib damai untuk kedamaian dunia. Jika 212 tanpa komando umat bisa bergerak. Cukup dengan agenda. Insya Allah rakyat khususnya umat Islam akan rela bergerak berpartisipasi dari penjuru negeri menyuarakan keprihatinan kepada Pemerintah RRC. Di waktu yang ditentukan.

Dengan aspirasi ini kiranya Pemerintah kita diharapkan akan menjadi lebih berani untuk melaksanakan amanat konstitusi. Sekalìgus pembelajaran bahwa sikap tergantung itu berbahaya dan menggerus kedaulatan negara. Saatnya melepas China sebagai “majikan” ekonomi dan politik. Mereka adalah negara komunis yang membawa misi menyebarkan faham komunisme ke berbagai belahan dunia. Ekonomi hanya kendaraan. Indonesia jangan jadi korban (lagi).

Bau komunisme di negeri kita saat ini tak bisa dilepaskan dari pengaruh besar negara komunis China. Waspadalah.

Syukuran Rakyat

Penulis: M Rizal Fadillah

Ini ceritra lokal tapi bergaung Nasional. Penangkapan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar oleh KPK. Peristiwa biasa yang menghiasi dunia jabatan yang tidak “husnul khotimah”. Banyak pejabat pusat ataupun daerah yang mengalami hal yang sama, berurusan dengan KPK karena dugaan korupsi. Yang menarik adalah ekspresi kegembiraan masyarakat Cianjur atas tertangkapnya sang pemimpin daerahnya tersebut. Secara demonstratif sebagian dari komunitas warga mengadakan acara syukuran.

Yang unik viral di medsos, Bupati Cianjur ini beberapa waktu sebelum OTT oleh KPK secara jelas dan terang terangan nampak mengarahkan para Ketua RW dan RT agar dalam Pilpres 2019 nanti memilih Capres petahana. Bahkan bagi yang membelot akan “ditagih di akherat”. Ekspresi peserta rapat ada yang menggambarkan sikap tak suka pada arahan tersebut. Pak Bupati memang tergambar sangat “menjilat” Presiden.

Gembira atau bahagia ketika pemimpin menderita adalah ironi. Bukan empati, justru “disyukuri”. Ini pelajaran berharga bagi siapapun pemimpin di negeri ini. Pemimpin yang baik adalah yang disukai dan dicintai, pemimpin yang merasakan kesulitan rakyatnya. Berlaku adil dan berjuang bersama. Bukan berlaku zalim dan gemar menggiring dan mengarah-arahkan. Masyarakat dan bawahan itu bukan obyek tapi mitra. Kita sering melihat kepala daerah angkuh dan sok menjadi komandan pada aparat bawahannya. Memerintah ini dan itu, padahal kursi jabatannya itu baru saja diduduki.

Kepemimpinan yang tidak adil akan diberi sanksi oleh Allah SWT.
“Sesungguhnya manusia yang dicintai Allah di hari kiamat dan dekat dengan Allah adalah pemimpin yang adil, sedangkan manusia yang dibenci Allah di hari kiamat dan jauh dari Allah adalah pemimpin yang tidak adil (zalim)” (HR Tirmizdi).
Jika Allah sudah benci dan dijauhkan si pemimpin, maka hamba-hamba Allah pun akan membenci dan menjauhinya pula. Tak ada orang yang suka pada pemimpin sombong dan tidak adil. Apalagi pembohong.

Spesial bagi pemimpin yang membohongi rakyatnya, maka laknat Allah dikenakan padanya. Tempatnya pun Neraka. “Siapapun pemimpin yang menipu dan membohongi rakyatnya, maka tempatnya Neraka” (HR Ahmad).

Mengingat beratnya ancaman, maka janganlah pemimpin negara di berbagai tingkat mengenteng-entengkan masalahp urusan, menganggap biasa biasa saja, bahkan dusta pun dimaklumi. Toh tak ada kekuasaan yang bersih, dalihnya. Keliru besar. Justru di ranah politik dan pada jabatan yang ‘terhormat’ itulah banyak jurang-jurang yang bisa menjatuhkan dan menghinakannya.

Kini baru ada Bupati yang bermasalah hukum dimana rakyatnya syukuran. Nah bukan tak mungkin esok Gubernur atau Presiden yang dinilai tak adil dan abai pada masalah keumatan akan “disyukuri” juga oleh rakyatnya. Karenanya jika sudah banyak bully, karikatur, atau cuitan yang mengkritik tajam kepemimpinannya. Lalu segala kebijakan yang diambil dirinya atau lingkarannya, selalu seperti salah terus, kontroversi, atau menciptakan kegaduhan, maka siap-siaplah ia masuk dalam kategori pemimpin pendusta, tidak becus dan tidak disukai oleh rakyat. Nah kini repotnya adalah, bahwa ia tidak lagi berhadapan dengan manusia, Allah lah lawan tandingnya. Pasti ia akan kalah lalu kekuasaannya dicabut dengan paksa dan ia pulang dengan mengenaskan.

Sinergi dengan BMH, Remaja Jakarta Salurkan bantuan untuk Palu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Bertempat di Masjid Jakarta Garden City (JGC) Jakarta Utara, kumpulan Remaja Jakarta Peduli yang masih berstatus Sekolah Menengah Atas (SMA) turut membantu meringankan beban saudara kita pasca gempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi.

Donasi yang terkumpul tersebut diamanahkan kepada Lembaga Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Pusat, Senin, (17/12/2018).

Koordinator Komunitas Remaja Jakarta Peduli, Nadya Hairulnisa mengatakan, bilamana kumpulan yang digandrungi ini baru berdiri saat terjadi bencana di Palu-Donggala, “Kita baru berdiri, namun alhamdulillah bisa berjalan lancar dan komunitas ini akan terus berlanjut untuk program sosial,” jelas siswi SMAN 115 Jakarta.

Sudah 2 kali, lanjut Nadya, kita sinergi dan menyalurkan bantuan kepada BMH, “Harapannya BMH semoga berkenan menerima apa yang kami salurkan kepada warga yang membutuhkan, insya Alloh BMH terpercaya dan kami terus bekerja sama” ungkapnya.

Penyaluran ini diterima langsung oleh perwakilan BMH, Andre Rahmat, “Terimakasih banyak atas kepercayaan dan akan segera kami salurkan untuk kebutuhan warga Palu-Donggala” ucapnya.