Berjalan Miring

Penulis : M Rizal Fadillah

JURNISCOM – Seolah hebat Bawaslu melakukan pemeriksaan kepada Gubernur Anies Baswedan atas “pelanggaran” mengacungkan dua jari sebagai simbol dukungan pada pasangan Prabowo Sandi. Demikian gagah dan patriotik mengadili pelanggar hukum. Betapa berfungsinya pengawasan pemilu seolah bakal terjamin pemilu yang adil dan jujur. Para pengawas pemilu diisi oleh sumberdaya manusia yang mumpuni, bersih, disiplin, konsisten, ya hebat lah. Sekelas Anies Baswedan saja tuh bisa kami adili…!

Di sisi lain ketika Luhut Binsar sang Menteri mengajak peserta konferensi IMF bersama-sama mengacungkan satu jari sebagai dukungan kepada pasangan Jokowi Ma’ruf, Bawaslu tak ada reaksi. Jangankan mengadili ditegur pun tidak. Begitu juga ketika di berbagai daerah secara terang-terangan Kepala Daerah baik Gubernur ataupun Bupati mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi Ma’ruf. Dibolehkan Mendagri. Bawaslu adem adem juga. Tak ada reaksi. Maklum mungkin yang didukung Bapak Presiden, jadi boleh dan biarkan saja. Itu kan aspirasi.

Setelah KPU yang dikritisi habis karena melakukan “operasi penyelamatan” untuk pasangan Jokowi Ma’ruf, kini giliran Bawaslu (dan Panwaslu) yang menunjukkan sikap pemihakkan kepada pasangan momor satu ini. Jika penyelenggara dan pengawas sudah terkooptasi dan berjalan miring begini, lalu pemilu apa yang bisa diharapkan rakyat. Bersih, jujur, adil ? Meski peristiwa Anies kasuistis tapi pembiaran kepala-kepala daerah lain melakukan hal yang sama, secara demontratif lagi, maka hal ini lebih dari sekedar kasuistis. Telah menjadi pola dan modus. Modus ketidakadilan.

Dalam kontek pengawasan Bawaslu dan Panwaslu mesti melakukan evaluasi dan standarisasi pengawasan. Jika hendak melaksanakan tugas dan fungsi dengan konsisten, maka tentu dituntut untuk melakukannya dengan “tanpa pandang bulu”. Pelanggaran banyak terjadi dimana-mana mulai dari pemasangan atribut kampanye, kampanye di tempat yang tidak diperbolehkan, hingga keikut sertaan pejabat publik berkampanye tanpa mengindahkan aturan. Tidak boleh tebang pilih.

Memang disadari kita belum sempurna. Ada kekurangan jumlah dan mungkin profesionalisme dalam pola pengawasan. Hanya saja jangan menunjukkan sikap tendensius dan mencolok mata dalam mempraktekkan ketidakadilan. Penanganan “kasus” Anies Baswedan terbaca begitu sarat dengan nuansa kepentingan politik kebencian dan ketidakadilan. Jika pengawas berjalan miring, maka akan muncul pertanyaan “Siapa yang mengawasi pengawas..?”

Tentu Allah lah yang Maha Adil dan Maha Melihat. Mereka yang berjalan miring di dunia akan dimiringkan diakherat. Artinya bukan tidak berakibat. Namun tidak semua akibat dirasakan di akherat tapi juga akan dibuktikan di dunia ini. Karenanya sangat tegas ayat-Nya “Wamakaruu wamakarallah, wallahu khoirul maakiriin” (Qs 3:54). Rencana Allah yang akan terbukti. Penjahat pasti dihukum dan mereka yang sabar dan berbuat baik berhak mendapat pahala.
Kemenangan dalam waktu dekat.

Ungkap Penindasan di Cina, Ulama Uighur Kunjungi Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Indonesia mendapat kunjungan sejumlah Ulama dan Aktivis Muslim Uighur (Turkistan Timur) pekan ini.

Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur di Istanbul, Turki, Seyit Tumturk, menjelaskan kedatangannya di Indonesia dalam acara ‘Kesaksian Muslim Uighur’ di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Kamis (9/1/2019) malam.

Selain ke AQL dan mengunjungi korban gempa di Pandeglang, Tumturk yang saat ini tinggal di Turki, serta Cililova, dan lainnya, akan menyampaikan kesaksian (testimoni) terkait penindasan dan siksaan yang dialami Muslim Uighur di tahanan Kamp Konsentrasi Cina.

Testimoni itu rencananya akan disampaikan melalui audiensi, di antaranya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Muhammadiyah, DPR RI, dan juga dijadwalkan menyapa warga Bandung serta bersilaturahim dengan tokoh-tokoh Islam di Kota Paris Van Java itu.

Seyit Tumturk dan Gulbakhar Cililova dijadwalkan pula menjadi narasumber dalam acara diskusi publik bertajuk ‘Kesaksian dari Balik Tembok Penjara Uighur’ di Jakarta pekan ini. Akan hadir sebagai pembicara para tokoh serta aktivis HAM internasional dan Indonesia.

Di samping itu, mereka akan diterima media nasional dan asing di Jakarta serta organisasi Jurnalis Islam.

Sementara, pekan ini pula, rombongan Ulama Uighur/Turkistan Timur disertai aktivis lainnya mengunjungi Indonesia. Para Ulama dan aktivis Muslim Uighur yang akan melakukan serangkaian silaturahim itu adalah:

1. Dr Ataullah Shahyar (Presiden Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur, Dosen Universitas Marmara, Istanbul, Turki).
2. Dr Abdussalam Alim (Ketua Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur di Australia)
3. Syaikh Sirajudden Azizi (Wakil Presiden Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur dan President Uyghur Research Foundation).
4. Abdulahad Ucat (Sekjen Persatuan Ulama Turkistan Timur/Uighur).
5. Hidayet Oguzhan (President of East Turkistan Maarif Association, Ketua Persatuan LSM Turkistan Timur).

Selain melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh, ormas/lembaga-lembaga Islam di Indonesia dan DPR RI, rombongan Ulama dan aktivis Uighur ini juga akan bersilaturahim dengan organisasi Jurnalis Islam. (MUS/INA)

Diduga Lecehkan Cadar dan Ulama, Oknum Banser Sukoharjo Dilaporkan

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)– Ketua Majelis Mujahidin (MM) Klaten, Ustaz Bony Azwar bersama elemen umat Islam Soloraya melaporkan Gangga Bagus Bagaswara ke Polresta Sukoharjo, Selasa (8/1/2019). Gangga dilaporkan atas dugaan penodaan agama dan penghinaan terhadap ulama yang dilakukannya dalam akun facebook miliknya.

Menurut Ustaz Bony, Gangga yang juga anggota Banser Sukoharjo ini telah melakukan penghinaan terhadap Wasekjen MUI Pusat KH Tengku Zulkarnain. Selain itu, pada salah satu RS Islam tempat Gangga bekerja, ia diketahui pernah melakukan penghinaan yang serupa perihal jilbab dan cadar.

 “Hingga pada hari ini, kami mengharap agar tersangka diproses secara hukum agar jadi pelajaran bagi siapapun, karena selama ini kita lihat, Gangga-Gangga seperti yang lainnya ini setelah diingatkan hanya sekedar minta maaf, materai diatas kertas kemudiaan muncul ditempat tempat lain,” katanya kepada Jurnis, Selasa (8/1/2019).

“Yang kita sayangkan ternyata si ternyata di tempat ia bekerja dia ini pernah juga menghina berkenana n dengan masalah jilbab, berkenaan masalah cadar, dan diingatkan oleh tempat dia bekerja kemudian tidak membuat dia menjadi jera,” imbuhnya.

 

Ia berharap apa yang dilakukannya dapat membuat efek jera buat pelaku.

“Maka dengan ini kami proses secara hukum agar tidak ada lagi yang mencoba menistakan agama islam, dan telah menghina ulama kita,” imbuhnya.

“Laporkan kita adalah UU ITE, penodaan agama 156a KUHP, kemudian kita diminta untuk membuat aduan dulu, yang segera diberikan kepada Kapolres, kemudian turun kepda Kasatreskrim dan kemudian kita akan dipanggil sebagai saksi pelapor,” tandasnya.

Selama 2018 KPAI Terima 4.885 Pengaduan, Kekerasan Seksual Tertinggi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat jumlah pengaduan kasus anak selama 2018 sebanyak 4.885 kasus. Kasus anak berhadapan dengan hukum menduduki urutan pertama, yakni 1.434 kasus, disusul kasus terkait keluarga dan pengasuhan anak sebanyak 857 kasus.

Menurut Komisioner KPAI Putu Elvina, kasus anak berhadapan dengan hukum didominasi kekerasan seksual.  Anak laki-laki mendominasi sebagai pelaku dibandingkan anak perempuan.

“Kasus ABH ini terjadi tidak ada faktor tunggal. Ada faktor pendorong anak melakukan kejahatan, didominasi oleh teman, kebebasan yang berlebihan, dan media sosial,” kata Putu, di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Selasa (08/01/2019).

Putu menjelaskan anak yang terpapar pornografi melalui media sosial biasanya mengarah pada pencabulan dan pemerkosaan. Selain itu, Putu menilai kurangnya dasar agama yang dimiliki anak tersebut. 

“Ini di 15 Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang kami teliti, apa yang mendorong mereka melakukan kejahatan,” kata Putu. 

Selain itu, banyak juga kasus anak melakukan pencurian dan tawuran. Salah satu yang cukup meresahkan adalah fenomena klitih di Yogyakarta.

Putu menyebut kejahatan klitih cukup membahayakan karena bisa berujung pada pembunuhan. Baik fenomena klitih ataupun pornografi, seluruhnya tidak dipengaruhi oleh satu faktor saja.

Karena itu, Putu menilai yang wajib menjaga anak dari perbuatan kejahatan bukan hanya dari polisi. Namun, ia mengatakan, masyarakat di mana anak itu berada. 

Ketua KPAI Susanto mengatakan, kasus soal keluarga dan pengasuhan didominasi kasus pelarangan bertemu orang tua dan kasus perebutan hak asuh anak. Selanjutnya, kasus pornografi dan kejahatan siber di posisi ketiga dengan 679 kasus.

Untuk masalah pornografi yang melibatkan anak, didominasi kasus pornografi media sosial dan kasus kejahatan seksual daring. “Korban kasus pornografi didominasi anak perempuan. Namun untuk kasus anak sebagai pelaku kepemilikan pornografi, didominasi oleh anak laki-laki,” katanya.

Di peringkat keempat, kasus pendidikan berjumlah 451 kasus. Sementara kasus kesehatan dan penyalahgunaan narkoba di posisi kelima dengan 364 kasus.

Susanto menambahkan, sebanyak 4.885 kasus anak yang dilaporkan ke KPAI tercatat meningkat dibandingkan pengaduan kasus anak di tahun 2017 yang sebanyak 4.579 kasus.

Bahkan, tren pengaduan kasus anak ke KPAI meningkat sejak tahun 2015. Menurut data KPAI, jumlah pengaduan kasus anak pada 2015 tercatat 4.309 kasus. Kemudian pada 2016 naik menjadi 4.622 kasus.

Persiapan Sebelum Safar

JURNALISLAM.COM – Manusia tak bisa lepas dari bepergian. Setiap hari kita keluar rumah untuk melakukan perjalanan dengan tujuan yang berbeda. Ada yang bepergian untuk urusan bisnis, silaturahim, atau sekedar traveling.

Aktifitas bepergian itu di dalam Islam disebut safar. Hukum asalnya mubah (boleh). Selama perjalanan itu tidak melanggar syariat, maka diperbolehkan. Allah Subhanahu wa ta’ala sendiri menganjurkan hambaNya untuk melakukan safar.

“Dialah (Allâh) yang menjadikan bumi itu mudah bagimu (untuk ditelusuri), maka berjalanlah (bepergianlah) ke segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” [Al-Mulk/67:15]

Adapun jarak tempuh suatu perjalanan disebut safar ada beberapa pendapat. Ada yang mengatakan jarak perjalanannya minimal 85km, ada juga keterangan yang menyebut jarak minimal suatu perjalanan disebut safar itu jika perjalanan tersebut memakan waktu 3 hari 3 malam berjalan kaki atau menggunakan unta.

Islam juga memberikan keringanan-keringanan (ruhsoh) bagi pelaku safar, seperti menyederhanakan shalat (jama), diperbolehkan tidak berpuasa, dll.

Safar juga disebut bagian dari azab. Ya, karena ketika safar kita kerap dihadapkan pada kesulitan seperti kurang tidur, macet, panas, dll. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda, yang artinya:

“Safar (bepergian) itu bagian dari azab. Seseorang akan terhalang (terganggu) makan, minum, dan tidurnya. Maka, bila seseorang telah menunaikan maksud safarnya, hendaklah ia menyegerakan diri kembali kepada keluarganya.”

Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui hal-hal apa saja yang harus kita lakukan agar safar kita tetap bernilai ibadah.

  1. Sholat Istikharah

Melakukan shalat istikharah terlebih dahulu untuk memohon petunjuk kepada Allah mengenai waktu safar, kendaraan yang digunakan, teman perjalanan dan arah jalan.

Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan al-Qur-an. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Apabila seseorang di antara kalian mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaklah melakukan shalat sunnat (Istikharah) dua raka’at kemudian membaca do’a:

“اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ، اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِي وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ.”

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan ke-Mahakuasaan-Mu. Aku memohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Mahaagung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahui dan Engkau-lah Yang Mahamengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendak-nya menyebutkan persoalannya) lebih baik dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya ter-hadap diriku -atau Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘…Di dunia atau Akhirat’- sukseskanlah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya terhadap diriku, atau -Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘…Di dunia atau akhirat,’- maka singkirkanlah persoalan tersebut, dan jauhkanlah aku dari padanya, takdirkan kebaikan untukku dimana saja kebaikan itu berada, kemudian berikanlah keridhaan-Mu kepadaku.” [HR. Al-Bukhari no. 1162, 6382 dan 7390]

  1. Bertaubat

Jika sudah bulat melakukan perjalanan, maka perbanyaklah taubat yaitu meminta ampunan pada Allah dari segala macam maksiat, mintalah maaf kepada orang lain atas tindak kezholiman yang pernah dilakukan, dan minta dihalalkan jika ada muamalah yang salah dengan sahabat atau lainnya.

  1. Menyelesaikan berbagai urusan

Menyelesaikan berbagai persengketaan, seperti menunaikan utang pada orang lain yang belum terlunasi sesuai kemampuan, menunjuk siapa yang bisa menjadi wakil tatkala ada utang yang belum bisa dilunasi, mengembalikan barang-barang titipan, mencatat wasiat, dan memberikan nafkah yang wajib bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Hal-hal ini perlu disiapkan karena kita tidaklah tahu ajal kita kapan menjemput. Boleh jadi saat safar, malaikat maut datang menjemput.

“Tiada hak bagi seorang muslim yang memiliki sesuatu yang di dalamnya (harus) diwasiatkan, lantas ia bermalam sampai dua malam melainkan wasiat itu harus (sudah) ditulis olehnya.” ]HR. Al-Bukhari no. 2738, Muslim no. 1627, Abu Dawud no. 2862, Ibnu Majah no. 2702, lihat Irwaa-ul Ghaliil no. 1652]

  1. Tidak Safar sendirian

Melakukan safar bersama tiga orang atau lebih. Sebagaimana hadits,

الرَّاكِبُ شَيْطَانٌ وَالرَّاكِبَانِ شَيْطَانَانِ وَالثَّلاَثَةُ رَكْبٌ

“Satu pengendara (musafir) adalah syaithan, dua pengendara (musafir) adalah dua syaithan, dan tiga pengendara (musafir) itu baru disebut rombongan musafir.” Hasan: Diriwayatkan oleh Ahmad (II/186), Abu Dawud (no. 2607), Imam Malik dalam al-Muwaththa’ (II/978) dan at-Tirmidzi (no. 1674), ia berkata: “Hadits ini hasan shahih.” Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Sil-silah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 62) dan Shahiih Sunan Abi Dawud (II/494).

Yang dimaksud dengan syaithan di sini adalah jika kurang dari tiga orang, musafir tersebut sukanya membelot dan tidak taat. Namun larangan di sini bukanlah haram (tetapi makruh) karena larangannya berlaku pada masalah adab.

  1. Mencari teman safar

Mencari teman perjalanan yang baik. Carilah orang yang mengerti agama sebagai teman di perjalanan. Karena hal itu merupakan salah satu faktor yang membuat kita diberi petunjuk oleh Allah dan juga menyebabkan diri terjaga dari berbuat kesalahan selama dalam perjalanan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamb bersabda,

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang itu akan mengikuti agama teman dekatnya. Oleh karena itu, hendaklah kalian memperhatikan siapa yang akan kalian jadikan sebagai teman dekat.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

  1. Mengangkat Pimpinan Safar

Mengangkat pemimpin dalam rombongan safar yang mempunyai akhlaq yang baik, akrab, dan punya sifat tidak egois. Juga mencari teman-teman yang baik dalam perjalanan. Adapun perintah untuk mengangkat pemimpin ketika safar adalah,

إِذَا كَانَ ثَلاَثَةٌ فِى سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُمْ

“Jika ada tiga orang keluar untuk bersafar, maka hendaklah mereka mengangkat salah satu di antaranya sebagai ketua rombongan.” Shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2609). Disha-hihkan oleh Syaikh al-Albani t dalam Shahiihul Jaami’ (no. 763) dan Shahiih Sunan Abi Dawud (II/495).

7. Mencari waktu terbaik

Dianjurkan untuk melakukan safar pada hari Kamis sebagaimana kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Ka’ab bin Malik, beliau berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – خَرَجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ فِى غَزْوَةِ تَبُوكَ ، وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju perang Tabuk pada hari Kamis. Dan telah menjadi kebiasaan beliau untuk bepergian pada hari Kamis.” Shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 2950) dan Abu Dawud (no. 2605).

Dianjurkan pula untuk mulai bepergian pada pagi hari karena waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah. Sebagaimana do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu pagi,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Atau pergi pada malam hari

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالدُّلْجَةِ فَإِنَّ الأَرْضَ تُطْوَى بِاللَّيْلِ

“Hendaklah kalian melakukan perjalanan di malam hari, karena seolah-olah bumi itu terlipat ketika itu.” [HR. Abu Dawud no. 2571, al-Hakim II/114, I/445, hasan]

8.  Shalat dua raka’at ketika hendak pergi

Sebagaimana terdapat dalam hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَخْرَجِ السُّوْءِ وَإِذَا دَخَلْتَ إِلَى مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَدْخَلِ السُّوْءِ

“Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.” HR. Al Bazzar, hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 1323

9. Berpamitan

Berpamitan kepada keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan.

Do’a yang biasa diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang hendak bersafar adalah,

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

“Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik 
(Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)” HR. Abu Daud no. 2600, Tirmidzi no. 3443 dan Ibnu Majah no. 2826

Apabila salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta wasiat karena akan bepergian maka beliau mengatakan kepadanya,

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

“Zawwadakallahut taqwa, wa ghofaro dzanbaka, wa yassaro lakal khoiro haitsuma kunta. ” HR. Tirmidzi no. 3444

Kemudian hendaklah musafir atau yang bepergian mengatakan kepada orang yang ditinggalkan,

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

“Astawdi’ukallahalladzi laa tadhi’u wa daa-i’ahu 
(Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).” HR. Ibnu Majah no. 2825.

10. Berdo’a

 ketika keluar rumah dianjurkan membaca do’a:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa hawla wa laa quwwata illa billah” 

(Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya)

Atau bisa pula dengan do’a:

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عليَّ

“Allahumma inni a’udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya” 

[Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzholimi diriku atau dizholimi orang lain, dari kebodohan diriku atau dijahilin orang lain] HR. Abu Daud no. 5094 dan Ibnu Majah no. 3884, dari Ummu Salamah

Berhemat Dengan Warung Hidup

JURNIS Kebutuhan dapur bagi seorang ibu rumah tangga, suatu hal yang sangat penting karena berkaitan dengan urusan perut anak-anaknya. Dan seharusnya menjadi hal yang sangat penting bagi seorang suami kepala rumah tangga karena berkaitan dengan urusan perut istri dan anak-anaknya yang menjadi tanggung jawabnya. Urusan perut dikatakan sangat penting karena dapat mempengaruhi ketenangan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah pun berdoa agar dihindarkan dari kefakiran :

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun kekerasan hati, lalai, berat tanggungan, kehinaan dan kerendahan. Dan aku berlindung kepadamu dari kefakiran…“ (HR. Al-Hakim dan Ibnu Hibban)

Harga-harga kebutuhan pokok yang terus menerus naik, harga sayur mayur, lauk pauk pun seolah ikut berlomba menju harga yang lebih tinggi. Sebuah langkah cerdas yang diambil oleh seorang kepala keluarga dengan tidak terjerumus dalam keluhan yang mendalam, namun lebih fokus kepada mencari solusi, agar kebutuhan tetap terpenuhi.

Banyak pilihan solusi agar terpenuhi kebutuhan keluarga, utamanya urusan perut, dan yang terpenting adalah tetap memperhatikan kehalalannya. Diantara banyaknya pilihan solusi, dapat dilakukan dari hal yang termudah dilakukan, yaitu berhemat. Berhemat bukan berarti meniadakan, namun bisa menjadi memperolehnya dengan cara yang gratis dan halal, salah satunya dengan membuat warung hidup di rumah. 

Apa itu warung hidup?

Warung Hidup adalah tanaman yang ditanam pada lahan pekarangan yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dapur seperti sayuran, bumbu dan buah-buahan. Tanaman ini bisa ditanam di pekarangan langsung, bisa juga ditanam dalam pot, poly bag, plastik bekas, karung bekas, kaleng biscuit, bekas ember cat, dan wadah lainnya. Tanaman Warung Hidup yang mudah ditanam misalnya terong, cabe rawit, tomat, daun salam, daun bawang, serai, aneka rempah, daun pandan, papaya, pohon pisang, jambu, dan sebagainya. Jika di pekarangan rumah kita memiliki warung hidup tentulah dapat mengurangi pengeluaran membeli sayuran, bumbu dan buah. Kebutuhan perut keluarga terpenuhi dan tentu sehat, apatah lagi jika diolah dengan serius, meski dengan lahan yang kecil, dapat juga menjadi penghasilan tambahan keluarga.

Berikut cara menanam beberapa Warung Hidup di pekarangan rumah :

  1. Menanam Cabe


    a. Bibit cabe
    – Membuat bibit cabe sendiri : pilih bibit cabe yang segar, kupas cabe lalu ambil bijinya, jemur dibawah sinar matahari sampai kering
    – Membeli bibit cabe di toko. Namun jika hendak menanam cabe dalam skala kecil, lebih baik membuat bibitnya sendiri. Bibit cabe yang dijual di toko biasanya dalam skala besar dan tentu saja mahal.

    b. Menyemai Cabe
    – Siapkan tempat penyemaian, contohnya polybag.
    – Masukkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1
    – Biarkan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari selama 1 minggu
    – Rendam bibit dalam air hangat selama 3 jam
    – Lalu letakkan benih pada polybag. Tutupi benih dengan tanah kira-kira 1 cm saja kedalamannya
    – Tunggu hingga benih berkecambah.
    – Kemudian mulai diperkenalkan dengan sinar matahari langsung

    c. Penanaman Cabe
    – Setelah berumur 4 pekan, pindahkan benih cabe pada lahan yang disiapkan
    – Jangan lupa untuk menggemburkan tanah lahan dan memebri pupuk
    – Berhati-hatilah saat melepas benih dari polybag agar akar tidak rusak
    – Jika tetap menggunakan polybag, gunakanlah polybag dengan diameter minimal 30 cm. Bisa juga menggunakan ember bekas yang sudah dibersihkan
    – Gunakanlah perbandingan 3:2:1 dengan rincian tanah, pupuk dan sekam mentah untuk tempat menanam

    d. Pemupukan Cabe
    Selama masa penanaman, rajinlah memberi pupuk. Gunakan pupuk kompos sehingga cabe menjadi lebih organik

    e. Perawatan Cabe
    Jangan lupa untuk menyirami cabe setiap hari, dan juga seringlah melihat apakah ada tanaman lain yang tumbuh yang akan mengganggu pertumbuhan cabe. Jika ada, cabut secara rutin agar cabe bisa tumbuh dengan baik.

    f. Panen
    Ketika cabe telah tumbuh sempurna, maka bisalah dipanen.

  2. Menanam Bawang Merah

    a. Membuat Bibit
    – Ukuran umbi harus diperhatikan, gunakan umbi yang berukuran sedang namun memiliki ukuran yang seragam
    – Perhatikan warna umbi, warnanya haruslah cerah dan mengkilap
    – Pilih umbi yang berat, hal ini menunjukkan kadar air dalam umbi masih banyak
    – Pilih umbi yang sehat, tidak terserang hama dan penyakit serta tidak cacat atau utuh
    – Sebelum digunakan sebagai benih, sebaiknya umbi disimpan dan diletakkan ditempat yang sejuk dengan suhu udara dibawah 26 derajat celcius
    – Biarkan benih disimpan 5-7 hari hingga umbi menghasilkan tunas anakan
    – Jika terdapat umbi yang membusuk maka segera buang dan pisahkan agar tidak menular kepada umbi yang masih sehat

    b. Menyiapkan Media Tanam
    – Siapkan wadah dengan diameter 10 cm dan kedalaman media tanam minimal 15 cm untuk satu rumpun bawang merah. Jika menggunakan polybag gunakan polybag ukuran 5 kg. Diberi lubang dibagian bawah agar tidak terjadi penggenangan air.
    – Campur tanah humus dengan pasir hingga merata
    – Masukkan kedalam pot atau polybag
    – Siram dengan air hingga basah 60%, ciri basah 60% tanah terlihat basah tapi bila pot diangkat tidak ada air yang menetas.

    c. Penyemaian Benih Kedalam Media
    – Tabur biji bibit bawang bawang merah ke media tanam kemudian tutup dengan menggunakan sekam matang. Usahakan semua bagian umbi tertanam dibawah permukaan tanah dan sisakan bagian ujungnya yang sudah ditumbuhi bakal tunas.
    – Siram menggunakan air bersih secukupnya dan jangan sampai air menggenang.
    – Tempatkan pot di tempat yang teduh tapi masih ada sinar matahari pagi, hingga bawang merah tumbuh dan berdaun dengan panjang 5 cm. Jangan terkena air hujan dulu, batang bisa membusuk.

    d. Perawatan
    – Pemupukan pertama dilakukan pada minggu kedua, gunakan pupuk SP+KCL, ½ sendok SP dan ½ sendok makan KCL
    – Pemupukan selanjutnya dilakukan 2 kali setiap 3 minggu
    – Penyiraman tanaman bawang merah dilakukan setiap hari khususnya bila musim kemarau. Jika musim hujan cukup 3 hari sekali.
    – Pengendalian hama secara manual tanpa pestisida

    e. Panen
    Panen bawang merah dalam pot bisa dilakukan dihari ke-70

Sederhana bukan? Selamat mencoba.

Sumber :

ApoteekHiidup.Blogspot.com
Liputan6.com
Ilmubudidaya.com

Gambar

Djsusiloe.blogspot.com

Faunadanflora.com

 

Viking Banten Berikan Bantuan untuk Korban Tsunami di Pandeglang

CILEGON (Jurnalislam.com) – Komunitas supporter klub sepakbola Persib Bandung, Viking Persib Club (VPC) Distrik Banten menyerahkan bantuan bagi korban Tsunami di Kabupaten Pandeglang, Ahad (6/1/2019). 

“Rasa kemanusiaan kita terpanggil begitu melihat dan mendengar sodara kita di sekitar Banten dan Lampung terkena dampak bencana Tsunami” ungkap Heri Abbas penasehat Viking Banten kepada Jurnis, Ahad (6/1/2019). 

Bantuan berupa makanan ringan, obat-obatan, buku, handuk dan perlengkapan dalam pria dan wanita. Bantuan diterima langung oleh perwakilan warga Kampung Sambolo, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kab. Pandeglang. 

“Selain sumbangan dari Viking Banten sendiri ada beberapa titipan dari Viking wilayah lain dan semoga bantuan yang tidak seberapa ini bisa meringankan beban saudara kita serta menambah kekuatan dan spirit untuk bangkit lagi bagi warga yang terkena musibah,” ungkap Heri.

Masa tanggap darurat penanganan bencana tsunami yang melanda Kabupaten Pandeglang, Banten resmi berakhir pada Jumat (4/1/2019) lalu.

Selanjutnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan daerah tersebut memasuki masa transisi darurat menuju peralihan.

Bikers Subuhan Karanganyar, Komunitas Mantan Preman dengan Misi Memberantas Buta Huruf Al-Quran

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata ‘Bikers’? Emm…mungkin yang terlintas adalah perkumpulan sekelompok orang yang hobi touring rame-rame mengunakan sepeda motor yang kadang bikin penguna jalan lain harus memilih berhenti atau menepi jika kebetulan berpapasan dengan iringan mereka.

Gaya hidup Hedon memang identik dengan komunitas bikers, mulai dari touring antar kota dan antar provinsi hingga modif motor yang menghabiskan banyak rupiah akan dilakukan untuk para anggota komunitas Bikers ini. Terlebih komunitas Bikers Harley Davidson yang harga motornya memang sudah mahal.

Namun hal yang berbeda ditunjukan oleh komunitas Bikers yang ada di kota Karanganyar, Jawa Tengah. Komunitas yang menamakan dirinya ‘Bikers Subuhan’ ini mencoba menampilkan sosok pecinta motor dengan tampilan yang syar’i namun tetap ada aura khas racingnya.

“Bikers Subuhan Karanganyar sendiri berdiri pada 28 April 2018, hingga kini kami sudah touring subuh ke 34 masjid se- Karanganyar,” tutur Penggagas ‘Bikers Subuhan’, Dwi Agus sebagaimana dikutip wartamuslimin.com belum lama ini.

 

Agus sendiri merupakan mantan preman di Jakarta yang kemudian insaf. Sebelum mendapat hidayah, ia sudah bertahun-tahun bergelut dengan kelamnya kehidupan ibukota hingga akhirnya ia memutuskan hijrah dan kembali ke daerah asalnya, Karanganyar. Keputusan hijrah ini pun disambut baik oleh kawan-kawannya yang juga mantan preman.

Meski sering dipandang sebelah mata, Agus dan kelima kawannya tetap istiqomah dalam mempelajari ilmu agama.

“Bikers Subuhan Karanganyar ini kami rintis hanya berlima saja, saya, Hanindyo, Dwi Mujianto, Usadz Ridwan Soim, Danang Budi, dan alhamdulillah sekarang anggota kami mencapai 70 orang yang aktif,” kata Agus.

Sebagian besar anggota Bikers Subuhan merupakan kawan-kawan lama Agus yang dulu juga sebagai preman di wilayah terminal Karangpandan, Karanganyar. Mereka juga membentuk wadah bernama KOPIKA (Komunitas Pemuda Insaf).

KOPIKA

Komunitas Pemuda Insyaf (KOPIKA) mempunyai berbagai kegiatan yang positif, mulai dari kegiatan taklim rutin hingga BIRMIZON (Belajar Iqro minggu Zonten) dan MAS BRO (maos Quran sesarengan malam rabu) yang dilakukan dengan cara berkeliling di tempat anggota maupun di Masjid At-Taqwa, Tegal Winangun.

“Alhamdulillah dengan adanya komunitas ini kawan-kawan bertambah ilmunya, imannya, dan alhamdulillah sudah bisa baca Al-Qur’an semua, meskipun masih terbata bata,” ungkap Agus.

Agus menjelaskan bahwa program-program tersebut merupakan salah satu visi dan misi dari Bikers Subuhan yang diberi nama B3A yakni Bebas Buta Baca Al-Quran. Melalui hal itu ia bersama kawan-kawannya berharap bumi Intan Pari Karanganyar bebas dari buta huruf Al-Quran.

Anggota Bikers Subuhan Karanganyar sedang belajar membaca Al-Qur’an

Selain program memberantas buta hufuf Al-Quran, Bikers Subuhan juga aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Mulai dari baksos seperti pembagian sembako dan bantuan air bersih di sejumlah daerah yang membutuhkan hingga kegiatan penggalangan dana untuk para korban bencana alam.

Agus menambahakan, komunitas Bikers Subuhan terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung. Ia mempersilahkan bagi orang biasa maupun mantan preman untuk ikut dalam kegiatan-kegiatan Bikers Subuhan. Bahkan ia tidak mempermasalahkan jenis dan merk motor tertentu untuk ikut bergabung.

Karena menurut Agus komunitas ‘Bikers Subuhan’ ini lebih fokus terhadap kegiatan kegiatan dakwah Islam. Informasi selengkapnya bisa dilihat di akun media sosial ‘Biker Subuhan’ yakni di Instagram @Bikerssubuhankaranganyar dan Facebook @bikerssubuhankaranganyar.

Hadits-hadits Tentang Keistimewaan Hari Jumat [INFOGRAFIK]

JURNALISLAM.COM – Hari Jumat adalah hari yang istimewa bagi umat Islam. Saking spesialnya, Allah Subahanahu wa ta’ala menjadikannya salah satu nama surat dalam Al-Qur’an, yaitu surat nomor ke 62. Demikian juga Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan dalam banyak haditsnya tentang keistimewaan hari Jum’at.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa Salam bersabda,

“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jumat, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jumat.” (HR Muslim)

Berikut ini beberapa keistimewaan hari Jumat berdasarkan Hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam:

  1. Kewajiban Shalat Jumat
    Kewajiban shalat Jumat paling ditekankan dan seagung-agungnya berhimpunnya kaum muslimin. Barangsiapa meninggalkannya (shalat Jumat) karena meremehkannya, niscaya Allah tutup hatinya sebagaimana di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim.
    Telah meriwayatkan, Abu Daud No. 1052, Tirmizi No. 500 dan Nasai No. 1369 dari Abi Al-Ja’d radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda,”Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali dengan meremehkannya, maka Allah tutup hatinya.” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami)
  2. Waktu Mustajab Untuk Berdo’a
    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam bersabda,”Sesungguhnya di dalam hari Jumat, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jumat) sedangkan ia dalam keadaan berdiri shalat memohon sesuatu kepada Allah, melainkan akan Allah berikan padanya.” (Muttafaq alaihi)

    Ibnul Qayyim berkata setelah menyebutkan adanya perselisihan tentang penentuan spesifikasi waktu ini, “Pendapat-pendapat yang paling rajih (kuat) adalah dua pendapat yang keduanya terkandung di dalam sebuah hadits yang tsabit (shahih). Yaitu, pendapat pertama, bahwasanya (waktu ijabah) mulai dari duduknya imam hingga ditunaikannya salat, sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar bahwasanya Nabi Shallallahu alaihi wa Salam bersabda,

    “(waktu ijabah tersebut) yaitu di antara duduknya imam sampai ditunaikannya salat.” (HR Muslim).

    Pendapat kedua, yaitu setelah waktu Ashar. Dan ini adalah dua pendapat yang paling kuat. (Zaadul Maad I/389-390).

Infografis Keistimewaan Hari Jumat
  1. Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi pada Hari Jum’at
    “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ No. 6471)“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)
  2. Hari Jumat Adalah Hari Penghapus dosa
    Dari Salman beliau berkata, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Salam bersabda,”Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jumat dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan shalat Jumat) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan shalat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jumat ini dengan Jumat lainnya.” (HR Bukhari).
  3. Langkah Kaki Orang yang Akan Menunaikan Shalat Jumat Diganjar Pahala Puasa dan Shalat Selama Satu Tahun
    Sebagaimana hadits Aus bin Aus radhiyallahu anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam bersabda,”Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jumat, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk shalat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan shalat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Allah. (HR Ahmad dan Ashhabus Sunnan, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).
  4. Keutamaan Shalawat pada Hari Jum’at
    “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)
  5. Shodaqoh Di Hari Jumat Lebih Utama Dibanding Hari LainnyaIbnul Qayyim Rahimahullah berkata tentang keutamaan hari Jum’at, “Bahwasanya sedekah di hari Jum’at dibandingkan semua hari dalam sepekan seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan selainnya.”

Itulah beberapa keistimewaan hari Jumat, semoga kita semua diberikan kemudahan untuk dapat bisa meraihnya.

Oknum PGN Pelaku Penyerangan di Masjid Al-Huda Wonosobo Minta Maaf

WONOSOBO (Jurnalislam.com) – Arga Ramadhan, oknum dari organisasi Patriot Garuda Nusantara (PGN) yang membuat kericuhan di halaman Masjid Al-Huda Sudagaran, Wonosobo, Jawa Tengah kemarin, Ahad (30/12/2018) akhirnya meminta maaf. Bersama puluhan rekannya, Arga melakukan mengintimidasi peserta Aksi Bela Uighur yang hendak melakukan shalat dzuhur di masjid yang juga menjadi titik kumpul aksi tersebut..

“Saya mewakili oknum mohon maaf sebesar-besarnya, dengan kerendahan hati saya atas kejadian tadi pada hari minggu pukul 12.00 WIB, kami tadi melakukan hal hal yang kurang berkenan di hati saudara kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya di hadapan puluhan umat Islam yang mengawal jalannya audensi di Pendopo Bupati Wonosobo, Ahad (30/12/2018) malam.

“Mungkin untuk kedepan kita bersatu, bisa berkolaborasi, untuk Wonosobo lebih damai, lebih maju dan lebih berkarya,” sambungnya.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=VZvp3_vA9tc[/embedyt]

Sementara itu, Muntako ketua Mujahidin 1912, meminta umat Islam untuk tidak memperpanjang kasus tersebut. Ia menyebut Kapolresta Wonosobo AKBP Abdul Waras telah berjanji untuk menindak tegas oknum-oknum PGN apabila kembali membuat keributan terhadap umat Islam Wonosobo.

“Setelah pulang dari sini semua clear tidak ada masalah, dan sudah ada komitmen dari bapak Kapolres bahwa ketika sewaktu waktu ini terjadi lagi, kita tidak usah melapor delik aduan semua biar pak Kapolres yang menindak,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sekelompok massa berseragam PGN melakukan penyerangan terhadap peserta aksi Solidaritas Muslim Uighur di Masjid Al Huda, Sudagaraan Wonosobo saat hendak melakukan shalat Zuhur Berjamaah pada Ahad (30/12/2018).

Massa PGN juga berusaha merebut bendera tauhid dari peserta hingga memicu aksi saling dorong dan nyaris baku hantam. Oleh karena itu, ratusan umat Islam melaporkan kasus tersebut ke pihak aparat pada ahad malam.